RPP FIQH SMP SHALAT SUNNAH
KRISTIN WIRANATA (1152020108) PAI III/C
MATA KULIAH: PERENCANAAN PEMBELAJARAN PAI
SEKOLAH : SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)
MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI
POKOK BAHASAN : FIQIH
SUB POKOK BAHASAN : SHALAT SUNNAH
KOMPETENSI INTI
(KI-1) Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya;
(KI-2) Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya;
(KI-3) Memahami pengetahuan (faktual, konseptual dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata;
(KI-4) Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
KOMPETENSI DASAR
Menunaikan shalat sunnah berjamaah dan munfarid sebagai implementasi dari pemahaman rukun Islam.
Memahami hikmah ketentuan dan tata cara shalat sunnah berjamaah dan munfarid.
Mempraktikkan shalat sunnah berjamaah dan munfarid dalam kehidupan sehari-hari.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Siswa mampu menjelaskan pengertian shalat sunnah berjamaah dan munfarid serta dasar hukumnya.
Siswa mampu membedakan shalat sunnah munfarid, shalat sunnah berjamaah dan shalat sunnah munfarid/berjamaah.
Siswa mampu mempraktikkan shalat sunnah berjamaah dan munfarid dalam kehidupan sehari-hari.
Siswa mampu memahami hikmah shalat sunnah.
MATERI PEMBELAJARAN
Pengertian Shalat Sunnah
Menurut bahasa shalat berarti do’a, karena kata shalat itu sendiri mencakup makna do’a. Shalat menurut istilah syara’ ialah: sebuah peribadahan kepada Allah swt. yang di dalamnya ada perkataan dan perbuatan yang dilakukan secara khusus, dibuka dengan takbir dan ditutup dengan salam. Shalat sunnah adalah shalat yang hukumnya sunnah. Apabila dilaksanakan mendapat pahala, apabila ditinggalkan tidak mendapat dosa. Orang yang melakukan shalat sunnah akan mendapat keutamaan khusus melebihi orang-orang yang tidak melaksanakannya. Shalat sunnah merupakan ibadah tambahan selain shalat wajib.
Macam-macam Shalat Sunnah
Salat Sunnah Berjamaah
Salat ‘Idain
Hukum melaksanakan salat sunnah ini adalah sunnah mu’akkad (sangat dianjurkan). Berikut ketentuan pelaksanaan shalat ‘Idain: Waktu shalat ‘Id adalah mulai terbit matahari hingga sebelum waktu zuhur; Shalat Idul Fitri dikerjakan tanggal 1 Syawal sedangkan Idul Adha tanggal 10 zulhijjah; Terdiri dari dua rakaat, diawali dengan niat takbiratul ihram, kemudian takbir 7 kali pada rakaat pertama dan 5 kali pada rakaat kedua; Antara takbir satu dengan takbir berikutnya membaca tasbih. ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﻭَﻟَﺎ ﺇﻟَﻪَ ﺇﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺍَﻟﻠَّﻪُ ﺃَﻛْﺒَﺮ Artinya : “Maha suci Allah, dan segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan melainkan Allah, Allah Mahabesar.”; Ada khutbah setelah shalat; Disunnahkan mandi sebelum shalat; Disunnahkan memakai wangi-wangian dan berhias; Disunnahkan makan sebelum pergi (shalat Idul Fitri) dan tidak makan sebelum (shalat idul Adha); Disunnahkan berangkat melalui satu jalan dan pulang melintasi jalan yang berbeda.
Shalat Gerhana (Kusuf dan Khusuf)
Shalat sunnah gerhana adalah shalat yang dilakukan secara berjama`ah pada waktu terjadi gerhana bulan (Shalat Kusuf) atau matahari (Shalat Khusuf). Ketentuan pelaksanaannya sebagai berikut: Dilaksanakan ketika terjadi gerhana dan belum lenyap (terang kembali); Sebaiknya dilaksanakan di masjid atau musala; Terdiri dari dua rakaat diawali dengan niat dan dilanjutkan takbiratul ihram, doa iftitah, Al-Fatihah, surat atau ayat Al-Quran, rukuk, iktidal kemudian Al-Fatihah, surat atau ayat Al-Quran, rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kemudian dilanjutkan rakaat kedua dengan cara yang sama dengan rakaat pertama kemudian diakhiri tahiyat akhir dan salam; Ada khutbah setelah shalat.
Shalat Istisqa’
Shalat Istisqa adalah shalat sunnah yang dikerjakan secara berjama`ah dengan tujuan memohon kepada Allah SWT agar diberi hujan. Ketentuan pelaksanaannya sebagai berikut: Dikerjakan di lapangan pada tengah hari; Disunahkan puasa 3 hari sebelum shalat; Ada khutbah setelah shalat; Memperbanyak istighfar dan bertobat; Memakai pakaian yang sederhana; Anak-anak, kakek-kakek serta dan nenek-nenek serta binatang ternak dianjurkan untuk diajak ikut serta ke lapangan.
Salat-salat Sunnah Munfarid
Salat sunnah munfarid adalah Salat yang dilaksanakan secara individu atau sendiri.
Salat Rawatib
Dengan demikian salat sunnah rawatib adalah salat yang dilaksanakan menyertai atau mengiringi salat fardu, baik sebelum maupun sesudahnya. Ditinjau dari segi hukumnya, salat rawatib ini terbagi menjadi dua macam, yaitu: Salat rawatib mu`akkadah dan salat rawatib gairu mu`akkad. Salat rawatib mu`akadah (salat rawatib yang sangat dianjurkan) yaitu: Dua rakaat sebelum salat Zuhur; Dua rakaat sesudah salat Zuhur; Dua rakaat sesudah salat Magrib; Dua rakaat sesudah salat Isya’; Dua rakaat sebelum salat Subuh. Salat rawatib gairu mu`akkadah (salat rawatib yang cukup dianjurkan untuk dikerjakan) yaitu: Dua rakaat sebelum Zuhur (selain dua rakaat yang mu`akkadah); Dua rakaat sesudah Zuhur (selain dua rakaat yang mu`akkadah); Empat rakaat sebelum Asar; Dua rakaat sebelum Magrib.
Salat Tahiyyatul Masjid
Salat tahiyyatul masjid adalah salat sunnah yang dilaksanakan untuk menghormati masjid. Salat ini disunnahkan bagi setiap muslim ketika memasuki masjid. Salat sunnah ini merupakan rangkaian adab memasuki masjid. Jika kita sudah masuk ke dalam masjid, hendaklah sebelum duduk kita mengerjakan salat sunnah dua rakaat.
Salat Istikharah
Salat istikharah adalah salat dengan maksud untuk memohon petunjuk Allah swt. dalam menentukan pilihan terbaik di antara dua pilihan atau lebih. Salat istikharah sebenarnya hampir sama dengan salat hajat. Bedanya kalau salat istikharah tertuju pada suatu keinginan atau cita-cita yang sudah nampak adanya, tetapi masih ragu-ragu dalam menentukan pilihannya. Sedangkan salat hajat tertuju pada sebuah keinginan yang belum kelihatan akhir dan tujuannya. Waktu yang terbaik dalam melaksanakan salat istikharah ini adalah saat mulai pertengahan malam yang akhir, sebagaimana waktu salat tahajjud. Salat istikharah dikerjakan sebagaimana salat biasa dan setelah selesai salat dilanjutkan dengan membaca doa istikharah sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah. Salat istikharah hukumnya adalah sunnah mu`akkadah bagi orang dari yang sedang membutuhkan untuk menentukan pilihan.
Salat Sunnah Berjamaah atau Munfarid
Beberapa salat sunnah berikut ini boleh dilaksanakan secara berjama’ah atau secara munfarid. Adapun Salat sunnah yang dimaksud adalah:
Salat Tarawih
Salat tarawih adalah salat sunnah yang dilaksanakan pada malam bulan dari Ramadan. Hukum melaksanakan salat tarawih adalah sunnah mu’akkadah. Salat tarawih dilaksanakan setelah Salat Isya’ sampai waktu fajar. Salat tarawih dapat dilaksanakan delapan, dua puluh, atau tiga puluh enam rakaat. Kita tinggal memilih jumlah rakaat mana yang mau dan mampu untuk dilaksanakan. Perbedaan jumlah bilangan rakaat ini tidak perlu dipermasalahkan. Yang terpenting adalah umat Islam dapat melaksanakannya.
Salat Witir
Salat witir adalah salat yang dilaksanakan dengan bilangan ganjil (satu, tiga, lima, tujuh, sembilan, atau sebelas rakaat). Hukumnya melaksanakannya adalah sunnah mu’akkadah. Adapun waktu salat witir adalah sesudah salat Isya’ sampai menjelang fajar salat Subuh.
Salat Duha
Salat sunnah duha atau yang sering disebut dengan salat awwabin duha adalah salat sunnah yang dikerjakan pada waktu matahari sudah menaik sekitar satu tombak (sekitar pukul 07.00 atau matahari setinggi sekitar tujuh hasta) hingga menjelang salat Zuhur. Kita dapat melaksanakan salat duha sebanyak 2 rakaat dan paling banyak 12 rakaat. Tata cara pelaksanaannya tidaklah sulit, sama dengan cara melaksanakan salat pada umumnya.
Salat Tahajjud
Salat sunnah tahajjud adalah salat sunnah mu’akkadah yang dilaksanakan pada sebagian waktu di malam hari. Salat tahajjud adalah bagian dari qiyamullail (Salat malam) yang langsung diperintahkan oleh Allah Swt. Melalui firman-Nya dalam QS. Al-Isra: 79 yang artinya: “Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajjud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”
Salat Tasbih
Salat sunnah tasbih adalah salat sunnah yang dilaksanakan dengan memperbanyak membaca tasbih. Salat tasbih ini merupakan sunnah khusus dengan membaca tasbih sebanyak 300 kali di dalam salat. Secara lebih terperinci, tata cara mengerjakan salat tasbih ini terdiri dari dua macam cara, yaitu: Jika dilaksanakan di malam hari, jumlah rakaatnya ada empat dengan dua kali salam dan jika dilaksanakan di siang hari, jumlah rakaatnya ada empat dan sekali salam.
Berikut tata cara membaca tasbih dalam shalat sunnah tasbih: Setelah membaca surah al-Fatihah dan surat-surat pendek, membaca tasbih 15 kali; Ketika ruku’ (setelah membaca do’a ruku’) membaca tasbih 10 kali; Ketika bangun dari ruku’ (setelah membaca do’anya) membaca tasbih 10 kali; Ketika sujud pertama (setelah membaca do’a sujud) membaca tasbih 10 kali; Ketika duduk di antara dua sujud (setelah membaca do’anya) membaca tasbih 10 kali; Ketika sujud kedua (setelah membaca do’anya) membaca tasbih 10 kali; Ketika akan berdiri untuk rakaat yang kedua duduk dulu (duduk istirahat) membaca tasbih 10 kali.
Setelah itu berdiri untuk rakaat yang kedua yang bacaannya sama dengan rakaat yang pertama. Pada rakaat kedua, setelah membaca tasyahud, baik tasyahud awal maupun akhir, membaca tasbih 10 kali. Dengan demikian apabila kita hitung jumlah bacaan tasbih tiap satu rakaat adalah 75 kali. Berarti jumlah keseluruhan bacaan tasbih dalam salat tasbih adalah 75 x 4 rakaat = 300 kali bacaan tasbih.
Hikmah Salat Sunnah
Disediakan jalan keluar dari segala permasalahan dan persoalannya dan senantiasa akan diberikan rezeki yang cukup oleh Allah Swt.
Menambah kesempurnaan salat fardu.
Menghapuskan dosa, meningkatkan derajat keridhoan Allah Swt. Serta menumbuhkan kecintaan kepada Allah Swt.
Sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada Allah swt. atas berbagai karunia-Nya
Mendatangkan keberkahan pada rumah yang sering digunakan untuk salat sunnah.
Hidup menjadi terasa nyaman dan tenteram.
Bekal terbaik di dalam menempuh perjalanan ke akhirat adalah dengan ketaqwaan. Sedangkan aspek terpenting dalam mewujudkan taqwa adalah dengan salat, terutama salat sunnah sebagai ibadah tambahan.
REFERENSI
Abdullah bin Abdul Hamid Al-Atsari. Sholat (Definisi, Anjuran dan Ancamannya). Diterjemahkan oleh: Syafiq Fauzi Bawazier
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMP/MTs kelas VIII. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Komentar