adab hamba dengan Allah

adab Bermuamalah dengan Allah Ada 14, Yaitu:

الأول: (إطراق الرأس وغض الطرف) أي خفضه.
1.Menundukkan Kepala dan Merendahkan Pandangan.

(و) الثاني: (جمع الهم) أي القصد مع الاعتماد على الله.
2.Memusatkan Perhatian dan Hanya Bersandar Kepada-Nya.

(و) الثالث: (دوام الصمت) أي عما لا يفيد في الدين، لقوله صلى الله عليه وسلم: "عَلَيْكَ بِطُوْلِ الصَّمْتِ، فَإِنَّهُ مُطْرِدَةٌ لِلشَّيْطَانِ".
3.Banyak diam Disertai Zikir Kepada Allah. Hal Ini Sesuai dengan Sabda Rasulullah, "hendaklah Engkau Banyak diam karena Hal Itu Dapat mengusir setan.”

(و) الرابع: (سكون الجوارح) عن الملاغاة، لأنه يستلزم الخشوع والخضوع وحضور القلب الله تعالى.
4.Memelihara Anggota Badan dari Perbuatan Sia-Sia karena Engkau Dituntut untuk khusyuk, Tunduk, dan menghadirkan Hati bersama Allah.

(و) الخامس: (مبادرة) امتثال (الأمر) أي من الواجب والمندوب.
5.menjalankan Perintah-Nya dengan segera, Baik Wajib maupun Sunah.

(و) السادس: (اجتناب النهي) أي المحرم والمكروه.
6.menjauhi Larangan-Nya, Baik yang Haram maupun yang Makruh.

(و) السابع: (قلة الاعتراض) أي عدم الاعتراض (على القدر) بتحريك الدال أي على تقدير الله الأمور، قال النبي صلى الله عليه وسلم: اعْبُدِ اللّهَ بِالرِّضَا، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَفِي الصَّبْرِ عَلَى مَا تَكْرَهُ خَيْرٌ كَثِيرٌ"
7.Menerima Takdir-Nya dengan Ikhlas. Rasulullah Bersabda, "Sembahlah Allah dengan penuh Keridhaan. Jika Engkau tidak Mampu, hendaklah Engkau Bersabar karena di dalam Kesabaran terdapat Banyak Kebaikan Atas Hal-Hal yang tidak Kausukai."
(و) الثامن: (دوام الذكر) أي باللسان والقلب.
8. Selalu Berzikir dengan Hati dan Lisan.

(و) التاسع: (ملازمة الفكر) في نعمة الله تعالى وفي جلاله تعالى.
9. Senantiasa Berpikir tentang Nikmat Allah dan Keagungan- Nya.

(و) العاشر: (إيثار الحق) أي اختياره وتقديمه (على الباطل) وفي بعض النسخ سقوط هذا الجار والمجرور، والمعنى: تقديم الله تعالى في الرجوع إليه على الخلق وعلى كل ما سواه، والمراد بالحق على هذا هو الله تعالى.
10. mengutamakan Kebenaran di Atas Kebatilan. Artinya, lebih mengutamakan Allah dalam segala Urusan daripada Seluruh Makhluk dan segala Sesuatu Selain-Nya. karena, yang dimaksud dengan Kebenaran adalah Allah Itu Sendiri.
(و) الحادي عشر: (الإياس) أي قطع الرجاء (عن الخلق) أي عدم الاعتماد على الخلق في حاجتك في السفر والحضر، لأن الخلق لا تنفع ولا تضر.
11.tidak Bergantung kepada Manusia Dalam segala Hajat dan Kebutuhan karena mereka tidak bisa Mendatangkan manfaat Dan Memberikan Mudarat.

(و) الثاني عشر: (الخضوع) أي التواضع بالقلب (تحت الهيبة) الله تعالى.
12.Tunduk Dibarengi dengan Rasa Takut Kepada-Nya.

(و) الثالث عشر: (الانكسار) أي في القلب (تحت الحياء) من الله تعالى لتقصيرك في العبادة.
13.merasa Sedih Disertai Rasa Malu Atas segala Kekurangan dalam Beribadah Kepada-Nya.

(و) الرابع عشر: (السكون عن حيل الكسب ثقة) أي ائتمانًا (بالضمان) أي بضمان الله تعالى لك في رزقك، قال تعالى: {وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللهِ رِزْقُهَا}. (والتوكل) أي الاعتماد (على فضل الله تعالى معرفة بحسن الاختيار) أي اختياره تعالى، فإن الله تعالى هو المدبر لعبده.
14.tidak terlalu Memaksakan diri Dalam mencari Penghasilan karena Percaya pada Jaminan Allah Subhanahu Wa Ta'ala . dan Bertawakal Atas Karunia-Nya. Sebab, Dialah yang mengurus Makhluk-Makhluk-Nya, Sebagaimana Firman-Nya: "Dan tidak Ada Suatu Binatang Melata Pun di Bumi Melainkan Allah-Lah yang Memberi Rezekinya." (Qs. Hûd [11]: 6)
Semua adab Ini Layak Kau Jadikan Pedoman dalam Kehidupan Sehari-Hari karena mengajarkan Tata cara Berhubungan dengan Tuhan yang tidak Pernah Meninggalkanmu, dan Senantiasa Menyertaimu dengan Ilmu dan Taufik-Nya. sedangkan Manusia tidak Selalu Menyertaimu, Bahkan Pergi Meninggalkanmu. Allah Berfirman:

{وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَمَا كُنْتُمْ}
"Dan Dia bersamamu di Mana Pun Kamu Berada." (Qs. Al-Hadid [57]: 4)

pertanggungjawaban diakhirat

وَلَوْ أَنَّا إِذَا مُتْنَا تُرِكْنَا * لَكَانَ الْمَوْتُ رَاحَةَ كُلِّ حَي
وَلٰكِنَّا إِذَا مُتْنَا بُعِثْنَا * وَنُسْأَلُ بَعْدَ ذَا عَنْ كُلِّ شَي
Seandainya Kita Dibiarkan Begitu Saja Setelah Mati Niscaya Kematian Itu Merupakan Istirahat bagi setiap yang Bernyawa
akan Tetapi Setelah Mati Kita akan Dibangkitkan Lalu ditanya tentang segala Sesuatu yang Kita Lakukan

DOA DIBERIKAN CAHAYA

Ya Allah, Jadikanlah Bagiku Cahaya di dalam Hatiku, Cahaya di dalam Pendengaranku, Cahaya dalam Penglihatanku, Cahaya dalam Rambutku, Cahaya dalam Kulitku, Cahaya dalam Dagingku, Cahaya dalam Darahku, Cahaya dalam Tulang-Tulangku, Cahaya di depanku, Cahaya di belakangku, Cahaya di sebelah Kananku, Cahaya di sebelah Kiriku, Cahaya di Atasku, dan Cahaya di Bawahku. Ya Allah, Tambahkanlah Cahaya Bagiku dan Berilah Aku Cahaya, Yaitu Cahaya terbesar, dan Jadikanlah Bagiku Cahaya dengan Rahmat-Mu Wahai Tuhan Yang Maha Penyayang di Antara Para Penyayang."

Berkaitan dengan Kata "Cahaya" dalam Doa di Atas, Al-Qurthubi mengatakan, Maksud dari Cahaya di Atas adalah Pancaran Cahaya yang Dinisbatkan Kepada-Nya. Cahaya Itu Berbeda-Beda Sesuai dengan Keadaannya masing-masing. Cahaya Pendengaran Menampakkan segala yang Didengar, Cahaya Penglihatan Menyingkapkan Apa-Apa yang Dilihat, Cahaya Hati Menyingkapkan Pengetahuan, dan Cahaya Anggota Badan adalah Amalan-Amalan Ketaatan yang Tampak darinya."

Dengan mengutip Para Ulama, An-Nawawi Berkata, "Doa di Atas Berarti meminta Diberikan Cahaya di dalam Anggota Badan, Perilaku, Perbuatan, dan Berbagai Keadaan. Ringkasnya, Memohon Cahaya dalam Semua Arah yang Enam hingga tidak tersisa Sedikit Pun darinya."

Bukan Karena Cerdas, Ini Modal Utama Menjadi Penghafal Al-Qur’an


📆 Sabtu, 07 Zulqa'dah 1447 H | 25 April 2026

📚 *Interaksi Al-Quran*
 
📝 Pemateri: Slamet Setiawan, S.H.I, M.Pd

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹 
  
Sering kali, dinding pembatas tertinggi yang menghalangi seseorang untuk mulai menghafal Al-Qur'an bukanlah padatnya kesibukan, melainkan rasa rendah diri. Ada sebuah ilusi keliru yang terlanjur mengakar kuat di benak banyak orang: bahwa aktivitas Tahfizh adalah wilayah eksklusif bagi mereka yang memiliki IQ tinggi, memori tajam, atau usia yang masih belia.

Ketika beban pekerjaan menumpuk dan daya ingat dirasa tak lagi setangkas masa muda, keraguan pun menyergap. "Apakah saya masih pantas? Apakah kapasitas otak saya masih sanggup?" Pertanyaan-pertanyaan semacam inilah yang pada akhirnya mengubur niat mulia tersebut jauh sebelum langkah pertama sempat diayunkan.

Meruntuhkan Kesombongan Intelektual

Sejatinya, menghafal Al-Qur'an bukanlah sebuah kompetisi akademik untuk menguji seberapa cemerlang kapasitas kognitif manusia. Jika hafalan murni hanya bergantung pada kecerdasan logis semata, niscaya ayat-ayat suci ini hanya akan menjadi monopoli para cendekiawan. Namun, realitas dan sejarah membuktikan hal yang sebaliknya. Mukjizat agung ini diwariskan dan dijaga di dalam dada jutaan manusia dari berbagai latar belakang, profesi, hingga rentang usia senja.

Allah tidak sedang mencari otak yang paling cerdas, melainkan hati yang paling rindu. Mengandalkan kecerdasan akal semata justru sering kali melahirkan kesombongan intelektual. Orang yang merasa dirinya cerdas cenderung mudah frustrasi dan berbalik menyerah ketika hafalannya tak kunjung lekat, karena ia merasa usahanya mengkhianati bakatnya.

Ketekunan Sebagai Mata Uang Utama

Jika kecerdasan bukanlah syarat mutlak, lalu apa modal utama yang sebenarnya? Jawabannya bermuara pada satu sikap mental yang sederhana namun berat dalam ujian praktiknya: Ketekunan.

Menghafal Al-Qur'an adalah sebuah perjalanan panjang yang menuntut kesetiaan tiada henti. Ia adalah tentang kerelaan untuk duduk diam mengulang ayat yang sama puluhan hingga ratusan kali. Ia adalah tentang keberanian berjuang melawan rasa kantuk setelah seharian lelah bekerja, dan keteguhan untuk menolak menutup mushaf meskipun lisan terasa kelu.

Bagi seorang pejuang Al-Qur'an, kesulitan mengingat sebuah ayat bukanlah tanda kebodohan otak. Ia adalah cara Allah yang penuh kasih sayang untuk menahan lisan kita agar lebih lama bercengkerama dengan firman-Nya. Di dalam setiap pengulangan ayat yang terbata-bata itulah, letak taqarrub (pendekatan diri) yang sesungguhnya sedang dibangun. Tetesan keringat ketekunan inilah "mata uang" yang paling bernilai tinggi di hadapan Allah.

Wadah Hati yang Merendah

Selain ketekunan yang mengalahkan bakat, modal esensial lainnya adalah hati yang merendah dan pasrah. Ayat-ayat Al-Qur'an adalah cahaya ilahi yang suci, dan cahaya tersebut menuntut sebuah wadah batin yang bersih untuk menetap. Sering kali, lambatnya hafalan kita bukanlah disebabkan oleh memori yang tumpul, melainkan karena masih terlalu banyak ruang di hati kita yang disandera oleh hiruk-pikuk duniawi, kecemasan masa depan, dan ego pribadi.

Maka, lepaskanlah segala atribut kebesaran dunia saat Anda berhadapan dengan mushaf. Datanglah kepada Allah dengan kepasrahan total. Akui segala kelemahan diri, dan bermohonlah dengan sangat agar Dia sendiri, Sang Pemilik Kalam yang berkenan menanamkan dan menjaga ayat-ayat tersebut di dalam dada.

Jangan lagi biarkan ilusi tentang kecerdasan, bakat, atau usia merampas kehormatan Anda untuk menjadi bagian dari keluarga Allah di muka bumi. Ambil mushaf Anda hari ini, mulailah membaca perlahan, dan biarkan ketekunan mengambil alih. Karena pada garis akhirnya kelak, Al-Qur'an tidak akan memilih siapa yang paling cepat hafal, melainkan siapa yang paling gigih menolak untuk berhenti melangkah.
 
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Subscribe Youtube MANIS: https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial

Follow Media Sosial MANIS : 
IG : http://instagram.com/majelismanis
FB: http://fb.com/majelismanis
TikTok
https://www.tiktok.com/@majelis_manis_

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/gabungmanis
💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSI : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/62852-7977-6222
wa.me/087891088812

Tips Sholat khusuk

Diriwayatkan dari Hatim al-Asham bahwa ia ditanya tentang shalatnya, maka ia menjawab: ``Apabila waktu shalat telah tiba, aku menyempurnakan wudhu`, kemudian aku berdiri untuk shalat dan aku menjadikan Ka`bah di antara kedua alisku, Shirath (jembatan di atas neraka) di bawah kedua kakiku, surga di sebelah kananku, neraka di sebelah kiriku, malaikat maut di belakangku, dan aku menyangka bahwa ini adalah shalatku yang terakhir.``

Keutamaan (manfaat) Zikir menurut ibnu Qayyim

 Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitabnya Al-Wabilush
Shayyib, yang juga dikutip Saif Al-Battar dalam Rumaysha Site,
menyebutkan, setidaknya ada lima puluh satu manfaat:
1). Zikir dapat megusir syaitan.
2). Mendatangkan ridha Ar-Rahman (Allah).
3). Menghilangkan gelisah dan hati yang gundah gulana.
4). Hati menjadi gembira dan lapang.
5). Menguatkan hati dan badan.
6). Menerangi hati dan wajah menjadi bersinar.
7). Mendatangkan rezki.
8). Orang yang berzikir akan merasakan manisnya iman dan
keceriaan.
9). Mendatangkan cinta Ar-Rahman yang merupakan ruh islam.
10). Mendekatkan diri pada Allah sehingga memasukkannya pada
golongan orang yang berbuat ihsan yaitu beribadah kepada Allah
seakan-akan melihatnya.
11). Mendatangkan inabah, yaitu kembali kepada Allah Swt. Semakin
seseorang kembali pada Allah dengan banyak berzikir pada-Nya,
maka hatinya pun akan kembali pada Allah dalam setiap keadaan.
12). Seseorang akan semakin dekat pada Allah sesuai dengan kadar
dzikirnya pada Allah SWT. Semakin ia lalai dari zikir, ia pun akan
semakin jauh dari-Nya.
13). Semakin bertambah ma‟rifah (mengenal Allah). Semakin banyak
zikir, semakin bertambah ma‟rifah seseorang pada Allah.
14). Mendatangkan rasa takut pada Allah, dan semakin menundukkan
diri pada-Nya. sedangkan orang yang lalai dari zikir, akan semakin
terhalangi dari rasa takut pada Allah.
15). Meraih apa yang Allah sebut dalam ayat QS. Al-Baqarah/2:152
Artinya: “Maka ingatlah pada-Ku, maka aku akan ingat kalian.”
Seandainya tidak ada keutamaan zikir selain yang disebutkan
dalam ayat ini, maka sudahlah cukup keutamaan yang disebut.
16). Hati akan semakin hidup. Ibnu Qayyim pernah mendengar
gurunya, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, ―Zikir pada hati
semisal air yang dibutuhkan ikan. Lihatlah apa yang terjadi jika
ikan tersebut lepas dari air?‖
17). Hati dan ruh semakin kuat. Jika seseorang melupakan zikir maka
kondisinya sebangaimana badan yang hilang kekuatan. Ibnu
Qayyim rahimahullah menceritakan bahwa Syaikhul Islam Ibnu
Taimiyah sesekali pernah shalat Subuh dan beliau duduk berdzikir
kepada Allah sampai beranjak siang. Setelah itu beliau berpaling
padaku dan berkata, Ini adalah kebiasaanku di pagi hari. Jika aku
tidak zikir seperti ini, hilanglah kekuatanku‟ atau perkataan beliau
yang semisal ini.
18). Zikir menjadikan hati semakin mengkilap yang sebelumnya
berkarat. Karatnya hati adalah disebabkan karena lalai dari zikir
pada Allah. Sedangkan kilapnya hati adalah zikir, taubat dan
istighfar.
19). Menghapus dosa karena dzikir adalah kebaikan terbesar dan
kebaikan akan menghapus kejelekan.
20). Menghilangkan kerisauan. Kerisauan ini dapat dihilangkan dengan
dzikir pada Allah.
21). Ketika seseorang hamba rajin mengingat Allah, maka Allah akan
mengingatkan dirinya di saat ia butuh. Jika seseorang mengenal
Allah dalam keadaan lapang, Allah akan mengenalnya dalam
keadaan sempit.
22). Menyelamatkan seseorang dari azab neraka.
23). Zikir menyebabkan turunnya sakinah (ketenangan), naungah
rahmat, dan dikelilingi oleh malaikat. Sebagaimana dalam hadis
Rasulullah SAW menyebutkan:
154
Artinya: “Tidak suatu kaum duduk berdzikir kepada Allah,
melainkan mereka dinaungi oleh rahmat, turun kepada mereka
ketenangan, dan Allah SWT menyebut-nyebut mereka di hadapan
para malaikat (di langit).‖ (HR. Muslim).
24). Zikir menyebabkan lisan semakin sibuk sehingga terhindar dari
ghibah (menggunjing), namimah (adu domba), dusta, perbuatan
keji dan batil.
25). Majelis zikir adalah majelis para maikat dan majelis yang lalai dari
zikir adalah majelis syaithan.
26). Orang yang berzikir begitu bahagia, begitu pula ia akan
membahagiakan orang-orang di sekitarnya.
27). Akan memberikan rasa aman bagi seorang hambanya dari kerugian
di hari kiamat.
28). Karena tangisan orang yang berzikir, maka Allah akan
memberikan naungan Arsy padanya di hari kiamat yang amat
panas.
29). Sibuknya seseorang pada zikir adalah sebab Allah memberi
untuknya lebih dari yang diberikan pada peminta-minta.
30). Zikir adalah ibadah yang paling ringan, namun ibadah tersebut
amat mulia.
31). Zikir adalah tanaman surga.
32). Pemberian dan keutamaan yang diberikan pada orang yang
berzikir, tidak diberikan pada amalan lainnya.
33). Senantiasa berzikir kapada Allah menyebabkan seseorang tidak
mungkin melupakan-Nya.
34). Zikir adalah cahaya bagi pemiliknya di dunia, kubur, dan hari
berbangkit.
35). Zikir adalah rasul umûr (inti segala perkara). Siapa yang dibukakan
baginya kemudahan zikir, maka ia akan memperoleh berbagai
kebaikan.
36). Zikir akan memperingatkan hati yang tertidur lelap. Hati bisa sadar
dengan zikir. Sebagaimana dalam Hadist disebutkan
37). Orang yang berzikir akan semakin dekat dengan Allah dan
bersama dengan-Nya. Kebersamaan di sini adalah dengan
kebersamaan yang khusus, bukan hanya sekedar Allah itu bersama
dalam arti mengetahui atau meliputi.
38). Zikir itu dapat menyamai seseorang yang memerdekakan budak,
menafkahkan harta, dan menunggang kuda di jalan Allah, serta
dapat menyamai seseorang yang berperang dengan pedang di jalan
Allah.
39). Zikir adalah inti dari bersyukur. Tidaklah bersyukur pada Allah
Swt orang yang enggan berzikir.
40). Makhluk yang paling mulia adalah yang bertakwa yang lisannya
selalu basah dengan dzikir pada Allah. Sebagaimana dalam
Sabdanya Rasulullah SAW.155
Artinya: “Hendaklah lisan senantiasa basah dengan berdzikir
kepada Allah” (HR,At-Tirmidzi dan Ibnu Majah ).
41). Hati itu ada yang keras dan meleburnya dengan berzikir pada Allah. Oleh karena itu, siapa yang ingin hatinya yang keras itu
sembuh, maka berzikirlah pada Allah.
42). Karena hati ketika semakin lalai, maka semakin keras hati tersebut.
Jika seorang berzikir pada Allah, lelehlah kekerasan hati tersebut
sebagaimana timah itu meleleh dengan api. Yaitu dengan berzikir
kepada Allah.
43). Zikir adalah obat hati sedangkan lalai dari dzikir adalah penyakit
hati. Obat hati yang sakit adalah dengan berdzikir pada Allah.
44). Tidak ada sesuatu yang membuat seseorang mudah meraih nikmat
Allah dan selamat dari murka-Nya selain dzikir pada Allah.
45). Zikir menyebabkan datangnya shalawat Allah dan malaikatnya
bagi orang yang berdzikir.
46). Zikir kepada Allah adalah pertolongan besar agar seseorang mudah
melakuakan ketaatan.
47). Zikir pada Allah akan menjadikan kesulitan itu menjadi mudah,
suatu yang terasa jadi beban berat akan menjadi ringan, kesulitan
pun akan mendapatkan jalan keluar.
48). Zikir pada Allah akan menghilangkan rasa takut yang ada pada
jiwa dan ketenangan akan selalu diraih. Sebagaimana hadist
Rasulullah menyebutkan:156
Artinya: “Beruntunglah al-Mufarridun “para sahabat bertanya,
siapa mereka al-Mufarrindun? Beliau menjawab: Laki-laki dan
perempuan yang banyak berdzikir kepada Allah” (HR.Muslim).
49). Zikir akan memberikan seseorang kekuatan sampai-sampai ia bisa
melakukan hal yang menakjubkan. Itulah karena disertai dengan
dzikir.
50). Orang yang senantiasa berdzikir ketika berada di jalan, di rumah,
di lahan yang hijau, ketika dalam perjalanan (safar), atau di
berbagai tempat, itu akan membuatnya mendapatkan banyak saksi
di hari kiamat.
51). Jika seseorang menyibukkan dirinya dengan berzikir, maka ia akan
terlalaikan dari perkataan yang batil seperti ghibah (menggunjing),
namimah (mengadu domba), perkataan sia-sia, memuji-muji
manusia, dan mencela manusia.

pendosa yang diizinkan melihat Allah diakhirat

Para malaikat berkata: Wahai Tuhan kami, bagaimana mereka bisa melihat-Mu, sedangkan mereka dulu adalah orang-orang yang durhaka? Allah Ta`ala menjawab: ``Angkatlah tabir, karena mereka dulu berdzikir, sujud dan menangis di dunia karena mengharap perjumpaan dengan-ku.`` Kemudian tabir diangkat. Maka mereka melihat dan merebahkan diri bersujud kepada Allah azza wa jalla.

KEUTAMAAN MENGUMPULKAN HADITS



الحديث التاسع والثلاثون : فضل جمع الحديث

عن مجاهد عن سلمان رضي الله تعالى عنهما عن النبي صلى الله تعالى عليه وسلم، من حفظ على أمتي هذه الأربعين حديثا دخل الجنة وحشره الله تعالى مع الأنبياء والعلماء يوم القيامة، 
Diriwayatkan dari Mujahid dari Salman dari Nabi Saw., “Barangsiapa menjaga empat puluh perkara ini, ia masuk surga dan Allah membangkitkannya bersama para nabi serta ulama pada hari kiamat.”

فقلنا يارسول الله أي الأربعين حديثا، 
Kami (para sahabat) bertanya, “Ya Rasulullah, empat puluh perkara yang mana?”

فقال عليه الصلاة والسلام أن تؤمن بالله واليوم الآخر والملائكة والكتاب والنبيين والبعث بعد الموت وبالقدر خيره وشره من الله تعالى وتشهد أن لاإله إلا الله وأن محمدا رسول الله وتقيم الصلاة باسباغ الوضوء لوقتها بتمام ركوعها وسجودها وتؤدي الزكاة بحقها وتصوم شهر رمضان وتحج البيت إن استطعت إليه سبيلا 
Rasulullah Saw. menjawab, “Engkau beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat, kitab, para nabi, kebangkitan sesudah mati, takdir baik serta yang buruk dari Allah Swt. dan engkau bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah. Mendirikan shalat dengan menyempurnakan wudhu, dengan kesempurnaan rukuk dan sujud, manunaikan zakat dan haknya, berpuasa pada bulan Ramadhan, menunaikan haji jika mampu melakukan.

وتصلي إثنى عشر ركعة في كل يوم وليلة وهي سنتي وثلاث ركعات وتر ألا تتركها ولاتشرك بالله سيئا ولاتعص والدك ولاتأكل مال اليتيم ولاتأكل الربا ولاتشرب الخمر ولاتحلف بالله كاذبا ولاتشهد شهادة الزور على أحد قريب أو بعيد ولاتعمل بالهوى ولاتغتب أخاك ولاتقع فيه من خلفه 
Mengerjakan shalat (sunah rawatib) dua belas rakaat siang dan malam adalah sunahku, tiga rakaat witir jangan ditinggalkan, jangan menyekutukan sesuatu dengan Allah, jangan durhaka kepada kedua orang tua, jangan makan harta anak yatim, jangan makan riba, jangan minum arak, jangan bersumpah demi Allah secara dusta, jangan bersaksi dengan kesaksian palsu terhadap seseorang pun baik yang dekat maupun yang jauh, jangan berbuat sesuatu dengan mengikuti hawa nafsu, jangan mengumpat saudaramu, jangan mencaci dari belakang,

ولاتقذف المحصنة ولايقل عنك انك مرائي فيحبط عملك ولاتلعب ولاتله مع اللاهين ولاتقل للقصير ياقصير تريد بذلك عيبه ولاتسخر من أحد من الناس وتصبر عند البلاء ولاتأمن من عقاب الله تعالى 
jangan menuduh zina kepada perempuan yang terpelihara, jangan katakan tentang dirimu bahwa kamu mengharap pujian sehingga sia-sialah amalmu, jangan bermain-main dan berfoya-foya, jangan katakan kepada orang pendek “Hai pendek” dengan maksud menunjukkan aibnya, jangan mengejek seseorang, jangan merasa aman dari hukuman Allah,

ولاتمش بالنميمة فيما بين الإخوان وتشكر الله على كل نعمة أنعم الله بها عليك وتصبر عند البلاء والمصيبة ولاتقنط من رحمة الله وتعلم أن ما أصابك لم يكن ليخطئك وأن ما أخطأك لم يكن ليصيبك ولاتطلب سخط الرب برضا المخلوقين ولاتؤثر الدنيا على الآخرة 
jangan suka berjalan mengadu domba antara sesama saudara, bersyukurlah atas kenikmatan yang diberikan Allah kepadamu, hendaklah engkau sabar di waktu mengalami cobaan dan musibah, jangan putus asa akan rahmat Allah, hendaklah engkau ketahui bahwa sesuatu yang pasti menimpamu tidak akan meleset dan sesuatu yang tidak bakal menimpamu tidak akan meleset, jangan mencari kemarahan Tuhan karena mengharapkan keridhaan pun makhluk, jangan lebih mengutamakan dunia dari pada akhirat,

وإذا سألك أخوك المسلم ماعندك فلاتبخل عليه وانظر في أمر دينك إلى من هو فوقك وفي أمر دنياك إلى من هو دونك ولاتكذب ولاتخالط الشيطان ودع الباطل ولاتأخذه به وإذا سمعت حقا فلاتكتمه 
apabila saudaramu minta sesuatu darimu janganlah engkau kikir kepadanya, dalam urusan agama lihatlah kepada orang yang di atasmu, dalam urusan dunia lihatlah kepada yang di bawahmu, jangan berdusta, jangan bergaul dengan setan (orang jahat), tinggalkan kebatilan dan jangan mengerjakannya, apabila engkau mendengar kebenaran jangan menyembunyikannya,

وأدب أهلك وولدك بماينفعهم عند الله ويقربهم إلى الله وأحسن إلى جيرنك ولاتقطع أقاربك وذوي رحمك وضلهم ولاتلعن أحدا من خلق الله تعالى واكثر التسبيح والتهليل والتحميد والتكبير 
didiklah istri dan anak-anakmu dengan segala yang bermanfaat bagi mereka di sisi Allah dan mendekatkan mereka kepada Allah, berbuatlah kebaikan terhadap tetangga-tetanggamu, jangan memutus hubungan dengan kerabat dan sanak familimu, peliharalah hubungan dengan mereka danjangan mengutuk seorang pun dari makhluk Allah, perbanyaklah tasbih, tahlil, tahmid, dan takbir,

ولاتدع قراءة القرآن على كل حال الا أن تكون جنبا ولاتدع حضور الجمعة والجماعات والعيدين وانظر كل مالمترض أن يقال لك ويصنع بك لاترضه لأحد ولاتصنعه به،
jangan tinggalkan membaca Al-Quran dalam segala keadaan kecuali dalam keadaan junud (berhadas besar), jangan tinggalkan shalat Jumat, jamaah dan dua hari raya, perhatikan segala yang engkau tidak senang orang lain emgatakan kepadamu dan melakukannya terhadapmu dan jangan engkau senang hal itu terjadi pada seseorang dan jangan melakukannya terhadap orang lain.”

وقال سلمان رضي الله تعالى عنه، قلت يارسول الله ما ثواب هذه الأربعين حديثا قال عليه الصلاة والسلام والذي بعثني بالحق نبيا ان الله تعالى يحشره يوم القيامة مع الأنبياء والعلماء 
Salman berkata, “Aku bertanya, “Ya Rasulullah, apakah pahala dari keempat puluh perkara tersebut?” Rasulullah Saw. menjawab, “Demi Allah yang telah mengutusku dengan kebenaran sebagai nabi, sesungguhnya Allah Swt. akan membangkitkan pelakunya pada hari kiamat bersama para nabi dan ulama.

ومن تعلم هذه الأربعين حديثا وعلمها الناس كان ذلك خيرا من أن يعطى الدنيا وما فيها والذي بعثني نبيا من حفظ هذه الأربعين حديثا وطلب بها ما عند الله تعالى طوقه الله تعالى يوم القيامة بقلادة من نور يتعجب الأولون والآخرون من حسنه وبهائه وجماله ومن كرمة الله إياه 
Barangsipa menjaga empat puluh perkara ini dan mengajarkannya kepada orang lain, hal itu lebih baik daripada ia diberi dunia beserta isinya. Demi Allah yang mengutusku dengan kebenaran sebagai nabi, barangsiapa menjaga empat puluh perkara ini dan meminta sesuatu di sisi Allah, Allah akan mengalungi dengan kalung berupa cahaya pada hari kiamat, sehingga kagumlah orang-orang terdahulu dan kemudian lantaran kebaikan, kebagusan, keindahan, dan kemuliaan yang diberikan Allah kepadanya.”

والذي بعثني بالحق نبيا من حفظ هذه الأربعين حديثا شفعه الله يوم القيامة في أربعين ألف إنسان ممن استوجب النار ويشفع كل واحد في أربعين ألفا أخرى ثلاث مرات 
Demi Allah yang mengutusku dengan kebenaran sebagai nabi, berangsipa menjaga empat puluh perkara ini, Allah akan memberi hak unruk memohonkan keringanan bagi empat puluh ribu orang yang sudah diputuskan masuk neraka dan memberi hak kepada masing-masing untuk memohon keringanan bagi empat puluh ribu orang yang lin sebanyak tiga kali.”

والذي بعثني بالحق نبيا من حفظ هذه الأربعين حديثا وعلمها الناس أعطاه الله يوم القيامة نصيبا من ثواب أربعين رجلا من الأبدال ويعطي الله تعالى لمن حفظ هذه الأربعين حديثا لكل حديث منها ألف ملك من الملائكة يبنون له القصور والمدائن ويغرسون له الأشجار في الجنة 
“Demi Allah yang telah mengutusku dengan kebenaran sebagai nabi, barangsiapa menjaga empat puluh perkara ini dan mengajarkannya kepada orang alin, pada hari kiamat Allah akan memberi bagian pahala dari empat puluh orang wali abdal dan Allah akan memberi ganjaran dari setiap perkara itu seribu malaikat yang membangun istana-istana dan kota-kota serta menanamkan baginya pohon di surga.”

والذي بعثني بالحق نبيا من حفظ هذه الأربعين حديثا ينفع بها الناس حرم الله جسده على النار ويكون يوم القيامة على منارة من نور رقد أمن من الفزع الأكبر ونجاه الله تعالى من الحساب ويعطي لصاحب هذه الأربعين حديثا ومن تعلمها يوم القيامة منزلة العلماء ويقعد معهم ويعطيه الله تعالى ما أعطاهم 
“Demi Allah yang mengutusku dengan kebenaran sebagai nabi, barangsiapa menjaga empat puluh perkara ini dan memanfaatkan orang banyak, Alah mengharamkan tubuhnya bagi api neraka. Pada hari kiamat ia akan berada di menara dari cahaya, ia telah aman dari ketakutan yang besar, dan Allah menyelamatkan dari perhitungan amal. Orang yang menjaga empat puluh perkara ini dan yang mempelajarinya, diberi oleh Allah derajat ulama dan duduk bersama mereka, Allah akan memberinya apa yang diberikan kepada mereka.”

قاله سلمان رضي الله تعالى عنه قال الشيخ الإمام الأجل الزاهد الحجاج نجم الدين النسقي رحمة الله عليه لقد أثبتنا أربعين حديثا فافهموها ولاتكونوا كقوم لايكادون يفقهون حديثا.
Ini semua diriwayatkan dari Salman ra. :

Berkata Asy-Syekh Al-Imam Najmuddin Al-Nasafi rahimahullah, “Kami telah menetapkan empat puluh perkara (hadits), pahamilah hadits-hadits atau perkara-perkara itu dan jangan menjadi orang yang nyaris tidak mengerti apa-apa.”

▶️ MENGAPA MERASA MISKIN PADAHAL PUNYA SEGALANYA?



📡 Simak video selengkapnya:
https://youtu.be/8dKC8eNLM6w

Sering kali kita merasa miskin hanya karena kekurangan secara ekonomi, padahal Allah ﷻ telah memberikan aset yang nilainya tak terhingga. Kita cenderung mengukur kekayaan hanya dari saldo rekening, namun lupa pada nikmat fisik yang masih utuh dan berfungsi sempurna.

Cobalah renungkan, apakah kita bersedia menukar satu mata atau satu jari kita dengan uang miliaran rupiah? Jika jawabannya tidak, itu artinya kita adalah orang yang sangat kaya. Masalah sebenarnya bukan terletak pada apa yang tidak kita miliki, melainkan pada persepsi kita yang kurang bersyukur.

Gunakanlah perangkat fisik yang sehat ini untuk berikhtiar menjemput rezeki-Nya. Sebagaimana Allah ﷻ berfirman:

هُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ ذَلُولًا فَٱمْشُوا۟ فِى مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا۟ مِن رِّزْقِهِۦ ۖ وَإِلَيْهِ ٱلنُّشُورُ

“Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (Al-Mulk: 15)

Jangan biarkan perasaan merasa kurang menutup mata kita dari luasnya karunia yang telah diberikan. Mari perbanyak bersyukur pada setiap keadaan dengan hati yang selalu merasa cukup dan memanfaatkan segala nikmat yang Allah ﷻ berikan untuk berikhtiar menjemput rezeki yang berkah dan halal.

Allahu a’lam bishawab.
__

♻️ Silahkan disebarluaskan

🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin

satu derajat atas empat kesusahan

Dari Said Ibnu Musayah, ia berkata, “Pada suatu hari Ali bin Abi Thalib ra. keluar dari rumah dan berjumpa dengan Salman Al-Farisi, Ali berkata kepadanya, “Bagaimana keadaanmu, hai Bapak Abdullah?”


Salman menjawab, “Aku berada di antara empat kesusahan. Wahai Amirul Mukminin.”


Ali berkata, “Apakah itu? Semoga Allah memberi rahmat kepadamu.” Salman menjawab, “Kesusahan memikirkan anak-anak yang minta roti, kesusahan memikirkan pencipta (Al-Khaliq) yang menyuruh aku taat kepadanya, kesusahan memikirkan setan yang menyuruhku berbuat maksiat, dan kesusahan malaikat maut yang menginginkan nyawaku.”


Ali berkata, “Gembiralah, hai Bapak Abdullah, sesungguhnya dalam setiap perkara itu engkau mendapat satu derajat.”

Malu kepada Allah

Diceritakan, bahwa seorang perempuan datang kepada Nabi Saw. dan berkata, “Ya Rasulullah, aku telah berbuat dosa besar, obatilah aku.”


Rasulullah Saw. bersabda, “Tobatlah kepada Allah Swt.” perempuan itu berkata, “Bumi telah mengetahui dosaku dan aku berbuat di atasnya, sedang ia menjadi saksi pada hari kiamat.”


Nabi Saw. bersabda, “Ia tidak akan menjadi saksi bagimu.” Allah Swt. berfirman, “Hari, di mana bumi ini diganti dengan bumi yang lain.”


Perempuan itu berkata, “Langit telah mengetahui aku, ia akan menyaksikan pada hari kiamat.”


Nabi Saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah Swt. akan melipat langit.” Allah Swt. berfirman, “Hari di mana Kami akan melipat langit, seperti halnya Kami melipat buku catatan.”


Perempuan itu berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya malaikat-malaikat mulia yang mencatat amal saleh menulis dosaku di dalam kitab.”


Nabi Saw. bersabda, “Sesungguhnya perbuatan baik dakan menghapus perbuatan buruk.”


Kemudian Nabi Saw. bersabda, “Orang yang bertobat dari dosanya seperti orang yang tak berdosa.”


Kemudian perempuan itu berkata, “Sesungguhnya para malaikat mengetahui perbuatan-perbuatanku dan menjadi saksi atas perbuatan-perbuatanku yang buruk.”


Nabi Saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah Saw. membuat lupa para malaikat pencatat amal pada hari kiamat.”


Sebagaimana disebutkan dalam kitab Rabi’ul Abrar, bahwa Nabi Saw. bersabda, “Apabila manusia bertobat Allah dan Allah menerima tobatnya, Dia membuat lupa para malaikat pencatat terhadap apa yang diperbuat oleh manusia itu.”


Allah Swt. berfirman, “Hari di mana lidah-lidah, tangan-tangan dan kaki-kaki mereka menjadi saksi atas apa yang pernah mereka lakukan (Al-ayat).”


Rasulullah Saw. bersabda, “Allah berfirman kepada bumi dan angota-anggota tubuh manusia : Sembunyikanlah keburukan-keburukan dan jangan menampakkannya.” Kemudian perempuan itu berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya semua ini adalah hak yang bertobat.”

Daftar Amalan Yang Bermanfaat Bagi Mayit




1. Doa Kaum Muslimin Bagi Si Mayit
(QS. AL-HASYR 10) DAN HADITS MUSLIM NO 2733 DARI UMMU AD DARDA

2. Sedekah Atas Nama Si Mayit
HR. BUKHARI NO 2756

3. Badal Haji Dan Umroh Bagi Si Mayit
IMAM AHMAD 1/239-240, IMAM BUKHARI 2/217-218

4. Melunasi Hutang Si Mayit  
HR. BUKHARI NO 2298 DAN MUSLIM NO 1619

5. Membayar Hutang Puasa Nazar Bagi Si Mayit
HR. BUKHARI NO 2761

6. Doa Memohon Ampunan Untuk Si Mayit (Istighfar)
HR. AHMAD, NO. 10232

7. Seorang anak melakukan amal shalih dari hasil pendidikan Orang Tuanya 
SHAHIH, HR.AHMAD (VI/41, 126 DLL)

8. Doa Anak Sholih, Sedekah jariyah, Ilmu yang manfaat
HR. MUSLIM NO. 1631

KEISTIMEWAAN AL-QURAN”



📆 Jum'at , 28 Syawal 1447 H/ 17 April 2026

📚 *Motivasi*
 
📝 Pemateri : Ustadz Aunur Rafiq Shaleh
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹 

Siapa yang membacanya pasti lembut karakternya

Siapa yang menghafalnya, pasti Allah  meninggikan derajatnya

Siapa yang mengamalkannya, pasti membaik keadaannya

Siapa yang bersedih lalu membaca al-Quran, pasti lapang dadanya

Siapa yang berpegang teguh dengannya, pasti hilang kekhawatiran dan kesedihannya

Jika Al-Quran masuk ke dalam hati

Dunia pasti keluar dari hati tersebut

Kebahagiaan pasti menetap di dalamnya 

Keberkahan pasti berkembang di dalamnya

"Maka selamat...”

Bagi hati yang penuh, kenyang, dan berkembang dengan Al-Quran

Jika kamu belum mendapatkan semua jaminan dan keistimewaan tersebut, tingkatkan cara interaksimu dengan al-Quran dan bersihkan hatimu. Jangan salahkan al-Quran apalagi memprotes Allah yang menurunkan al-Quran.

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Subscribe Youtube MANIS: https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial

Follow Media Sosial MANIS : 
IG : http://instagram.com/majelismanis
FB: http://fb.com/majelismanis
TikTok
https://www.tiktok.com/@majelis_manis_

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/gabungmanis
💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSI : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/62852-7977-6222
wa.me/087891088812

malu kepada Allah

عن معاذ بن جبل رضي الله تعالى عنه أنه قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم، يقول الله: يا ابن آدم استحي مني عند معصيتك وأنا أستحي منك يوم العرض الأكبر فلا أعذبك،
Dari Mu’adz bin Jabal ra. ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda : Allah Swt. berfirman, “Hai anak Adam, malulah engkau jika durhaka kepada-Ku, niscaya Aku pun akan malu kepadamu pada hari kiamat nanti, sehingga Aku tidak akan menyiksamu.”

Hamba yang Allah ridho panjang umurnya

Dari Abdushomad bin Mughoffal berkata: aku mendengar Wahab bin Munabbih RA berkata: aku membaca tiga puluh baris di akhir kitab Zabur Nabi Daud AS bahwa Allah SWT berfirman: “Wahai Daud, apakah engkau tahu mukmin mana yang lebih Aku suka Kupanjangkan hidupnya?”,


قال: لا، قال: الذي إذا قال لا إله إلا الله اقشعر جلده وارتعدت مفاصله فإني أكره له بذلك الموت كما يكره الوالد لولده ولكن لابد له منه اني أريد أن أسره في دار سوى هذه الدار فإن نعيمها بلاء ورخاءها شدة وفيها عدو لايألونكم خبالا يجري منكم كمجرى الدم من أجل ذلك عجلت أوليائي إلى الجنة لولا ذلك لما مات آدم وولده حتى ينفخ في الصور.

beliau AS menjawab: “Tidak”, Allah SWT berfirman: “Yaitu orang yang jika mengucap Laa Ilaaha Illalloh maka kulitnya merinding dan persendiannya bergetar karena sesungguhnya Aku tidak menyukai kematian baginya sebagaimana orang tua tidak menyukai (kematian) anaknya, tetapi dia harus mati, sesungguhnya Aku ingin membahagiakannya di tempat selain tempat ini, sebab nikmatnya (dunia) adalah bencana dan kemakmurannya (dunia) adalah kesulitan, di dalamnya (dunia) ada musuh yang tidak main-main merusakmu, dia berjalan pada kalian seperti aliran darah, oleh karena itu Aku menyegrakan kekasih-kekasihku ke surga, andai bukan karena hal tersebut pastilah Adam dan anaknya tidak mati hingga sangkakala ditiup”.

kekuatan Kun fayakun

“Aku ingin mengingatkan kalian bahwa bayi pernah berbicara, perempuan lanjut usia pernah mengandung, dan perempuan mandul pun melahirkan. Bulan pernah terbelah, orang-orang yang tertidur bangun setelah bertahun-tahun lamanya. Yang sedikit mengalahkan yang banyak, dan singgasana Ratu Yaman dipindahkan dalam sekejap mata. Perut ikan tidak mencerna, dan api tidak membakar.

*Maka, tidak ada sesuatu pun di bumi dan di langit yang tidak mampu Allah lakukan. Apabila Dia menghendaki sesuatu, Dia hanya berfirman, ‘Jadilah!’ maka terjadilah.”*

amalan orang shiddiq

#JujurTulus

قال بعض السلف: « أعمال البر يفعلها البر والفاجر، ولا يقدر على ترك المعاصي إلا صديق» 

📔 جامع المسائل

Sebagian ulama salaf berkata:

"Amal-amal kebaikan bisa saja dilakukan oleh orang baik ataupun pendurhaka. Tetapi tidak ada yang benar-benar bisa meninggalkan maksiat kecuali shiddiq (orang yang tulus dan jujur dalam imannya)."

PERBEDAAN ANTARA TAIB, MUNIB DAN AWWAB



Ibnu A'llan rahimahullahu berkata,

فمن رجع عن المخالفات خوفًا من عذاب الله فهو (تائب)،
ومن رجع حياءً فهو (منيب)،
ومن رجع تعظيمًا لجلال الله سبحانه فهو (أوّاب).

“Barang siapa meninggalkan kemaksiatan karena takut akan azab Allah, maka ia disebut orang yang bertaubat (taib).

Barang siapa meninggalkannya karena rasa malu kepada Allah, maka ia disebut orang yang kembali (munib).

Dan barang siapa meninggalkannya karena mengagungkan keagungan Allah subhanahu wa ta'ala, maka ia disebut orang yang sangat kembali (awwab, yaitu yang sering kembali kepada Allah dengan penuh pengagungan dan kecintaan,pent.).”
(Dalil al-Faalihin : 1/90)

Sumber Saluran Whatsapp *Pelajar Sunnah*

https://whatsapp.com/channel/0029VahHEqtFSAsyXkHzeE0D

youtube.com/pelajarsunnah
instagram.com/pelajarsunnah.id
fb.com/pelajarsunnah.id
twitter.com/pelajarsunnah
telegram.me/pelajarsunnah

Mari dukung program dakwah @pelajarsunnah.id dengan berinfaq dan bersedekah ke rekening :
Bank Syariah Indonesia
(BSI-451) 7775222338
a.n. PELAJAR SUNNAH

Selalu Merasa Khawatir Akan Dosa Yang Dilakukan*

*
قال الحسن البصري رحمه الله: “إن الرجل يذنب الذنب فما ينساه وما يزال متخوفا منه حتى يدخل الجنة”.
الزهد للإمام أحمد

Hasan al-Bashri rahimahullah berkata,

“Sesungguhnya ada seseorang berbuat dosa lalu ia tidak melupakannya dan selalu merasa khawatir karenanya.. sampai ia masuk ke dalam surga..”

Az Zuhd Lil Imam Ahmad

JIKA INGIN BACAAN AL-QUR'AN MERUBAH DIRIMU, RENUNGKANLAH HAL-HAL INI


Apabila ia mempelajari Al-Qur’an, maka hendaknya dengan kehadiran pemahaman dan akal.

Tujuannya adalah mewujudkan pemahaman terhadap apa yang Allah ﷻ wajibkan, berupa mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Bukanlah tujuannya sekadar: kapan aku akan menamatkan satu surat, tetapi tujuannya adalah:
Kapan aku merasa cukup dengan Allah tanpa selain-Nya?
Kapan aku termasuk orang-orang yang bertakwa?
Kapan aku termasuk orang-orang yang berbuat ihsan?
Kapan aku termasuk orang-orang yang bertawakal?
Kapan aku termasuk orang-orang yang khusyuk?
Kapan aku termasuk orang-orang yang sabar?
Kapan aku termasuk orang-orang yang jujur?
Kapan aku termasuk orang-orang yang takut (kepada Allah)?
Kapan aku termasuk orang-orang yang berharap (rahmat-Nya)?
Kapan aku bersikap zuhud terhadap dunia?
Kapan aku mencintai akhirat?
Kapan aku bertaubat dari dosa-dosa?
Kapan aku menyadari nikmat-nikmat yang terus mengalir?
Kapan aku bersyukur atasnya?
Kapan aku memahami seruan Allah?
Kapan aku benar-benar memahami apa yang aku baca?
Kapan aku mampu mengalahkan hawa nafsuku?
Kapan aku berjihad di jalan Allah dengan sebenar-benarnya jihad?
Kapan aku menjaga lisanku?
Kapan aku menundukkan pandanganku?
Kapan aku menjaga kehormatanku?
Kapan aku benar-benar malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya rasa malu?
Kapan aku sibuk memperbaiki aibku sendiri?
Kapan aku memperbaiki kerusakan dalam urusanku?
Kapan aku menghisab (introspeksi) diriku?
Kapan aku mempersiapkan bekal untuk hari kembali (akhirat)?
Kapan aku ridha kepada Allah?
Kapan aku benar-benar percaya kepada-Nya?
Kapan aku mengambil pelajaran dari peringatan Al-Qur’an?
Kapan aku sibuk dengan dzikir kepada-Nya dari selain-Nya?
Kapan aku mencintai apa yang Allah cintai?
Kapan aku membenci apa yang Allah benci?
Kapan aku memberi nasihat karena Allah?
Kapan aku ikhlas dalam amalanku?
Kapan aku memendekkan angan-anganku?
Kapan aku bersiap untuk hari kematianku, sementara ajal itu disembunyikan dariku?
Kapan aku memakmurkan kuburku (dengan amal)?
Kapan aku memikirkan keadaan di hari perhentian (kiamat) dan kedahsyatannya?
Kapan aku memikirkan saat aku sendirian bersama Rabbku?
Kapan aku memikirkan tempat kembali (akhir)?
Kapan aku waspada terhadap apa yang diperingatkan oleh Rabbku—yaitu neraka yang panasnya sangat dahsyat, dasarnya sangat dalam, dan kesedihannya panjang. Penduduknya tidak mati sehingga bisa beristirahat, tidak dimaafkan kesalahan mereka, dan tidak dikasihani tangisan mereka. Makanan mereka adalah zaqqum dan minuman mereka air yang sangat panas. Setiap kali kulit mereka matang, diganti dengan kulit yang lain agar mereka merasakan azab.
Mereka menyesal ketika penyesalan itu tidak lagi bermanfaat, menggigit tangan mereka karena penyesalan atas kelalaian dalam ketaatan kepada Allah dan karena mereka melakukan maksiat. 

Maka sebagian mereka berkata:
يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي

"Wahai, seandainya dahulu aku telah menyiapkan (amal) untuk kehidupanku."
(QS. Al-Fajr: 24)

Dan yang lain berkata:

رَبِّ ارْجِعُونِ . لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحاً فِيمَا تَرَكْتُ 
"Wahai Rabbku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat beramal shalih terhadap apa yang telah aku tinggalkan."
(QS. Al-Mu’minun: 99–100)

Dan berkata lagi:

 يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَذَا الْكِتَابِ لا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلا كَبِيرَةً إِلا أَحْصَاهَا

"Celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil maupun yang besar melainkan semuanya tercatat?"
(QS. Al-Kahfi: 49)

Dan berkata:

 يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلانًا خَلِيلاً 

"Aduhai celaka aku, seandainya dahulu aku tidak menjadikan si fulan sebagai teman dekat."
(QS. Al-Furqan: 28) 

Dan sekelompok dari mereka, dengan wajah yang berbolak-balik dalam berbagai jenis azab berkata:

يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولا

"Wahai, seandainya kami dahulu taat kepada Allah dan taat kepada Rasul."
(QS. Al-Ahzab: 66)

Akhlak Ahli Qur'an Karya Al-Ajurry Rahimahullah halaman halaman 57-59

https://whatsapp.com/channel/0029VahHEqtFSAsyXkHzeE0D

youtube.com/pelajarsunnah
instagram.com/pelajarsunnah.id
fb.com/pelajarsunnah.id
twitter.com/pelajarsunnah
telegram.me/pelajarsunnah

Mari dukung program dakwah @pelajarsunnah.id dengan berinfaq dan bersedekah ke rekening :
Bank Syariah Indonesia
(BSI-451) 7775222338
a.n. PELAJAR SUNNAH

Keutamaan Bershalawat kepada Nabi ﷺ



Di antara ibadah yang agung, yang membuka pintu-pintu kebaikan yang besar, dan menjadi sebab hilangnya kegelisahan serta diampuninya dosa *adalah bershalawat kepada Nabi ﷺ.*

Bershalawat kepada beliau ﷺ adalah amalan yang agung, Allah menjanjikan pahala besar atasnya.

Barangsiapa bershalawat kepada Nabi ﷺ satu kali, maka ia mendapatkan empat keutamaan:
1. Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali.
2. Dituliskan baginya sepuluh kebaikan.
3. Dihapus darinya sepuluh dosa.
4. Diangkat derajatnya sepuluh tingkat.

Ketika Ubay bin Ka‘b رضي الله عنه bertekad menjadikan seluruh doanya sebagai shalawat, Rasulullah ﷺ bersabda:
*“Jika begitu, akan dicukupkan bagimu kegelisahanmu dan diampuni dosamu.”* (HR. At-Tirmidzi)

Dalam hilangnya kegelisahan ada *kebahagiaan dunia*, dan dalam ampunan dosa ada *kebahagiaan akhirat.*
*Maka dengan bershalawat kepada Nabi ﷺ, seseorang meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.*

Sudah diketahui bahwa siapa yang tertimpa kesedihan atau kegelisahan, lalu ia memperbanyak shalawat kepada Nabi ﷺ, *maka kegelisahannya akan terurai satu per satu,* dan Allah akan menggantinya dengan ketenangan serta ketentraman dalam hatinya.

*Ia juga akan merasakan ringan dalam ketaatan, dan muncul kebencian terhadap maksiat.* Karena bershalawat kepada Nabi ﷺ adalah sebab besar turunnya rahmat Allah kepada hamba; Jika Allah bershalawat kepada seorang hamba, Dia akan mengeluarkannya dari kegelapan menuju cahaya.

*Sebagaimana firman Allah Ta‘ala:*

هُوَ ٱلَّذِي يُصَلِّي عَلَيۡكُمۡ وَمَلَٰٓئِكَتُهُۥ لِيُخۡرِجَكُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ ۚ وَكَانَ بِٱلۡمُؤۡمِنِينَ رَحِيمٗا

_“Dia-lah yang bershalawat (memberi rahmat) kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang).  Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.”_ (QS. Al-'Aĥzāb: 43)

TABIAT MANUSIA

۞ وَإِذَا مَسَّ ٱلْإِنسَٰنَ ضُرٌّ دَعَا رَبَّهُۥ مُنِيبًا إِلَيْهِ ثُمَّ إِذَا خَوَّلَهُۥ نِعْمَةً مِّنْهُ نَسِىَ مَا كَانَ يَدْعُوٓا۟ إِلَي...