Hamba yang Allah ridho panjang umurnya
Dari Abdushomad bin Mughoffal berkata: aku mendengar Wahab bin Munabbih RA berkata: aku membaca tiga puluh baris di akhir kitab Zabur Nabi Daud AS bahwa Allah SWT berfirman: “Wahai Daud, apakah engkau tahu mukmin mana yang lebih Aku suka Kupanjangkan hidupnya?”,
قال: لا، قال: الذي إذا قال لا إله إلا الله اقشعر جلده وارتعدت مفاصله فإني أكره له بذلك الموت كما يكره الوالد لولده ولكن لابد له منه اني أريد أن أسره في دار سوى هذه الدار فإن نعيمها بلاء ورخاءها شدة وفيها عدو لايألونكم خبالا يجري منكم كمجرى الدم من أجل ذلك عجلت أوليائي إلى الجنة لولا ذلك لما مات آدم وولده حتى ينفخ في الصور.
beliau AS menjawab: “Tidak”, Allah SWT berfirman: “Yaitu orang yang jika mengucap Laa Ilaaha Illalloh maka kulitnya merinding dan persendiannya bergetar karena sesungguhnya Aku tidak menyukai kematian baginya sebagaimana orang tua tidak menyukai (kematian) anaknya, tetapi dia harus mati, sesungguhnya Aku ingin membahagiakannya di tempat selain tempat ini, sebab nikmatnya (dunia) adalah bencana dan kemakmurannya (dunia) adalah kesulitan, di dalamnya (dunia) ada musuh yang tidak main-main merusakmu, dia berjalan pada kalian seperti aliran darah, oleh karena itu Aku menyegrakan kekasih-kekasihku ke surga, andai bukan karena hal tersebut pastilah Adam dan anaknya tidak mati hingga sangkakala ditiup”.