Translate

umur keduamu

Apabila Rabb-mu menganugerahkan kepadamu kesempatan untuk mengajarkan ilmu kepada orang lain, maka mohonlah kepada-Nya agar Dia melimpahkan keberkahan kepadamu melalui ilmu dan murid-muridmu.

Sebab, mereka adalah ‘umur keduamu’, amal jariyahmu, dan masa depanmu yang sebenarnya.

Betapa banyak ulama yang saat ini tidak diketahui memiliki karya tulis (buku), namun ia meninggalkan seorang murid yang melalui dia, Allah memberikan manfaat kepada banyak umat.

kadar khauf dihati hamba

وكان فضيل بن عياض رضي الله عنه يقول :
خوف العبد من الله على قدر معرفته به... 

`Berkata syekh fudloil bin iyadh ra berkata :` 

*Rasa takut seorang hamba kepada allah SWT itu tergantung  pada kadar makrifat nya kepada allah SWT.*

Semakin Mengenal Hakikat Dunia, Semakin Sedikit Ketertarikan Terhadap Dunia



Kita sadar bahwa dunia ini hanyalah tempat persinggahan untuk mengumpulkan bekal sebelum menghadap Rabb kita.
Itulah mengapa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, 
*“Apa urusanku dengan dunia?! Sesungguhnya perumpamaanku dan perumpamaan dunia ini ialah seperti pengendara yang berteduh di bawah pohon, ia istirahat (sesaat) kemudian meninggalkannya.”*

Ketika kita tau bahwa tidak ada kenikmatan yang sempurna kecuali di surga-Nya nanti, maka biidznillah kita akan semangat mencari akhirat, dan kita tidak akan terlena dengan dunia serta segala macam perhiasannya. Karena kita tau, bahwa dunia ini hanyalah permainan dan perhiasan yang menipu dan kenikmatannya pun bersifat semu. 

Maka, tidak ada yang perlu diharapkan berlebih di dunia ini kecuali bagaimana kita wafat dalam keadaan membawa hati yang selamat dari kesyirikan, kemaksiatan, dan segala hal yang Allah murkai. Dan bagaimana kita bisa wafat dalam keadaan Dia ridha.. 🤍

Istiqomah dalam amal ibadah unggulan walaupun sedikit

Ada orang yang dimudahkan untuk memperbanyak puasa sunnah. Ada orang yang dimudahkan untuk banyak shalat malam.

Ada orang yang dimudahkan untuk memperbanyak infaqnya. Ada orang yang dimudahkan untuk berdakwah dengan ilmunya.

Demikianlah Allah membagi-bagi amalan sebagaimana Allah membagikan rezeki.

Temukan di mana Allah mudahkan engkau untuk beramal shalih. Dan maksimalkan. Karena kita semua butuh cari muka di hadapan Allah.

✍️ Hamba Allah hafidzhahullah

https://whatsapp.com/channel/0029Vb5Qapr5vKA6jWj08t3a

Ketika Nikmat dan Musibah Sama-sama Menjadi Ujian



Selama ini kita sering mengira bahwa yang namanya ujian adalah kesulitan: sakit, kehilangan, kegagalan, atau sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Padahal Allah berfirman:

وَبَلَوْنَاهُم بِالْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
“Kami menguji mereka dengan kebaikan-kebaikan dan keburukan-keburukan agar mereka kembali.”

Ternyata nikmat juga ujian. Kesehatan, ilmu, uang, keluarga, pekerjaan, kesempatan, bahkan waktu luang yang kita punya semuanya akan dipertanyakan: setelah Allah memberikan semua itu, apakah kita menjadi lebih dekat kepada-Nya atau justru semakin lalai?

Begitu juga dengan kesulitan. Sesuatu yang kita anggap sebagai musibah belum tentu menjadi keburukan bagi kita. Bisa jadi melalui kesulitan itu Allah sedang mengembalikan hati kita yang selama ini terlalu sibuk dengan dunia. Saat semua yang kita andalkan tidak bisa menolong, kita akhirnya sadar bahwa sejak awal tempat bergantung yang sebenarnya hanyalah Allah.

Dan yang paling indah, Allah menjelaskan tujuan dari semua ujian itu:

لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ — agar mereka kembali.

Jadi mungkin pertanyaan yang seharusnya lebih sering kita tanyakan bukan, “Kenapa Allah memberikan ini kepadaku?” Tetapi, “Setelah mengalami semua ini, apakah aku jadi lebih dekat kepada Allah?”

*Sebab terkadang Allah membuat kita kembali kepada-Nya melalui nikmat yang membuat kita bersyukur. Dan terkadang melalui kesulitan yang membuat kita menangis dan berdoa.*

Yang penting bukan apakah hidup sedang lapang atau sempit, tetapi apakah dalam keadaan itu kita sedang berjalan mendekat kepada Allah atau justru semakin jauh dari-Nya. 🌧️🩵

_نفحات الإيمان

cara mengasah fikiran

Memperbanyak membaca Al-Qur’an, baik dengan melihat mushaf maupun dengan hafalan, dapat mengasah pikiran.

Dengan demikian, hafalan pembacanya menjadi semakin kuat, pemahamannya semakin baik, dan pikirannya semakin kokoh.

Al-Waqidi رحمه الله berkata:
“Aku mendengar para guru kami berkata: Tidak ada sesuatu yang telah dipraktikkan oleh manusia yang lebih menambah kuatnya hafalan dan lebih membuatnya kokoh daripada membaca Al-Qur’an dan memperbanyak membacanya.”

— Dr. Shalih Al-‘Ushaimi حفظه الله

JANGAN PERNAH MENYEPELEKAN FAEDAH ILMU YANG DATANG KEPADAMU SEKECIL APA-PUN

*📔*

زُبيد الڪوفي رحمه الله: "سمعت ڪلمة 
فنفعنـي الله بـهـا ثـلاثِيـن سنـة".
(السير : ٥/٢٩٧)

`Zubaid Al Kuufiy ra pernah berkata ;`

Aku pernah mendengarkan satu kalimat ilmu yang ringan ,yang mana
karena itu ,ALLAH memberikan manfaat kepadaku selama 30 tahun aku menggunakan kalimat ilmu itu sebagai bekal hidupku .

_📚Sumber kitab As Siyaru juz 5 hal.297 ._

`𓂃©® 𝐔𝐲𝐮𝐧𝐮𝐥 𝐌𝐚𝐬𝐚'𝐢𝐥𓂃`

Izinkan Aku Selalu Dekat Dengan-Mu



📮Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata:

> من الَّذِي عاملك بلبه فَلم يربح من الَّذِي جائك بكربه فَلم يفرح أَي صدر صدر عَن بابك وَلم يشْرَح من ذَا الَّذِي لَاذَ بحبلك فاشتهى أَن يبرح يَا معرضًا عَنهُ إِلَى من أَعرَضت يَا مَشْغُولًا بِغَيْرِهِ بِمن تعوضت

🌙Siapakah yang bermuamalah dengan-Mu dengan sepenuh hatinya, lalu ia tidak memperoleh keuntungan?

💐Siapakah yang datang kepada-Mu membawa kesusahan dan kegelisahannya, lalu ia tidak kembali dengan hati yang bergembira?

🌤️Dada manakah yang beranjak dari pintu-Mu, namun tidak dilapangkan?

🌿Siapakah yang berlindung dan berpegang teguh pada tali-Mu, lalu masih menginginkan untuk pergi meninggalkannya?

🍂Wahai orang yang berpaling dari-Nya, kepada siapakah engkau berpaling?

🍃Wahai orang yang sibuk dengan selain-Nya, dengan siapakah engkau hendak menggantikan-Nya?

📚Al-Mudhisy, 404
📂https://t.me/rihlahthalabah

link murottal

Bismillah
🤍🌼 link murottal Alqur'an 30 juz  semoga bermanfaat.

Juz 1 ⇨ http://j.mp/2b8SiNO
Juz 2 ⇨ http://j.mp/2b8RJmQ
Juz 3 ⇨ http://j.mp/2bFSrtF
Juz 4 ⇨ http://j.mp/2b8SXi3
Juz 5 ⇨ http://j.mp/2b8RZm3
Juz 6 ⇨ http://j.mp/28MBohs
Juz 7 ⇨ http://j.mp/2bFRIZC
Juz 8 ⇨ http://j.mp/2bufF7o
Juz 9 ⇨ http://j.mp/2byr1bu
Juz 10 ⇨ http://j.mp/2bHfyUH
Juz 11 ⇨ http://j.mp/2bHf80y
Juz 12 ⇨ http://j.mp/2bWnTby
Juz 13 ⇨ http://j.mp/2bFTiKQ
Juz 14 ⇨ http://j.mp/2b8SUTA
Juz 15 ⇨ http://j.mp/2bFRQIM
Juz 16 ⇨ http://j.mp/2b8SegG
Juz 17 ⇨ http://j.mp/2brHsFz
Juz 18 ⇨ http://j.mp/2b8SCfc
Juz 19 ⇨ http://j.mp/2bFSq95
Juz 20 ⇨ http://j.mp/2brI1zc
Juz 21 ⇨ http://j.mp/2b8VcBO
Juz 22 ⇨ http://j.mp/2bFRxNP
Juz 23 ⇨ http://j.mp/2brItxm
Juz 24 ⇨ http://j.mp/2brHKw5
Juz 25 ⇨ http://j.mp/2brImlf
Juz 26 ⇨ http://j.mp/2bFRHF2
Juz 27 ⇨ http://j.mp/2bFRXno
Juz 28 ⇨ http://j.mp/2brI3ai
Juz 29 ⇨ http://j.mp/2bFRyBF
Juz 30 ⇨ http://j.mp/2bFREcc

────⊱◈𝓷𝓭𝓨𝓪𝓩𝓪à◈⊰────
 📎 _Free (share & save)_
  بارڪ اللّـہ فيڪمــ وجزاڪمــ اللّـہ خيـرا 

Mudah-mudahan menjadi ladang amal jariyah


dijauhkan dari perkara haram

Jika Allah mencintai seorang hamba, maka Dia akan menjauhkan hamba tersebut dari hal yang haram. Allah menutup pintu-pintu perkara haram di hadapan muka sang hamba tersebut.
Oleh karena itu Allah palingkan seorang mukmin dari pintu-pintu keburukan, hal yang haram, kesyirikan dan segala jenis keburukan karena Allah mencintainya.

Dan inilah tanda ketika Allah ‘Azza wa Jalla sudah mencintai seorang hamba ❤️‍🩹
Perkataan di atas selaras dengan potongan di dalam hadits Qudsi yang mana Allah Ta’ala berfirman, “Jika Aku sudah mencintainya, Aku menjadi pendengaran yang dia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatan yang dia gunakan untuk melihat, menjadi tangan yang dia gunakan untuk memegang, dan menjadi kaki yang dia gunakan untuk berjalan.” 

Artinya ketika Allah sudah mencintai kita, Allah akan bimbing setiap gerak gerik kita, sehingga tidaklah kita mendengar, melihat, berbuat sesuatu dengan tangan kita, dan berjalan, kecuali pada hal yang baik dan Allah ridhai saja 🤍 
Wallahua’lam Bisshawab

🌿 JALAN BERSAMA AL-QUR’AN

Mau'idzoh PCQ📌


Jalan bersama Al-Qur’an bukanlah jalan yang selalu dihiasi kemudahan. Ada hari-hari ketika menghafal terasa berat, ayat sulit melekat, murojaah terasa membosankan, dan semangat perlahan menurun.

Namun, jangan berhenti hanya karena perjalanan terasa berat.

Al-Qur’an tidak akan menetap di hati orang yang mudah menyerah. Ia membutuhkan kesabaran, kesungguhan, pengorbanan, dan keteguhan untuk terus kembali—lagi dan lagi.

> “Ilmu tidak akan diraih oleh orang yang malas, lemah semangat, mudah jemu, dan gemar bersantai.”

📖 Wahai para pencinta Al-Qur’an...

Jika hari ini Allah masih membuatmu ingin membuka mushaf, masih memberimu kesempatan menghafal, masih membuat hatimu gelisah ketika jauh dari Al-Qur’an—bersyukurlah.

Mungkin perjalananmu lambat.
Mungkin hafalanmu belum banyak.
Mungkin bacaanmu masih perlu diperbaiki.
Mungkin kamu berkali-kali lupa ayat yang sudah dihafal.

Tidak mengapa. Teruslah kembali.🤍

Jangan ukur perjalananmu hanya dari seberapa banyak yang telah kamu hafal. Lihatlah juga seberapa jauh Al-Qur’an telah mengubah hatimu.

Sebab bisa jadi, satu ayat yang terus kamu perjuangkan untuk dihafal dengan penuh kesabaran, jauh lebih berharga daripada banyak ayat yang hanya singgah di lisan tanpa mengubah kehidupan.

🌱 Jangan berhenti.

Ketika lelah, istirahatlah—tetapi jangan meninggalkan jalan ini.
Ketika lupa, ulangilah.
Ketika futur, mintalah pertolongan Allah.
Ketika merasa tertinggal, ingatlah bahwa Allah melihat setiap langkahmu.

Kita tidak tahu apakah akan sampai pada 30 juz.
Tetapi kita tahu bahwa kita ingin terus berjalan bersama Al-Qur’an sampai Allah memanggil kita.

Dan semoga, ketika ajal datang, kita sedang berada di jalan yang paling kita cintai:

jalan menuju Kalamullah. 📖🤍

“Ya Allah, jangan jadikan Al-Qur’an hanya sebagai sesuatu yang kami hafal, tetapi jadikanlah ia cahaya bagi hati kami, petunjuk bagi hidup kami, dan teman kami hingga kami bertemu dengan-Mu.” 🤲🏻

hati yang jauh dari Allah

Tidak ada yang lebih merugikan daripada membiarkan hati terlalu lama jauh dari mengingat Allah. Kelalaian tidak selalu datang sekaligus. Sering kali ia bermula dari kebiasaan menunda kebaikan, hingga perlahan hati menjadi terbiasa menjalani hari tanpa banyak mengingat-Nya. Karena itu, jangan menunggu hingga iman terasa melemah untuk mulai memperbaiki diri. Jagalah hati dengan senantiasa mendekat kepada Allah sebelum kelalaian menjadi kebiasaan.

𓂃 ࣪˖ 𝐀𝐬𝐤𝐚𝐫𝐚 𝐃𝐚𝐤𝐰𝐚𝐡 ˖ ࣪𓂃

tidak terkenal dibumi namun terkenal di langit

Tahukah kamu..
Ada seorang yang tidak bisa membaca, tidak bisa menulis, bukan orang berpendidikan, tetapi namanya dikenal oleh para malaikat di langit. 

Siapa dia? 
Uwais Al-Qarni. Yang membuatnya mulia bukan gelar, bukan harta, bukan jabatan. Hanya satu, baktinya kepada ibunya. 

Hari ini banyak orang mengejar rezeki, sibuk mengejar kesuksesan, tetapi melupakan pintu keberkahan yang paling dekat, yaitu orang tuanya. Padahal bisa jadi, bukan rezekimu yang kurang, tetapi keberkahannya yang dicabut karena hubunganmu dengan ayah dan ibumu yang diabaikan. 

𝐔𝐬𝐭𝐚𝐝𝐳𝐚𝐡 𝐀𝐢𝐬𝐲𝐚𝐡 𝐅𝐚𝐫𝐢𝐝
𝐛𝐢𝐧𝐭𝐢 𝐒𝐲𝐞𝐤𝐡 𝐀𝐛𝐮 𝐁𝐚𝐤𝐚𝐫

alangkah baiknya hati yang bersih

Jika hati bersih maka ia akan memandang orang lain dengan penuh kebaikan dan husnuzhan...
Melihat anak kecil, memandangnya bahwa lebih mulia karena tidak ada dosa yang dipikulnya

Melihat orang tua, maka memandangnya ahli ibadah karena berapa banyak waktu yang dia habiskan untuk beribadah..

Memandang ahli maksiat maka ia memandangnya dengan penuh kasih sayang, karena bisa jadi ia orang yang kembali kepada Allah diakhir hayatnya dan menjadi orang yang unggul dalam beramal saleh kelak...

Memandang orang miskin, maka ia memandangnya bahwa betapa banyaknya pahala sabar yang telah ia kumpulkan karena menghadapi kesusahan hidupnya selama ini...

Memandang orang kaya, maka ia memandangnya betapa banyak amal jariah yang sudah ia siapkan guna menghadapi alam akhirat yang abadi ..


Kita tidak pernah tahu isi hati seseorang.. bisa jadi ia mulia dipandangan kita namun hina dipandangan Allah . 
Dan bisa jadi ia hina dipandangan kita namun mulia dihadapan Allah . 

Maka dari itu tetaplah berhusnuzan kepada siapapun..
Sebab hati ibarat cermin, jika ia bersih maka ia akan memandang orang lain dengan baik dan bersih tidak dengan pandangan menghinakan..

Ada Orang yang diremehkan manusia karena penampilannya.

Namun Allah begitu sayang padanya.

Ditolak di pintu-pintu rumah karena tampilan tubuhnya yang lusuh, miskin dan menderita.

Tapi pintu langit langsung terbuka saat dia mengadu.

Muslim meriwayatkan,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رُبَّ أَشْعَثَ مَدْفُوعٍ بِالْأَبْوَابِ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لَأَبَرَّهُ (صحيح مسلم (13/ 60)
Artinya,

“Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Betapa banyak orang yang rambutnya kusut, tampak dihinakan dan di usir oleh orang-orang, namun apabila dia meminta kepada Allah, pasti Allah akan mengabulkannya.”” (H.R.Muslim)

Dan juga jangan lupa berbuat baiklah kepada orang lain, sebagaimana dirimu juga ingin diperlakukan dengan perlakuan yang sama baiknya oleh orang lain...

Karena kasih sayang Allah amat luas terhadap makhluknya, maka sekali lagi jangan meremehkan seorang manusia pun dihadapan kita ..

Allahumma Inna mas aluka qolban salim... Ya Allah anugerahkan kami hati yang selamat.. 

penyebab suul khatimah

*Ꮺ’    Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :

❝  Su'ul-khatimah biasanya terjadi pada orang-orang yang rusak akidahnya, atau terus menerus dalam melakukan dosa besar serta melakukan kezaliman yang besar. Terkadang perbuatan tersebut menguasai dirinya sehingga mati dalam keadaan belum bertaubat.  ❞

🍁 *kata ulama*

Untuk siapakah hidup kita ini..??!!`

`📄
الحجّة الغزالي رحمه الله: "مَن كان لله كان الله له".
*📚(الإحياء ٣٨/٣)*

*Al-Imam Ghozali Ra berkata ;*

"Siapa orang yang hidupnya hanya untuk Allah, maka Allah pun akan selalu ada untuknya".

*📚 Ihya juz 3 hal.38*

`ִֶָ𓂃 ࣪˖ ִֶ𝑫𝒂𝒘𝒖𝒉 𝑼𝒍𝒂𝒎𝒂་༘࿐`

berlomba dalam istighfar

`Di dalam Kitab Lathoiful Ma'arif, dikatakan:`

فَمَنْ عَجَزَ عَنْ مُسَابَقَةِ المُحِيِّينَ فِي مَيْدَانِ مَضْمَارِهِمْ فَلَا يَعْجِزْ عَنْ مُشَارَكَةِ المُذْنِبِينَ فِي اسْتِغْفَارِهِمْ وَ اعْتِدَارِهِمْ

*"Bila tidak mampu berlomba-lomba dengan orang-orang sholih dalam puncak ibadah mereka. Maka berlombalah dengan para pendosa di dalam istighfar mereka!"*

`ִֶָ𓂃 ࣪˖ ִֶ𝑫𝒂𝒘𝒖𝒉 𝑼𝒍𝒂𝒎𝒂་༘࿐`

kisah pendek

`Sekelumit cerita pendek yang menyedihkan.`

*Dia berkata :* ahh.. besok saja aku taubat, ternyata dia tidur dan tak bangun kembali. 

نعوذ بالله من ذلك

`ִֶָ𓂃 ࣪˖ ִֶ𝑫𝒂𝒘𝒖𝒉 𝑼𝒍𝒂𝒎𝒂་༘࿐`

Jalan Menuju Allah taala Tidaklah Mudah


Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata:

"Jalan menuju Allah adalah jalan di mana Adam kelelahan, Nuh mengeluh, Ibrahim dilempar ke dalam api, Ismail dibentangkan untuk disembelih, Yusuf dijual sebagai budak dengan harga yang murah dan dipenjara hingga bertahun-tahun, Zakariya digergaji, Yahya disembelih, Ayyub menderita penyakit kulit (yang sangat menjinjikkan), Dawud menangis melebihi kadar semestinya, Isa berjalan dengan rasa takut yang sangat, dan Muhammad diuji dengan kefakiran dan berbagai gangguan lainnya. Sementara kalian ingin menempuhnya dengan bersantai ria dan bermain-main ??."

Kitab Al-Fawaid hal. 56

Allah Telah Menjawab Gundahmu



Saudara-saudari yang dirahmati Allah,

Pernahkah kita merasa hati sesak? Pekerjaan hilang, baru saja di-PHK, orang tercinta meninggal, konflik dalam keluarga, menjadi tulang punggung keluarga yang terasa berat, harta melimpah tapi waktu untuk beribadah hampir tidak ada, diuji penyakit kritis, atau ekonomi yang serba kekurangan?

Semua itu adalah ujian. Dan Allah sudah mengingatkan kita sejak dulu dalam Surah Al-‘Ankabut ayat 2–3:

> أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

> “Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan (hanya) dengan mengatakan, ‘Kami telah beriman,’ sedangkan mereka tidak diuji?”

Emas dilebur dengan api yang panas. Begitu juga manusia. Ujian akan melebur kita. Yang bertahan akan keluar lebih murni, seperti emas yang telah disaring.

---

**Pertanyaan yang sering terlintas di hati:**

**Pertama**, “Mengapa ujian yang kuhadapi harus seberat ini?”

Allah menjawab dalam Surah Al-Baqarah ayat 286:

> لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

> “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”

Jadi, ujian itu tidak pernah melebihi kekuatan yang Allah berikan kepada kita.

**Kedua**, ketika kita mengadu, “Ya Allah, aku sedih…”

Allah menjawab dalam Surah Ali ‘Imran ayat 139:

> وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

> “Janganlah kamu merasa lemah dan jangan pula bersedih hati, sebab kamulah orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu beriman.”

**Ketiga**, ketika hati sudah hampir putus asa…

Allah menjawab dalam Surah Az-Zumar ayat 53:

> لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ

> “Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.”

---

**Lalu, apa solusinya?**

**Pertama**, serahkan sepenuhnya kepada Allah. Ucapkan dengan yakin:

> حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ

> “Cukuplah Allah bagiku. Tidak ada Tuhan selain Dia. Kepada-Nyalah aku bertawakal.”

**Kedua**, perbanyak istighfar. Allah berfirman dalam Surah Nuh ayat 10–12:

> فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا  
> يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا  
> وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

Nabi Nuh mengajarkan: “Mintalah ampunan kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat, menambah harta dan anak-anakmu, serta menjadikan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.”

Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, Allah akan menjadikannya jalan keluar dari setiap kesempitan, kelapangan dari setiap kesedihan, dan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

**Ketiga**, husnuzan (berbaik sangka) kepada Allah. Ingatlah sabda Rasulullah ﷺ:

> “Dan mungkin saja kamu membenci sesuatu, padahal ia baik bagimu. Dan mungkin saja kamu menyukai sesuatu, padahal ia buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”  
> (QS. Al-Baqarah: 216)

---

Saudara-saudari,

Gundah hati itu nyata. Tapi Allah sudah menjawab semuanya. Tinggal kita mau mendengarkan jawaban-Nya atau terus tenggelam dalam keresahan.

Mari kita perbaiki hubungan dengan Allah: bertawakal, beristighfar, dan berbaik sangka. Karena di balik setiap ujian, ada emas yang sedang dimurnikan.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang keluar dari ujian dengan hati yang lebih bersih, iman yang lebih kuat, dan rezeki yang lebih berkah.

Wallahu a’lam bish-shawab.


hindari sesuatu yg dicintai demi mendidik nafsu

Maqolah Imam Syafi'i:
 فإن الغنى عن الشيء لا به 
"Kalau kamu ingin sesuatu maka hindari sesuatu itu". Misalkan saya pengen punya mobil atau apa saja, maka semakin saya inginkan perkara itu semakin saya tersiksa karena hawa nafsu itu juga. Maka jangan dipaksakan, hindari saja. 

*KH. Bahauddin Nur salim*

kondisi saat sakaratul maut

Di antara perkara yang paling menggetarkan adalah keadaan seseorang ketika menghadapi kematian.

*Saat itu ia akan merasakan penyesalan yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata, kegelisahan yang tak bertepi, dan kesedihan mendalam atas waktu yang telah berlalu. Ia berharap diberi kesempatan kembali agar dapat memperbaiki apa yang telah ia lewatkan dan menebus kelalaiannya, meskipun hanya seukuran waktu menjelang kematian. Bahkan, sebelum benar-benar meninggal, jiwanya hampir mati karena penyesalan.*

Seandainya seseorang merasakan sedikit saja dari keadaan itu ketika masih sehat, niscaya ia akan memperoleh semua tujuan yang ingin diraih melalui amal saleh. Orang yang berakal hendaknya membayangkan seolah-olah saat itu telah tiba, lalu beramal sesuai tuntutannya. Jika ia belum mampu membayangkannya secara nyata, hendaklah ia memaksakan diri semampunya. Dengan begitu, hawa nafsu akan terkendali dan semangat untuk bersungguh-sungguh akan bangkit.

*Adapun orang yang selalu membayangkan saat itu di depan matanya, seakan-akan ia adalah tawanan yang menanti eksekusi,* sebagaimana diriwayatkan tentang Habib al-'Ajami, bahwa setiap pagi ia berkata kepada istrinya :

*"Jika hari ini aku meninggal, maka si Fulan akan memandikanku, dan si Fulan akan membawaku (ke pemakaman)."*

Diriwayatkan pula bahwa ada seseorang berkata kepada seorang yang dikenalnya,
"Mari kita salat Zuhur."
Ia menjawab,
"Kalau aku sudah salat Zuhur bersamamu, belum tentu aku shalat ashar bersamamu"


Lalu ia berkata, *"Seakan-akan engkau berharap bisa hidup sampai Ashar! Semoga Allah melindungi kita dari panjang angan-angan."*

Disebutkan pula tentang seorang lelaki yang ketika jenazah diletakkan di hadapannya, ia berkata kepada dirinya sendiri

*"Ingatlah keadaan orang yang terbaring itu, seolah-olah dialah dirimu."*

> 📚 Shaidul al-Khathir karya Ibnul Jauzi.

_مَثابَة.

masuk surga Dengan mencintai nabi

`📄AL- HAFIZH JALALUDDIN AS-SUYUTHI pernah di tanya :`

هل يدخل احد الجنة بمحبته صلى الله عليه وسلم وهو عاص؟ 

Apakah seseorang itu masuk kedalam syurga dengan mencintai NABI SHOLLALLOHU A'LAIHI WASALLAM, padahal dia ahli maksiat ( pendosa)? 
Maka beliau menjawab :
نعم 
Iya ,dia akan masuk syurga. 


*📚Referensi :*

الحاوي للفتاوي ج ١ ص 280

`ִֶָ𓂃 ࣪˖ ִֶ𝑫𝒂𝒘𝒖𝒉 𝑼𝒍𝒂𝒎𝒂་༘࿐`

Nikmatnya Dekat Dengan Allah


Kedekatan dengan Allah itu tidak datang sekaligus, tapi dia adalah latihan yang menenangkan jiwa. Dia dimulai dengan langkah-langkah yang ringan, lalu bertambah besar seiring waktu berjalan.

Maka hendaklah kamu membiasakan hatimu untuk shalat di waktunya, terbiasa berzikir kepada Allah bahkan di waktu tersempitmu, dan membaca Al-Quran walau sedikit ayat yang diucap, karena itu adalah permulaan jalan.

Kalau jiwa terbiasa melakukan kebaikan, maka dia akan mencitainya, kalau jiwa sudah tenang bersama Allah, maka dia tidak mencari ketenangan selain itu. Dan selanjutnya, lama-lama taqorrub (kedekatan) kepada Allah ini bukan hanya menjadi ibadah, melainkan cara dan kebiasaan hidup seseorang.

Yang diminta bukanlah banyaknya, tapi kejujuran dan keteguhan, karena Allah tidak melihat banyaknya amal, tapi kejujuran hati.

Dan barang siapa yang melatih dirinya dalam taqarrub kepada Allah, maka dia akan hidup tenang walau kehidupan berubah keadaannya.

perbaiki hubungan dengan Allah, maka lihatlah hasilnya

“Dahulu para ulama jika bertemu, mereka saling menasihati dengan kalimat-kalimat berikut. Dan jika mereka saling berjauhan, mereka menuliskan pesan kepada sebagian yang lain:

’Barang siapa memperbaiki apa yang tersembunyi di dalam hatinya, maka Allah akan memperbaiki apa yang tampak darinya.

Barang siapa memperbaiki hubungannya dengan Allah, maka Allah akan memperbaiki hubungan antara dirinya dengan sesama manusia.

Dan barang siapa lebih mengutamakan urusan akhiratnya, niscaya Allah akan mencukupkan urusan dunianya.’”

> Ma’qil Al-Jazari رحمه الله
> 📚 Al-Ikhlāṣ wan-Niyyah, karya Ibnu Abi Ad-Dunya, hlm. 16.
__
t.me/atsarulkhair

Bacalah Surah Al-Fatihah pada air, lalu minumlah.



Di antara nama-nama Surah Al-Fatihah adalah: Asy-Syāfiyah (penyembuh), Al-Kāfiyah (yang mencukupi), Al-Wāfiyah (yang sempurna), dan Al-Wāqiyah (yang melindungi).

Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata:

“Pernah suatu kali aku ditimpa rasa sakit yang sangat menyiksa, hingga hampir membuatku tidak mampu bergerak. Rasa sakit itu menyerangku ketika sedang thawaf maupun pada ibadah lainnya. *Maka aku segera membaca Surah Al-Fatihah, lalu mengusapkannya pada bagian tubuh yang terasa sakit.* Seketika rasa sakit itu hilang seakan-akan jatuh seperti batu yang terlepas.

Aku telah mencobanya berulang kali. Aku juga pernah mengambil segelas air zamzam, kemudian membacakan Surah Al-Fatihah berulang kali lalu meminumnya. Sungguh, aku merasakan manfaat dan kekuatan yang tidak pernah kudapati dari obat apa pun.”

> Madārij as-Sālikīn (1/58)._

_مثابة.

Jangan Mudah Merasa Paling Baik



Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا سَمِعْتُمُ الرَّجُلَ يَقُولُ: هَلَكَ النَّاسُ، فَهُوَ أَهْلَكُهُمْ

"Apabila kalian mendengar seseorang berkata, 'Manusia telah binasa,' maka dialah yang paling binasa di antara mereka."

(HR. Sahih Muslim no. 2623)

Para ulama menjelaskan bahwa hadis ini ditujukan kepada orang yang gemar merendahkan orang lain dan merasa dirinya lebih baik daripada mereka. Ia melihat manusia penuh dengan kekurangan, tetapi lupa melihat aib yang ada pada dirinya sendiri.

Bukan berarti seorang muslim tidak boleh prihatin terhadap banyaknya kemaksiatan atau kerusakan di tengah masyarakat. Yang tercela adalah ketika keprihatinan itu berubah menjadi kesombongan, hingga ia memandang dirinya sebagai satu-satunya orang yang selamat dan meremehkan orang lain.

Seorang mukmin yang rendah hati akan lebih banyak berdoa agar Allah memperbaiki dirinya dan kaum muslimin. Ia menasihati dengan kasih sayang, bukan dengan sikap merasa paling suci.

Maka, ketika melihat kesalahan orang lain, jangan terburu-buru berkata, "Manusia sekarang sudah rusak semua." Bisa jadi, orang yang hari ini kita anggap jauh dari hidayah justru suatu saat Allah angkat derajatnya. Dan bisa jadi, kita yang merasa aman justru sedang diuji dengan penyakit hati yang tidak kita sadari.

Kalau nanti saya sudah lebih baik, baru saya mulai dekat dengan Al-Qur'an.


Kalimat ini terdengar baik, tetapi justru sering menjadi alasan untuk terus menunda.

Bukankah Al-Qur'an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia? Kita tidak harus menunggu menjadi baik untuk membacanya, menghafalnya, atau mentadabburinya. Justru dengan terus bersama Al-Qur'an, Allah memperbaiki hati, akhlak, dan langkah hidup kita sedikit demi sedikit.

Tidak ada yang memulai perjalanan ini dalam keadaan sempurna. Yang Allah cintai adalah hamba yang mau melangkah dan terus kembali kepada-Nya.

Jadi jangan tunggu hati menjadi baik untuk dekat dengan Al-Qur'an. Dekatilah Al-Qur'an, lalu mohonlah kepada Allah agar Dia menjadikan kita pribadi yang lebih baik setiap harinya.

Simpan postingan ini jika Anda sedang memulai perjalanan bersama Al-Qur'an, dan bagikan kepada seseorang yang masih merasa "belum pantas" untuk mendekat kepada firman Allah. 🤍

tahfidzmadani.com

JAGALAH MASA MUDA

أَلْزِمْ نَفْسَكَ بِالْعِبَادَةِ فِي شَبَابِكَ، وَلَوْ كَانَ ذَلِكَ شَاقًّا وَكَثِيرَ الْفِتَنِ، فَإِنَّكَ إِذَا كَبِرْتَ قَدْ تَمْلِكُ الْهِمَّةَ وَلَكِنْ لَا تَمْلِكُ الْقُوَّةَ

Paksalah saat masa mudamu untuk beribadah, walaupun berat dan banyak godaan, karena jika sudah tua mungkin engkau punya semangat, namun tidak lagi mampu. 

*💚[ Abuya Sayyid Muhammad Al-Maliki ]*

Allah menjaga kita

Andai Allah memperlihatkan semua cara-Nya menjagamu, mungkin hari ini engkau akan lebih banyak menangis karena syukur daripada mengeluh karena takdir. Dalam psikologi klinis. manusia memiliki kecenderungan negativity bias, yaitu lebih mudah mengingat kehilangan daripada perlindungan yang tidak terlihat.

Kita sibuk menghitung pintu yang tertutup, tetapi lupa bahwa bisa jadi Allah sedang menyelamatkan kita dari sesuatu yang tidak sanggup kita lihat. Allah subhananhu wa ta'ala berfirman: "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui." (Qur'an Surah Al-Baqarah: 216).

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, "Takdir Allah seluruhnya baik bagi seorang mukmin." (Madarijus Salikin, 2/215). Mungkin tidak semua yang hilang adalah kerugian. Dan tidak semua yang gagal adalah musibah. Bisa jadi itu adalah cara Allah menjaga, sebelum engkau meminta-Nya menjaga.
____
Hamba Allah حفظه الله

MAKSIAT PERUSAK SEGALANYA

Seringkali kita berbuat maksiat tanpa sadar, siapa yang kita maksiati..

Allah yang telah menciptakan kita dengan kesempurnaanNya...
Allah yang telah menghidupkan kita...
Allah yang telah merawat kita dengan berbagai penjagaan..
Allah yang telah memberikan Rizki kepada kita tak terhingga...
Semua kehidupan kita Allah atur sedemikian rupanya...

Namun, balasan kita, bukannya amal saleh yang menghantarkan kita kepada cintaNya, malah maksiat yang kita lakukan..
Padahal hati ini sangat cinta kepada Allah, namun mengapa perilaku seringkali mengkhianati hati..

40 KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH

1. Orang yang bertaubat
2. Orang yang menyucikan diri
3. Orang yang berbuat kebaikan
4. Orang yang mengikuti syariat 
5. Orang yang sabar
6. Orang yang bertakwa
7. Orang yang bertawakal
8. Orang yang adil
9. Orang yang berjihad di jalan Allah
10. Orang yang senang membaca QS. Al Ikhlas
11. Orang yang bersumpah hanya atas nama Allah
12. Orang mukmin yang kuat
13. Orang yang senantiasa melaksanakan amalan Sunnah
14. Orang yang Zuhud
15. Orang yang bermanfaat bagi manusia 
16. Orang yang lemah lembut
17. Orang yang berbakti kepada orangtuanya 
18. Orang yang saling mencintai karena Allah
19. Orang yang mencintai para sahabat Rasulullah 
20. Orang yang dermawan
21. Orang yang memiliki rasa malu
22. Orang yang menahan amarah dan berhati hati
23. Orang yang jujur dan amanah
24. Orang yang rendah hati
25. Orang yang suka berpenampilan rapi 
26. Orang yang menangis karena takut kepada Allah
27. Orang yang hanya berdzikir kepada Allah 
28. Orang yang beriman
29. Orang yang menjaga silaturahim
30. Orang yang menegakkan amar makruf nahi mungkar 
31. Orang yang mengerjakan keringanan dari Allah
32. Orang yang suka memaafkan
33. Orang yang konsisten melaksanakan shalat
34. Orang yang paling baik akhlaknya
35. Orang yang memberi kemudahan
36. Orang yang jujur lagi benar 
37. Orang yang mengadakan perdamaian antara manusia
38. Orang yang beribadah pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah 
39. Orang yang berilmu
40. Orang yang mati dalam keadaan dzikir kepada Allah

WANITA YANG BERUNTUNG

Begitu Iri..

Sebagian suami ada yang dayuts membiarkan istrinya jauh dari agama, ia tidak cemburu dengan hal itu. Maka ia terancam tidak akan masuk surga... Sebagian lelaki ada yang cemburu dengan istrinya ketika jauh dari agama, atau melakukan kesalahan..

Ketika ia bertabarruj, bersolek indah untuk lelaki lain, suaminya marah...
Ketika ia menshare potonya di medsos, suaminya marah..
Ketika, istrinya memakai hijab pendek ia marah...
Ketika istrinya senang berbaur dan mudah akrab dengan lelaki lain, ia marah...
Ketika istrinya senang untuk berada diluar rumah daripada di dalam rumah, ia marah....

Betapa beruntungnya wanita tersebut... Ia dalam penjagaan lelaki yang baik dan Soleh.... Yang sangat mencintainya... Betapa cemburunya aku dengannya...

INGATLAH ALLAH DIWAKTU LAPANG

Mengingat Allah, janganlah hanya ketika sewaktu engkau terpuruk.. tapi ingatlah Allah saat waktumu lapang... Saat harta mu berlimpah ingatlah Allah... Saat engkau diberikan kesehatan ingatlah Allah... Saat engkau diberikan kenikmatan dan keamanan ingatlah Allah...

Maka jika demikian, engkau akan ditolong Allah saat engkau dalam keadaan sempit, dikarenakan engkau ingat Allah dikala lapang...

Allah lah yang memberikan berbagai anugerahnya kepada kita, jangan sampai terlena karena dunia fana ini... Jangan sampai melupakan siapa yang membuat kita bahagia dan menjalani hidup ini dengan lapang...

Dengan begitu, baik lapang ataupun sempit kita senantiasa dalam lindungan penjagaan Allah... Karena siapa yang mengingat Allah, maka Allah pun akan mengingatnya...

API CINTA

•●•

○ Imam Ibn Rajab :
“Api cinta di hati para pecinta Allah membuat api jahanam gentar darinya.” 

○ Imam Junayd :
Api berkata: “Wahai Tuhanku, jika aku tidak taat kepada-Mu, apakah Engkau akan menyiksaku dengan sesuatu?”
Allah berfirman: “Ya, Aku akan menimpakan kepadamu api-Ku yang lebih besar.”
Api berkata: “Apakah ada api yang lebih besar dan lebih dahsyat dariku?”
Allah berfirman: “Ada, yaitu api cinta-Ku yang Aku tempatkan di hati para kekasih-Ku yang beriman.”

▪︎ Syarah Kalimah al-Ikhlash 1/129 ▪︎

> ـnuskha
> ○ قال ابن رجب رحمه الله: نار المحبة في قلوب المحبين تخاف منها نار جهنم. ○ قال الجنيد رضي الله عنه: قالت النار: يا رب لو لم أطعك هل كنت تعذبني بشيء؟، قال: نعم كنت أسلط عليك ناري الكبرى، قالت: وهل نار أعظم مني وأشد؟ قال: نعم، نار محبتي أسكنتها قلوب أوليائي المؤمنين. [شرح كلمة الإخلاص لابن رجب ۱۲۹/۱]
> ـain.lam.mim

Tangisan Abu Hurairah

Abu hurairah menangis ketika ia sakit yang membawa kepada kematiannya, ia ditanya apa yang membuat engkau menangis? Ia menjawab aku tidak menangisi dunia kamu ini, akan tetapi aku menangisi jauhnya perjalananku sedikitnya bekalku, aku mendaki, tempat kembali ku surga atau neraka? aku tidak tahu mana di antara keduanya akan mengambil ku.

ADAB BERDOA DALAM ALQURAN DAN SUNNAH

Pertama yakin dan percaya bahwa Allah akan mengabulkan doa tersebut. Jika salah seorang diantara kamu berdoa, hendaklah ia sungguh sungguh dalam memintanya . Janganlah ia mengatakan Ya Allah jika Engkau menghendaki berikanlah kepadaku, karena sesungguhnya Allah tidak terpaksa untuk mengabulkan doa. (HR. Bukhari)

Kedua, terus menerus berdoa
Ketiga, merendahkan dan melembutkan suara
Keempat, berdoa kepada Allah  dengan sifat sifat Nya Yang Agung
Kelima, berdoa dengan amal salih
Keenam, bershawalat kepada Nabi Muhammad Saw.

Pentingnya Menyebarkan Faedah dan Menyampaikannya kepada Orang Lain



Syekh Abdul Aziz bin Baz رحمه الله berkata:

“Yang disyariatkan bagi seorang muslim apabila mendengar suatu faedah ilmu adalah menyampaikannya kepada orang lain.

Demikian pula seorang muslimah, hendaknya ia menyampaikan kepada selainnya ilmu yang telah didengarnya. Hal ini berdasarkan sabda Nabi ﷺ:

> “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat.” (HR. Bukhari)



Dan dahulu Nabi ﷺ apabila berkhutbah kepada manusia, beliau bersabda:

> “Hendaklah yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir. Bisa jadi orang yang menerima penyampaian itu lebih memahami daripada yang mendengarnya secara langsung.” (HR. Bukhari & Muslim)



Kemudian Syekh Muhammad ibn Utsaimin رحمه الله berkata:

“Ketahuilah —semoga Allah merahmati kalian— bahwa siapa saja di antara kalian yang menghadiri satu majelis ilmu, lalu ia memperoleh satu masalah atau satu faedah, kemudian ia mengamalkannya dan mengajarkannya kepada saudara-saudaranya, maka sungguh ia telah meraih kebaikan yang sangat banyak. Akan terus mengalir baginya pahala amalan tersebut dan pahala orang-orang yang mengamalkannya hingga Hari Kiamat.

Janganlah kalian menyangka bahwa keutamaan ilmu hanya diperoleh oleh orang yang mendalami ilmu dalam jumlah yang banyak. Sesungguhnya Allah Ta‘ala akan memberi balasan kepada setiap orang sesuai amalnya, meskipun amal itu sedikit.

Allah ﷻ berfirman:

> “Dan mereka tidak akan dizalimi sedikit pun.” (QS. An-Nisa’: 124)



Nabi ﷺ juga bersabda:

> “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat.” (HR. Bukhari)



🌷 Betapa besar karunia Allah. Satu faedah yang dipelajari, lalu diamalkan dan disampaikan kepada orang lain, bisa menjadi sebab mengalirnya pahala yang tidak terputus hingga Hari Kiamat. Maka jangan meremehkan ilmu yang sedikit, dan jangan menunda untuk menyebarkan kebaikan yang telah kita ketahui.

📚 Adh-Dhiyā’ Al-Lāmi‘ min Al-Khuṭab Al-Jawāmi‘.
مثابة.

Esok Datang Bersama Rezekinya



📮‘Ubaidullah bin Syumaith bin ‘Ajlan berkata, “Aku mendengar ayahku berkata:

🍃Sesungguhnya seorang mukmin berkata kepada dirinya sendiri: Hidup ini hanyalah tentang tiga hari.

🌤️Kemarin telah berlalu bersama segala yang ada di dalamnya.
Adapun esok hanyalah harapan, barangkali engkau tidak sempat mencapainya.

🌱Jika engkau memang termasuk orang yang masih diberi hidup sampai esok, maka *esok akan datang bersama rezeki untuk hari esok*.

*🍂Sebelum esok tiba*, masih ada *satu hari dan satu malam*, yang *di dalamnya banyak jiwa dicabut*. Barangkali engkaulah salah satu yang dicabut pada waktu itu.

🌙Cukuplah setiap hari memiliki bebannya sendiri.

🥀Namun engkau telah membebani hatimu yang lemah dengan kegelisahan bertahun-tahun dan berbagai masa; *kegelisahan tentang mahal dan murahnya harga*, *kegelisahan* tentang musim dingin sebelum musim dingin datang, dan *kegelisahan* tentang musim panas sebelum musim panas tiba.

🍂Lalu, apa yang masih engkau sisakan dari hatimu yang lemah itu untuk akhiratnya?

🌤️Setiap hari umurmu berkurang, tetapi engkau tidak bersedih. Setiap hari rezekimu telah engkau terima dengan sempurna, tetapi engkau tetap tidak merasa cukup.

🍃Engkau telah diberi sesuatu yang mencukupimu, namun engkau masih mencari sesuatu yang dapat membuatmu melampaui batas.

🍂Dengan yang sedikit engkau tidak merasa cukup, dan dengan yang banyak pun engkau tidak pernah kenyang.

🍃Bagaimana mungkin kebodohan seseorang yang berilmu tidak tampak jelas, sementara ia saja tidak mampu mensyukuri nikmat yang sedang ia miliki, tetapi masih tertipu dalam mengejar tambahan?

🍂Atau bagaimana mungkin seseorang dapat beramal untuk akhirat, sementara syahwatnya terhadap dunia tidak pernah terputus dan kerakusannya terhadap dunia tidak pernah selesai?

🌤️Maka sungguh mengherankan, sangat mengherankan, orang yang membenarkan adanya negeri kehidupan yang sebenarnya, tetapi ia justru bersungguh-sungguh mengejar negeri yang menipu.”

📚Qisharul Amal, Ibn Abī ad-Dunyā, hlm. 56
📂https://t.me/rihlahthalabah

KEBAHAGIAAN HAKIKI

Kebahagiaan yang sesungguhnya ialah kebahagiaan yang lahir dari hati.. karena hati adalah pusat kendali dari jiwa raga kita... Manakala hati itu baik, maka yang lainnya akan baik... Maka sebaik baik kekayaan mukminin ialah kekayaan hati, bukan kekayaan harta...

Hati yang kaya, penuh dengan isyarat kebahagiaan didalamnya dan ketentraman. Ini lah yang dinamakan qolbun Muthmainnah, jiwa yang tenang, yang selalu menyeru kepada kebaikan dan melarang kemungkaran.. ini menandakan qolbun Salim, yakni hati yang selamat. Selamat dari hasrat, dengki, prasangka buruk, syirik, dan berbagai karat dosa yang membuat hati keras..

Maka bersyukurlah orang yang memiliki kekayaan hati... Adapun kekayaan harta jadikanlah ia hanya digenggaman tangan, jangan masukkan kedalam hati, karena ia adalah fitnah kehidupan dunia.. jika tidak dibuat dalam perkara kebaikan yang menjadikan amal jariyah, maka keberadaan harta itu hanya menimbulkan kemudharatan jika dibelanjakan lebih dari kebutuhan kehidupan mendasar..

Seseorang bisa menempuh berbagai perkara haram demi mendapatkan harta yang melimpah.. ini barang tentu mengundang murka Allah... Naudzubillahimindzalik... Maka daripada kita sibuk memikirkan harta yang belum tentu milik kita, lebih baik memikirkan kebersihan dan memupuk kekayaan hati kita, agar merasa cukup qonaah dengan segala pemberian Allah. Sehingga hiduppun menjadi nikmat dan bahagia..

TABIAT MANUSIA

۞ وَإِذَا مَسَّ ٱلْإِنسَٰنَ ضُرٌّ دَعَا رَبَّهُۥ مُنِيبًا إِلَيْهِ ثُمَّ إِذَا خَوَّلَهُۥ نِعْمَةً مِّنْهُ نَسِىَ مَا كَانَ يَدْعُوٓا۟ إِلَيْهِ مِن قَبْلُ وَجَعَلَ لِلَّهِ أَندَادًا لِّيُضِلَّ عَن سَبِيلِهِۦ ۚ قُلْ تَمَتَّعْ بِكُفْرِكَ قَلِيلًا ۖ إِنَّكَ مِنْ أَصْحَٰبِ ٱلنَّارِ ﴿٨﴾

"Dan apabila manusia ditimpa bencana, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali (taat) kepada-Nya; tetapi apabila Dia memberikan nikmat kepadanya dia lupa (akan bencana) yang pernah dia berdoa kepada Allah sebelum itu, dan diadakannya sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah, "Bersenang-senanglah kamu dengan kekafiranmu itu untuk sementara waktu. Sungguh, kamu termasuk penghuni neraka.""

(Q.S.39:8)

Ketika manusia dilanda musibah, ia memohon dan mendekat kepada Allah.. namun ketika telah Allah hilangkan darinya musibah tersebut, ia menjadi ingkar kepada Allah... Begitulah tabiat manusia, kecuali hamba hamba Allah yang diberikan petunjuk oleh Allah...
Maka ujian nikmat itu patut diperhatikan dan janganlah kita jauh dari Allah saat diberikan ujian berupa kenikmatan.. kembalikanlah semuanya kepada Allah ta'ala....

AISYAH ATQIYA AZZAHRA 

diperlihatkannya tempat disurga atau neraka atas mayat

Rasulullah Saw bersabda:
Jika seorang dari kalian meninggal dunia, akan ditampakkan kepadanya tempat duduk (tinggal)nya setiap pagi dan petang hari. Jika dia termasuk penduduk surga, akan melihat kedudukannya sebagai penghuni surga. Sebaliknya, jika dia termasuk penduduk neraka, akan melihat kedudukannya sebagai penduduk neraka. Lalu dikatakan kepadanya, inilah tempat tinggalmu hingga nanti Allah SWT. Membangkitkan mu pada hari kiamat (HR. Bukhari, 23)

Manfaat Mempelajari Iman Kepada Hari Akhir


👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-75 dari Silsilah ‘Ilmiyah Berimān Kepada Hari Akhir adalah Manfaat Mempelajari Imān Kepada Hari Akhir.

Berimān kepada hari akhir memiliki manfaat yang banyak dan pengaruh yang baik bagi seorang muslim.

Diantaranya,

⑴ Mengingatkan seorang Muslim bahwa dunia hanyalah sebentar,dan bahwasanya hari kiamat dan hisāb mereka sudah dekat.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ مُعْرِضُونَ

“Telah dekat bagi manusia hisāb mereka sedang mereka dalam kelalaian berpaling”

(QS Al Anbiyā : 1)

⑵ Mengingatkan seorang muslim supaya tidak tertipu dengan kenikmatan dunia.

Dan kenikmatan yang telah Allāh berikan kepada orang-orang kāfir didunia.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلَادِ * مَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۚ وَبِئْسَ الْمِهَادُ

“Janganlah sekali-kali kamu tertipu dengan kegiatan orang-orang kāfir dinegeri-negeri.Kesenangan yang sedikit kemudian tempat kembali mereka adalah jahannam, dan jahannam adalah sejelek-jelek alas”

(QS Āl Imrān:196-197)

⑶ Mengingatkan seorang muslim bahwa kesuksesan yang sebenarnya adalah kesuksesan di akhirat.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla. Berfirman:

فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukan kedalam surga maka sungguh dia telah beruntung dan tidaklah kehidupan dunia kecuali kesenangan yang menipu”

(QS Āl Imrān:185)

⑷ Mengingatkan seorang muslim bahwa kehinaan dan kerugian yang sebenarnya adalah apabila seseorang masuk kedalam neraka.

Allāh berfirman menceritakan ucapan orang-orang yang berimān:

رَبَّنَا إِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Wahai Rabb kami Sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukan kedalam neraka,maka sungguh Engkau telah menghinakannya dan tidak ada penolong bagi orang-orang yang zhālim”

(QS Āl Imrān:192)

⑸ Menguatkan kesabaran seorang muslim didalam menghadapi musibah-musibah dunia yang menimpanya.

Dia menyadari bahwasanya dirinya dan apa yang dia miliki adalah milik Allāh,dan akan kembali kepada Allāh.

⑹ Berimān kepada hari akhir mendidik seorang muslim supaya senantiasa ikhlās dalam beramal karena dia menyadari bahwasanya amalan yang ikhlās lah yang dapat bermanfaat dihari kiamat.

⑺ Mengingatkan seorang muslim tentang pentingnya bersegera dalam bertaubat dan beristighfār dari dosa.

Karena dosa adalah sebab bencana di akhirat.

⑻ Mengingatkan seorang muslim untuk senantiasa bersabar diatas ketaatan kepada Allāh dan bersabar dalam menjauhi kemaksiatan.

Dan semua itu jauh lebih ringan daripada adzab di akhirat.

⑼ Mengingatkan seorang muslim akan besarnya nikmat islām dan imān yang Allāh berikan kepadanya

Karena dengan sebab itulah Allāh Subhānahu wa Ta’āla akan memberikan kebahagiaan kepadanya didunia dan di akhirat.

⑽ Mengingatkan seorang muslim akan bahaya nya kekāfiran, kesyirikan, dan kemunāfiqkan.

Dimana ketiganya adalah penyebab kekekalan didalam neraka.

⑾ Mendorong seorang muslim untuk semanggat berdakwah dijalan Allāh, mengajak saudara seislām untuk berpegang teguh dengan agamanya dan mengajak orang kāfir untuk masuk islām, supaya terhindar dari adzab yang kekal.

⑿ Menginggatkan kita tentang pentingnya berdo’a kepada Allāh, meminta kebahagiaan akhirat.

Diantara do’a didalam Al Qurān adalah:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Wahai Rabb kami,berikanlah kepada kami kebaikan didunia dan kebaikan di akhirat dan jagalah kami dari adzab neraka”

(QS Al Baqarah : 201)

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam pernah berdo’a:

اَللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَل

“Yā Allāh aku meminta kepadamu surga dan apa mendekatkan kepada surga, baik ucapan ataupun perbuatan,dan aku berlindung kepadamu dari neraka dan apa yang mendekatkan kepada neraka, baik ucapan ataupun perbuatan”

(Hadīts Shahīh riwayat Ibnu Mājah)

Akhirnya kita berdo’a kepada Allāh, Semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla menetapkan hati kita diatas agamanya, mengumpulkan kita semua didalam surga dan menjaga kita semua dari api neraka, Āmīn

Dan sampai bertemu kembali pada silsilah yang lain

وَآخِرُ دَعْوَانا أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته


Percakapan Penghuni Surga Dan Penghuni Neraka


👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-74 dari Silsilah ‘Ilmiyah Berimān Kepada Hari Akhir adalah tentang “Percakapan Penghuni Surga Dan Penghuni Neraka”

Akan terjadi percakapan antara penghuni surga, penghuni neraka dan Ashabul A’rāf, mereka adalah orang-orang yang berada di sebuah tempat yang tinggi antara surga dan neraka.

Yang Dinamakan dengan Al A’rāf dan mereka adalah orang-orang yang timbangan kebaikan dan kejelekannya sama.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman yang artinya,

Dan para penghuni surga memanggil para penghuni neraka dengan mengatakan Sesungguhnya kami telah memperoleh apa yang Rabb kami janjikan kepada kami dengan hak, apakah kalian telah memperoleh apa yang Rabb kalian janjikan kepada kalian dengan hak? “Maka para penghuni neraka menjawab” betul.

Kemudian seorang penyeru, menyeru diantara kedua golongan itu seraya mengatakan laknat Allāh atas orang-orang yang zhalim (orang-orang yang menghalang-halangi manusia dari jalan Allāh dan menginginkan agar jalan tersebut menjadi bengkok dan mereka mengingkari kehidupan akhirat)

Dan diantara keduanya (antara penghuni surga dan penghuni neraka) ada batas dan diatas Al A’rāf, ada orang-orang yang mereka mengenal masing-masing dari dua golongan tersebut dengan tanda-tanda mereka (maksudnya) mengenal penghuni surga dan penghuni neraka dengan tanda -tanda mereka.

Dan para Ashabul A’rāf menyeru penghuni surga seraya mengatakan salamun ‘alaikum (keselamatan atas kalian) mereka belum memasuki surga sedang mereka ingin segera memasukinya.

Dan apa bila pandangan mereka dipalingkan kearah penghuni neraka mereka berkata, “Yaa Rabb kami, janganlah Engkau jadikan kami bersama-sama dengan orang-orang yang zhalim”.

Kemudian Ashabul A’rāf memanggil beberapa pemuka orang kafir yang mereka kenal dengan tanda-tanda mereka, seraya mengatakan harta yang kalian kumpulkan dan apa yang kalian sombongkan tidaklah bermanfaat bagi kalian.

Apakah mereka ini (para penghuni surga) adalah orang-orang yang kalian telah bersumpah bahwasanya mereka tidak akan mendapat rahmat Allāh? Maka dikatakan kepada ashabul A’rāf masuklah kalian kedalam surga tidak ada ketakutan atas kalian dan kalian tidak akan bersedih.

Kemudian penghuni neraka menyeru penghuni surga, “Limpahkanlah kepada kami air atau makanan yang telah Allāh berikan kepada kalian ” Para penghuni surga menjawab,” Sesungguhnya Allāh telah mengharamkan keduanya atas orang-orang kafir (orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai permainan dan sebagai senda gurau dan kehidupan dunia telah menipu mereka).

Maka pada hari ini kami melupakan mereka sebagaimana mereka dahulu telah melupakan pertemuan mereka dengan hari ini.

Mereka selalu mengingkari ayat-ayat kami.”

(QS Al A’rāf: 44 – 51)

Dan akan didatangkan al maut (kematian).

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,

Akan didatangkan kematian (al maut) dalam bentuk domba jantan yang amlah (maksudnya) yang berwarna putih dan hitam, dan warna putihnya lebih banyak.

Maka menyerulah penyeru, “Wahai para penghuni surga, para penghuni surgapun menjulurkan leher-leher mereka dan melihat, kemudian penyeru tersebut berkata, “apakah kalian mengenal ini?” Mereka berkata iyaa, ini adalah kematian dan mereka semua nya sebelumnya sudah pernah melihat kematian.

Kemudian penyeru berkata, ” Wahai penghuni neraka, maka para penghuni neraka menjulurkan leher-leher mereka dan melihat kemudian penyeru berkata, apakah kalian mengenal ini?” Mereka menjawab iyaa , ini adalah kematian dan mereka semua sebelumnya sudah pernah melihat kematian tersebut.

Maka disembelihlah kematian, berkatalah penyeru tersebut, “Wahai penghuni surga kekekalan dan tidak ada kematian dan wahai penghuni neraka kekekalan dan tidak ada kematian”.

(Hadīts riwayat Bukhāri dan Muslim)

Para penghuni surga akan bergembira karena merekaakan kekal didalam kenikmatan dan tidak akan meninggal dunia .

Adapun para penghuni neraka maka mereka akan bersedih karena mereka akan kekal didalam adzab dan tidak akan meninggal dunia.

Ketika penghuni surga telah masuk kedalam surga dan penghuni neraka telah masuk kedalam neraka, maka syaithān yang telah menyesatkan para penghuni neraka akan berlepas diri dari mereka.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman yang artinya:

Dan berkatalah syaithān tatkala perkara telah diselesaikan, sesungguhnya Allāh telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar dan aku telah menjanjikan kepada kalian akan tetapi aku menyalahinya.

Sekali-kali aku tidak memiliki kekuasaan atas kalian,melainkan sekedar aku mengajak kalian lalu kalian mematuhi seruan ku.

Oleh sebab itu, janganlah kalian mencelaku akan tetapi cela lah diri kalian sendiri.

Aku sekali-kali tidak dapat menolong kalian dan kalian pun sekali-kali tidak dapat menolongku.

Sesungguhnya aku mengingkari perbuatan kalian,ketika sebelumnya kalian mempersekutukan aku dengan Allāh.

Sesungguhnya orang-orang yang zhalim akan mendapatkan siksaan yang pedih.

(QS Ibrāhīm : 22)

Demikianlah akhir yang buruk bagi syaithān dan para pengikut mereka mereka akan kekal didalam neraka selama-lamanya.

Dan demikian lah akhir yang baik bagi orang-orang yang bertaqwa, mereka akan kekal selama-lamanya didalam surga.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته


An Nār (Neraka) Dan Adzabnya


👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-71 dari Silsilah Berimān Kepada Hari Akhir adalah tentang ” An Naar (Neraka) Dan Adzabnya Bagian pertama”

An-Nār secara bahasa adalah api, Secara syariat, An-nār adalah negeri di akhirat yang penuh dengan adzab, yang Allāh sediakan bagi orang-orang kāfir.

Adzab yang sangat pedih dan menghinakan.

Bagaimanapun pedihnya manusia menyiksa manusia yang lain di dunia, maka adzab Allāh di neraka lebih pedih.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

فَيَوۡمَٮِٕذٍ۬ لَّا يُعَذِّبُ عَذَابَهُ ۥۤ أَحَدٌ۬

“Maka pada hari itu, tidak ada yang mengadzab seperti adzab Allāh”

(QS Al-Fajr : 25)

Orang yang masuk ke dalam neraka akan lupa dengan segala kenikmatan dunia.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Akan didatangkan seorang penghuni neraka yang paling banyak mendapat kenikmatan di dunia pada hari kiamat.

Kemudian dicelupkan sekali celupan di dalam neraka, Kemudian ditanya, “Wahai anak Ādam, pernahkah engkau melihat kebaikan? Apakah engkau pernah mendapatkan kenikmatan?

Dia menjawab, “Tidak demi Allāh wahai Rabb-ku”.”

(Hadīts riwayat Muslim)

Karena sangat pedihnya, mereka akan menebus adzab di neraka dengan orang-orang yang sangat mereka cintai di dunia dan seluruh manusia.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

ۚ يَوَدُّ ٱلۡمُجۡرِمُ لَوۡ يَفۡتَدِى مِنۡ عَذَابِ يَوۡمِٮِٕذِۭ بِبَنِيهِ (١١)وَصَـٰحِبَتِهِۦ وَأَخِيهِ (١٢) وَفَصِيلَتِهِ ٱلَّتِى تُـٔۡوِيهِ (١٣) وَمَن فِى ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعً۬ا ثُمَّ يُنجِيهِ

“Orang kāfir berangan-angan seandainya bisa menebus adzab saat itu dengan anak-anak laki-lakinya, istrinya dan saudara laki-lakinya dan keluarganya yang menaunginya. Dan semua yang ada di permukaan bumi, kemudian tebusan itu bisa menyelamatkan dia”

(QS Al-Ma’ārij : 11-14)

Di dunia seseorang rela berkorban demi keselamatan orang-orang yang dia cintai.

Namun di neraka justru dia akan mengorbankan orang-orang yang dia cintai demi keselamatan dirinya.

Di antara nama-nama neraka adalah Hāwiyyah yang artinya jurang yang dalam (Al-Qāri’ah : 9)

Di antara namanya adalah Al-Khutamah yang artinya yang menghancurkan apa yang ada di dalamnya (Al-Humazah : 4)

Dan di antara namanya adalah Jahīm yaitu api yang menyala-nyala (Al-Infithār :14)

Dan di antara namanya adalah Saqar yang artinya yang menghanguskan (Al-Mudatsir: 26)

Penjaga neraka adalah 19 malāikat yang keras dan kejam, yang mereka menyiksa sesuai dengan perintah Allāh (At-Tahrim: 6 dan Al-Mudatsir:30).

Penduduk neraka sangat banyak jumlahnya.

Setiap 1000 orang, satu orang akan masuk surga, 999 orang akan masuk kedalam neraka.

Di dalam hadīts yang diriwayatkan oleh Al-Imām Al-Bukhāri , Allāh Subhānahu wa Ta’āla berkata kepada Nabi Ādam:

“Keluarkanlah dari setiap seribu, 999 orang”

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda di dalam hadīts ini, “Bergembiralah kalian, sesungguhnya dari kalian 1 orang dan dari Ya’juj dan Ma’juj 1000 orang”

Orang-orang kāfir yang jumlahnya sangat banyak tersebut badannya akan dibuat besar.

Satu gigi geraham akan sebesar gunung Uhud. Dan jarak antara dua ujung pundak salah seorang di antara mereka sejauh tiga hari perjalanan bagi pengendara cepat.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Antara dua ujung pundak orang kāfir di dalam neraka perjalanan orang yang naik kendaraan dengan cepat selama tiga hari”

(Hadīts riwayat Bukhāri dan Muslim).

Dan (beliau) Shallallāhu ‘alayhi wa sallam juga bersabda:

“Sesungguhnya tebal kulit orang kafir 42 hasta dan satu gigi geraham dia seperti gunung Uhud, Dan sesungguhnya tempat duduk dia di jahannam seperti antara Mekkah dan Madināh”

(Hadīts Shahīh Riwayat Tirmidzi)

⇒Empat puluh dua hasta kurang lebih 19 meter.

⇒Tinggi gunung uhud kurang lebih 128 meter.

⇒Dan jarak Mekkah dan Madināh kurang lebih 450 km.

Jumlah penghuni neraka yang
sangat banyak dengan ukuran tubuh masing-masing yang sangat besar, menunjukkan tentang sangat besarnya neraka.

Meskipun demikian masih ada tempat yang tersisa di dalam neraka.

Dan neraka masih akan terus bertanya,

Apakah masih ada tambahan?

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

يَوۡمَ نَقُولُ لِجَهَنَّمَ هَلِ ٱمۡتَلَأۡتِ وَتَقُولُ هَلۡ مِن مَّزِيدٍ۬

“Pada hari di mana Kami berkata kepada jahannam, ‘Apakah kamu sudah penuh?’ Dan jahannam berkata, Apakah masih ada tambahan?”

(QS Qāf :30)

Di dalam sebuah hadīts Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

Senantiasa jahannam berkata,

“Apakah masih ada tambahan?”

Sampai Rabbul ‘izzah (Allāh) meletakkan telapak kakinya di neraka, kemudian barulah neraka berkata, “Cukup, cukup, demi keperkasaan-Mu”

Maka neraka-pun saling melipat sebagian ke sebagian yang lain.

(Hadīts riwayat Bukhāri )

Di antara yang menunjukkan besarnya neraka suatu hari para sahabat Radhiyallāhu ‘anhum sedang bersama Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam, tiba-tiba mereka mendengar suara sesuatu yang jatuh.

Maka Nabi bertanya:

“Tahukah kalian apa ini?”

Mereka menjawab:

“Allāh dan Rasul-Nya lebih tahu.

Beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Ini adalah batu yang telah dilempar ke dalam neraka semenjak 70 tahun yang lalu. Maka dia jatuh melesat ke dalam neraka sehingga sekarang sampai di dasarnya”

(Hadīts riwayat Muslim)

Dan di antara yang menunjukkan besarnya neraka, bahwa 4,9 miliar malāikat akan menyeret neraka jahannam pada hari kiamat, sebagaimana telah berlalu hadītsnya.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته


 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى

 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-72 dari Silsilah ‘Ilmiyah Berimān Kepada Hari Akhir adalah tentang ” An Nār (Neraka) Dan Adzabnya Bagian kedua”

Neraka akan dinyalakan dihari kiamat dan apabila sudah dinyalakan dia tidak akan padam.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَإِذَا ٱلۡجَحِيمُ سُعِّرَتۡ

“Dan apabila neraka dinyalakan”

(QS At-Takwīrr : 12)

Dan Allāh berfirman,

ڪُلَّمَا خَبَتۡ زِدۡنَـٰهُمۡ سَعِيرً۬ا

“Setiap kali neraka akan padam, maka Kami akan menambah nyala apinya”.

(QS Al-Isrā’ :97)

⇒Neraka bisa melihat, mendengar dan berbicara.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

Akan keluar potongan dari neraka yang berbentuk leher pada hari kiamat, Dia memiliki dua mata yang melihat, dua telinga yang mendengar dan lisan yang berbicara.

Dia berkata: “Aku diberi tugas untuk mengadzab tiga golongan”

⇒Setiap orang yang sombong dan keras kepala (maksudnya dalam menentang kebenaran)
⇒Orang yang berdo’a kepada selain Allāh bersama Allāh
⇒Dan orang-orang yang menggambar (Yaitu menggambar mahluk hidup yang bernyawa)

(Hadīts Shahīh riwayat Tirmidzi).

⇒Pintu-pintu neraka ada tujuh

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

لَهَا سَبۡعَةُ أَبۡوَٲبٍ۬ لِّكُلِّ بَابٍ۬ مِّنۡہُمۡ جُزۡءٌ۬ مَّقۡسُومٌ

“Neraka memiliki tujuh pintu. Setiap pintu ada bagiannya”

(QS Al-Hijr : 44)

⇒Maksudnya, akan dimasuki penghuni neraka sesuai dengan amalannya.

Pintu-pintu tersebut akan dibuka langsung ketika penduduk neraka sampai di depan pintu neraka tanpa adanya syafa’at (Lihat Az-Zummar : 71).

Di bulan Ramadhān, tujuh pintu ini akan ditutup (Hadīts riwayat Bukhāri dan Muslim)

Setelah masuk orang-orang kāfir ke dalam neraka, maka pintu-pintu tersebut tidak akan dibuka untuk mereka.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

عَلَيۡہِمۡ نَارٌ۬ مُّؤۡصَدَةُۢ

“Bagi mereka neraka yang tertutup”.

(QS Al-Balad : 20)

Neraka memiliki tingkatan-tingkatan sesuai dengan kedahsyatan adzabnya.

⇒Orang-orang munāfiq berada di tingkat paling bawah.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

إِنَّ ٱلۡمُنَـٰفِقِينَ فِى ٱلدَّرۡكِ ٱلۡأَسۡفَلِ مِنَ ٱلنَّارِ

“Sesungguhnya orang-orang munāfiq berada di tingkat paling bawah dari neraka”

(QS An-Nisā :145)

Dan orang yang paling ringan adzabnya adalah yang disebutkan oleh Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam:

“Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan adzabnya adalah orang yang memakai dua sandal dan dua tali sandal dari api, Akan mendidih otaknya oleh sebab keduanya. Seperti mendidihnya periuk, Dia tidak melihat ada orang yang lebih keras adzabnya dari pada dia, Padahal sesungguhnya dialah orang yang paling ringan adzabnya”

(Hadīts riwayat Bukhāri dan Muslim)

Bahan bakar neraka adalah orang-orang kāfir, batu dan segala sesuatu yang disembah selain Allāh dan dia ridhā.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

فَإِن لَّمۡ تَفۡعَلُواْ وَلَن تَفۡعَلُواْ فَٱتَّقُواْ ٱلنَّارَ ٱلَّتِى وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُ‌ۖ أُعِدَّتۡ لِلۡكَـٰفِرِينَ

“Maka hendaklah kalian takut dengan neraka, yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan untuk orang-orang kāfir ”

(QS Al-Baqarah : 24)

Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

إِنَّڪُمۡ وَمَا تَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ أَنتُمۡ لَهَا وَٲرِدُونَ

“Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allāh adalah bahan bakar jahannam. Kalian akan memasukinya”

(QS Al-Anbiyā : 98)

⇒Api neraka adalah api yang sangat panas.

Dan telah berlalu bahwasanya api di dunia adalah satu dari tujuh puluh bagian api neraka.

Tidak ada kesejukan sama sekali di dalam neraka. Benda-benda sekitar yang diharapkan memiliki kesejukan, ternyata merupakan adzab tersendiri bagi penghuninya.

Angin yang sangat panas, air yang mendidih dan teduhan atau naungan dari asap yang hitam.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَأَصۡحَـٰبُ ٱلشِّمَالِ مَآ أَصۡحَـٰبُ ٱلشِّمَالِ (٤١) فِى سَمُومٍ۬ وَحَمِيمٍ۬ (٤٢) وَظِلٍّ۬ مِّن يَحۡمُومٍ۬ (٤٣) لَّا بَارِدٍ۬ وَلَا كَرِيمٍ (٤٤) إِ

“Dan golongan kiri, betapa sengsaranya golongan kiri, Di dalam siksaan angin yang sangat panas, air yang mendidih dan teduhan asap yang hitam, Teduhan yang tidak dingin dan tidak menyenangkan untuk dipandang”

(QS Al-Wāqi’ah :41-44)

Dan Allāh berfirman yang artinya,

“Pergilah kalian kepada teduhan yang memiliki tiga cabang, Yang tidak menaungi dan tidak melindungi dari api neraka, Sungguh neraka akan melemparkan percikan api sebesar istana (Maksudnya tinggi dan besar) Percikan api tersebut seperti unta-unta hitam yang condong ke warna kuning”.

(QS Al-Mursalāt :30-33)

Penghuni neraka adalah orang-orang kafir yang terdiri dari orang-orang musyrik, ahlul kitāb (Yahūdi dan Nashrāni) dan orang-orang munāfiq.

Allāh berfirman:

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَـٰبِ وَٱلۡمُشۡرِكِينَ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خَـٰلِدِينَ فِيہَآ‌ۚ

“Sesungguhnya orang-orang kāfir dari ahlul kitāb dan orang-orang musyrik berada di dalam neraka jahannam, kekal di dalamnya”.

(QS Al-Bayyinah : 6)

Dan Allāh berfirman:

إِنَّ ٱللَّهَ جَامِعُ ٱلۡمُنَـٰفِقِينَ وَٱلۡكَـٰفِرِينَ فِى جَهَنَّمَ جَمِيعًا

“Sesungguhnya Allāh akan mengumpulkan orang-orang munafik dan orang-orang kāfir di dalam jahannam semuanya”.

(QS An-Nisā :140)

Di antara penghuni neraka adalah Fir’aun yang ada di zaman Nabi Musa (Lihat Surat Hūd : 98)

Istri Nabi Nuh dan Nabi Luth (At-Tahrim : 10)

Serta Abū Lahab dan istrinya (Lihat Surat Al-Massad :1-5)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى

📗 Beriman Kepada Hari Akhir


السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين


Halaqah yang ke-73 dari Silsilah ‘Ilmiyah Berimān Kepada Hari Akhir adalah tentang ” An Nār (Neraka) Dan Adzabnya Bagian ketiga”


Di antara makanan penduduk neraka adalah dzarī’.


Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:


لَّيۡسَ لَهُمۡ طَعَامٌ إِلَّا مِن ضَرِيعٍ۬ (٦) لَّا يُسۡمِنُ وَلَا يُغۡنِى مِن جُوعٍ۬ (٧)


“Tidak ada makanan bagi mereka kecuali dzarī’ yang tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar”.


(QS Al-Ghāsiyah : 6-7)


Ada yang mengatakan dzarī’ adalah nama tumbuhan berduri.


Dan di antara makanan mereka adalah buah dari pohon zaqqūm.


Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:


إِنَّ شَجَرَتَ ٱلزَّقُّومِ (٤٣) طَعَامُ ٱلۡأَثِيمِ (٤٤) كَٱلۡمُهۡلِ يَغۡلِى فِى ٱلۡبُطُونِ (٤٥) كَغَلۡىِ ٱلۡحَمِيمِ (٤٦)


“Sesungguhnya pohon zaqqūm adalah makanan orang yang sangat berdosa. Dia seperti cairan logam yang mendidih di dalam perut. Seperti mendidihnya air yang sangat panas”


(QS Ad-Dukhān : 43-46)


Dalam ayat yang lain Allāh mengabarkan bahwasanya zaqqūm adalah pohon yang keluar dari dasar neraka.


Mayangnya seperti kepala-kepala syaithān dan para penghuni neraka akan memakannya dan memenuhi perutnya dengan buah tersebut (Lihat As-Sāffāt: 62-66)


Allāh juga menyebutkan bahwasanya setelah penuh perut mereka dengan buah zaqqūm,

maka mereka akan meminum dari air yang mendidih seperti unta yang sangat kehausan (Lihat Al-Wāqi’ah : 51- 55)


Di dalam surat Al-Kahfi : 29, disebutkan bahwasanya setiap kali mereka meminta air minum, maka mereka akan diberi air minum seperti cairan logam yang mendidih yang akan menghanguskan wajah-wajah mereka, (Maksudnya) ketika air tersebut mendekat ke mulut mereka.


Dan ketika meminumnya, maka air panas tersebut akan memotong-motong usus mereka.


Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:


وَسُقُواْ مَآءً حَمِيمً۬ا فَقَطَّعَ أَمۡعَآءَهُمۡ


“Dan mereka akan diberi air minum yang sangat panas, maka air panas tersebut akan memotong-motong usus-usus mereka”


(QS Muhammad : 15)


Dan di antara makanan penghuni neraka adalah ghislīn, yaitu nanah penduduk neraka yang sangat busuk baunya dan sangat tidak enak rasanya.


Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:


فَلَيۡسَ لَهُ ٱلۡيَوۡمَ هَـٰهُنَا حَمِيمٌ۬ (٣٥) وَلَا طَعَامٌ إِلَّا مِنۡ غِسۡلِينٍ۬ (٣٦) لَّا يَأۡكُلُهُ ۥۤ إِلَّا ٱلۡخَـٰطِـُٔونَ (٣٧)


“Maka tidak ada baginya pada hari ini teman dekat di sini. Dan tidak ada makanan bagi mereka kecuali dari ghislin. Tidak memakannya kecuali orang-orang yang berdosa”


(QS Al-Hāqqah : 35-37)


⇒Pakaian mereka dari api dan tembaga panas.


Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:


فَٱلَّذِينَ ڪَفَرُواْ قُطِّعَتۡ لَهُمۡ ثِيَابٌ۬ مِّن نَّارٍ۬


“Maka orang-orang kāfir akan dipotongkan bagi mereka pakaian-pakaian dari api”


(QS Al-Hajj :19)


Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:


سَرَابِيلُهُم مِّن قَطِرَانٍ۬ وَتَغۡشَىٰ وُجُوهَهُمُ ٱلنَّارُ


“Pakaian mereka dari tembaga panas dan api akan menutupi wajah-wajah mereka”


(QS Ibrāhīm: 50)


⇒Kulit penghuni neraka yang begitu tebal akan matang.


Namun setiap matang Allāh akan mengembalikan seperti semula, supaya dia merasakan adzab kembali (Lihat Surat An-Nisā :56)


Isi perut mereka akan meleleh dan kulit mereka akan hancur setelah disiram dengan air panas.


Dan mereka akan dipukul dengan palu-palu dari besi setiap kali mereka berusaha untuk keluar dari siksa (Lihat Surat Al-Hajj :19-22)


Di dalam neraka mereka akan diseret di atas wajah-wajah mereka.


Allāh berfirman,


يَوۡمَ يُسۡحَبُونَ فِى ٱلنَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمۡ


“Pada hari di mana mereka akan diseret di dalam neraka di atas wajah-wajah mereka”


(QS Al-Qamar :48)


Wajah mereka akan menjadi hitam (Lihat Surat Āli-Imrān : 106)


Leher mereka akan dibelenggu dan kaki mereka akan dirantai kemudian diseret di dalam air yang mendidih dan dibakar dengan api (Lihat Surat Ghāfir : 71-72)


Demikianlah pedihnya adzab bagi penghuni neraka.


Mereka berteriak meminta kepada Allāh supaya dikeluarkan dari neraka dan beramal shalih.


Allāh berfirman:


وَهُمۡ يَصۡطَرِخُونَ فِيہَا رَبَّنَآ أَخۡرِجۡنَا نَعۡمَلۡ صَـٰلِحًا غَيۡرَ ٱلَّذِى ڪُنَّا نَعۡمَلُۚ


“Dan mereka berteriak dari dalam neraka, Wahai Rabb kami, keluarkanlah kami maka kami akan beramal shalih, amalan yang lain dari apa yang sudah kami amalkan”


(QS Fāthir : 37)


Namun permintaan mereka tidak berarti. Mereka juga meminta kepada para penjaga neraka supaya mereka berdo’a kepada Allāh agar meringankan adzab bagi mereka, meskipun hanya satu hari, supaya mereka bisa istirahat (Lihat Surat Ghāfir : 49)


Namun permintaan mereka tidak membawa hasil. Mereka juga berkata kepada malāikat Mālik, malāikat penjaga neraka, supaya Allāh mematikan mereka saja.


Allāh berfirman:


وَنَادَوۡاْ يَـٰمَـٰلِكُ لِيَقۡضِ عَلَيۡنَا رَبُّكَ‌ۖ قَالَ إِنَّكُم مَّـٰكِثُونَ


Dan mereka memanggil, Wahai Mālik hendaklah Rabb-mu mematikan kami. Malik berkata, “Sesungguhnya kalian akan terus tinggal di neraka”


(QS Az-Zukhruf : 77)


Mereka tidak akan keluar dari neraka, tidak akan diringankan adzabnya dan tidak akan dimatikan.


Balasan bagi orang-orang yang kāfir kepada Allāh Rabbul’alāmin.


Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.


والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

AL JANNAH DAN KENIKMATANNYA


👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-66 dari Silsilah ‘Ilmiyah Berimān kepada hari akhir adalah tentang “Al Jannah dan Kenikmatannya bagian pertama”

◆ Secara bahasa

Al Jannah adalah kebun.

◆ Secara syari’at

Al Jannah adalah negeri di akhirat yang penuh dengan kenikmatan yang Allāh sediakan bagi orang-orang yang bertakwa.

Kenikmatan yang tidak pernah terbetik didalam hati manusia, Bagaimanapun besar kenikmatan didunia, maka tidak akan menyamai kenikmatan didalam surga.

Dan bagaimanapun kita berusaha mengkhayal sebuah kenikmatan, maka tidak akan setara dengan kenikmatan didalam surga.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

فَلَا تَعۡلَمُ نَفۡسٌ۬ مَّآ أُخۡفِىَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعۡيُنٍ۬ جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ

“Maka sebuah jiwa tidak mengetahui apa yang tersimpan untuknya, berupa kenikmatan yang menyejukkan mata. Sebagai balasan atas apa yang sudah mereka amalkan.”

(QS As-Sajdah : 17)

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

قَالَ اللَّه: أَعْدَدْتُ لِعِبَادِيْ الصَّالِحِيْنَ مَا لاَ عَيْنَ رَأَتْ ، وَلاَ أُذُنَ سَمِعَتْ ، وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ

“Allāh Ta’āla berkata, Aku siapkan bagi hamba-hamba-Ku yang shālih, kenikmatan yang tidak pernah dilihat oleh mata dan tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terbetik di dalam hati manusia.”

(Hadīts riwayat Bukhāri dan Muslim)

Allāh Subhānahu wa Ta’āla telah mengabarkan kepada kita sebagian dari kenikmatan surga.

Nama-nama kenikmatan di dalam surga yang Allāh kabarkan kepada kita sama dengan nama-nama kenikmatan yang ada di dunia.

Namun memiliki sifat yang berbeda. Rumah di surga lain dengan rumah di dunia, meskipun namanya sama-sama rumah.

Demikian pula buah-buahan di surga jauh lebih nikmat dari pada buah-buahan di dunia, meski sama namanya.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

ڪُلَّمَا رُزِقُواْ مِنۡہَا مِن ثَمَرَةٍ۬ رِّزۡقً۬ا‌ۙ قَالُواْ هَـٰذَا ٱلَّذِى رُزِقۡنَا مِن قَبۡلُ‌ۖ وَأُتُواْ بِهِۦ مُتَشَـٰبِهً۬ا‌ۖ

“Setiap kali mereka diberi buah-buahan dari surga mereka berkata,
Inilah rezeki yang telah diberikan kepada kami dahulu di dunia.
Mereka diberi buah-buahan yang serupa”.

(QS. Al-Baqarah : 25)

Ada yang mengatakan serupa warna, bentuk dan namanya. Namun berbeda rasa dan kelezatannya.

Orang yang masuk surga dan merasakan sedikit dari kenikmatan surga akan merasa bahwa dia tidak pernah susah di dunia.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

Dan akan didatangkan seorang penduduk surga yang paling susah di dunia. Kemudian dicelupkan sekali celupan di dalam surga. Kemudian ditanya, “Wahai anak Adam, pernahkah engkau merasakan kesengsaraan? Apakah pernah engkau tertimpa kesusahan?”

Dia menjawab, “Tidak pernah, demi Allāh Wahai Rabb-ku tidak pernah aku sengsara dan tidak pernah aku melihat kesusahan.”

(Hadīts riwayat Muslim)

Dan di antara kesempurnaan kenikmatan surga, bahwa apa yang kita inginkan akan diberi oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

لَّهُمۡ فِيهَا مَا يَشَآءُونَ خَـٰلِدِينَ‌ۚ

“Bagi merekalah apa yang mereka inginkan, di dalam surga mereka kekal di dalamnya.”

(QS Al-Furqan : 16)

Oleh karena itu, di antara nama-nama surga adalah Jannatun Na’im (Jannah yang penuh dengan kenikmatan) ⇒ Lihat Surat Luqmān:8

Dan di antara nama-nama surga adalah Darussalam (Negeri yang selamat) Maksudnya selamat dari semua kekurangan dan kejelekan (Lihat Surat Al-An’am:127)

Dan di antara nama surga adalah Maqam Amiin (Tempat tinggal yang aman) Yaitu aman dari segala musibah dan kejelekan (Lihat Surat Ad-Dukhan:51)

Dan di antara nama-nama surga adalah Daarul Muqamah (Negeri yang terus menerus ditempati) (Lihat Surat Faathir :35)

Demikianlah kesempurnaan kenikmatan di dalam surga, negeri yang penuh dengan kenikmatan, selamat dari semua kekurangan, aman dari segala musibah dan kekal selama-lamanya.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-67 dari Silsilah ‘Ilmiyah Berimān Kepada Hari Akhir adalah tentang “Al Jannah Dan Kenikmatan nya Bagian Kedua”

Luas surga adalah seluas langit dan bumi.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَسَارِعُوٓاْ إِلَىٰ مَغۡفِرَةٍ۬ مِّن رَّبِّڪُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا ٱلسَّمَـٰوَٲتُ وَٱلۡأَرۡضُ

“Dan hendaklah kalian berlomba-lomba untuk mendapatkan ampunan dari Rabb kalian. Dan berlomba untuk mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.”

(QS Āli-‘Imrān : 133)

⇒Para penduduk surga akan mendapatkan rumah-rumah yang mewah.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

لَـٰكِنِ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ رَبَّہُمۡ لَهُمۡ غُرَفٌ۬ مِّن فَوۡقِهَا غُرَفٌ۬ مَّبۡنِيَّةٌ۬ تَجۡرِى مِن تَحۡتِہَا ٱلۡأَنۡہَـٰرُ‌ۖ

“Akan tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Allāh, bagi mereka kamar-kamar di dalam surga, yang di atasnya ada kamar-kamar yang dibangun”.

(QS Az-Zumar : 20)

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam telah mengabarkan tentang bangunan dan tanah di surga.

Ketika beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam ditanya oleh para shahābat tentang bangunan surga, beliau (shallallāhu ‘alayhi wa sallam) berkata:

“Batu bata dari perak dan batu bata dari emas, lumpurnya berbau wangi kasturi yang sangat harum. Kerikilnya mutiara dan batu mulia. Tanahnya elok seperti warna za’faran”.

(Hadīts Shahīh riwayat Tirmidzi)

Di dalam sebuah hadīts Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengabarkan, “bahwasanya orang yang shalāt 12 raka’at setiap hari, maka akan dibangunkan rumah di surga”. (Hadīts Riwayat Muslim)

⇒Maksud dari 12 raka’at adalah shalāt rawatib yang terdiri dari:

√ 4 raka’at sebelum Dhuhur,
√ 2 raka’at setelah Dhuhur,
√ 2 raka’at setelah Maghrib,
√ 2 raka’at setelah Isya’ dan
√ 2 raka’at sebelum Shubuh.

⇒Di dalam surga juga ada kemah.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Kemah didalam surga terbuat dari mutiara-mutiara yang berongga di dalamnya, tinggi kemah tersebut 30 mil ke atas”

(Hadīts riwayat Bukhāri)

Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengabarkan dalam Surat Al-Baqarah : 25 dan juga ayat-ayat yang lain bahwasanya surga di bawahnya mengalir sungai-sungai.

Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengabarkan dalam ayat yang lain bahwa di dalam surga,

√ Ada sungai dari air yang tidak akan payau,
√ Ada sungai-sungai dari susu yang tidak akan berubah rasanya,
√ Ada sungai-sungai dari khamr yang lezat bagi orang-orang yang meminumnya.
√ Ada sungai-sungai dari madu yang tersaring lagi bersih (Lihat Surat Muhammad:15)

Dan di antara sungai-sungai yang ada adalah Al-Kautsar, sungai yang Allāh berikan untuk Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

إِنَّآ أَعۡطَيۡنَـٰكَ ٱلۡكَوۡثَرَ

“Sungguh Aku telah memberimu wahai Muhammad, Al-Kautsar”

(QS Al-Kautsar : 1)

⇒Di dalam surga juga ada mata air-mata air yang mengalir.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ فِى جَنَّـٰتٍ۬ وَعُيُونٍ

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam kebun-kebun dan mata air-mata air yang mengalir.”

(QS Adz-Dzariyat : 15)

⇒Dan di antara nama mata air surga adalah salsabil (Lihat Al-Insan : 18).

⇒Di dalam surga juga ada pohon-pohon.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam menyebutkan di dalam sebuah hadīts:

“Sesungguhnya di dalam surga ada sebuah pohon yang apabila seorang pengendara berjalan menuruti bayangannya, yaitu bayangan pohon tersebut, niscaya 100 tahun dia tidak akan selesai”.

(Hadīts riwayat Bukhāri)

Dan di antara pohon surga adalah Sidratul Muntaha yang Allāh sebutkan dalam Surat An-Najm : 14.

Adapun bau wanginya maka Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam telah mengabarkan di dalam sebuah hadits yang shahīh yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Mājah.

وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ سَبْعِينَ

“Sungguh bau wangi surga tercium dari jarak perjalanan 70 tahun.”

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته


👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-68 dari Silsilah ‘Ilmiyah Berimān Kepada Hari Akhir adalah tentang “Al Jannah Dan Kenikmatannya Bagian Ketiga”

Di antara makanan penduduk surga adalah daging burung dan buah-buahan.

Mereka akan meminum arak di dalam surga yang tidak memabukkan dan tidak membuat pening kepala.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

يَطُوفُ عَلَيۡہِمۡ وِلۡدَٲنٌ۬ مُّخَلَّدُونَ (١٧) بِأَكۡوَابٍ۬ وَأَبَارِيقَ وَكَأۡسٍ۬ مِّن مَّعِينٍ۬ (١٨) لَّا يُصَدَّعُونَ عَنۡہَا وَلَا يُنزِفُونَ (١٩) وَفَـٰكِهَةٍ۬ مِّمَّا يَتَخَيَّرُونَ (٢٠) وَلَحۡمِ طَيۡرٍ۬ مِّمَّا يَشۡتَہُونَ (٢١) وَ

“Mereka akan dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan seloki atau piala yang berisi arak yang diambil dari mata air yang mengalir. Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk. Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih. Dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.

(QS Al-Wāqi’ah:17-21)

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Di dalam surga ada burung yang lehernya seperti leher unta, Kemudian beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengatakan,
Yang memakannya lebih baik dari padanya”

(Hadīts hasan riwayat Tirmidzi)

Makanan pertama penduduk surga adalah tambahan hati ikan paus (Hadīts riwayat Bukhāri ).

⇒Maksudnya adalah sepotong daging yang menggantung pada hati ikan paus dan dia adalah bagian yang paling lezat dari hati ikan paus.

Di dalam hadīts Tsauban Radhiyallāhu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Imām Muslim, beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam ditanya oleh seorang ulamā Yahūdi, Apa yang mereka makan setelah itu?

Beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam berkata:

“Akan disembelih bagi mereka sapi jantan dari surga yang akan dimakan oleh semua penduduk surga”

Ulamā Yahūdi tersebut berkata,
Apa yang mereka minum setelahnya?

Beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam berkata:

“Mereka akan minum dari mata air di dalam surga yang dinamakan salsabil”

Para penduduk surga makan bukan karena lapar, dan minum bukan karena haus. Dan mereka tidak mengeluarkan kotoran.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya penduduk surga makan dan minum, dan tidak meludah, tidak buang air kecil, tidak buang air besar dan tidak membuang ingus.

Mereka bertanya, Lalu ke mana makanannya?

Beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengatakan:

“Menjadi sendawa dan keringat, seperti keringat minyak kasturi”

(Hadīts riwayat Muslim)

⇒Bejana-bejana mereka seperti piring, cangkir, gelas dan teko terbuat dari emas dan perak.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Dua surga terbuat dari perak, bejana-bejana keduanya dan apa-apa yang ada di dalam keduanya. Dan Dua surga terbuat dari emas, bejana-bejana keduanya dan apa-apa yang ada di dalam keduanya”

(Hadīts riwayat Bukhāri dan Muslim)

⇒Pakaian penduduk surga terbuat dari sutra, memakai perhiasan dari emas, perak dan mutiara.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

يُحَلَّوۡنَ فِيهَا مِنۡ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٍ۬ وَلُؤۡلُؤً۬ا‌ۖ وَلِبَاسُهُمۡ فِيهَا حَرِيرٌ۬

“Mereka diberi perhiasan gelang dari emas dan perhiasan mutiara, dan pakaian mereka dari sutra”

(QS Al-Hajj : 23)

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

عَـٰلِيَہُمۡ ثِيَابُ سُندُسٍ خُضۡرٌ۬ وَإِسۡتَبۡرَقٌ۬‌ۖ وَحُلُّوٓاْ أَسَاوِرَ مِن فِضَّةٍ۬ وَسَقَٮٰهُمۡ رَبُّہُمۡ شَرَابً۬ا طَهُورًا

“Mereka akan memakai pakaian dalam dari sutra halus yang berwarna hijau dan memakai pakaian luar dari sutra tebal dan dihiasi dengan gelang dari perak dan Rabb mereka memberi minum kepada mereka dengan air yang sangat bersih.

(QS Al-Insān : 21)

Mereka akan bersandar di atas permadani yang dalamnya terbuat dari sutra tebal (Lihat Ar-Rahman:54)

Dan akan bersandar di atas sofa yang tersusun (Lihat At-Thur:20)

Para penduduk surga akan saling bertemu dan bertegur sapa.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَأَقۡبَلَ بَعۡضُہُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٍ۬ يَتَسَآءَلُونَ (٢٥) قَالُوٓاْ إِنَّا ڪُنَّا قَبۡلُ فِىٓ أَهۡلِنَا مُشۡفِقِينَ (٢٦) فَمَنَّ ٱللَّهُ عَلَيۡنَا وَوَقَٮٰنَا عَذَابَ ٱلسَّمُومِ (٢٧) إِنَّا ڪُنَّا مِن قَبۡلُ نَدۡعُوهُ‌ۖ إِنَّهُ ۥ هُوَ ٱلۡبَرُّ ٱلرَّحِيمُ (٢٨)

“Dan mereka akan saling berhadapan dan saling bertanya. Mereka berkata,
Sesungguhnya kita dahulu di dunia sewaktu berada di tengah-tengah keluarga, kita merasa takut dengan adzab. Maka Allāh memberikan karunia kepada kita. Dan memelihara kita dari adzab neraka. Sesungguhnya kita dahulu menyembahnya sejak dahulu dan Dia-lah yang Maha Melimpahkan Kebaikan dan Maha Penyayang.

(QS At-Thur :25-28)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته


👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-69 dari Silsilah ‘Ilmiyah Berimān Kepada Hari Akhir adalah tentang “Al Jannah Dan Kenikmatannya Bagian Keempat”

Para penduduk surga akan masuk ke dalam surga seperti manusia yang berumur 33 tahun.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ جُرْدًا مُرْدًا مُكَحَّلِينَ أَبْنَاءَ ثَلَاثٍ وَثَلَاثِينَ

“Penduduk surga akan masuk ke dalam surga dalam keadaan kulit tidak berambut, tidak berjenggot, bercelak matanya seperti manusia yang berumur tiga puluh atau tiga puluh tiga tahun”

(Hadīts Hasan Riwayat Tirmidzi)

⇒Tiga puluh atau tiga puluh tiga adalah keraguan dari rawi.

Dan di dalam hadīts hasan yang diriwayatkan oleh Imām Ahmad dari Abū Hurairah Radhiyallāhu ‘anhu disebutkan bahwasanya:

“Mereka akan masuk surga dalam keadaan kulit berwarna putih, berumur tiga puluh tiga tahun dengan tinggi enam puluh hasta”

⇒Satu hasta adalah dari satu siku ke ujung jari.

Allāh akan menikahkan para laki-laki penduduk surga dengan
bidadari yang sempurna kecantikannya.

Allāh berfirman:

وَزَوَّجۡنَـٰهُم بِحُورٍ عِينٍ۬

“Dan Kami akan menikahkan mereka dengan bidadari-bidadari”

(QS Ath-Thūr : 20)

Dan yang dimaksud dengan Khūr adalah ‘wanita-wanita yang putih matanya sangat putih, Dan bagian hitam matanya sangat hitam’.

Dan ‘Iin adalah ‘wanita-wanita yang lebar matanya’.

Allāh menyebutkan bahwasanya bidadari-bidadari tersebut besar payudaranya dan sebaya umurnya⇛(QS An-Naba’:33)

Mereka diciptakan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla secara langsung dalam keadaan perawan dan penuh rasa cinta kepada suaminya ⇛(QS Al-Waqi’ah:35-37)

Sangat cantik seperti mutiara yang tersimpan, yang tidak berubah warnanya ⇛(QS Al-Wāqi’ah : 23)

Dan ada yang seperti batu mulia dan mereka menjaga pandangan mereka hanya untuk suaminya⇛ (QS Ar-Rahman:56-58)

Para bidadari tersebut tidak pernah haid dan mereka bersih dari segala kotoran⇛(QS Al-Baqarah : 25)

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam menyebutkan bahwasanya seandainya salah seorang bidadari muncul dan melihat ke bumi, niscaya dia akan menyinari apa yang ada di antara surga dan bumi.
Dan niscaya akan memenuhi antara surga dan bumi dengan bau wangi.

Dan sungguh khimar atau kerudung seorang bidadari lebih baik dari pada dunia dan seisinya (Hadīts Riwayat Bukhāri)

Para bidadari tersebut akan cemburu bila suaminya yang sedang di dunia disakiti oleh istrinya di dunia, sebagaimana tersebut dalam hadīts yang shahīh riwayat Tirmidzi dan Ibnu Mājah.

Lelaki penduduk surga akan diberi kekuatan seratus kali lipat dalam makan, minum, syahwat dan mendatangi istrinya.

(Hadīts Shahīh Riwayat Ath-Thabrani didalam Al-Mu’jamul Kabiir).

Istri di dunia akan menjadi istri di akhirat apabila istri tersebut berimān.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

جَنَّـٰتُ عَدۡنٍ۬ يَدۡخُلُونَہَا وَمَن صَلَحَ مِنۡ ءَابَآٮِٕہِمۡ وَأَزۡوَٲجِهِمۡ وَذُرِّيَّـٰتِہِمۡ‌ۖ

“Surga-surga yang mereka akan masuk ke dalamnya dan juga orang-orang yang shālih dari bapak-bapak mereka, istri-istri mereka dan keturunan-keturunan mereka”.

(QS Ar-Ra’ad: 23)

Para penduduk surga akan dilayani oleh anak-anak muda yang Allāh ciptakan di dalam surga, mereka akan sangat indah dipandang dan banyak seperti mutiara-mutiara yang bertebaran ⇛(Lihat QS Al-Wāqi’ah:17 dan QS Al-Insān:19)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته


👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-70 dari Silsilah ‘Ilmiyah Berimān Kepada Hari Akhir adalah tentang “Al Jannah Dan Kenikmatannya Bagian Kelima”

Sebagian besar penduduk surga adalah orang-orang lemah.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

فَكَانَ عَامَّةُ مَنْ دَخَلَهَا الْمَسَاكِينَ

“Maka sebagian besar orang yang memasukinya adalah orang-orang miskin”

(Hadīts riwayat Bukhāri dan Muslim).

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam telah mengabarkan beberapa nama penduduk surga, di antaranya; Abū Bakr, Umar, Utsman, ‘Āli Radhiyallāhu ‘anhum

Sebagaimana di dalam hadīts yang shahīh yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.

Kenikmatan paling besar bagi penduduk surga di atas segala kenikmatan surga yang mereka rasakan adalah memandang wajah Allāh yang mulia.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Apabila penduduk surga masuk ke dalam surga maka Allāh Tābaraka wa Ta’āla akan berkata:

“Apakah kalian menginginkan aku tambah kenikmatan kepada kalian?”

Mereka berkata:

“Bukankah Engkau telah memutihkan wajah-wajah kami? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam surga? Dan menyelamatkan kami dari neraka?”

Allāh pun menyingkap hijab, maka mereka tidak diberi sesuatu yang lebih mereka cintai dari pada melihat kepada Rabb mereka ‘Azza wa jalla”

(Hadīts riwayat Muslim)

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

لِّلَّذِينَ أَحۡسَنُواْ ٱلۡحُسۡنَىٰ وَزِيَادَةٌ۬‌ۖ

“Bagi orang-orang yang berbuat baik adalah surga dan tambahan”

(QS Yūnus : 26)

⇒Tambahan didalam ayat di atas adalah memandang wajah Allāh.

Sebagaimana datang tafsirnya dari para shahābat seperti Abū Bakr, Abū Mūsā Al-Asy’ari dan Hudzaifah Radhiyallāhu ‘anhum.

Para penduduk surga akan sangat berbahagia dan wajah mereka berseri-seri ketika melihat Allāh ‘Azza wa jalla, Dzat yang selama di dunia mereka imani dan mereka sembah, padahal mereka tidak pernah melihat-Nya.

Mereka taati perintah-Nya, mereka jauhi larangan-Nya, mereka benarkan kabar-kabar-Nya, bersabar atas ujian-Nya, mereka baca dan dengarkan firman-Nya, mereka ikuti Nabi-Nya, menyeru kepada jalan-Nya, dan merindukan pertemuan dengan-Nya, Meskipun dengan segala kekurangan yang mereka miliki.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وُجُوهٌ۬ يَوۡمَٮِٕذٍ۬ نَّاضِرَةٌ (٢٢) إِلَىٰ رَبِّہَا نَاظِرَةٌ۬ (٢٣)

“Wajah-wajah pada hari itu berseri-seri, melihat kepada Rabb mereka”

(QS Al-Qiyāma :22-23)

Saudaraku, jalan ke surga adalah jalan yang penuh dengan rintangan. Tidak sampai ke sana kecuali orang yang bersabar.

Ada perintah yang harus dikerjakan, ada larangan yang harus dijauhi, dan ada ujian yang harus kita sabar menghadapinya.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ

“Surga dikelilingi perkara-perkara yang dibenci dan neraka dikelilingi perkara-perkara yang menyenangkan”

(Hadīts riwayat Muslim).

Kesenangan dunia adalah kesenangan yang sedikit, Sebentar dan banyak kekurangan.

Sedangkan kesenangan akhirat adalah kesenangan yang sangat banyak, kekal selamanya dan tanpa ada kekurangan sedikitpun.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

بَلۡ تُؤۡثِرُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا (١٦) وَٱلۡأَخِرَةُ خَيۡرٌ۬ وَأَبۡقَىٰٓ (١٧)

“Akan tetapi kalian mendahulukan kehidupan dunia padahal akhirat lebih baik dan lebih kekal.”

(QS Al-A’lā : 16-17)

Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman yang artinya:

“Ketahuilah, bahwasanya kehidupan dunia hanyalah permainan, sesuatu yang melalaikan, perhiasan, saling berbangga di antara kalian, saling memperbanyak harta dan juga anak-anak. Seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kalian melihat warnanya menjadi kuning kemudian hancur. Dan di akhirat ada adzab yang keras dan ampunan dari Allāh serta keridhaan-Nya dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

(QS Al-Hadīd : 20)

Untuk mendapatkan surga bukan berarti seseorang harus meninggalkan seluruh kesenangan dunia.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla menciptakan dunia dan kenikmatannya supaya kita manfaatkan dengan baik untuk mencari ridha Allāh dan surga-Nya.

Orang yang tercela adalah orang yang menjadikan kebahagiaan di dunia sebagai tujuan dan melupakan kebahagiaan akhirat.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته


umur keduamu

Apabila Rabb-mu menganugerahkan kepadamu kesempatan untuk mengajarkan ilmu kepada orang lain, maka mohonlah kepada-Nya agar Dia melimpahkan ...