melatih diri dari perkara mubah menjadi sunnah

Sesungguhnya setiap amal perbuatan harus disertai niat dan
setiap sesuatu itu sangat tergantung pada niatnya. " (HR. Bukhari dan
Muslim).
Ulama ahli tarekat menuntut kepada murid-muridnya agar tidak tidur
kecuali benar-benar membutuhkan Tidur. tidak boleh makan kecuali benarbenar lapar, Tidak boleh berbincang-bincang kecuali sangat mendesak,
tidak boleh bergaul dengan masyarakat kecuali memang keadaan memaksa. Hal mana dikarenakan para guru tarekat menghendaki agar
murid-muridnya mendapat pahala sempurna dalam segala perilaku.
Sebagaimana mereka mendapat pahala melakukan kewajiban. jadi
murid itu baru diperbolehkan makan apabila makan tersebut telah
diwajibkan kepadanya. Maksudnya Makan itu menjadi wajib lantaran
kalau tidak makan nyawa melayang. Dalam keadaan yang kritis seperti ini
makan telah menjadi kewajiban baginya. Demikian juga berbicara,
dibolehkan dalam keadaan memaksa.
Seandainya turun dari tingkatan itu, maka jangan sampai lebih rendah dari
tingkatan sunnah. Maksudnya murid diperbolehkan makan maupun
berbicara kalau kondisi makan dan berbicara itu telah disunnahkan. Setelah
dalam kondisi dia disunahkan makan maupun berbicara, barulah
melakukannya.

Keutamaan Orang yang Makrifat Kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala

 (عن بعض الحكماء) رضي الله عنه: (مَنْ عَرَفَ اللهَ لَمْ يَكُنْ لَهُ مَعَ الْخَلْقِ لَذَّةٌ) لأنه لم يحب غير الله تعالى، (وَمَنْ عَرَفَ الدُّنْيَا) بأنها فانية (لَمْ يَكُنْ لَهُ فِيهَا رَغْبَةٌ) بل اختار الدار الباقية وعمل لها، (وَمَنْ عَرَفَ عَدْلَ اللهِ تَعَالَى لَمْ يَتَقَدَّمْ إِلَيْهِ الْخَصْمَاءُ) أي لم يقبلوا عليه، لأنه قد ترك الخصومة.
وعن بعض الحكماء مَنْ عَرَفَ اللهَ لَمْ يَكُنْ لَهُ مَعَ الْخَلْقِ لَذَّةٌ وَمَنْ عَرَفَ الدُّنْيَا لَمْ يَكُنْ لَهُ فِيْهَا رَغْبَةٌ وَمَنْ عَرَفَ عَدْلَ اللهِ تَعَالَى لَمْ يَتَقَدَّمْ اِلَيْهِ الْخَصْمَاءُ.
Dan maqalah yang keempat puluh sembilan: "Barangsiapa yang makrifat kepada Allah, maka tidak ada lagi kenikmatan bersama makhluk, dan barangsiapa yang mengetahui dunia maka tidak ada lagi kecintaan baginya tentang dunia serta barangsiapa yang mengetahui keadilan Allah, maka ia tidak akan didatangi musuh."



كما قال الحسن رحمه الله: من عرف الله أحبه، ومن عرف الدنيا كرهها. وقال الشافعي رضي الله عنه:
فَمَا هِيَ إِلَّا جِيفَةٌ مُسْتَحِيلَةٌ * عَلَيْهَا كِلَابٌ هَمُّهُنَّ أَجْتِدَابُهَا
فَإِنْ تَجْتَنِبْهَا كُنْتَ سِلْمًا لِأَهْلِهَا * وَإِنْ تَجْتَذِبْهَا نَازَعَتْكَ كِلَابِهَا
Sebagaimana yang dikatakan oleh Hasan rahimahullah: "Barangsiapa yang mengenal Allah, niscaya ia akan mencintai-Nya. Dan barangsiapa yang mengenal dunia, niscaya ia akan membencinya."

Dan berkata Imam Syafi'i radhiyallahu 'anhu:

Dunia itu tidak lain hanyalah bangkai yang busuk, Yang diperebutkan oleh anjing-anjing yang lapar.
Jika engkau menjauhinya, engkau akan selamat dari mereka, Namun jika engkau ikut memperebutkannya, mereka akan mencakarmu.

Menyembunyikan Kebaikan

*
Bisyr bin Harits al-Hafy rahimahullah berkata,

لا تعمل لتُذكر، اكتم الحسنة كما تكتم السيئة.

“Jangan beramal agar engkau mendapatkan pujian, sembunyikanlah kebaikan sebagaimana engkau menyembunyikan keburukan.”

Siyar A’lamin Nubala’

KETIKA TIDAK MERASAKAN KELEZATAN DAN KELAPANGAN HATI SAAT BERIBADAH


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

إذا لم تجد للعمل حلاوة في قلبك وانشراحاً فاتهمه! فإن الرب تعالى شكور؛ يعني: أنه لابد أن يثيب العامل على عمله في الدنيا من حلاوة يجدها في قلبه وقوة انشراح وقرة عين فحيث لم يجد ذلك فعمله مدخول”. (مدارج السالكين [2/68])

“Jika kamu tidak merasakan kelezatan dan kelapangan hati saat beribadah maka tuduhlah hatimu.. Karena Robb kita Asy Syakuur (maha berterima kasih).. Dia pasti memberi balasan kepada orang yang beramal sholeh di dunia ini berupa kelezatan yang ia rasakan di hatinya, hati yang lapang dan kesejukan pandangan..

Jika ia tidak mendapatkan itu semua maka berarti amalnya dimasuki (maksiat)..”

(Madarijussalikin 2/68)

Amalnya dimasuki ketidakikhlasan..
Atau tidak sesuai dengan tuntunan Rosulullah Shollallaahu ‘alaihi Wa sallam..
Sehingga amal tersebut tidak menimbulkan ketakwaan..
Hatipun tidak merasakan kelezatan ibadah..
Maka saat itu bersegeralah intropeksi diri..
Dan banyak memohon ampunan kepada-Nya..


✏️ _Ustaz Abu Yahya Badrusalam hafizhahullah_


■ Channel Telegram: https://t.me/sunnahdaily_official
■ Channel Whatsapp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb5JtW9CMY0EHlZPd512
■ Instagram: https://instagram.com/sunnahdaily_official
■ Facebook: https://www.facebook.com/share/15kSJCFz48/

adab hamba dengan Allah

adab Bermuamalah dengan Allah Ada 14, Yaitu:

الأول: (إطراق الرأس وغض الطرف) أي خفضه.
1.Menundukkan Kepala dan Merendahkan Pandangan.

(و) الثاني: (جمع الهم) أي القصد مع الاعتماد على الله.
2.Memusatkan Perhatian dan Hanya Bersandar Kepada-Nya.

(و) الثالث: (دوام الصمت) أي عما لا يفيد في الدين، لقوله صلى الله عليه وسلم: "عَلَيْكَ بِطُوْلِ الصَّمْتِ، فَإِنَّهُ مُطْرِدَةٌ لِلشَّيْطَانِ".
3.Banyak diam Disertai Zikir Kepada Allah. Hal Ini Sesuai dengan Sabda Rasulullah, "hendaklah Engkau Banyak diam karena Hal Itu Dapat mengusir setan.”

(و) الرابع: (سكون الجوارح) عن الملاغاة، لأنه يستلزم الخشوع والخضوع وحضور القلب الله تعالى.
4.Memelihara Anggota Badan dari Perbuatan Sia-Sia karena Engkau Dituntut untuk khusyuk, Tunduk, dan menghadirkan Hati bersama Allah.

(و) الخامس: (مبادرة) امتثال (الأمر) أي من الواجب والمندوب.
5.menjalankan Perintah-Nya dengan segera, Baik Wajib maupun Sunah.

(و) السادس: (اجتناب النهي) أي المحرم والمكروه.
6.menjauhi Larangan-Nya, Baik yang Haram maupun yang Makruh.

(و) السابع: (قلة الاعتراض) أي عدم الاعتراض (على القدر) بتحريك الدال أي على تقدير الله الأمور، قال النبي صلى الله عليه وسلم: اعْبُدِ اللّهَ بِالرِّضَا، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَفِي الصَّبْرِ عَلَى مَا تَكْرَهُ خَيْرٌ كَثِيرٌ"
7.Menerima Takdir-Nya dengan Ikhlas. Rasulullah Bersabda, "Sembahlah Allah dengan penuh Keridhaan. Jika Engkau tidak Mampu, hendaklah Engkau Bersabar karena di dalam Kesabaran terdapat Banyak Kebaikan Atas Hal-Hal yang tidak Kausukai."
(و) الثامن: (دوام الذكر) أي باللسان والقلب.
8. Selalu Berzikir dengan Hati dan Lisan.

(و) التاسع: (ملازمة الفكر) في نعمة الله تعالى وفي جلاله تعالى.
9. Senantiasa Berpikir tentang Nikmat Allah dan Keagungan- Nya.

(و) العاشر: (إيثار الحق) أي اختياره وتقديمه (على الباطل) وفي بعض النسخ سقوط هذا الجار والمجرور، والمعنى: تقديم الله تعالى في الرجوع إليه على الخلق وعلى كل ما سواه، والمراد بالحق على هذا هو الله تعالى.
10. mengutamakan Kebenaran di Atas Kebatilan. Artinya, lebih mengutamakan Allah dalam segala Urusan daripada Seluruh Makhluk dan segala Sesuatu Selain-Nya. karena, yang dimaksud dengan Kebenaran adalah Allah Itu Sendiri.
(و) الحادي عشر: (الإياس) أي قطع الرجاء (عن الخلق) أي عدم الاعتماد على الخلق في حاجتك في السفر والحضر، لأن الخلق لا تنفع ولا تضر.
11.tidak Bergantung kepada Manusia Dalam segala Hajat dan Kebutuhan karena mereka tidak bisa Mendatangkan manfaat Dan Memberikan Mudarat.

(و) الثاني عشر: (الخضوع) أي التواضع بالقلب (تحت الهيبة) الله تعالى.
12.Tunduk Dibarengi dengan Rasa Takut Kepada-Nya.

(و) الثالث عشر: (الانكسار) أي في القلب (تحت الحياء) من الله تعالى لتقصيرك في العبادة.
13.merasa Sedih Disertai Rasa Malu Atas segala Kekurangan dalam Beribadah Kepada-Nya.

(و) الرابع عشر: (السكون عن حيل الكسب ثقة) أي ائتمانًا (بالضمان) أي بضمان الله تعالى لك في رزقك، قال تعالى: {وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللهِ رِزْقُهَا}. (والتوكل) أي الاعتماد (على فضل الله تعالى معرفة بحسن الاختيار) أي اختياره تعالى، فإن الله تعالى هو المدبر لعبده.
14.tidak terlalu Memaksakan diri Dalam mencari Penghasilan karena Percaya pada Jaminan Allah Subhanahu Wa Ta'ala . dan Bertawakal Atas Karunia-Nya. Sebab, Dialah yang mengurus Makhluk-Makhluk-Nya, Sebagaimana Firman-Nya: "Dan tidak Ada Suatu Binatang Melata Pun di Bumi Melainkan Allah-Lah yang Memberi Rezekinya." (Qs. Hûd [11]: 6)
Semua adab Ini Layak Kau Jadikan Pedoman dalam Kehidupan Sehari-Hari karena mengajarkan Tata cara Berhubungan dengan Tuhan yang tidak Pernah Meninggalkanmu, dan Senantiasa Menyertaimu dengan Ilmu dan Taufik-Nya. sedangkan Manusia tidak Selalu Menyertaimu, Bahkan Pergi Meninggalkanmu. Allah Berfirman:

{وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَمَا كُنْتُمْ}
"Dan Dia bersamamu di Mana Pun Kamu Berada." (Qs. Al-Hadid [57]: 4)

pertanggungjawaban diakhirat

وَلَوْ أَنَّا إِذَا مُتْنَا تُرِكْنَا * لَكَانَ الْمَوْتُ رَاحَةَ كُلِّ حَي
وَلٰكِنَّا إِذَا مُتْنَا بُعِثْنَا * وَنُسْأَلُ بَعْدَ ذَا عَنْ كُلِّ شَي
Seandainya Kita Dibiarkan Begitu Saja Setelah Mati Niscaya Kematian Itu Merupakan Istirahat bagi setiap yang Bernyawa
akan Tetapi Setelah Mati Kita akan Dibangkitkan Lalu ditanya tentang segala Sesuatu yang Kita Lakukan

DOA DIBERIKAN CAHAYA

Ya Allah, Jadikanlah Bagiku Cahaya di dalam Hatiku, Cahaya di dalam Pendengaranku, Cahaya dalam Penglihatanku, Cahaya dalam Rambutku, Cahaya dalam Kulitku, Cahaya dalam Dagingku, Cahaya dalam Darahku, Cahaya dalam Tulang-Tulangku, Cahaya di depanku, Cahaya di belakangku, Cahaya di sebelah Kananku, Cahaya di sebelah Kiriku, Cahaya di Atasku, dan Cahaya di Bawahku. Ya Allah, Tambahkanlah Cahaya Bagiku dan Berilah Aku Cahaya, Yaitu Cahaya terbesar, dan Jadikanlah Bagiku Cahaya dengan Rahmat-Mu Wahai Tuhan Yang Maha Penyayang di Antara Para Penyayang."

Berkaitan dengan Kata "Cahaya" dalam Doa di Atas, Al-Qurthubi mengatakan, Maksud dari Cahaya di Atas adalah Pancaran Cahaya yang Dinisbatkan Kepada-Nya. Cahaya Itu Berbeda-Beda Sesuai dengan Keadaannya masing-masing. Cahaya Pendengaran Menampakkan segala yang Didengar, Cahaya Penglihatan Menyingkapkan Apa-Apa yang Dilihat, Cahaya Hati Menyingkapkan Pengetahuan, dan Cahaya Anggota Badan adalah Amalan-Amalan Ketaatan yang Tampak darinya."

Dengan mengutip Para Ulama, An-Nawawi Berkata, "Doa di Atas Berarti meminta Diberikan Cahaya di dalam Anggota Badan, Perilaku, Perbuatan, dan Berbagai Keadaan. Ringkasnya, Memohon Cahaya dalam Semua Arah yang Enam hingga tidak tersisa Sedikit Pun darinya."

Bukan Karena Cerdas, Ini Modal Utama Menjadi Penghafal Al-Qur’an


📆 Sabtu, 07 Zulqa'dah 1447 H | 25 April 2026

📚 *Interaksi Al-Quran*
 
📝 Pemateri: Slamet Setiawan, S.H.I, M.Pd

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹 
  
Sering kali, dinding pembatas tertinggi yang menghalangi seseorang untuk mulai menghafal Al-Qur'an bukanlah padatnya kesibukan, melainkan rasa rendah diri. Ada sebuah ilusi keliru yang terlanjur mengakar kuat di benak banyak orang: bahwa aktivitas Tahfizh adalah wilayah eksklusif bagi mereka yang memiliki IQ tinggi, memori tajam, atau usia yang masih belia.

Ketika beban pekerjaan menumpuk dan daya ingat dirasa tak lagi setangkas masa muda, keraguan pun menyergap. "Apakah saya masih pantas? Apakah kapasitas otak saya masih sanggup?" Pertanyaan-pertanyaan semacam inilah yang pada akhirnya mengubur niat mulia tersebut jauh sebelum langkah pertama sempat diayunkan.

Meruntuhkan Kesombongan Intelektual

Sejatinya, menghafal Al-Qur'an bukanlah sebuah kompetisi akademik untuk menguji seberapa cemerlang kapasitas kognitif manusia. Jika hafalan murni hanya bergantung pada kecerdasan logis semata, niscaya ayat-ayat suci ini hanya akan menjadi monopoli para cendekiawan. Namun, realitas dan sejarah membuktikan hal yang sebaliknya. Mukjizat agung ini diwariskan dan dijaga di dalam dada jutaan manusia dari berbagai latar belakang, profesi, hingga rentang usia senja.

Allah tidak sedang mencari otak yang paling cerdas, melainkan hati yang paling rindu. Mengandalkan kecerdasan akal semata justru sering kali melahirkan kesombongan intelektual. Orang yang merasa dirinya cerdas cenderung mudah frustrasi dan berbalik menyerah ketika hafalannya tak kunjung lekat, karena ia merasa usahanya mengkhianati bakatnya.

Ketekunan Sebagai Mata Uang Utama

Jika kecerdasan bukanlah syarat mutlak, lalu apa modal utama yang sebenarnya? Jawabannya bermuara pada satu sikap mental yang sederhana namun berat dalam ujian praktiknya: Ketekunan.

Menghafal Al-Qur'an adalah sebuah perjalanan panjang yang menuntut kesetiaan tiada henti. Ia adalah tentang kerelaan untuk duduk diam mengulang ayat yang sama puluhan hingga ratusan kali. Ia adalah tentang keberanian berjuang melawan rasa kantuk setelah seharian lelah bekerja, dan keteguhan untuk menolak menutup mushaf meskipun lisan terasa kelu.

Bagi seorang pejuang Al-Qur'an, kesulitan mengingat sebuah ayat bukanlah tanda kebodohan otak. Ia adalah cara Allah yang penuh kasih sayang untuk menahan lisan kita agar lebih lama bercengkerama dengan firman-Nya. Di dalam setiap pengulangan ayat yang terbata-bata itulah, letak taqarrub (pendekatan diri) yang sesungguhnya sedang dibangun. Tetesan keringat ketekunan inilah "mata uang" yang paling bernilai tinggi di hadapan Allah.

Wadah Hati yang Merendah

Selain ketekunan yang mengalahkan bakat, modal esensial lainnya adalah hati yang merendah dan pasrah. Ayat-ayat Al-Qur'an adalah cahaya ilahi yang suci, dan cahaya tersebut menuntut sebuah wadah batin yang bersih untuk menetap. Sering kali, lambatnya hafalan kita bukanlah disebabkan oleh memori yang tumpul, melainkan karena masih terlalu banyak ruang di hati kita yang disandera oleh hiruk-pikuk duniawi, kecemasan masa depan, dan ego pribadi.

Maka, lepaskanlah segala atribut kebesaran dunia saat Anda berhadapan dengan mushaf. Datanglah kepada Allah dengan kepasrahan total. Akui segala kelemahan diri, dan bermohonlah dengan sangat agar Dia sendiri, Sang Pemilik Kalam yang berkenan menanamkan dan menjaga ayat-ayat tersebut di dalam dada.

Jangan lagi biarkan ilusi tentang kecerdasan, bakat, atau usia merampas kehormatan Anda untuk menjadi bagian dari keluarga Allah di muka bumi. Ambil mushaf Anda hari ini, mulailah membaca perlahan, dan biarkan ketekunan mengambil alih. Karena pada garis akhirnya kelak, Al-Qur'an tidak akan memilih siapa yang paling cepat hafal, melainkan siapa yang paling gigih menolak untuk berhenti melangkah.
 
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Subscribe Youtube MANIS: https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial

Follow Media Sosial MANIS : 
IG : http://instagram.com/majelismanis
FB: http://fb.com/majelismanis
TikTok
https://www.tiktok.com/@majelis_manis_

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/gabungmanis
💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSI : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/62852-7977-6222
wa.me/087891088812

Tips Sholat khusuk

Diriwayatkan dari Hatim al-Asham bahwa ia ditanya tentang shalatnya, maka ia menjawab: ``Apabila waktu shalat telah tiba, aku menyempurnakan wudhu`, kemudian aku berdiri untuk shalat dan aku menjadikan Ka`bah di antara kedua alisku, Shirath (jembatan di atas neraka) di bawah kedua kakiku, surga di sebelah kananku, neraka di sebelah kiriku, malaikat maut di belakangku, dan aku menyangka bahwa ini adalah shalatku yang terakhir.``

Keutamaan (manfaat) Zikir menurut ibnu Qayyim

 Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitabnya Al-Wabilush
Shayyib, yang juga dikutip Saif Al-Battar dalam Rumaysha Site,
menyebutkan, setidaknya ada lima puluh satu manfaat:
1). Zikir dapat megusir syaitan.
2). Mendatangkan ridha Ar-Rahman (Allah).
3). Menghilangkan gelisah dan hati yang gundah gulana.
4). Hati menjadi gembira dan lapang.
5). Menguatkan hati dan badan.
6). Menerangi hati dan wajah menjadi bersinar.
7). Mendatangkan rezki.
8). Orang yang berzikir akan merasakan manisnya iman dan
keceriaan.
9). Mendatangkan cinta Ar-Rahman yang merupakan ruh islam.
10). Mendekatkan diri pada Allah sehingga memasukkannya pada
golongan orang yang berbuat ihsan yaitu beribadah kepada Allah
seakan-akan melihatnya.
11). Mendatangkan inabah, yaitu kembali kepada Allah Swt. Semakin
seseorang kembali pada Allah dengan banyak berzikir pada-Nya,
maka hatinya pun akan kembali pada Allah dalam setiap keadaan.
12). Seseorang akan semakin dekat pada Allah sesuai dengan kadar
dzikirnya pada Allah SWT. Semakin ia lalai dari zikir, ia pun akan
semakin jauh dari-Nya.
13). Semakin bertambah ma‟rifah (mengenal Allah). Semakin banyak
zikir, semakin bertambah ma‟rifah seseorang pada Allah.
14). Mendatangkan rasa takut pada Allah, dan semakin menundukkan
diri pada-Nya. sedangkan orang yang lalai dari zikir, akan semakin
terhalangi dari rasa takut pada Allah.
15). Meraih apa yang Allah sebut dalam ayat QS. Al-Baqarah/2:152
Artinya: “Maka ingatlah pada-Ku, maka aku akan ingat kalian.”
Seandainya tidak ada keutamaan zikir selain yang disebutkan
dalam ayat ini, maka sudahlah cukup keutamaan yang disebut.
16). Hati akan semakin hidup. Ibnu Qayyim pernah mendengar
gurunya, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, ―Zikir pada hati
semisal air yang dibutuhkan ikan. Lihatlah apa yang terjadi jika
ikan tersebut lepas dari air?‖
17). Hati dan ruh semakin kuat. Jika seseorang melupakan zikir maka
kondisinya sebangaimana badan yang hilang kekuatan. Ibnu
Qayyim rahimahullah menceritakan bahwa Syaikhul Islam Ibnu
Taimiyah sesekali pernah shalat Subuh dan beliau duduk berdzikir
kepada Allah sampai beranjak siang. Setelah itu beliau berpaling
padaku dan berkata, Ini adalah kebiasaanku di pagi hari. Jika aku
tidak zikir seperti ini, hilanglah kekuatanku‟ atau perkataan beliau
yang semisal ini.
18). Zikir menjadikan hati semakin mengkilap yang sebelumnya
berkarat. Karatnya hati adalah disebabkan karena lalai dari zikir
pada Allah. Sedangkan kilapnya hati adalah zikir, taubat dan
istighfar.
19). Menghapus dosa karena dzikir adalah kebaikan terbesar dan
kebaikan akan menghapus kejelekan.
20). Menghilangkan kerisauan. Kerisauan ini dapat dihilangkan dengan
dzikir pada Allah.
21). Ketika seseorang hamba rajin mengingat Allah, maka Allah akan
mengingatkan dirinya di saat ia butuh. Jika seseorang mengenal
Allah dalam keadaan lapang, Allah akan mengenalnya dalam
keadaan sempit.
22). Menyelamatkan seseorang dari azab neraka.
23). Zikir menyebabkan turunnya sakinah (ketenangan), naungah
rahmat, dan dikelilingi oleh malaikat. Sebagaimana dalam hadis
Rasulullah SAW menyebutkan:
154
Artinya: “Tidak suatu kaum duduk berdzikir kepada Allah,
melainkan mereka dinaungi oleh rahmat, turun kepada mereka
ketenangan, dan Allah SWT menyebut-nyebut mereka di hadapan
para malaikat (di langit).‖ (HR. Muslim).
24). Zikir menyebabkan lisan semakin sibuk sehingga terhindar dari
ghibah (menggunjing), namimah (adu domba), dusta, perbuatan
keji dan batil.
25). Majelis zikir adalah majelis para maikat dan majelis yang lalai dari
zikir adalah majelis syaithan.
26). Orang yang berzikir begitu bahagia, begitu pula ia akan
membahagiakan orang-orang di sekitarnya.
27). Akan memberikan rasa aman bagi seorang hambanya dari kerugian
di hari kiamat.
28). Karena tangisan orang yang berzikir, maka Allah akan
memberikan naungan Arsy padanya di hari kiamat yang amat
panas.
29). Sibuknya seseorang pada zikir adalah sebab Allah memberi
untuknya lebih dari yang diberikan pada peminta-minta.
30). Zikir adalah ibadah yang paling ringan, namun ibadah tersebut
amat mulia.
31). Zikir adalah tanaman surga.
32). Pemberian dan keutamaan yang diberikan pada orang yang
berzikir, tidak diberikan pada amalan lainnya.
33). Senantiasa berzikir kapada Allah menyebabkan seseorang tidak
mungkin melupakan-Nya.
34). Zikir adalah cahaya bagi pemiliknya di dunia, kubur, dan hari
berbangkit.
35). Zikir adalah rasul umûr (inti segala perkara). Siapa yang dibukakan
baginya kemudahan zikir, maka ia akan memperoleh berbagai
kebaikan.
36). Zikir akan memperingatkan hati yang tertidur lelap. Hati bisa sadar
dengan zikir. Sebagaimana dalam Hadist disebutkan
37). Orang yang berzikir akan semakin dekat dengan Allah dan
bersama dengan-Nya. Kebersamaan di sini adalah dengan
kebersamaan yang khusus, bukan hanya sekedar Allah itu bersama
dalam arti mengetahui atau meliputi.
38). Zikir itu dapat menyamai seseorang yang memerdekakan budak,
menafkahkan harta, dan menunggang kuda di jalan Allah, serta
dapat menyamai seseorang yang berperang dengan pedang di jalan
Allah.
39). Zikir adalah inti dari bersyukur. Tidaklah bersyukur pada Allah
Swt orang yang enggan berzikir.
40). Makhluk yang paling mulia adalah yang bertakwa yang lisannya
selalu basah dengan dzikir pada Allah. Sebagaimana dalam
Sabdanya Rasulullah SAW.155
Artinya: “Hendaklah lisan senantiasa basah dengan berdzikir
kepada Allah” (HR,At-Tirmidzi dan Ibnu Majah ).
41). Hati itu ada yang keras dan meleburnya dengan berzikir pada Allah. Oleh karena itu, siapa yang ingin hatinya yang keras itu
sembuh, maka berzikirlah pada Allah.
42). Karena hati ketika semakin lalai, maka semakin keras hati tersebut.
Jika seorang berzikir pada Allah, lelehlah kekerasan hati tersebut
sebagaimana timah itu meleleh dengan api. Yaitu dengan berzikir
kepada Allah.
43). Zikir adalah obat hati sedangkan lalai dari dzikir adalah penyakit
hati. Obat hati yang sakit adalah dengan berdzikir pada Allah.
44). Tidak ada sesuatu yang membuat seseorang mudah meraih nikmat
Allah dan selamat dari murka-Nya selain dzikir pada Allah.
45). Zikir menyebabkan datangnya shalawat Allah dan malaikatnya
bagi orang yang berdzikir.
46). Zikir kepada Allah adalah pertolongan besar agar seseorang mudah
melakuakan ketaatan.
47). Zikir pada Allah akan menjadikan kesulitan itu menjadi mudah,
suatu yang terasa jadi beban berat akan menjadi ringan, kesulitan
pun akan mendapatkan jalan keluar.
48). Zikir pada Allah akan menghilangkan rasa takut yang ada pada
jiwa dan ketenangan akan selalu diraih. Sebagaimana hadist
Rasulullah menyebutkan:156
Artinya: “Beruntunglah al-Mufarridun “para sahabat bertanya,
siapa mereka al-Mufarrindun? Beliau menjawab: Laki-laki dan
perempuan yang banyak berdzikir kepada Allah” (HR.Muslim).
49). Zikir akan memberikan seseorang kekuatan sampai-sampai ia bisa
melakukan hal yang menakjubkan. Itulah karena disertai dengan
dzikir.
50). Orang yang senantiasa berdzikir ketika berada di jalan, di rumah,
di lahan yang hijau, ketika dalam perjalanan (safar), atau di
berbagai tempat, itu akan membuatnya mendapatkan banyak saksi
di hari kiamat.
51). Jika seseorang menyibukkan dirinya dengan berzikir, maka ia akan
terlalaikan dari perkataan yang batil seperti ghibah (menggunjing),
namimah (mengadu domba), perkataan sia-sia, memuji-muji
manusia, dan mencela manusia.

pendosa yang diizinkan melihat Allah diakhirat

Para malaikat berkata: Wahai Tuhan kami, bagaimana mereka bisa melihat-Mu, sedangkan mereka dulu adalah orang-orang yang durhaka? Allah Ta`ala menjawab: ``Angkatlah tabir, karena mereka dulu berdzikir, sujud dan menangis di dunia karena mengharap perjumpaan dengan-ku.`` Kemudian tabir diangkat. Maka mereka melihat dan merebahkan diri bersujud kepada Allah azza wa jalla.

KEUTAMAAN MENGUMPULKAN HADITS



الحديث التاسع والثلاثون : فضل جمع الحديث

عن مجاهد عن سلمان رضي الله تعالى عنهما عن النبي صلى الله تعالى عليه وسلم، من حفظ على أمتي هذه الأربعين حديثا دخل الجنة وحشره الله تعالى مع الأنبياء والعلماء يوم القيامة، 
Diriwayatkan dari Mujahid dari Salman dari Nabi Saw., “Barangsiapa menjaga empat puluh perkara ini, ia masuk surga dan Allah membangkitkannya bersama para nabi serta ulama pada hari kiamat.”

فقلنا يارسول الله أي الأربعين حديثا، 
Kami (para sahabat) bertanya, “Ya Rasulullah, empat puluh perkara yang mana?”

فقال عليه الصلاة والسلام أن تؤمن بالله واليوم الآخر والملائكة والكتاب والنبيين والبعث بعد الموت وبالقدر خيره وشره من الله تعالى وتشهد أن لاإله إلا الله وأن محمدا رسول الله وتقيم الصلاة باسباغ الوضوء لوقتها بتمام ركوعها وسجودها وتؤدي الزكاة بحقها وتصوم شهر رمضان وتحج البيت إن استطعت إليه سبيلا 
Rasulullah Saw. menjawab, “Engkau beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat, kitab, para nabi, kebangkitan sesudah mati, takdir baik serta yang buruk dari Allah Swt. dan engkau bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah. Mendirikan shalat dengan menyempurnakan wudhu, dengan kesempurnaan rukuk dan sujud, manunaikan zakat dan haknya, berpuasa pada bulan Ramadhan, menunaikan haji jika mampu melakukan.

وتصلي إثنى عشر ركعة في كل يوم وليلة وهي سنتي وثلاث ركعات وتر ألا تتركها ولاتشرك بالله سيئا ولاتعص والدك ولاتأكل مال اليتيم ولاتأكل الربا ولاتشرب الخمر ولاتحلف بالله كاذبا ولاتشهد شهادة الزور على أحد قريب أو بعيد ولاتعمل بالهوى ولاتغتب أخاك ولاتقع فيه من خلفه 
Mengerjakan shalat (sunah rawatib) dua belas rakaat siang dan malam adalah sunahku, tiga rakaat witir jangan ditinggalkan, jangan menyekutukan sesuatu dengan Allah, jangan durhaka kepada kedua orang tua, jangan makan harta anak yatim, jangan makan riba, jangan minum arak, jangan bersumpah demi Allah secara dusta, jangan bersaksi dengan kesaksian palsu terhadap seseorang pun baik yang dekat maupun yang jauh, jangan berbuat sesuatu dengan mengikuti hawa nafsu, jangan mengumpat saudaramu, jangan mencaci dari belakang,

ولاتقذف المحصنة ولايقل عنك انك مرائي فيحبط عملك ولاتلعب ولاتله مع اللاهين ولاتقل للقصير ياقصير تريد بذلك عيبه ولاتسخر من أحد من الناس وتصبر عند البلاء ولاتأمن من عقاب الله تعالى 
jangan menuduh zina kepada perempuan yang terpelihara, jangan katakan tentang dirimu bahwa kamu mengharap pujian sehingga sia-sialah amalmu, jangan bermain-main dan berfoya-foya, jangan katakan kepada orang pendek “Hai pendek” dengan maksud menunjukkan aibnya, jangan mengejek seseorang, jangan merasa aman dari hukuman Allah,

ولاتمش بالنميمة فيما بين الإخوان وتشكر الله على كل نعمة أنعم الله بها عليك وتصبر عند البلاء والمصيبة ولاتقنط من رحمة الله وتعلم أن ما أصابك لم يكن ليخطئك وأن ما أخطأك لم يكن ليصيبك ولاتطلب سخط الرب برضا المخلوقين ولاتؤثر الدنيا على الآخرة 
jangan suka berjalan mengadu domba antara sesama saudara, bersyukurlah atas kenikmatan yang diberikan Allah kepadamu, hendaklah engkau sabar di waktu mengalami cobaan dan musibah, jangan putus asa akan rahmat Allah, hendaklah engkau ketahui bahwa sesuatu yang pasti menimpamu tidak akan meleset dan sesuatu yang tidak bakal menimpamu tidak akan meleset, jangan mencari kemarahan Tuhan karena mengharapkan keridhaan pun makhluk, jangan lebih mengutamakan dunia dari pada akhirat,

وإذا سألك أخوك المسلم ماعندك فلاتبخل عليه وانظر في أمر دينك إلى من هو فوقك وفي أمر دنياك إلى من هو دونك ولاتكذب ولاتخالط الشيطان ودع الباطل ولاتأخذه به وإذا سمعت حقا فلاتكتمه 
apabila saudaramu minta sesuatu darimu janganlah engkau kikir kepadanya, dalam urusan agama lihatlah kepada orang yang di atasmu, dalam urusan dunia lihatlah kepada yang di bawahmu, jangan berdusta, jangan bergaul dengan setan (orang jahat), tinggalkan kebatilan dan jangan mengerjakannya, apabila engkau mendengar kebenaran jangan menyembunyikannya,

وأدب أهلك وولدك بماينفعهم عند الله ويقربهم إلى الله وأحسن إلى جيرنك ولاتقطع أقاربك وذوي رحمك وضلهم ولاتلعن أحدا من خلق الله تعالى واكثر التسبيح والتهليل والتحميد والتكبير 
didiklah istri dan anak-anakmu dengan segala yang bermanfaat bagi mereka di sisi Allah dan mendekatkan mereka kepada Allah, berbuatlah kebaikan terhadap tetangga-tetanggamu, jangan memutus hubungan dengan kerabat dan sanak familimu, peliharalah hubungan dengan mereka danjangan mengutuk seorang pun dari makhluk Allah, perbanyaklah tasbih, tahlil, tahmid, dan takbir,

ولاتدع قراءة القرآن على كل حال الا أن تكون جنبا ولاتدع حضور الجمعة والجماعات والعيدين وانظر كل مالمترض أن يقال لك ويصنع بك لاترضه لأحد ولاتصنعه به،
jangan tinggalkan membaca Al-Quran dalam segala keadaan kecuali dalam keadaan junud (berhadas besar), jangan tinggalkan shalat Jumat, jamaah dan dua hari raya, perhatikan segala yang engkau tidak senang orang lain emgatakan kepadamu dan melakukannya terhadapmu dan jangan engkau senang hal itu terjadi pada seseorang dan jangan melakukannya terhadap orang lain.”

وقال سلمان رضي الله تعالى عنه، قلت يارسول الله ما ثواب هذه الأربعين حديثا قال عليه الصلاة والسلام والذي بعثني بالحق نبيا ان الله تعالى يحشره يوم القيامة مع الأنبياء والعلماء 
Salman berkata, “Aku bertanya, “Ya Rasulullah, apakah pahala dari keempat puluh perkara tersebut?” Rasulullah Saw. menjawab, “Demi Allah yang telah mengutusku dengan kebenaran sebagai nabi, sesungguhnya Allah Swt. akan membangkitkan pelakunya pada hari kiamat bersama para nabi dan ulama.

ومن تعلم هذه الأربعين حديثا وعلمها الناس كان ذلك خيرا من أن يعطى الدنيا وما فيها والذي بعثني نبيا من حفظ هذه الأربعين حديثا وطلب بها ما عند الله تعالى طوقه الله تعالى يوم القيامة بقلادة من نور يتعجب الأولون والآخرون من حسنه وبهائه وجماله ومن كرمة الله إياه 
Barangsipa menjaga empat puluh perkara ini dan mengajarkannya kepada orang lain, hal itu lebih baik daripada ia diberi dunia beserta isinya. Demi Allah yang mengutusku dengan kebenaran sebagai nabi, barangsiapa menjaga empat puluh perkara ini dan meminta sesuatu di sisi Allah, Allah akan mengalungi dengan kalung berupa cahaya pada hari kiamat, sehingga kagumlah orang-orang terdahulu dan kemudian lantaran kebaikan, kebagusan, keindahan, dan kemuliaan yang diberikan Allah kepadanya.”

والذي بعثني بالحق نبيا من حفظ هذه الأربعين حديثا شفعه الله يوم القيامة في أربعين ألف إنسان ممن استوجب النار ويشفع كل واحد في أربعين ألفا أخرى ثلاث مرات 
Demi Allah yang mengutusku dengan kebenaran sebagai nabi, berangsipa menjaga empat puluh perkara ini, Allah akan memberi hak unruk memohonkan keringanan bagi empat puluh ribu orang yang sudah diputuskan masuk neraka dan memberi hak kepada masing-masing untuk memohon keringanan bagi empat puluh ribu orang yang lin sebanyak tiga kali.”

والذي بعثني بالحق نبيا من حفظ هذه الأربعين حديثا وعلمها الناس أعطاه الله يوم القيامة نصيبا من ثواب أربعين رجلا من الأبدال ويعطي الله تعالى لمن حفظ هذه الأربعين حديثا لكل حديث منها ألف ملك من الملائكة يبنون له القصور والمدائن ويغرسون له الأشجار في الجنة 
“Demi Allah yang telah mengutusku dengan kebenaran sebagai nabi, barangsiapa menjaga empat puluh perkara ini dan mengajarkannya kepada orang alin, pada hari kiamat Allah akan memberi bagian pahala dari empat puluh orang wali abdal dan Allah akan memberi ganjaran dari setiap perkara itu seribu malaikat yang membangun istana-istana dan kota-kota serta menanamkan baginya pohon di surga.”

والذي بعثني بالحق نبيا من حفظ هذه الأربعين حديثا ينفع بها الناس حرم الله جسده على النار ويكون يوم القيامة على منارة من نور رقد أمن من الفزع الأكبر ونجاه الله تعالى من الحساب ويعطي لصاحب هذه الأربعين حديثا ومن تعلمها يوم القيامة منزلة العلماء ويقعد معهم ويعطيه الله تعالى ما أعطاهم 
“Demi Allah yang mengutusku dengan kebenaran sebagai nabi, barangsiapa menjaga empat puluh perkara ini dan memanfaatkan orang banyak, Alah mengharamkan tubuhnya bagi api neraka. Pada hari kiamat ia akan berada di menara dari cahaya, ia telah aman dari ketakutan yang besar, dan Allah menyelamatkan dari perhitungan amal. Orang yang menjaga empat puluh perkara ini dan yang mempelajarinya, diberi oleh Allah derajat ulama dan duduk bersama mereka, Allah akan memberinya apa yang diberikan kepada mereka.”

قاله سلمان رضي الله تعالى عنه قال الشيخ الإمام الأجل الزاهد الحجاج نجم الدين النسقي رحمة الله عليه لقد أثبتنا أربعين حديثا فافهموها ولاتكونوا كقوم لايكادون يفقهون حديثا.
Ini semua diriwayatkan dari Salman ra. :

Berkata Asy-Syekh Al-Imam Najmuddin Al-Nasafi rahimahullah, “Kami telah menetapkan empat puluh perkara (hadits), pahamilah hadits-hadits atau perkara-perkara itu dan jangan menjadi orang yang nyaris tidak mengerti apa-apa.”

▶️ MENGAPA MERASA MISKIN PADAHAL PUNYA SEGALANYA?



📡 Simak video selengkapnya:
https://youtu.be/8dKC8eNLM6w

Sering kali kita merasa miskin hanya karena kekurangan secara ekonomi, padahal Allah ﷻ telah memberikan aset yang nilainya tak terhingga. Kita cenderung mengukur kekayaan hanya dari saldo rekening, namun lupa pada nikmat fisik yang masih utuh dan berfungsi sempurna.

Cobalah renungkan, apakah kita bersedia menukar satu mata atau satu jari kita dengan uang miliaran rupiah? Jika jawabannya tidak, itu artinya kita adalah orang yang sangat kaya. Masalah sebenarnya bukan terletak pada apa yang tidak kita miliki, melainkan pada persepsi kita yang kurang bersyukur.

Gunakanlah perangkat fisik yang sehat ini untuk berikhtiar menjemput rezeki-Nya. Sebagaimana Allah ﷻ berfirman:

هُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ ذَلُولًا فَٱمْشُوا۟ فِى مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا۟ مِن رِّزْقِهِۦ ۖ وَإِلَيْهِ ٱلنُّشُورُ

“Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (Al-Mulk: 15)

Jangan biarkan perasaan merasa kurang menutup mata kita dari luasnya karunia yang telah diberikan. Mari perbanyak bersyukur pada setiap keadaan dengan hati yang selalu merasa cukup dan memanfaatkan segala nikmat yang Allah ﷻ berikan untuk berikhtiar menjemput rezeki yang berkah dan halal.

Allahu a’lam bishawab.
__

♻️ Silahkan disebarluaskan

🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin

satu derajat atas empat kesusahan

Dari Said Ibnu Musayah, ia berkata, “Pada suatu hari Ali bin Abi Thalib ra. keluar dari rumah dan berjumpa dengan Salman Al-Farisi, Ali berkata kepadanya, “Bagaimana keadaanmu, hai Bapak Abdullah?”


Salman menjawab, “Aku berada di antara empat kesusahan. Wahai Amirul Mukminin.”


Ali berkata, “Apakah itu? Semoga Allah memberi rahmat kepadamu.” Salman menjawab, “Kesusahan memikirkan anak-anak yang minta roti, kesusahan memikirkan pencipta (Al-Khaliq) yang menyuruh aku taat kepadanya, kesusahan memikirkan setan yang menyuruhku berbuat maksiat, dan kesusahan malaikat maut yang menginginkan nyawaku.”


Ali berkata, “Gembiralah, hai Bapak Abdullah, sesungguhnya dalam setiap perkara itu engkau mendapat satu derajat.”

Malu kepada Allah

Diceritakan, bahwa seorang perempuan datang kepada Nabi Saw. dan berkata, “Ya Rasulullah, aku telah berbuat dosa besar, obatilah aku.”


Rasulullah Saw. bersabda, “Tobatlah kepada Allah Swt.” perempuan itu berkata, “Bumi telah mengetahui dosaku dan aku berbuat di atasnya, sedang ia menjadi saksi pada hari kiamat.”


Nabi Saw. bersabda, “Ia tidak akan menjadi saksi bagimu.” Allah Swt. berfirman, “Hari, di mana bumi ini diganti dengan bumi yang lain.”


Perempuan itu berkata, “Langit telah mengetahui aku, ia akan menyaksikan pada hari kiamat.”


Nabi Saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah Swt. akan melipat langit.” Allah Swt. berfirman, “Hari di mana Kami akan melipat langit, seperti halnya Kami melipat buku catatan.”


Perempuan itu berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya malaikat-malaikat mulia yang mencatat amal saleh menulis dosaku di dalam kitab.”


Nabi Saw. bersabda, “Sesungguhnya perbuatan baik dakan menghapus perbuatan buruk.”


Kemudian Nabi Saw. bersabda, “Orang yang bertobat dari dosanya seperti orang yang tak berdosa.”


Kemudian perempuan itu berkata, “Sesungguhnya para malaikat mengetahui perbuatan-perbuatanku dan menjadi saksi atas perbuatan-perbuatanku yang buruk.”


Nabi Saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah Saw. membuat lupa para malaikat pencatat amal pada hari kiamat.”


Sebagaimana disebutkan dalam kitab Rabi’ul Abrar, bahwa Nabi Saw. bersabda, “Apabila manusia bertobat Allah dan Allah menerima tobatnya, Dia membuat lupa para malaikat pencatat terhadap apa yang diperbuat oleh manusia itu.”


Allah Swt. berfirman, “Hari di mana lidah-lidah, tangan-tangan dan kaki-kaki mereka menjadi saksi atas apa yang pernah mereka lakukan (Al-ayat).”


Rasulullah Saw. bersabda, “Allah berfirman kepada bumi dan angota-anggota tubuh manusia : Sembunyikanlah keburukan-keburukan dan jangan menampakkannya.” Kemudian perempuan itu berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya semua ini adalah hak yang bertobat.”

Daftar Amalan Yang Bermanfaat Bagi Mayit




1. Doa Kaum Muslimin Bagi Si Mayit
(QS. AL-HASYR 10) DAN HADITS MUSLIM NO 2733 DARI UMMU AD DARDA

2. Sedekah Atas Nama Si Mayit
HR. BUKHARI NO 2756

3. Badal Haji Dan Umroh Bagi Si Mayit
IMAM AHMAD 1/239-240, IMAM BUKHARI 2/217-218

4. Melunasi Hutang Si Mayit  
HR. BUKHARI NO 2298 DAN MUSLIM NO 1619

5. Membayar Hutang Puasa Nazar Bagi Si Mayit
HR. BUKHARI NO 2761

6. Doa Memohon Ampunan Untuk Si Mayit (Istighfar)
HR. AHMAD, NO. 10232

7. Seorang anak melakukan amal shalih dari hasil pendidikan Orang Tuanya 
SHAHIH, HR.AHMAD (VI/41, 126 DLL)

8. Doa Anak Sholih, Sedekah jariyah, Ilmu yang manfaat
HR. MUSLIM NO. 1631

KEISTIMEWAAN AL-QURAN”



📆 Jum'at , 28 Syawal 1447 H/ 17 April 2026

📚 *Motivasi*
 
📝 Pemateri : Ustadz Aunur Rafiq Shaleh
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹 

Siapa yang membacanya pasti lembut karakternya

Siapa yang menghafalnya, pasti Allah  meninggikan derajatnya

Siapa yang mengamalkannya, pasti membaik keadaannya

Siapa yang bersedih lalu membaca al-Quran, pasti lapang dadanya

Siapa yang berpegang teguh dengannya, pasti hilang kekhawatiran dan kesedihannya

Jika Al-Quran masuk ke dalam hati

Dunia pasti keluar dari hati tersebut

Kebahagiaan pasti menetap di dalamnya 

Keberkahan pasti berkembang di dalamnya

"Maka selamat...”

Bagi hati yang penuh, kenyang, dan berkembang dengan Al-Quran

Jika kamu belum mendapatkan semua jaminan dan keistimewaan tersebut, tingkatkan cara interaksimu dengan al-Quran dan bersihkan hatimu. Jangan salahkan al-Quran apalagi memprotes Allah yang menurunkan al-Quran.

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Subscribe Youtube MANIS: https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial

Follow Media Sosial MANIS : 
IG : http://instagram.com/majelismanis
FB: http://fb.com/majelismanis
TikTok
https://www.tiktok.com/@majelis_manis_

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/gabungmanis
💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSI : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/62852-7977-6222
wa.me/087891088812

malu kepada Allah

عن معاذ بن جبل رضي الله تعالى عنه أنه قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم، يقول الله: يا ابن آدم استحي مني عند معصيتك وأنا أستحي منك يوم العرض الأكبر فلا أعذبك،
Dari Mu’adz bin Jabal ra. ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda : Allah Swt. berfirman, “Hai anak Adam, malulah engkau jika durhaka kepada-Ku, niscaya Aku pun akan malu kepadamu pada hari kiamat nanti, sehingga Aku tidak akan menyiksamu.”

Hamba yang Allah ridho panjang umurnya

Dari Abdushomad bin Mughoffal berkata: aku mendengar Wahab bin Munabbih RA berkata: aku membaca tiga puluh baris di akhir kitab Zabur Nabi Daud AS bahwa Allah SWT berfirman: “Wahai Daud, apakah engkau tahu mukmin mana yang lebih Aku suka Kupanjangkan hidupnya?”,


قال: لا، قال: الذي إذا قال لا إله إلا الله اقشعر جلده وارتعدت مفاصله فإني أكره له بذلك الموت كما يكره الوالد لولده ولكن لابد له منه اني أريد أن أسره في دار سوى هذه الدار فإن نعيمها بلاء ورخاءها شدة وفيها عدو لايألونكم خبالا يجري منكم كمجرى الدم من أجل ذلك عجلت أوليائي إلى الجنة لولا ذلك لما مات آدم وولده حتى ينفخ في الصور.

beliau AS menjawab: “Tidak”, Allah SWT berfirman: “Yaitu orang yang jika mengucap Laa Ilaaha Illalloh maka kulitnya merinding dan persendiannya bergetar karena sesungguhnya Aku tidak menyukai kematian baginya sebagaimana orang tua tidak menyukai (kematian) anaknya, tetapi dia harus mati, sesungguhnya Aku ingin membahagiakannya di tempat selain tempat ini, sebab nikmatnya (dunia) adalah bencana dan kemakmurannya (dunia) adalah kesulitan, di dalamnya (dunia) ada musuh yang tidak main-main merusakmu, dia berjalan pada kalian seperti aliran darah, oleh karena itu Aku menyegrakan kekasih-kekasihku ke surga, andai bukan karena hal tersebut pastilah Adam dan anaknya tidak mati hingga sangkakala ditiup”.

kekuatan Kun fayakun

“Aku ingin mengingatkan kalian bahwa bayi pernah berbicara, perempuan lanjut usia pernah mengandung, dan perempuan mandul pun melahirkan. Bulan pernah terbelah, orang-orang yang tertidur bangun setelah bertahun-tahun lamanya. Yang sedikit mengalahkan yang banyak, dan singgasana Ratu Yaman dipindahkan dalam sekejap mata. Perut ikan tidak mencerna, dan api tidak membakar.

*Maka, tidak ada sesuatu pun di bumi dan di langit yang tidak mampu Allah lakukan. Apabila Dia menghendaki sesuatu, Dia hanya berfirman, ‘Jadilah!’ maka terjadilah.”*

amalan orang shiddiq

#JujurTulus

قال بعض السلف: « أعمال البر يفعلها البر والفاجر، ولا يقدر على ترك المعاصي إلا صديق» 

📔 جامع المسائل

Sebagian ulama salaf berkata:

"Amal-amal kebaikan bisa saja dilakukan oleh orang baik ataupun pendurhaka. Tetapi tidak ada yang benar-benar bisa meninggalkan maksiat kecuali shiddiq (orang yang tulus dan jujur dalam imannya)."

PERBEDAAN ANTARA TAIB, MUNIB DAN AWWAB



Ibnu A'llan rahimahullahu berkata,

فمن رجع عن المخالفات خوفًا من عذاب الله فهو (تائب)،
ومن رجع حياءً فهو (منيب)،
ومن رجع تعظيمًا لجلال الله سبحانه فهو (أوّاب).

“Barang siapa meninggalkan kemaksiatan karena takut akan azab Allah, maka ia disebut orang yang bertaubat (taib).

Barang siapa meninggalkannya karena rasa malu kepada Allah, maka ia disebut orang yang kembali (munib).

Dan barang siapa meninggalkannya karena mengagungkan keagungan Allah subhanahu wa ta'ala, maka ia disebut orang yang sangat kembali (awwab, yaitu yang sering kembali kepada Allah dengan penuh pengagungan dan kecintaan,pent.).”
(Dalil al-Faalihin : 1/90)

Sumber Saluran Whatsapp *Pelajar Sunnah*

https://whatsapp.com/channel/0029VahHEqtFSAsyXkHzeE0D

youtube.com/pelajarsunnah
instagram.com/pelajarsunnah.id
fb.com/pelajarsunnah.id
twitter.com/pelajarsunnah
telegram.me/pelajarsunnah

Mari dukung program dakwah @pelajarsunnah.id dengan berinfaq dan bersedekah ke rekening :
Bank Syariah Indonesia
(BSI-451) 7775222338
a.n. PELAJAR SUNNAH

Selalu Merasa Khawatir Akan Dosa Yang Dilakukan*

*
قال الحسن البصري رحمه الله: “إن الرجل يذنب الذنب فما ينساه وما يزال متخوفا منه حتى يدخل الجنة”.
الزهد للإمام أحمد

Hasan al-Bashri rahimahullah berkata,

“Sesungguhnya ada seseorang berbuat dosa lalu ia tidak melupakannya dan selalu merasa khawatir karenanya.. sampai ia masuk ke dalam surga..”

Az Zuhd Lil Imam Ahmad

JIKA INGIN BACAAN AL-QUR'AN MERUBAH DIRIMU, RENUNGKANLAH HAL-HAL INI


Apabila ia mempelajari Al-Qur’an, maka hendaknya dengan kehadiran pemahaman dan akal.

Tujuannya adalah mewujudkan pemahaman terhadap apa yang Allah ﷻ wajibkan, berupa mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Bukanlah tujuannya sekadar: kapan aku akan menamatkan satu surat, tetapi tujuannya adalah:
Kapan aku merasa cukup dengan Allah tanpa selain-Nya?
Kapan aku termasuk orang-orang yang bertakwa?
Kapan aku termasuk orang-orang yang berbuat ihsan?
Kapan aku termasuk orang-orang yang bertawakal?
Kapan aku termasuk orang-orang yang khusyuk?
Kapan aku termasuk orang-orang yang sabar?
Kapan aku termasuk orang-orang yang jujur?
Kapan aku termasuk orang-orang yang takut (kepada Allah)?
Kapan aku termasuk orang-orang yang berharap (rahmat-Nya)?
Kapan aku bersikap zuhud terhadap dunia?
Kapan aku mencintai akhirat?
Kapan aku bertaubat dari dosa-dosa?
Kapan aku menyadari nikmat-nikmat yang terus mengalir?
Kapan aku bersyukur atasnya?
Kapan aku memahami seruan Allah?
Kapan aku benar-benar memahami apa yang aku baca?
Kapan aku mampu mengalahkan hawa nafsuku?
Kapan aku berjihad di jalan Allah dengan sebenar-benarnya jihad?
Kapan aku menjaga lisanku?
Kapan aku menundukkan pandanganku?
Kapan aku menjaga kehormatanku?
Kapan aku benar-benar malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya rasa malu?
Kapan aku sibuk memperbaiki aibku sendiri?
Kapan aku memperbaiki kerusakan dalam urusanku?
Kapan aku menghisab (introspeksi) diriku?
Kapan aku mempersiapkan bekal untuk hari kembali (akhirat)?
Kapan aku ridha kepada Allah?
Kapan aku benar-benar percaya kepada-Nya?
Kapan aku mengambil pelajaran dari peringatan Al-Qur’an?
Kapan aku sibuk dengan dzikir kepada-Nya dari selain-Nya?
Kapan aku mencintai apa yang Allah cintai?
Kapan aku membenci apa yang Allah benci?
Kapan aku memberi nasihat karena Allah?
Kapan aku ikhlas dalam amalanku?
Kapan aku memendekkan angan-anganku?
Kapan aku bersiap untuk hari kematianku, sementara ajal itu disembunyikan dariku?
Kapan aku memakmurkan kuburku (dengan amal)?
Kapan aku memikirkan keadaan di hari perhentian (kiamat) dan kedahsyatannya?
Kapan aku memikirkan saat aku sendirian bersama Rabbku?
Kapan aku memikirkan tempat kembali (akhir)?
Kapan aku waspada terhadap apa yang diperingatkan oleh Rabbku—yaitu neraka yang panasnya sangat dahsyat, dasarnya sangat dalam, dan kesedihannya panjang. Penduduknya tidak mati sehingga bisa beristirahat, tidak dimaafkan kesalahan mereka, dan tidak dikasihani tangisan mereka. Makanan mereka adalah zaqqum dan minuman mereka air yang sangat panas. Setiap kali kulit mereka matang, diganti dengan kulit yang lain agar mereka merasakan azab.
Mereka menyesal ketika penyesalan itu tidak lagi bermanfaat, menggigit tangan mereka karena penyesalan atas kelalaian dalam ketaatan kepada Allah dan karena mereka melakukan maksiat. 

Maka sebagian mereka berkata:
يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي

"Wahai, seandainya dahulu aku telah menyiapkan (amal) untuk kehidupanku."
(QS. Al-Fajr: 24)

Dan yang lain berkata:

رَبِّ ارْجِعُونِ . لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحاً فِيمَا تَرَكْتُ 
"Wahai Rabbku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat beramal shalih terhadap apa yang telah aku tinggalkan."
(QS. Al-Mu’minun: 99–100)

Dan berkata lagi:

 يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَذَا الْكِتَابِ لا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلا كَبِيرَةً إِلا أَحْصَاهَا

"Celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil maupun yang besar melainkan semuanya tercatat?"
(QS. Al-Kahfi: 49)

Dan berkata:

 يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلانًا خَلِيلاً 

"Aduhai celaka aku, seandainya dahulu aku tidak menjadikan si fulan sebagai teman dekat."
(QS. Al-Furqan: 28) 

Dan sekelompok dari mereka, dengan wajah yang berbolak-balik dalam berbagai jenis azab berkata:

يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولا

"Wahai, seandainya kami dahulu taat kepada Allah dan taat kepada Rasul."
(QS. Al-Ahzab: 66)

Akhlak Ahli Qur'an Karya Al-Ajurry Rahimahullah halaman halaman 57-59

https://whatsapp.com/channel/0029VahHEqtFSAsyXkHzeE0D

youtube.com/pelajarsunnah
instagram.com/pelajarsunnah.id
fb.com/pelajarsunnah.id
twitter.com/pelajarsunnah
telegram.me/pelajarsunnah

Mari dukung program dakwah @pelajarsunnah.id dengan berinfaq dan bersedekah ke rekening :
Bank Syariah Indonesia
(BSI-451) 7775222338
a.n. PELAJAR SUNNAH

Keutamaan Bershalawat kepada Nabi ﷺ



Di antara ibadah yang agung, yang membuka pintu-pintu kebaikan yang besar, dan menjadi sebab hilangnya kegelisahan serta diampuninya dosa *adalah bershalawat kepada Nabi ﷺ.*

Bershalawat kepada beliau ﷺ adalah amalan yang agung, Allah menjanjikan pahala besar atasnya.

Barangsiapa bershalawat kepada Nabi ﷺ satu kali, maka ia mendapatkan empat keutamaan:
1. Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali.
2. Dituliskan baginya sepuluh kebaikan.
3. Dihapus darinya sepuluh dosa.
4. Diangkat derajatnya sepuluh tingkat.

Ketika Ubay bin Ka‘b رضي الله عنه bertekad menjadikan seluruh doanya sebagai shalawat, Rasulullah ﷺ bersabda:
*“Jika begitu, akan dicukupkan bagimu kegelisahanmu dan diampuni dosamu.”* (HR. At-Tirmidzi)

Dalam hilangnya kegelisahan ada *kebahagiaan dunia*, dan dalam ampunan dosa ada *kebahagiaan akhirat.*
*Maka dengan bershalawat kepada Nabi ﷺ, seseorang meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.*

Sudah diketahui bahwa siapa yang tertimpa kesedihan atau kegelisahan, lalu ia memperbanyak shalawat kepada Nabi ﷺ, *maka kegelisahannya akan terurai satu per satu,* dan Allah akan menggantinya dengan ketenangan serta ketentraman dalam hatinya.

*Ia juga akan merasakan ringan dalam ketaatan, dan muncul kebencian terhadap maksiat.* Karena bershalawat kepada Nabi ﷺ adalah sebab besar turunnya rahmat Allah kepada hamba; Jika Allah bershalawat kepada seorang hamba, Dia akan mengeluarkannya dari kegelapan menuju cahaya.

*Sebagaimana firman Allah Ta‘ala:*

هُوَ ٱلَّذِي يُصَلِّي عَلَيۡكُمۡ وَمَلَٰٓئِكَتُهُۥ لِيُخۡرِجَكُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ ۚ وَكَانَ بِٱلۡمُؤۡمِنِينَ رَحِيمٗا

_“Dia-lah yang bershalawat (memberi rahmat) kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang).  Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.”_ (QS. Al-'Aĥzāb: 43)

malulah diri ini

لَقَدْ هَتَفَتْ فِيْ جُنْحِ لَيْلٍ حَمَامَةٌ # عَلَى فَنَن وَهْنًا وَإِنِّيْ لَنَائِمٌ

Di tengah malam sungguh burung-burung merpati berkicau lemah di atas ranting sedangkan aku terlelap tidur.

كَذَبْتُ وَبَيْتِ اللهِ لَوْ كُنْتُ عَاشِقًا # لَمَّا سَبَقَتْنِيْ بِالْبُكَاءِ الْحَمَائِمُ

Aku telah berdusta demi Baitullah apabila aku benar-benar rindu pada Allah tentunya merpati itu tidak akan mendahuluiku menangis

وَأَزْعَمُ أَنِّيْ هَاِئٌم ذُوْ صَبَابَةٍ # لِرَبِّيْ فَلَا أَبْكِيْ وَتَبْكِي الْبَهَائِمُ

Aku kira diriku tak tahu arah karena rindu pada Allah akan tetapi aku tak mampu menangis sedangkan binatang-binatang sedang mengeluarkan air mata

Jika Kau Sedang Lelah



📆 Jum'at , 07 Syawal 1447 H/ 27 Maret 2026

📚 *Motivasi*
 
📝 Pemateri : Ustadz Najib
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹 

Terdengar langkah kaki yang lunglai, berjalan tertatih karena banyak agenda yang telah selesai tertunai. Tubuh pun seperti meminta untuk diam sejenak, agar energi kembali tanpa beranjak. 

Suatu waktu mungkin engkau pernah mengeluh, mungkin bukan karena engkau lemah, tetapi karena hatimu sedang letih menahan banyak hal yang tak sempat kau ceritakan.

Kami mengerti, jalan ini tidak selalu ramah. Ada waktu, ada tenaga, ada harta yang diminta terus mengalir, sementara jiwa kadang ingin berhenti sekadar menarik napas.

Tak apa lelah, saudaraku. Lelah bukan tanda kalah, ia hanya isyarat bahwa hatimu butuh dikuatkan, bukan disalahkan.

Ingatlah,
kita berjalan di jalan ini bukan karena kita paling mampu, tetapi karena Allah memilih kaki kita untuk melangkah, dan memilih hati kita untuk belajar ikhlas.

Ketika amanah datang, bukan karena engkau satu-satunya orang yang diamanahkan, tetapi karena ada kepercayaan yang sedang Allah titipkan. Bukan untuk membebani dirimu, melainkan untuk terus menumbuhkan.

Jika engkau diminta waktu, mungkin Allah sedang membersihkan waktu-waktu kita dari yang sia-sia. Jika engkau diminta mengeluarkan harta, barangkali Allah sedang menjaga agar cinta dunia tak terlalu lama berdiam di dalam dada.

Dan jika engkau diminta bekerja, itu bukan karena jasamu semata, tetapi karena kebersamaan ini tak akan kuat jika hanya ditopang oleh sedikit pundak.

Kami pun belajar, belajar saling percaya, belajar tsiqoh meski tak selalu mengerti seluruh rencana. Belajar bahwa kepemimpinan juga manusia, belajar bagaimana cara memikul beban, menyusun langkah, dan seringkali menangis dalam doa-doa yang sunyi.

Jika engkau lelah, jangan menjauh. Duduklah sebentar, ceritakan dengan lembut, agar kami tahu bagaimana cara menguatkanmu.

Sebab dakwah ini bukan lomba siapa yang paling kuat, melainkan perjalanan panjang orang-orang yang mau saling menjaga.

Mari lanjutkan langkah ini dengan hati yang lebih lapang. Bukan tanpa keluh, tetapi dengan saling memahami. Bukan tanpa lelah, tetapi dengan cinta yang terus dihidupkan.

Dan semoga suatu hari nanti, Allah mempertemukan kita dengan senyum syukur, seraya berkata perlahan:

“Alhamdulillah…
aku tidak menyerah, karena aku tidak sendiri.”

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Subscribe Youtube MANIS: https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial

Follow Media Sosial MANIS : 
IG : http://instagram.com/majelismanis
FB: http://fb.com/majelismanis
TikTok
https://www.tiktok.com/@majelis_manis_

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/gabungmanis
💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSI : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/62852-7977-6222
wa.me/087891088812

sangat butuh kepada Al Quran

“Engkau sangat membutuhkan Al-Qur’an bahkan di saat kesibukanmu, bahkan dalam perjalananmu—pergi dan pulang.

Engkau membutuhkan kemudahan dalam urusanmu, membutuhkan ketenangan, dan kebersamaan (pertolongan Allah).

Dan tak akan engkau dapati sesuatu yang mampu menguatkan tekadmu seperti bacaan wirid harianmu dari Al-Qur’an, di mana pun engkau melangkah dan menuju.”

Istiqomah

Istiqomah itu bukan tentang siapa yang paling cepat berubah, tapi siapa yang tetap bertahan meski pelan. 🌿

Hari ini mungkin jatuh, besok bangkit lagi.
Hari ini mungkin goyah, tapi tidak menyerah.

Karena istiqomah bukan tentang sempurna…
Tapi tentang terus kembali kepada Allah, lagi dan lagi. 🤍

berlomba dalam kebaikan

Setiap orang itu memiliki kotak kebaikannya masing-masing ada yang dimudahkan dalam memperbanyak sholat sunnah, ada yang dimudahkan dalam sedekah, ada yang dimudahkan dalam berdakwah, dan ada yang dimudahkan untuk memperbanyak puasa sunnah atau baca Al Qur’an, dan amal kebaikan lainnya, yuk maksimalkan kotak kebaikan yang sudah Allah buka untuk kita. Tinggalkanlah jejak kebaikan terbaik sebelum kita wafat karena bisa jadi perpulangan itu sudah sudah dekat.

perhatikanlah akhiratmu

*Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:*

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَـنْظُرْ نَـفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۚ وَا تَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ بِۢمَا تَعْمَلُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuttaqulloha waltangzhur nafsum maa qoddamat lighod, wattaqulloh, innalloha khobiirum bimaa ta'maluun

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan."
(QS. Al-Hasyr 59: Ayat 18)

Allah yang Maha Mengatur semua urusan

_"Barangsiapa benar-benar yakin bahwa Allah yang mengatur seluruh urusannya, maka ia akan menenangkan hatinya dari terlalu banyak memikirkan hal yang belum tentu terjadi. Ia sadar bahwa kecemasan dan ketakutan tidak akan mampu mengubah sedikit pun dari apa yang telah Allah tetapkan. Setelah itu, yang tersisa baginya hanyalah berbaik sangka kepada Rabb-nya. Karena Allah adalah sumber segala kebaikan, dan setiap keputusan-Nya penuh dengan keindahan dan hikmah. Kebaikan-Nya kepada para hamba tidak pernah terputus sedikit pun. Namun Allah menguji ketundukan dan kepasrahan mereka, untuk melihat bagaimana mereka bersikap dan beramal."_

Keutamaan Bershalawat Kepada Baginda Nabi Muhammad ﷺ


فضل الصلاة علي النبي
Keutamaan Bershalawat Kepada Baginda Nabi Muhammad ﷺ

وأما الصلاة على رسول الله ﷺ ففضلها عظيم، ونفعها في الدنيا والآخرة للمكثرين منها كثير، قال الله تعالى:
Adapun bershalawat kepada Raasulullah ﷺ sangat besar keutamaannya dan banyak sekali manfaatnya di dunia dan akhirat bagi yang banyak membacanya. Hal ini sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta`ala :

﴿اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰٓٮِٕكَتَهٗ يُصَلُّوۡنَ عَلَى النَّبِىِّ ؕ يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا صَلُّوۡا عَلَيۡهِ وَسَلِّمُوۡا تَسۡلِيۡمًا‏﴾ [الأحزاب: ٥٦/٣٣].
Artinya: "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berhslawatlah kalian untuk Nabi (Muhammad) dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." (Qs. al-Ahzab ayat: 56).

فناهيك بما نصّ الله عليه في هذه الآية تشريفًا لنبيه وتعظيمًا، وحثًّا لعباده المؤمنين على الصلاة والتسليم عليه وتحريضًا.
Kiranya cukuplah bagimu keterangan Allah Subhanahu Wa Ta`ala dalam ayat ini sebagai bukti kemuliaan dan penghormatan terhadap nabi-Nya dan juga anjuran bagi para hamba-Nya yang beriman untuk bershalawat dan bersalam kepada-Nya.

وقال عليه الصلاة والسلام:
Mengenai hal ini, Baginda Nabi ﷺ bersabda:

«مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا».
Artinya: "Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali, niscaya Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali."

قال بعض العلماء المحققين رحمهم الله: لو صلى الله على العبد في طول عمره مرة واحدة لكفاه ذلك شرفًا وكرامة؛ فكيف بعشر صلوات على كل صلاة يصليها المسلم على نبيه؟! انتهى.
Para ulama al-muhaqqiqin berkata: "Seandainya Allah bershalawat kepada seorang hamba dalam seumur hidupnya sekali saja, maka sudah cukup hal itu menjadi kemuliaan baginya. Lalu bagaimana apabila sepuluh shalawat untuk setiap satu kali shalawat yang dibaca oleh seorang muslim kepada nabinya?"

فالحمد لله على عظيم فضله وجزيل عطائه.
Segala puji bagi Allah atas karunia- Nya yang agung.

وقال عليه الصلاة والسلام:
Nabi ﷺ bersabda:

«مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرَ صَلَوَاتٍ، وَرَفَعَ لَهُ بِهَا عَشْرَ دَرَجَاتٍ، وَكَتَبَ لَهُ بِهَا عَشْرَ حَسَنَاتٍ، وَحَطَّ بِهَا عَنْهُ عَشْرَ خَطِيْئَاتٍ»،
Artinya: "Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, niscaya Allah bershalawat kepadanya sebanyak sepuluh kali, serta mengangkat kedudukannya sepuluh derajat, menuliskan baginya sepuluh kebaikan dan menggugurkan darinya sepuluh kejelekan."

وقال عليه الصلاة والسلام:
Dalam hadits lainnya, Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

«أَوْلَى النَّاسِ بِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَيَّ صَلَاةً».
Artinya: "Manusia yang paling utama mendapat syafa`atku kelak di hari kiamat adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku.”

وقال عليه الصلاة والسلام:
Nabi ﷺ bersabda:

«مَنْ قَالَ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَأَنْزِلْهُ الْمَقْعَدَ الْمُقَرَّبَ عِنْدَكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَجَبَتْ لَهُ شَفَاعَتِي»
Artinya: "Barangsiapa yang membaca: `Ya Allah, bershalawatlah atas Muhammad dan tempatkanlah ia dikedudukan terdekat di sisi-Mu pada hari kiamat, maka ia berhak mendapat syafa`atku."

وقال عليه الصلاة والسلام:
Nabi ﷺ bersabda:

«مَنْ قَالَ جَزَى اللَّهُ عَنَّا مُحَمَّدًا مَا هُوَ أَهْلُهُ، أَتْعَبَ سَبْعِينَ كَاتِبًا أَلْفَ صَبَاحٍ».
Artinya: "Barangsiapa yang mengucapkan: `Jazallahu `anna Muhammadan Mahuwa Ahluhu (semoga Allah membalas kebaikan atas Muhammad sepantas yang harus diterimanya dari kami), niscaya ia membuat tujuh puluh malaikat penulis kewalahan selama seribu hari"."

وقال عليه الصلاة والسلام:
Nabi ﷺ bersabda:

«صَلُّوْا عَلَيَّ حَيْثُمَا كُنتُمْ، فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ تَبْلُغُنِي».
Artinya: "Bershalawatlah kepadaku dimanapun kalian berada. Karena sesungguhnya shalawat kalian akan sampai kepadaku."

وورد:
Dalam hadis lainnya, Rasulullah ﷺ bersabda:

«أَنَّ لِلَّهِ مَلَائِكَةً سَيَّاحِيْنَ فِي الْأَرْضِ يُبَلِّغُونَهُ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ صَلَاةَ مَنْ يُصَلِّي عَلَيْهِ مِنْ أُمَّتِهِ».
Artinya: "Sesungguhnya Allah memiliki malaikat yang berkeliling di penjuru bumi untuk menyampaikan bacaan shalawat kepada beliau ﷺ dari umatnya."

وورد:
Dan diriwayatkan bahwa:

«أَنَّهُ لَا يُسَلِّمُ عَلَيْهِ أَحَدٌ مِنْ أُمَّتِهِ إِلَّا رَدَّ اللَّهُ عَلَيْهِ رُوْحَهُ الشَّرِيفَةَ حَتَّى يَرُدَّ عَلَيْهِ».
Artinya: "Tak seorangpun dari umatnya yang memberi salam kepada beliau ﷺ melainkan Allah mengembalikan ruh beliau ﷺ yang mulia hingga beliau ﷺ menjawab salamnya."

قال الشيخ ابن حجر في «الدر المنضود»:
Berkata Syekh Ibnu Hajar dalam kitabnya "Ad-Dur Al-Manḍūd":

ورُوِيَ عن النبي ﷺ أنَّه قال:
Diriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda:

«ما من أحد يسلِّم عليه إلا رَدَّ الله عليه روحه الشريفة حتى يرد عليه».
"Tidaklah seorang pun yang mengucapkan salam kepadaku, melainkan Allah mengembalikan ruhnya yang mulia kepadaku hingga aku membalas salamnya."

وقد ورد في السلام عليه المضاعفة بالسلام من الله عشر مرات على المسلِّم عليه كما ورد في الصلاة.
Dan juga ada yang meriwayatkan mengenai pengucapan salam kepada beliau akan mendapatkan balasan salam dari Allah sebanyak sepuluh kali bagi orang yang mengucapkan salam kepada beliau seperti yang telah diriwayatkan dalam pembacaan shalawat.

وقال عليه الصلاة والسلام:
Nabi ﷺ bersabda:

«رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ... » الحديث.
Artinya: "Sungguh terhina seseorang yang mana namaku disebut dihadapannya, namun ia tidak bershalawat kepadaku."

وقال عليه الصلاة والسلام:
Nabi ﷺ bersabda:

«مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَأَحْطَأَ الصَّلَاةَ عَلَيَّ أَخْطَأَ طَرِيقَ الْجَنَّةِ».
Artinya: "Barangsiapa salah bershalawat kepadaku tatkala namaku disebut dihadapannya, niscaya ia salah menempuh jalan surga."

وقد أمر عليه الصلاة والسلام بالإِكثار من الصلاة عليه في يوم الجمعة خصوصًا،
Rasulullah ﷺ telah menganjurkan untuk memperbanyak bacaan shalawat kepada beliau terutama di Hari Jum`at.

قال عليه الصلاة والسلام:
Hal ini sebagaimana sabda Nabi ﷺ:

«أَكْثِرُوا مِنَ الصَّلَاةِ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمْعَةِ، فَإِنَّ صَلَاةَ أُمَّتِي تُعْرَضُ عَلَيَّ فِي كُلِّ جُمْعَةٍ: فَأَقْرَبُهُمْ مِنِّي مَنْزِلَةً أَكْثَرُهُمْ عَلَيَّ صَلَاةً».
Artinya: "Perbanyaklah bacaan shalawat kepadaku di Hari Jum`at, karena sesungguhnya bacaan shalawat umatku dilaporkan kepadaku setiap Hari Jum`at, maka yang paling dekat kedudukannya disisiku adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku."

وقال عليه الصلاة والسلام:
Nabi ﷺ bersabda:

«صَلُّوْا عَلَيَّ فِي اللَّيْلَةِ الْغَرَّاءِ وَالْيَوْمِ الْأَزْهَرِ»؛ يعني: ليلة الجمعة ويومها.
Artinya: "Bershalawatlah kepadaku di malam yang mulia dan hari yang gemilang (Malam Jum`at dan Hari Jum`at)."

فينبغي لكل مؤمن: أن يكثر من الصلاة على رسول الله ﷺ في دوام الأوقات، وفي ليلة الجمعة ويومها خصوصًا.
وليجعل السلام عليه مع الصلاة؛ فقد أمر الله بهما جميعًا.
Hendaknya setiap mukmin memperbanyak shalawat kepaja Rasulullah ﷺ sepanjang waktu dan terutama di Malam Jum`at dan Hari Jum`atnya, di samping itu hendaknya ditambahkan salam setelah shalawat karena Allah Subhanahu Wa Ta`ala telah memerintahkan untuk membaca keduanya sekaligus.

وفي الحديث عن الله تعالى أنه قال له عليه الصلاة والسلام:
Dalam sebuah hadis qudsi disebutkan:

«مَنْ صَلَّى عَلَيْكَ صَلَّيْتُ عَلَيْهِ، وَمَنْ سَلَّمَ عَلَيْكَ سَلَّمْتُ عَلَيْهِ».
"Barangsiapa yang bershalawat kepadamu Aku akan bershalawat kepadanya dan barangsiapa yang bersalam kepadamu Aku akan membalas salamnya."

وينبغي لمن صلّى وسلّم على نبيه: أن يصلِّي ويسلِّم على آله بعده؛ فإنه عليه الصلاة والسلام يحب لهم ذلك، وقد وردت به الأحاديث.
Hendaknya bagi yang membaca shalawat dan salam kepada Nabi ﷺ juga membaca shalawat dan salam kepada keluarga beliau setelahnya karena beliau ﷺ menganjurkan hal itu pada mereka dan diriwayatkan hadis-hadis mengenai hal ini.

وجاء في بعض الآثار: أن الصلاة التي لا يُصَلَّى فيها على الآل تسمّى الصلاةَ البتراء. والله أعلم.
Disebutkan dalam sebuah atsar bahwa bacaan shalawat yang tidak ada shalawat untuk keluarga beliau disebut shalawat al-batrah27.

27Shalawat yang buntung.

Keutamaan Istighfar


ومن أنواع الأذكار الكثيرة الخير والبركة، العظيمة الفضل والثواب: الاستغفار، والصلاة على النبي المختار، والدعاء.

Diantara jenis dzikir yang banyak keberkahan dan manfaatnya, besar keutamaan dan pahalanya yaitu istighfar, shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ dan do`a.

أما الاستغفار فقال الله عز من قائل في فضله:

Hal ini sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta`ala dalam al-Qur`an al-Karim:

﴿وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُمۡ وَاَنۡتَ فِيۡهِمۡؕ وَمَا كَانَ اللّٰهُ مُعَذِّبَهُمۡ وَهُمۡ يَسۡتَغۡفِرُوۡنَ‏﴾ [الأنفال: ٣٣/٨].

Artinya: "Dan Allah sekali-kali tidak akan mengadzab mereka, sedang kamu berada diantara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengadzab mereka, sedang mereka meminta ampun." (Qs. al-Anfaal ayat: 53).

وقال تعالى:

Dalam ayat lainnya, Allah Subhanahu Wa Ta`ala berfirman:

﴿وَّاَنِ اسۡتَغۡفِرُوۡا رَبَّكُمۡ ثُمَّ تُوۡبُوۡۤا اِلَيۡهِ يُمَتِّعۡكُمۡ مَّتَاعًا حَسَنًا اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى وَ يُؤۡتِ كُلَّ ذِىۡ فَضۡلٍ فَضۡلَهٗ ؕ وَاِنۡ تَوَلَّوۡا فَاِنِّىۡۤ اَخَافُ عَلَيۡكُمۡ عَذَابَ يَوۡمٍ كَبِيۡرٍ‏﴾ [هود: ٣/١١].

Artinya: " Dan hendaklah kamu memohon ampunan kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan. Dan Dia akan memberikan karunia-Nya kepada setiap orang yang berbuat baik. Dan jika kamu berpaling, maka sungguh, aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar (Kiamat).." (Qs. Huud ayat: 3).

وقال تعالى فيما حكاه عن نبيّه نوحٍ عليه السلام:

Allah Subhanahu Wa Ta`ala juga berfirman dalam al-Qur`an tentang kisah tentang Nabi Allah Nuh `Alaihis Salam:

﴿فَقُلۡتُ اسۡتَغۡفِرُوۡا رَبَّكُمۡؕ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًا ۙ‏ ١٠ يُّرۡسِلِ السَّمَآءَ عَلَيۡكُمۡ مِّدۡرَارًا ۙ‏ ١١ وَّيُمۡدِدۡكُمۡ بِاَمۡوَالٍ وَّبَنِيۡنَ وَيَجۡعَلۡ لَّـكُمۡ جَنّٰتٍ وَّيَجۡعَلۡ لَّـكُمۡ اَنۡهٰرًا ؕ‏ ١٢﴾. [نوح: ۱۰/۷۱-۱۲].

Artinya: "Maka aku katakan mereka: `Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun.` Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membahayakan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai." (Qs. Nuh ayat: 10-12).

وقال تعالى:

Dalam ayat-Nya yang lain, Allah Subhanahu Wa Ta`ala berfirman:

﴿وَ مَنۡ يَّعۡمَلۡ سُوۡٓءًا اَوۡ يَظۡلِمۡ نَفۡسَهٗ ثُمَّ يَسۡتَغۡفِرِ اللّٰهَ يَجِدِ اللّٰهَ غَفُوۡرًا رَّحِيۡمًا‏﴾[النساء: ١١٠/٤].

Artinya: "Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Qs. an-Nisaa` ayat: 110).

وقال عليه الصلاة والسلام:

Dalam hal ini, Nabi ﷺ bersabda:

«مَنْ لَزِمَ الْإِسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيْقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ».

Artinya: "Barangsiapa yang menekuni istighfar, niscaya Allah menjadikan baginya solusi dari segala kesusahan, jalan keluar dari kesempitan dan memberinya rezeki dari arah yang tiada diduga-duga."

وقال عليه الصلاة والسلام:

Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

«طُوبَى لِمَنْ وَجَدَ فِي صَحِيفَتِهِ اسْتِغْفَارًا كَثِيرًا».

Artinya: "Sungguh beruntung orang yang menjumpai dalam buku laporannya bacaan istighfar yang sangat banyak."

وقال عليه الصلاة والسلام:

Nabi ﷺ bersabda:

«مَنْ قَالَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ فِي يَوْمٍ سَبْعِينَ مَرَّةً غَفَرَ اللَّهُ لَهُ سَبْعَمِائَةِ ذَنْبٍ، وَقَدْ خَابَ عَبْدٌ أَوْ أَمَةٌ يُذْنِبُ فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِمِائَةِ ذَنْبٍ»،

Artinya: "Barangsiapa yang mengucapkan Astaghfirullah sebanyak tujuh puluh kali dalam sehari, niscaya Allah akan mengampuni tujuh ratus dosanya, dan sungguh merugi seseorang baik lelaki maupun wanita dalam sehari semalam melakukan dosa lebih dari tujuh ratus dosa.”

وقال عليه الصلاة والسلام:

Dalam hadis lainnya, Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

«وَاللَّهِ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً»،

Artinya: "Demi Allah, sesungguhnya aku beritighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali."

وقال عليه الصلاة والسلام:

Nabi ﷺ bersabda:

«أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِدَائِكُمْ وَدَوَائِكُمْ، أَلَا إِنَّ دَائَكُمُ الذُّنُوْبُ، وَدَوَائَكُمُ الْإِسْتِغْفَارُ»،

Artinya: "Maukah kalian aku beritahukan tentang penyakit dan obat kalian, ketahuilah bahwa penyakit kalian adalah dosa-dosa dan obat kalian adalah istighfar."

وقال عليه الصلاة والسلام:

Nabi ﷺ bersabda:

«قَالَ إِبْلِيسُ : وَعِزَّتِكَ وَجَلَالِكَ يَارَبُّ لَا أَبْرَحُ أُغْوِي عِبَادَكَ مَا دَامَتْ أَرْوَاحُهُمْ فِي أَجْسَادِهِمْ. فَقَالَ اللَّهُ: وَعِزَّتِي وَجَلَالِي لَا بَرِحْتُ أَغْفِرُ لَهُمْ مَا اسْتَغْفَرُونِي».

Artinya: "Iblis mengatakan: `W`ahai Tuhan, demi kemuliaan dan keperkasaan-Mu aku tidak akan berhenti menyesatkan hamba-hamba-Mu selagi nyawa mereka masih melekat dalam jasad mereka, lalu Allah Subhanahu Wa Ta`ala berkata: `Demi kemuliaan dan keperkasaan-Ku Aku senantiasa menganmpuni mereka selama mereka meminta ampun kepada-Ku."

وقال عبد الله بن عمر رضي الله عنهما: كنا نَعدّ لرسول الله ﷺ في المجلس الواحد (مائة مرة):

Dalam hal ini, Sahabat Abdullah bin Umar Radhiyallahu `anhu berkata: "Kami pernah menghitung dalam satu kali duduk Rasulullah ﷺ membaca seratus kali:

«رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ».

Artinya: "Wahai Tuhan ampunilah aku dan terimalah taubatku sesungguhnya Engkau Maha Pemberi taubat dan Maha Penyayang."

فعليك - رحمك الله -: بالإِكثار من هذا الذكر المبارك، الذي كان من رسول الله ﷺ بهذه المنزلة.

Maka hendaknya engkau memperbanyak bacaan dzikir yang penuh keberkahan ini yang memiliki kedudukan seperti ini di sisi Rasulullah ﷺ.

وبلغنا أن الإِمام أحمد بن حنبل رحمه الله رُئيَ بعد موته في المنام فذكر: أن الله نفعه كثيرًا بكلمات سمعها من سفيان الثوري رحمه الله، وهي هذه:

Diceritakan bahwa setelah wafatnya al-Imam Ahmad bin Hambal Radhiyallahu `anhu ada seseorang yang bermimpi bertemu beliau dan beliau menyatakan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala memberinya manfaat yang banyak dari beberapa lafadz dzikir yang dia dengar dari Safyan ats-Tsauri Radhiyallahu `anhu, lafadz itu adalah:

أَللَّهُمَّ يَا رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، بِقُدْرَتِكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ اغْفِرْ لِي كُلَّ شَيْءٍ، وَلَا تَسْأَلْنِي عَنْ شَيْءٍ. انتهى بمعناه.

Artinya: "Ya Allah, wahai Tuhan pemilik segala sesuatu, demi kekuasaan-Mu atas segala sesuatu ampunilah aku dari segala sesuatu dan janganlah Engkau menanyaiku tentang sesuatu apapun."

فعليك أيضًا: بالإِكثار من هذه الكلمات المباركات.

Sehubungan dengan hal ini hendaknya engkau juga memperbanyak bacaan yang penuh berkah ini.

ومن المأثور: أن مَنِ استغفر الله كل يوم للمؤمنين والمؤمنات (سبعًا وعشرين مرّةً) صار من العِباد الذين بهم يُرحم الخلق، وبهم يُمطرون ويرزقون. وهذه صفة الأبدال من رجال الله وعباده الصالحين.

Dalam sebuah atsar disebutkan: "Barangsiapa yang beristighfar kepada Allah Subhanahu Wa Ta`ala untuk kaum mukminin dan mukminat sebanyak dua puluh tujuh kali setiap harinya, maka ia akan digolongkan dalam para hamba yang berkat mereka manusia dirahmati, diberi hujan dan diberi rezeki." Inilah sifat para hamba-hamba Allah Subhanahu Wa Ta`ala yang shaleh.

Membaca al-Qur'an dan berdzikir


مَبْحَثُ تِلَاوَة القُرآن وَالذِّكْرِ

Membaca al-Qur'an dan berdzikir

واعلموا معاشر الإخوان - جعلنا الله وإياكم من التالين لكتابه العزيز حق تلاوته، المؤمنين به الحافظين له المحفوظين به، المقيمين له القائمين به -:
Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadikan kita semua termasuk orang- orang yang senantiasa melantunkan kitab-Nya yang mulia dengan sebenar-benarnya, mempercayai isinya, memeliharanya, dan terpelihara olehnya, serta selalu bersandar pada hukum-hukumnya dan menegakkannya.

أن تلاوة القرآن العظيم من أفضل العبادات وأعظم القربات، وأجل الطاعات، وفيها أجر عظيم، وثواب كريم؛ قال الله تعالى:
Ketahuilah, bahwasannya membaca al-Qur'an termasuk ibadah yang terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan merupakan ketaatan yang paling utama. Membacanya sangatlah besar pahalanya. Hal ini sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

﴿اِنَّ الَّذِيۡنَ يَتۡلُوۡنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنۡفَقُوۡا مِمَّا رَزَقۡنٰهُمۡ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً يَّرۡجُوۡنَ تِجَارَةً لَّنۡ تَبُوۡرَۙ‏ ٢٩ لِيُوَفِّيَهُمۡ اُجُوۡرَهُمۡ وَيَزِيۡدَهُمۡ مِّنۡ فَضۡلِهٖ ؕ اِنَّهٗ غَفُوۡرٌ شَكُوۡرٌ‏ ٣٠﴾ [فاطر: ۲۹/۳۵-۳۰].
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikanlah shalat dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan. Mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Mensyukuri." (Qs. al-Fathiir ayat: 29-30).

وقال ﷺ:
Mengenai hal ini, Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

«أَفْضَلُ عِبَادَةِ أُمَّتِي تِلَاوَةُ الْقَرْآنِ»
Artinya: "Ibadah umatku yang terbaik adalah membaca al-Qur'an."

وقال عليه الصلاة والسلام:
Dalam kesempatan lain, Nabi ﷺ bersabda:

«مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ كُتِبَتْ لَهُ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا. لَا أَقُولُ أَلم حَرْفٌ وَاحِدٌ، بَلْ أَلِفٌ حَرْفٌ، وَلَامٌ حَرْفٌ، وَمِيمٌ حَرْفٌ».
Artinya: "Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah,maka dituliskan untuknya satu kebaikan dan nilai kebaikan itu sepuluhkali lipatnya. Aku tidak mengatakan: 'Alif laam mim satu huruf, akantetapi alif satu huruf, laam satu huruf dan mim satu huruf."

وقال عليه الصلاة والسلام:
Dalam sebuah hadis qudsi disebutkan:

«يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى: مَنْ شَغَلَهُ ذِكْرِي وَتِلَاوَةُ كِتَابِي عَنْ مَسْأَلَتِي أُعْطِيَنَّهُ أَفْضَلَ مَا أُعْطِي السَّائِلِينَ. وَفَضْلُ كَلَامِ اللَّهِ تَعَالَى عَلَى سَائِرِ الْكَلَامِ كَفَضْلِ اللَّهِ عَلَى خَلْقِهِ».
Artinya: "Allah berfirman: 'Barangsiapa yang sibuk berdzikirdan membaca kitab-Ku hingga ia tidak sempat memohon kepada-Ku, maka Aku berikan kepadanya anugerah terbaik yang pernah Aku berikan orang-orang yang memohon. Keutamaan kalamullah atas semua pembicaraan yang lain, sebagaimana keutamaan Allah atas semua makhluk-Nya."

وقال عليه الصلاة والسلام:
Nabi ﷺ bersabda:

«اقْرَؤُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ».
Artinya: "Bacalah al-Qur'an, karena sesungguhnya kelak di hari kiamat ia akan datang sebagai pemberi syafa'at bagi yang membacanya."

وقال علي كرم الله وجهه: من قرأ القرآن وهو قائم في الصلاة كان له بكل حرف مائة حسنة، ومن قرأه وهو قاعد في الصلاة كان له بكل حرف خمسون حسنة،
Sayyidina Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu berkata: "Barangsiapa yang membaca al-Qur'an dalam keadaan shalat berdiri, maka setiap hurufnya dicatat untuknya seratus kebaikan. Barangsiapa yang membacanya dalam keadaan shalat duduk, maka setiap hurufnya dicatat untuknya lima puluh kebaikan.

ومن قرأه خارج الصلاة وهو على طهارة كان له بكل حرف خمس وعشرون حسنة، ومن قرأه وهو على غير طهارة كان له بكل حرف عشر حسنات.
Barangsiapa yang membacanya di luar shalat sedang ia dalam keadaan suci, maka setiap hurufnya dicatat untuknya dua puluh lima kebaikan. Barangsiapa membacanya sedang ia tidak dalam keadaan suci, maka setiap hurufnya ditulis untuknya sepuluh kebaikan.”

Ancaman Meninggalkan Shalat


ترك الصلاة

Ancaman Meninggalkan Shalat

ثم اعلم أن من أنكر المنكرات، وأكبر الكبائر، وأفحش المحرمات: ترك بعض المسلمين للصلوات المكتوبات، وقد ورد عن رسول الله ﷺ الأحاديث الصحيحة الكثيرة بكفر تارك الصلاة.
Ketahuilah bahwa kemunkaran dan perbuatan dosa terbesar ialah sebagian umat Islam meninggalkan shalat lima waktu. Telah diriwayatkan dibeberapa hadis shahih dari Rasulullah ﷺ yang mengkafirkan orang-orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja.

وقال عليه الصلاة والسلام:
Dalam hal ini, Baginda Nabi ﷺ bersabda yang artinya:

«العهد الذي بيننا وبينهم الصلاة، فمن تركها فقد كفر».
"Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat, barangsiapa yang meninggalkannya berarti ia telah kafir."

وقال عليه الصلاة والسلام:
Dalam riwayat yang lain, Nabi ﷺ bersabda yang artinya:

«من ترك الصلاة متعمدًا فقد كفر جهارًا».
"Barangsiapa yang sengaja meninggalkan shalat, berarti ia telah kafir secara terang-terangan."

وفي الحديث الآخر:
Dalam hadis lain disebutkan:

«مَنْ تَرَكَ الصَّلَاةَ مُتَعَمِّدًا فَقَدْ بَرِئَتْ مِنْهُ ذِمَّةُ اللَّهِ وَذِمَّةٌ رَسُوْلِهِ».
Artinya: "Barangsiapa yang sengaja meninggalkan shalat berarti telah lepas darinya perlindungan Allah dan Rasul-Nya."

وقال عليه الصلاة والسلام:
Beliau ﷺ juga bersabda:

«مَنْ حَافَظَ عَلَى الصَّلَاةِ كَانَتْ لَهُ نُورًا وَبُرْهَانًا وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ. وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا لَمْ تَكُنْ لَهُ نُوْرٌ وَلَا بُرْهَانٌ وَلَا نَجَاةٌ، وَكَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ فِرْعَوْنَ وَقَارُوْنَ وَهَامَانَ وَأُبَيِّ بْنِ خَلَفٍ».
Artinya: "Barangsiapa yang memelihara shalat, maka shalat akanmenjadi cahaya baginya, bukti dan keselamatan kelak di hari kiamat, dan barangsiapa yang tidak memeliharanya shalat itu tidak akan menjadi cahaya, bukti maupun keselamatan baginya sedangkan di hari kiamat ia akan dikumpulkan bersama Fir'aun, Qarun, Haman, dan Ubay bin Khalaf."

فقد وقع التصريح من رسول الله ﷺ بكفر تارك الصلاة. وكذلك ورد عن الصحابة والسلف الصالح حتى قال بعضهم: ما سمعت أصحاب رسول الله ﷺ يقولون في شيء من الأعمال: إنَّ تركه كفر إلا الصلاة،
Jadi, Baginda Rasulullah ﷺ telah menjelaskan kekafiran orang yang meninggalkan shalat. Begitu juga yang telah diriwayatkan dari para Sahabat Nabi ﷺ dan para salafunashalihin Radhiyallahu ‘anhu hingga salah seorang dari mereka berkata: "Aku tidak pernah mendengar salah seorang sahabat Rasulullah ﷺ mengomentari mengenai suatu amalan bahwa orang yang meninggalkannya itu kafir, kecuali shalat."

فإياك ثم إياك وترك الصلاة أو ترك شيء منها! فإن فعلت ذلك فقد هلكت مع الهالكين، وخسرت الدنيا والآخرة ذلك هو الخسران المبين.
Oleh karena itu, janganlah sekali-kali engkau meninggalkan shalat lima waktu atau sebagiannya saja. Karena jikalau dirimu melakukannya, maka berarti engkau akan celaka bersama mereka yang celaka dan mereka yang merugi di dunia dan akhirat. Dan ketahuilah, bahwa itulah kerugian yang nyata.

وكما يجب عليك أن تحافظ على الصلاة، ويحرم عليك أن تضيِّعها، كذلك: يجب عليك أن تشدد على أهلك وأولادك وكل من لك عليه ولاية في إقامة الصلاة، ولا تدع لهم عذرًا في تركها،
Sebagaimana engkau diwajibkan untuk memelihara shalat dan haram atasmu untuk meninggalkannya, begitu juga engkau diwajibkan untuk mendidik anak isterimu dan orang-orang yang di bawah tanggunganmu untuk menegakkan shalat. Janganlah engkau mentolerir alasan bagi mereka untuk meninggalkannya.

ومن لم يسمع منهم ويطع فهدده وعاقبه، واغضب عليه أشد وأعظم مما تغضب عليه لو أتلف مالك، فإن لم تفعل ومن ذلك كنت من المستهينين بحقوق الله تعالى وبدينه،
Barangsiapa yang tidak mendengar dan tidak mentaatimu, maka berilah peringatan, hukuman dan marahilah ia melebihi kemarahanmu saat ia merusak hartamu. Jikalau engkau tidak melakukannya, maka berarti engkau tergolong orang-orang yang meremehkan agama dan hak-hak Allah Subhanahu Wa Ta’ala .

عاقبتَه وغضبتَ عليه، ولم يمتثل وينزجر فأبعده عنك، واطرده منك فإنه شيطان لا خير فيه ولا بركة، تحرم موالاته ومعاشرته، وتجب معاداته ومقاطعته، وهو من المحادين الله ورسوله،
Orang yang telah engkau marahi tetapi ia tidak mau menurut dan malah menentang, maka jauhilah ia dan usirlah ia darimu. Karena ia ibarat setan yang tidak membawa kebaikan maupun keberkahan yang haram untuk diajak bergaul dan wajib untuk diputus serta dimusuhi, karena ia termasuk orang-orang yang menentang Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasul-Nya.

قال تعالى:
Dalam hal ini, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

﴿لَا تَجِدُ قَوۡمًا يُّؤۡمِنُوۡنَ بِاللّٰهِ وَالۡيَوۡمِ الۡاٰخِرِ يُوَآدُّوۡنَ مَنۡ حَآدَّ اللّٰهَ وَرَسُوۡلَهٗ وَلَوۡ كَانُوۡۤا اٰبَآءَهُمۡ اَوۡ اَبۡنَآءَهُمۡ اَوۡ اِخۡوَانَهُمۡ اَوۡ عَشِيۡرَتَهُمۡؕ اُولٰٓٮِٕكَ كَتَبَ فِىۡ قُلُوۡبِهِمُ الۡاِيۡمَانَ وَاَيَّدَهُمۡ بِرُوۡحٍ مِّنۡهُ ؕ وَيُدۡخِلُهُمۡ جَنّٰتٍ تَجۡرِىۡ مِنۡ تَحۡتِهَا الۡاَنۡهٰرُ خٰلِدِيۡنَ فِيۡهَا ؕ رَضِىَ اللّٰهُ عَنۡهُمۡ وَرَضُوۡا عَنۡهُ ؕ اُولٰٓٮِٕكَ حِزۡبُ اللّٰهِ ؕ اَلَاۤ اِنَّ حِزۡبَ اللّٰهِ هُمُ الۡمُفۡلِحُوۡنَ﴾ [المجادلة: ٢٢/٥٨].

Artinya: Engkau (Muhammad) tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapaknya, anaknya, saudaranya atau keluarganya. Mereka itulah orang-orang yang dalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan dan Allah telah menguatkan mereka dengan pertolongan1 yang datang dari Dia. Lalu dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Merekalah golongan Allah. Ingatlah, sesungguhnya golongan Allah itulah yang beruntung. (Qs. al-Mujadalah ayat: 22).

فنفى الإيمان عن الموادِّين للمحادِّين له ولرسوله وإن كانوا من أقرب الأقربين.
Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyangkal keimanan orang-orang yang mencintai kepada orang-orang yang menentang Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasul-Nya meskipun mereka kerabat terdekat.

وغاية ما يسمح به للعامي الغافل المستغرق مهما فاتته الصلاة: أن يقضيها مع التوبة عن العود إلى مثل ذلك: فأما الإضاعة فلا! كيف وعليه في إخراج الصلاة عن وقتها إثم عظيم وإن بادر بقضائها.
Tidak ada udzur untuk meninggalkan shalat kecuali bagi orang awam yang lalai mengerjakan shalat meski demikianpun ia harus mengqada'nya disertai dengan taubat dan janji tidak akan mengulanginya, tetapi untuk meninggalkannya tanpa suatu alasan tidak diudzurkan sama sekali. Bagaimana bisa diudzurkan sedangkan apabila ia mengakhirkan shalat sampai keluar waktu saja sudah berdosa besar meskipun ia segera mengqada'nya.

وليس بعذرٍ الاشتغالُ بالدنيا ولا بغيرها عن الصلاة حتى تفوت. ولا عذر إلا النوم أو النسيان فقط.
Sibuk dengan masalah duniawi atau masalah lainnya hingga meninggalkan shalat bukanlah suatu alasan yang sah, dan yang dianggap udzur hanyalah ketiduran atau lupa saja.

وعلى ولاة الأمور أن يحملوا العامة على فعل الصلاة المكتوبة.
Maka sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk mendorong kalangan awam menegakkan shalat lima waktu.

وعليهم أن يعاقبوا من تركها كسلًا بالقتل، وذلك بعد الاستتابة إن لم يتب.
وعلى الولاة إثم عظيم وحرج، إذا سكتوا عن ذلك مع العلم وقصروا في القيام به. ولا رخصة لهم في ترك ذلك وما يجري مجراه من أمور الدين. والحمد لله رب العالمين.
Bahkan mereka harus menjatuhkan hukum bunuh bagi orang yang meninggalkan karena malas setelah orang itu diminta taubat tetapi ia tetap saja enggan bertaubat. Pihak pemerintah akan memikul dosa besar apabila mereka mendiamkan hal ini setelah mereka mengetahuinya tetapi tidak mau menggubris masalah ini, selain masalah ini mereka juga tidak ditoleriri untuk mendiamkan urusan agama lainnya. Segala puji hanyalah milik Allah Subhanahu Wa Ta’ala Tuhan alam semesta.

4 keutamaan membaca istighfar

 (Astaghfirullah, Astaghfirullah)

1. Memperbanyak istighfar, niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka
(HR AHMAD 2123)

2. Beruntunglah bagi orang yang mendapatkan didalam catatan amalnya istighfar yang banyak.
(HR. IBNU MAJAH NO. 3818)

3. Istighfar dapat menghapuskan dosa-dosa
(HR. TIRMIDZI)

4. Barangsiapa yang ingin berbahagia ketika melihat lembaran catatan amalnya, maka perbanyaklah istighfar

(DISHAHIHKAN OLEH AL-ALBANI
DALAM SHAHIH JAMI' ASH SHAGHIR NO 5955)

KEUTAMAAN MEMBACA AL QUR'AN

**

*Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:*

يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ قَدْ جَآءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَآءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِ ۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّـلْمُؤْمِنِيْنَ

"Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman."
(QS. Yunus 10: Ayat 57)

# *AL QUR'AN*
*MEMBERI PETUNJUK KEPADA JALAN YANG PALING LURUS*

*Allah subhanahuwataala berfirman:*

اِنَّ هٰذَا الْقُرْاٰ نَ يَهْدِيْ لِلَّتِيْ هِيَ اَقْوَمُ وَ يُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا كَبِيْرًا 


"Sungguh, Al-Qur'an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar,"
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 9)

 
# *AL-QUR'AN PENYEJUK KALBU*

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

*Allah subhanahuwataala berfirman*: 
"Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an ini sesuatu yang merupakan penyembuh dan rahmat buat kaum mukminin." (Al-Isra': 82)

# *Al Qur'an Sumber Kebahagiaan*

*Allah subhanahuwataala berfirman*

مَا أَنزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْءَانَ لِتَشْقَى


Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah.

[Surah Thaahaa (20): 1-2]


# *Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda* 
"Siapa saja membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur'an), maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan kepada sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lâm mîm satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lâm satu huruf, dan mîm satu huruf," (HR. At-Tirmidzi).

# *Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda*

"Puasa dan Al-Qur'an kelak pada hari kiamat akan memberi syafa'at kepada seorang hamba.

Puasa berkata, 'Duhai Rabb, aku telah menahannya dari makanan dan nafsu syahwat di siang hari, maka izinkahlah aku memberi syafa'at kepadanya.'

Dan Al-Qur'an berkata, 'Aku telah menahannya dari tidur di malam hari, maka izinkanlah aku memberi syafa'at kepadanya.'

"Beliau melanjutkan sabdanya, "Maka mereka berdua (puasa dan Al-Qur'an) pun akhirnya memberi syafa'at kepadanya." (HR. Ahmad: 6337)


Catatan nasihat 

Sudahkah Membaca Al-Qur'an Hari Ini?
Bacalah Al-Quran beberapa juz sehari
Jika tidak mampu, beberapa halaman
Jika tidak mampu, setengah halaman
Jika tidak mampu, beberapa ayat Jika tidak mampu, mohon ampun kepada Allah Maksiat yang banyak telah mengeraskan hati Cinta dunia telah melalaikan akhirat.

YANG LEBIH MELELAHKAN

**

"Ada yang mengira bahwa mendekatkan diri kepada Allah merupakan perkara yang melelahkan. Namun, mereka lupa bahwa menjauhkan diri dari Allah, lebih melelahkan lagi, bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat."


✏️  _Ustaz Abdul Qodir Abu Fa'izah hafizhahullah_

Tidak Berdosa Bukanlah Syarat Orang Yang Bertakwa 🥀🥀🥀



Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

"ولَيْسَ مِن شَرْطِ المُتَّقِينَ ونَحْوِهِمْ أنْ لا يَقَعَ مِنهُمْ ذَنْبٌ، ولا أنْ يَكُونُوا مَعْصُومِينَ مِنَ الخَطَأِ والذُّنُوبِ. فَإنَّ هَذا لَوْ كانَ كَذَلِكَ لَمْ يَكُنْ فِي الأُمَّةِ مُتَّقٍ،بَلْ مَن تابَ مِن ذُنُوبِهِ دَخَلَ فِي المُتَّقِينَ، ومَن فَعَلَ ما يُكَفِّرُ سَيِّئاتِهِ دَخَلَ فِي المُتَّقِينَ"

 "Bukanlah syarat orang yang bertakwa dan semisalnya, bahwa mereka tidak melakukan dosa, atau mereka ma'shum (terjaga) dari kesalahan dan dosa. Jika ini yang menjadi syarat, maka tidak akan ada orang bertakwa di umat ini. Akan tetapi, barangsiapa bertaubat dari dosa-dosanya, maka dia termasuk orang yang bertakwa. Dan barangsiapa melakukan amalan yang dapat menghapuskan kesalahan-kesalahannya, maka dia termasuk orang yang bertakwa."

Majmu' Al-Fatawa hal 82 juz 7

Sumber Saluran Whatsapp *Pelajar Sunnah*

https://whatsapp.com/channel/0029VahHEqtFSAsyXkHzeE0D

youtube.com/pelajarsunnah
instagram.com/pelajarsunnah.id
fb.com/pelajarsunnah.id
twitter.com/pelajarsunnah
telegram.me/pelajarsunnah

Mari dukung program dakwah @pelajarsunnah.id dengan berinfaq dan bersedekah ke rekening :
Bank Syariah Indonesia
(BSI-451) 7775222338
a.n. PELAJAR SUNNAH

Menghadapi Musibah



Ibnul Jauzi rahimahullah berkata,

“Barangsiapa yang memahami keadaan lautan kehidupan dunia dan mengetahui bagaimana gelombang itu kadang bisa pasang dan juga surut, maka tahulah ia bagaimana harus bersabar menghadapi keganasan hari-hari kehidupan, dan ia tidak akan pernah merisaukan turunnya bala’, dan tidak akan pula pernah begitu kaget dengan kegembiraan yang terkadang datang begitu tiba-tiba..”

Shoidul Khothir – 210

AnugerahNya

﴿وَلَقَدْ مَنَنَّا عَلَيْكَ مَرَّةً أُخْرَى﴾
_“Dan sungguh, Kami telah menganugerahkan nikmat kepadamu sekali lagi.”_

Aku sangat mencintai ayat ini. Ayat yang selalu mengingatkanku akan begitu banyaknya nikmat Allah dalam hidupku. Bahwa Allah tidak memberiku nikmat hanya sekali, tidak memberiku rezeki hanya sekali, tidak memuliakanku hanya sekali, dan tidak melimpahkan kelembutan-Nya kepadaku hanya sekali.

Bahkan seluruh hidupku adalah rangkaian nikmat, rezeki, kemuliaan, dan kelembutan yang terus diperbarui—berkali-kali, tanpa terhitung.

Setiap hari dan setiap waktu, kesadaranmu akan nikmat Allah atasmu adalah sebuah ibadah. Dan keyakinanmu terhadap karunia-Nya adalah ketenangan yang tak pernah terputus.

Panjang angan-angan


ومعنى طول الأمل: استشعارُ طول البقاء في الدنيا حتى يغلب ذلك على القلب فيأخذ في العمل بمقتضاه، وقد قال السلف الصالح - رحمة الله عليهم -: من طال أمله ساء عمله. وذلك لأن طول الأمل يحمل على الحرص على الدنيا، والتشمير لعمارتها، حتى يقطع الإنسان ليله ونهاره بالتفكر في إصلاحها، وكيفية السعي لها تارةً بقلبه وتارةً بالعمل في ذلك، والأخذ فيه بظاهره، فيصير قلبه وجسمه مستغرقين في ذلك، وحينئذ ينسى الآخرة ويشتغل عنها، ويسوِّف في العمل لها، فيكون في أمر دنياه مبادرًا ومشمِّرًا، وفي أمر آخرته مسوِّفًا ومقصِّرًا، وكان الذي ينبغي له أن يعكس الأمر، فيشمِّر للآخرة التي هي دار البقاء وموطن الإقامة،
Karena angan-angan panjang membuat seseorang lebih mencintai dunia, berusaha untuk memakmurkannya hingga seseorang rela menghabiskan siang dan malam memikirkan cara membenahinya dan cara untuk mengumpulkannya terkadang dengan hati dan terkadang dengan usahanya untuk menikmati kenikmatan dhahirnya, hingga pikiran dan anggota tubuhnya senantiasa sibuk mengejar dunia, akhirnya ia akan lupa akhirat dan berpaling darinya, selalu menunda-nunda amalan akhirat tetapi mendahulukan urusan duniawinya, padahal seharusnya ia membalik keadaan itu dengan giat beramal untuk akhiratnya yang merupakan empat tinggalnya yang abadi.

وقد أخبره الله تعالى ورسوله ﷺ أنه لا ينالها بدون السعي والطلب والجدّ في ذلك والتشمير له.
Allah Subhaanahu Wa Ta’ala dan Rasul-Nya telah memberitahu bahwa surga tidak dapat dicapai tanpa kesungguhan dan keteguhan untuk meraihnya.

وأما الدنيا فهي دار زوال وانتقال، وعن قريب يرتحل منها إلى الآخرة ويُخلِّفها وراء ظهره، وليس مأمورًا بطلبها والحرص عليها، بل هو منهي عنه في كتاب الله تعالى، وفي سنة رسوله ﷺ،
Adapun dunia adalah tempat yang akan hancur dan binasa, dalam waktu dekat ia akan berpindah dari dunia menuju akhirat dan ia akan meninggalkan harta bendanya, ia tidak diperintah untuk mencari dan mencintainya, bahkan hal ini dilarang dalam Ktabullah dan sunnah Rasul-Nya ﷺ.

ونصيبهُ المقدر له منها لا يفوته ولو لم يطلبه، ولكنه لما طال عليه الأمل حمله على الحرص على الدنيا والتسويف في الآخرة، فلا يخطر له أمرُ الموت، ووجوب الاستعداد له بالأعمال الصالحة،
Bagian yang sudah ditetapkan untuknya tidak akan lari meski ia tidak mencarinya, tetapi karena ia dihinggapi oleh angan- angan yang panjang, maka ia senantiasa mengejar materi duniawi dan selalu menunda-nunda urusan akhirat. Ia tidak pernah teringat akan datangnya kematian dan kewajibannya untuk bersiap-siap menghadapinya dengan berbagai rangkaian amal shaleh.

إلَّا وعدَ نفسه بالفراغ لذلك من أشغال الدنيا في أوقات مستقبَلة كأنَّ أجله في يده يموت متى شاء.
Hanya saja ia berjanji pada diri sendiri setelah selesai dari urusan duniawi kelak di masa datang ia akan meluangkan diri untuk ibadah, ia menganggap ajalnya ada di tangannya hingga ia bisa mati kapan saja ia mau.

وهذا كلّه من شؤم طول الأمل، فاحذروه رحمكم الله - واجعلوا التسويف والتأخير في أمور الدنيا، والمبادرة والتشمير في أمور الآخرة، كما قال النبي عليه الصلاة والسلام:
Semuanya ini dampak buruk dari angan-angan yang panjang, oleh karena itu hindarilah hal ini dan jadikanlah penundaan itu dalam urusan duniawi saja sedangkan untuk urusan akhirat sibukkanlah dirimu dan segeralah melakukannya, sebagaimana sabda Nabi Muhammad ﷺ:

«اعْمَلْ لِدُنْيَاكَ كَأَنَّكَ لَا تُمُوْتُ أَبَدًا، وَاعْمَلْ لِآخِرَتِكَ كَأَنَّكَ مَيِّتٌ غَدًا».
Artinya: "Berbuatlah untuk duniamu seakan-akan engkau tidak akan mati untuk selamanya dan berbuat untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok.”

واستشعِرُوا قربَ الموت، فإنه كما في الحديث:
Renungkanlah dekatnya ajal. Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam hadis, bahwasannya Baginda Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

«أَقْرَبُ غَائِبٍ يُنْتَظَرُ»
Artinya: "Perkara ghaib paling dekat yang ditunggu-tunggu."

وما يدري الإنسان لعلّه لم يبقَ من أجله إلا الشيء اليسير، وهو مقبل على دنياه ومعرضٌ عن آخرته، فإن نزل به الموت وهو على تلك الحالة رجع إلى الله، وهو غير مستعد للقائه، وربما يتمنى الإمهال عندما ينزل الموت به فلا يجاب إليه ولا يمكّن منه،
Mana tahu manusia! Bisa jadi umurnya tinggal sedikit saja sedangkan ia sibuk dengan dunia dan berpaling dari akhirat, kalau ajal menjemputnya sedangkan ia dalam keadaan yang demikian ia kembali kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’ala dalam keadaan belum siap menghadap kepada-Nya, bahkan ia masih ingin diberi tangguhan ketika ajal menjemputnya tetapi keinginannya ditolak, seperti yang dijelaskan oleh Allah Subhaanahu Wa Ta’ala:

كما قال الله تعالى:
Dalam ayat-Nya yang lain, Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman:

﴿حَتّٰٓى اِذَا جَآءَ اَحَدَهُمُ الۡمَوۡتُ قَالَ رَبِّ ارۡجِعُوۡنِۙ‏ ٩٩ لَعَلِّىۡۤ اَعۡمَلُ صَالِحًـا فِيۡمَا تَرَكۡتُؕ كَلَّا ؕ اِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآٮِٕلُهَاؕ وَمِنۡ وَّرَآٮِٕهِمۡ بَرۡزَخٌ اِلٰى يَوۡمِ يُبۡعَثُوۡنَ‏ ١٠٠﴾ [المؤمنون:۲۳/ ۱۰۰-۹۹].
Artinya: "(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: 'Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak, karena sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan dihadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan." (Qs. al-Mukminuun ayat: 99-100).

فلا يطيل الأمل ويسوف العمل، ويغفُل عن الاستعداد للموت إلا أحمق مغرورٌ، وقد قال رسول الله ﷺ:
Maka tidaklah seseorang berangan-angan panjang, menunda-nunda amal perbuatan dan lupa mempersiapkan diri menghadapi kematian kecuali orang bodoh dan tertipu. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:

«الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ. وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهَ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ الْأَمَانِيَ».
Artinya: "Orang yang pandai adalah yang selalu menahan diri dan beramal untuk bekal setelah kematian, dan orang yang lemah adalah orang yang menuruti hawa nafsunya dan berangan-angan kosong terhadap Allah."

فطول الأمل من اتِّباع هوى النفس والانخداع بأمانيها الكاذبة.
Jadi, angan-angan yang panjang termasuk menuruti hawa nafsu dan tertipu oleh angan-angannya yang dusta.

وقال بعض السلف الصالح - رضي الله عنهم -: لو رأيتم الأجل ومسيره لأبغضتم الأمل وغروره.
Dalam hal ini, salah seorang salafunasshalihin Radhiyallahu ‘anhu berkata: "Andaikan kalian melihat ajal dan perjalanannya, maka pastilah kalian akan membenci angan-angan dan tipuannya."

وقال آخر: كم من مستقبلٍ يومًا لم يستكمله، ومؤمِّلٍ غدًا لم يدركه.
Dalam kesempatan lain, diantara mereka berkata: "Berapa banyak orang yang menyambut datangnya hari, namun ia tidak sempat melaluinya. Dan berapa banyak orang yang mengharapkan hari esok, namun ia tidak bisa mengalaminya."

وقال آخر: ربّ ضاحك مِلءَ فيه ولعل أكفانه قد خرجت من عند القصَّار.
Ada pula yang berkata: "Bisa jadi seseorang tertawa terbahak- bahak, padahal kain kafannya telah keluar dari penjahit."

وفي الحديث:
Disebutkan dalam hadis:

«يَنْجُوْ أَوَّلُ هَذِهِ الْأُمَّةِ بِالزُّهْدِ وَالْيَقِينِ، وَيَهْلِكُ آخِرُهَا بِالْحِرْصِ وَطُولِ الْأَمَلِ».
Artinya: "Generasi pertama umat ini selamat dengan zuhud dan keyakinan dan generasi terakhir binasa karena cinta harta benda dan angan-angan panjang."

وقال علي رضي الله عنه: أخوف ما أخاف عليكم اتباعُ الهوى وطول الأمل. فأما اتباع الهوى فيصدّ عن الحق، وأما طول الأمل فيُنسي الآخرة،
Dalam kesempatan ini, Sayyidina Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu berkata: "Perkara yang amat engkau khawatirkan atas kalian adalah menueuti hawa nafsu dan angan-angan panjang, karena mengikuti hawa nafsu akan menghalangi dari kebenaran sedangkan angan- angan panjang akan membuat diri lupa akan akhirat.

ومن نسي الآخرة لم يعمل لها، ومن لم يعمل لها قدم إليها وهو مفلس من الأعمال الصالحة التي لا نجاة ولا فوز في الآخرة بدونها،
Barangsiapa yang lupa akhirat, maka ia tidak akan berbuat untuknya sedangkan yang tidak berbuat untuknya ia akan datang di akhirat dalam keadaan tidak membawa amal shaleh yang mana tidak ada keselamatan di akhirat tanpanya.

فإن طلب عند ذلك أن يُرَد إلى الدنيا ليعمل صالحًا حيل بينه وبين ذلك، فيعظمُ عند ذلك تحسُّره وندمُهُ حيث لا ينفع الندم.
Jika di saat itu ia meminta agar dikembalikan ke dunia untuk mengerjakan satu amal shaleh saja, niscaya ia akan dihalangi. Dengan demikian, maka ia akan sangat menyesal di saat penyesalannya tidak berguna lagi baginya."

وفي وصية رسول الله ﷺ لابن عمر رضي الله عنهما:
Dalam wasiat Rasulullah ﷺ kepada Ibnu Umar disebutkan:

«كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْعَابِرُ سَبِيلٍ»
Artinya: "Jadilah engkau di dunia ini seperti orang yang asing atau orang yang melewati jalan."

وفي ذلك غايةُ الحثِّ على قِصَر الأمل، وقلّة الرغبة في الدنيا. وكان ابن عمر يقول: إذا أصبحت فلا تنتظر المساء، وإذا أمسيت فلا تنتظر الصباح. وخذ من حياتك لموتك ومن صحتك لسقمك.
Hadis ini berisi anjuran untuk memperpendek angan-angan dan sedikit berharap pada materi duniawi, Ibnu Umar berkata: "Jika engkau di pagi hari, maka janganlah engkau menunggu sore. Apabila di sore hari, maka janganlah menunggu sampai pagi. Ambillah dari hidupmu bekal untuk kematianmu dan dari masa sehatmu untuk masa sakitmu."

melatih diri dari perkara mubah menjadi sunnah

Sesungguhnya setiap amal perbuatan harus disertai niat dan setiap sesuatu itu sangat tergantung pada niatnya. " (HR. Bukhari dan Mu...