Ancaman Meninggalkan Shalat
ترك الصلاة
Ancaman Meninggalkan Shalat
ثم اعلم أن من أنكر المنكرات، وأكبر الكبائر، وأفحش المحرمات: ترك بعض المسلمين للصلوات المكتوبات، وقد ورد عن رسول الله ﷺ الأحاديث الصحيحة الكثيرة بكفر تارك الصلاة.
Ketahuilah bahwa kemunkaran dan perbuatan dosa terbesar ialah sebagian umat Islam meninggalkan shalat lima waktu. Telah diriwayatkan dibeberapa hadis shahih dari Rasulullah ﷺ yang mengkafirkan orang-orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja.
وقال عليه الصلاة والسلام:
Dalam hal ini, Baginda Nabi ﷺ bersabda yang artinya:
«العهد الذي بيننا وبينهم الصلاة، فمن تركها فقد كفر».
"Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat, barangsiapa yang meninggalkannya berarti ia telah kafir."
وقال عليه الصلاة والسلام:
Dalam riwayat yang lain, Nabi ﷺ bersabda yang artinya:
«من ترك الصلاة متعمدًا فقد كفر جهارًا».
"Barangsiapa yang sengaja meninggalkan shalat, berarti ia telah kafir secara terang-terangan."
وفي الحديث الآخر:
Dalam hadis lain disebutkan:
«مَنْ تَرَكَ الصَّلَاةَ مُتَعَمِّدًا فَقَدْ بَرِئَتْ مِنْهُ ذِمَّةُ اللَّهِ وَذِمَّةٌ رَسُوْلِهِ».
Artinya: "Barangsiapa yang sengaja meninggalkan shalat berarti telah lepas darinya perlindungan Allah dan Rasul-Nya."
وقال عليه الصلاة والسلام:
Beliau ﷺ juga bersabda:
«مَنْ حَافَظَ عَلَى الصَّلَاةِ كَانَتْ لَهُ نُورًا وَبُرْهَانًا وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ. وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا لَمْ تَكُنْ لَهُ نُوْرٌ وَلَا بُرْهَانٌ وَلَا نَجَاةٌ، وَكَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ فِرْعَوْنَ وَقَارُوْنَ وَهَامَانَ وَأُبَيِّ بْنِ خَلَفٍ».
Artinya: "Barangsiapa yang memelihara shalat, maka shalat akanmenjadi cahaya baginya, bukti dan keselamatan kelak di hari kiamat, dan barangsiapa yang tidak memeliharanya shalat itu tidak akan menjadi cahaya, bukti maupun keselamatan baginya sedangkan di hari kiamat ia akan dikumpulkan bersama Fir'aun, Qarun, Haman, dan Ubay bin Khalaf."
فقد وقع التصريح من رسول الله ﷺ بكفر تارك الصلاة. وكذلك ورد عن الصحابة والسلف الصالح حتى قال بعضهم: ما سمعت أصحاب رسول الله ﷺ يقولون في شيء من الأعمال: إنَّ تركه كفر إلا الصلاة،
Jadi, Baginda Rasulullah ﷺ telah menjelaskan kekafiran orang yang meninggalkan shalat. Begitu juga yang telah diriwayatkan dari para Sahabat Nabi ﷺ dan para salafunashalihin Radhiyallahu ‘anhu hingga salah seorang dari mereka berkata: "Aku tidak pernah mendengar salah seorang sahabat Rasulullah ﷺ mengomentari mengenai suatu amalan bahwa orang yang meninggalkannya itu kafir, kecuali shalat."
فإياك ثم إياك وترك الصلاة أو ترك شيء منها! فإن فعلت ذلك فقد هلكت مع الهالكين، وخسرت الدنيا والآخرة ذلك هو الخسران المبين.
Oleh karena itu, janganlah sekali-kali engkau meninggalkan shalat lima waktu atau sebagiannya saja. Karena jikalau dirimu melakukannya, maka berarti engkau akan celaka bersama mereka yang celaka dan mereka yang merugi di dunia dan akhirat. Dan ketahuilah, bahwa itulah kerugian yang nyata.
وكما يجب عليك أن تحافظ على الصلاة، ويحرم عليك أن تضيِّعها، كذلك: يجب عليك أن تشدد على أهلك وأولادك وكل من لك عليه ولاية في إقامة الصلاة، ولا تدع لهم عذرًا في تركها،
Sebagaimana engkau diwajibkan untuk memelihara shalat dan haram atasmu untuk meninggalkannya, begitu juga engkau diwajibkan untuk mendidik anak isterimu dan orang-orang yang di bawah tanggunganmu untuk menegakkan shalat. Janganlah engkau mentolerir alasan bagi mereka untuk meninggalkannya.
ومن لم يسمع منهم ويطع فهدده وعاقبه، واغضب عليه أشد وأعظم مما تغضب عليه لو أتلف مالك، فإن لم تفعل ومن ذلك كنت من المستهينين بحقوق الله تعالى وبدينه،
Barangsiapa yang tidak mendengar dan tidak mentaatimu, maka berilah peringatan, hukuman dan marahilah ia melebihi kemarahanmu saat ia merusak hartamu. Jikalau engkau tidak melakukannya, maka berarti engkau tergolong orang-orang yang meremehkan agama dan hak-hak Allah Subhanahu Wa Ta’ala .
عاقبتَه وغضبتَ عليه، ولم يمتثل وينزجر فأبعده عنك، واطرده منك فإنه شيطان لا خير فيه ولا بركة، تحرم موالاته ومعاشرته، وتجب معاداته ومقاطعته، وهو من المحادين الله ورسوله،
Orang yang telah engkau marahi tetapi ia tidak mau menurut dan malah menentang, maka jauhilah ia dan usirlah ia darimu. Karena ia ibarat setan yang tidak membawa kebaikan maupun keberkahan yang haram untuk diajak bergaul dan wajib untuk diputus serta dimusuhi, karena ia termasuk orang-orang yang menentang Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasul-Nya.
قال تعالى:
Dalam hal ini, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
﴿لَا تَجِدُ قَوۡمًا يُّؤۡمِنُوۡنَ بِاللّٰهِ وَالۡيَوۡمِ الۡاٰخِرِ يُوَآدُّوۡنَ مَنۡ حَآدَّ اللّٰهَ وَرَسُوۡلَهٗ وَلَوۡ كَانُوۡۤا اٰبَآءَهُمۡ اَوۡ اَبۡنَآءَهُمۡ اَوۡ اِخۡوَانَهُمۡ اَوۡ عَشِيۡرَتَهُمۡؕ اُولٰٓٮِٕكَ كَتَبَ فِىۡ قُلُوۡبِهِمُ الۡاِيۡمَانَ وَاَيَّدَهُمۡ بِرُوۡحٍ مِّنۡهُ ؕ وَيُدۡخِلُهُمۡ جَنّٰتٍ تَجۡرِىۡ مِنۡ تَحۡتِهَا الۡاَنۡهٰرُ خٰلِدِيۡنَ فِيۡهَا ؕ رَضِىَ اللّٰهُ عَنۡهُمۡ وَرَضُوۡا عَنۡهُ ؕ اُولٰٓٮِٕكَ حِزۡبُ اللّٰهِ ؕ اَلَاۤ اِنَّ حِزۡبَ اللّٰهِ هُمُ الۡمُفۡلِحُوۡنَ﴾ [المجادلة: ٢٢/٥٨].
Artinya: Engkau (Muhammad) tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapaknya, anaknya, saudaranya atau keluarganya. Mereka itulah orang-orang yang dalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan dan Allah telah menguatkan mereka dengan pertolongan1 yang datang dari Dia. Lalu dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Merekalah golongan Allah. Ingatlah, sesungguhnya golongan Allah itulah yang beruntung. (Qs. al-Mujadalah ayat: 22).
فنفى الإيمان عن الموادِّين للمحادِّين له ولرسوله وإن كانوا من أقرب الأقربين.
Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyangkal keimanan orang-orang yang mencintai kepada orang-orang yang menentang Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasul-Nya meskipun mereka kerabat terdekat.
وغاية ما يسمح به للعامي الغافل المستغرق مهما فاتته الصلاة: أن يقضيها مع التوبة عن العود إلى مثل ذلك: فأما الإضاعة فلا! كيف وعليه في إخراج الصلاة عن وقتها إثم عظيم وإن بادر بقضائها.
Tidak ada udzur untuk meninggalkan shalat kecuali bagi orang awam yang lalai mengerjakan shalat meski demikianpun ia harus mengqada'nya disertai dengan taubat dan janji tidak akan mengulanginya, tetapi untuk meninggalkannya tanpa suatu alasan tidak diudzurkan sama sekali. Bagaimana bisa diudzurkan sedangkan apabila ia mengakhirkan shalat sampai keluar waktu saja sudah berdosa besar meskipun ia segera mengqada'nya.
وليس بعذرٍ الاشتغالُ بالدنيا ولا بغيرها عن الصلاة حتى تفوت. ولا عذر إلا النوم أو النسيان فقط.
Sibuk dengan masalah duniawi atau masalah lainnya hingga meninggalkan shalat bukanlah suatu alasan yang sah, dan yang dianggap udzur hanyalah ketiduran atau lupa saja.
وعلى ولاة الأمور أن يحملوا العامة على فعل الصلاة المكتوبة.
Maka sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk mendorong kalangan awam menegakkan shalat lima waktu.
وعليهم أن يعاقبوا من تركها كسلًا بالقتل، وذلك بعد الاستتابة إن لم يتب.
وعلى الولاة إثم عظيم وحرج، إذا سكتوا عن ذلك مع العلم وقصروا في القيام به. ولا رخصة لهم في ترك ذلك وما يجري مجراه من أمور الدين. والحمد لله رب العالمين.
Bahkan mereka harus menjatuhkan hukum bunuh bagi orang yang meninggalkan karena malas setelah orang itu diminta taubat tetapi ia tetap saja enggan bertaubat. Pihak pemerintah akan memikul dosa besar apabila mereka mendiamkan hal ini setelah mereka mengetahuinya tetapi tidak mau menggubris masalah ini, selain masalah ini mereka juga tidak ditoleriri untuk mendiamkan urusan agama lainnya. Segala puji hanyalah milik Allah Subhanahu Wa Ta’ala Tuhan alam semesta.
Komentar