Saudara-saudari yang dirahmati Allah,
Pernahkah kita merasa hati sesak? Pekerjaan hilang, baru saja di-PHK, orang tercinta meninggal, konflik dalam keluarga, menjadi tulang punggung keluarga yang terasa berat, harta melimpah tapi waktu untuk beribadah hampir tidak ada, diuji penyakit kritis, atau ekonomi yang serba kekurangan?
Semua itu adalah ujian. Dan Allah sudah mengingatkan kita sejak dulu dalam Surah Al-‘Ankabut ayat 2–3:
> أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ
> “Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan (hanya) dengan mengatakan, ‘Kami telah beriman,’ sedangkan mereka tidak diuji?”
Emas dilebur dengan api yang panas. Begitu juga manusia. Ujian akan melebur kita. Yang bertahan akan keluar lebih murni, seperti emas yang telah disaring.
---
**Pertanyaan yang sering terlintas di hati:**
**Pertama**, “Mengapa ujian yang kuhadapi harus seberat ini?”
Allah menjawab dalam Surah Al-Baqarah ayat 286:
> لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
> “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
Jadi, ujian itu tidak pernah melebihi kekuatan yang Allah berikan kepada kita.
**Kedua**, ketika kita mengadu, “Ya Allah, aku sedih…”
Allah menjawab dalam Surah Ali ‘Imran ayat 139:
> وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
> “Janganlah kamu merasa lemah dan jangan pula bersedih hati, sebab kamulah orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu beriman.”
**Ketiga**, ketika hati sudah hampir putus asa…
Allah menjawab dalam Surah Az-Zumar ayat 53:
> لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ
> “Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.”
---
**Lalu, apa solusinya?**
**Pertama**, serahkan sepenuhnya kepada Allah. Ucapkan dengan yakin:
> حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ
> “Cukuplah Allah bagiku. Tidak ada Tuhan selain Dia. Kepada-Nyalah aku bertawakal.”
**Kedua**, perbanyak istighfar. Allah berfirman dalam Surah Nuh ayat 10–12:
> فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا
> يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا
> وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا
Nabi Nuh mengajarkan: “Mintalah ampunan kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat, menambah harta dan anak-anakmu, serta menjadikan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.”
Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, Allah akan menjadikannya jalan keluar dari setiap kesempitan, kelapangan dari setiap kesedihan, dan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
**Ketiga**, husnuzan (berbaik sangka) kepada Allah. Ingatlah sabda Rasulullah ﷺ:
> “Dan mungkin saja kamu membenci sesuatu, padahal ia baik bagimu. Dan mungkin saja kamu menyukai sesuatu, padahal ia buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
> (QS. Al-Baqarah: 216)
---
Saudara-saudari,
Gundah hati itu nyata. Tapi Allah sudah menjawab semuanya. Tinggal kita mau mendengarkan jawaban-Nya atau terus tenggelam dalam keresahan.
Mari kita perbaiki hubungan dengan Allah: bertawakal, beristighfar, dan berbaik sangka. Karena di balik setiap ujian, ada emas yang sedang dimurnikan.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang keluar dari ujian dengan hati yang lebih bersih, iman yang lebih kuat, dan rezeki yang lebih berkah.
Wallahu a’lam bish-shawab.