Postingan

malu kepada Allah

عن معاذ بن جبل رضي الله تعالى عنه أنه قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم، يقول الله: يا ابن آدم استحي مني عند معصيتك وأنا أستحي منك يوم العرض الأكبر فلا أعذبك، Dari Mu’adz bin Jabal ra. ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda : Allah Swt. berfirman, “Hai anak Adam, malulah engkau jika durhaka kepada-Ku, niscaya Aku pun akan malu kepadamu pada hari kiamat nanti, sehingga Aku tidak akan menyiksamu.”

Hamba yang Allah ridho panjang umurnya

Dari Abdushomad bin Mughoffal berkata: aku mendengar Wahab bin Munabbih RA berkata: aku membaca tiga puluh baris di akhir kitab Zabur Nabi Daud AS bahwa Allah SWT berfirman: “Wahai Daud, apakah engkau tahu mukmin mana yang lebih Aku suka Kupanjangkan hidupnya?”, قال: لا، قال: الذي إذا قال لا إله إلا الله اقشعر جلده وارتعدت مفاصله فإني أكره له بذلك الموت كما يكره الوالد لولده ولكن لابد له منه اني أريد أن أسره في دار سوى هذه الدار فإن نعيمها بلاء ورخاءها شدة وفيها عدو لايألونكم خبالا يجري منكم كمجرى الدم من أجل ذلك عجلت أوليائي إلى الجنة لولا ذلك لما مات آدم وولده حتى ينفخ في الصور. beliau AS menjawab: “Tidak”, Allah SWT berfirman: “Yaitu orang yang jika mengucap Laa Ilaaha Illalloh maka kulitnya merinding dan persendiannya bergetar karena sesungguhnya Aku tidak menyukai kematian baginya sebagaimana orang tua tidak menyukai (kematian) anaknya, tetapi dia harus mati, sesungguhnya Aku ingin membahagiakannya di tempat selain tempat ini, sebab nikmatnya (dunia) adalah bencana dan kemakmurann...

kekuatan Kun fayakun

“Aku ingin mengingatkan kalian bahwa bayi pernah berbicara, perempuan lanjut usia pernah mengandung, dan perempuan mandul pun melahirkan. Bulan pernah terbelah, orang-orang yang tertidur bangun setelah bertahun-tahun lamanya. Yang sedikit mengalahkan yang banyak, dan singgasana Ratu Yaman dipindahkan dalam sekejap mata. Perut ikan tidak mencerna, dan api tidak membakar. *Maka, tidak ada sesuatu pun di bumi dan di langit yang tidak mampu Allah lakukan. Apabila Dia menghendaki sesuatu, Dia hanya berfirman, ‘Jadilah!’ maka terjadilah.”*

amalan orang shiddiq

#JujurTulus قال بعض السلف: « أعمال البر يفعلها البر والفاجر، ولا يقدر على ترك المعاصي إلا صديق»  📔 جامع المسائل Sebagian ulama salaf berkata: "Amal-amal kebaikan bisa saja dilakukan oleh orang baik ataupun pendurhaka. Tetapi tidak ada yang benar-benar bisa meninggalkan maksiat kecuali shiddiq (orang yang tulus dan jujur dalam imannya)."

PERBEDAAN ANTARA TAIB, MUNIB DAN AWWAB

Ibnu A'llan rahimahullahu berkata, فمن رجع عن المخالفات خوفًا من عذاب الله فهو (تائب)، ومن رجع حياءً فهو (منيب)، ومن رجع تعظيمًا لجلال الله سبحانه فهو (أوّاب). “Barang siapa meninggalkan kemaksiatan karena takut akan azab Allah, maka ia disebut orang yang bertaubat (taib). Barang siapa meninggalkannya karena rasa malu kepada Allah, maka ia disebut orang yang kembali (munib). Dan barang siapa meninggalkannya karena mengagungkan keagungan Allah subhanahu wa ta'ala, maka ia disebut orang yang sangat kembali (awwab, yaitu yang sering kembali kepada Allah dengan penuh pengagungan dan kecintaan,pent.).” (Dalil al-Faalihin : 1/90) Sumber Saluran Whatsapp *Pelajar Sunnah* https://whatsapp.com/channel/0029VahHEqtFSAsyXkHzeE0D youtube.com/pelajarsunnah instagram.com/pelajarsunnah.id fb.com/pelajarsunnah.id twitter.com/pelajarsunnah telegram.me/pelajarsunnah Mari dukung program dakwah @pelajarsunnah.id dengan berinfaq dan bersedekah ke rekening : Bank Syariah Indonesia (BSI-451) 777522233...

Selalu Merasa Khawatir Akan Dosa Yang Dilakukan*

* قال الحسن البصري رحمه الله: “إن الرجل يذنب الذنب فما ينساه وما يزال متخوفا منه حتى يدخل الجنة”. الزهد للإمام أحمد Hasan al-Bashri rahimahullah berkata, “Sesungguhnya ada seseorang berbuat dosa lalu ia tidak melupakannya dan selalu merasa khawatir karenanya.. sampai ia masuk ke dalam surga..” Az Zuhd Lil Imam Ahmad

JIKA INGIN BACAAN AL-QUR'AN MERUBAH DIRIMU, RENUNGKANLAH HAL-HAL INI

Apabila ia mempelajari Al-Qur’an, maka hendaknya dengan kehadiran pemahaman dan akal. Tujuannya adalah mewujudkan pemahaman terhadap apa yang Allah ﷻ wajibkan, berupa mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Bukanlah tujuannya sekadar: kapan aku akan menamatkan satu surat, tetapi tujuannya adalah: Kapan aku merasa cukup dengan Allah tanpa selain-Nya? Kapan aku termasuk orang-orang yang bertakwa? Kapan aku termasuk orang-orang yang berbuat ihsan? Kapan aku termasuk orang-orang yang bertawakal? Kapan aku termasuk orang-orang yang khusyuk? Kapan aku termasuk orang-orang yang sabar? Kapan aku termasuk orang-orang yang jujur? Kapan aku termasuk orang-orang yang takut (kepada Allah)? Kapan aku termasuk orang-orang yang berharap (rahmat-Nya)? Kapan aku bersikap zuhud terhadap dunia? Kapan aku mencintai akhirat? Kapan aku bertaubat dari dosa-dosa? Kapan aku menyadari nikmat-nikmat yang terus mengalir? Kapan aku bersyukur atasnya? Kapan aku memahami seruan Allah? Kapan aku benar-benar ...