Postingan

DOA DIBERIKAN CAHAYA

Ya Allah, Jadikanlah Bagiku Cahaya di dalam Hatiku, Cahaya di dalam Pendengaranku, Cahaya dalam Penglihatanku, Cahaya dalam Rambutku, Cahaya dalam Kulitku, Cahaya dalam Dagingku, Cahaya dalam Darahku, Cahaya dalam Tulang-Tulangku, Cahaya di depanku, Cahaya di belakangku, Cahaya di sebelah Kananku, Cahaya di sebelah Kiriku, Cahaya di Atasku, dan Cahaya di Bawahku. Ya Allah, Tambahkanlah Cahaya Bagiku dan Berilah Aku Cahaya, Yaitu Cahaya terbesar, dan Jadikanlah Bagiku Cahaya dengan Rahmat-Mu Wahai Tuhan Yang Maha Penyayang di Antara Para Penyayang." Berkaitan dengan Kata "Cahaya" dalam Doa di Atas, Al-Qurthubi mengatakan, Maksud dari Cahaya di Atas adalah Pancaran Cahaya yang Dinisbatkan Kepada-Nya. Cahaya Itu Berbeda-Beda Sesuai dengan Keadaannya masing-masing. Cahaya Pendengaran Menampakkan segala yang Didengar, Cahaya Penglihatan Menyingkapkan Apa-Apa yang Dilihat, Cahaya Hati Menyingkapkan Pengetahuan, dan Cahaya Anggota Badan adalah Amalan-Amalan Ketaatan yang Tampak...

Bukan Karena Cerdas, Ini Modal Utama Menjadi Penghafal Al-Qur’an

📆 Sabtu, 07 Zulqa'dah 1447 H | 25 April 2026 📚 *Interaksi Al-Quran*   📝 Pemateri: Slamet Setiawan, S.H.I, M.Pd 🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹     Sering kali, dinding pembatas tertinggi yang menghalangi seseorang untuk mulai menghafal Al-Qur'an bukanlah padatnya kesibukan, melainkan rasa rendah diri. Ada sebuah ilusi keliru yang terlanjur mengakar kuat di benak banyak orang: bahwa aktivitas Tahfizh adalah wilayah eksklusif bagi mereka yang memiliki IQ tinggi, memori tajam, atau usia yang masih belia. Ketika beban pekerjaan menumpuk dan daya ingat dirasa tak lagi setangkas masa muda, keraguan pun menyergap. "Apakah saya masih pantas? Apakah kapasitas otak saya masih sanggup?" Pertanyaan-pertanyaan semacam inilah yang pada akhirnya mengubur niat mulia tersebut jauh sebelum langkah pertama sempat diayunkan. Meruntuhkan Kesombongan Intelektual Sejatinya, menghafal Al-Qur'an bukanlah sebuah kompetisi akademik untuk menguji seberapa cemerlang kapasitas kognitif manusia. Jika hafal...

Tips Sholat khusuk

Diriwayatkan dari Hatim al-Asham bahwa ia ditanya tentang shalatnya, maka ia menjawab: ``Apabila waktu shalat telah tiba, aku menyempurnakan wudhu`, kemudian aku berdiri untuk shalat dan aku menjadikan Ka`bah di antara kedua alisku, Shirath (jembatan di atas neraka) di bawah kedua kakiku, surga di sebelah kananku, neraka di sebelah kiriku, malaikat maut di belakangku, dan aku menyangka bahwa ini adalah shalatku yang terakhir.``

Keutamaan (manfaat) Zikir menurut ibnu Qayyim

 Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitabnya Al-Wabilush Shayyib, yang juga dikutip Saif Al-Battar dalam Rumaysha Site, menyebutkan, setidaknya ada lima puluh satu manfaat: 1). Zikir dapat megusir syaitan. 2). Mendatangkan ridha Ar-Rahman (Allah). 3). Menghilangkan gelisah dan hati yang gundah gulana. 4). Hati menjadi gembira dan lapang. 5). Menguatkan hati dan badan. 6). Menerangi hati dan wajah menjadi bersinar. 7). Mendatangkan rezki. 8). Orang yang berzikir akan merasakan manisnya iman dan keceriaan. 9). Mendatangkan cinta Ar-Rahman yang merupakan ruh islam. 10). Mendekatkan diri pada Allah sehingga memasukkannya pada golongan orang yang berbuat ihsan yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihatnya. 11). Mendatangkan inabah, yaitu kembali kepada Allah Swt. Semakin seseorang kembali pada Allah dengan banyak berzikir pada-Nya, maka hatinya pun akan kembali pada Allah dalam setiap keadaan. 12). Seseorang akan semakin dekat pada Allah sesuai dengan kadar dzik...

pendosa yang diizinkan melihat Allah diakhirat

Para malaikat berkata: Wahai Tuhan kami, bagaimana mereka bisa melihat-Mu, sedangkan mereka dulu adalah orang-orang yang durhaka? Allah Ta`ala menjawab: ``Angkatlah tabir, karena mereka dulu berdzikir, sujud dan menangis di dunia karena mengharap perjumpaan dengan-ku.`` Kemudian tabir diangkat. Maka mereka melihat dan merebahkan diri bersujud kepada Allah azza wa jalla.

KEUTAMAAN MENGUMPULKAN HADITS

الحديث التاسع والثلاثون : فضل جمع الحديث عن مجاهد عن سلمان رضي الله تعالى عنهما عن النبي صلى الله تعالى عليه وسلم، من حفظ على أمتي هذه الأربعين حديثا دخل الجنة وحشره الله تعالى مع الأنبياء والعلماء يوم القيامة،  Diriwayatkan dari Mujahid dari Salman dari Nabi Saw., “Barangsiapa menjaga empat puluh perkara ini, ia masuk surga dan Allah membangkitkannya bersama para nabi serta ulama pada hari kiamat.” فقلنا يارسول الله أي الأربعين حديثا،  Kami (para sahabat) bertanya, “Ya Rasulullah, empat puluh perkara yang mana?” فقال عليه الصلاة والسلام أن تؤمن بالله واليوم الآخر والملائكة والكتاب والنبيين والبعث بعد الموت وبالقدر خيره وشره من الله تعالى وتشهد أن لاإله إلا الله وأن محمدا رسول الله وتقيم الصلاة باسباغ الوضوء لوقتها بتمام ركوعها وسجودها وتؤدي الزكاة بحقها وتصوم شهر رمضان وتحج البيت إن استطعت إليه سبيلا  Rasulullah Saw. menjawab, “Engkau beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat, kitab, para nabi, kebangkitan sesudah mati, takdir baik serta yang buruk dari Allah Swt. dan e...

▶️ MENGAPA MERASA MISKIN PADAHAL PUNYA SEGALANYA?

📡 Simak video selengkapnya: https://youtu.be/8dKC8eNLM6w Sering kali kita merasa miskin hanya karena kekurangan secara ekonomi, padahal Allah ﷻ telah memberikan aset yang nilainya tak terhingga. Kita cenderung mengukur kekayaan hanya dari saldo rekening, namun lupa pada nikmat fisik yang masih utuh dan berfungsi sempurna. Cobalah renungkan, apakah kita bersedia menukar satu mata atau satu jari kita dengan uang miliaran rupiah? Jika jawabannya tidak, itu artinya kita adalah orang yang sangat kaya. Masalah sebenarnya bukan terletak pada apa yang tidak kita miliki, melainkan pada persepsi kita yang kurang bersyukur. Gunakanlah perangkat fisik yang sehat ini untuk berikhtiar menjemput rezeki-Nya. Sebagaimana Allah ﷻ berfirman: هُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ ذَلُولًا فَٱمْشُوا۟ فِى مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا۟ مِن رِّزْقِهِۦ ۖ وَإِلَيْهِ ٱلنُّشُورُ “Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepa...