Mau'idzoh PCQ📌
Jalan bersama Al-Qur’an bukanlah jalan yang selalu dihiasi kemudahan. Ada hari-hari ketika menghafal terasa berat, ayat sulit melekat, murojaah terasa membosankan, dan semangat perlahan menurun.
Namun, jangan berhenti hanya karena perjalanan terasa berat.
Al-Qur’an tidak akan menetap di hati orang yang mudah menyerah. Ia membutuhkan kesabaran, kesungguhan, pengorbanan, dan keteguhan untuk terus kembali—lagi dan lagi.
> “Ilmu tidak akan diraih oleh orang yang malas, lemah semangat, mudah jemu, dan gemar bersantai.”
📖 Wahai para pencinta Al-Qur’an...
Jika hari ini Allah masih membuatmu ingin membuka mushaf, masih memberimu kesempatan menghafal, masih membuat hatimu gelisah ketika jauh dari Al-Qur’an—bersyukurlah.
Mungkin perjalananmu lambat.
Mungkin hafalanmu belum banyak.
Mungkin bacaanmu masih perlu diperbaiki.
Mungkin kamu berkali-kali lupa ayat yang sudah dihafal.
Tidak mengapa. Teruslah kembali.🤍
Jangan ukur perjalananmu hanya dari seberapa banyak yang telah kamu hafal. Lihatlah juga seberapa jauh Al-Qur’an telah mengubah hatimu.
Sebab bisa jadi, satu ayat yang terus kamu perjuangkan untuk dihafal dengan penuh kesabaran, jauh lebih berharga daripada banyak ayat yang hanya singgah di lisan tanpa mengubah kehidupan.
🌱 Jangan berhenti.
Ketika lelah, istirahatlah—tetapi jangan meninggalkan jalan ini.
Ketika lupa, ulangilah.
Ketika futur, mintalah pertolongan Allah.
Ketika merasa tertinggal, ingatlah bahwa Allah melihat setiap langkahmu.
Kita tidak tahu apakah akan sampai pada 30 juz.
Tetapi kita tahu bahwa kita ingin terus berjalan bersama Al-Qur’an sampai Allah memanggil kita.
Dan semoga, ketika ajal datang, kita sedang berada di jalan yang paling kita cintai:
jalan menuju Kalamullah. 📖🤍
“Ya Allah, jangan jadikan Al-Qur’an hanya sebagai sesuatu yang kami hafal, tetapi jadikanlah ia cahaya bagi hati kami, petunjuk bagi hidup kami, dan teman kami hingga kami bertemu dengan-Mu.” 🤲🏻