Translate

jangan berputus asa

Wahai saudaraku..

Bagaimanapun banyaknya dosa-dosamu, janganlah engkau menghalangi dirimu dari memperbanyak amal kebaikan semampumu;

karena engkau tidak tahu amal apa yang akan menyelamatkanmu.

Jagalah tauhidmu.

Jagalah shalatmu.

Perbanyaklah amal-amal kebaikanmu.

Janganlah engkau menyerah kepada dosa-dosamu, tetapi berusahalah untuk meninggalkannya.

Dan perbanyaklah mengucapkan:

رَبِّ اغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ

"Wahai Rabbku, ampunilah kesalahanku pada hari pembalasan."

✍️ *Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaili حفظه الله*

obat kegelisahan

“Di dalam hati terdapat kegelisahan yang tidak dapat dipulihkan kecuali dengan menghadap kepada Allah.”

*-Imam Ibnul Qoyyim رحمه الله*

Betapapun baiknya orang-orang yang engkau cintai, betapapun mereka memberimu cinta yang tulus dan penghiburan yang terbaik, betapapun baik keadaan duniamu, indah impian-impianmu, dan betapapun segala sesuatu tampak bercahaya untukmu;

Hatimu akan berada dalam kegelisahan dan kekacauan sampai engkau menghadap kepada Allah.

umur keduamu

Apabila Rabb-mu menganugerahkan kepadamu kesempatan untuk mengajarkan ilmu kepada orang lain, maka mohonlah kepada-Nya agar Dia melimpahkan keberkahan kepadamu melalui ilmu dan murid-muridmu.

Sebab, mereka adalah ‘umur keduamu’, amal jariyahmu, dan masa depanmu yang sebenarnya.

Betapa banyak ulama yang saat ini tidak diketahui memiliki karya tulis (buku), namun ia meninggalkan seorang murid yang melalui dia, Allah memberikan manfaat kepada banyak umat.

kadar khauf dihati hamba

وكان فضيل بن عياض رضي الله عنه يقول :
خوف العبد من الله على قدر معرفته به... 

`Berkata syekh fudloil bin iyadh ra berkata :` 

*Rasa takut seorang hamba kepada allah SWT itu tergantung  pada kadar makrifat nya kepada allah SWT.*

Semakin Mengenal Hakikat Dunia, Semakin Sedikit Ketertarikan Terhadap Dunia



Kita sadar bahwa dunia ini hanyalah tempat persinggahan untuk mengumpulkan bekal sebelum menghadap Rabb kita.
Itulah mengapa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, 
*“Apa urusanku dengan dunia?! Sesungguhnya perumpamaanku dan perumpamaan dunia ini ialah seperti pengendara yang berteduh di bawah pohon, ia istirahat (sesaat) kemudian meninggalkannya.”*

Ketika kita tau bahwa tidak ada kenikmatan yang sempurna kecuali di surga-Nya nanti, maka biidznillah kita akan semangat mencari akhirat, dan kita tidak akan terlena dengan dunia serta segala macam perhiasannya. Karena kita tau, bahwa dunia ini hanyalah permainan dan perhiasan yang menipu dan kenikmatannya pun bersifat semu. 

Maka, tidak ada yang perlu diharapkan berlebih di dunia ini kecuali bagaimana kita wafat dalam keadaan membawa hati yang selamat dari kesyirikan, kemaksiatan, dan segala hal yang Allah murkai. Dan bagaimana kita bisa wafat dalam keadaan Dia ridha.. 🤍

Istiqomah dalam amal ibadah unggulan walaupun sedikit

Ada orang yang dimudahkan untuk memperbanyak puasa sunnah. Ada orang yang dimudahkan untuk banyak shalat malam.

Ada orang yang dimudahkan untuk memperbanyak infaqnya. Ada orang yang dimudahkan untuk berdakwah dengan ilmunya.

Demikianlah Allah membagi-bagi amalan sebagaimana Allah membagikan rezeki.

Temukan di mana Allah mudahkan engkau untuk beramal shalih. Dan maksimalkan. Karena kita semua butuh cari muka di hadapan Allah.

✍️ Hamba Allah hafidzhahullah

https://whatsapp.com/channel/0029Vb5Qapr5vKA6jWj08t3a

Ketika Nikmat dan Musibah Sama-sama Menjadi Ujian



Selama ini kita sering mengira bahwa yang namanya ujian adalah kesulitan: sakit, kehilangan, kegagalan, atau sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Padahal Allah berfirman:

وَبَلَوْنَاهُم بِالْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
“Kami menguji mereka dengan kebaikan-kebaikan dan keburukan-keburukan agar mereka kembali.”

Ternyata nikmat juga ujian. Kesehatan, ilmu, uang, keluarga, pekerjaan, kesempatan, bahkan waktu luang yang kita punya semuanya akan dipertanyakan: setelah Allah memberikan semua itu, apakah kita menjadi lebih dekat kepada-Nya atau justru semakin lalai?

Begitu juga dengan kesulitan. Sesuatu yang kita anggap sebagai musibah belum tentu menjadi keburukan bagi kita. Bisa jadi melalui kesulitan itu Allah sedang mengembalikan hati kita yang selama ini terlalu sibuk dengan dunia. Saat semua yang kita andalkan tidak bisa menolong, kita akhirnya sadar bahwa sejak awal tempat bergantung yang sebenarnya hanyalah Allah.

Dan yang paling indah, Allah menjelaskan tujuan dari semua ujian itu:

لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ — agar mereka kembali.

Jadi mungkin pertanyaan yang seharusnya lebih sering kita tanyakan bukan, “Kenapa Allah memberikan ini kepadaku?” Tetapi, “Setelah mengalami semua ini, apakah aku jadi lebih dekat kepada Allah?”

*Sebab terkadang Allah membuat kita kembali kepada-Nya melalui nikmat yang membuat kita bersyukur. Dan terkadang melalui kesulitan yang membuat kita menangis dan berdoa.*

Yang penting bukan apakah hidup sedang lapang atau sempit, tetapi apakah dalam keadaan itu kita sedang berjalan mendekat kepada Allah atau justru semakin jauh dari-Nya. 🌧️🩵

_نفحات الإيمان

jangan berputus asa

Wahai saudaraku.. Bagaimanapun banyaknya dosa-dosamu, janganlah engkau menghalangi dirimu dari memperbanyak amal kebaikan semampumu; karena ...