Keutamaan Istighfar
ومن أنواع الأذكار الكثيرة الخير والبركة، العظيمة الفضل والثواب: الاستغفار، والصلاة على النبي المختار، والدعاء.
Diantara jenis dzikir yang banyak keberkahan dan manfaatnya, besar keutamaan dan pahalanya yaitu istighfar, shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ dan do`a.
أما الاستغفار فقال الله عز من قائل في فضله:
Hal ini sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta`ala dalam al-Qur`an al-Karim:
﴿وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُمۡ وَاَنۡتَ فِيۡهِمۡؕ وَمَا كَانَ اللّٰهُ مُعَذِّبَهُمۡ وَهُمۡ يَسۡتَغۡفِرُوۡنَ﴾ [الأنفال: ٣٣/٨].
Artinya: "Dan Allah sekali-kali tidak akan mengadzab mereka, sedang kamu berada diantara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengadzab mereka, sedang mereka meminta ampun." (Qs. al-Anfaal ayat: 53).
وقال تعالى:
Dalam ayat lainnya, Allah Subhanahu Wa Ta`ala berfirman:
﴿وَّاَنِ اسۡتَغۡفِرُوۡا رَبَّكُمۡ ثُمَّ تُوۡبُوۡۤا اِلَيۡهِ يُمَتِّعۡكُمۡ مَّتَاعًا حَسَنًا اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى وَ يُؤۡتِ كُلَّ ذِىۡ فَضۡلٍ فَضۡلَهٗ ؕ وَاِنۡ تَوَلَّوۡا فَاِنِّىۡۤ اَخَافُ عَلَيۡكُمۡ عَذَابَ يَوۡمٍ كَبِيۡرٍ﴾ [هود: ٣/١١].
Artinya: " Dan hendaklah kamu memohon ampunan kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan. Dan Dia akan memberikan karunia-Nya kepada setiap orang yang berbuat baik. Dan jika kamu berpaling, maka sungguh, aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar (Kiamat).." (Qs. Huud ayat: 3).
وقال تعالى فيما حكاه عن نبيّه نوحٍ عليه السلام:
Allah Subhanahu Wa Ta`ala juga berfirman dalam al-Qur`an tentang kisah tentang Nabi Allah Nuh `Alaihis Salam:
﴿فَقُلۡتُ اسۡتَغۡفِرُوۡا رَبَّكُمۡؕ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًا ۙ ١٠ يُّرۡسِلِ السَّمَآءَ عَلَيۡكُمۡ مِّدۡرَارًا ۙ ١١ وَّيُمۡدِدۡكُمۡ بِاَمۡوَالٍ وَّبَنِيۡنَ وَيَجۡعَلۡ لَّـكُمۡ جَنّٰتٍ وَّيَجۡعَلۡ لَّـكُمۡ اَنۡهٰرًا ؕ ١٢﴾. [نوح: ۱۰/۷۱-۱۲].
Artinya: "Maka aku katakan mereka: `Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun.` Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membahayakan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai." (Qs. Nuh ayat: 10-12).
وقال تعالى:
Dalam ayat-Nya yang lain, Allah Subhanahu Wa Ta`ala berfirman:
﴿وَ مَنۡ يَّعۡمَلۡ سُوۡٓءًا اَوۡ يَظۡلِمۡ نَفۡسَهٗ ثُمَّ يَسۡتَغۡفِرِ اللّٰهَ يَجِدِ اللّٰهَ غَفُوۡرًا رَّحِيۡمًا﴾[النساء: ١١٠/٤].
Artinya: "Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Qs. an-Nisaa` ayat: 110).
وقال عليه الصلاة والسلام:
Dalam hal ini, Nabi ﷺ bersabda:
«مَنْ لَزِمَ الْإِسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيْقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ».
Artinya: "Barangsiapa yang menekuni istighfar, niscaya Allah menjadikan baginya solusi dari segala kesusahan, jalan keluar dari kesempitan dan memberinya rezeki dari arah yang tiada diduga-duga."
وقال عليه الصلاة والسلام:
Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
«طُوبَى لِمَنْ وَجَدَ فِي صَحِيفَتِهِ اسْتِغْفَارًا كَثِيرًا».
Artinya: "Sungguh beruntung orang yang menjumpai dalam buku laporannya bacaan istighfar yang sangat banyak."
وقال عليه الصلاة والسلام:
Nabi ﷺ bersabda:
«مَنْ قَالَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ فِي يَوْمٍ سَبْعِينَ مَرَّةً غَفَرَ اللَّهُ لَهُ سَبْعَمِائَةِ ذَنْبٍ، وَقَدْ خَابَ عَبْدٌ أَوْ أَمَةٌ يُذْنِبُ فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِمِائَةِ ذَنْبٍ»،
Artinya: "Barangsiapa yang mengucapkan Astaghfirullah sebanyak tujuh puluh kali dalam sehari, niscaya Allah akan mengampuni tujuh ratus dosanya, dan sungguh merugi seseorang baik lelaki maupun wanita dalam sehari semalam melakukan dosa lebih dari tujuh ratus dosa.”
وقال عليه الصلاة والسلام:
Dalam hadis lainnya, Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
«وَاللَّهِ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً»،
Artinya: "Demi Allah, sesungguhnya aku beritighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali."
وقال عليه الصلاة والسلام:
Nabi ﷺ bersabda:
«أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِدَائِكُمْ وَدَوَائِكُمْ، أَلَا إِنَّ دَائَكُمُ الذُّنُوْبُ، وَدَوَائَكُمُ الْإِسْتِغْفَارُ»،
Artinya: "Maukah kalian aku beritahukan tentang penyakit dan obat kalian, ketahuilah bahwa penyakit kalian adalah dosa-dosa dan obat kalian adalah istighfar."
وقال عليه الصلاة والسلام:
Nabi ﷺ bersabda:
«قَالَ إِبْلِيسُ : وَعِزَّتِكَ وَجَلَالِكَ يَارَبُّ لَا أَبْرَحُ أُغْوِي عِبَادَكَ مَا دَامَتْ أَرْوَاحُهُمْ فِي أَجْسَادِهِمْ. فَقَالَ اللَّهُ: وَعِزَّتِي وَجَلَالِي لَا بَرِحْتُ أَغْفِرُ لَهُمْ مَا اسْتَغْفَرُونِي».
Artinya: "Iblis mengatakan: `W`ahai Tuhan, demi kemuliaan dan keperkasaan-Mu aku tidak akan berhenti menyesatkan hamba-hamba-Mu selagi nyawa mereka masih melekat dalam jasad mereka, lalu Allah Subhanahu Wa Ta`ala berkata: `Demi kemuliaan dan keperkasaan-Ku Aku senantiasa menganmpuni mereka selama mereka meminta ampun kepada-Ku."
وقال عبد الله بن عمر رضي الله عنهما: كنا نَعدّ لرسول الله ﷺ في المجلس الواحد (مائة مرة):
Dalam hal ini, Sahabat Abdullah bin Umar Radhiyallahu `anhu berkata: "Kami pernah menghitung dalam satu kali duduk Rasulullah ﷺ membaca seratus kali:
«رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ».
Artinya: "Wahai Tuhan ampunilah aku dan terimalah taubatku sesungguhnya Engkau Maha Pemberi taubat dan Maha Penyayang."
فعليك - رحمك الله -: بالإِكثار من هذا الذكر المبارك، الذي كان من رسول الله ﷺ بهذه المنزلة.
Maka hendaknya engkau memperbanyak bacaan dzikir yang penuh keberkahan ini yang memiliki kedudukan seperti ini di sisi Rasulullah ﷺ.
وبلغنا أن الإِمام أحمد بن حنبل رحمه الله رُئيَ بعد موته في المنام فذكر: أن الله نفعه كثيرًا بكلمات سمعها من سفيان الثوري رحمه الله، وهي هذه:
Diceritakan bahwa setelah wafatnya al-Imam Ahmad bin Hambal Radhiyallahu `anhu ada seseorang yang bermimpi bertemu beliau dan beliau menyatakan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala memberinya manfaat yang banyak dari beberapa lafadz dzikir yang dia dengar dari Safyan ats-Tsauri Radhiyallahu `anhu, lafadz itu adalah:
أَللَّهُمَّ يَا رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، بِقُدْرَتِكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ اغْفِرْ لِي كُلَّ شَيْءٍ، وَلَا تَسْأَلْنِي عَنْ شَيْءٍ. انتهى بمعناه.
Artinya: "Ya Allah, wahai Tuhan pemilik segala sesuatu, demi kekuasaan-Mu atas segala sesuatu ampunilah aku dari segala sesuatu dan janganlah Engkau menanyaiku tentang sesuatu apapun."
فعليك أيضًا: بالإِكثار من هذه الكلمات المباركات.
Sehubungan dengan hal ini hendaknya engkau juga memperbanyak bacaan yang penuh berkah ini.
ومن المأثور: أن مَنِ استغفر الله كل يوم للمؤمنين والمؤمنات (سبعًا وعشرين مرّةً) صار من العِباد الذين بهم يُرحم الخلق، وبهم يُمطرون ويرزقون. وهذه صفة الأبدال من رجال الله وعباده الصالحين.
Dalam sebuah atsar disebutkan: "Barangsiapa yang beristighfar kepada Allah Subhanahu Wa Ta`ala untuk kaum mukminin dan mukminat sebanyak dua puluh tujuh kali setiap harinya, maka ia akan digolongkan dalam para hamba yang berkat mereka manusia dirahmati, diberi hujan dan diberi rezeki." Inilah sifat para hamba-hamba Allah Subhanahu Wa Ta`ala yang shaleh.
Komentar