Jika Kau Sedang Lelah
π Jum'at , 07 Syawal 1447 H/ 27 Maret 2026
π *Motivasi*
π Pemateri : Ustadz Najib
πΏπΊπππΌππ·πΉ
Terdengar langkah kaki yang lunglai, berjalan tertatih karena banyak agenda yang telah selesai tertunai. Tubuh pun seperti meminta untuk diam sejenak, agar energi kembali tanpa beranjak.
Suatu waktu mungkin engkau pernah mengeluh, mungkin bukan karena engkau lemah, tetapi karena hatimu sedang letih menahan banyak hal yang tak sempat kau ceritakan.
Kami mengerti, jalan ini tidak selalu ramah. Ada waktu, ada tenaga, ada harta yang diminta terus mengalir, sementara jiwa kadang ingin berhenti sekadar menarik napas.
Tak apa lelah, saudaraku. Lelah bukan tanda kalah, ia hanya isyarat bahwa hatimu butuh dikuatkan, bukan disalahkan.
Ingatlah,
kita berjalan di jalan ini bukan karena kita paling mampu, tetapi karena Allah memilih kaki kita untuk melangkah, dan memilih hati kita untuk belajar ikhlas.
Ketika amanah datang, bukan karena engkau satu-satunya orang yang diamanahkan, tetapi karena ada kepercayaan yang sedang Allah titipkan. Bukan untuk membebani dirimu, melainkan untuk terus menumbuhkan.
Jika engkau diminta waktu, mungkin Allah sedang membersihkan waktu-waktu kita dari yang sia-sia. Jika engkau diminta mengeluarkan harta, barangkali Allah sedang menjaga agar cinta dunia tak terlalu lama berdiam di dalam dada.
Dan jika engkau diminta bekerja, itu bukan karena jasamu semata, tetapi karena kebersamaan ini tak akan kuat jika hanya ditopang oleh sedikit pundak.
Kami pun belajar, belajar saling percaya, belajar tsiqoh meski tak selalu mengerti seluruh rencana. Belajar bahwa kepemimpinan juga manusia, belajar bagaimana cara memikul beban, menyusun langkah, dan seringkali menangis dalam doa-doa yang sunyi.
Jika engkau lelah, jangan menjauh. Duduklah sebentar, ceritakan dengan lembut, agar kami tahu bagaimana cara menguatkanmu.
Sebab dakwah ini bukan lomba siapa yang paling kuat, melainkan perjalanan panjang orang-orang yang mau saling menjaga.
Mari lanjutkan langkah ini dengan hati yang lebih lapang. Bukan tanpa keluh, tetapi dengan saling memahami. Bukan tanpa lelah, tetapi dengan cinta yang terus dihidupkan.
Dan semoga suatu hari nanti, Allah mempertemukan kita dengan senyum syukur, seraya berkata perlahan:
“Alhamdulillah…
aku tidak menyerah, karena aku tidak sendiri.”
πππΊπππΊππ
Dipersembahkan oleh : www.manis.id
Subscribe Youtube MANIS: https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial
Follow Media Sosial MANIS :
IG : http://instagram.com/majelismanis
FB: http://fb.com/majelismanis
TikTok
https://www.tiktok.com/@majelis_manis_
π±Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/gabungmanis
π° Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSI : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/62852-7977-6222
wa.me/087891088812
Komentar