BIOTEKNOLOGI MENURUT ISLAM
BIOTEKNOLOGI
MAKALAH
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Ilmu Alamiah Dasar
Dosen Pengampu: Ibu Suci Maryam Azmi L,S.Si., M.Pd
Disusun oleh :
Iis Aisyah Yusuf (NIM 1152020092)
Junaidi Abdullah Bahan (NIM 1152020105)
Kristin Wiranata (NIM 1152020108)
M. Zamzam (NIM 1152020124)
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2015/2016
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang masih memberikan nafas kehidupan, sehingga kami dapat menyelesaikan pembuatan makalah ini dengan judul “Bioteknologi”.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar. Dalam makalah ini membahas tentang pengertian bioteknologi, macam-macam bioteknologi, contoh bioteknologi, dampak bioteknologi dan bioteknologi dalam pandangan islam. Akhirnya kami sampaikan terima kasih atas perhatian Ibu Suci Maryam Azmi L, S.Si., M.Pd. terhadap makalah ini, dan kami sebagai penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi diri kami khususnya dan pembaca pada umumnya. Tak ada gading yang tak retak, begitulah adanya makalah ini.
Dengan segala kerendahan hati, saran-saran dan kritik yang konstruktif sangat kami harapkan dari para pembaca guna peningkatan pembuatan makalah pada tugas yang lain dan pada waktu mendatang.
Bandung, 26 Nopember 2015
Penyusun
DAFTAR ISI
Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
BAB I
Latar Belakang Masalah 1
Rumusan Masalah 1
Tujuan Makalah 1
Manfaat Makalah 2
BAB II
Sejarah dan Pengertian Bioteknologi 3
Jenis-jenis Bioteknologi 3
Penerapan Bioteknologi pada Beberapa Bidang 7
Pandangan Islam mengenai bioteknologi 15
Dampak Bioteknologi 21
BAB III
Kesimpulan 23
Penutup 23
Daftar Pustaka iii
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Hobbelink (1988) menyatakan bahwa bioteknologi sebagai suatu teknologi sebenarnya bukanlah hal baru.Bioteknologi secara sederhana sudah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Sebagai contoh, di bidang teknologi pangan adalah pembuatan bir, roti, maupun keju yang sudah dikenal sejak abad ke-19. Prinsip dasar upaya pembuatan makanan tersebut pada umumnya sama, yaitu sejumlah bahan dasar didedahkan (exposure) ke jasad renik tertentu yang akan mentransformasikan bahan dasar (anggur, barley, susu atau gandum) menjadi produk yang diinginkan.
Pada masa ini, bioteknologi berkembang sangat pesat, terutama dinegara-negara maju. Kemajuan ditendai dengan ditemukannya berbagai macam teknologi, misalnya teknologi yang berkaitan dengan rekayasa genetika, kultur jaringan, rekombinan DNA, pengembang biakan sel induk dan kloning.
Agar kita dapat memanfaatkan, mengeksplor dan melestarikan kekayaan Sumber Daya Alam di Indonesia ini kita perlu belajar bioteknologi.Sebagai rangka memenuhi kebutuhan dan kepuasan manusia dan supaya tidak tertinggal oleh pesatnya perkembangan IPTEK di dunia ini.Untuk itulah makalah ini dibuat adanya.
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, masalah-masalah yang ingin kami jelaskan dan sampaikan adalah:
Apa yang dimaksud dengan bioteknologi?
Bagaimana sejarah Bioteknologi?
Apa saja penerapan bioteknologi pada beberapa bidang?
Bagaimana pandangan Islam terhadap bioteknologi?
Dampak apa saja yang ditimbulkan dari penerapan bioteknologi ?
Tujuan Makalah
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
Mengetahui apa itu bioteknologi.
Mengetahui sejarah bioteknologi.
Mengetahui penerapan bioteknologi dalam berbagai bidang.
Mengetahui pandangan islam terhadap bioteknologi.
Mengetahui dampak dari penerapan bioteknologi.
Manfaat Makalah
Manfaat yang diperoleh dari pembuatan makalah ini adalah antara lain untuk memenuhi rasa keingintahuan tentang bioteknologi yang kelak akan dijadikan acuan dalam bereksperimen.
BAB II
PEMBAHASAN
Sejarah dan Pengertian Bioteknologi
Dalam bukunya yang terkenal The Third Wave (Gelombang Ketiga) Alvin Toffler mengatakan bahwa menjelang akhir abad XX dan memasuki abad XXI umat manusia akan menghadapi suatu revolusi baru dibidang teknologi, yaitu revolusi informasi dan telekomunikasi. Revolusi ini merupakan revolusi ketiga setelah revolusi hijau dan revolusi industri.Revolusi ketiga ditandai dengan perubahan teknologi, terutama di bidang mikroelektronika, teknologi energy alternative, aeronautika (kedirgantaraan), dan bioteknologi.
Bioteknologi sebenarnya bukan suatu hal yang baru karena jauh sebelum perkembangan paradaban Barat telah dipraktikan oleh masyarakat Babilonia (di wilayah Irak sekarang) atau Mesir Kuno (6000 tahun SM), bahkan pada tahun 500 SM di Mesopotamia ditemukan catatan pada tanah liat, tentang pembuatan minuman anggur dan bir sebagai pekerjaan tetap sejak ribuan tahun.
Adapun pengertiannya, secara bahasa bioteknologi berasal dari dua kata, yaitu “bio” yang berarti makhuk hidup dan “teknologi” yang berarti cara untuk memproduksi barang atau jasa. Dari paduan dua kata tersebut European Federation of Biotechnology (1989) mendefinisikan bioteknologi sebagai perpaduan dari ilmu pengetahuan alam dan ilmu rekayasa yang bertujuan meningkatkan aplikasi organisme hidup, sel, bagian dari organisme hidup, dan analog molekuler untuk menghasilkan produk dan jasa.
Bioteknologi merupakan teknologi yang memanfaatkan organisme atau bagian-bagiannya untuk mendapatkan barang dan jasa. Dalam perkembangan lebih lanjut, bioteknologi didefinisikan sebagai pemanfaatan prinsip-prinsip dan rekayasa terhadap organisme, sistem atau proses biologis untuk menghasilkan atau meningkatkan potensi organisme maupun menghasilkan produk dan jasa bagi kepentingan hidup manusia.
Jenis-jenis Bioteknologi
Bioteknologi konvensional
Bioteknologi konvensional merupakan bioteknologi sederhana yang menerapkan ilmu biologi, biokimia.Rekayasa yang terjadi masih dalam tingkat yang terbatas.Bioteknologi konvensional menggunakan jasad hidup secara utuh. Proses biokimia dan proses genetik terjadi secara alami. Manipulasi yang dilakukan dalam bioteknologi ini hanya sebatas manipulasi pada lingkungan dan media tumbuh serta tidak sampai pada tahap rekayasa genetika.Seandainya ada, rekayasa yang berlangsung bersifat sederhana dan perubahan yang terjadi tidak tepat sasaran.Bioteknologi konvensional tidak dipakai untuk pembuatan produk secara mahal dan menggunakan biaya yang relatif rendah, selain itu ilmu yang digunakan pun biasanya diwariskan secara turun-temurun.
No.
Bahan Pangan
Mikroorganisme
Golongan
Produk
1
Susu
Lactobacillus bulgaricus
Streptococcus termophillus
Streptococcus lactis
Panicillium requiforti
Propioni bacterium
Lactobacillus casei
Bakteri
Bakteri
Bakteri
Jamur
Bakteri
Bakteri
Yoghurt
Yoghurt
Mentega
Keju
Keju Swiss
Susu asam
2
Kedelai
Rhizopus oligosporus
Rhizopus stoloniferus
Rhizopus oryzae
Aspergillus oryzae
Jamur
Jamur
Jamur
Jamur
Tempe
Tempe
Tempe
Kecap
3
Kacang tanah
Neurospora sitophyla
Jamur
Oncom
4
Beras
Saccharomyces cereviseae
Endomycopsis fibulegera
Jamur
Jamur
Tape Ketan
5
Singkong
Saccharomyces elipsoides
Endomycopsis fibulegera
Jamur
Jamur
Tape singkong
6
Air kelapa
Acetobacter xylinum
Bakteri
Nata de coco
7
Tepung gandum
Saccharomyces elipsoides
Jamur
Roti
8
Kubis
Enterobacter sp.
Bakteri
Asinan
9
Padi-padian atau umbi-umbian
Saccharomyces cereviseae
Saccharomyces caelsbergensis
Jamur
Minuman beralkohol
10
Mikroorganisme
Spirulina
Chlorella
Alga bersel satu
Protein sel tunggal
Bioteknologi Modern
Bioteknologi modern telah menggunakan teknik rekayasa tingkat tinggi dan terarah sehingga hasilnya dapat dikendalikan dengan baik.Teknik yang sering digunakan adalah dengan melakukan manipulasi genetik pada suatu jasad hidup secara terarah sehingga diperoleh hasil sesuai dengan yang diinginkan.
Teknik yang digunakan dalam bioteknologi modern adalah teknik manipulasi bahan genetik (DNA) secara in vitro, yaitu proses biologi yang berlangsung di luar sel atau organisme, misalnya dalam tabung percobaan. Oleh karena itu, bioteknologi modern juga dikenal dengan rekayasa genetika, yaitu proses yang ditujukan untuk menghasilkan organisme transgenik. Organisme transgenik adalah organisme yang urutan informasi genetik dalam kromosomnya telah diubah sehingga mempunyai sifat menguntungkan yang dikehendaki.
Berbeda dengan bioteknologi konvensional,bioteknologi modern sudah memanfaatkan metode-metode mutakhir, yaitu :
Kultur Jaringan Tumbuhan
Kultur jaringan tumbuhan merupakan teknik menumbuhkembangakan bagian tanaman, baik berupa sel, jaringan, atau organ dalam kondisi aseptik secara in vitro.Kultur jaringan dapat dilakukan karena adanya sifat totipotensi, yaitu kemampuan setiap sel tanaman untuk tumbuh menjadi individu baru bila berada dalam lingkungan yang sesuai.Teori ini pertama kali dikemukakan oleh G. Haberlandt (ahli fisiologi Jerman pada tahun 1898). Teori kemudian diuji ulang oleh F.C. Steward pada tahun 1969 dengan menggunakan satu sel emplur wortel. Dalam percobaannya, Steward dapat menumbuhkan satu sel empulur tersebut menjadi satu individu wortel.
Dalam kultur jaringan, tanaman yang akan dikulturkan sebaiknya berupa jaringan muda yang sedang tumbuh, misalnya akar, daun muda, dan tunas. Bagian tumbuhan yang akan dikultur disebut sebagai eksplan.
Rekayasa Genetika
Rekayasa genetika adalah suatu proses perubahan gen-gen dalam tubuh makhluk hidup.Ini bisa di capai dengan mengawinkan (plicing) beberapa DNA dari sumber-sumber yang sama sekali berbeda, untuk kemudian membentuk molekul hybrid (baskar). Proses demikian kemudian dikenal dengan istilah rekayasa genetika (genetic engeenering).
Dengan teknik rekayasa genetika melalui pembangunan gen (gene splicing) atau rekombinan DNA.Industri bioteknologi telah memproduksi dan memasarkan hormon insulin manusia (1982), hormon pertumbuhan manusia (HDH, 1985), interferon alfa (1985), dan vaksin rekombivac HB untuk mencegah inveksi hepatitis B. Keempat produk tersebut di butuhkan masyarakat luas.Sebagai contoh adalah bahwa virus hepatitis B dapat menyebabkan radang hati kronis, yang tidak bisa disembuhkan dan sebangian berakibat fatal dengan timbulnya kanker hati.
Melalui proses rekayasa genetika telah pula dihasilkan produk-produk di bidang pertanian/peternakan, seperti vaksin untuk penyakit virus pada penyakit ternak babi dengan vaksin omnivac – PRN. Vaksin ini mampu mencegah timbulnya pseudorabies setiap tahunnya menyerang tidak kurang dari 10% jumlah ternak babi (yang berjumlah sekitar 54 juta ekor) dan menimbulkan kerugian sampai 60 juta dolar setahun. Vaksin ini mengandung virus pseudorabies yang tidak hanya sekedar dilemahkan, tetapi diubah DNA nya (komponen kimiawi pembawa sifat dalam selnya), antara lain dengan menghilangkan bagian yang mampu membuat enzim untuk melipat gandakan diri. Seperti diketahui, vaksin ini bersipat seperti vaksin-vaksin lainnya: akan mendorong terbentuknya zat antibodi (pelindung tubuh), sehingga hewan mampu melindungi dirinya sendiri. Dengan teknik ini, juga telah dihasilkan bibit-bibit unggul ternak, seperti ayam broiler yang dalam tempo dua bulan bisa mencapai berat 2 kilogram, ayam petelur yang mampu bertelur 280 butir per tahun produksi, dan lain-lain.
Berbagai teknik rekayasa genetika berkembang dimungkinkan karena ditemukannya :
Enzim restriksi endonuklease yang dapat memotong benang DNA.
Enzim ligase yang dapat menyambung kembali benang DNA.
Plasmid yang dapat digunakan sbagai wahana memindahkan potongan benang DNA tertentu ke dalam sel mikroorganisme.
Teknik rekayasa genetika dapat dilakukan melalui :
Rekombinasi DNA
Rekombinasi DNA adalah proses penyambung dua DNA dari organisme yang berbeda. Hasil penggabungan DNA dari individu yang tidak sama ini disebut dengan DNA rekombinan. Gen dari satu individu yang disisipi atau digabungkan pada gen individu yang lain disebut transgen, individunya disebut transgenik. Rekombinasi DNA dapat terjadi secara alami dan buatan.Contoh rekombinasi DNA pada bakteri adalah pada pembuatan insulin oleh bakteri E. coli.
Teknik Hibridoma/Fusi Sel
Teknik hibridoma adalah penggabungan dua sel dari organisme berbeda ataupun sama (fusi sel) sehingga menghasilkan sel tunggal berupa sel hybrid (hibridoma) yang memiliki kombinasi sifat dari kedua sel tersebut. Proses penggabungan sel menggunakan tenaga listrik, sehingga prosesnya disebut elektrofusi. Teknik hibridoma dapat dimanfaatkan untuk pembuatan produk penting, misalnya antibodi monoklonal, pembentukan spesies baru, dan pemetaan kromosom.
Kloning
Kloning berasal dari bahasa inggris clonning yang berarti suatu usaha untuk menciptakan duplikat suatu organisme melalui proses aseksual. Tujuan utama kloning adalah untuk mengisolasi gen yang diinginkan dari seluruh gen yang ada (kromosom) pada organisme donor. Untuk mencapai tujuan tersebut, kloning dapat dilakukan dengan kloning embrio dan transfer inti.Kloning embrio dilakukan dengan fertilisasi in vitro, misalnya kloning pada sapi yang secara genetik identik untuk memproduksi hewan ternak.
Sedangkan kloning dengan transfer inti yaitu pemindahan inti sel yang satu ke sel lain sehingga diperoleh individu baru yang memiliki sifat baru sesuai inti yang diterimanya. Kloning dengan transfer inti dilakukan dengan menggunakan sel somatis sebagai sumber gen. Contoh kloning dengan transfer inti adalah domba Dolly.
Penerapan Bioteknologi pada Beberapa Bidang
Penerapan Bioteknologi dalam Bidang Medis dan Kesehatan
Penerapan ini disebut sebagai bioteknologi merah, diawali dengan tahap analisa atau diagnosa suatu penyakit dan pengobatan sebuah penyakit. Beberapa contoh bioteknologi di bidang medis dan kesahatan misalnya penggunaan mikroorganisme pada antibiotik atau vaksin, penggunaan mikroorganisme pada hormon pada penyakit diabetes mellitus, bayi tabung, Antibodi Monoklonal, penggunaan sel induk untuk pengibatan penyakit sroke, dan terapi gen untuk penyembuhan penyakit genetis.
Pembuatan antibodi monoclonal
Antibodi monoklonal adalah antibodi yang diperoleh dari suatu sumber tunggal. Manfaat antibodi monoklonal, antara lain:
untuk mendeteksi kandungan hormon korionik gonadotropin dalam urine wanita hamil
mengikat racun dan menonaktifkannya
mencegah penolakan tubuh terhadap hasil transplantasi jaringan lain.
Pembuatan vaksin
Vaksin digunakan untuk mencegah serangan penyakit terhadap tubuh yang berasal dari mikroorganisme. Vaksin didapat dari virus dan bakteri yang telah dilemahkan atau racun yang diambil dari mikroorganisme tersebut.
Pembuatan antibiotika
Antibiotika adalah suatu zat yang dihasilkan oleh organisme tertentu dan berfungsi untuk menghambat pertumbuhan organisme lain yang ada di sekitarnya. Antibiotika dapat diperoleh dari jamur atau bakteri yang diproses dengan cara tertentu. Zat antibiotika telah mulai diproduksi secara besar-besaran pada Perang Dunia II oleh para ahli dari Amerika Serikat dan Inggris.
Pembuatan hormon
Dengan rekayasa DNA, dewasa ini telah digunakan mikroorganisme untuk memproduksi hormon.Hormon-hormon yang telah diproduksi, misalnya insulin, hormon pertumbuhan, kortison, dan testosteron.
Tabel beberapa protein manusia yang telah disintesis dari gena yang diklon pada bakteri, sel eukariot, dan dengan pharming
Biofarmasetik
Indikasi
Tahun dikenalkan
Hormon
Insulin Follitropin
Diabetes melitus
1982
Alfa dan Beta Chariogonado
Kegagalan ovulasi
1982
Tropin alfa
Fertilitas
2000
Teriparatida
Osteoporosis
2002
Enzim
Alteplase
Infrak miokardinal akut
1987
Ebtifibatid
Sindrom koroner akut
1998
Rasburicase
Hiperurikemia
2002
Laronidase
Mukopolisakharoi dasis I
2003
Faktor pertumbuhan
Epoetin alfa
Anemia karena ginjal
1989
Filgrastin
Neurotropenia
1991
Darbepoentinj alfa
Kanker
2002
Antibodi
Muromonab-CD3
Penolakan transplantasi ginjal
1986
Trastuzumad
Kanker payudara
1998
Bevacizumab
Kanker rektal
2004
Interferon-interleukin
Interferon alfa
2a dan 2b
Leukemia
1986
IL-2
Carcinoma renal metastase
1992
IL-11
Trobositopenia
1997
PEG-Interferon 2b
Hepatitis C
2001
Penerapan Bioteknologi dalam Bidang Pertanian dan Peternakan
Bioteknologi ini disebut bioteknologi hijau, dilakukan dengan memodifikasi genetik dan rekayasa genetika untuk memperoleh varietas unggul, produksi tinggi, kandungan gizi tinggi, tahan hama, patogen, dan herbisida. Hal ini memberikan sumbangan besar terhadap kemajuan ilmu pemuliaan tanaman (plant breeding) dan kehidupan manusia bahkan berdampak pada kemajuan ekonomi manusia itu sendiri.
Bioteknologi bidang pertanian
Dewasa ini perkembangan industri maju dengan pesat.Akibatnya, banyak lahan pertanian yang tergeser, lebih-lebih di daerah sekitar perkotaan. Di sisi lain kebutuhan akan hasil pertanian harus ditingkatkan seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Untuk mendukung hal tersebut, dewasa ini telah dikembangkan bioteknologi di bidang pertanian.Beberapa penerapan bioteknologi pertanian sebagai berikut:
Pembuatan tumbuhan yang mampu mengikat nitrogen
Nitrogen () merupakan unsur esensial dari protein DNA dan RNA.Pada tumbuhan polong-polongan sering ditemukan nodul pada akarnya.Di dalam nodul tersebut terdapat bakteri Rhizobium yang dapat mengikat nitrogen bebas dari udara, sehingga tumbuhan polong-polongan dapat mencukupi kebutuhan nitrogennya sendiri.Dengan bioteknologi, para peneliti mencoba mengembangkan agar bakteri Rhizobium dapat hidup di dalam akar selain tumbuhan polong-polongan.Di samping, itu juga berupaya meningkatkan kemampuan bakteri dalam mengikat nitrogen dengan teknik rekombinasi gen.
Kedua upaya di atas dilakukan untuk mengurangi atau meniadakan penggunaan pupuk nitrogen yang dewasa ini banyak digunakan di lahan pertanian dan menimbulkan efek samping yang merugikan.
Pembuatan tumbuhan tahan hama
Tanaman yang tahan hama dapat dibuat melalui rekayasa genetika dengan rekombinasi gen dan kultur sel. Contohnya, untuk mendapatkan tanaman kentang yang kebal penyakit maka diperlukan gen yang menentukan sifat kebal penyakit. Gen tersebut, kemudian disisipkan pada sel tanaman kentang. Sel tanaman kentang tersebut, kemudian ditumbuhkan menjadi tanaman kentang yang tahan penyakit.Selanjutnya tanaman kentang tersebut dapat diperbanyak dan disebarluaskan.
Bioteknologi bidang peternakan
Dengan bioteknologi dapat dikembangkan produk-produk peternakan.Produk tersebut, misalnya berupa hormon pertumbuhan yang dapat merangsang pertumbuhan hewan ternak.Dengan rekayasa genetika dapat diciptakan hormon pertumbuhan hewan buatan atau BST (Bovin Somatotropin Hormon). Hormon tersebut direkayasa dari bakteri yang, jika diinfeksikan pada hewan dapat mendorong pertumbuhan dan menaikkan produksi susu sampai 20%.
Penerapan Bioteknologi dalam bidang sumber energi
Bioteknologi ini disebut dengan bioteknologi abu-abu, digunakan untuk meningkatkan kualitas produk dan pengelolaan sumber energi. Sebagai contoh adalah proses degradasi minyak maupun logam berat di dalam air limbah dengan bantuan mikroorganisme, sehingga limbah menjadi aman jika dibuang ke lautan bebas, atau pencairan sumber minyak atau mineral dengan bantuan mikroba. Alternatif bahan bakar masa depan untuk menggantikan minyak, antara lain adalah biogas dan gasohol. Biogas dibuat dalam fase anaerob dalam fermentasi limbah kotoran makhluk hidup. Pada fase anaerob akan dihasilkan gas metana yang dibakar dan digunakan untuk bahan bakar.
Di negara Cina, dan India terdapat beberapa kelompok masyarakat yang hidup di desa yang telah menerapkan teknologi fermenter gasbio untuk menghasilkan metana. Bahan baku teknologi fermenter tersebut adalah feses hewan, daun-daunan, kertas, dan lain-lain yang akan diuraikan oleh bakteri dalam fermenter. Sedangkan teknologi gasohol telah dikembangkan oleh negara Brazil sejak harga minyak meningkat sekitar tahun 1970. Gasohol dihasilkan dari fermentasi kapang terhadap gula tebu yang melimpah. Gasohol bersifat murah, dapat diperbarui dan tidak menimbulkan polusi.
Penerapan Bioteknologi dalam bidang pangan
Beberapa contoh Bioteknologi tradisional di bidang pangan misalnya, tempe dibuat dari kedelai menggunakan jamur Rhizopus, tape dibuat dari ketela pohon atau pisang dengan menggunakan Khamir Saccharomyces cereviceae, keju dan yoghurt dibuat dari susu sapi dengan menggunakan bakteri Lactobacillus.
Aplikasi Bioteknologi pada Yoghurt
Yoghurt merupakan minuman hasil fermentasi susu menggunakan bakteri Lactobacillus substilis atau Lactobacillus bulgaricus. Bakteri yang di manfaatkan mampu mendegradasi protein dalam susu menjadi asam laktat. Proses degradasi ini disebut fermentasi asam laktat dan hasil akhirnya dinamakan yoghurt.
Aplikasi Bioteknologi pada Keju
Keju merupakan contoh produk bioteknologi yang cukup terkenal. Keju dibuat dengan bantuan bakteri pada susu. Bakteri tersebut dikenal sebagai bakteri asam laktat atau Lactobacillus. Bakteri Lactobacillus mengubah laktosa menjadi asam laktat dan menyebabkan susu menggumpal. Pada pembuatan keju, kondisi pH harus rendah. Kondisi pH yang rendah membuat susu mengental. Akibatnya protein pada susu berubah menjadi semi solid yang disebut curd. Proses ini dibantu dengan menambahkan enzim renin. Enzim renin dapat diekstrak dari perut anak sapi.Namun, saat ini enzim renin dapat diproduksi dalam skala besar dengan menggunakan teknik rekayasa genetika.
Setelah susu berubah menjadi curd, garam ditambahkan. Garam ini selain untuk menambahkan rasa, berfungsi juga sebagai bahan pengawet. Bakteri kemudian ditambahkan sesuai dengan tipe keju yang akan dibuat. Bakteri yang ditambahkan ini disebut bakteri pematang.Bakteri pematang berguna memecah protein dan lemak yang terdapat dalam keju. Beberapa jenis keju mempunyai karakteristik tertentu dengan ditambahkan mikroba lain, seperti jamur. Contohnya terdapat pada keju biru, yang mempunyai karakteristik berwarna biru karena ditambahkan jamur pada curd kejunya.Untuk mempercepat produksi keju, dapat ditambahkan enzim bakteri selain bakteri pematang itu sendiri.
Aplikasi Bioteknologi pada Tempe
Tempe adalah makanan khas Indonesia.Tempe merupakan makanan yang terkenal di Asia Tenggara dan juga merupakan salah satu contoh produk hasil bioteknologi.Tempe terbuat dari kacang kedelai. Karena terbuat dari kacang kedelai yang merupakan sumber protein tinggi, tempe juga merupakan makanan yang mempunyai nilai gizi tinggi.
Tempe dibuat dari kacang kedelai dengan dibantu oleh aktivitas jamur Rhizopus oryzae. Proses pembuatan tempe cukup sederhana dan mudah dilakukan. Kacang kedelai dicuci bersih, lalu direbus hingga setengah matang. Kemudian, kacang kedelai setengah matang direndam dalam air selama kurang lebih 12 jam (semalaman). Dengan direndamnya kacang kedelai, dapat menciptakan kondisi asam sehingga mikroba yang biasanya membusukkan makanan dapat dicegah.Setelah direndam, kacang kedelai kembali dicuci bersih dan direbus kembali hingga matang.
Kacang kedelai yang telah matang tersebut lalu didinginkan dan setelah dingin ditambahkan ragi tempe. Ragi tempe adalah jamur Rhizopus oryzae. Kacang kedelai yang telah dicampur dengan ragi tempe, lalu dibungkus oleh daun pisang atau plastik yang dilubangi. Setelah dibungkus, lalu diperam (difermentasi) selama satu malam. Akhirnya diperoleh tempe sebagai produk bioteknologi.
Aplikasi Bioteknologi pada Tahu
Tahu juga merupakan salah satu contoh produk bioteknologi.Tahu, seperti juga tempe, terbuat dari kacang kedelai. Tahu dibuat dengan cara mencuci kacang kedelai hingga bersih dan merendamnya selama satu malam. Setelah lunak, kacang kedelai digiling menjadi seperti bubur, lalu dididihkan. Setelah dididihkan, bubur kedelai disaring dan ditambahkan kultur bakteri yang dapat menciptakan kondisi asam. Beberapa jenis bakteri yang sering digunakan dalam pembuatan tahu ini adalah bakteri asam laktat. Bubur tahu yang telah ditambahkan bakteri asam laktat ini lalu dicetak, dibumbui, dan diberi garam agar tahan lama.
Aplikasi Bioteknologi Modern pada Makanan
Penerapan bioteknologi pada makanan secara modern, diawali pada 1992. Saat itu sebuah perusahaan Amerika, Calgene, mendapatkan izin untuk memasarkan OHMG yang disebut Flavrsavr. OHMG ini adalah tomat yang dibuat lebih tahan hama dan tidak dapat membusuk. Secara umum, penerapan bioteknologi modern pada makanan tidak dapat dipisahkan dengan bioteknologi modern pada bidang pertanian.Produk-produk makanan yang dihasilkan dari OHMG, seperti tanaman pertanian, hewan, atau mikroorganisme, disebut makanan hasil modifikasi genetik.
OHMG lebih banyak dilakukan pada tanaman pertanian.Contohnya, jagung tahan lama, kedelai tahan herbisida, kentang tahan virus, padi dengan zat dan vitamin yang ditingkatkan (golden rice), gandum dengan protein yang tinggi bagi ternak, dan banyak hasil pertanian lainnya.Perkembangan selanjutnya dari penerapan bioteknologi modern semakin beraneka ragam.Sekarang, para ilmuwan dapat membuat makanan yang mengandung obat, pisang yang menghasilkan vaksin hepatitis B, ikan yang lebih cepat dewasa, dan tanaman buah yang berbuah lebih cepat.
Penerapan Bioteknologi dalam bidang pengolahan limbah (Biromediasi)
Kaleng, kertas bekas, dan sisa makanan, sisa aktivitas pertanian atau industri merupakan bahan yang biasanya sudah tak dikehendaki oleh manusia.Bahan-bahan tersebut dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan bakar. Kelebihan bahan bakar hasil proses ini adalah rendahnya kandungan sulfur, sehingga cukup mengurangi tingkat pencemaran. Bahan hasil perombakan zat-zat makroorganik (dari hewan, tumbuhan, manusia ataupun gabungannya) secara biologiskimiawi dengan bantuan mikroorganisme (misalnya bakteri, jamur) serta oleh hewan-hewan kecil disebut kompos. Adapun contoh pengolahan limbah antara lain:
Pengolahan Limbah Cair
Limbah cair organik dapat diuraikan oleh bakteri anaerob menghasilkan bahan bakar alternatif (biogas).Limbah cair yang mengandung protein, lemak, dan karbohidrat difermentasikan oleh metanobakterium secara anaerob sehingga mampu menghasilkan biogas.
Pengolahan Sampah/Limbah padat
Pengolahan sampah dengan bantuan mikroba adalah dengan cara pengomposan sampah-sampah organik. Pengomposan dapat dilakukan dengan aerobik maupun anaerobik.
Plastik Biodegradable
Salah satu usaha untuk mengurangi limbah plastik yang menimbulkan pencemaran adalah dengan cara memproduksi plastik yang mudah terurai (biodegradable) melalui bioteknologi. Mikroba yang mampu membuat plastik biodegradable antara lain Alxaligenes eutrophus. Plastik biodegradable lainnya adalah pululan yang diproduksi oleh Aureobasidium pullulans.
Pengolahan Limbah Minyak
Mikroorganisme yang berperan dalam mengatasi limbah minyak, yaitu :
Pseudomonas hasil rekayasa genetika oleh Dr. Chakrabartymampu membersihkan senyawa hodrokarbon dalam tumpahan minyak bumi dengan cara memecah ikatan hidrokarbon minyak.
Acinetobacter calcoacetinius mampu memproduksi emulsan yang menyebabkan minyak bercampur dengan air sehinggga dapat dipecah oleh mikroba.
Zhantomonas campestris dapat mengumpulkan tumpahan minyak setelah sebelumnya minyak diberi gum xanthan untuk mengentalkan.
Penerapan Bioteknologi dalam bidang pertambangan (biometalurgi)
Di bidang pertambangan berkembang bioteknologi untuk memisahkan logam dari bijihnya yaitu dengan pemanfaatan bakteri Thiobacillus ferroxidans.Bakteri ini merupakan bakteri kemolitotrof yang mampu memisahkan logam dari bijihnya.Energi yang digunakan Thiobacillus ferroxidans dalam memisahkan logam dari bijihnya berasal dari hasil oksidasi senyawa anorganik khususnya senyawa besi dan belerang.Asam sulfat dari besi sulfat melarutkan logam dari bijihnya.
Pandangan Islam mengenai bioteknologi
Allah SWT telah mengutus Nabi Muhammad SAW kepada seluruh umat manusia dengan membawa risalah islam yang sempurna dan mampu menjawab setiap masalah yang muncul dalam kehidupan manusia hingga hari kiamat. Sebagaimana firman-Nya:
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإسْلامَ دِينً
“…pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu….” (QS. Al-Maidah: 3).
Dan firman-Nya :
وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ (٨٩)
“…dan Kami turunkan kepadamu Al kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri”. (QS. An-Nahl: 89)
Penemuan-penemuan ilmiah meskipun merupakan hasil eksperimen ilmiah yang bersifat universal tidak didasarkan pada pandangan hidup (aqidah) tertentu, tetapi penggunaan dan pengambilannya tetap akan didasarkan pada pandangan hidup tertentu. Para ilmuwan sekuler yang berazaskan manfaat semata tidak akan memperhitungkan aspek apapun kecuali bahwa penemuan itu akan mendatangkan nilai materi yaitu kemanfaatan. Mereka tidak akan mempertimbangkan lagi apakah penemuan itu sesuai atau tidak dengan nilai-nilai rohani, akhlaq, dan kemanusiaan, sebab nilai-nilai tersebut memang bukan standar perbuatan mereka. Sebaliknya ilmuwan muslim yang menjadikan standar hidupnya halal dan haram, hanya akan melakukan penelitian pada apa-apa yang dihalalkan oleh Allah SWT, dan tidak akan melakukan penelitian pada apa-apa yang telah Alloh haramkan meskipun ada unsur manfaat, karena justru manfaat itu ada pada pelaksanaan hukum syara.
Hukum syara terhadap aplikasi bioteknologi pada tanaman dan hewan
Aplikasi bioteknologi yang diterapkan pada tanaman dan hewan dengan tujuan untuk meningkatkan kuantitas, kualitas, produktifitasnya atau usaha untuk mencari obat alami bagi banyak penyakit manusia untuk menggantikan obat-obat kimia yang sering menimbulkan efek samping pada kesehatan, hukumnya boleh (ja’iz) selama tidak ada dalil yang mengharamkannya, sesuai dengan kaidah:
Al-ashlu fil asyyaai al-ibaahah maa lam yarid daliilut tahriim
“Hukum asal dari sesuatu itu halal (mubah) sebelum ada dalil yang mengharamkannya“
Jika pengembangan teknologi tersebut dalam upaya mencari obat-obatan untuk mengobati penyakit manusia hukumnya sunnah, mengikuti hukum berobat, Rosulullah SAW bersabda :
إِنَّ اللَّهَ حَيْثُ خَلَقَ الدَّاءَ ، خَلَقَ الدَّوَاءَ ، فَتَدَاوَوْا
“Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla setiap kali menciptakan penyakit, Dia menciptakan pula obatnya. Maka berobatlah kalian.” (Hadis Riwayat Imam Ahmad dari Anas bin Malik)
Bahkan pada kondisi umat manusia sangat memerlukan teknologi tersebut yang tidak bisa ditangani secara konvensional dan menyangkut kelangsungan hidup manusia hukumnya dapat menjadi fardlu kifayah.
Adapun bioteknologi dalam al-Quran sendiri pun sudah tercantum, sebagaimana proses kloning dengan memotong telinga hewan ternak.:
وَلأضِلَّنَّهُمْ وَلأمَنِّيَنَّهُمْ وَلآمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ آذَانَ الأنْعَامِ وَلآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللَّهِ وَمَنْ يَتَّخِذِ الشَّيْطَانَ وَلِيًّا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُبِينًا (١١٩)
“setan berkata: Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka meubahnya. Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, Maka Sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.” (QS. An-Nisa: 119)
Contoh kloning dengan memotong telinga ternak salah satunya menurut laporan Reuters pada tanggal 1 Mei 2002, Jose Visintin, seorang dokter hewan melakukan penelitian di University of Sao Paolo di Brasil, menghasilkan embrio kloning untuk pertama kalinya di negara itu dengan menggunakan sel-sel yang diambil dari telinga seekor sapi dewasa.
Berbagai aplikasi bioteknologi pada tanaman dan hewan disamping mendatangkan manfaat yang besar, diduga membawa pula konsekuensi yang merugikan/membahayakan. Bahaya atau kerugian yang terjadi dapat berupa ancaman terhadap eksistensi tanaman atau hewan tersebut, lingkungan meliputi manusia, alam dan ekosistem hewani di sekitarnya. Sebagai contoh HEMATECH LLC, perusahaan bioteknologi dari Sioux Falls, South Dakota, Iowa, Amerika Serikat, berkerjasama dengan Kirin Brewery dari Jepang berupaya memproduksi antibodi manusia lewat sapi. Mereka mengkloning sapi dengan cara menyintesis rangkaian gen yang bisa memproduksi antibodi manusia di laboratorium dan menyambungkannya ke sel kulit sapi. Sel kulit sapi itu kemudian digabungkan ke sel telur sapi yang telah diambil intinya. Hasil penggabungan dirangsang untuk tumbuh sebagai embrio, lantas diimplantasikan ke rahim induk sapi. Diharapkan, gen manusia akan aktif di tubuh sapi kloning dan memproduksi antibodi yang diperlukan saat sapi diinfeksi dengan sejumlah virus dan bakteri.
Kenyataannya, produksi antibodi sangat minim karena tidak banyak gen manusia yang aktif dalam sel sapi. Upaya Hematech dianggap sebagai suatu terobosan. Tahap selanjutnya, mereka mengupayakan agar gen manusia menjadi aktif dengan menekan sistem kekebalan tubuh sapi. Upaya ini perlu waktu tiga sampai empat tahun sebelum dilakukan uji klinis. Meski bertujuan mulia, upaya itu tak lepas dari tantangan. Utamanya dari para aktivis penyayang binatang. Menurut mereka, kloning tidak berperikemanusiaan. Kegagalan kloning pada binatang cukup tinggi. Dari 672 embrio yang dibuat, hanya enam anak sapi yang lahir hidup. Dari jumlah itupun, dua ekor mati dalam tempo 48 jam setelah lahir. Kekhawatiran lainnya adalah, bisa saja antibodi yang diproduksi lewat sapi tercemar penyakit sapi gila. Selain itu, ada juga masalah etika yaitu adanya pencampuran gen manusia ke sapi dinilai mengaburkan batasan antar spesies makhluk hidup, khususnya antara manusia dengan binatang.
Oleh karena alasan adanya bahaya negatif seperti tersebut, pengembangan bioteknologi harus selalu diawasi dan diuji secara seksama sebelum dilepas ke masyarakat luas. Jika terbukti akan mendatangkan bahaya kepada manusia atau lingkungan maka hukumnya menjadi haram berdasarkan kaidah ushul. Demikian pula pengembangan bioteknologi pada tanaman dan hewan hukumnya haram jika materi yang digunakan adalah materi yang diharamkan oleh Allah, seperti babi dan anjing. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. Bahwa Nabi SAW bersabda:
“Allah telah melaknat orang Yahudi, telah diharamkan kepada mereka lemak (syuhum), tetapi mereka menjualnya dan memakan hasil penjualannya.Sesungguhnya Allah jika telah mengharamkan atas suatu kaum untuk memakan sesuatu maka diharamkan pula bagi mereka harganya”.
Hukum syara pada proses dan produk bioteknologi pada manusia
Kloning pada manusia dilihat dari bentuknya ada dua, yaitu :
Kloning embrio (perbanyakan embrio identik)
Kloning manusia (dalam pengertian kloning yang berasal dari sel somatik manusia)
Hukum syara dari kedua jenis kloning tersebut adalah sebagai berikut:
Kloning embrio
Kloning embrio adalah proses penggandaan pada fase sel zigot (sel telur yang telah dibuahi) untuk mendapatkan anak kembar identik. Dr. Martin Nijs, ketua team peneliti kedokteran Belgia, tanggal 9 Maret 1997 telah mengumumkan bahwa teamnya telah mengklon anak kembar pada empat tahun sebelumya dan klon tersebut tumbuh baik sampai saat dilaporkan. Kloning embrio ini dibolehkan oleh syara’, apabila sel sperma yang membuahi berasal dari suami yang sah dan masih hidup, dan sel telur yang dibuahi juga berasal dari isteri yang sah, dan klon yang dihasilkan harus ditanam kembali untuk ditumbuhkan ke dalam rahim isteri pemilik sel telur tersebut. Tetapi jika klon embrio yang dihasilkan tersebut ditanamkan pada rahim wanita lain (ibu pengganti), atau sperma dan sel telurnya bukan dari pasangan suami isteri yang sah, atau klon embrio di tanamkan pada rahim isteri setelah suaminya meninggal, maka semuanya itu hukumnya haram, karena telah mencampur adukan dan menghilangkan nasab, dan gugurnya pernikahan atas orang yang sudah meninggal. Diriwayatkan dari Abu Hurairoh bahwa dia telah mendengar Rasululloh SAW bersabda ketika turun ayat li’an:
“Siapa saja perempuan yang memasukkan nasab (seseorang) kepada suatu kaum yang bukan dari mereka, maka dia tidak akan mendapatkan apa pun dari Alloh dan Alloh tidak akan pernah memasukkannya ke dalam surga. Dan siapa saja laki-laki yang mengingkari anaknya padahal dia melihat (kemiripannya), maka Alloh akan tertutup darinya dan Alloh akan membeberkan perbuatannya itu dihadapan orang-orang terdahulu dan kemudian (pada hari kiamat nanti).” (HR. Ad-Darimi).
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra., dia mengatakan bahwa Rosululloh SAW bersabda:
“Siapa saja yang menghubungkan nasab kepada orang yang bukan ayahnya, atau seorang budak bertuan kepada selain tuannya, maka dia akan mendapat laknat dari Alloh, para malaikat dan seluruh umat manusia” (HR. Ibnu Majah).
Kloning sel somatik
Kloning manusia adalah upaya membuat keturunan dengan kode genetik yang sama dengan tetuanya. Hal ini dilakukan dengan cara mengambil sel somatik dari tubuh tetua, kemudian diambil inti selnya (nukleusnya), dan selanjutnya digabungkan pada sel telur (ovum) wanita yang telah dihilangkan intinya dengan bantuan cairan kimia dan kejutan listrik. Setelah proses penggabungan (fusi) ini terjadi, sel telur yang telah berisi inti sel tetua ditransfer ke dalam rahim seorang perempuan agar sel tersebut membelah secara mitosis, berkembang, berdiferensiasi dan berubah menjadi janin sempurna. Janin tersebut akan dilahirkan secara alami dan memiliki kode genetik yang sama persis dengan tetuanya. Kloning manusia apapun tujuannya akan menjadi bencana dan sumber kerusakan bagi dunia. Kloning manusia menurut hukum islam haram dilakukan, dan dalil-dalil keharamannya menurut Abdul Qodim Zallum, adalah sebagai berikut: Anak-anak produk kloning dihasilkan melalui cara yang tidak alami sesuai fitrah manusia. Padahal Alloh telah menetapkan cara pembuahan yang alami yaitu melalui pembuahan sel sperma suami pada sel telur istri yang sah. Alloh berfirman:
وَأَنَّهُ خَلَقَ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالأنْثَى (٤٥) مِنْ نُطْفَةٍ إِذَا تُمْنَى (٤٦)
“dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan, dari air mani apabila dipancarkan …”(QS. An-Najm: 45-46).
Anak-anak produk kloning dari tetua perempuan tidak akan mempunyai ayah. Dan jika inti sel dari tetua perempuan kemudian ditransfer ke dalam rahim perempuan lainnya juga tidak akan punya ibu. Ini merupakan tindakan menyia-nyiakan manusia, sebab dalam kondisi seperti ini tidak terdapat ayah dan ibu.
Kloning yang bertujuan memproduksi manusia unggul dalam hal kecerdasan, kekuatan fisik, kesehatan, kecantikan, dsb..jelas mengharuskan adanya seleksi terhadap orang-orang yang memiliki sifat-sifat tersebut, tanpa mempertimbangkan apakah suami-istri atau bukan, sudah menikah atau belum. Inti sel somatik yang akan diklon diambil dari orang yang memiliki sifat-sifat yang diinginkan, dan sel telur akan diambil dari perempuan yang terpilih, dan diletakkan pada rahim perempuan yang terpilih juga. Semua ini jelas akan mengakibatkan hilangnya nasab dan bercampur aduknya nasab.
Menjadikan manusia sebagai bahan penelitian merupakan pelecehan terhadap nilai kemuliaan manusia. Seperti telah diuraikan diatas teknologi kloning memiliki tingkat keberhasilan sangat rendah, seperti percobaan pada sapi, dari 672 embrio yang dibuat hanya empat anak sapi yang lahir hidup. Dapat dibayangkan ratusan, ribuan atau jutaan embrio/janin atau bahkan sudah berupa bayi manusia dibuang sebagai sampah sisa percobaan. Naudzubillahi min dzalik.
Adapun salah satu contoh kebijaksanaan pemerintah dalam penyusunan kode etik bioteknologi modern, seperti di Malaysia yang membatasi ilmuwan dalam melakukan bioteknologi harus mempertimbangkan dan merujuk konsensus seperti:
Hal ini diperbolehkan oleh syariah untuk menggunakan kloning teknik dan rekayasa genetika di bidang mikrobiologi , botani dan zoologi dalam batas-batas yang ditentukan oleh syariat , agar untuk melayani kepentingan umum.
Barang , makanan dan minuman yang diproses bioteknologi dan mengandung babi (apapun zat yang haram), ini sangat bertentangan dengan syara yang dilarang . Menggunakan DNA babi dalam bioteknologi untuk memproduksi barang , makanan dan minuman (industri) hukumnya haram karena belum mencapai tingkat darurat disebabkan masih banyak banyak alternatif lain.
Dampak Bioteknologi
Dampak positif bioteknologi.
Beberapa dampak positif dari adanya bioteknologi, adalah :
Meningkatnya sifat resistensi tanaman terhadap hama dan penyakit tanaman, misalnya tanaman transgenik kebal hama.
Meningkatnya produk-produk (baik kualitas maupun kuantitas) pertanian, perkebunan, peternakan maupun perikanan. Dengan temuan bibit unggul.
Meningkatnya nilai tambah bahan makanan. Pengolahan bahan makanan tertentu, seperti air susu menjadi yoghurt, mentega, keju.
Membantu proses pemurnian logam dari bijihnya pada pertambangan logam (biohidrometalurgi)
Membantu manusia mengatasi masalah-masalah pencemaran lingkungan, Seperti : bacteri pemakan plastik dan parafin, bacteri penghasil bahan plastik biodegradable,
Membantu manusia mengatasi masalah sumber daya energi. Misalnya : bioethanol, biogas
Membantu dunia kedokteran dan medis mengatasi penyakit-penyakit tertentu. Misalnya : penyakit kelainan genetis dengan terapi gen, hormon insulin, antibiotik, antibodi monoklonal, vaksin.
Mengatasi masalah pelestarian species langka dan hampir punah. Dengan teknologi transplantasi nukleus, hewan / tumbuhan langka bisa dilestarikan dan lain sebagainya.
Dampak negatif bioteknologi.
Beberapa dampak negatif akibat timbulnya bioteknologi, adalah :
Munculnya pencemaran biologis, berupa penyebaran organisme transgenik yang tak terkendali.
Gangguan keseimbangan ekosistem akibat perubahan dinamika populasi.
Kerusakan tatanan sosial masyarakat , ketika kloning pada manusia tidak terkendali.
Tersingkirnya berbagai plasma nutfah alami / lokal. Flora dan fauna lokal "terdesak" oleh kehadiran flora dan fauna transgenik.
Menimbulkan pertentangan berkepanjangan antara tokoh ilmuwan bioteknologi dengan tokoh-tokoh kemanusiaan dan agama.
Timbulnya reaksi alergi pada manusia yang mengkonsumsi tanaman / hewan transgenik
Munculnya penyakit-penyakit baru dan kerentanan terhadap penyakit akibat pemanfaatan tanaman / hewan transgenik.
Berpotensi digunakan sebagai alat perang. Beberapa orang mungkin dengan sengaja menciptakan kombinasi gen-gen baru untuk kepentingan perang (semacam senjata kimia dan senjata biologi).
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan pemaparan diatas maka dapat disimpulkan bahwa, Bioteknologi adalah usaha terpadu dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan, seperti Mikrobiologi, Genetika, Biokimia, Sitologi, dan Biologi Molekuler untuk mengolah bahan baku dengan bantuan mikroorganisme, sel, atau komponen selulernya yang diproleh dari tumbuhan atau hewan sehingga menghasilkan barang dan jasa.
Bioteknologi dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu : bioteknologi konvensional (tradisional) dan bioteknologi modern. Bioteknologi dipakai dalam berbagai bidang, antara lain dalam bidang pangan, dalam bidang pertanian dan perkebunan, dalam bidang peternakan, dalam bidang kedokteran dan farmasi, dalam bidang lingkungan (bioremediasi), dan dalam bidang pertambangan (biometalurgi). Pengembangan bioteknologi harus selalu diawasi dan diuji secara seksama sebelum dilepas ke masyarakat luas. Ilmuwan muslim yang menjadikan standar hidupnya halal dan haram, hanya akan melakukan penelitian pada apa-apa yang dihalalkan oleh Allah SWT, dan tidak akan melakukan penelitian pada apa-apa yang telah Allah haramkan meskipun ada unsur manfaat, karena justru manfaat itu ada pada pelaksanaan hukum syara.
Penutup
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai Bioteknologi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini. Semoga makalah ini berguna bagi kami selaku penyusun pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.
DAFTAR PUSTAKA
Hariwijaya Soewandi. Estu Sinduningrum. 2011. Ilmu kealamiahan Dasar. Bogor: Ghalia Indonesia
Prof. Drs. Sudjadi, Apt., MS., Ph.D. 2008. Bioteknologi Kesehatan. Yogyakarta: Kasinus
pdf Islamic Ethics in Governing Modern Biotechnology in Malaysia
http://dyahrahayusetyaningsih.blogspot.com/2014/07/materi-ipa-kelas-12-bab-bioteknologi.html
http://www.academia.edu/7374529/Bioteknologi_dalam_perspektif_islam#signup/sentFb
http://www.eramuslim.com/peradaban/quran-sunnah/kloning-makhluk-hidup.htm#.VlldztKqqko
http://ardjaka.blogspot.co.id/2012/11/sejarah-dan-perkembangan-bioteknologi.html
http://apprillio.blogspot.co.id/2014/10/makalah-bioteknologi.html
http://badaruddincls.blogspot.co.id/2014/12/makalah-ilmu-alamiah-dasar.html
http://muhsinhar.staff.umy.ac.id/kontroversi-tentang-kloning-manusia/
Komentar