Seni menjalani hidup dengan syukur



Salah satu dampak buruk media sosial adalah: Ia membuka akses lebih luas bagi kita untuk "membandingkan diri" dengan orang lain, membandingkan hidup kita dengan hidup mereka. *Padahal media sosial adalah dunia penuh ilusi.* Kebanyakan warga di dalamnya _berlomba-lomba_ menyajikan kehidupan pribadinya dari sisi termanisnya. Bahkan tak jarang, semua itu disajikan setelah sebelumnya diberi bumbu-bumbu berlebihan, dipoles sedemikian rupa.

Melihat status kawan yang menampilkan tempat-tempat elok destinasi liburannya. Kemudian tanpa sadar, melihat diri yang kebanyakan waktu liburan hanya dihabiskan di rumah saja. *Mulai merasa bahwa diri ini tidak seberuntung dia.* Mulai menaruh "standar keberuntungan" secara abstrak.

Padahal, jika ditilik sejenak, *sejatinya kehidupan kitapun dipenuhi banyak hal manis yang menuntut syukur.* Hanya saja, seringkali kita tidak lagi merasakan manisnya sebab penyakit "membandingkan diri" tadi.

Obat dari penyakit ini sederhana saja: (Setelah taufiq dari Allah) Kita hanya perlu *lebih menghargai setiap momen, sekecil apapun itu.*

*Ketika hanya di rumah,* perhatikan lagi, bukankah berkumpul bersama keluarga merupakan hal yang tidak semua orang berkesempatan merasakannya?

*Ketika waktu berlibur justru _habis_ untuk mengabdi pada masyarakat,* renungkan sejenak, bukankah kesibukan dalam hal positif adalah nikmat begitu besar yang hanya diberikan pada segelintir orang?

*Ketika kemudian diuji dengan sakit,* coba pikirkan dalam diam, bukankah sakit juga merupakan salah satu bentuk Allah menyayangi kita?

Lihat? *Ternyata pada setiap yang terjadi, selalu ada hal yang bisa kita syukuri* :)

Maka kawan, apapun yang Allah pilihkan untuk menjadi bagian dari alur kehidupan kita, biasakan diri untuk *mengedepankan syukur* di atas hal lainnya. Tanamkan pada diri, bahwa *skenario Allah pasti lebih indah* dibanding apa yang kita inginkan.

Hingga akhirnya, kita menjadi seorang hamba yang terus bersyukur, dan senantiasa melihat apa yang terjadi pada kita dari sudut pandang yang positif.

—•—•—•—
*💌 Resepnya begini:*

Ketika terjadi hal yang menyenangkan, ucapkan:
*الحَÙ…ْدُ Ù„ِÙ„ّٰÙ‡ِ الَّذِÙŠْ بِÙ†ِعْÙ…َتِÙ‡ِ تَتِÙ…ُّ الصّالِØ­َات.*

Sedangkan, ketika terjadi hal yang kurang menyenangkan, ucapkan:
*الحَÙ…ْدُ Ù„ِÙ„ّٰÙ‡ِ عَÙ„َÙ‰ ÙƒُÙ„ِّ Ø­َال.*
—•—•—•—

Semoga Allah senantiasa berikan taufiq kepada kita semua🌹


> 6 Shafr 1447 H/31 Juli 2025.

🔗https://s.id/BekalPerjalanan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HAFALAN QUR'AN HILANG KARENA MAKSIAT

PERTANYAAN DI PADANG MAHSYAR

EMPAT UNSUR TAWAKKAL