KRITERIA PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN
KRITERIA PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN
Disusun Oleh Kelompok: 6 (Enam)
Jejen Jaenul Millah : 1152020103
Laras Puji Astuti : 1152020113
M. Ra’is Umam Bishri : 1152020123
Pendahuluan
Media adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar mengajar demi tercapainya tjuan pendididkan pada umumnya dan tujuan pembelajaran di sekolah pada khususnya.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar. Para guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang dapat disedikan oleh sekolah, dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Guru sekurang-kurangnya dapat menggunakan alat yang murah dan efisien yang meskipun sederhana dan bersahaja, tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pengajaran yang diharapkan. Disamping mampu menggunakan alat-alat yang tersedia, guru juga di tuntut untuk dapat mengembangkan keterampilan membuat media pembelajaran yang akan digunakan apabila media tersebut belum tersedia.
Pembelajaran yang efektif memerlukan perencanaan yang baik. Media yang kan digunakan dalam proses pembelajaran itu juga memerlukan perencanaan yang baik. Meskipun demikian, kenyataan di lapangan menunjukan bahwa seorang guru memilih salah satu media dalam kegiatannya di kelas atas dasar pertimbangan, antara lain: (a) ia merasa sudah akrab dengan media itu – papan tulis atau proyektor transparansi, (b) ia merasa bahwa media yang dipilihnya dapat menggambarkan dengan lebih baik daripada dirinya sendiri – misalnya diagram flip chart, atau (c) media yang dipilihnya dapat menarik minat dan perhatian siswa, serta menuntunnya pada penyajian yang lebih terstruktur. Pertimbangan ini diharapkan oleh guru dapat memenuhi kebutuhannya dalam mencapai tujuan yang telah ia tetapkan.
Pemilihan media yang tepat sangat berpengaruh dengan proses belajar-mengajar, juga bagaimana materi yang disampaikan dapat tersampaikan dengan baik. Oleh karena itu, dalam makalah ini penulis akan sedikit membahas tentang kriteria pemilihan media pembelajaran.
Pembahasan
Jenis-Jenis Media Pembelajaran
Perlu kita ketahui bahwa media pembelajaraan sangat beraneka ragam. Berdasarkan hasil penelitian para ahli, ternyata media yang beraneka ragam itu hampir semua bermanfaat. Cukup banyak jenis media yang telah dikenal dewasa ini, dari yang sederhana sampai yang berteknologi tinggi, dari yang mudah dan sudah ada secara natural sampai kepada media yang harus dirancang sendiri oleh guru.
Dilihat dari jenisnya, media dibagi ke dalam media audio, visual dan audiovisual. Media audio adalah media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja, seperti radio, cassete recorder, piringan hitam. Media visual adalah media yang hanya mengandalkan indera penglihatan. Media visual ini ada yang menampilkan gambar atau symbol yang bergerak seperti film bisu, film kartun. Sedangkan media audio visual merupakan media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik karena meliputi kedua jenis media yang pertama dan yang kedua. Media audio visual terdiri atas audio visual diam, yaitu media yang menampilkan unsur suara dan gambar bergerak seperti film suara dan video cassete. Dilihat dari segi keadaaanya, media audio visual dibagi menjadi audiovisual murni yaitu unsur suara maupun unsur gambar berasal dari suatu sumber seperti film audio-cassete. Sedangkan audio visual tidak murni yaitu unsur suara dan gambarnya berasal dari sumber yang berbeda, misalnya film bingkai suara yang unsur gambarnya bersumber dari slide proyektor dan unsur suaranya bersumber dari tape recorder.
Dilihat dari daya liputnya, media dibagi menjadi, pertama, media dengan daya liput yang luas dan serentak. Penggunaan media ini tidak terbatas oleh tempat dan ruang serta dapat menjangkau jumlah siswa yang banyak dalam waktu yang sama. Kedua, media dengan daya liput yang terbatas oleh ruang dan tempat. Media ini dalam penggunaanya membutuhkan ruang dan tempat yang khusus seperti film, sound slide, film rangkai, yang harus menggunakan tempat tertutup dan gelap.
Sedangkan jika dilihat dari bahan pembuatannya, media dibagi atas, pertama, media sederhana, yakni media yang bahan dasarnya mudah diperoleh dengan harga murah, cara pembuatannya mudah, dan penggunaanya tidak sulit. Kedua, media kompleks, yakni media dengan bahan yang sulit didapat, alat tidak mudah dibuat dan harga relatif mahal.
Penggunaan media diatas tidak dilihat atau dinilai dari segi kecanggihan medianya, tetapi yang lebih penting adalah fungsinya dalam membantu mempertinggi proses pembelajaran. Dari beberapa jenis media sebagaimana diuraikan di atas, kiranya patut menjadi perhatian dan pertimbangan agar dapat memilih media yang dianggap tepat untuk menunjang pencapaian tujuan pembelajaran.
Prinsip-Prinsip Pemilihan Media Pembelajaran
Setiap media pembelajaran memiliki keunggulan masing-masing, maka dari itulah guru diharapkan dapat memilih media yang sesuai dengan kebutuhan atau tujuan pembelajaran. Ketepatan dalam penggunaan media berkaitan dengan pertanyaan, apakah dalam penggunaan media tersebut materi pelajaran dapat diserap oleh siswa secara optimal dengan memperhitungkan resiko biaya dan tenaga seefisien mungkin. Boleh jadi ada media yang dipandang sangat efektif untuk mencapai suatu tujuan, namun proses pencapaiannya tidak efisien, baik dalam pengadaannya maupun dengan penggunaannya atau sebaliknya.
Saat memilih dan menggunakan media pembelajaran, hendaknya guru memperhatikan sejumlah prinsip-prinsip tertentu agar penggunaan media dapat mencapai hasil yang baik. Prinsip-prinsip dimaksud sebagaimana yang dikemukakan oleh Nana Sujana (1991), berikut ini :
Menentukan jenis media yang tepat. Artinya, sebaiknya guru memilih terlebih dahulu media manakah yang sesuai dengan tujuan dan materi pelajaran yang akan diajarkan.
Menetapkan atau mempertimbangan subjek dengan tepat. Artinya, perlu diperhitungkan apakah penggunaan media itu sesuai dengan tingkat kematangan/kemampuan siswa.
Menyajikan media dengan tepat. Artinya, teknik dan metode penggunaan media dalam pengajaran harus disesuaikan dengan tujuan, bahan, metode waktu dan sarana.
Menempatkan atau memperlihatkan media pada waktu, tempat dan situasi yang tepat. Artinya, kapan dan dalam situasi mana pada waktu media digunakan. Tentu tidak setiap saat menggunakan media pengajaran, tanpa kepentingan yang jelas.
Dari segi teori belajar, berbagai kondisi dan prinsip-prinsip psikologis yang perlu mendapat pertimbangan dalam pemilihan dan penggunaan media adalah sebagai berikut:
Motivasi. Harus ada kebutuhan, minat, atau keinginan untuk belajar dari siswa sebelum meminta perhatiannya untuk mengerjaka tugas dan latihan.
Perbedaan individual. Siswa belajar dengan cara dan tingkat kecepatan yang berbeda-beda. Tingkat penyajian informasi melalui media harus berdasarkan kepada tingkat pemahaman.
Tujuan pembelajaran. Kesempatan untuk berhasil dalam pembelajaran akan semakin besar jika siswa diberitahu apa yang diharapkan untuk mereka pelajari melalui media pembelajaran.
Organisasi isi. Pembelajaran akan lebih mudah jika isi dan prosedur atau keterampilan fisik yang akan dipelajari diorganisasikan ke dalam urutan-urutan yang bermakna.
Persiapan sebelum belajar. Siswa sebaiknya telah menguasai secara baik pelajaran dasar atau memiliki pengalaman yang memadai yang mungkin merupakan prasyarat dalam menggunakan media.
Emosi. Media pembelajaran adalah cara yang sangat baik untuk menghasilkan respon emosional seperti takut, cemas, empati, cinta kasih dan kesenangan.
Partisipasi. Belajar memerlukan kegiatan. Partisipasi aktif oleh siswa jauh lebih baik daripada mendengarkan dan menonton secara pasif. Partisipasi artinya kegiatan mental atau fisik yang terjadi di sela-sela penyajian materi.
Umpan balik. Hasil belajar dapat meningkat apabila secara berkala siswa diinformasikan kemajuan belajarnya. Pengetahuan tentang hasil belajar, pekerjaan yang baik, atau kebutuhan untuk perbaikan pada sisi-sisi tertentu akan memberikan sumbangan terhadap motivasi belajar yang berkelanjutan.
Penguatan (Reinfocement). Pembelajaran yang didorong oleh keberhasilan amat bermanfaat, dapat membangun kepercayaan diri, dan secara positif mempengaruhi perilaku di masa-masa yang akan datang.
Latihan dan pengulangan. Agar suatu pengetahuan atau keterampilan dapat menjadi bagian kompetensi atau kecakapan intelektual seseorang, haruslah sering diulang dan dilatih dalam berbagai konteks. Dengan demikian, ia dapat tinggal dalam ingatan jangka panjang.
Penerapan. Hasil belajar yang diinginkan adalah meningkatkan kemampuan seseorang untuk menerapkan atau mentransfer hasil belajar pada masalah atau situasi baru.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi dalam Pemilihan Media Pembelajaran
Penggunaan media pembelajaran sangat diperlukan dalam kaitannya dengan peningkatan mutu pendidikan. Pekerjaan guru adalah pekerjaan professional. Karena itu diperlukan kemampuan. Kemampuan itu dapat dilihat dari kesanggupan dan kemampuannya dalam menjadikan perannya sebagai guru. Salah satu kemampuannya itu adalah penguasaan materi pelajaran dan ilmu mendidik. Penguasaan ilmu mendidik, diantaranya adalah kemampuan/penguasaan tentang media pembelajaran. Agar media pembelajaran yang dipilih itu tepat dan sesuai prinsip-prinsip pemilihan, perlu juga memperhatikan faktor-faktor, berikut ini :
Objektifitas. Metode dipilih bukan atas kesenangan atau kebutuhan guru, melainkan keperluan sistem belajar. Karena itu perlu masukan dari siswa.
Program pembelajaran. Program pembelajaran harus sesuai dengan kurikulum yang berlaku baik isi, struktur maupun kedalamannya.
Sasaran program. Media yang akan digunakan harus dilihat kesesuaiannya dengan tingkat perkembangan siswa, baik dari segi bahasa, symbol-simbol yang digunakan, cara dan kecepatan penyajian maupun waktu penggunaanya.
Sutuasi dan kondisi. Yakni situasi dan kondisi sekolah atau tempat dan ruangan yang akan digunakan baik ukuran, perlengkapan maupun ventilasinya.
Kualitas teknik. Barangkali ada rekaman suara atau gambar-gambar dan alat-alat lainnya yang perlu penyempurnaan sebelum digunakan. Misalnya suara atau gambar yang kurang jelas, keadaan yang telah rusak, ketidaksesuaian dengan yang lainnya.
Menurut Prof. Drs. Hartono Kasmadi, M.Sc., bahwa didalam memilih media pendidikan perlu di pertimbangkan adanya 4 hal yaitu produksi, peserta didik, isi dan guru.
Proses Pemilihan Media
Teori umum yang mendukung proses pemilihan media ini memang belum ada. Harapan kami semoga proses pemilihan media sebagaimana yang dijelaskan oleh parapakar berikut ini bisa membantu anda khususnya dalam proses pemilihan media untuk memperoleh hasil yang mendekati pada kesempurnaan.
Kemp (1975) mengajukan tiga pertanyaan dalam hal proses pemilihan media, yaitu:
Pola belajar-mengajar mana yang dipakai: belajar mandiri atau interaksi kelompok kecil yang dipilih dan paling tepat untuk mencapai tujuan belajar tersebut?
Kategori pengalaman belajar apa yang diberikan: pengalaman riel yang langsung, abstraksi kata-kata lisan atau tulisan, atau pengalaman dan pengganti, yang paling tepat tujuan-tujuan belajar tadi dan pola belajar mengajar yang dipilih.
Apabila pengalaman telah ditetapkan, atribut media apa yang tepat untuk itu?
Ericson dan Cruel (1972) mengembangkan proses pemilihan media dalam bentk cecklist, sebagai berikut:
Apakah materinya penting dan berguna bagi siswa?
Apakah dapat menarik minat siswa dalam belajar?
Apakah ada kaitan yang mengena dan langsung dengan tujuan khusus yang hendak dicapai?
Bagaimana format penyajiannya diatur memenuhi sekuens atau tata urut belajar?
Apakah materi yang disajikan mutakhir atau otentik?
Apakah konsep dan faktanya terjamin kecermatannya?
Apakah isi dan presentasinya memenuhi standar selera?
Bila tidak, apakah ada keseimbangan kontroversial?
Apakah pandangannya obyektif dan tidak mengandung unsur propaganda dan sebagaimana?
Apakah memenuhi standar kualitas teknis?
Apakah struktur materinya direncanakan dengan baik oleh produsennya?
Apakah sudah dimantapkan melalui proses uji-coba atau validasi? Oleh siapa, kondisinya, karakteristik sasarannya, dan sejauh mana hal tersebut berhasil?
Anderson (1976) memandang media sebagai media integral dari proses pengembangan pembelajaran. Pendekatan yang dipakai adalah pendekatan flowcart. Dalam proses tersebut dikemukakan 6 langkah penentuan media, yaitu:
Menentukan apakah pesan yang disampaikan itu untuk tujuan pembelajaran atau hanya sekedar informasi/hiburan.
Menetapkan apakah media itu dirancang untuk keperluan pembelajaran atau alat bantu mengajar.
Menentukan apakah dalam usaha mendorong kegiatan belajar tersebut akan digunakan strategi afektif, kognitif dan psikomotorik.
Menentukan media yang sesuai dari kelompok media yang cocok untuk strategi yang dipilih dengan mempertimbangkan ketentuan (kriteria) kebijakan, fasilitas yang ada, kemampuan produksi dan biaya.
Mereview kembali kelemahan dan kelebihan media yang dipilih bila perlu mengkaji kembali dengan alternative dari bagian (d) sebelum mulai dengan proses selanjutnya.
Perencanaan pengembangan produksi media tersebut.
Kriteria-kriteria Pemilihan Media yang Baik
Penggunaan media dalam proses pembelajaran dapat membangkitkan keinginan dan minat baru, yaitu membangkitkan motivasi belajar. Nana Sudjana dan Ahmad Rifai (1991) mengemukakan rumusan pemilihan media dengan kriteria-kriteria sebagai berikut:
Ketepatannya dangan tujuan pengajaran, artinya, media pengajaran dipilih atas dasar tujuan-tukuan instruksional yang telah ditetapkan. Tujuan-tujuan instruksional yang berisikan unsur-unsur pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, biasanya lebih mungkin menggunakan media pengajaran.
Dukungan terhadap isi materi pelajaran, artinya materi pelajaran yang sifatnya fakta, prinsip, konsep dan generalisasi sangat memerlukan bantuan media agar lebih mudah dipahami siswa.
Kemudahan memperoleh media, artinya media yang diperlukan mudah diperoleh, setidak-tidaknya mudah dibuat oleh guru pada waktu mengajar. Media grafis umumnya mudah dibuat oleh guru tanpa biaya yang mahal, disamping sederhana dan praktis penggunaannya.
Keterampilan guru dalam menggunakan apapun jenis media yang diperlukan syarat utama adalah guru dapat menggunakannya dalam proses pengajaran. Nilai dan manfaat yang diharapkan bukan pada medianya, tetapi dampak dari penggunaannya dalam interaksi bagi siswa selama pengajaran berlangsung.
Sesuai dengan taraf berfikir siswa, memilih media untuk pendidikan dan pengajaran harus sesuai dengan taraf berfikir siswa. Menyajikan grafik yang berisi data dan angka atau proporsi dalam bentuk gambar atau poster. Demikian juga diagram yang menjelaskan alur hubungan suatu konsep atau prinsip hanya bisa dilakukan bagi siswa yang telah memiliki kadar berfikir yang tinngi.
Senada dengan pendapat Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, menurut Wilkinson juga menjelaskan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih media pembelajaran, yakni:
Tujuan. Media yang dipilih hendaknya menunjang tujuan pembelajaran yang dirumuskan. Tujuan yang dirumuskan ini adalah kriteria yang paling cocok, sedangkan tujuan pembelajaran yang lain merupakan kelengkapan dari keriteria utama.
Ketepatgunaan. Jika materi yang akan dipelajari adalah bagian-bagian yang penting dari benda, maka gambar seperti bagan dan slide dapaat digunakan. Wilkinson menyatakan bahwa penggunaan bahan-bahan yang bervariasi menghasilkan dan meningkatkan pencapaian akademik.
Keadaan siswa. Media akan efektif digunakan apabila tidak tergantung dari beda interindividual antara siswa.
Ketersediaan. Walaupun suatu media dinilai sangat tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran, media tersebut tidak dapat digunakan jika tidak tersedia. Menurut Wilkinson media merupakan alat mengajar dan belajar, peralatan tersebut harus tersedia ketika dibutuhkan untuk memenuhi keperluan siswa dan guru.
Biaya. Biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh dan menggunakan media, hendaknya benar-benar seimbang dengan hasil-hasil yang akan dicapai.
Dari dua pendapat diatas, maka dapat disimpulkaan bahwa kriteria-kriteria pemilihan media yang baik adalah :
Media yang akan dipakai harus sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Sesuai dengan materi.
Kemudahan memperoleh.
Penguasaan dan kemampuan guru dalam menggunakan media.
Ketersediaan biaya.
Sesuai dengan keadaan siswa.
Dengan kriteria pemilihan media tersebut, guru dapat lebih mudah menggunakan media mana yang dianggap tepat untuk membantu mempermudah tugas-tugasnya sebagai pendidik dan siswa lebih gampang dalam menerima serta memahami materi pembelajaran yang disampaikan guru.
Pemilihan media menurut sifat tugas pembelajaran
MEDIA
TUJUAN/
TUGAS/
ISI
GURU INSTRUKTUR
CETAK
TRANSPARANSI
SLIDE
GAMBAR ILUSTRASI
AUDIO-TAPE
VIDEO KASET
RADIO
FILM
KOMPUTER
SIMULASI
VIDEODISC
PERMAINAN
TELEVISI
SIFAT TUGAS
*Menghafal
v
v
v
v
v
v
v
*menentukan prosedur fisik
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
V
v
*memerlukan penerapan prinsip-prinsip
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
*pemahaman konsep-konsep dan hubungan-hubungan
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
V
*memerlukan pemikiran tingkat lebih tinggi
v
v
v
v
v
v
v
v
v
SIFAT RESPONS
*Memerlukan respon lisan
v
v
v
v
v
V
v
*Memerlukan peralatan teknis
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
V
v
*suara penting untuk mempelajari/ menguasai tugas
v
v
v
v
v
v
v
v
V
KONTEKS PEMBELAJARAN
*Memerlukan revisi dan update
v
v
v
v
v
v
v
*Kelompok besar ( > 50)
v
v
v
v
v
v
v
v
v
*Kelompok Sedang (10-50)
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
*kelompok kecil (2-10)
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
*Latihan/tutor perorangan
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
v
SIFAT RESPONS
*Fakta-fakta
S
S
S
S
S
S
T
S
T
R
T
S
S
S
*pengenalan Visual
S
R
T
T
T
R
T
R
T
T
S
T
R
S
*prinsip konsep
S
S
S
S
S
R
T
R
T
T
S
T
R
S
*prosedur
S
S
S
S
S
R
T
R
T
T
T
S
S
T
*keterampilan
S
R
S
S
S
R
S
R
S
S
T
S
S
S
*sikap
T
S
S
S
S
R
S
S
S
S
S
S
S
S
Catatan: T = tinggi
S = sedang
R = rendah
Simpulan
Jenis-jenis media pembelajaraan sangat beraneka ragam. Dilihat dari jenisnya, media dibagi ke dalam media audio, visual dan audiovisual. Dilihat dari daya liputnya, media dibagi menjadi, pertama, media dengan daya liput yang luas dan serentak. Kedua, media dengan daya liput yang terbatas oleh ruang dan tempat. Sedangkan jika dilihat dari bahan pembuatannya, media dibagi atas, pertama, media sederhana, kedua, media kompleks,
Dalam pemilihan media hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip agar penggunaan media dapat berjalan dengan baik, diantaranya menentukan jenis media yang tepat, menetapkan atau mempertimbangan subjek dengan tepat, menyajikan media dengan tepat, menempatkan atau memperlihatkan media pada waktu, tempat dan situasi yang tepat.
Agar media pembelajaran yang dipilih itu tepat dan sesuai prinsip-prinsip pemilihan, perlu juga memperhatikan faktor-faktor diantaranya objektifitas, program pembelajaran, sasaran program, situasi dan kondisi juga kualitas teknik.
Dari dua pendapat yakni Nana Sudjana dan Ahmad Rifai (1991) dan Wilkinson, maka dapat disimpulkaan bahwa kriteria-kriteria pemilihan media yang baik adalah media yang akan dipakai harus sesuai dengan tujuan pembelajaran, sesuai dengan materi, kemudahan memperoleh, penguasaan dan kemampuan guru dalam menggunakan media, ketersediaan biaya, dan sesuai dengan keadaan siswa.
Referensi
Azhar Arsyad. 2013. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.
Harjanto. 1997. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
M. Sobry Sutikno dan Ida Rosyidah. 2009. Media Pembelajaran. Bandung: Prospect.
Soal mengenai Kriteria Media Pembelajaran
Dilihat dari jenisnya, media dibagi ke dalam beberapa media, kecuali…
Audio b. Visual c. Proyektor
Saat memilih dan menggunakan media pembelajaran, hendaknya guru memperhatikan sejumlah prinsip-prinsip tertentu agar penggunaan media dapat mencapai hasil yang baik. Prinsip-prinsip dimaksud sebagaimana yang dikemukakan oleh Nana Sujana (1991), diantaranya…
Ketepatannya dangan tujuan pengajaran
Motivasi
Ketepatan penyampaian materi
Dari segi teori belajar, berbagai kondisi dan prinsip-prinsip psikologis yang perlu mendapat pertimbangan dalam pemilihan dan penggunaan media. Kecuali…
Tujuan pembelajaran
Persiapan sebelum belajar
Kesiapan guru menyampaikan materi
Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan media pembelajaran diantaranya…
Situasi dan kondisi
Kesiapan guru
Pemilihan media yang tepat
Media pengajaran dipilih atas dasar tujuan-tukuan instruksional yang telah ditetapkan. Tujuan-tujuan instruksional yang berisikan unsur-unsur pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, biasanya lebih mungkin menggunakan media pengajaran. Adalah maksud dari…
Ketepatannya dangan tujuan pengajaran
Menentukan jenis media yang tepat
Menyajikan media dengan tepat
Kriteria pemilihan media yang baik diantaranya…
Ketersediaan biaya
Pengolahan media
Sumber materi yang di dapat
Menurut Wilkinson juga menjelaskan ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan dalam memilih media pembelajaran, kecuali…
Ketepatgunaan
Keadaan siswa
Keadaan tempat
Dalam sebuah seminar, media yang biasanya sering digunakan adalah…
Proyektor
Televisi
Videodisc
Dalam kriteria pemilihan media pembelajaran, guru harus memperhatikan setiap perbedaan individual setiap siswa. Hal tersebut adalah salah satu kriteria pemilihan media pembelajaran menurut Wilkinson, yaitu…
Taraf berfikir siswa
Keadaaan siswa
Ketepatgunaan
Dilihat dari segi keadaaanya, media audio visual dibagi menjadi dua, yaitu…
audiovisual murni dan audio visual tidak murni
audiovisual putih dan audiovisual hitam
audio visual berwarna dan tidak berwarna
Essay
Sebutkan kriteria pemilihan media menurut Nana Sudjana dan Ahmad Rivai!
Sebutkan jenis-jenis media jika dilihat dari daya liputnya!
Sebutkan beberapa media yang cocok digunakan untuk diskusi kelompok sedang (10-50)!
Dalam proses pemilihan media, Anderson memandang media sebagai media integral dari proses pengembangan pembelajaran. Dalam proses tersebut dikemukakan 6 langkah penentuan media. Sebutkan apa saja 6 langkah tersebut!
Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pemilihan media pembelajaran menurut Prof. Drs. Hartono Kasmadi, M.Sc!
Jawaban
C 6. A
A 7. C
C 8. A
A 9. B
A 10. A
Essay
Ketepatannya dangan tujuan pengajaran, dukungan terhadap isi materi pelajaran, kemudahan memperoleh media, keterampilan guru dalam menggunakan apapun jenis media yang diperlukan dan sesuai dengan taraf berfikir siswa.
Media dengan daya liput yang luas dan serentak dan media dengan daya liput yang terbatas oleh ruang dan tempat
Guru instruktur, cetak, transparansi, slide, gambar ilustrasi, audio-tape, video kaset, radio, film dan televise.
(a) Menentukan apakah pesan yang disampaikan itu untuk tujuan pembelajaran atau hanya sekedar informasi/hiburan. (b) Menetapkan apakah media itu dirancang untuk keperluan pembelajaran atau alat bantu mengajar. (c) Menentukan apakah dalam usaha mendorong kegiatan belajar tersebut akan digunakan strategi afektif, kognitif dan psikomotorik. (d) Menentukan media yang sesuai dari kelompok media yang cocok untuk strategi yang dipilih dengan mempertimbangkan ketentuan (kriteria) kebijakan, fasilitas yang ada, kemampuan produksi dan biaya. (e) Mereview kembali kelemahan dan kelebihan media yang dipilih bila perlu mengkaji kembali dengan alternative dari bagian -d- sebelum mulai dengan proses selanjutnya. (f) Perencanaan pengembangan produksi media tersebut.
Produksi, peserta didik, isi dan guru.
Komentar