METODE DAN STRATEGI BIMBINGAN KONSELING

METODE DAN STRATEGI 
BIMBINGAN KONSELING

MAKALAH

Dalam rangka memenuhi tugas perkuliahan mata kuliah Bimbingan dan Konseling

Dosen Pengampu
Eko Setiawan, S. Pd. I., M. Pd.




Makalah Bahan Diskusi Kelompok 3

1152020089 Hayi Fauzih
1152020090 Heriana
1152020093 Iis Istiqomah
1152020108 Kristin Wiranata




PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2017




KATA PENGANTAR
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Segala puji hanya milik Allah SWT. yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya dan hanya kepada-Nyalah kita berhak bersyukur dan tiada yang lain selain Allah, karena sesungguhnya Allah-lah yang mampu memberikan kita kekuatan untuk mengerjakan segala sesuatu yang kita lakukan.
Shalawat serta salam semoga tercurahlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW. yang telah membawa kita kepada jalan yang benar. Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Bimbingan dan Konseling. Kami berharap makalah ini dapat memberikan pengetahuan yang mengarahkan kepada hal yang baik, dan mampu menjadi petunjuk untuk pembahasan yang kami bahas. Semoga makalah ini bermanfaat khususnya bagi kami dan umumnya bagi pembaca.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh




Bandung, 27 Mei 2017

       
 Penyusun








DAFTAR ISI

Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
BAB I PENDAHULUAN 1
Latar Belakang Masalah 1
Rumusan Masalah 1
Tujuan Makalah 2
BAB II PEMBAHASAN 3
Strategi Bimbingan dan Konseling 3
Layanan Dasar Bimbingan 4
Layanan Responsif 9
Layanan Perencanaan Individual 10
Layanan Preventif dan Mikro Konselingnya 11
Metode Bimbingan dan Konseling 14
Metode Bimbingan Individual 14
Metode Bimbingan Kelompok 16
BAB III PENUTUP 19
DAFTAR PUSTAKA 20













BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
Kondisi pendidikan formal saat ini, tidak mampu menjadi solusi atas bobroknya moral di Indonesia. Tawuran antar pelajar, pergaulan bebas, kurangnya kesantunan dalam diri siswa, dan hal-hal lainnya, menunjukkan bahwa pendidikan yang ada saat ini tidaklah mampu menciptakan generasi emas yang memiliki moral yang baik serta berkepribadian kuat. 
Melihat kondisi di atas, maka guru hendaknya memiliki pengetahuan tentang pencegahan-pencegahan atas berbagai kegiatan yang dilakukan siswa yang kelak mengakibatkan kerugian bagi dirinya dan lingkungannya di masa kini dan masa mendatang serta solusi jitu dalam mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi siswa. Hal ini dapat ditempuh dengan memberikan bimbingan (preventif) dan konseling (kuratif). Dalam pemberian bimbingan dan konseling, diperlukan suatu strategi dan metode yang tepat. Adapun strategi dalam penyampaian bimbingan dan konseling dapat ditempuh dengan adanya layanan dasar bimbingan, layanan reponsif, layanan perencanaan individual, dan layanan preventif. 
Berangkat dari dasar permasalahan inilah, kami merasa tergugah untuk mengangkat suatu tema mengenai “Metode dan Strategi Bimbingan dan Konseling” yang akan dibahas lebih lanjut di dalam makalah ini.

Rumusan Masalah
Setelah kami menelusuri berbagai sumber dan artikel berkenaan dengan tema makalah yang kami angkat, kami menyimpulkan rumusan masalah sebagai berikut.
Apa yang dimaksud dengan strategi bimbingan dan konseling?
Apa yang dimaksud dengan metode bimbingan dan konseling?
Bagaimaimana strategi dan metode dalam memberikan suatu pelayanan bimbingan dan konseling?


Tujuan Makalah
Adapun tujuan penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Bimbingan dan Konseling dan untuk dijadikan bahan acuan dalam diskusi “Strategi dan Metode Bimbingan Konseling”. 



























BAB II
PEMBAHASAN

Strategi Bimbingan dan Konseling
Secara etimologi kata ‘strategi’ berasal dari bahasa Yunani “strategos” yang berarti jenderal atau panglima. Adapun secara terminologi pengertian definisi menurut para ahli adalah sebagai berikut:
Hamzah B. Uno mendefinisikan strategi pembelajaran merupakan hal yang perlu diperhatikan guru dalam proses pembelajaran.
Dick dan Carey mendefinisikan strategi pembelajaran adalah komponen-komponen dari suatu set materi termasuk aktivitas sebelum pembelajaran, dan partisipasi peserta didik yang merupakan prosedur pembelajaran yang digunakan kegiatan sebelumnya.
Gerlach dan Ely mendefinisikan strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan metode pembelajaran dalam lingkungan pembelajaran tertentu.
Maka dapat disimpulkan strategi adalah suatu pola yang direncanakan dan diterapkan dan ditetapkan secara sengaja untuk melakukan kegiatan atau tindakan. Strategi mencakup tujuan kegiatan, siapa yang terlibat dalam kegiatan, dan sarana penunjang kegiatan. Strategi dalam layanan bimbingan dan konseling disebut strategi layanan bimbingan dan konseling.
Berdasarkan pada fungsi dan prinsip bimbingan, maka kerangka kerja layanan bimbingan dan konseling itu dikembangkan dalam suatu program bimbingan dan konseling yang dijabarkan dalam empat kegiatan utama yaitu : 1) layanan dasar bimbingan; 2) layanan responsif; 3) layanan perencanaan individual dan; 4) dukungan sistem. Adapun yang akan dibahas dalam makalah ini hanya meliputi point 1-3 dan ditambah dengan layanan preventif dan mikro konselingnya.

Layanan Dasar Bimbingan 
Layanan dasar bimbingan adalah layanan bimbingan yang bertujuan untuk membantu seluruh peserta didik mengembangkan perilaku efektif dan keterampilan-keterampilan hidupnya yang mengacu pada tugas-tugas perkembangan peserta didik. Tugas-tugas perkembangan peserta didik itu sebagai berikut :
Mencapai perkembangan diri sebagai remaja yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Mempersiapkan diri, menerima dan bersikap positif serta dinamis terhadap perubahan fisik dan psikis yang terjadi pada diri sendiri untuk kehidupan yang sehat.
Mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam peranannya sebagai pria atau wanita.
Memantapkan nilai dan cara bertingkah laku yang dapat diterima dalam kehidupan sosial yang lebih luas.
Mengenal kemampuan, bakat, minat, serta arah kecenderungan karir dan apresiasi seni.
Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan kebutuhannya untuk mengikuti dan melanjutkan pelajaran dan mempersiapkan karir serta berperan dalam kehidupan masyarakat.
Mengenal gambaran dan mengembangkan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional, sosial, dan ekonomi.
Mengenal sistem etika dan nilai-nilai bagi pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat, dan minat manusia.
Layanan dasar bimbingan ini juga berisi layanan bimbingan belajar, bimbingan sosial, bimbingan pribadi dan bimbingan karir. Layanan ini ditunjukan untuk seluruh peserta didik, disajikan atau diluncurkan dengan menggunakan strategi klasikal dan dinamika kelompok.

Layanan dasar Bimbingan Bidang Pribadi-Sosial
Isi layanan dasar bimbingan bidang pribadi-sosial sebagai berikut :
Macam-macam kaidah ajaran islam.
Pokok-pokok keyakinan ajaran agama yang dianutnya.
Praktik menjalankan ajaran agama
Contoh-contoh hubungan menurut ajaran agama.
Praktik hubungan berdasarkan ajaran agama.
Fakta perubahan fisik dan psikis remaja.
Contoh-contoh sikap penerimaan terhadap perubahan fisik dan psikis.
Konsep pola hidup sehat.
Contoh-contoh pola hidup sehat.
Cara-cara upaya mengembangkan kondisi hidup sehat.
Praktik cara-cara mengupayakan pengembangan kondisi hidup sehat.
Contoh-contoh pengaruh perubahan fisik dan psikis terhadap hubungan sosial.
Pengembangan pengaruh positif dan menghindari pengaruh negatif perubahan fisik dan psikis terhadap hubungan sosial.
Konsep empati, contoh-contoh empati terhadap orang yang sedang mengalami perubahan fisik dan psikis, praktik bersikap empati terhadap orang yang sedang mengalami perubahan fisik dan psikis.
 Contoh-contoh peran pribadi dalam kelompok sebaya sebagai pria atau wanita, contoh-contoh penerimaan peran pribadi sebagai pria atau wanita dalam kelompok sebaya tanpa membedakan teman pria atau wanita pada posisi tertentu, praktik menjalankan peran dalam dan kelompok sebaya tanpa membedakan peran pria atau wanita pada posisi tertentu.
Contoh-contoh pola hubungan sosial dengan teman sebaya dalam peranannya sebagai pria atau wanita, contoh-contoh pola hubungan sosial dengan teman sebaya tanpa membedakan peran pria atau wanita pada posisi tertentu, praktik menjalankan pola hubungan sosial dengan teman sebaya tanpa membedakan peran pria atau wanita pada posisi tertentu.
Contoh-contoh nilai dan cara berperilaku pribadi dalam kehidupan sosial yang lebih luas, praktik menerapkan nilai dan cara berperilaku pribadi dalam kehidupan sosial yang lebih luas.
Contoh-contoh nilai dan cara berperilaku sosial dalam kehidupan di luar kelompok sebaya, praktik menerapkan nilai dan cara berperilaku sosial dalam kehidupan diluar kelompok sebaya.
Konsep kemampuan, bakat, minat karir, dan apresiasi seni; identifikasi kemampuan, bakat, dan minat diri sendiri; identifikasi kecenderungan arah karir sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minat; identifikasi arah apresiasi seni (seni rupa, seni lukis, seni sastra, seni suara, dan lain-lain) tanpa terlalu terikat pada kemampuan, bakat, dan minat sendiri.
Contoh-contoh aspek sosial Pada tingkat yang lebih tinggi, motivasi dan semangat untuk mempersiapkan arah karir yang cocok bagi dirinya, motivasi dan semangat untuk berperan aktif dalam kehidupan masyarakat.
Contoh-contoh aspek sosial bebagai materi yang dipelajari di SMP, mewujudkan pengembangan penguasaan aspek sosial berbagai materi yang dipelajari di SMP, contoh-contoh aspek sosial dari upaya melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, mewujudkan pengembangan pemanfaatan aspek-aspek sosial untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, contoh-contoh aspek sosial dalam mempersiapkan karir, mewujudkan pengembangan aspek-aspek sosial dalam mempersiapkan karir, contoh-contoh aspek sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Konsep dan contoh-contoh kehidupan mandiri secara emosional, sosial, dan ekonomi; contoh-contoh tentang sikap yang harus diambil dalam kehidupan mandiri secara emosional, sosial, dan ekonomi; motivasi untuk melaksanakan sikap dasar dalam kehidupan mandiri secara emosional, sosial, dan ekonomi.
Contoh-contoh aspek sosial dari gambaran kehidupan mandiri secara emosional, sosial, dan ekonomi; cara-cara bersikap dalam hubungan sosial berkenaan dengan kehidupan mandiri secara emosional, sosial, dan ekonomi; praktik cara bersikap dalam hubungan sosial berkenaan dengan kehidupan mandiri secara emosional, sosial, dan ekonomi.
Konsep dan contoh-contoh sistem etika dan nilai bagi pedoman hidup sebagai pribadi dan anggota masyarakat, motivasi untuk berpenilaian sesuai dengan sistem etika dan nilai bagi pedoman hidup sebagai peribadi dan anggota masyarakat.
Contoh-contoh aspek sosial dalam sistem etika dan nilai-nilai bagi pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat, dan warga negara; cara-cara mewujudkan aspek sosial dalam sistem etika dan nilai-nilai bagi pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyakat dan warga negara, serta penerapannya.
Layanan Dasar Bimbingan Bidang Belajar
Adapun isi layanan dasar bimbingan bidang belajar sebagai berikut.
Contoh –contoh kegiatan belajar menurut ajaran agama, praktik kegiatan belajar menurut ajaran agama. 
Contoh-contoh pengaruh perubahan fisik dan psikis terhadap kegiatan belajar, cara-cara mengatasi kesulitan yang terjadi akibat perubahan fisik dan fsikis dalam kegiatan belajar, praktik cara-cara mengatasi kesulitan belajar yang terjadi akibat perubahan fisik dan psikis dalam kegiatan belajar.
Contoh-contoh pengaruh hubungan teman sebaya terhadap kegiatan belajar baik pengaruh positif maupun negatif, cara-cara dan praktik pengembangan pengaruh positif hubungan teman sebaya terhadap kegiatan bekajar, cara-cara dan praktik menghindari dan mengatasi pengaruh negatif hubungan teman sebaya terhadap kegiatan kegiatan belajar. 
Contoh-contoh pengaruh nilai dan cara berperilaku pribadi dan sosial dalam kehidupan yang lebih luas terhadap kegiatan belajar, praktik mengembangkan pengaruh yang positif dan menghindari yang negatif perilaku peibadi dan sosial dalam kehidupan yang lebih luas terhadap kegiatan belajar.
Contoh-contoh pengaruh positif kemampuan, bakat, dan minat sendiri terhadap kegiatan belajar; cara-cara dan penerapan pengembangan pengaruh positif kemampuan, bakat, dan minat sendiri terhadap kegiatan belajar; contoh-contoh pengaruh positif kecenderungan karir terhadap kegiatan belajar; cara-cara dan penerapan pengembangan pengaruh positif kecenderungan karir terhadap kegiatan belajar; contoh-contoh pengaruh positif apresiasi seni terhadap kegiatan belajar; cara-cara dan peneraoan apresiasi seni terhadap kegiatan belajar. 
Motivasi, sikap, kebiasaan dan keterampilan belajar di dalam dan di luar kelas, membaca cepat dan tepat, menyiapkan tugas, karya tulis, ulangan/ujian, belajar mandiri dan kelompok, menggunakan alat bantu dan sumber belajar (termasuk buku, kamus, ensiklopedi, jurnal, komputer untuk semua mata pelajaran); sikap, kebiasaan dan keterampilan belajar secara optimal untuk menguasai program di SMP; praktik pengembangan sikap, kebiasaan, dan keterampilan belajar secara optimal; sikap, kebiasaan dan keterampilan belajar secara optimal untuk menguasi bekal bagi program pelajaran lebih lanjut; praktik pengembangan sikap. Kebiasan dan keterampilan belajar secara optimal untuk menguasai bekal program pelajaran lebih lanjut.
Contoh-contoh pengaruh positif dari gambaran kehidupan mandiri secara emisional, sosial, dan ekonomi dalam kegiatan belajar; cara-cara mewujudkan pengaruh positif dari gambaran kehidupan mandiri secara emosional, sosial, dan ekonomi dalam kegiatan belajar serta penerapannya.
Contoh-contoh pengaruh sistem etika dan nilai bagi pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat, dan warga negara dalam kegiatan belajar; cara-cara mewujudkan pengaruh sistem etika dan nilai bagi pedoman hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat, dan warga negara dalam kegiatan belajar serta penerapannya.
Layanan Dasar Bimbingan Bidang Karir
Isi layanan dasar bimbingan bidang karir sebagai berikut.
Contoh-contoh pengembangan karir menurut ajaran agama, praktik kegiatan kerja yang mengarah pengembangan karir menurut ajaran agama.
Contoh-contoh pengaruh perubahan-perubahan fisik dan psikis terhadap pengembangan persiapan karir, cara-cara mengembangkan kondisi fisik dan psikis yang sehat untuk mengembangkan karir, praktik cara-cara mengembangkan kondisi fisik dan psikis yang sehat untuk pengembangan karir.
Contoh-contoh kemanfaatan hubungan teman sebaya dalam upaya pengembangkan persiapan karir, praktik kemanfaatan hubungan teman sebaya dalam upaya pengembangan persiapan karir, konsep persamaan gender dalam pilihan dan pengembangan karir.
Contoh-contoh keterkaitan antara nilai dan cara-cara bertingkah laku dalam kehidupan sosial yang lebih luas terhadap kondisi bekerja dan pengembangan karir, praktik mewujudkan hubungan yang baik antara berkaitan dengan kemampuan bakat dan minat, contoh-contoh aspek sosial berkaitan dengan mengembangkan karir, contoh-contoh aspek sosial berkaitan dengan apresiasi seni.
Motivasi dan semangat untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan yang menjadi program sekolah, motivasi dan semangat untuk pelajaran.
Layanan Responsif
Layanan Responsif adalah layanan bimbingan yang bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan yang dirasakan sangat penting oleh peserta didik saat ini. Layanan ini bersifat preventif atau mungkin kuratif. Strategi yang digunakan adalah konseling individual, konseling kelompok, dan konsultasi. Isi layanan responsif ini adalah :
Bidang pendidikan
Bidang belajar
Bidang sosial
Bidang pribadi
Bidang karir
Bidang tata tertib sekolah
Bidang narkotika dan perjudian
Bidang perilaku sosial
Bidang kehidupan lainnya.
Layanan Perencanaan Individual
Layanan perencanaan individual adalah layanan bimbingan yang bertujuan membantu seluruh peserta didik membuat dan mengimplementasikan rencana-rencana pendidikan, karir, dan sosial pribadinya. Tujuan utama dari layanan ini adalah membantu peserta didik memantau dan memahami pertumbuhan dan perkembangannya sendiri, kemudian merencanakan dan mengimplementasikan rencana-rencana itu atas dasar hasil pemantauan dan pemahamannya itu. Strategi peluncurannya adalah konsultasi dan konseling.
Isi layanan perencanaan individual sebagai berikut.
Bidang pendidikan dengan topik-topiknya belajar yang efektif, belajar memantapkan program keahlian yang sesuai dengan bakat, minat, dan karakteristik kepribadian lainnya.
Bidang karir dengan topik-topiknya mengidentifikasi kesempatan karir yang ada di lingkungan masyarakat, mengembangkan sikap yang positif terhadap dunia kerja, dan merencanakan kehidupan karirnya.
Bidang sosial-pribadi dengan topik-topiknya adalah mengembangkan konsep diri yang positif, mengembangkan keterampilan-keterampilan social yang tepat, belajar menghindari konflik dengan teman, dan belajar memahami perasaan orang lain.

Layanan Preventif dan Mikro Konselingnya
Layanan yang bersifat preventif (pencegahan) adalah pemberian bantuan kepada siswa sebelum menghadapi kesulitan atau persoalan yang serius. Cara yang ditempuh bermacam-macam, antara lain: memelihara situasi yang baik dan menjaga situasi itu agar tetap baik. Dalam hal ini hubungan siswa dengan guru dan staf yang lain harus dijaga sebaik mungkin. Saling mengerti kedudukannya sehingga satu dengan yang lainnya tidak saling membenci. Demikian juga guru dalam menyampaikan materi harus disesuaikan dengan keadaan anak. Minat anak dan guru berusaha semaksimal mungkin menimbulkan semangat anak agar tidak merasa bosan terhadap guru dan materi yang diberikan.
Sehubungan dengan hal tersebut, Dewa Ketut Sukardi menjelaskan: “Bimbingan berfungsi preventif, pencegahan terjadinya atau timbulnya masalah dari anak didik dan berfungsi preservation. Memelihara situasi dan menjaga supaya situasi itu tetap baik.” 
Selanjutnya bimbingan preventif ini bisa dengan cara penggunaan waktu senggang. Jenis bimbingan ini untuk membantu siswa dalam menggunakan waktu senggang dengan cara mengisi kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain atau lingkungan.
Dengan bimbingan jenis ini diharapkan siswa mampu memanfaatkan waktu senggang dengan mengisi kegiatan-kegiatan belajar, bekerja atau rekreasi yang membawa manfaat.
Kegiatan bimbingan menggunakan waktu senggang antara lain membantu siswa dalam hal:
Menggunakan waktu-waktu senggang untuk kegiatan produktif.
Menyusun dan membagi waktu belajar dengan sebaik-baiknya.
Mengisi dan menggunakan waktu pada jam-jam bebas, hari libur dan sebagainya.
Merencanakan suatu kegiatan. 
Mengenai penggunaan waktu yang sebaik-baiknya telah diperintahkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Ashr ayat 1-3 yaitu :
وَٱلۡعَصۡرِ ١ إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَفِي خُسۡرٍ ٢ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ ٣ 
Artinya : Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kesabaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kebenaran. 
Dari nash tersebut di atas dapat dipahami bahwa Islam sangat menghargai akan perlunya memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya yaitu mengisi waktu dengan perbuatan yang bermanfaat baik bagi dirinya maupun bagi diri lingkungan.
Adapun bimbingan yang bersifat pencegahan adalah tata tertib, menanamkan kedisiplinan, memberikan motivasi, dan memberikan nasehat. 
Tata Tertib
Tata tertib adalah beberapa peraturan yang harus ditaati dalam situasi atau dalam suatu tata kehidupan tertentu. Peraturan tersebut dalam hal ini dapat berbentuk tulisan atau tidak tertulis. Yang tertulis misalnya tata tertib antara guru dengan murid, tata tertib pergaulan dan sebagainya.
Menanamkan kedisiplinan
Dengan Pembiasaan
Anak dibiasakan untuk melakukan sesuatu dengan baik, tata tertib dan teratur, misalnya berpakaian yang rapi, masuk dan keluar kelas harus dengan ijin guru, harus memberi salam dan sebagainya.
Dengan contoh dan teladan
Suri tauladan yang baik perlu mendapatkan perhatian yang sesungguhnya dari guru. Untuk itulah guru harus lebih dahulu memberikan contoh dengan perbuata yang baik, sebab kalau tidak maka dikalagan murid akan timbul semacam protes tentang keadaan tersebut sehingga akan menimbulkan rasa tidak senang, iri hati dan tidak ikhlas. Perbuatan baik itu dikerjakan oleh murid hanya karena keterpaksaan.

Dengan penyadaran
Disamping adanya pembiasaan, contoh dan teladan, maka anak semakin kritis ingin mengerti tentang arti peraturan atau larangan yang ada. Maka kewajiban para guru untuk memberikan penjelasan, alasan yang dapat diterima dengan baik oleh pikiran anak. Sehingga dengan demikian timbul kesadaran anak tentang adanya perintah yang harus dikerjakan dan larangan-larangan yang harus ditinggalkan.
Dengan pengawasan atau kontrol
Bahwa kepatuhan anak terhadap peraturan atau tata tertib mengenal juga adanya situasi tertentu yang mempengaruhi terhadap anak. Adanya kemungkinan anak nyeleweng atau tidak mematuhi tata tertib maka perlu diadakan pengawasan yang intensif terhadap situasi yang tidak diinginkan yang akibatnya akan merugikan keseluruhan.
Memberi motivasi
Memberikan motivasi disini lebih ditekankan pada pembetukan akhlak yang baik, yang mana akhlak merupakan keseluruhan dari gerak hidup manusia. 
Dalam hal ini Sardiman A.M. mengemukakan pendapatnya: Istilah motivasi banyak digunakan diberbagai bidang dan situasi dalam hal ini tidak akan dikemukakan motivasi dalam bidang dan motivasi dalam pembentukan akhlak siswa. 
Memberikan Nasehat
Pemberian nasehat dapat dilakukan dengan memberikan jalan untuk kebahagiaan hidup didunia dan kebahagiaan akherat. Mengingat mereka dengan yang halus dan yang lembut serta memberikan peringatan mengenai kelalaian mereka terhadap kewajiban sebagai makhluk individu maupun makhluk sosial.





Metode Bimbingan dan Konseling
Secara etimologi kata ‘metode’ berasal dari bahasa Yunani “methodos” yang berarti jalan yang ditempuh. Adapun secara terminologi pengertian definisi menurut para ahli adalah sebagai berikut:
Menurut Nana Sudjana metode pembelajaran adalah cara yang dipergunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pengajaran.
Menurut M. sobri Sutikno menyatakan metode pembelajaran adalah cara-cara menyajikan materi pelajaran yang dilakukan oleh pendidik agar terjadi proses pembelajaran pada diri siswa dalam upaya untuk mencapai tujuan.
Menurut Gerlach dan Elly metode pembelajaran dapat diartikan sebagai rencana yang sistematis untuk menyampaikan informasi.
Dalam bimbingan dan konseling bisa metode dikatakan sebagai suatu cara tertentu yang digunakan dalam proses bimbingan dan konseling. Secara umum ada dua metode dalam pelayanan bimbingan dan konseling, yaitu pertama, metode bimbingan individual, dan kedua metode bimbingan kelompok. Metode bimbingan kelompok di kenal juga dengan bimbingan (group guidance) sedangkan metode bimbingan individual dikenal dengan individual konseling.
Metode Bimbingan Individual
Melalui metode ini upaya pemberian bantuan diberikan secara individual dan langsung bertatap muka (berkomunikasi) antara pembimbing (konselor) dengan siswa (klien). Dengan perkataan lain pemberian bantuan diberikan dilakukan melalui hubungan yang bersifat face to face relationship (hubungan empat mata), yang dilaksanakan dengan wawancara antara (pembimbing) konselor dengan siswa (klien). Masalah-masalah yang dipecahkan melalui teknik konseling, adalah masalah-masalah yang bersifat pribadi.
Dalam konseling individual, konselor dituntut untuk mampu bersikap penuh simpati dan empati. Simpati ditunjukan oleh konselor melalui sikap turut merasakan apa yang sedang dirasakan oleh klien (siswa). Sedangkan empati adalah usaha konselor menempatkan diri dalam situasi diri klien dengan segala masalah-masalah yang dihadapinya. Keberhasilan konselor bersimpati dan berempati akan memberikan kepercayaan yang sepenuhnya kepada konselor. Keberhasilan bersimpati dan berempati dari konselor juga akan sangat membantu keberhasilan proses konseling.
Apabila merajuk kepada teori-teori konseling, setidaknya ada tiga cara konseling yaitu: 
Konseling direktif (directive counseling)
Konseling yang menggunakan metode ini, dalam prosesnya yang aktif atau paling berperan adalah konselor. Dalam praktiknya konselor berusaha mengarahkan klien sesuai dengan masalahnya. Selain itu, konselor juga memberikan saran, anjuran dan nasihat kepada klien. Praktik konseling yang dilakukan oleh para penganut teori behavioral counseling umumnya menerapkan cara – cara di atas dalam konselingnya. Karena praktik yang demikian, konseling ini juga dikenal dengan konseling yang berpusat pada konselor.
Konseling nondirektif (non – directive counseling )
Seperti telah di sebutkan diatas, konseling nondirektif atau konseling yang berpusat pada siswa muncul akibat kritik terhadap konseling direktif (konseling berpusat pada konselor). Konselor nondirektif di kembangkan berdasarkan teori client centered (konseling yang berpusat pada klien atau siswa). Dalam praktik konseling nondirektif, konselor hanya menampung pembicaraan, yang berperan adalah konselor. Klien atau konseli bebas berbicara sedangkan konselor menampung dan mengarahkan. Metode ini tertentu sulit di terapkan kepada kepribadian tertutup (introvert), karena klien (siswa) dengan kepribadian tertutup biasanya pendiam dan sulit diajak bicara. Cara ini juga belum bisa diterapkan secara efektif untuk murid sekolah dasar dan dalam keadaan siswa SMP. Metode ini bisa diterapkansecara efektif untuk siswa SMA dan mahasiswa di perguruan tinggi.
Konseling Eklektif (Eclective counseling)
Kenyataan bahwa tidak semua teori cocok untuk semua individu, semua masalah siswa, dan semua situasi konseling. Siswa disekolah atau di madrasah memiliki tipe-tipe kepribadian yang tidak sama. Oleh sebab itu, tidak mungkin di terapkan metode konseling direktif saja atau non direktif saja. Agar konseling berhasil secara efektif dan efesien, tertentu harus melihat siapa siswa (klien) yang akan di bantu dan melihat masalah yang dihadapi siswa dan melihat situasi konseling. Apabila terhadap siswa tertentu tidak bisa di terapkan metode direktif, maka mungkin bisa diterapkan metode nondirektif begitu juga sebaliknya. Atau apabila mungkin adalah dengan cara menggabungkan kedua metode di atas. Penggabungan kedua metode konseling di atas disebut metode eklektif (eclective counseling). Penerapan metode dalam konseling adalah dalam keadaan tertentu konselor menasihati dan mengarahkan konseli (siswa) sesuai dengan masalahnya, dan dalam keadaan yang lain konselor memberikan kebebasan kepada konseli (siswa) untuk berbicara sedangkan konselor mengarahkan saja.
Metode Bimbingan Kelompok
Cara ini dilakukan untuk membantu siswa (klien) memecahkan masalah melalui kegiatan kelompok. Masalah yang dipecahkan bersifat kelompok, yaitu yang disarankan bersama oleh kelompok (beberapa orang siswa) atau bersifat individual atau perorangan, yaitu masalah yang disarankan oleh individu (seorang siswa) sebagai anggota kelompok.
Penyelenggaraan bimbingan kelompok antara lain dimaksudkan untuk mengatasi masalah bersama atau individu yang menghadapi masalah dengan menempatkanya dalam kehidupan kelompok. Beberapa jenis metode bimbingan kelompok adalah:
Program Home Room
Program ini dilakukan dilakukan di luar jam pelajaran dengan menciptakan kondisi sekolah atau kelas seperti di rumah sehingga tercipta kondisi yang bebas dan menyenangkan. Dengan kondisi tersebut siswa dapat mengutarakan perasaannya seperti di rumah sehingga timbul suasana keakraban. Tujuan utama program ini adalah agar guru dapat mengenal siswanya secara lebih dekat sehingga dapat membantunya secara efisien. 
Karyawisata
Karyawisata dilaksanakan dengan mengunjungi dan mengadakan peninjauan pada objek-objek yang menarik yang berkaitan dengan pelajaran tertentu. Mereka mendapatkan informasi yang mereka butuhkan. Hal ini akan mendorong aktivitas penyesuaian diri, kerjasama, tanggung jawab, kepercayaan diri serta mengembangkan bakat dan cita-cita.
Diskusi kelompok
Diskusi kelompok merupakan suatu cara di mana siswa memperoleh kesempatan untuk memecahkan masalah secara bersama-sama. Setiap siswa memperoleh kesempatan untuk mengemukakan pikirannya masing-masing dalam memecahkan suatu masalah. Dalam memlakukan diskusi siswa diberi peran-peran tertentu seperti pemimpin diskusi dan notulis dan siswa lain menjadi peserta atau anggota. Dengan demikian akan timbul rasa tanggung jawab dan harga diri.
Kegiatan Kelompok
Kegiatan kelompok dapat menjadi suatu teknik yang baik dalam bimbingan, karena kelompok dapat memberikan kesempatan pada individu (para siswa) untuk berpartisipasi secara baik. Banyak kegiatan tertentu yang lebih berhasil apabila dilakukan secara kelompok. Melalui kegiatan kelompok dapat mengembangkan bakat dan menyalurkan dorongan-dorongan tertentu dan siswa dapat menyumbangkan pemikirannya. Dengan demikian muncul tanggung jawab dan rasa percaya diri.
Organisasi Siswa
Organisasi siswa khususnya di lingkungan sekolah dan madrasah dapat menjadi salah satu teknik dalam bimbingan kelompok. melalui organisasi siswa banyak masalah-masalah siswa yang baik sifatnya individual maupun kelompok dapat dipecahkan. Melalui organisasi siswa, para siswa memperoleh kesempatan mengenal berbagai aspek kehidupan sosial. Mengaktifkan siswa dalam organisasi siswa dapat mengembangkan bakat kepemimpinan dan memupuk rasa tanggung jawab serta harga diri siswa.
Sosiodrama
Sosiodrama merupakan suatu cara membantu memecahkan masalah siswa melalui drama. Masalah yang didramakan adalah masalah-masalah sosial. Metode ini dilakukan melalui kegiatan bermain peran. Dalam sosiodrama, individu akan memerankan suatu peran tertentu dari situasi masalah sosial.
Pemecahan masalah individu diperoleh melalui penghayatan peran tentang situasi masalah yang dihadapinya. Dari pementasan peran tersebut kemudian diadakan diskusi mengenai cara-cara pemecahan masalah.
Psikodrama
Hampir sama dengan sosiodrama. Psikodrama adalah upaya pemecahan masalah melalui drama. Bedanya adalah masalah yang didramakan. Dalam sosiodrama masalah yang diangkat adalah masalah sosial, akan tetapi pada psikodrama yang didramakan adalah masalah psikis yang dialami individu.
Pengajaran Remedial
Pengajaran remedial (remedial teaching) merupakan suatu bentuk pembelajaran yang diberikan kepada seorang atau beberapa orang siswa untuk membantu kesulitan belajar yang dihadapinya. Pengajaran remedial merupakan salah satu teknik pemberian bimbingan yang dapat dilakukan secara individu maupun kelompok tergantung kesulitan belajar yang dihadapi oleh siswa.













BAB III
PENUTUP

Strategi adalah suatu rancangan yang direncanakan dan diterapkan dan ditetapkan secara sengaja untuk melakukan kegiatan atau tindakan. Strategi mencakup tujuan kegiatan, siapa yang terlibat dalam kegiatan, dan sarana penunjang kegiatan. Jika strategi yang diterapkan dalam memberikan pelayanan bimbingan dan konseling itu tepat maka ia akan mampu memberikan hasil yang optimal terhadap konseli.
Adapun dalam menetapkan suatu pola rancangan bimbingan konseling perlu juga memerhatikan metode penyampaian yang tepat. Sehingga tujuan dan maksud dari suatu pelayanan bimbingan dan konseling dapat tersampaikan dengan baik kepada konseli.
Sekian pembahasan mengenai strategi dan metode bimbingan dan konseling di dalam makalah yang kami susun ini. Kami mohon maaf atas segala kekurangan yang terdapat di dalam makalah ini. Dan semoga makalah ini dapat bermanfaat.















DAFTAR PUSTAKA

Achmad Juntika Nurihsan. 2012. Strategi Layanan Bimbingan dan Konseling. Bandung: PT Refika Aditama

http://ayuapsari8.blogspot.com/2015/04/pengertian-kurikulumstrategi.html?m=1 diakses pada tanggal 28 Mei 2017 pada pukul 11.26 WIB
http://belardobk.blogspot.co.id/2013/07/metode-bimbingan-dan-konseling.html?m=1 diakses pada tanggal 05 April 2017 pada pukul 20:28 WIB
http://hadipranotostraz.blogspot.com/2013/02strategi-layanan-bimbingan-dan-konseling.html?m=1 diakses pada tanggal 05 April 2017 pada pukul 20.41 WIB
http://mtk2012unindra.blogspot.com/2012/10/definisi-metode-pembelajaran-menurut.html?m=1 diakses pada tanggal 28 Mei 2017 pada pukul 14.08 WIB
http://perahujagad.blogspot.com/2012/12/bimbingan-preventif-dan-bimbingan.html?m=1 diakses pada tanggal 5 April 2017 pada pukul 21.51 WIB

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HAFALAN QUR'AN HILANG KARENA MAKSIAT

PERTANYAAN DI PADANG MAHSYAR

EMPAT UNSUR TAWAKKAL