KONDISI BELAJAR

 KONDISI BELAJAR (KONSEP DASAR, PERANAN FAKTOR KOGNITIF DAN AFEKTIF DALAM BELAJAR)
MAKALAH

Dalam rangka melengkapi tugas perkuliahan mata kuliah 
Psikologi Pendidikan
Dosen
H. Tarsono, M.PD.I.
Kelompok III 

Heriana 1152020090
Indah Faridiawati 1152020097
Jejen Jaenul M 1152020103
M. Faris Rasyadan 1152020120
Maisaroh Ritonga 1152020125
Maspupah Zakiah 1152020130







JURUSAN/PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2016

KATA PENGANTAR


Segala Puji dan Syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT. yang mana karena limpahan rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepda semua pihak yang telah membantu baik dari segi apapun, sehingga makalah ini berjalan dengan baik. Makalah ini bertujuan untuk memenuhi syarat nilai mata kuliah Psikologi Pendidikan dan untuk mengetahui kondisi belajar. Penulis menyadari bahwa apa yang disajikan dalam makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, baik menyangkut isi maupun penulisan. Kekurangan-kekurangan tersebut terutama disebabkan karenakan keterbatasan pengetahuan serta kemampuan penulis. Hanya dengan bantuan dari berbagai pihak untuk memberikan kritik dan saran yang membangun maka kekurangan-kekurangan tersebut dapat menjadi lebih baik. Dengan tersusunnya makalah ini penulis berharap ilmu yang telah di sajikan dapat bermanfaat bagi kehidupan kita semua.


Bandung, 04 Oktober 2016
Penulis






DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN  
Latar Belakang Masalah 
Rumusan Masalah 
Tujuan  
BAB II PEMBAHASAN 
Pengertian Kondisi Belajar 
Faktor Kondisi Belajar 
Faktor Internal 
Faktor Eksternal 
Faktor Kognitif 
Faktor Afektif 
BAB III PENUTUP 
KESIMPULAN 
DAFTAR PUSTAKA 






BAB I
PENDAHULUAN

Latar belakang masalah
Menurut C.T. Morgan dalam buku Introduction To Psychology, Belajar adalah suatu perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku sebagai akibat/hasil dari pengalaman yang lalu. Ringkasnya ia mengatakan bahwa belajar adalah setiap perubahan yang relative menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman siswa mengalami suatu proses belajar.
Menurut Syai’ful Bahri Djamarah dalam bukunya “Psikologi Belajar” pengertian belajar adalah serangkai kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif dan psikomotorik.
Secara umum faktor-faktor yag mempengaruhi proses hasil belajar dibedakan atas dua kategori, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Kedua faktor tersebut saling memengaruhi dalam proses individu sehingga menentukan kualitas hasil belajar. Tugas utama seorang Guru adalah membelajarkan siswa. Ini berarti bahwa bila Guru bertindak mengajar, maka diharapkan siswa untuk mampu belajar. Hal-hal seperti berikut, diantaranya Guru telah mengajar dengan baik, ada siswa yang belajar dengan giat, siswa yang berpura-pura belajar, siswa yang belajar dengan setengah hati, bahkan adapula siswa yang sesungguhnya tidak belajar. Maka dari itu, sebagai Guru yang professional harus berusaha mendorong siswa agar belajar dengan baik. 
Ada beberapa aspek yang menentukan keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar, menurut Lukmanul Hakim “Tiga aspek yang mempengaruhi keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar yaitu: kepribadian, pandangan terhadap anak didik dan latar belakang guru”.
Terdapat bermacam-macam hal yang menyebabkan siswa tidak belajar seperti siswa yang enggan belajar karena latar belakang keluarga, lingkungan, maupun situasi dan kondisi di kelas. Maka sebagai calon guru kita harus dapat memahami faktor-faktor dari kondisi belajar yang akan penulis paparkan dalam makalah ini.



















Pengertian Kondisi Belajar
Kondisi belajar merupakan suatu keadaan yang mempengaruhi proses dan hasil belajar. Kondisi belajar yang baik akan mempengaruhi proses dan hasil belajar yang baik, begitu pula sebaliknya.
Menurut Gagne dalam bukunya “Condition of learning” (1977) menyatakan bahwa “Kondisi belajar adalah suatu situasi belajar (learning situation) yang dapat menghasilkan perubahan perilaku (performance) pada seseorang setelah ia ditempatkan pada situasi tersebut”.
Gagne membagi kondisi belajar atas dua, yaitu:
1. Kondisi internal (internal condition) adalah kemampuan yang telah ada pada diri individu sebelum ia mempelajari sesuatu yang baru yang dihasilkan oleh seperangkat proses transformasi.
2. Kondisi Eksternal (eksternal condition) adalah situasi perangsang di luar diri si belajar.
Kondisi belajar yang diperlukan untuk belajar berbeda-beda untuk setiap kasus. Begitu pula dengan jenis kemampuan belajar yang berbeda akan membutuhkan kemampuan belajar sebelumnya yang berbeda dan kondisi eksternal yang berbeda pula.
Gagne (dalam Richey, 2000) menyatakan bahwa dibutuhkan belajar yang efektif untuk berbagai jenis/ kategori kemampuan belajar. Kondisi belajar dibagi atas lima kategori belajar sebagai berikut:
1. Keterampilan intelektual (Intellectual Skill): kondisi belajar yang dibutuhkan adalah pengambilan kembali keterampilan keterampilan bawahan (yang sebelumnya), pembimbing dengan kata-kata atau alat lainnya, pendemonstrasian penerapan oleh siswa dengan diberikan balikan, pemberian review.
2. Informasi verbal (Verbal Information): kondisi belajar yang dibutuhkan adalah pengambilan kembali konteks dari informasi yang bermakna, kinerja (performance) dari pengetahuan baru yang konstruktsi, balikan
3. Stategi kognitif (Cognitive Strategy/problem solving): kondisi belajar yang dibutuhkan adalah pengambilan kembali aturan-aturan dan konsep-konsep yang relevan, penyajian situasi masalah baru yang berhasil, pendemonstrasian solusi oleh siswa.
4. Sikap (Attitude): kondisi belajar yang dibutuhkan adalah pengambilan kembali informasi dan keterampilan intelektual yang relevan dengan tindakan pribadi yang diharapkan. Pembentukan atau pengingatan kembali model manusia yang dihormati, penguatan tindakan pribadi dengan pengalaman langsung yang berhasil maupun yang dialami oleh orang lain dengan mengamati orang yang dihormati.
5. Keterampilan motorik (Motor Skill): kondisi belajar yang dibutuhkan adalah pengambilan kembali rangkaian unsur motorik, pembentukan atau pengingatan kembali kebiasaan-kebiasaan yang dilaksanakan, pelatiahn keterampilan-keterampilan.

Faktor Kondisi Belajar
secara gelobal, faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa dapat kita bedakan menjadi tiga macam, yakni:
faktor intertaal(faktor dari dala siswa), yakni keadaan/kondisi jasmani dan rohani siswa
faktor eksternal (faktor dari luar siswa), yakni kondisi lingkungan di sekitar siswa 
faktor pendekatan belajar (approach to learning), yakni jenis upaya belajar siswa ang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan mempelajari mater-materi pelajaran. 
Faktor Internal (Faktor Individual)
aspek fisiologis
kondisi umum jasmani dan tonus (tegangan otot) yang menandai tingkat kebugaran organ-organ tubuh dan sendi-sendinya, dapat mempengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran. Kondisi organ tubuh yang lemah, apalagi jikadi sertai sakit kepala misalnya, dapat menurunkan kualitas ranah cipta (kognitif) sehingga materi yang di pelajarinyapun kurang atau tidak berbekas. Untuk mempertahankan tonus jasmani agar tetap bugar, siswa sangat di anjurkan mengkonsumsi makanan dan minuman yang bergizi. Selain itu, kondisi organ-organ khusus siswa, seperti tingkat kesehatan indra pendengar dan indra pengliht, juga sangat mempengaruhi kemampuan siswa dalam menyerap informasi dan pengetahuan, khususnya yang di sajikan di kelas. Daya pendengaran dalam penglihatan siswa yang rendah, umpamanya, akan menyulitkan sensori register dalam menyerap item-item informasi yang bersifat echoic dan econic (gema dan citra.) akibat negatif selanjutnya adalah terhambatnya proses informasi yang dilakukan oleh sistem memori siswa tersebut. Untuk mengatasi kemungkinan timbulnya masalah mata dan telinga di atas, anda selaku guru yang profesional seyogianya bekerjasama dengan pihak sekolah untuk memeroleh bantuan pemeriksaan rutin (periodik) dari dinas-dinas kesehatan setempat.
Aspek Psikologis
Banyak faktor yang termasuk aspek pikologis yang dapat mempengaruhi uantitas dan kualitas dan perolehan belajar siswa. namun, diantara faktor-fator rohaniyah siswa yang pada umumnya di pandang lebih esensial itu adalah sebagai berikut: 
intelegensi siswa 
Kecerdasan ini di artikan sebagai kemampuan psiko-fisik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan melalui cara yang tepat. Kecerdasan merupakan faktor sangat penting dalam proses belajar siswa dan menentukan kualitas belajar siswa.
intelegensi pada umumnya dapat diartikan sebagai kemempuan psikopisik untuk mereaksi rangsangan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cara yang tepat( reber, 1998). jadi, intelegensi sebenarnya bukan persoalan kualitas otak saja, melainkan juga kualitas organ-organ tubuh lainnya. akan tetapi, memang harus duakui bahwa peran otak dalam hubungannya dengan intelegensui manusia lebih menonjol daripada peran organ-organ tubuh lainnya. 
tingkat kecerdasan atau intelegensi (iq) siswa tak dapat diragukan lagi sangat menentukan tingkat keberhasilan siswa ini bermakna, semakin tinggi kemampun intelegensi siswa maka semakin besar peluangnya untuk meraih sukses. Sebaliknya, makin rendah kemmpuan integensi sesorang siswa maka semakin kecil peluangnya untuk memperoleh sukses. 
Sikap Siswa
Sikap adalah gejala internal yang berupa kecenderungan untuk merespon dengan cara yang relatif tetap terhadap obyek, orang , peristiwa, dan lain-lain, baik secara positif maupun negatif. Sikap (attitude) siswa yang positif, terutama kepada anda dan mata pelajaran yang anda sajikan merupakan pertanda awal yang baik bagi proses belajar siswa tersebut. Sebaliknya, sikap negatif siswa terhadap anda dan mata pelajaran anda, apalagi jika diiringi kenbencian kepada anda atau mata pelajaran anda, anda dapat menimbulkan kesulitan belajar siswa tersebut. Untuk mengantisipasi kemungkinan muncul sikap negatif siswa seperti di atas, guru di tuntun untuk terlebih dahuu menunjukan sikap positif terhadap dirinya sendiri dan terhadap mata pelajaran yang menjadi haknya. Dalam hal bersikap positif terhadap mata pelajarannya, seorang guru sangat di anjurkan untuk senantiasa mengahargai dan mencintai profesinya.
Bakat Siswa 
Bakat adalah kemampuan seseorang yang menjadi salah satu komponen yang diperlukan dalam proses belajar seseorang. Secara umum, bakat (attitude) adalah kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang (Chaplin,1972:Riber,1988). 
Dengan demikian, sebetulnya setiap orang pasti memiliki bakat dalam arti berpotensi unyuk mencapai prestasi sampe ketingkat tertentu sesuai kapasitas masing-masing. Dalam perkembangan selanjutnya, bakat kemudian di artikan sebagai kemampuan individu untuk melakukan tugas tertentu tana banyak bergantung pada upaya pendidikan dan pelatihan. 
Minat Siswa
Minat adalah kecenderunagan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Menurut Reber (1988), minata tidak termasuk istilah populer dalam psikologi karena kebergantuingannya yang banyak pada faktor-faktor internal lainnya seperti pemusatan perhatian, keingintahuan, motivasi dan kebutuhan.
Motivasi Siswa
Motivasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keefektifan kegiatan belajar siswa. Ahli psikologi mendefinisikan motivasi sebagai proses dalam diri individu yang aktif, mendorong, memberikan arah dan menjaga perilaku. Sedangkan pengertian dasar motivasi adalah keadaan internal organisme baik manusia ataupun hewan yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu. Dalam pengertian ini, motivasi berarti pemasok daya (enegizer) untuk bertingkah laku secara terarah (Geleitman,1986.,Raber, 1988).
Dalam perkembangan selanjutnya,motivasi dapat di bedakan menjadi dua macam, yaitu:
Motivasi intrinsik 
Yaitu hal dan keadaan yang berasal dari dalam diri siswa sendiri yang dapat mendorongnya melakukan tindakan belajar. 
Motivasi ekstrinsik 
Yaitu hal dan keadaan yang datang dari luar individu siswa yang juga mendorongnya untuk melakukan kegiatan belajar. 
Faktor Eksternal (Faktor Sosial)
Faktor eksternal adalah faktor yang datang dari luar diri individu yang dapat mempengaruhi proses belajar. Faktor eksternal dibagi menjadi menjadi 2, yaitu:
Lingkungan Sosial 
Yaitu lingkunagan sekolah seperti para guru, para tenaga kependidikan, (kepala sekolah dan wakil-wakilnya) dan teman-teman sekelas dapat memengaruhi semangat belajar seorang siswa. Selanjutnya, yaang termasuk lingkungan sosial siswa adalah masyarakat dan tetangga juga teman-teman sepermainan disekitar perkamupungan siswa tersebut. Lingkungan sosial yang lebih banyak memengaruhi kegiatan belajar ialah orangtua dan keluarga siswa itu sendiri.
Lingkungan non sosial 
Faktor-faktor yang termasuk lingkungan non sosial oalah gedung sekolah dan letaknya, rumah tempat tinggal keluarga siswa dan letaknya, alat-alat belajar, keadaan cuaca dan waktu belajar yang digunakan siswa. 
Menurut J. Biggers (1980) berpendapat bahwa belajar pada pagi hari lebih efektif daripada belajar pada waktu-waktu lainnya. Namun, menurut penelitian beberapa ahli learning style (gaya belajar), hasil belajar itu tidak bergantung pada waktu secara mutlak, tetapi bergantung pada pilihan waktu yang cocok dengan kesiapsiagaan siswa (Dunn et al, 1986). 
Dengan demikian, waktu yang digunakan siswa untuk belajar yang selama ini sering dipercaya berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa tak perlu dihiraukan. Sebab, bukan waktu yang penting dalam belajar melainkan kesiapan sistem memori siswa dalam menyerap, mengelola, dan menyimpan item-item informasi dan pengetahuan yang dipelajari siswa tersebut.
Faktor Pendekatan Belajar
Pendekatan belajar, seperti yang telah diuraikan secara penjang lebar pada sub bab sebelumnya, dapat dipahami keefektifan segala cara atau strategi yang digunakan siswa dalam menunjang efektifitas dan efisiensi proses belajar materi tertentu. Strategi dalam hal ini berarti seperangkat langkah operasional yang direkayasa sedemikian rupa untuk memecahkan masalah atau mencapai tujuan belajar tertentu.
Di samping faktor-faktor internal dan eksternal siswa sebagaimana yang telah dipaparkan di muka, faktor pendekatan belajar juga berpengaruh terhadap keberhasilan proses belajar siswa tersebut. Seorang sisw yang terbiasa mengaplikasikan pendekatan belajar deep misalnya, mungkin sekali berpeluang untuk meraih prestasi belajar yang bermutu daripada siswa yang menggunakan pendekatan belajar surface atau reproduktif. 
Untuk memperjelas uraian faktor-faktor yang mempengaruhi belajar tersebut diatas, berikut ini penyusun sajikan sebuah tabel
Ragam Faktor dan Elemennya

Internal Siswa
Eksternal Siswa
Pendekatan Belajar Siswa

Aspek Fisiologis
Tonus Jasmani
Mata dan Telinga
Aspek Psikologis
Intelegensi
Sikap
Minat
Bakat
Motivasi
Lingkungan Sosial
Keluarga
Guru dan Staf
Masyarakat
Teman
Lingkungan Nonsosial
Rumah
Sekolah
Peralatan
Alam
Pendekatan Tinggi
Speculative
Achieving
Pendekatan Sedang
Analictcal
Deep
Pendekatan Rendah
Reproductive
Surface
















PENUTUPAN
Kesimpulan yang dapat di ambil dari pemaparan dalam makalh ini yaitu, bahwa ada dua faktor yang di sebabkan dari kondisi belajar yaitu faktor internal dan faktor eksternal yang mana keduanya adalah hal penting yang harus di ketahui oleh calon guru. Sekian yang dapat penulis paparkan. Penulis sangat berharap kritik dan saran pembaca untuk kelangsungan makalah selanjutnya agar lebih baik lagi.
























DAFTAR PUSTAKA
Muhibin Syah. 2011. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA
Mohammad Asrori. 2009. Psikologi Pembelajaran. Bandung: CV WACANA PRIMA
Muhibin Syah. 2012. Psikologi Belajar. Jakarta: PT RAJA GRAFINDO PERSADA
Mahmud. 2006. Psikologi Pendidikan Mutakhir. Bandung: SAHIFA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HAFALAN QUR'AN HILANG KARENA MAKSIAT

PERTANYAAN DI PADANG MAHSYAR

EMPAT UNSUR TAWAKKAL