RESENSI BUKU API SEJARAH

RESENSI BUKU
(API SEJARAH EDISI I)

Dalam rangka melengkapi tugas perkuliahan mata pelajaran Sejarah Peradaban Islam

Dosen
Achmad Nasrullah, M.Pd.I

Oleh
Kristin Wiranata
NIM 1152020108
Kelas PAI C/ II







JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2016
TITTLE
(RESENSI BUKU API SEJARAH EDISI I)



Judul buku : Api Sejarah
Penulis : Ahmad Mansur Suryanegara
Penerbit : PT Salamadani Pustaka Semesta
Cetakan : II, Oktober 2009
Jumlah halaman : xxii+584 hlm
Ukuran buku : 17 x 25 cm
Harga : Rp. 160.000,-
ISBN : 978-602-8458-24-5



…وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ….
…dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok….(QS. Al-Hasyr [59]: 18)

       Sejarah adalah pengalaman berharga yang akan dijadikan untuk bekal di kehidupan mendatang. Bagaimana mungkin kita akan sukses tanpa menoleh kepada sejarah masa lalu. Sejarah suatu bangsa akan menjadi pondasi di setiap fase langkah pergerakan selanjutnya. Dengan sejarah bangsa yang “benar” maka masyarakat pun akan mempunyai pandangan yang benar. Namun, apabila sejarah diubah oleh tangan-tangan jail, maka akan menghasilkan masalah yang besar. Pandangan masyarakat akan menjadi salah sehingga menghasilkan pemahaman yang keliru. Sungguh disayangkan, bangsa Indonesia yang memiliki berbagai perjuangan pergerakan yang “hebat” namun yang tercatat dalam tinta sejarah, hanya sebagian kecil. Penulisan sejarah Indonesia yang telah tersebar di masyarakat, bahkan menjadi bahan acuan pembelajaran di berbagai tingkatan sekolah pun, tidak luput dari pemikiran orientalis.
       Ahmad Mansur Suryanegara lahir pada tanggal 22 Dzulhijjah 1353 H. beliau merupakan anak dari pasangan (Alm.) Hassan Moekmin dengan (Almh.) Siti Aminah. Ia berpengalaman mengajar di banyak tempat, seperti di SMP, Universitas, dll. Beliau ialah pendiri Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia di Jawa Barat dan Ia pun pernah menjadi anggota pembina pesantren Daarut Tauhid Bandung. Ia merupakan pembina Yayasan Dana Al Falaah, Al Ma’some, Al Ukhuwwah dan Suryanegara (di Bandung). 
       Buku yang beliau tulis memberi solusi kepada kita untuk dapat mengenali sejarah Indonesia yang sesungguhnya. Menurut buku ini, peristiwa sejarah yang terjadi di tengah Bangsa Indonesia sampai hari ini, hakikatnya berkesinambungan dengan masa lalu. Ulama dan santri memiliki andil penting dalam sejarah Indonesia. Oleh kaum Orientalis, fakta sejarah Indonesia diputarbalikkan dengan dusta yang dikemas layaknya kebenaran. Buku ini berisikan fakta sejarah perjuangan ulama dan santri dalam menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan, di dalam buku ini, anda akan menemukan berbagai sejarah yang dirahasiakan atau jarang diketahui khalayak umum, hal ini akan mengubah drastis pandangan anda tentang sejarah Indonesia.
       Pada awal bab, Ahmad Mansur memaparkan mengenai kelahiran Muhammad SAW. sebagai Rasul terakhir yang membawa risalah Islam, lalu Khulafaur Rasyidin yang terdiri atas Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar Bin Khaththab, Utsman Bin Affan dan Ali Bin Abi Thalib beserta beberapa Khilafah. Dan di bab-bab selanjutnya, Ia menjelaskan tentang mengenai perkembangan agama islam di nusantara Indonesia, dimana ulama dan santri memiliki andil yang penting. Sangat mengejutkan, beberapa mengenai tulisan sejarah yang beredar di msyarakat dibantah oleh buku ini dengan berbagai usaha mengungkapkan fakta sesunggguhnya. Salah satunya ialah, pada halaman 97, di sana tertera bahwa, menurut Teori Makkah, islam masuk ke Nusantara pada abad ke-7 dan diperkuat oleh Teori Maritim. Hal ini bertentangan dengan pengetahuan sejarah umum, yang menjelaskan bahwa islam masuk ke Nusantara pada abad ke- 13. Kita membenarkan tentang masuknya Islam pada abad tersebut melalui Teori Gujarat. Tanpa kita ketahui, sejarah islam Indonesia ini mengikuti hasil penulisan sarjana Belanda, terutama mengikuti teori Prof. Dr. C. Snouck Hurgronje, maka diteorikanlah islam masuk dari Gujarat. Jika dipahami lebih lanjut, tidak masuk akal jika begitu islam masuk ke Samudra Pasai langsung mendirikan kekuaaan politik atau kesultanan.
       Kelebihan dari buku ini ialah, penyampaian sejarah terasa lebih menarik saat membacanya. Bahasa tidak terlalu kaku, dan pembahasan tidak monoton. Bahkan, di dalamnya terdapat campuran antara sejarah, al-Quran, geografi, science, dll. Rujukan terbilang sangat lengkap, dan juga dalam menyusun buku API Sejarah, Ahmad Mansur merujuk kepada 262 buku.
       Jika dilihat, buku ini hampir tidak mempunyai kekurangan. Namun setiap kelebihan tak luput dari kekurangan. Adapun kekurangan dalam buku ini terlihat pada ketidakseragaman ejaan yang digunakan, diantaranya masih terdapat Ejaan Ophusyen, Ejaan suwandi dan EYD. Memang dengan melihat ejaan ini, kita akan teringat akan masa dahulu, namun alangkah lebih baik jika EYD dijadikan sebagai ejaan dasar dalam penulisan. Dan di samping itu, saya menemukan kesalahan penulisan daftar pustaka yang tidak sesuai dengan standar APA, walaupun hanya satu diantara berbagai sumber. Seharusnya, hal-hal kecil seperti ini lebih diperhatikan, agar buku yang bagus dan sangat layak di baca ini dapat maju sebagai buku sejarah Indonesia yang bertaraf internasional.
       Banyak fakta-fakta yang di ungkapkan oleh Ahmad Mansur, sehingga buku API Sejarah layak di apresiasi lebih lanjut. Buku ini sesuai untuk semua golongan dan sangat disarankan kepada para pendidik sejarah, dikarenakan ia mengungkap ketidakberesan dalam sejarah. Di balik ini semua, buku API Sejarah terdapat kelebihan dan beberapa kekurangan. Adapun maksud dari penulis buku ini ialah agar kita tergugah kembali akan kesadaran sejarah terhadap nilai perjuangan ulama dan santri dan terbangkitkan kembali kesadaran wajib bela bangsa, negara serta agama secara bersama dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sudah merdeka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HAFALAN QUR'AN HILANG KARENA MAKSIAT

PERTANYAAN DI PADANG MAHSYAR

EMPAT UNSUR TAWAKKAL