MATA YANG BUTA
mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah)’; maknanya adalah mereka yang telah Allah jadikan penghuni Jahannam mempunyai hati yang tidak digunakan untuk memikirkan ayat-ayat Allah, tidak mentadaburi dalil-dalil yang menunjukkan ke-Esa-an-Nya, dan tidak mengambil pelajaran dengannya dari hujjah-hujjah Rasul sehingga mereka mengetahui tauhid Rabb mereka dan mengetahui hakekat kenabian nabi-nabi mereka. Maka Rabb kita ‘azza wa jalla mensifati mereka dengan : ‘tidak dipergunakan hatinya untuk memahami (ayat-ayat Allah)’, dikarenakan berpalingnya mereka dari kebenaran dan meninggalkan mentadaburi kebenaran kenabian para Rasul., serta karena lamanya mereka berada dalam kekafiran. Begitu juga dengan firman-Nya ‘dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihatnya’, yaitu : mereka mempunyai mata yang tidak dipergunakan untuk melihat ayat-ayat Allah dan dalil-dalil-Nya, sehingga mereka dapat merenungkan dan memikirkannya (ayat-ayat Allah dan dalil-dalil-Nya), mengetahui kebenaran dakwah para Rasul kepada mereka, rusaknya perbuatan mereka berupa kesyirikan kepada Allah dan pendustaan terhadap rasul-rasul-Nya. Maka Allah mensifati mereka tidak dapat melihat, karena mereka tidak mempergunakan mata mereka untuk melihat kebenaran.
Komentar