PDNERAPAN METODE SNOWBALL THROWING
PENERAPAN METODE SNOWBALL THROWING DALAM MATERI PUASA
Indah Syarofa Taqwana, Indah Tria Amalia, Kristin Wiranata, Laela Nur Saleha, dan Milla Zakiyah
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis model pembelajaran Snowball Throwing dan untuk mengetahui serta mendeskripsikan keefektifan pembelajaran Snowball Throwing dalam pembelajaran PAI dengan model yang dibuat oleh guru. Penelitian ini menggunakan teori kondisi pembelajaran yang efektif oleh Uzer Mohammad Usman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif dan kualitatif. Dengan menggunakan teori dan metode di atas, penelitian ini menyimpulkan: Hasil penelitian Widodo (2009) yang membahas tentang meningkatkan motivasi siswa bertanya melalui metode Snowball Throwing menjelaskan bahwa pembelajaran dengan Snowball Throwing dapat meningkatkan ketrampilan siswa dalam bertanya, baik dalam menyusun pertanyaan maupun bertanya untuk menyelesaikan masalah sehingga aktifitas dan keberanian siswa juga akan meningkat. Pendekatan ini akan mengikutsertakan siswa berperan aktif dalam pembelajaran, serta mengembangkan karakter diri siswa yaitu aspek karakter komunikatif dan rasa ingin tahu. (Putri, 2014) Berikutnya dapat mengurangi rasa takut siswa dalam bertanya kepada temannya maupun guru, terakhir dengan menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing dengan ini memungkinkan siswa saling memberikan pengetahuan. (Akhiriyah, 2011)
Kata Kunci: Efektivitas, Pembelajaran PAI, Model Lemparan Bola Salju
ABSTRACT
The purpose of this study is to describe and analyze the Snowball Throwing learning model and to determine and describe the learning effectiveness of Snowball Throwing in PAI learning with models made by the teacher. This study uses the theory of effective learning conditions by Uzer Mohammad Usman. The method used in this research is descriptive and qualitative approach. By using the theory and methods above, this research concludes: The result of Widodo (2009) research which discuss about increasing the motivation of students asking through Snowball Throwing method explains that learning with Snowball Throwing can improve students 'skill in asking, either in compiling questions and asking to solve problems so that the activity and students' courage will also increase. This approach will involve students play an active role in learning, as well as develop the students' self-character aspects of communicative character and curiosity. (Putri, 2014) Next can reduce students' fear in asking their friends and teachers, most recently by using the Snowball Throwing learning model which allows students to give each other knowledge. (Akhiriyah, 2011)
Keywords: Effectiveness, Learning PAI, Snowball Throwing Model
PENDAHULUAN
Tercapainya tujuan pembelajaran harus didukung oleh kuatnya komponen-komponen dalam pembelajran yang antara satu dengan yang lainnya saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan. Hal ini tentu menjadi tugas seorang guru harus senantiasa pandai dalam menciptakan proses pembelajaran yang diharapkan.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menyatakan bahwa, setiap siswa mempunyai potensi yang harus dikembangkan, maka proses pembelajaran yang cocok adalah yang menggali potensi siswa untuk selalu kreatif dan berkembang tercipta suatu pembelajaran yang bermakna yang akan membawa siswa pada pengalaman yang mengesankan. Pengalaman yang diperoleh siswa akan semakin berkesan apabila pada proses pembelajaran, siswa mengalami dan melakukannya sendiri. (Rasyid, 2011)
Pembelajaran yang kreatif akan menciptakan suatu keadaan yang menyenangkan bagi siswa selama pembelajaran berlangsung dengan melibatkan siswa secara aktif dapat meningkatkan pemahaman materi dan kemampuan berfikir siswa. Serta pembelajaran menggunakan metode yang berganti-ganti akan menghilangkan kebosanan siswa dalam belajar. Dengan metode yang tepat guru akan lebih mudah menyampaikan materi kepada siswa.
Dalam praktek dilapangan penulis menggunakan metode snowball throwing pada materi puasa di Madrasah Diniyah, penerapan metode tersebut berdasarksn argumen penulis bahwa pada materi puasa terdapat banyak sub materi yang harus diketahui anak. materi pengertian, macam-macam, rukun, syarat, hal yang membatalkan dan lain sebagainya yang tidak bisa disampaikan hanya dengan satu pertemuan. Disisi lain terdapat indikator-indikator pencapaian hasil pembelajaran yang harus dituntaskan. Untuk itu penulis menerapkan metode snowball dengan format laporan yang berjudul “PENERAPAN METODE SNOWBALL THROWING DALAM MATERI PUASA ”
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan di Majlis Ta’lim Al-Husna pada tanggal 17 Mei 2018 pada anak-anak seusia SMP dan SD, pada pembelajaran mengenai materi puasa. Metode yang peneliti gunakan merupakan penelitian tindakan yang digunakan untuk mengumpulkan informasi sebagai bahan untuk mengetahui penerapan metode snowball trawing dalam pembelajaran puasa.
Instrument yang digunakan dalam penelitian ini merupakan lembaran tes dan lembar observasi. Lembaran tes di berikan kepada siswa ketika pembelajaran sedang berlangsung, dengan cara setiap kelompok yang telah membuat soal melemparkan kertas (yang berisi pertanyaan tersebut) kepada kelompok lain, dan kelompok yang mendapat kertas tersebut menjawab pertanyaan yang tertera. Sedangkan observasi dilakukan pada saat tindakan berlangsung terhadap aktivitas belajar siswa dalam proses pembelajaran oleh peneliti.
Teknik yang peneliti gunakan dalam penelitian ini merupakan teknik tes dan teknik observasi. Tes merupakan cara yang digunakan untuk mengukur hingga sejauh mana pemahaman siswa terhadap sebuah materi. Sedangkan teknik observasi adalah teknik pengumpulan data dengan cara peneliti melakukan pengamatan secara langsung di lapangan secara sistematis. Adapun analisis data yang digunakan merupakan analisis data deskriptif.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Selama ini pembelajaran di kelas didominasi oleh pemahaman strukturalis/objektivisme/behaviorisme yang bertujuan siswa mengingat informasi, lalu terjadi memorasi. Pembelajaran dengan metode snowball throwing tidak demikian, dalam hal ini peserta didik diberikan kebebasan untuk membangun atau menciptakan pengetahuan dengan cara mencoba memberi arti pada pengetahuan yang dialaminya. Siswa diberi pemahaman bahwa ilmu
pengetahuan adalah suatu yang tidak stabil dan hanya berupa rekaman. Ilmu pengetahuan adalah konstruksi manusia mengalami pengalaman-pengalaman baru yang menyebabkan pengetahuan terus berkembang sesuai perkembangan zaman. Prinsip pembelajaran dengan metode snowball throwing termuat di dalam prinsip pendekatan kooperatif yang didasarkan pada lima prinsip, yaitu prinsip belajar siswa aktif (student active learning), belajar kerjasama (cooperative learning), pembelajaran partisipatorik, mengajar reaktif (reactive teaching), dan pembelajaran yang menyenangkan (joyfull learning). (Rahman, 2013)
Pendekatan Snowball Throwing merupakan pendekatan yang berpusat pada siswa. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok kecil dan ditugaskan untuk membuat satu pertanyaan yang sesuai kehidupan nyata dan kemudian diselesaikan bersama-sama. Kegiatan menyusun pertanyaan sesuai dengan kehidupan nyata ini akan mengembangkan rasa ingin tahu siswa. Siswa akan menghadapi banyak hal yang akan menimbulkan pertanyaan dalam dirinya sehingga mengembangkan rasa ingin tahu dan komunikasinya. Hasil penelitian Widodo (2009) yang membahas tentang meningkatkan motivasi siswa bertanya melalui metode Snowball Throwing menjelaskan bahwa pembelajaran dengan Snowball Throwing dapat meningkatkan ketrampilan siswa dalam bertanya, baik dalam menyusun pertanyaan maupun bertanya untuk menyelesaikan masalah sehingga aktifitas dan keberanian siswa juga akan meningkat. Pendekatan ini akan mengikutsertakan siswa berperan aktif dalam pembelajaran, serta mengembangkan karakter diri siswa yaitu aspek karakter komunikatif dan rasa ingin tahu. (Putri, 2014) Berikutnya dapat mengurangi rasa takut siswa dalam bertanya kepada temannya maupun guru, terakhir dengan menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing dengan ini memungkinkan siswa saling memberikan pengetahuan. (Akhiriyah, 2011)
Snowball secara etimologi berarti bola salju, sedangkan throwing artinya melempar. Snowball Throwing secara keseluruhan dapat diartikan melempar bola salju. Dalam pembelajaran Snowball Throwing, bola salju merupakan kertas yang berisi pertanyaan yang dibuat oleh siswa kemudian dilempar kepada temannya sendiri untuk dijawab. Menurut Mohib Asrori (2010), Snowball Throwing merupakan salah satu model pembelajaran aktif (activelearning) yang dalam pelaksanaannya banyak melibatkan siswa. Peran guru di sini hanya sebagai pemberi arahan awal mengenai topik pembelajaran dan selanjutnya penertiban terhadap jalannya pembelajaran. Menurut Rachmad Widodo (2009) “Model Pembelajaran Snowball Throwing disebut juga model pembelajaran gelundungan bola salju”. Model pembelajaran ini melatih siswa untuk lebih tanggap menerima pesan dari siswa lain dalam bentuk bola salju yang terbuat dari kertas, dan menyampaikan pesan tersebut kepada temannya dalam satu kelompok. Pembelajaran dengan model snowball throwing, menggunakan tiga penerapan pembelajaran antara lain: pengetahuan dibangun sedikit demi sedikit yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas melalui pengalaman nyata (constructivism), pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hasil mengingat seperangkat fakta-fakta, tetapi hasil dari menemukan sendiri (inquiry), pengetahuan yang dimiliki seseorang, selalu bermula dari “bertanya” (questioning) dari bertanya siswa dapat menggali informasi, mengkonfirmasikan apa yang sudah diketahui dan mengarahkan perhatian pada aspek yang belum diketahui. Di dalam model pembelajaran snowball throwing strategi memperoleh dan pendalaman pengetahuan lebih diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat pengetahuan tersebut. (Agustina, 2013)
Berdasarkan uraian di atas, dapat dilihat bahwa antara model pembelajaran Snowball Throwing sangat berbeda dengan model pembelajaran konvensional yang dilakukan oleh guru–guru di sekolah. Perbedaan ini terlihat dari sintaks dan metode yang digunakan dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran konvensional lebih cenderung guru yang aktif dalam proses pembelajaran, guru mentransfer begitu saja pengetahuan yang dimiliki kepada peserta didik tanpa
memperhitungkan mental peserta didik. Kondisi seperti ini, mengakibatkan siswa pasif dalam pembelajaran di kelas dan cenderung akan cepat merasa bosan. Berbeda halnya dengan model pembelajaran Snowball Throwing, dalam proses pembelajarannya siswa diberikan kesempatan untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran melalui diskusi. Mulai dari kegiatan mengeksplorasi pengetahuan awal dan pengalaman siswa, melakukan diskusi kelompok untuk percobaan dan pengamatan, menjelaskan konsep dengan kalimat sendiri, menerapkan konsep dengan tes tertulis,
dan merangkum proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. Proses pembelajaran seperti inilah yang diinginkan oleh peserta didik, mereka diberikan kebebasan untuk mengeksplor kemampuan yang mereka miliki (Dewi, 2013)
Adapun langkah-langkah penerapan metode snowball throwing adalah: 1) Guru menyampaikan materi yang akan disajikan, 2) Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi, 3) Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada teman sekelompoknya, 4) Maisng-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok, 5) siswa membentuk kertas tersebut seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama kurang lebih 5 menit, 6) setelah siswa mendapat satu bola, ia diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas tersebut secara bergantian, 7) Guru mengevaluasi dan menutup pembelajaran. (Huda, 2014)
Adapun kelebihan dari model pembelajaran Snowball Throwing adalah: 1) Mengungkapkan daya ingat, 2) Pembelajaran berpusat pada peserta didik, 3) Peserta didik aktif (Dewi, 2013) 4) terdapat unsur permainan dengan melempar pertanyaan dari satu kelompok ke kelompok lain. (Rasyid, 2011) 5) Peserta didik diberikan kebebasan untuk membangun atau menciptakan pengetahuan dengan cara mencoba memberi arti pada pengetahuan yang dialaminya, 6) mengembangkan rasa ingin tahu siswa, 7) meningkatkan ketrampilan siswa dalam bertanya, 8) keberanian siswa juga akan meningkat, 9) melatih siswa untuk lebih tanggap menerima pesan dari siswa lain, 10) strategi memperoleh dan pendalaman pengetahuan lebih diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat pengetahuan. Dibalik kelebihan terdapat kekurangan, adapun kelemahan metode pembelajaran snowball throwing adalah: tidak efektif dan pengetahuan tidak luas karena hanya berkutat pada pengetahuan sekitar siswa saja.
SIMPULAN
Penerapan model pembelajaran kontekstual dengan pendekatan Snowball telah dilaksanakan melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) satu siklus. Dalam proses pembelajaran, siswa dibagi dalam empat kelompok dan tiap kelompok terdiri dari empat atau lima siswa. Tiap kelompok ditugaskan untuk membuat satu pertanyaan yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan sehari-hari, kemudian pertanyaan tersebut ditukar dengan kelompok lain secara berputar. Setelah semua kelompok memperoleh giliran menjawab pertanyaan, kemudian dilakukan diskusi kelas. Berdasarkan analisis hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kontekstual dengan pendekatan Snowball Throwing berpengaruh positif. Namun efektivitas pembelajaran perlu dipertimbangkan ketika memilih metode ini sebab metode ini memakan waktu yang banyak.
REFERENSI
Agustina, E. T. (2013). Implementasi Model Pembelajaran Snowball Throwing Untuk meningkatkan Hasil Belajar Siswa dalam Membuat Produk Kria Kayu dengan Peralatan Manual. INVOTEC, Volume IX, No.1, 17-28 .
Akhiriyah, D. Y. (2011). Penerapan Model Pembelajaran Snowball Throwing Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran IPS Pada Siswa Kelas V SDN Kalibanteng Kidul 01 Kota Semarang . KREATIF Jurnal Kependidikan Dasar Volume 1, Nomor 2, 209.
Dewi, M. P. (2013). Pengaruh Model Pembelajaran Snowball Throwing Terhadap Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas V SD Di Gugus Sri Kandi Kecamatan Denpasar Timur. Jurusan PGSD, FIP, Universitas Pendidikan Ganesha .
Huda, M. (2014). Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran: Isu-Isu Metodis dan Pradigmatis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Putri, A. (2014). Penerapan Model Pembelajaran Kontekstual dengan Pendekatan Snowball Throwing Untuk Mengembangkan Karakter Komunikatif dan Rasa Ingin Tahu Siswa SMP. Unnes Physics Education Journal, 55.
Rahman, A. (2013). Penerapan Metode Snowball Throwing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V Pada SDN No. 1 Pantolobete. Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 5 No. 4 , 157.
Rasyid, M. (2011). Pengaruh Penerapan Pembelajaran Snowball Throwing terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X SMAN I Bajeng Kab. Gowa (Studi pada Materi Pokok Senyawa Hidrokarbon). Jurnal Chemica Vo/. 12 Nomor 2, 70.
Komentar