وَمَنْ نَزَلَتْ بِسًاحَتِهِ الْمَنَايَا فَلَا أَرْضٌ تَقِيْهِ وَلَا سَمَاءُ
وَأَرْضُ اللهِ وَاسِعَةٌ وَلٰكِنْ إِذَا نَزَلَ القَضَا ضَاقَ الْفَضَاءُدَعِ الْأَيّامَ تَغْدِرُ كُلَّ حِيْنٍ فَمَا يُغْنِيْ عَنِ الْمَوْتِ الدَّوَاءُ
Apabila ajal datang padamu,
maka tak sejengkal bumi, tidak pula sebidang langit yang dapatmelindungimu.
Bumi Allah amatlah luas, tetapi
suatu saat apabila takdir sudah datang angkasa pun menjadi
sempit.
Biarlah hari-hari itu tidak setia setiap saat.
Sebab, obat apa pun juga tak akan menangkal ajal.
(Jawahir al-Adab wa Adab al-Fugaha).
Penjelasan:
Ketika ajal datang menghampiri seseorang, maka tidak adatempat baginya untuk menghindar dan berlindung. Ya, benar,kematian bagaikan suatu penyakit yang tiada obatnya. Lalu, apakahkita semua sudah siap untuk bertemu dengan detik-detik kematianitu?