Translate

kadar khauf dihati hamba

وكان فضيل بن عياض رضي الله عنه يقول :
خوف العبد من الله على قدر معرفته به... 

`Berkata syekh fudloil bin iyadh ra berkata :` 

*Rasa takut seorang hamba kepada allah SWT itu tergantung  pada kadar makrifat nya kepada allah SWT.*

Semakin Mengenal Hakikat Dunia, Semakin Sedikit Ketertarikan Terhadap Dunia



Kita sadar bahwa dunia ini hanyalah tempat persinggahan untuk mengumpulkan bekal sebelum menghadap Rabb kita.
Itulah mengapa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, 
*“Apa urusanku dengan dunia?! Sesungguhnya perumpamaanku dan perumpamaan dunia ini ialah seperti pengendara yang berteduh di bawah pohon, ia istirahat (sesaat) kemudian meninggalkannya.”*

Ketika kita tau bahwa tidak ada kenikmatan yang sempurna kecuali di surga-Nya nanti, maka biidznillah kita akan semangat mencari akhirat, dan kita tidak akan terlena dengan dunia serta segala macam perhiasannya. Karena kita tau, bahwa dunia ini hanyalah permainan dan perhiasan yang menipu dan kenikmatannya pun bersifat semu. 

Maka, tidak ada yang perlu diharapkan berlebih di dunia ini kecuali bagaimana kita wafat dalam keadaan membawa hati yang selamat dari kesyirikan, kemaksiatan, dan segala hal yang Allah murkai. Dan bagaimana kita bisa wafat dalam keadaan Dia ridha.. 🤍

Istiqomah dalam amal ibadah unggulan walaupun sedikit

Ada orang yang dimudahkan untuk memperbanyak puasa sunnah. Ada orang yang dimudahkan untuk banyak shalat malam.

Ada orang yang dimudahkan untuk memperbanyak infaqnya. Ada orang yang dimudahkan untuk berdakwah dengan ilmunya.

Demikianlah Allah membagi-bagi amalan sebagaimana Allah membagikan rezeki.

Temukan di mana Allah mudahkan engkau untuk beramal shalih. Dan maksimalkan. Karena kita semua butuh cari muka di hadapan Allah.

✍️ Hamba Allah hafidzhahullah

https://whatsapp.com/channel/0029Vb5Qapr5vKA6jWj08t3a

Ketika Nikmat dan Musibah Sama-sama Menjadi Ujian



Selama ini kita sering mengira bahwa yang namanya ujian adalah kesulitan: sakit, kehilangan, kegagalan, atau sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Padahal Allah berfirman:

وَبَلَوْنَاهُم بِالْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
“Kami menguji mereka dengan kebaikan-kebaikan dan keburukan-keburukan agar mereka kembali.”

Ternyata nikmat juga ujian. Kesehatan, ilmu, uang, keluarga, pekerjaan, kesempatan, bahkan waktu luang yang kita punya semuanya akan dipertanyakan: setelah Allah memberikan semua itu, apakah kita menjadi lebih dekat kepada-Nya atau justru semakin lalai?

Begitu juga dengan kesulitan. Sesuatu yang kita anggap sebagai musibah belum tentu menjadi keburukan bagi kita. Bisa jadi melalui kesulitan itu Allah sedang mengembalikan hati kita yang selama ini terlalu sibuk dengan dunia. Saat semua yang kita andalkan tidak bisa menolong, kita akhirnya sadar bahwa sejak awal tempat bergantung yang sebenarnya hanyalah Allah.

Dan yang paling indah, Allah menjelaskan tujuan dari semua ujian itu:

لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ — agar mereka kembali.

Jadi mungkin pertanyaan yang seharusnya lebih sering kita tanyakan bukan, “Kenapa Allah memberikan ini kepadaku?” Tetapi, “Setelah mengalami semua ini, apakah aku jadi lebih dekat kepada Allah?”

*Sebab terkadang Allah membuat kita kembali kepada-Nya melalui nikmat yang membuat kita bersyukur. Dan terkadang melalui kesulitan yang membuat kita menangis dan berdoa.*

Yang penting bukan apakah hidup sedang lapang atau sempit, tetapi apakah dalam keadaan itu kita sedang berjalan mendekat kepada Allah atau justru semakin jauh dari-Nya. 🌧️🩵

_نفحات الإيمان

cara mengasah fikiran

Memperbanyak membaca Al-Qur’an, baik dengan melihat mushaf maupun dengan hafalan, dapat mengasah pikiran.

Dengan demikian, hafalan pembacanya menjadi semakin kuat, pemahamannya semakin baik, dan pikirannya semakin kokoh.

Al-Waqidi رحمه الله berkata:
“Aku mendengar para guru kami berkata: Tidak ada sesuatu yang telah dipraktikkan oleh manusia yang lebih menambah kuatnya hafalan dan lebih membuatnya kokoh daripada membaca Al-Qur’an dan memperbanyak membacanya.”

— Dr. Shalih Al-‘Ushaimi حفظه الله

JANGAN PERNAH MENYEPELEKAN FAEDAH ILMU YANG DATANG KEPADAMU SEKECIL APA-PUN

*📔*

زُبيد الڪوفي رحمه الله: "سمعت ڪلمة 
فنفعنـي الله بـهـا ثـلاثِيـن سنـة".
(السير : ٥/٢٩٧)

`Zubaid Al Kuufiy ra pernah berkata ;`

Aku pernah mendengarkan satu kalimat ilmu yang ringan ,yang mana
karena itu ,ALLAH memberikan manfaat kepadaku selama 30 tahun aku menggunakan kalimat ilmu itu sebagai bekal hidupku .

_📚Sumber kitab As Siyaru juz 5 hal.297 ._

`𓂃©® 𝐔𝐲𝐮𝐧𝐮𝐥 𝐌𝐚𝐬𝐚'𝐢𝐥𓂃`

Izinkan Aku Selalu Dekat Dengan-Mu



📮Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata:

> من الَّذِي عاملك بلبه فَلم يربح من الَّذِي جائك بكربه فَلم يفرح أَي صدر صدر عَن بابك وَلم يشْرَح من ذَا الَّذِي لَاذَ بحبلك فاشتهى أَن يبرح يَا معرضًا عَنهُ إِلَى من أَعرَضت يَا مَشْغُولًا بِغَيْرِهِ بِمن تعوضت

🌙Siapakah yang bermuamalah dengan-Mu dengan sepenuh hatinya, lalu ia tidak memperoleh keuntungan?

💐Siapakah yang datang kepada-Mu membawa kesusahan dan kegelisahannya, lalu ia tidak kembali dengan hati yang bergembira?

🌤️Dada manakah yang beranjak dari pintu-Mu, namun tidak dilapangkan?

🌿Siapakah yang berlindung dan berpegang teguh pada tali-Mu, lalu masih menginginkan untuk pergi meninggalkannya?

🍂Wahai orang yang berpaling dari-Nya, kepada siapakah engkau berpaling?

🍃Wahai orang yang sibuk dengan selain-Nya, dengan siapakah engkau hendak menggantikan-Nya?

📚Al-Mudhisy, 404
📂https://t.me/rihlahthalabah

link murottal

Bismillah
🤍🌼 link murottal Alqur'an 30 juz  semoga bermanfaat.

Juz 1 ⇨ http://j.mp/2b8SiNO
Juz 2 ⇨ http://j.mp/2b8RJmQ
Juz 3 ⇨ http://j.mp/2bFSrtF
Juz 4 ⇨ http://j.mp/2b8SXi3
Juz 5 ⇨ http://j.mp/2b8RZm3
Juz 6 ⇨ http://j.mp/28MBohs
Juz 7 ⇨ http://j.mp/2bFRIZC
Juz 8 ⇨ http://j.mp/2bufF7o
Juz 9 ⇨ http://j.mp/2byr1bu
Juz 10 ⇨ http://j.mp/2bHfyUH
Juz 11 ⇨ http://j.mp/2bHf80y
Juz 12 ⇨ http://j.mp/2bWnTby
Juz 13 ⇨ http://j.mp/2bFTiKQ
Juz 14 ⇨ http://j.mp/2b8SUTA
Juz 15 ⇨ http://j.mp/2bFRQIM
Juz 16 ⇨ http://j.mp/2b8SegG
Juz 17 ⇨ http://j.mp/2brHsFz
Juz 18 ⇨ http://j.mp/2b8SCfc
Juz 19 ⇨ http://j.mp/2bFSq95
Juz 20 ⇨ http://j.mp/2brI1zc
Juz 21 ⇨ http://j.mp/2b8VcBO
Juz 22 ⇨ http://j.mp/2bFRxNP
Juz 23 ⇨ http://j.mp/2brItxm
Juz 24 ⇨ http://j.mp/2brHKw5
Juz 25 ⇨ http://j.mp/2brImlf
Juz 26 ⇨ http://j.mp/2bFRHF2
Juz 27 ⇨ http://j.mp/2bFRXno
Juz 28 ⇨ http://j.mp/2brI3ai
Juz 29 ⇨ http://j.mp/2bFRyBF
Juz 30 ⇨ http://j.mp/2bFREcc

────⊱◈𝓷𝓭𝓨𝓪𝓩𝓪à◈⊰────
 📎 _Free (share & save)_
  بارڪ اللّـہ فيڪمــ وجزاڪمــ اللّـہ خيـرا 

Mudah-mudahan menjadi ladang amal jariyah


dijauhkan dari perkara haram

Jika Allah mencintai seorang hamba, maka Dia akan menjauhkan hamba tersebut dari hal yang haram. Allah menutup pintu-pintu perkara haram di hadapan muka sang hamba tersebut.
Oleh karena itu Allah palingkan seorang mukmin dari pintu-pintu keburukan, hal yang haram, kesyirikan dan segala jenis keburukan karena Allah mencintainya.

Dan inilah tanda ketika Allah ‘Azza wa Jalla sudah mencintai seorang hamba ❤️‍🩹
Perkataan di atas selaras dengan potongan di dalam hadits Qudsi yang mana Allah Ta’ala berfirman, “Jika Aku sudah mencintainya, Aku menjadi pendengaran yang dia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatan yang dia gunakan untuk melihat, menjadi tangan yang dia gunakan untuk memegang, dan menjadi kaki yang dia gunakan untuk berjalan.” 

Artinya ketika Allah sudah mencintai kita, Allah akan bimbing setiap gerak gerik kita, sehingga tidaklah kita mendengar, melihat, berbuat sesuatu dengan tangan kita, dan berjalan, kecuali pada hal yang baik dan Allah ridhai saja 🤍 
Wallahua’lam Bisshawab

🌿 JALAN BERSAMA AL-QUR’AN

Mau'idzoh PCQ📌


Jalan bersama Al-Qur’an bukanlah jalan yang selalu dihiasi kemudahan. Ada hari-hari ketika menghafal terasa berat, ayat sulit melekat, murojaah terasa membosankan, dan semangat perlahan menurun.

Namun, jangan berhenti hanya karena perjalanan terasa berat.

Al-Qur’an tidak akan menetap di hati orang yang mudah menyerah. Ia membutuhkan kesabaran, kesungguhan, pengorbanan, dan keteguhan untuk terus kembali—lagi dan lagi.

> “Ilmu tidak akan diraih oleh orang yang malas, lemah semangat, mudah jemu, dan gemar bersantai.”

📖 Wahai para pencinta Al-Qur’an...

Jika hari ini Allah masih membuatmu ingin membuka mushaf, masih memberimu kesempatan menghafal, masih membuat hatimu gelisah ketika jauh dari Al-Qur’an—bersyukurlah.

Mungkin perjalananmu lambat.
Mungkin hafalanmu belum banyak.
Mungkin bacaanmu masih perlu diperbaiki.
Mungkin kamu berkali-kali lupa ayat yang sudah dihafal.

Tidak mengapa. Teruslah kembali.🤍

Jangan ukur perjalananmu hanya dari seberapa banyak yang telah kamu hafal. Lihatlah juga seberapa jauh Al-Qur’an telah mengubah hatimu.

Sebab bisa jadi, satu ayat yang terus kamu perjuangkan untuk dihafal dengan penuh kesabaran, jauh lebih berharga daripada banyak ayat yang hanya singgah di lisan tanpa mengubah kehidupan.

🌱 Jangan berhenti.

Ketika lelah, istirahatlah—tetapi jangan meninggalkan jalan ini.
Ketika lupa, ulangilah.
Ketika futur, mintalah pertolongan Allah.
Ketika merasa tertinggal, ingatlah bahwa Allah melihat setiap langkahmu.

Kita tidak tahu apakah akan sampai pada 30 juz.
Tetapi kita tahu bahwa kita ingin terus berjalan bersama Al-Qur’an sampai Allah memanggil kita.

Dan semoga, ketika ajal datang, kita sedang berada di jalan yang paling kita cintai:

jalan menuju Kalamullah. 📖🤍

“Ya Allah, jangan jadikan Al-Qur’an hanya sebagai sesuatu yang kami hafal, tetapi jadikanlah ia cahaya bagi hati kami, petunjuk bagi hidup kami, dan teman kami hingga kami bertemu dengan-Mu.” 🤲🏻

hati yang jauh dari Allah

Tidak ada yang lebih merugikan daripada membiarkan hati terlalu lama jauh dari mengingat Allah. Kelalaian tidak selalu datang sekaligus. Sering kali ia bermula dari kebiasaan menunda kebaikan, hingga perlahan hati menjadi terbiasa menjalani hari tanpa banyak mengingat-Nya. Karena itu, jangan menunggu hingga iman terasa melemah untuk mulai memperbaiki diri. Jagalah hati dengan senantiasa mendekat kepada Allah sebelum kelalaian menjadi kebiasaan.

𓂃 ࣪˖ 𝐀𝐬𝐤𝐚𝐫𝐚 𝐃𝐚𝐤𝐰𝐚𝐡 ˖ ࣪𓂃

tidak terkenal dibumi namun terkenal di langit

Tahukah kamu..
Ada seorang yang tidak bisa membaca, tidak bisa menulis, bukan orang berpendidikan, tetapi namanya dikenal oleh para malaikat di langit. 

Siapa dia? 
Uwais Al-Qarni. Yang membuatnya mulia bukan gelar, bukan harta, bukan jabatan. Hanya satu, baktinya kepada ibunya. 

Hari ini banyak orang mengejar rezeki, sibuk mengejar kesuksesan, tetapi melupakan pintu keberkahan yang paling dekat, yaitu orang tuanya. Padahal bisa jadi, bukan rezekimu yang kurang, tetapi keberkahannya yang dicabut karena hubunganmu dengan ayah dan ibumu yang diabaikan. 

𝐔𝐬𝐭𝐚𝐝𝐳𝐚𝐡 𝐀𝐢𝐬𝐲𝐚𝐡 𝐅𝐚𝐫𝐢𝐝
𝐛𝐢𝐧𝐭𝐢 𝐒𝐲𝐞𝐤𝐡 𝐀𝐛𝐮 𝐁𝐚𝐤𝐚𝐫

alangkah baiknya hati yang bersih

Jika hati bersih maka ia akan memandang orang lain dengan penuh kebaikan dan husnuzhan...
Melihat anak kecil, memandangnya bahwa lebih mulia karena tidak ada dosa yang dipikulnya

Melihat orang tua, maka memandangnya ahli ibadah karena berapa banyak waktu yang dia habiskan untuk beribadah..

Memandang ahli maksiat maka ia memandangnya dengan penuh kasih sayang, karena bisa jadi ia orang yang kembali kepada Allah diakhir hayatnya dan menjadi orang yang unggul dalam beramal saleh kelak...

Memandang orang miskin, maka ia memandangnya bahwa betapa banyaknya pahala sabar yang telah ia kumpulkan karena menghadapi kesusahan hidupnya selama ini...

Memandang orang kaya, maka ia memandangnya betapa banyak amal jariah yang sudah ia siapkan guna menghadapi alam akhirat yang abadi ..


Kita tidak pernah tahu isi hati seseorang.. bisa jadi ia mulia dipandangan kita namun hina dipandangan Allah . 
Dan bisa jadi ia hina dipandangan kita namun mulia dihadapan Allah . 

Maka dari itu tetaplah berhusnuzan kepada siapapun..
Sebab hati ibarat cermin, jika ia bersih maka ia akan memandang orang lain dengan baik dan bersih tidak dengan pandangan menghinakan..

Ada Orang yang diremehkan manusia karena penampilannya.

Namun Allah begitu sayang padanya.

Ditolak di pintu-pintu rumah karena tampilan tubuhnya yang lusuh, miskin dan menderita.

Tapi pintu langit langsung terbuka saat dia mengadu.

Muslim meriwayatkan,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رُبَّ أَشْعَثَ مَدْفُوعٍ بِالْأَبْوَابِ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لَأَبَرَّهُ (صحيح مسلم (13/ 60)
Artinya,

“Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Betapa banyak orang yang rambutnya kusut, tampak dihinakan dan di usir oleh orang-orang, namun apabila dia meminta kepada Allah, pasti Allah akan mengabulkannya.”” (H.R.Muslim)

Dan juga jangan lupa berbuat baiklah kepada orang lain, sebagaimana dirimu juga ingin diperlakukan dengan perlakuan yang sama baiknya oleh orang lain...

Karena kasih sayang Allah amat luas terhadap makhluknya, maka sekali lagi jangan meremehkan seorang manusia pun dihadapan kita ..

Allahumma Inna mas aluka qolban salim... Ya Allah anugerahkan kami hati yang selamat.. 

penyebab suul khatimah

*Ꮺ’    Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :

❝  Su'ul-khatimah biasanya terjadi pada orang-orang yang rusak akidahnya, atau terus menerus dalam melakukan dosa besar serta melakukan kezaliman yang besar. Terkadang perbuatan tersebut menguasai dirinya sehingga mati dalam keadaan belum bertaubat.  ❞

🍁 *kata ulama*

Untuk siapakah hidup kita ini..??!!`

`📄
الحجّة الغزالي رحمه الله: "مَن كان لله كان الله له".
*📚(الإحياء ٣٨/٣)*

*Al-Imam Ghozali Ra berkata ;*

"Siapa orang yang hidupnya hanya untuk Allah, maka Allah pun akan selalu ada untuknya".

*📚 Ihya juz 3 hal.38*

`ִֶָ𓂃 ࣪˖ ִֶ𝑫𝒂𝒘𝒖𝒉 𝑼𝒍𝒂𝒎𝒂་༘࿐`

berlomba dalam istighfar

`Di dalam Kitab Lathoiful Ma'arif, dikatakan:`

فَمَنْ عَجَزَ عَنْ مُسَابَقَةِ المُحِيِّينَ فِي مَيْدَانِ مَضْمَارِهِمْ فَلَا يَعْجِزْ عَنْ مُشَارَكَةِ المُذْنِبِينَ فِي اسْتِغْفَارِهِمْ وَ اعْتِدَارِهِمْ

*"Bila tidak mampu berlomba-lomba dengan orang-orang sholih dalam puncak ibadah mereka. Maka berlombalah dengan para pendosa di dalam istighfar mereka!"*

`ִֶָ𓂃 ࣪˖ ִֶ𝑫𝒂𝒘𝒖𝒉 𝑼𝒍𝒂𝒎𝒂་༘࿐`

kisah pendek

`Sekelumit cerita pendek yang menyedihkan.`

*Dia berkata :* ahh.. besok saja aku taubat, ternyata dia tidur dan tak bangun kembali. 

نعوذ بالله من ذلك

`ִֶָ𓂃 ࣪˖ ִֶ𝑫𝒂𝒘𝒖𝒉 𝑼𝒍𝒂𝒎𝒂་༘࿐`

Jalan Menuju Allah taala Tidaklah Mudah


Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata:

"Jalan menuju Allah adalah jalan di mana Adam kelelahan, Nuh mengeluh, Ibrahim dilempar ke dalam api, Ismail dibentangkan untuk disembelih, Yusuf dijual sebagai budak dengan harga yang murah dan dipenjara hingga bertahun-tahun, Zakariya digergaji, Yahya disembelih, Ayyub menderita penyakit kulit (yang sangat menjinjikkan), Dawud menangis melebihi kadar semestinya, Isa berjalan dengan rasa takut yang sangat, dan Muhammad diuji dengan kefakiran dan berbagai gangguan lainnya. Sementara kalian ingin menempuhnya dengan bersantai ria dan bermain-main ??."

Kitab Al-Fawaid hal. 56

Allah Telah Menjawab Gundahmu



Saudara-saudari yang dirahmati Allah,

Pernahkah kita merasa hati sesak? Pekerjaan hilang, baru saja di-PHK, orang tercinta meninggal, konflik dalam keluarga, menjadi tulang punggung keluarga yang terasa berat, harta melimpah tapi waktu untuk beribadah hampir tidak ada, diuji penyakit kritis, atau ekonomi yang serba kekurangan?

Semua itu adalah ujian. Dan Allah sudah mengingatkan kita sejak dulu dalam Surah Al-‘Ankabut ayat 2–3:

> أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

> “Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan (hanya) dengan mengatakan, ‘Kami telah beriman,’ sedangkan mereka tidak diuji?”

Emas dilebur dengan api yang panas. Begitu juga manusia. Ujian akan melebur kita. Yang bertahan akan keluar lebih murni, seperti emas yang telah disaring.

---

**Pertanyaan yang sering terlintas di hati:**

**Pertama**, “Mengapa ujian yang kuhadapi harus seberat ini?”

Allah menjawab dalam Surah Al-Baqarah ayat 286:

> لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

> “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”

Jadi, ujian itu tidak pernah melebihi kekuatan yang Allah berikan kepada kita.

**Kedua**, ketika kita mengadu, “Ya Allah, aku sedih…”

Allah menjawab dalam Surah Ali ‘Imran ayat 139:

> وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

> “Janganlah kamu merasa lemah dan jangan pula bersedih hati, sebab kamulah orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu beriman.”

**Ketiga**, ketika hati sudah hampir putus asa…

Allah menjawab dalam Surah Az-Zumar ayat 53:

> لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ

> “Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.”

---

**Lalu, apa solusinya?**

**Pertama**, serahkan sepenuhnya kepada Allah. Ucapkan dengan yakin:

> حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ

> “Cukuplah Allah bagiku. Tidak ada Tuhan selain Dia. Kepada-Nyalah aku bertawakal.”

**Kedua**, perbanyak istighfar. Allah berfirman dalam Surah Nuh ayat 10–12:

> فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا  
> يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا  
> وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

Nabi Nuh mengajarkan: “Mintalah ampunan kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat, menambah harta dan anak-anakmu, serta menjadikan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.”

Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, Allah akan menjadikannya jalan keluar dari setiap kesempitan, kelapangan dari setiap kesedihan, dan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

**Ketiga**, husnuzan (berbaik sangka) kepada Allah. Ingatlah sabda Rasulullah ﷺ:

> “Dan mungkin saja kamu membenci sesuatu, padahal ia baik bagimu. Dan mungkin saja kamu menyukai sesuatu, padahal ia buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”  
> (QS. Al-Baqarah: 216)

---

Saudara-saudari,

Gundah hati itu nyata. Tapi Allah sudah menjawab semuanya. Tinggal kita mau mendengarkan jawaban-Nya atau terus tenggelam dalam keresahan.

Mari kita perbaiki hubungan dengan Allah: bertawakal, beristighfar, dan berbaik sangka. Karena di balik setiap ujian, ada emas yang sedang dimurnikan.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang keluar dari ujian dengan hati yang lebih bersih, iman yang lebih kuat, dan rezeki yang lebih berkah.

Wallahu a’lam bish-shawab.


hindari sesuatu yg dicintai demi mendidik nafsu

Maqolah Imam Syafi'i:
 فإن الغنى عن الشيء لا به 
"Kalau kamu ingin sesuatu maka hindari sesuatu itu". Misalkan saya pengen punya mobil atau apa saja, maka semakin saya inginkan perkara itu semakin saya tersiksa karena hawa nafsu itu juga. Maka jangan dipaksakan, hindari saja. 

*KH. Bahauddin Nur salim*

kondisi saat sakaratul maut

Di antara perkara yang paling menggetarkan adalah keadaan seseorang ketika menghadapi kematian.

*Saat itu ia akan merasakan penyesalan yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata, kegelisahan yang tak bertepi, dan kesedihan mendalam atas waktu yang telah berlalu. Ia berharap diberi kesempatan kembali agar dapat memperbaiki apa yang telah ia lewatkan dan menebus kelalaiannya, meskipun hanya seukuran waktu menjelang kematian. Bahkan, sebelum benar-benar meninggal, jiwanya hampir mati karena penyesalan.*

Seandainya seseorang merasakan sedikit saja dari keadaan itu ketika masih sehat, niscaya ia akan memperoleh semua tujuan yang ingin diraih melalui amal saleh. Orang yang berakal hendaknya membayangkan seolah-olah saat itu telah tiba, lalu beramal sesuai tuntutannya. Jika ia belum mampu membayangkannya secara nyata, hendaklah ia memaksakan diri semampunya. Dengan begitu, hawa nafsu akan terkendali dan semangat untuk bersungguh-sungguh akan bangkit.

*Adapun orang yang selalu membayangkan saat itu di depan matanya, seakan-akan ia adalah tawanan yang menanti eksekusi,* sebagaimana diriwayatkan tentang Habib al-'Ajami, bahwa setiap pagi ia berkata kepada istrinya :

*"Jika hari ini aku meninggal, maka si Fulan akan memandikanku, dan si Fulan akan membawaku (ke pemakaman)."*

Diriwayatkan pula bahwa ada seseorang berkata kepada seorang yang dikenalnya,
"Mari kita salat Zuhur."
Ia menjawab,
"Kalau aku sudah salat Zuhur bersamamu, belum tentu aku shalat ashar bersamamu"


Lalu ia berkata, *"Seakan-akan engkau berharap bisa hidup sampai Ashar! Semoga Allah melindungi kita dari panjang angan-angan."*

Disebutkan pula tentang seorang lelaki yang ketika jenazah diletakkan di hadapannya, ia berkata kepada dirinya sendiri

*"Ingatlah keadaan orang yang terbaring itu, seolah-olah dialah dirimu."*

> 📚 Shaidul al-Khathir karya Ibnul Jauzi.

_مَثابَة.

masuk surga Dengan mencintai nabi

`📄AL- HAFIZH JALALUDDIN AS-SUYUTHI pernah di tanya :`

هل يدخل احد الجنة بمحبته صلى الله عليه وسلم وهو عاص؟ 

Apakah seseorang itu masuk kedalam syurga dengan mencintai NABI SHOLLALLOHU A'LAIHI WASALLAM, padahal dia ahli maksiat ( pendosa)? 
Maka beliau menjawab :
نعم 
Iya ,dia akan masuk syurga. 


*📚Referensi :*

الحاوي للفتاوي ج ١ ص 280

`ִֶָ𓂃 ࣪˖ ִֶ𝑫𝒂𝒘𝒖𝒉 𝑼𝒍𝒂𝒎𝒂་༘࿐`

umur keduamu

Apabila Rabb-mu menganugerahkan kepadamu kesempatan untuk mengajarkan ilmu kepada orang lain, maka mohonlah kepada-Nya agar Dia melimpahkan ...