aku akan berlari menuju Tuhanku
Sesungguhnya, pintu ampunan Allah Subhanahu wa ta’ala. itu senantiasa terbuka lebar bagi orang-orang yang tengah mengalami tekanan dosa dan takut pada Hari Pembalasan. Bagaimana tidak, sebab Allah Subhanahu wa ta’ala. telah mencurahkan nikmat-Nya, baik itu kenikmatan lahir maupun batin kepada mereka?!
Sejak manusia masih berupa segumpal darah yang berada di perut ibunya, Allah Subhanahu wa ta’ala. telah menjaganya secara baik, hingga ia lahir ke dunia. Lantas, jika kenyataannya seperti ini, apakah benaria telah menelantarkanmu begitu saja, dan membiarkanmu kelakmasuk neraka?!
Apabila kelak Allah Subhanahu wa ta’ala. memang menghendaki kamu masuk neraka-Nya, tentu saja Dia tak akan mengilhamkan kebenaran tauhid kepadamu, sejak kamu masih bayi! Oleh sebab itu, bagi siapa saja yang merasa dirinya penuh dengan lumuran dosa dan senantiasa terbayang-bayang olehnya, janganlah sekali-kali putus asa dari rahmat Allah Subhanahu wa ta’ala.
Mengenai hal ini, Imam Syafi'i berkata dalam empat syairnya
berikut
إِنْ كُنْتَ تَغْدُوْ فِي الذُّنُوْبِ جَلِيْدًا وَتَخَافُ فِي يَوْمِ الْمَعَادِ وَعِيْدًا
فَلَقَدْ أَتَاكَ مِنَ الْمُهَيْمِنِ عَفْوُهُ وَأَفَاضَ مِنْ نِعَمِ عَلَيْكَ مَزِيْدًا
Apabila kamu berjalan di atas dosa yang banyak seperti salju,
dan kamu khawatir terhadap Hari Pembalasan kelak,
maka sebenarnya kamu telah mendapat ampunan dari Allah,
dan limpahan nikmat-Nya telah dianugerahkan kepadamu.
Janganlah kamu berputus asa dalam memohon kemurahan
Tuhanmu.
Sebab, sewaktu kamu masih berada di perut ibumu, kamu
hanyalah segumpal darah.
Apabila Tuhan menghendaki kamu kekal masuk neraka,
tentunya Dia tidak akan mengilhami ketauhidan kepadamu.
Penjelasan:
Ingatlah, wahai orang yang terbebani oleh dosa, sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta’ala. yang mengilhamkan tauhid dalam kalbumu tidak akan membiarkanmu terperosok ke dalam jurang api neraka. Oleh sebab itu, kembalilah kamu kepada-Nya, sembari menyesali dan meminta ampunan atas segala dosa-dosamu. Sebab, Dia Maha Rahim terhadap para hamba-Nya. Katakanlah pada dirimu sendiri, “Aku akan berlarimenuju Tuhanku!”
Komentar