dimensi lahir batin dari suatu syariat
Hidayah juga memiliki dimensi lahir dan batin karena segala yang mempunyai dimensi lahir pasti memiliki dimensi batin, dan begitu sebaliknya. oleh sebab itu, syariat adalah dimensi lahir dari al-haqiqah (hakikat), dan ia merupakan dimensi batin dari syariah; keduanya merupakan sesuatu yang lazim (kelaziman yang tidak terpisahkan) secara maknawi. Syariat tanpa hakikat tidak berguna dan tidak membuahkan, sedangkan hakikat tanpa syariat itu batil, sia-sia, dan tidak ada kebaikan yang dapat diharapkan darinya. Berkaitan dengan persoalan di atas, seorang penyair berkata:
بَلِ التَّصَوُّفُ أَنْ تَصْفُو بِلاَ كَدَرٍ * وَتَتْبَعَ الحَقَّ وَالقُرْآنَ وَالدِّيْنَا
وَأَنْ تَرَى خَاشِعًا لِلّٰهِ مُكْتَئِباً * عَلىَ ذُنُوْبِكَ طُوْلَ الدَّهْرِ مَحْزُوْنًا
tasawuf adalah jika engkau jernih tanpa noda dengan mengikuti kebenaran, al-Quran dan agama
dan engkau menjadi khusyuk di hadapan Sang Mahakuasa berduka dan menangis atas dosa-dosamu sepanjang masa
Komentar