Mencintai Orang Shalih



Andai kamu ditanya: siapa saja di antara segolongan manusiayang kamu cintai, dan siapa saja di antara mereka yang kamubenci? Kira-kira jawaban apa yang dapat kamu berikan?!

Padahal, seyogianya cinta itu hanya karena Allah Subhanahu wa ta’ala. Dan,bencipun seharusnya juga karena-Nya. Sebab, yang demikian itu adalahciri-ciri orang-orang mukmin yang bertakwa.

Apabila kita lihat jawaban Imam Syafi'i atas pertanyaan tersebut,kita dapati jawaban yang mengagumkan darinya. Dengan sangatrendah hati (tawadhu), ia menjawab, "Aku adalah orang yang sangatmencintai orang-orang shalih, meskipun aku sendiri bukanlahtermasuk golongan mereka!”

Dari jawaban tersebut sebenarnya Imam Syafi'i ingin agar cintanya kepada orang-orang shalih tersebut kelak akan menjadi syafaatnya di hadapan Allah Subhanahu wa ta’ala. Sebab, barang siapa mencintai segolongan manusia, maka di akhirat nanti ia akan dikumpulkanbersama mereka.

Selain mencintai orang-orang shalih, Imam Syafi'i juga sangatmembenci mereka yang kerjanya hanya berbuat kebatilan dankemaksiatan. Meskipun ia sendiri mengakui bahwa dirinya jugasama-sama masih suka melakukan maksiat.

Ya, benar, apabila seorang mukmin itu menyukai kebenaran (haq), maka ia akan menerima kebenaran itu dari mana pun berasal, baik itu dari anak kecil, orang dewasa, maupun dari orang yang jauh sekalipun orang yang tak dikenal. Sebaliknya, ia akanmenolak danberusaha mengubah kebatilan, tanpa gentar sedikit pun, meskipunhalitu berasal dari anak kecil, orang dewasa, maupun orang terdekatsekalipun.

Mengenai hal ini, Imam Syafi'i bersenandung:

أُحِبُّ الصَّالِحِيْنَ وَلَسْتُ مِنْهُمْ لَعَلِّي أَنْ أَنَالَ بِهِمْ شَفَاعَةِ
وَأَكْرَهُ مَنْ تِجَارَتُهُ الْمَعَاصِي وَلَوْ كُنَّا سَوَاءً فِي الْبِضَاعَةِ
Aku mencintai orang-orang shalih, meskipun diriku bukan

orang shalih.

Aku berharap semoga diriku akan memperoleh syafaat dari

mereka.

Aku tidak suka kepada orang yang kerjanya selalu maksiat,

meski diriku sama dengannya, suka berbuat maksiat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HAFALAN QUR'AN HILANG KARENA MAKSIAT

PERTANYAAN DI PADANG MAHSYAR

EMPAT UNSUR TAWAKKAL