Amal Itu Bertingkat-Tingkat

**

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:

إِنَّ الْأَعْمَالَ لَا تَتَفَاضَلُ بِالْكَثْرَةِ، وَإِنَّمَا تَتَفَاضَلُ بِمَا يَحْصُلُ فِي الْقُلُوبِ حَالَ الْعَمَلِ

“Sesungguhnya amal itu bertingkat-tingkat keutamaannya bukan karena banyaknya. Namun karena apa yang ada di hati saat beramal..”

Majmu Fatawa 25/282

HAMBA YANG BERUNTUNG

Setiap hari ada hamba Allah yang menunggu dengan penuh rindu datangnya malaikat maut yang akan menjemputnya..... sampai-sampai ia merasa bosan dengan manusia dan menjauh dari dunia..... dan tiba-tiba datanglah utusan Allah dengan membawa wewangian dan kabar gembira.... kemudian mereka memindahkannya dari alam dunia fana ke alam akhirat yang bersifat abadi...... ia akan dimasukkan ke dalam surgaNya dengan penuh kemuliaan, ketentraman, kenikmatan dan cinta....  setiap hari ia memperoleh tambahan nikmat hingga selama-lamanya..... betapa besar kebahagiaan yang didapat, betapa tinggi kedudukan yang diberikan Allah... dan betapa ia menjadi seorang hamba yang berbahagia ......seorang hamba yang dimanjakan lagi terpuji.... sungguh beruntung dan mulia tempat kembali hamba tersebut .....maka marilah kita memohon kepada Allah ta'ala, Semoga dia memberikan anugerah kepada kita dengan anugerah yang agung dan nikmat yang sangat besar .....sebab hal itu tidaklah sulit bagi Allah dan Semoga dia tidak menjauhkan kita dari karuniaNya yang besar itu...

Pelajaran Berharga

**

Hatim Al Ashomm rahimahullah ditanya oleh Syaqiq, “Sejak engkau menjadi temanku, pelajaran apa yang engkau dapatkan..?” Hatim pun menjawab,

ست كلمات :

? رأيت الناس في شك من أمر الرزق ، فتوكلت على الله . قال الله تعالى : وما من دابة في الأرض إلا على الله رزقها .

? ورأيت لكل رجل صديقا يفشي إليه سره ، ويشكو إليه ، فصادقت الخير ليكون معي في الحساب ، ويجوز معي الصراط .

? ورأيت كل أحد له عدو ، فمن اغتابني ليس بعدوي ، ومن أخذ مني شيئا ليس بعدوي ; بل عدوي من إذا كنت في طاعة ، أمرني بمعصية الله ، وذلك إبليس وجنوده ، فاتخذتهم عدوا وحاربتهم .

? ورأيت الناس كلهم لهم طالب ، وهو ملك الموت ، ففرغت له نفسي .

? ونظرت في الخلق ، فأحببت ذا ، وأبغضت ذا . فالذي أحببته لم يعطني ، والذي أبغضه لم يأخذ مني شيئا ، فقلت : من أين أتيت ؟ فإذا هو من الحسد فطرحته ، وأحببت الكل ، فكل شيء لم أرضه لنفسي لم أرضه لهم .

? ورأيت الناس كلهم لهم بيت ومأوى ، ورأيت مأواي القبر ، فكل شيء قدرت عليه من الخير قدمته لنفسي لأعمر قبري .

? ورأيت الناس كلهم لهم بيت ومأوى ورأيت مأواي القبر فكل شيء قدرت عليه من الخير قدمته لنفسي لأعمر قبري

“Ada ENAM hal..

1. Aku melihat orang-orang ragu dalam hal rezeki, maka akupun bertawakal kepada Allah. Allah berfirman yang artinya, “Tidak ada satu binatang melata pun di atas bumi, kecuali rezekinya dijamin Allah..”

2. Aku melihat, setiap orang memiliki teman untuk menceritakan rahasianya dan mengadu kepadanya. Maka akupun berteman dengan amalan baik, agar bersamaku ketika hisab dan bersamaku melewati shiroth..

3. Aku melihat bahwa setiap orang memiliki musuh..
– Yang meng-ghibahiku bukan musuhku..
– yang mengambil sesuatu dariku bukanlah musuhku..

justru musuhku adalah yang ketika aku taat, dia memerintahkan maksiat. Itulah Iblis dan tentaranya.. maka aku jadikan dia sebagai musuh dan memeranginya..

4. Aku melihat bahwa setiap orang ada yang mencarinya.. dialah malaikat maut. Maka akupun fokus dalam mempersiapkan diri bertemu dengannya..

5. Aku melihat manusia.. aku cinta kepada yang ini dan benci kepada yang itu.
– Orang yang kucintai tidaklah memberiku (karena itu adalah rezeki dari Allah)..
– Orang yang kubenci tidak mengambil sesuatu milikku (karena apa yang kumiliki adalah milik Allah)..

Akupun bertanya, ‘Apa sebab hal ini..?’ Ternyata, itu disebabkan hasad. Aku pun melepaskan hasad dan mencintai semua orang. Segala sesuatu yang aku tidak senang menimpaku, aku tidak senang menimpa mereka..

6. Aku melihat semua orang memiliki rumah dan tempat tinggal. Namun aku melihat tempat tinggalku [kelak] adalah kubur, maka segala kebaikan yang aku mampui, aku pergunakan untuk memakmurkan kuburanku (yakni dengan banyak beramal sebagai bekal ketika mati)..”

Siyar A’lam An Nubala 1/486

Semua Akan Menemui Ajalnya

*
Suatu ketika Al Hasan Al Bashri menjenguk temannya yang sakit dan menanyakan keadaannya.

Temannya berkata, “Aku ingin makan tapi tak mampu menelan .. dan ingin minum tapi tak mampu menelannya juga..”

Al Hasan menangis dan berkata,

على الاسقام والأمراض أسست هذه الدار وهبك تصح من الأسقام وتبرأ من الأمراض هل تقدر أن تنجو من الموت؟

“Dunia ini memang dibangun di atas kesakitan dan penyakit.. Kalaupun kamu selamat dan sehat dari penyakit, akankah kamu selamat dari kematian..?
Mendengar itu orang-orangpun menangis..”

Az Zuhd karya Ibnu Abidunya hal. 257

Hamba yang Allah Cintai

Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu berkata,

“Jika kamu mau, aku akan sampaikan kepadamu bahwa hamba Allah yang paling Allah cintai adalah yang membuat manusia mencintai Allah dan memberi nasehat di bumi..”

Az Zuhd Lil Imam Ahmad

Menghisab Diri Di Dunia

**

Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata,

وإنما خف الحساب على قوم حاسبوا أنفسهم في الدنيا ، وإنما شق الحساب يوم القيامة على قوم أخذوا هذا الأمر من غير محاسبة

“Hisab menjadi ringan bagi orang yang menghisab dirinya di dunia. Dan hisab menjadi berat pada hari kiamat bagi orang yang melakukan urusan tanpa muhasabah..”

Hilyatul Auliya’ 2/157

Derajat Hati Yang Paling Tinggi

**

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata :

فإن أرفع درجات القلوب فرحها التام بما جاء به الرسول صلى الله عليه وسلم وابتهاجها وسرورها كما قال تعالى: (والذين آتيناهم الكتاب يفرحون بما أنزل إليك) وقال تعالى: (قل بفضل الله وبرحمته فبذلك فليفرحوا) ففضل الله ورحمته القرآن والإيمان من فرح به فقد فرح بأعظم مفروح به”.

“Sesungguhnya derajat hati yang paling tinggi adalah kebanggaan yang sempurna dengan apa yang dibawa oleh Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam, merasa bahagia dan gembira dengannya sebagaimana firman Allah :
“Dan orang-orang yang Kami berikan al kitab, mereka bergembira dengan apa yang diturunkan kepadamu..” (Ar Ra’du: 36)
dan firman Allah :
“Katakan, dengan karunia Allah dan rahmat-Nya hendaklah mereka bergembira..” (Yunus: 58)

Karunia Allah dan rahmat-Nya adalah Alqur’an dan keimanan. Siapa yang bergembira dengannya maka ia telah bergembira dengan sesuatu yang amat agung..”

Majmu’ Fatawa 16/49

Manfaat Mempelajari Iman Kepada Hari Akhir

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى 📗 Beriman Kepada Hari Akhir السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على ر...