Postingan

CONTOH PERBUATAN SYIRIK

Tauhid adalah kufur kepada thaghut dan beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ada juga definisi yang lain, yaitu konsep dalam aqidah Islam yang menyatakan keesaan Allah. Mengamalkan tauhid merupakan konsekuensi dari kalimat syahadat yang telah diikrarkan oleh seorang muslim. Kalimat tauhid Laa ilaaha illallah (tiada ilah selain Allah) artinya secara esoterik maupun aplikatif adalah tiada sesuatupun yang diikuti aturannya, dijauhi larangannya atau diibadati (diabdidisembah) selain Allah. Orang yang bertauhid disebut orang yang beriman (orang mukmin). Lawan dari tauhid adalah syirik. Syirik menurut bahasa artinya bersekutu atau berserikat. Sedangkan syirik menurut istilah artinya menjadikan sekutu bagi Allah, baik dalam Zat-Nya, sifat-Nya, perbuatan-Nya, maupun dalam ketaatan yang seharusnya ditujukan hanya untuk Allah semata. Dan orang yang berbuat syirik disebut orang musyrik (ada dua golongan). Sudah menjadi Sunnatullah bahwa pertentangan antara tauhid vs syirik atau orang mukmin v...

Mengintip Aib Diri

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata, “Siapa yang ingin mengetahui kekurangan yang ada pada dirinya, maka ada empat cara : 1. Duduklah di hadapan seorang syaikh yang amat faham mengenal kesalahan diri. Ia akan memberitahumu dan memberi obatnya. Namun cara ini amat jarang di zaman ini. 2. Memiliki teman yang jujur yang mengingatkan kesalahannya. Dahulu Umar bin Khathab berkata, “Semoga Allah merahmati orang yang mengingatkan aib-aib kami.” Demikian pula salafushalih terdahulu suka bila ada yang mengingatkan kesalahannya. Sedangkan di zaman ini, orang yang mengingatkan kesalahan kita mungkin orang yang paling tidak kita sukai. 3. Mendengar dari lisan musuh. Karena mata yang memusuhi biasanya akan memperlihatkan aib sekecil apapun. Ini lebih bermanfaat untuk mengenal aib sendiri dibandingkan teman yang menjilat 4. Bergaul dengan manusia. Sesuatu yang tercela diantara mereka jauhilah. Mukhtashor Minhajil Qoshidin hal 156, Diterjemahkan oleh, Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

nikmat dunia sementara

Dunia itu sementara, nikmatnya pun tidak seberapa dan dunia itu bukan tujuan kita, akan kita tinggalkan. Maka jangan sampai kita mengorbankan akhirat kita untuk dunia dengan meninggalkan kewajiban atau menerabas yang haram. Sangat tidak layak. #twitulama 

Menggapai Cita-cita Dunia dan Akhirat

Salah seorang shahabat, yaitu Imron bin Hushain radhiyallahu ‘anhu, berkata, ثلاث يدرك بهن العبد رغائب الدنيا والآخرة ، الصبر عند البلاء ، والرضا بالقضاء ، والدعاء في الرخاء Tiga hal, hamba akan bisa mencapai cita-cita dunia dan akhirat dengannya: 1. Sabar ketika musibah 2. Rela dengan takdir 3. Berdo’a saat lapang Az Zuhd – Imam Abu Dawud 

Semua Makhluk Di Langit Dan Di Bumi Menyanjung Nabi Shollallahu ‘Alayhi Wa Sallam

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan pada hamba-Nya mengenai kedudukan Nabi Muhamamad shollallahu ‘alayhi wa sallam sebagai hamba dan Nabi Allah di tempat yang tertinggi. Malaikat terdekat akan terus menyanjung beliau shollallahu ‘alayhi wa sallam. Para malaikat juga mendo’akan beliau shollallahu ‘alayhi wa sallam.. Begitu pula Allah Ta’ala memerintahkan pada makhluk yang berada di bumi untuk mengucapkan sholawat dan salam pada beliau shollallahu ‘alayhi wa sallam.. Jadinya, makhluk di langit dan di bumi semuanya menyanjung beliau shollallahu ‘alayhi wa sallam..” Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhiim, 6: 225