Postingan

Sabar Sebentar Hingga Sampai Kebahagiaan Yang Abadi

Ibnu Rojab rahimahullah berkata, ولا بد للمؤمن من صبر قليل حتى يصل به إلى راحة طويلة فإن جزع ولم يصبر فهو كما قال ابن المبارك من صبر فما أقل ما يصبر ومن جزع فما أقل ما يتمتع “Seorang mukmin haruslah bersabar sebentar, hingga sampai ke kedamaian yang panjang.. Kalau dia guncang dan tidak sabar, maka sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Mubarok, “Siapa yang sabar, maka betapa pendeknya masa kesabaran itu.. namun siapa yang guncang, maka betapa sedikitnya dia menikmatinya (dia senantiasa merasa kesusahan, dan ketidaksabarannya itu tidak membuat hidupnya ringan, justru semakin tambah berat)..” Bayan Fadhlu ‘Ilmis Salaf ‘ala Ilmil Kholaf – 97

Ujian Harta

Hasan al-Bashri rahimahullah berkata, لو شاءَ اللهُ – عَزَّ وَجَلَّ – لجعلَكُمْ أغنياءَ لا فقيرَ فيكم، ولو شاءَ لجعلَكُمُ فقراءَ ولا غَنِيَّ فيكم، ولكنِ ابْتَلَى بعضَكُمْ ببعضٍ لِيَنْظُرَ كيفَ تَعْمَلُونَ. “Jika Allah ‘azza wa jalla berkehendak, tentu Dia akan menjadikan kalian semua kaya, tidak ada yang fakir di antara kalian.. Jika Dia berkehendak pula, Dia akan menjadikan kalian semua fakir, tidak ada yang kaya di antara kalian.. Akan tetapi, (Dia menjadikan di antara kalian ada yang kaya dan ada yang fakir) untuk menguji sebagian kalian dengan sebagian yang lain, agar Dia melihat apa yang kalian perbuat..” Adab al-Hasan al-Bashri wa Zuhduhu wa Mawa’izhuhu – 36 

Orang yang paling Dicintai Allah

Abu ad-Darda’ radhiyallahu ‘anhu berkata: إن شئتم لأحدثنكم من أحب عباد الله إلى الله؛ الذين يحببون الله إلى عباده، ويعملون في الأرض نصحا “Jika kalian mau aku beritahukan siapa hamba Allah yang paling dicintai oleh Allah, yaitu yang membuat para hamba mencintai Allah dan beramal kebaikan..” Az-Zuhd – karya Imam Ahmad, Diterjemahkan oleh, Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 

Pantaslah Untuk Selalu Bersedih

Hasan al-Bashri rahimahullah berkata, “Pantaslah seorang hamba selalu bersedih (takut kepada Allah) ketika dia mengetahui bahwa.. - kematian akan menjemputnya, - hari Kiamat benar adanya, dan - bahwa dia akan berdiri di hadapan Allah untuk mengakui seluruh amalannya..” Al-Hilyah – 2/132

Tanda Orang Yang Faqih

Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata, إنما الفقيه الذي أنطقته الخشية وأسكتته الخشية، إن قال قال بالكتاب والسنة وإن سكت سكت بالكتاب والسنة، وإن اشتبه عليه شيء وقف عنده ورده إلى عالمه “Sesungguhnya orang yang faqih adalah seseorang yang ketika dia berbicara maka didasari oleh rasa takut (kepada Allah), dan ketika diam pun juga dikarenakan rasa takutnya (kepada Allah).. Ketika dia berbicara, maka dia berbicara di atas Alqur’an dan as-Sunnah, dan ketika dia diam, maka diamnya pun juga di atas Alqur’an dan as-Sunnah.. Dan jika ada perkara yang samar baginya, maka dia berhenti dan mengembalikannya kepada ulama..” Thobaqoot Al-Hanaabilah II – 150

SADAR DIRI

Lihatlah Dirimu Kawan Ibnu Hibban rahimahullah berkata, والعاقل لا يخفى عليه عيب نفسه، لأن من يخفى عليه عيب نفسه خفيت عليه محاسن غيره، وإن من أشد العقوبة للمرء أن يخفى عليه عيبه. “Orang yang berakal tidaklah tersamarkan baginya aibnya sendiri.. siapa yang tidak mengetahui aib dirinya, dia tidak akan mengetahui kebaikan orang lain.. Sungguh, termasuk hukuman terberat bagi seseorang ialah dia tidak mengetahui aib yang dia miliki..” Roudhotul ‘Uqola, hlm. 22 Setiap manusia memiliki dosa... Namun dosa yang paling buruk ialah maksiat yang dilakukan terang terangan... Padahal Allah sudah menutupi aibnya, namun ia malah memberitahukan aibnya kepada orang lain.... Andai diri ini sibuk melihat aib diri, maka ia tidak akan punya kesempatan untuk melirik aib orang lain... Setiap perbuatan tertulis dicatatan para malaikat, baik itu perbuatan amal saleh ataupun dosa.. dan saat kita menerima catatan amal maka semuanya tertulis secara rinci.. jika ia manusia yang selamat maka ia amat beruntung, jika ...

Selalu Merasa Khawatir Akan Dosa Yang Dilakukan

قال الحسن البصري رحمه الله: “إن الرجل يذنب الذنب فما ينساه وما يزال متخوفا منه حتى يدخل الجنة”. الزهد للإمام أحمد Hasan al-Bashri rahimahullah berkata, “Sesungguhnya ada seseorang berbuat dosa lalu ia tidak melupakannya dan selalu merasa khawatir karenanya.. sampai ia masuk ke dalam surga..” Az Zuhd Lil Imam Ahmad