Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Tidak Berdosa Bukanlah Syarat Orang Yang Bertakwa 🥀🥀🥀

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, "ولَيْسَ مِن شَرْطِ المُتَّقِينَ ونَحْوِهِمْ أنْ لا يَقَعَ مِنهُمْ ذَنْبٌ، ولا أنْ يَكُونُوا مَعْصُومِينَ مِنَ الخَطَأِ والذُّنُوبِ. فَإنَّ هَذا لَوْ كانَ كَذَلِكَ لَمْ يَكُنْ فِي الأُمَّةِ مُتَّقٍ،بَلْ مَن تابَ مِن ذُنُوبِهِ دَخَلَ فِي المُتَّقِينَ، ومَن فَعَلَ ما يُكَفِّرُ سَيِّئاتِهِ دَخَلَ فِي المُتَّقِينَ"  "Bukanlah syarat orang yang bertakwa dan semisalnya, bahwa mereka tidak melakukan dosa, atau mereka ma'shum (terjaga) dari kesalahan dan dosa. Jika ini yang menjadi syarat, maka tidak akan ada orang bertakwa di umat ini. Akan tetapi, barangsiapa bertaubat dari dosa-dosanya, maka dia termasuk orang yang bertakwa. Dan barangsiapa melakukan amalan yang dapat menghapuskan kesalahan-kesalahannya, maka dia termasuk orang yang bertakwa." Majmu' Al-Fatawa hal 82 juz 7 Sumber Saluran Whatsapp *Pelajar Sunnah* https://whatsapp.com/channel/0029VahHEqtFSAsyXkHzeE0D youtube.com/pelajarsunnah instagram.com/pelajar...

Menghadapi Musibah

Ibnul Jauzi rahimahullah berkata, “Barangsiapa yang memahami keadaan lautan kehidupan dunia dan mengetahui bagaimana gelombang itu kadang bisa pasang dan juga surut, maka tahulah ia bagaimana harus bersabar menghadapi keganasan hari-hari kehidupan, dan ia tidak akan pernah merisaukan turunnya bala’, dan tidak akan pula pernah begitu kaget dengan kegembiraan yang terkadang datang begitu tiba-tiba..” Shoidul Khothir – 210

AnugerahNya

Gambar
﴿وَلَقَدْ مَنَنَّا عَلَيْكَ مَرَّةً أُخْرَى﴾ _“Dan sungguh, Kami telah menganugerahkan nikmat kepadamu sekali lagi.”_ Aku sangat mencintai ayat ini. Ayat yang selalu mengingatkanku akan begitu banyaknya nikmat Allah dalam hidupku. Bahwa Allah tidak memberiku nikmat hanya sekali, tidak memberiku rezeki hanya sekali, tidak memuliakanku hanya sekali, dan tidak melimpahkan kelembutan-Nya kepadaku hanya sekali. Bahkan seluruh hidupku adalah rangkaian nikmat, rezeki, kemuliaan, dan kelembutan yang terus diperbarui—berkali-kali, tanpa terhitung. Setiap hari dan setiap waktu, kesadaranmu akan nikmat Allah atasmu adalah sebuah ibadah. Dan keyakinanmu terhadap karunia-Nya adalah ketenangan yang tak pernah terputus.

Panjang angan-angan

ومعنى طول الأمل: استشعارُ طول البقاء في الدنيا حتى يغلب ذلك على القلب فيأخذ في العمل بمقتضاه، وقد قال السلف الصالح - رحمة الله عليهم -: من طال أمله ساء عمله. وذلك لأن طول الأمل يحمل على الحرص على الدنيا، والتشمير لعمارتها، حتى يقطع الإنسان ليله ونهاره بالتفكر في إصلاحها، وكيفية السعي لها تارةً بقلبه وتارةً بالعمل في ذلك، والأخذ فيه بظاهره، فيصير قلبه وجسمه مستغرقين في ذلك، وحينئذ ينسى الآخرة ويشتغل عنها، ويسوِّف في العمل لها، فيكون في أمر دنياه مبادرًا ومشمِّرًا، وفي أمر آخرته مسوِّفًا ومقصِّرًا، وكان الذي ينبغي له أن يعكس الأمر، فيشمِّر للآخرة التي هي دار البقاء وموطن الإقامة، Karena angan-angan panjang membuat seseorang lebih mencintai dunia, berusaha untuk memakmurkannya hingga seseorang rela menghabiskan siang dan malam memikirkan cara membenahinya dan cara untuk mengumpulkannya terkadang dengan hati dan terkadang dengan usahanya untuk menikmati kenikmatan dhahirnya, hingga pikiran dan anggota tubuhnya senantiasa sibuk mengejar dunia, akhirnya ia akan lupa akhirat dan berpaling dar...

andai aku diberi waktu satu detik

قال بعض العلماء - رحمة الله عليهم -: فلو كانت الدنيا بأسرها لهذا الإنسان وأمكنه أن يشتري بها ساعة واحدة يزيدها في عمره، ويعتذر فيها إلى ربه، لَفَعَل. Sebagian ulama berkata: "Andaikan seseorang memiliki dunia seisinya dan dengannya ia bisa membeli umur meski sesaat agar ia bisa bertaubat kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’ala saat itu pasti akan ia lakukan."

siapa yang senang bertemu dengan Allah maka?

ولما قال رسول الله ﷺ: Ketika Rasulullah ﷺ bersabda: «مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ أَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ وَمَنْ كَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ كَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ» Artinya: "Barangsiapa yang senang bertemu dengan Allah, maka Allah pun senang bertemu dengannya, dan barangsiapa yang tidak senang bertemu dengan Allah, maka Allahpun tidak senang bertemu dengannya." قالت له عائشة رضي الله عنها: يا رسول الله، كلنا نكرهالموت؟ فقال عليه الصلاة والسلام: Sayyidah Aisyah Radhiyallahu ‘anha bertanya kepada Baginda Rasulullh ﷺ: "Wahai Rasulullah, bukannya kita semua membenci kematian?" Kemudian Nabi ﷺ bersabda: «إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا حَضَرَهُ الْمَوْتُ بُشِّرَ بِرَحْمَةِ اللَّهِ فَأَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ وَأَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ، وَإِنَّ الْكَافِرَ إِذَا حَضَرَهُ الْمَوْتُ بُشِّرَ بِعَذَابِ اللَّهِ فَكَرِهَ لِقَاءَ اللَّهُ وَكَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ» Artinya: "Sesungguhnya seorang mukmin apabila telah tiba ajalnya, maka ia dihibur dengan kasih sayang Allah sehingga ia ...

PANJANG UMUR

طول العمر وأما طول العمر في طاعة الله فهو محبوب ومطلوب، لقولهعليه الصلاة والسلام: Adapun usia yang panjang dalam keadaan taat kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’ala suatu perkara yang baik dan dicari. Hal ini sebagaimana sabda Nabi ﷺ: «خَيْرُكُمْ مَنْ طَالَ عُمْرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ». Artinya: "Sebaik-baik orang diantara kalian adalah yang berumur panjang dan baik amalannya." وكلما كان العمر أطول في طاعة الله كانت الحسنات أكثر والدرجات أرفع. وأما طوله في غير طاعة الله فبلاءٌوشر: تكثر السيئات وتتضاعف الخطيئات. Setiap kali umur semakin panjang dalam keadaan taat kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’ala semakin banyak pula pahala kebaikan dan derajat tinggi yang diraih, namun apabila umur yang panjang bukan dalam keadaan taat kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’ala itu adalah bencana dan keburukan, hanya memperbanyak dosa dan kejelekan

ga ada manusia yang lolos dari masalah

ga ada manusia yang *baik-baik saja* di dunia ini, semua sedang berjuang dengan ujiannya masing-masing. Maka ingatlah selalu, حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَ كِيْلُ “Cukuplah Allah sebagai penolong kami.” (QS. Ali Imran : ayat 173) - luka pendosa

Hakekat Ikhlas

** Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata, “Meninggalkan amalan karena manusia (takut dipuji orang) adalah riya’. Sedangkan mengerjakan amalan karena manusia (ingin dipuji orang) adalah syirik. Adapun ikhlas adalah jika Allah menyelamatkan darimu dari keduanya..” Syarah Hadist Arba’in, Imam Nawawi, edisi terjemahan hal 21

Penghalang doa

Di antara sebab penting untuk terkabulnya doa adalah kondisi hati kita yang betul-betul merasa butuh hanya kepada Allah, tidak pada yang lain. Bahkan terkadang penghalang terkabulnya doa pun kan luluh jika kita berdoa dengan hati yang butuh kepada Allah. Maka perhatikanlah baik-baik kondisi hati kita. #twitulama Follow juga media sosial kami: Twitter | FB | IG | Telegram | threads: @twitulama *Jika bermanfaat, silakan disebarluaskan.*

HATI TEMPAT JATUHNYA PANDANGAN ALLAH SWT

إصلاح القلب Memperbaiki hati واصرف عنايتك إلى أمر القلب والباطن، فقد قال عليه الصلاة والسلام: Kemudian alihkan perhatiamu pada masalah hati dan batinmu. Dalam hal ini, Baginda Nabi Muhammad ﷺ bersabda: «إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ وَإِنَّمَا يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَنِيَّاتِكُمْ» Artinya: " Sesungguhnya Allah tidak memandang pada bentuk kalian dan amal perbuatan kalian, sesungguhnya Dia memandang kepada hati dan niat kalian .” فحقِّق قولك بعملك، وعملك بنيتك وإخلاصك، ونيتَك وإخلاصَك بتصفية ضميرك وإصلاح قلبك، فإن القلب هو الأصل وعليه المدار. Buktikan ucapanmu melalui perbuatanmu, perbuatanmu melalui niat dan ketulusanmu, niat dan ketulusanmu melalui pembersihan dan pembenahan hatimu, karena hati adalah inti darı pusat segala sesuatu. وفي الحديث: Dalam hadis disebutkan: «أَلَا إِنَّ فِي الْحَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلُحَتْ صَلُحَ سَائِرُ الْجَسَدِ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ سَائِرُ الْجَسَدِ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ». Artinya: " Ketahuilah sesungguh...

Anugerah kepada mereka yang Dia cintai

إنما العلم مواهب، يُؤتيه الله من أحب من خلقه، وليس يَناله أحد بالحسَب. Ilmu itu anugerah dari Allah yang diberikan hanya kepada mereka yang Dia cintai, tidak bisa diwariskan atau diperoleh dari jalur keturunan. - Imam Ahmad bin Hanbal -

DOSA PASTI ADA HUKUMANNYA

Al Imam Ibnul Qayyim rahimahullahu berkata, فالذنب لا يخلو من  عقوبة البتة، ولكن لجهل العبد لا يشعر بما هو فيه من العقوبة؛ لأنه بمنزلة السكران والمخدر والنائم الذي لا يشعر بالألم، فإذا استيقظ وصحا أحس بالمؤلم. فترتب العقوبات على الذنوب كترتب الإحراق على النار، والكسر على الانكسار ، والإغراق على الماء، وفساد البدن على السموم، والأمراض على الأسباب الجالبة لها.  وقد تقارن المضرة للذنب، وقد تتأخر عنه إما يسيرا وإما مدة ، كما يتأخر المرض عن سببه أو يقارنه. وكثيرا ما يقع الغلط للعبد في هذا المقام، ويذنب الذنب فلا يرى أثره عقيبه، ولا يدري أنه يعمل عمله على التدريج شيئا فشيئا، كما تعمل السموم والأشياء الضارة حذو القذة بالقذة. فإن تدارك العبد بالأدوية والاستفراغ والحمية وإلا فهو صائر إلى الهلاك. "Setiap dosa pasti tidak lepas dari hukuman sama sekali. Namun karena kebodohan manusia, ia sering tidak merasakan hukuman yang sedang menimpanya. Keadaannya seperti orang mabuk, orang yang dibius, atau orang yang sedang tidur, yang tidak merasakan rasa sakit. Tetapi ketika ia sadar dan terbang...

perjumpaan dengan Allah

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda"Barangsiapa yang mencintai perjumpaan dengan Allah, niscaya Allah pun mencintai perjumpaan dengannya. Sebaliknya, barangsiapa yang membenci perjumpaan dengan Allah, Allah pun membenci perjumpaan dengannya." 'Aisyah atau sebagian istri beliau berkomentar: "Bukankah kita juga tidak menginginkan kematian?" Nabi lantas bersabda, "Bukan begitu maksudnya, namun maksud yang benar adalah bila ajal seorang mukmin menjemputnya, ia akan diberi kabar gembira dengan keridaan Allah dan karamah-Nya, sehingga tak ada sesuatu apapun yang lebih ia cintai daripada apa yang ada di hadapannya, lantas ia mencintai untuk berjumpa dengan Allah, dan Allah pun mencintai berjumpa dengannya. Sebaliknya, bila ajal menjemut orang kafir, ia akan diberi kabar buruk dengan azab Allah dan hukuman-Nya, sehingga tidak ada yang lebih ia cemaskan daripada apa yang ada di hadapannya, lantas ia membenci berjumpa dengan Allah, dan Allah pun membenci b...

mengingat dosa

Mengingat dosa-dosa yang telah lalu. Bila akan menimbulkan rasa takut dan sesal, maka lakukanlah. Tetapi, bila tidak, maka lebih baik tinggalkan. Hal-hal yang membangkitkan kesabaran ini ialah mengingat ancaman siksa Allah di dunia dan akhirat. Barangsiapa dalam hal ini dapat terus menerus, maka Allah akan memuliakannya dengan memberikan rasa enggan padanya dalam melaksanakan kemaksiatan sehingga ia berpendapat lebih baik masuk ke dalam api daripada mengerjakan maksiat walaupun sedikit.

menyembunyikan dosa

Wahai saudaraku, jangan sekali-kali engkau menyembunyikan sesuatu yang seandainya tampak oleh orang lain, engkau akan merasa malu, yang muncul dari rasa takut dicela orang. قال بعض العارفين: لا يكون الصوفي صوفياً حتى يكون بحيث لو طيف بجميع ما في باطنه على طبق في السوق ما استحيا من ظهور شيء منه؛ فإن لم تقدر أن تجعل سريرتك خيراً من علانيتك فلا أقل من أن تسوي بينهما، Sebagian orang bijaksana berkata : “Seseorang belum disebut sufi sampai ia tidak lagi merasa malu seandainya batinnya diletakkan di atas talam lalu dipertontonkan di tengah-tengah pasar.”

dimensi lahir batin dari suatu syariat

Hidayah juga memiliki dimensi lahir dan batin karena segala yang mempunyai dimensi lahir pasti memiliki dimensi batin, dan begitu sebaliknya. oleh sebab itu, syariat adalah dimensi lahir dari al-haqiqah (hakikat), dan ia merupakan dimensi batin dari syariah; keduanya merupakan sesuatu yang lazim (kelaziman yang tidak terpisahkan) secara maknawi. Syariat tanpa hakikat tidak berguna dan tidak membuahkan, sedangkan hakikat tanpa syariat itu batil, sia-sia, dan tidak ada kebaikan yang dapat diharapkan darinya. Berkaitan dengan persoalan di atas, seorang penyair berkata: بَلِ التَّصَوُّفُ أَنْ تَصْفُو بِلاَ كَدَرٍ * وَتَتْبَعَ الحَقَّ وَالقُرْآنَ وَالدِّيْنَا وَأَنْ تَرَى خَاشِعًا لِلّٰهِ مُكْتَئِباً * عَلىَ ذُنُوْبِكَ طُوْلَ الدَّهْرِ مَحْزُوْنًا tasawuf adalah jika engkau jernih tanpa noda dengan mengikuti kebenaran, al-Quran dan agama dan engkau menjadi khusyuk di hadapan Sang Mahakuasa berduka dan menangis atas dosa-dosamu sepanjang masa

Cinta Kepada Allah SWT

(وعليك) بالحب في الله حتى يصير سبحانه أحب إليك مما سواه بل حتى لا يصير لك محبوب إلا إياه. وسبب وجود الحب من جهة المحبوب إما وجود كمال فيه أو حصول نوال منه. Perwujudan cinta Hendaknya engkau melebihkan cintamu kepada Allah Swt. dari yang lainnya, bahkan hanya Dialah yang patut engkau cintai. Sebab timbulnya cinta ialah bila yang dicintai itu memiliki kesempurnaan dan dapat memberikan sesuatu pada yang mencintai. فإن كنت ممن يحب لأجل الكمال فالكمال والجمال والجلال لله وحده لا شريك له في شيء من ذلك، وما يلوح على صفحات بعض الموجودات من معنى كمال أو يبدو عليها من رونق جمال فهو المكمل والمجمل لها سبحانه وتعالى بل هو الموجد لها والمخترع ولولا أنه أنعم عليها بالإيجاد لكانت مفقودة معدومة ولولا ما أفاض عليها من أنوار جمال صنعته لكانت قبيحة مشئومة. Apabila engkau mencintai sesuatu karena kesempurnaan, kebaikan, keagungan, maka ketahuilah bahwa semuanya itu hanyalah milik Allah Swt. dan tiada sekutu bagi-Nya. Segala sesuatu yang terwujud dengan kesempurnaan dan keindahan maka hanya Dialah yang men...

Wasiat Allah kepada Nabi Musa AS

وأوحى الله إلى موسى عليه السلام: يا موسى كن كالطير الوحداني يأكل من رؤوس الأشجار ويشرب من الماء القراح، فإذا جنه الليل أوى إلى كهف من الكهوف استئناساً به واستيحاشاً ممن عصاني (يا موسى) إني آليت على نفسي أن لا أتم لمدبر عني عملاً، ولأقطعن أمل(1) كل من يؤمل غيري، ولأقصمن ظهر من استند إلى سواي، ولأطيلن وحشة من استأنس بغيري، ولأعرضن عمن أحب حبيباً سواي (يا موسى) إن لي عباداً إن ناجوني أصغيت إليهم، وإن نادوني أقبلت عليهم، وإن أقبلوا علي أدنيتهم، وإن دنوا مني قربتهم، وإن تقربوا مني اكتنفتهم، وإن والوني، واليتهم، وإن صافوني صافيتهم، وإن عملوا لي جازيتهم، أنا مدبر أمورهم، وسائس قلوبهم وأحوالهم، لم أجعل لقلوبهم راحة إلا في ذكري؛ فهو لأسقمهم شفاء، وعلى قلوبهم ضياء، لا يستأنسون إلا بي، ولا يحطون رحال قلوبهم إلا عندي، ولا يستقر بي قرار إلا إلي. “Hai Musa, Aku telah bersumpah kepada diri-Ku, “Sesungguhnya Aku tak akan menyenpurnakan pekerjaan orang yang berpaling dair-Ku. Dan akan Kuputuskan angan-angan orang yang memikirkan selain-Ku. Akan Kulemahkan kekuatan mereka yang bersandar pada selain Aku....

Niat menuntut ilmu

وإن كانت نيتك وقصدك بينك وبين الله تعالى من تعلم العلم الهداية) بأن تنوي بتحصيله إزالةَ الجهل عن نفسك، وعن سائر الجهال، وإحياء الدين وإبقاءَ الإسلام بالعلم الدارَ الآخرة ورضا الله تعالى، وتنوي بذلك الشكر على نعمة العقل ونعمة صحة البدن (دُوْنَ مُجَرَّدِ الرِّوَايَةِ) أي الحمل والنقل عن العلماء (فَأَبْشِرُ ، فَإِنَّ الْمَلائِكَةَ تَبْسُطُ لَكَ) أي رضا بما تطلب (أَجْنِحَتَهَا) أي تضعها لتكون وطاء لك إِذا مشيت) Apabila niat dan tujuanmu dalam mencari ilmu untuk mendapatkan hidayah Allah, atau dengan tujuan menghilangkan kebodohan diri sendiri dan orang-orang yang bodoh; atau untukmenghidupkan agama dan membela Islam dengan perantaraan ilmu yang kaudapat; atau untuk meraih kebahagiaan hidup di akhirat dan ridha Allah, seraya berniat memanjatkan syukur kepada-Nya atas karunia akal dan kesehatan badan yang telah dianugerahkan Dia kepadamu, bukan sekadar meriwayatkan atau menukil dari para ulama maka bergembiralah, sesungguhnya para malaikat telah ridha terhadap apa yang kaulakukan. mereka aka...

dimensi lahir batin dari suatu syariat

Hidayah juga memiliki dimensi lahir dan batin karena segala yang mempunyai dimensi lahir pasti memiliki dimensi batin, dan begitu sebaliknya. oleh sebab itu, syariat adalah dimensi lahir dari al-haqiqah (hakikat), dan ia merupakan dimensi batin dari syariah; keduanya merupakan sesuatu yang lazim (kelaziman yang tidak terpisahkan) secara maknawi. Syariat tanpa hakikat tidak berguna dan tidak membuahkan, sedangkan hakikat tanpa syariat itu batil, sia-sia, dan tidak ada kebaikan yang dapat diharapkan darinya. Berkaitan dengan persoalan di atas, seorang penyair berkata: بَلِ التَّصَوُّفُ أَنْ تَصْفُو بِلاَ كَدَرٍ * وَتَتْبَعَ الحَقَّ وَالقُرْآنَ وَالدِّيْنَا وَأَنْ تَرَى خَاشِعًا لِلّٰهِ مُكْتَئِباً * عَلىَ ذُنُوْبِكَ طُوْلَ الدَّهْرِ مَحْزُوْنًا tasawuf adalah jika engkau jernih tanpa noda dengan mengikuti kebenaran, al-Quran dan agama dan engkau menjadi khusyuk di hadapan Sang Mahakuasa berduka dan menangis atas dosa-dosamu sepanjang masa

Roja dan Khauf

(وعليك) بالرجاء والخوف فإنهما من أشرف ثمرات اليقين وقد وصف الله بهما عباده السابقين فقال وهو أصدق القائلين: (أولئك الذين يدعون يبتغون الى ربهم الوسيلة أيُّهم أقرب ويرجون رحمته ويخافون عذابه إن عذاب ربك كان محذوراً) وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم قال الله تعالى: "أنا عند ظن عبدي بي فلْيظنَّ بي ما يشاء" وقال عليه الصلاة والسلام، قال الله تعالى: "وعزتي وجلالي لا أجمع على عبدي أمنين ولا خوفين إن هو أمِنَني في الدنيا أخفته يوم أبعث عبادي وإن هو خافني في الدنيا أمَنته يوم أجمع عبادي". Harap dan cemas Hendaklah engkau memperbanyak perasaan harap dan cemas, harap di sini ialah selalu menginginkan rahmat Allah dan senantiasa cemas dan takut pada siksa Allah, karena kedua sifat ini merupakan sifat keyakinan yang termulia. Maha benar Allah Swt. dalam firman-Nya: أُولَٰئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَىٰ رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ ۚ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا [١٧:٥٧] “Orang-orang yang mereka ser...

setiap kesusahan disertai kemudahan

وَلا تَجزَعْ لِحَادِثَةِ اللَيَاليفَمَا لِحَوَادِثِ الدُّنْيَا بَقاءُ Janganlah kamu gelisah terhadap musibah-musibah yangterjadi pada malam hari. Sebab, tiada satu pun musibah dunia itu yang kekal abadi. Penjelasan: Kebanyakan dari manusia kehilangan kesabaran, bahkan merasarisau tatkala tertimpa musibah. Mereka tidak menyadari bahwakehidupan dunia itu tidaklah selalu dalam satu kondisi. Oleh karenaitu, janganlah kalian merasa risau ketika tertimpa musibah. Sebab,musibah itu tak akan terus-terusan membelit kalian. Ingatlah bahwadalam setiap kesulitan pasti terdapat kemudahan, dan dalam setiappersoalan pasti terdapat jalan keluar.

Bersama Takdir

وَمَنْ نَزَلَتْ بِسًاحَتِهِ الْمَنَايَا فَلَا أَرْضٌ تَقِيْهِ وَلَا سَمَاءُ وَأَرْضُ اللهِ وَاسِعَةٌ وَلٰكِنْ إِذَا نَزَلَ القَضَا ضَاقَ الْفَضَاءُدَعِ الْأَيّامَ تَغْدِرُ كُلَّ حِيْنٍ فَمَا يُغْنِيْ عَنِ الْمَوْتِ الدَّوَاءُ Apabila ajal datang padamu, maka tak sejengkal bumi, tidak pula sebidang langit yang dapatmelindungimu. Bumi Allah amatlah luas, tetapi suatu saat apabila takdir sudah datang angkasa pun menjadi sempit. Biarlah hari-hari itu tidak setia setiap saat. Sebab, obat apa pun juga tak akan menangkal ajal. (Jawahir al-Adab wa Adab al-Fugaha). Penjelasan: Ketika ajal datang menghampiri seseorang, maka tidak adatempat baginya untuk menghindar dan berlindung. Ya, benar,kematian bagaikan suatu penyakit yang tiada obatnya. Lalu, apakahkita semua sudah siap untuk bertemu dengan detik-detik kematianitu?

Etika Belajar

Imam Syafi'i berguru kepada Imam Malik dalam rentang waktuyang cukup lama. Ia bermulazamah bersama sang guru, hinggagurunya itu wafat. Sebelum Imam Syafi'i meninggalkan KotaMakkahuntuk berguru kepada Imam Malik, ia tinggal bersama orang-orangHudzail dari suku Badui. Ia belajar bahasa Arab kepada mereka danmemahami watak orang-orangnya. Sebab, orang Badui ini terkenalsebagai sebaik-baiknya orang Arab dalam berbahasa. Imam Syafi'i bermulazamah dengan mereka selama tujuh belastahun. Ketika mereka berpindah dari satu daerah ke daerah lain(nomaden), ia juga mengikuti mereka, ke mana pun mereka pergi. Pada suatu hari, seorang lelaki dari Bani Zubair yang tak lain berasal dari Bani pamannya berkata kepadanya, “Wahai Abdullah, apakah kamu tak ingin selain menguasai bahasa Arab juga menguasai fiqh sehingga kamu akan menjadi orang yang berilmu di generasimu?” Imam Syafi’i pun menjawab, “Siapa sosok guru yang menurutmu aku bisa berguru kepadanya?” “Imam Malik, ia gurunya kaum muslimin...

Fiqh dan Tasawuf Selalu Bersama

Dalam pandangan Imam Syafi'i, ulama itu terdiri atas tiga golongan‎ yaitu seorang ahli fiqh saja (fakih), seorang ahli tasawuf saja (sufi), dan seorang ahli fiqh tetapi juga ahli tasawuf (fakih-sufi). Oleh karena itu, dalam konteks ini, Imam Syafi'i menasihati seorang ahli fiqh agar juga menjadi seorang yang ahli tasawuf. Hal ini sebagaimana yang ia jelaskan dalam bait-bait syair berikut: فَقِيْهًا وَصُوْفِيًا فَكُنْ لَيْسَ وَاحِدًا فَإِنِّي وَحَقِّ اللهِ إيَّاكَ أَنْصَحُ فَذٰلِكَ قَاسٍ لَمْ يَذُقْ قَلْبُهُ تُقَى وَهَذَا جَهُوْلٌ كَيْفَ ذُوْ الْجَهْلِ يَصْلُحُ؟ Jadilah ahli fiqh dan sufi, jangan menjadi salah satunya. Demi Allah, aku menasihatimu Sebab, ahli fiqh itu kejam, hatinya tidak bertakwa. Sedangkan, sufi itu bodoh, lalu bagaimana seorang yang bodoh itu bisa mengubah sesuatu menjadi lebih baik?

aku akan berlari menuju Tuhanku

Sesungguhnya, pintu ampunan Allah Subhanahu wa ta’ala. itu senantiasa terbuka lebar bagi orang-orang yang tengah mengalami tekanan dosa dan takut pada Hari Pembalasan. Bagaimana tidak, sebab Allah Subhanahu wa ta’ala. telah mencurahkan nikmat-Nya, baik itu kenikmatan lahir maupun batin kepada mereka?! Sejak manusia masih berupa segumpal darah yang berada di perut ibunya, Allah Subhanahu wa ta’ala. telah menjaganya secara baik, hingga ia lahir ke dunia. Lantas, jika kenyataannya seperti ini, apakah benaria telah menelantarkanmu begitu saja, dan membiarkanmu kelakmasuk neraka?! Apabila kelak Allah Subhanahu wa ta’ala. memang menghendaki kamu masuk neraka-Nya, tentu saja Dia tak akan mengilhamkan kebenaran tauhid kepadamu, sejak kamu masih bayi! Oleh sebab itu, bagi siapa saja yang merasa dirinya penuh dengan lumuran dosa dan senantiasa terbayang-bayang olehnya, janganlah sekali-kali putus asa dari rahmat Allah Subhanahu wa ta’ala. Mengenai hal ini, Imam Syafi'i berkata dalam empat sy...

Mempelajari Ilmu Akhirat

Imam Syafi'i berkata dalam dua bait syairnya: مَنْ تَعَلَّمَ لِلْمَعَدِ فَازَ بِفَضْلٍ مِنَ الرَّشَادِ وَ نَالَ حُسْنًا لِطَالِبِيْهِ وَ فَضْلَ نَيْلٍ مِنَ الْعِبَادِ ‎Barang siapa mempelajari ilmu akhirat,‏maka ia akan mendapatkan petunjuk (dari Allah Subhanahu wa ta’ala.).‏ Apabila ia mendapatkan ilmu tersebut dengan cara yang baik,‏ maka ia akan mendapatkan keutamaan dari orang-orang shalih. Penjelasan: Mempelajari ilmu akhirat itu memiliki beberapa faedah.Barang siapa mempelajarinya dengan tujuan untuk mendapatkan ridha Allah Subhanahu wa ta’ala. maka ia akan mendapatkan keberuntungan, berupa hidayah dan petunjuk-Nya. Dan, apabila dalam mencarinya itudilakukan dengan cara yang baik, maka orang-orang shalih akanmemberinya sesuatu yang ia butuhkan (ilmu).

Mencintai Orang Shalih

Andai kamu ditanya: siapa saja di antara segolongan manusiayang kamu cintai, dan siapa saja di antara mereka yang kamubenci? Kira-kira jawaban apa yang dapat kamu berikan?! Padahal, seyogianya cinta itu hanya karena Allah Subhanahu wa ta’ala. Dan,bencipun seharusnya juga karena-Nya. Sebab, yang demikian itu adalahciri-ciri orang-orang mukmin yang bertakwa. Apabila kita lihat jawaban Imam Syafi'i atas pertanyaan tersebut,kita dapati jawaban yang mengagumkan darinya. Dengan sangatrendah hati (tawadhu), ia menjawab, "Aku adalah orang yang sangatmencintai orang-orang shalih, meskipun aku sendiri bukanlahtermasuk golongan mereka!” Dari jawaban tersebut sebenarnya Imam Syafi'i ingin agar cintanya kepada orang-orang shalih tersebut kelak akan menjadi syafaatnya di hadapan Allah Subhanahu wa ta’ala. Sebab, barang siapa mencintai segolongan manusia, maka di akhirat nanti ia akan dikumpulkanbersama mereka. Selain mencintai orang-orang shalih, Imam Syafi'i juga sangatmembenci mer...

Mendekat Kepada Allah

📆 Ahad, 15 Rajab 1447 H / 04 Januari 2026 📚 *Tazkiyatun Nafs* 📝 Pemateri: Ustadz Faisal Kunhi M.A. 🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹        Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, إذا استغنى الناسُ بالدُّنيا فاستغنِ أنت بالله Ketika orang-orang merasa cukup dengan dunia, hendaknya engkau merasa cukup dengan Allah. وإذا فرحوا بالدُّنيا فافرح أنت بالله Ketika mereka bergembira dengan dunia, hendaknya engkau bergembira dengan Allah. وإذا أَنِسُوا بأحبابهم فاجعلْ أنسَك بالله Ketika mereka merasa tenteram dengan orang-orang yang mereka cintai, hendaknya engkau jadikan ketenteramanmu bersama Allah. وإذا تعرَّفوا إلى ملوكهم وكبرائهم وتقربوا إليهم لينالوا بهم العزَّ والرفعة؛ فتعرَّفْ أنت إلى الله وتودَّدْ إليه؛ تنالُ بذلك غاية العز والرفعة Ketika mereka berusaha mendekat kepada para raja dan pembesar mereka agar mendapat kedudukan dan kemuliaan, hendaknya engkau berusaha mengenal dan mendekat kepada Allah, niscaya engkau akan mendapat puncak kedudukan dan kemuliaan. Siapa yang merasa ...

JANGAN BERSEDIH DENGAN SEDIKITNYA PENGANUT KEBENARAN

وَامْتَثَلَ مَا رَوَى الْحَاكِمُ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ بِإِاسْنَادِهِ عَنِ السَّيِّدِ الْجَلِيلِ الْفُضَيْلِ بْنِ عِيَاضٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ لَا تَسْتَوْحِشْ طُرُقُ الْهُدَى لِقِلَّةِ أَهْلِهَا وَلَا تَغْتَرَّنَّ بِكَثْرَةِ الْهَالِكِينَ وَلَا يَضُرُّكَ قِلَّةُ السَّالِكِينَ Ikutilah pendapat yang diriwayatkan oleh Al-Hakim Abu Abdillah dengan isnadnya dari As-Sayyid yang mulai Al-Fudhail bin “Iyadh Radhiyallahu 'anhu berkata: “Janganlah merasa kesepian di jalan kebenaran karena sedikit pengikutnya dan jangan terpedaya dengan banyaknya orang yang rusak dan janganlah mengganggumu karena kurangnya orang-orang yang menempuhnya.”