Menurut sebagian ulama, ma'rifat adalah sifat orang-orang yang mengenal Allah dengan nama-nama dan sifat-sifat-Nya, kemudian ia membenarkan Allah dengan melaksanakan ajaran-Nya dalam segala perbuatan. Ia membersihkan dirinya dari akhlak yang rendah dan dosa-dosa, kemudian lama berdiri mengetuk "pintu" Allah. Dengan hati yang konsis dan istiqomah, dia beri'tikaf untuk menjauhi dosa-dosa, sehingga ia memperoleh sambutan Allah yang indah. Allah membimbing dalam semua keadaannya, maka terputuslah gelora nafsu dari dirinya dan hatinya tidak pernah terdorong lagi
untuk melakukan selain ini.
وسمعته يقول: سمعت عبد الله الرازي يقول: سمعت محم بن الفضل يقول: المعرفة حياة القلب مع الله تعالى.
Muhammad bin Fadhal Al-Farawi berkata, "Ma'rifat itu kehidupan hati bersama Allah Ta'ala."
وسمعته يقول: سمعت أحمد بن علي بن جعفر يقول: سمعت الكتاني يقول: سئل أبو سعيد الخراز: هل يصير العارف إلى حال يجفو عليه البكاء؟ فقال: نعم، إنما البكاء في أوقات سيرهم إلى الله تعالى، فإذا نزلوا إلى حقائق القرب وذاقوا طعم الوصول من بره زال عنهم ذلك.
Abu Sa'id Ahmad Al-Kharraz pernah ditanya, "Apakah seorang arif bisa menderita karena tangisan?" Jawabnya, "Ya, ketika ia menangis di waktu-waktu perjalanannya menuju Allah, namun jika ia telah sampai pada hakikat kedekatannya dengan Allah dan merasakan lezatnya kebaikan Allah, maka lenyaplah semua penderitaannya."