▶️ PENYAKIT YANG DATANG MENJELANG AJAL
📡 Simak poster selengkapnya:
https://www.instagram.com/p/DNSTCn2Rvlu
Ada sebuah penyakit yang sangat berbahaya namun jarang disadari manusia. Penyakit ini tidak menimbulkan demam, tidak terlihat secara fisik, tapi perlahan menggerogoti iman. Ia tumbuh dalam diam dan baru benar-benar terasa saat ajal datang menjemput. Penyakit itu adalah Al-Wahn yaitu cinta dunia dan takut mati.
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa akan datang masa ketika umat Islam dikerumuni oleh musuh dari berbagai penjuru, sebagaimana orang mengerumuni makanan di piring. Ketika itu jumlah kaum muslimin banyak, namun lemah seperti buih di lautan. Sebabnya adalah penyakit Al-Wahn. Saat para sahabat bertanya, “Apa itu wahn?” Rasulullah ﷺ menjawab, “Cinta dunia dan takut mati.” (HR Abu Daud: 4297).
Cinta dunia membuat hati lalai dari akhirat, hingga seseorang menunda taubat seolah memiliki jaminan umur panjang. Allah ﷻ berfirman:
وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ السَّيِّاٰتِۚ حَتّٰىٓ اِذَا حَضَرَ اَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ اِنِّيْ تُبْتُ الْـٰٔنَ وَلَا الَّذِيْنَ يَمُوْتُوْنَ وَهُمْ كُفَّارٌ ۗ اُولٰۤىِٕكَ اَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا اَلِيْمًا
“Tidaklah tobat itu (diterima Allah) bagi orang-orang yang melakukan keburukan sehingga apabila datang ajal kepada seorang di antara mereka, (barulah) dia mengatakan, ‘Saya benar-benar bertobat sekarang.’ Tidak (pula) bagi orang-orang yang meninggal dunia, sementara mereka di dalam kekufuran. Telah Kami sediakan azab yang sangat pedih bagi mereka.” (QS An-Nisā' [4]: 18).
Rasa takut mati pun muncul karena hati belum siap bertemu Allah. Abu Hazim Salamah bin Dinar Al-A’raj pernah menjelaskan, kita takut mati karena sibuk membangun dunia, tapi merobohkan akhirat. Maka wajar bila hati enggan meninggalkan yang sudah dibangun untuk menuju sesuatu yang telah dihancurkan.
Penyakit ini juga membuat seseorang berat untuk beribadah, tetapi ringan untuk urusan dunia. Ia mampu menghabiskan waktu berjam-jam untuk hiburan, namun membaca Al-Qur’an beberapa menit saja terasa berat. Ia bersemangat mengejar kesuksesan dunia, namun lalai mempersiapkan keselamatan akhirat.
Inilah tanda hati sedang lumpuh, ketika dunia lebih berharga di mata daripada ampunan Allah. Banyak orang menunda taubat dengan keyakinan “masih ada waktu”, padahal bisa jadi kematian datang lebih cepat dari rencana. Ajal tidak pernah memberi kabar, dan tidak akan pernah menunggu kesiapan siapa pun.
Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.
__
♻️ Silahkan disebarluaskan
🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin
Komentar