Menjadi Hamba Istimewa Melalui Al-Qur'an


πŸ“† Sabtu, 21 Safar 1447 H | 16 Agustus 2025 

πŸ“š *Interaksi Al-Quran*
 
πŸ“ Pemateri: Slamet Setiawan, S.H.I, M.Pd

πŸŒΏπŸŒΊπŸ‚πŸ€πŸŒΌπŸ„πŸŒ·πŸŒΉ 

Menghafal Al-Qur'an adalah perjalanan mulia yang dipenuhi dengan tantangan dan godaan. Namun justru karena itulah, proses ini menjadi sangat istimewa di sisi Allah. Tidak semua orang diberi keinginan, kesempatan, dan kemampuan untuk menapaki jalan ini. Maka pantaslah jika Allah menjanjikan keistimewaan bagi para penghafal Al-Qur'an. Kesabaran, keistiqamahan, dan semangat yang terus menyala menjadi syarat agar kita dapat menjaga hafalan dengan baik, serta menjadi hamba yang istimewa di hadapan-Nya.

Saat Allah telah menanamkan dalam hati kita keinginan untuk menghafal Al-Qur'an, jangan pernah menundanya. Sebab kita tidak bisa menjamin bahwa esok hari kita masih memiliki kesehatan, kekuatan, dan semangat yang sama. Betapa ruginya jika kita menyia-nyiakan nikmat yang belum tentu diberikan kepada orang lain ini. Menghafal Al-Qur'an adalah anugerah besar yang tidak boleh dianggap sepele atau ditunda-tunda.

Namun dalam membumikan Al-Qur'an, kita perlu melangitkan manusianya terlebih dahulu. Al-Qur'an tidak akan benar-benar melekat pada hati yang tidak suci, tidak tunduk, dan tidak dekat dengan Allah. Hanya jiwa-jiwa yang melangit—yang menjaga hubungannya dengan Rabb-nya—yang mampu menjadi tempat bersemayamnya cahaya Al-Qur'an. Maka benahilah hati, bersihkanlah jiwa, dan kuatkanlah ikatan kita dengan Allah agar Al-Qur'an benar-benar hidup dalam diri kita.

Meskipun membaca Al-Qur'an saja sudah berpahala, dan menghafalkannya menjadikan seseorang mulia, namun jangan sampai kita hanya berhenti pada pencapaian “pernah menghafal” atau sekadar memiliki sertifikat hafizh. Gelar bukanlah tujuan akhir. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga hafalan tersebut agar tetap melekat dalam ingatan, serta memahaminya dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jangan sampai kita justru dipermalukan oleh gelar yang selama ini kita banggakan karena lalai dalam menjaganya.

Sesungguhnya, kualitas hafalan, kedalaman pemahaman, dan kesungguhan dalam pengamalan jauh lebih berarti di hadapan Allah daripada sekadar gelar atau pengakuan manusia. Maka teruslah berjuang, karena jalan ini adalah jalan cahaya, dan para pejuangnya adalah hamba-hamba yang dimuliakan-Nya.

πŸƒπŸƒπŸŒΊπŸƒπŸƒπŸŒΊπŸƒπŸƒ

Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Subscribe Youtube MANIS: https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial

Follow Media Sosial MANIS : 
IG : http://instagram.com/majelismanis
FB: http://fb.com/majelismanis
TikTok
https://www.tiktok.com/@majelis_manis_

πŸ“±Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/gabungmanis
πŸ’° Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSI : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/62852-7977-6222
wa.me/087891088812

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HAFALAN QUR'AN HILANG KARENA MAKSIAT

PERTANYAAN DI PADANG MAHSYAR

EMPAT UNSUR TAWAKKAL