ALLAH ASSAMII'

Nama Allah ini sangat krusial bagi kita yang memiliki banyak permintaan,
karena Allah maha mendengarkan permintaan dan keluhan hamba-Nya serta sekaligus maha mengabulkan doa. 

AlSamii’ secara populis dipahami bahwa Allah adalah zat Yang Maha Mendengar. Allah adalah zat yang memperkenankan
permohonan dan doa-doa hamba-Nya.
Di antara bukti didengarkan dan dikabulkannya doa Nabi Ibrahim dapat kita baca tentang pragmen kisahnya. Dan
(ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasardasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Qs.
al-Baqarah: 127).

Dan juga doa istri nabi Ibrahim

Ingatlah ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku 
menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). 
Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Qs. Ali Imran: 35).

ALLAH AL MUDZIL

Dalam kehidupan ini ternyata di samping ada banyak orang yang diangkat derajat kepribadiannya sehingga mulia, baik dalam pandangan Allah maupun dalam pandangan manusia, ternyata juga ada orang yang “direndahhinakan” akibat
perilakunya sendiri. 

Al-Mudzil secara populis dipahami bahwa Allah adalah zat Yang Maha Merendahkan. Allah adalah zat yang maha kuasa, dan yang berkuasa menjadikan mulia atau rendah hina siapapun dari hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, lantaran perbuatannya sendiri. Adalah yang sudah pasti Allah memuliakan orang-orang yang beriman berilmu dan beramal shalih lantaran ketakwaannya. Dan sebaliknya Allah juga menghinadinakan orang-orang musyrik, kafir, munafik, dan fasiq karena kedurhakaan mereka. 

Allah mengingatkan kita agar tidak durhaka karena akibat kedurhakaan hanyalah direndahhinakan, sebagaimana
firman-Nya yang maknanya, sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan rasul-Nya, mereka termasuk orang-orang
yang sangat hina” (Qs. al-Mujadalah: 20).

Sekali lagi Allah berkuasa memuliakan dan menghinakan hamba-Nya. Seorang hamba dimuliakan karena amalnya, demikian juga yang lainnya dihinakan juga karena perbuatannya. Dengan demikian Allah memuliakan dan menghinakan hambaNya atas dasar hikmah dan keadilan-Nya. Allah tidak pernah menzalimi hamba-Nya, tetapi seringkali seseorang itu sendiri
yang menzalimi dirinya...

ALLAH AL MU'IZZ

Al-Mu’izz secara populis dipahami bahwa Allah adalah zat YangMaha Memuliakan... Allah adalah zat yang maha mulia, sumber kemuliaan, dan yang menganugerahi kemuliaan kepada siapapun dari hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya. Allah berfirman, yang maknanya, barang siapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nya-lah naik perkataan-perkataan yang
baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras. Dan rencana jahat mereka akan hancur (Qs. Fathir: 10)...

Oleh karenanya kita sudah selayaknya memuji Allah dengan al-Mu’izz untuk memperoleh keridhaan-Nya sehingga dimuliakanNya. “Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu” (Qs. Ali Imran: 26).

ALLAH AR RAAFI'

Ar-Raafi’ secara umum dipahami bahwa
Allah adalah zat Yang Maha Tinggi yang senantiasa meninggikan segala sesuatu atas makhluk-Nya. Allah kuasa mengangkat derajat hamba-hamba-Nya ke kedudukan (maqam) kemuliaan...

Seperti di antaranya dijelaskan dalam al-Qur’an bahwa Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu
pengetahuan.

Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan
orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (Qs. alMujadalah: 11).

ALLAH AL KHAAFIDH

Al-Khaafidh secara umum dipahami bahwa Allah adalah zat Yang Maha Merendahkan segala sesuatu atas makhluk-Nya. Tentu di samping kuasa
merendahkan, Allah juga kuasa meninggikan, kuasa mengangkat
derajat hamba-hamba-Nya....

Suatu hari Rasulullah Nabi Muhammad saw ditanya tentang maksud firman Allah, ”Setiap saat Dia (Allah) dalam kesibukan
(Qs. al-Rahman: 29), beliau bersabda, ”Termasuk kesibukan yang
dilakukan oleh Allah adalah mengampuni dosa, menghilangkan
keresahan, meninggikan kelompok-kelompok manusia, dan
merendahkan yang lain” (HR. Ibnu Majah). 

Siapapun yang direndahhinakan atau ditinggimuliakan oleh Allah tentu atas
ketentuan sunatullah-Nya yang maha adil dan bijaksana....

ALLAH AL BAASITH

Allah al-Baasith mengantarkan kita untuk merenungi kembali tentang bagaimana Allah mengatur hal ikhwal makhluknya, terutama dalam hal melapangkan, menambah atau melipatgandakan rezeki juga umur hamba-hamba-Nya. al-Baasith
secara populis dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha kuasa melapangkan segala urusan hamba-hamba-Nya. Allah
memudahkan rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya.

Dalam banyak tempat dalam al-Qur’an, Allah berfirman yang maknanya. Sesungguhnya Tuhanmu Melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; Sesungguhnya Dia Maha mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hambaNya (Qs. al-Isra’: 30). 

Allah melapangkan rezeki bagi siapa saja
yang dikehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan Dia pula yang menyempitkan baginya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” (Qs. al-Ankabuut: 62).

Dan jika Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hambaNya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi
Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hambaNya lagi Maha Melihat” (Qs. al-Syuura: 27).

Allah berfirman yang maknanya, siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan (Qs. al-Baqarah: 245).

Di ayat lain juga disebutkan bahwa Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka
bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah
kesenangan (yang sedikit) (Qs. al-Ra’d: 26).

ALLAH AL QAABIDH

Al-Qaabidh secara umum dipahami bahwa Allah adalah zat Yang Maha Menyempitkan, yang kuasa menahan,
menggenggam, menghalangi, dan menyempitkan segala sesuatu
atas makhluk-Nya. Tentu di samping kuasa menahan, Allah juga kuasa membebaskan, Allah kuasa menggenggam juga kuasa
melepaskan, Allah kuasa menghalangi juga kuasa melancarkan, dan Allah kuasa menyempitkan juga kuasa melapangkan.
Semuanya berjalan sesuai dengan ketentuan sunnatullah-Nya yang rapi dan sempurna...

Allah berfirman yang maknanya, siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan
hartanya di jalan Allah), maka Allah akan memperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan (Qs. al-Baqarah: 245).

Di ayat lain juga disebutkan bahwa Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka
bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah
kesenangan (yang sedikit) (Qs. al-Ra’d: 26). 

melatih diri dari perkara mubah menjadi sunnah

Sesungguhnya setiap amal perbuatan harus disertai niat dan setiap sesuatu itu sangat tergantung pada niatnya. " (HR. Bukhari dan Mu...