ALLAH AL KHALIQ

Allah al-Khaliq secara populis dipahami bahwa Allah adalah zat Yang Maha Pencipta, zat yang menciptakan segala yang ada dan yang mungkin ada dan semuanya. Mengapa Allah disebut Yang Maha Pencipta? Karena di antaranya, Allah mencipta semua yang ada dan mungkin
ada di seluruh alam dan semesta. 

Allah menciptakan makhluk hidup juga benda-benda mati. Allah menciptakan langit, bumi, pergantian siang dan malam, angin, air dunia, akhirat, surga, neraka, malaikat, setan, panas, dingin, dan seterusnya.

Aneka ragam makhluk hidup ciptaan Allah kemudian menghiasi isi alam semesta dari yang sangat kecil seperti serangga sampai yang besar seperti gajah, dari yang tampak seperti manusia sampai yang ghaib seperti malaikat. Allah juga
mencipta dan menumbuhkan aneka tetumbuhan, biji-bijian, buah-buahan dan seterusnya. Demikian juga benda-benda mati.

Di samping itu kemahaciptaan Allah juga tanpa preseden atau tidak ada contoh sebelumnya. Allah benar-benar maha pencipta kebaruan. Semua ciptaan-Nya tidak ada contoh sebelumnya yang dapat ditiru....

Semua ciptaan Allah, tidaklah dibuat dalam keadaan sia sia.... Semuanya terkandung hikmah di dalamnya... Kita sebagai makhluk perlu menafakkuri ciptaan Allah... Dan kita juga harus memperhatikan diri sendiri sebagai ciptaan Allah Sang Khaliq...

ALLAH AL MUTAKABBIR

Al-Mutakabbir dapat dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha besar yang kebesaran-Nya sempurna tak tertandingi oleh selain-Nya. Allah adalah zat yang
maha agung yang keagungan-Nya sempurna, Allah adalah maha megah yang kemegahan-Nya tak terbantahkan dan Allah maha tinggi yang ketinggian-Nya mengatasi apapun juga.

Oleh karenanya hanya Allah sajalah zat yang berhak menyandang selendang kesombongan dan mahkota kebesaranNya. Karena selain-Nya adalah makhluk yang hanya melekat sebagian kecil sifat dari kesempurnaan-Nya, sehingga makhluk tidak pantas memeluk kesombongan....

ALLAH AL JABBAR

alJabbar dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha tinggi, agung, berkuasa mutlak sehingga mau tidak mau, sadar atau tidak
“memaksa” makhluk-Nya untuk tunduk terhadap sunnatullahNya. Tidak ada sama sekali di antara makhluk-Nya yang
menyalahi ketentuan-Nya.. Oleh karena itu secara bahasa al-Jabbar dimaknai sebagai
ketinggian, keagungan, keistiqamahan, kekuatan yang memaksa.

Ketinggian dan keagungan Allah tidak dapat dijangkau oleh makhluk atau manusia siapapun ia. Karena kemahatinggian dan kemahaagungan-Nya, maka semua makhluk ciptan-Nya yang
notabene rendah bila dibandingkan dengan-Nya untuk tunduk patuh kepada-Nya. Dari sini kemudian al-Jabbar dimaknai bahwa Allah sebagai zat Yang Maha Pemaksa, zat yang kehendak-Nya
tidak bisa diingkari.

Allah menciptakan langit, bumi dan semua seisinya serta memerintahkannya berjalan mengikuti sunnah-Nya atau ketentuan atasnya. Tidak ada satupun yang menyimpang atau menyalahi sunatullah-Nya. Semua berjalan seperti adanya;
seperti matahari terbit dari timur kecuali suatu saat nanti ketika kiamat, angin berhembus sebagai ungkapan tasbih pada
Rabbnya, air mendinginsejukkan, api menghangatkan atau bahkan membakar, malaikat senantiasa menyampaikan ilham
kebaikan kepada hamba-Nya, setan mengilhamkan kejahatan untuk menguji manusia dan seterusnya.

Di samping itu dengan al-Jabbar, Allah juga diyakini sebagai zat yang berkuasa mengatur segala hal ikhwal makhluk-Nya. Diantaranya Allah berkuasa mengaruniai kekuatan kepada hambahamba-Nya. Allah berfirman, Allah, Dialah yang menciptakan
kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia
menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah
Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa (Qs. al-Rûm: 54).

Allah juga berkuasa menganugerahi kekuasaan atau mencabutnya dari hamba-Nya. Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang
mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha
Kuasa atas segala sesuatu (Qs. Ali Imran: 26).
Allah juga kuasa mengatur siang dan malam, menghidupkan dan mematikan serta memberi rezeki kepada hamba-hamba-Nya. Engkau masukkan malam kepada siang dan Engkau masukkan
siang kepada malam, dan ”Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau memberi rezeki siapa yang Engkau kehendaki dengan
tidak terkira (Qs. Ali Imran: 27).

Semua makhluk Allah tidak terlepas dari sunnatullah ketentuanNya... Semuanya tunduk kepada Allah baik secara sukarela ataupun terpaksa....

WASPADALAH AKAN DOSA DISISA UMURMU

Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata,

“Engkau berbuat kebaikan (amal shaleh) pada sisa umurmu (yang masih ada), maka Allah akan mengampuni (dosa-dosamu) di masa lalu..

karena jika kamu (tetap) berbuat buruk pada sisa umurmu (yang masih ada), kamu akan disiksa (pada hari kiamat) karena (dosa-dosamu) di masa lalu dan (dosa-dosamu) pada sisa umurmu.”

Lathoiful Ma’aarif 

Satu Dosa yang kita lakukan seringkali mendatangkan dosa dosa yang lainnya... Seetprti orang yang mabuk, karena akalnya tertutupi dan terganggu, kemudian ia mencuri, berzina, membunuh, dsb... Oleh karena itu takutlah terhadap Allah, jauhilah apa yang Allah murkai niscaya kita Allah jauhkan kita dari maksiat... Jauhilah pula dosa dosa kecil, karena jika dosa kecil dilakukan terus menerus makan akan menjadi besar dan bnayak, kemudian menyengsarakanmu di dunia dan diakhirat... nauzubillahimindzalik

Perbaikilah sisa umur, dan tetaplah dalam kebaikan... Sebab keadaan diakhirat itu berdasarkan baik buruknya amal penutup kala ajal menjemput... Ya Allah Husnul khatimahkanlah kami... Berakhirlah sisa umur kami, panjangkan lah umur kami dalam ketaatan... Aamiin ya Allah

ALLAH AL AZIZ

Nama indah yang dimiliki Allah berikutnya
adalah al-’Aziiz. Allah al-’Aziiz dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha kuat dan perkasa..... 

Dengan al-’Aziiz, Allah swt telah
mempermaklumkan bahwa diri-Nya memiliki keperkasaan yang tidak dapat diukur oleh manusia ataupun makhluk lainnya..... Allah swt berfirman dalam Qs. Yasin ayat 1-5 yang menunjukkan bahwa diri-Nya yang memiliki Maha Keperkasaan
dan Maha kasih sayang. "Yasin (Muhammad), demi Al-Qur’an yang
penuh hikmah, sesungguhnya engkau sungguh adalah termasuk
para Rasul. Yang berada di atas jalan yang lurus. Yang diturunkan
oleh Allah Yang Maha Perkasa dan Bijaksana” (Qs. Yasin: 1- 5).

Dari normativitas di atas, diberitakan bahwa dengan keperkasaan dan kebijaksanan-Nya Allah mengutus Nabi
Muhammad saw sebagai rentetan kerisalahan yang lurus dan mendapat keridhaan-Nya.....

Dan Allah bersumpah bahwa al-Qur’an
yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw merupakan pedoman yang sarat akan hikmah kebijaksanaan dan pelajaran
yang agung....

Allah Maha Perkasa, sehingga segala sesuatu tercipta atas kePerkasaan Allah Al Aziz.... Allah Maha Perkasa menciptakan manusia, tetapi tidaklah suatu ciptaan Allah itu diciptakan sia sia, oleh karena itu Allah menurunkan Al Qur'an untuk membimbing manusia didalam kebenaran....

ALLAH AL MUHAIMIN

Nama indah yang dimiliki Allah berikutnya
adalah al-Muhaimin. Allah sebagai al-Muhaimin dipahami bahwa Allah adalah zat yang memelihara dengan pemeliharaan yang sempurna, maha mengatur dengan pengaturan yang sempurna, dan maha mengawasi dengan pengawasan yang sempurna....

Allah berfirman : Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang
Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan (Qs. al-Hasyr: 23).

Allah memelihara seluruh makhluk-Nya dengan sangat teliti, sehingga tidak ada sekecilpun keberadaan makhluk yang luput dari pemiliharaan-Nya. Bumi tetap dalam keseimbangannya, alam tetap dalam keasriannya, tata surya tetap dalam peredarannya, manusia tetap dalam kebaikannya, dan sebagian besar makhlukNya senantiasa bertasbih kepada Allah dengan caranya masing-masing. Allah juga mengatur segala hal tentang hal ikhwal keberadaan makhluk-Nya, hidup dan matinya, rezeki dan karunianya, pertemuan dan jodohnya dan seterusnya... 

Makhluk tinggal menjalani sesuai garisan sunnatullah-Nya. Allah juga mengawasi
hal ikhwal apapun atas makhluk-Nya... Tidak ada hal ikhwal yang berada di luar jangkauan kepengawasan Allah yang Maha Teliti, hatta sekecil daun yang jatuh sekalipun. Apalagi getaran hati kita, goresan niat, dan perilaku kita sekecil zarrah sekalipun...

Lihatlah diri kita, begitu apik Allah memelihara kita, mengatur denyut nadi, hembusan nafas, aliran darah dsb... Semua makhlukNya dalam genggaman pengaturanNya.... Subhanallah, Allahu Akbar.... Tidak ada tandingan selain Allah yang dapat melakukan hal ini!!!...

ALLAH AL MUKMIN

Nama Allah al-Mukmin dipahami bahwa Allah adalah zat yang terpercaya pemberi rasa aman kepada semua makhluk-Nya, 
terutama orang-orang yang beriman... 

Allah berfirman: Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha 
Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan (Qs. al-Hasyr: 23)

Di samping itu, Allah al-Mukmin adalah zat yang maha terpercaya karena janji-janji-Nya benar dan pasti ditepati. Diantara janji-Nya orang beriman pasti bahagia hidupnya, baik di dunia maupun di akhirat. Orang-orang yang bertaubat, pasti diampuni oleh Allah. Orang yang berdoa kepada Allah, pasti  dikabulkan permohonannya.....

Allah berfirman: Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya. Sesungguhnya Allah tidak 
menyalahi janji (Qs. Ali Imran: 9).

 Disaat manusia ditimpa kekurangan baik jasmani dan rohani, hanya Allah yang dapat menenangkan hati dan mengamankan kita dari segala kerusakan... Yakini dalam hati, dimanapun kita berada, Allah adalah Dzat yang menjamin keamanan bagi kita, baik di dunia maupun di akhirat.... 

Janji Allah adalah pasti dan akan terlaksana... Jika kita senantiasa dekat dengan Allah, maka Allah akan mencintai kita.. dan bagi hamba Allah yang dicintaiNya maka akan diberikan segala kenikmatan dan kebutuhan yang cukup bagi hamba tersebut...

melatih diri dari perkara mubah menjadi sunnah

Sesungguhnya setiap amal perbuatan harus disertai niat dan setiap sesuatu itu sangat tergantung pada niatnya. " (HR. Bukhari dan Mu...