Abu Daud dan 'Amru meringkasnya dari Syu'bah, sementara Said mengatakan dari Qatadah, dari Zurarah, dari Sa'ad, dari 'Aisyah, dari Nabi ﷺ. (HR. Bukhari: 6026) -
perjumpaan dengan Allah
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda"Barangsiapa yang mencintai perjumpaan dengan Allah, niscaya Allah pun mencintai perjumpaan dengannya. Sebaliknya, barangsiapa yang membenci perjumpaan dengan Allah, Allah pun membenci perjumpaan dengannya." 'Aisyah atau sebagian istri beliau berkomentar: "Bukankah kita juga tidak menginginkan kematian?" Nabi lantas bersabda, "Bukan begitu maksudnya, namun maksud yang benar adalah bila ajal seorang mukmin menjemputnya, ia akan diberi kabar gembira dengan keridaan Allah dan karamah-Nya, sehingga tak ada sesuatu apapun yang lebih ia cintai daripada apa yang ada di hadapannya, lantas ia mencintai untuk berjumpa dengan Allah, dan Allah pun mencintai berjumpa dengannya. Sebaliknya, bila ajal menjemut orang kafir, ia akan diberi kabar buruk dengan azab Allah dan hukuman-Nya, sehingga tidak ada yang lebih ia cemaskan daripada apa yang ada di hadapannya, lantas ia membenci berjumpa dengan Allah, dan Allah pun membenci berjumpa dengannya."
mengingat dosa
Mengingat dosa-dosa yang telah lalu.
Bila akan menimbulkan rasa takut dan sesal, maka lakukanlah. Tetapi, bila tidak, maka lebih baik tinggalkan. Hal-hal yang membangkitkan kesabaran ini ialah mengingat ancaman siksa Allah di dunia dan akhirat.
Barangsiapa dalam hal ini dapat terus menerus, maka Allah akan memuliakannya dengan memberikan rasa enggan padanya dalam melaksanakan kemaksiatan sehingga ia berpendapat lebih baik masuk ke dalam api daripada mengerjakan maksiat walaupun sedikit.
menyembunyikan dosa
Wahai saudaraku, jangan sekali-kali engkau menyembunyikan sesuatu yang seandainya tampak oleh orang lain, engkau akan merasa malu, yang muncul dari rasa takut dicela orang.
قال بعض العارفين: لا يكون الصوفي صوفياً حتى يكون بحيث لو طيف بجميع ما في باطنه على طبق في السوق ما استحيا من ظهور شيء منه؛ فإن لم تقدر أن تجعل سريرتك خيراً من علانيتك فلا أقل من أن تسوي بينهما،
Sebagian orang bijaksana berkata :
“Seseorang belum disebut sufi sampai ia tidak lagi merasa malu seandainya batinnya diletakkan di atas talam lalu dipertontonkan di tengah-tengah pasar.”
dimensi lahir batin dari suatu syariat
Hidayah juga memiliki dimensi lahir dan batin karena segala yang mempunyai dimensi lahir pasti memiliki dimensi batin, dan begitu sebaliknya. oleh sebab itu, syariat adalah dimensi lahir dari al-haqiqah (hakikat), dan ia merupakan dimensi batin dari syariah; keduanya merupakan sesuatu yang lazim (kelaziman yang tidak terpisahkan) secara maknawi. Syariat tanpa hakikat tidak berguna dan tidak membuahkan, sedangkan hakikat tanpa syariat itu batil, sia-sia, dan tidak ada kebaikan yang dapat diharapkan darinya. Berkaitan dengan persoalan di atas, seorang penyair berkata:
بَلِ التَّصَوُّفُ أَنْ تَصْفُو بِلاَ كَدَرٍ * وَتَتْبَعَ الحَقَّ وَالقُرْآنَ وَالدِّيْنَا
وَأَنْ تَرَى خَاشِعًا لِلّٰهِ مُكْتَئِباً * عَلىَ ذُنُوْبِكَ طُوْلَ الدَّهْرِ مَحْزُوْنًا
tasawuf adalah jika engkau jernih tanpa noda dengan mengikuti kebenaran, al-Quran dan agama
dan engkau menjadi khusyuk di hadapan Sang Mahakuasa berduka dan menangis atas dosa-dosamu sepanjang masa
Cinta Kepada Allah SWT
(وعليك) بالحب في الله
حتى يصير سبحانه أحب إليك مما سواه بل حتى لا يصير لك محبوب إلا إياه.
وسبب وجود الحب من جهة المحبوب إما وجود كمال فيه أو حصول نوال منه.
Perwujudan cinta
Hendaknya engkau melebihkan cintamu kepada Allah Swt. dari yang lainnya, bahkan hanya Dialah yang patut engkau cintai.
Sebab timbulnya cinta ialah bila yang dicintai itu memiliki kesempurnaan dan dapat memberikan sesuatu pada yang mencintai.
فإن كنت ممن يحب لأجل الكمال فالكمال والجمال والجلال لله وحده لا شريك له في شيء من ذلك، وما يلوح على صفحات بعض الموجودات من معنى كمال أو يبدو عليها من رونق جمال فهو المكمل والمجمل لها سبحانه وتعالى بل هو الموجد لها والمخترع ولولا أنه أنعم عليها بالإيجاد لكانت مفقودة معدومة ولولا ما أفاض عليها من أنوار جمال صنعته لكانت قبيحة مشئومة.
Apabila engkau mencintai sesuatu karena kesempurnaan, kebaikan, keagungan, maka ketahuilah bahwa semuanya itu hanyalah milik Allah Swt. dan tiada sekutu bagi-Nya. Segala sesuatu yang terwujud dengan kesempurnaan dan keindahan maka hanya Dialah yang menciptakan dan mewujudkannya. Seandainya Ia tak berkehendak menciptakannya, maka tak akan terwujud pula segala kesempurnaan dan keindahan itu.
وإن كنت ممن يحب لأجل النوال فلست ترى إحساناً ولا تشاهد امتناناً ولا ترى إكراماً ولا تبصر إنعماً عليك وعلى سائر الخلق إلا والله تعالى هو المتفضل بجميع ذلك بمحض الجود والكرم فكم من خير قد أسداه إليك!
Apabila engkau termasuk orang yang mencintai pemberian dari yang engkau cintai, maka engkau tak akan melihat kebaikan, anugerah, kemuliaan pemberian dan pelimpahan dari seluruh makhluk di alam semesta ini, kecuali Allah yang mencukupi segalanya.
وكم من نعمة قد أنعم بها عليك! فهو سيدك ومولاك الذي خلقك وهداك، والذي له مماتك محياك، والذي أطعمك وسقاك، وكفلك ورباك وأسكنك وآواك،
Bagimu kesemuanya disebabkan ileh kemurkaan dan kedermawanan-Nya padamu. Dialah Raja dan Tuhanmu. Dia pula yang menciptakan, memberi petunjuk, menghidupkan, mematikan, memberi makan dan minum serta mencukupi, mendidik, dan memberi tempat tinggal kepadamu.
يرى القبيح منك فيستره، وتستغفره منه فيغفره، ويرى الجميل منك فيكثره ويظهره، وتطيعه بتوفيقه ومعونته فينوه باسمك في الغيوب ويقذف تعظيمك وحبك في القلوب، وتعصيه بنعمته فلا يمنعه وجود العصيان عن إفاضة الإحسان، فكيف ينبغي لك أن تحب غير هذا الإله الكريم؟ أم كيف يحسن منك أن تعصي هذا الرب الرحيم؟
Bila engkau memiliki aib dan kelemahan, maka Ia segera menutupnya. Dan bila engkau memohon ampun pada-Nya, Dia pun segera mengampuni segala dosamu dan jika Ia melihat kebaikan pada dirimu maka Ia pun akan memperbanyak dan menampakkan kebaikan itu.
Jika engkau taat dengan taufiq dan pertolongan-Nya, Ia akan menempatkan namamu pada suatu tempat yang agung dan semua makhluk di langit dan bumi akan melimpahkan rasa cinta dan kasih kepadamu. Sebaliknya, jika engkau bermaksiat pada-Nya, maka Ia pun tetap memberi nikmat kepadamu. Oleh karena itu, mengapa engkau masih mencintai selain Dia Yang Maha pengasih, dan mengapa pula engkau tek merasa malu bila engkau senantiasa bermaksiat kepada-Nya Yang Maha Pemurah.
Wasiat Allah kepada Nabi Musa AS
وأوحى الله إلى موسى عليه السلام: يا موسى كن كالطير الوحداني يأكل من رؤوس الأشجار ويشرب من الماء القراح، فإذا جنه الليل أوى إلى كهف من الكهوف استئناساً به واستيحاشاً ممن عصاني (يا موسى) إني آليت على نفسي أن لا أتم لمدبر عني عملاً، ولأقطعن أمل(1) كل من يؤمل غيري، ولأقصمن ظهر من استند إلى سواي، ولأطيلن وحشة من استأنس بغيري، ولأعرضن عمن أحب حبيباً سواي (يا موسى) إن لي عباداً إن ناجوني أصغيت إليهم، وإن نادوني أقبلت عليهم، وإن أقبلوا علي أدنيتهم، وإن دنوا مني قربتهم، وإن تقربوا مني اكتنفتهم، وإن والوني، واليتهم، وإن صافوني صافيتهم، وإن عملوا لي جازيتهم، أنا مدبر أمورهم، وسائس قلوبهم وأحوالهم، لم أجعل لقلوبهم راحة إلا في ذكري؛ فهو لأسقمهم شفاء، وعلى قلوبهم ضياء، لا يستأنسون إلا بي، ولا يحطون رحال قلوبهم إلا عندي، ولا يستقر بي قرار إلا إلي.
“Hai Musa, Aku telah bersumpah kepada diri-Ku, “Sesungguhnya Aku tak akan menyenpurnakan pekerjaan orang yang berpaling dair-Ku. Dan akan Kuputuskan angan-angan orang yang memikirkan selain-Ku. Akan Kulemahkan kekuatan mereka yang bersandar pada selain Aku. Kuperpanjang pula kedukaan orang paling akrab pada selain Aku. Dan Aku pun akan berpaling dari mereka yang mencintai sesuatu lebih dari-Ku.”
“Hai Musa, sesungguhnya Aku memiliki beberapa hamba. Bila mereka bermunajat kepada-Ku, Aku selalu memperhatikan mereka, bila mereka mengundang-Ku, Aku akan menghadap mereka, bila mereka menghadap-Ku, Aku akan menghampiri mereka. Apabila mereka mengasihi-Ku, Aku pun mengasihi mereka. Apabila mereka membersihkan diri karena-Ku, Aku akan membersihkan mereka. Bila mereka beramal, Aku akan membalas bereka. Akulah yang mengatur urusan serta mendasari hati dan tingkah laku mereka. Aku tak akan mengistirahatkan hati mereka selain mengingat-Ku, karena hal itu merupakan obat dari segala penyakit dan penenang hati. Mereka tak akan senang, kecuali dengan-Ku. Mereka tak menggerakkan hati mereka, kecuali dengan sesuatu yang Aku ridai dan hati mereka pun tak akan merasa tenang kecuali bersama-Ku.”
Niat menuntut ilmu
وإن كانت نيتك وقصدك بينك وبين الله تعالى من تعلم العلم الهداية) بأن تنوي بتحصيله إزالةَ الجهل عن نفسك، وعن سائر الجهال، وإحياء الدين وإبقاءَ الإسلام بالعلم الدارَ الآخرة ورضا الله تعالى، وتنوي بذلك الشكر على نعمة العقل ونعمة صحة البدن (دُوْنَ مُجَرَّدِ الرِّوَايَةِ) أي الحمل والنقل عن العلماء (فَأَبْشِرُ ، فَإِنَّ الْمَلائِكَةَ تَبْسُطُ لَكَ) أي رضا بما تطلب (أَجْنِحَتَهَا) أي تضعها لتكون وطاء لك إِذا مشيت)
Apabila niat dan tujuanmu dalam mencari ilmu untuk mendapatkan hidayah Allah, atau dengan tujuan menghilangkan kebodohan diri sendiri dan orang-orang yang bodoh; atau untukmenghidupkan agama dan membela Islam dengan perantaraan ilmu yang kaudapat; atau untuk meraih kebahagiaan hidup di akhirat dan ridha Allah, seraya berniat memanjatkan syukur kepada-Nya atas karunia akal dan kesehatan badan yang telah dianugerahkan Dia kepadamu, bukan sekadar meriwayatkan atau menukil dari para ulama maka bergembiralah, sesungguhnya para malaikat telah ridha terhadap apa yang kaulakukan. mereka akan membentangkan sayap-sayap mereka untuk menjadi tempat pijakan kakimu saat engkau berjalan, sebagai pernyataan ridha atas upayamu dalam menuntut ilmu.
وقيل: إن الملائكة تظلل طالب العلم بأجنحتها (وَحِيْتَانَ البَحْرِ تَسْتَغْفِرُ لَكَ إِذَا سَعَيْتَ) أي ذهبت إلى العالم، وذلك لأن صلاح العالم منوط بالعالم بتبليغه الأحكام الشرعية التي منها أن الحيوان يحرم ،تعذيبه، كما أفاده العزيزي.
Menurut sebagian ulama, para malaikat akan menaungi orang yang mencari ilmu dengan sayap-sayap mereka. Binatang-binatang di laut pun akan memohonkan ampunan bagimu ketika engkau berangkat mendatangi ulama untuk menimba ilmu dari mereka. Sebab, kebaikan alam ini tidak lepas dari peran ulama; melalui pengajarannya tentang hukum-hukum syariat yang, di antaranya berkaitan dengan diharamkannya penyiksaan terhadap binatang.
وعلامة ذلك القصد أن يكون بحث العلم في الخلاء أحب إليك أن يكون في الملإ، وأن لا تفرق بين أن ينكشف الحق على لسانك أو على لسان غيرك.
Adapun tanda dari niat yang lurus dan tulus dalam mencari ilmu adalah bahwa engkau lebih suka menuntut ilmu tanpa dilihat orang daripada menuntut ilmu di tengah keramaian. dengan begitu engkau tidak mempersoalkan apakah kebenaran itu datang melalui lisanmu atau melalui lisan orang lain
Langganan:
Postingan (Atom)
melatih diri dari perkara mubah menjadi sunnah
Sesungguhnya setiap amal perbuatan harus disertai niat dan setiap sesuatu itu sangat tergantung pada niatnya. " (HR. Bukhari dan Mu...
-
Beberapa Atsar yang Memperingatkan Perbuatan-perbuatan Maksiat: Adalah para al-Salaf al-Shaleh-dengan semangat mereka untuk menjaga apa y...
-
. . Rasulullah saw. bersabda: Tidaklah tergelincir kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya tentang umurnya, untuk apa d...
-
Sebuah aktivitas bisa di kategorikan menggunakan prinsip tawakal apabila terdapat 4 unsur, yaitu sebagai berikut : 1. Mujahadah, artinya sun...