Khawatir Terhadap Dunia dan Akhirat

 (عن عثمان رضي الله عنه: هَمُّ الدُّنْيَا ظُلْمَةٌ فِي الْقَلْبِ، وَهَمُّ الْآخِرَةِ نُورٌ فِي الْقَلْبِ).
Dan maqalah yang kelima: Diriwayatkan dari Utsman Radhiyallahu ‘anhu khawatir memikirkan dunia akan membuat hati menjadi gelap, sedangkan khawatir memikirkan akhirat akan membuat hati menjadi bercahaya."

أي الحزن في الأمور المتعلقة بالدنيا صار مظلمًا في القلب، والحزن في الأمور المتعلقة بالآخرة صار منورًا للقلب. اللهم لا تجعل الدنيا أكبر همنا ولا مبلغ علمنا.
"Yaitu, kesedihan dalam perkara-perkara yang berkaitan dengan dunia akan menjadi kegelapan di dalam hati, dan kesedihan dalam perkara-perkara yang berkaitan dengan akhirat akan menjadi cahaya yang menerangi hati. Ya Allah, janganlah Engkau jadikan dunia ini sebagai perhatian terbesar kami dan jangan pula sebagai puncak dari ilmu kami."

Cara Praktis Menghilangkan Pikiran Stres

 (عن بعض الحكماء) أي أطباء القلوب: (ثَلَاثَةُ أَشْيَاءَ تُفَرِّجُ الْغُصَصَ) بضم الغين أي تكشف الغموم: (ذِكْرُ اللهِ تَعَالَى) بأي صيغة كانت كان يقول كثيرًا: لا إله إلا الله ولا حول ولا قوة إلا بالله، أو بالمناجاة كأن يقول: يامغيث كل ملهوف ناداه، ويا مجيب كل مضطر دعاه، ويا حليمًا على كل ذي هفوة عصاه، ويا قائماً بالكفاية لمن آثره على دنياه، أسألك الوصول إلى ما لا أصلِ إليه إلا بمعونتك، ودفع ما لا أطيق دفعه إلا بقوتك، وأسألك خيرة فيها عافية، وعافية فيها خيرة، برحمتك يا أرحم الراحمين. (وَلِقَاءُ أَوْلِيَائِهِ) من العلماء والصالحين، (وَكَلامُ الْحُكَمَاءِ) أي الذي يدل على خيري الدنيا والآخرة.
وعن بعض الحكماء: ثَلَاثَةُ أَشْيَاءَ تُفَرِّجُ الْغُصَصَ ذِكْرُ اللهِ تَعَالَى وَلِقَاءُ أَوْلِيَائِهِ وَكَلَامُ الْحُكَمَاءِ.

Dan maqalah yang kedua belas: "Tiga perkara yang dapat menghilangkan kegundahan (pikiran stress) yaitu dzikir (mengingat) kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, silaturrahim kepada para wali Allah dan memperhatikan perkataan hukama."

Empat kenikmatan hidup

وعن عثمان رضي الله عنه: وَجَدْتُ حَلَاَوةَ الْعِبَادَةِ فِى أَرْبَعَةِ أَشْيَاءَ: أَوَّلُهَا: فِي أَدَاءِ فَرَائِضِ اللهِ وَالثَّانِي: فِي اجْتِنَابِ مَحَارِمِ اللهِ وَالثَّالِثُ: فِى الْأَمْرِ بِالْمَعْرُوفِ وَابْتِغَاءُ ثَوَابِ اللهِ وَالرَّابِعُ: فِي النَّهْى عَنِ الْمُنْكَرِ وَالْاِتِّقَاءِ مِنْ غَضَبِ اللهِ.
Dan maqalah yang kedelapan: "Diriwayatkan dari Utsman Radhiyallahu ‘anhu, saya mendapatkan kenikmatan beribadah dalam empat perkara, yaitu: pertama, ketika mengerjakan kewajiban-kewajiban Allah; kedua, ketika menjauhi larangan-larangan-Nya; ketiga, ketika berbuat amar ma'ruf dan mencari pahala Allah; keempat, ketika mengerjakan nahi munkar dan memelihara diri dari murka-Nya."

Berjalanlah kepada Allah walau dengan keadaan pincang

وقال الإمام الشافعي رضي الله عنه: من مكايد الشيطان ترك العمل خوفًا من أن يقول الناس: إنه لمراء، لأن تطهير العمل من نزعات الشيطان بالكلية متعذر، فلو وقفنا العبادة على الكمال لتعذر الاشتغال بشيء من العبادات، وذلك يوجب البطالة التي هي أ أقصى غرض الشيطان، ولذا قال بعضهم: سيروا إلى الله عرجًا ومكاسير.
Dan berkata Imam Syafi'i radhiyallahu 'anhu: "Termasuk dari tipu daya setan adalah meninggalkan amal karena takut dikatakan riya'. Karena menyucikan amal dari dorongan setan secara keseluruhan adalah mustahil. Maka jika kita menggantungkan ibadah pada kesempurnaan, niscaya sulit untuk mengerjakan sesuatu dari ibadah. Dan hal itu menyebabkan pengangguran yang merupakan tujuan tertinggi setan. Oleh karena itu, sebagian ulama berkata: 'Berjalanlah menuju Allah dengan pincang dan patah tulang.'"

Meninggalkan sesuatu karena Allah

إِنَّكَ لَمْ تَدَعْ شَيْئًا اتِّقَاءَ اللهِ عَزَّوَجَلَّ إِلَّا أَعْطَاكَ خَيْرًا مِنْهُ
"Sesungguhnya kamu tidaklah meninggalkan sesuatu karena takut kepada Allah Azza Wa Jalla, melainkan Dia memberikan kepadamu sesuatu yang lebih baik daripadanya."

Buah dari makrifat

ثَمَرَةُ الْمَعْرِفَةِ ثَلَاثُ خِصَالٍ: الْحَيَاءُ مِنَ اللهِ تَعَالَى وَالْحُبُّ فِي اللهِ وَالْأُنْسُ بِاللهِ.

Dan maqalah yang keempat puluh empat: "Buah makrifat (mengenal Allah) itu ada tiga, yaitu: malu kepada Allah, cinta kepada Allah dan rindu berjumpa dengan Allah."

Permohonan imam Sulaiman addarini

 (عن أبي سليمان الداراني) عبد الرحمن بن عطية رضي الله عنه، وداران قرية من قرى دمشق، مات سنة خمس عشرة ومائتين. (أنه قال في المناجاة) مع الله تعالى: (اِلٰهِي، لَئِنْ طَالَبْتَنِي بِذَنْبِي لَأُطَلِّبَنَّكَ بِعَفْوِكَ) لأن مغفرتك أوسع من ذنوبي، (وَلَئِنْ طَالَبْتَنِي بِبُخْلِي) بمنع الواجب أو منع السائل مما فضل عندي (لَأُطلِّبَنَّكَ بِسَخَائِكَ) أي بكرمك، (وَلَئِنْ أَدْخَلْتَنِيَ النَّارَ لَأَخْبَرْتُ أَهْلَ النَّارِ بِأَنِّي أُحِبُّكَ).
وعن أبي سليمان الداراني أنه قال فى المناجاة اِلٰهِي، لَئِنْ طَالَبْتَنِي بِذَنْبِي لَأُطَلِّبَنَّكَ بِعَفْوِكَ وَلَئِنْ طَالَبْتَنِي بِبُخْلِي لَأُطلِّبَنَّكَ بِسَخَائِكَ وَلَئِنْ أَدْخَلْتَنِيَ النَّارَ لَأَخْبَرْتُ أَهْلَ النَّارِ بِأَنِّي أُحِبُّكَ

Dan maqalah yang keenam belas: "Wahai Tuhanku, apabila Engkau menuntutku karena dosaku, maka akupun akan menuntut kepada-Mu akan ampunan-Mu. Dan apabila Engkau menuntutku karena kebakhilanku, maka akupun akan menuntut kepada-Mu akan kedermawanan-Mu. Dan apabila Engkau memasukkan aku ke dalam neraka, maka akan aku sampaikan kepada para ahli neraka, bahwa sesungguhnya aku sangat mencintai-Mu."

melatih diri dari perkara mubah menjadi sunnah

Sesungguhnya setiap amal perbuatan harus disertai niat dan setiap sesuatu itu sangat tergantung pada niatnya. " (HR. Bukhari dan Mu...