Translate

kondisi saat sakaratul maut

Di antara perkara yang paling menggetarkan adalah keadaan seseorang ketika menghadapi kematian.

*Saat itu ia akan merasakan penyesalan yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata, kegelisahan yang tak bertepi, dan kesedihan mendalam atas waktu yang telah berlalu. Ia berharap diberi kesempatan kembali agar dapat memperbaiki apa yang telah ia lewatkan dan menebus kelalaiannya, meskipun hanya seukuran waktu menjelang kematian. Bahkan, sebelum benar-benar meninggal, jiwanya hampir mati karena penyesalan.*

Seandainya seseorang merasakan sedikit saja dari keadaan itu ketika masih sehat, niscaya ia akan memperoleh semua tujuan yang ingin diraih melalui amal saleh. Orang yang berakal hendaknya membayangkan seolah-olah saat itu telah tiba, lalu beramal sesuai tuntutannya. Jika ia belum mampu membayangkannya secara nyata, hendaklah ia memaksakan diri semampunya. Dengan begitu, hawa nafsu akan terkendali dan semangat untuk bersungguh-sungguh akan bangkit.

*Adapun orang yang selalu membayangkan saat itu di depan matanya, seakan-akan ia adalah tawanan yang menanti eksekusi,* sebagaimana diriwayatkan tentang Habib al-'Ajami, bahwa setiap pagi ia berkata kepada istrinya :

*"Jika hari ini aku meninggal, maka si Fulan akan memandikanku, dan si Fulan akan membawaku (ke pemakaman)."*

Diriwayatkan pula bahwa ada seseorang berkata kepada seorang yang dikenalnya,
"Mari kita salat Zuhur."
Ia menjawab,
"Kalau aku sudah salat Zuhur bersamamu, belum tentu aku shalat ashar bersamamu"


Lalu ia berkata, *"Seakan-akan engkau berharap bisa hidup sampai Ashar! Semoga Allah melindungi kita dari panjang angan-angan."*

Disebutkan pula tentang seorang lelaki yang ketika jenazah diletakkan di hadapannya, ia berkata kepada dirinya sendiri

*"Ingatlah keadaan orang yang terbaring itu, seolah-olah dialah dirimu."*

> 📚 Shaidul al-Khathir karya Ibnul Jauzi.

_مَثابَة.

masuk surga Dengan mencintai nabi

`📄AL- HAFIZH JALALUDDIN AS-SUYUTHI pernah di tanya :`

هل يدخل احد الجنة بمحبته صلى الله عليه وسلم وهو عاص؟ 

Apakah seseorang itu masuk kedalam syurga dengan mencintai NABI SHOLLALLOHU A'LAIHI WASALLAM, padahal dia ahli maksiat ( pendosa)? 
Maka beliau menjawab :
نعم 
Iya ,dia akan masuk syurga. 


*📚Referensi :*

الحاوي للفتاوي ج ١ ص 280

`ִֶָ𓂃 ࣪˖ ִֶ𝑫𝒂𝒘𝒖𝒉 𝑼𝒍𝒂𝒎𝒂་༘࿐`

Nikmatnya Dekat Dengan Allah


Kedekatan dengan Allah itu tidak datang sekaligus, tapi dia adalah latihan yang menenangkan jiwa. Dia dimulai dengan langkah-langkah yang ringan, lalu bertambah besar seiring waktu berjalan.

Maka hendaklah kamu membiasakan hatimu untuk shalat di waktunya, terbiasa berzikir kepada Allah bahkan di waktu tersempitmu, dan membaca Al-Quran walau sedikit ayat yang diucap, karena itu adalah permulaan jalan.

Kalau jiwa terbiasa melakukan kebaikan, maka dia akan mencitainya, kalau jiwa sudah tenang bersama Allah, maka dia tidak mencari ketenangan selain itu. Dan selanjutnya, lama-lama taqorrub (kedekatan) kepada Allah ini bukan hanya menjadi ibadah, melainkan cara dan kebiasaan hidup seseorang.

Yang diminta bukanlah banyaknya, tapi kejujuran dan keteguhan, karena Allah tidak melihat banyaknya amal, tapi kejujuran hati.

Dan barang siapa yang melatih dirinya dalam taqarrub kepada Allah, maka dia akan hidup tenang walau kehidupan berubah keadaannya.

perbaiki hubungan dengan Allah, maka lihatlah hasilnya

“Dahulu para ulama jika bertemu, mereka saling menasihati dengan kalimat-kalimat berikut. Dan jika mereka saling berjauhan, mereka menuliskan pesan kepada sebagian yang lain:

’Barang siapa memperbaiki apa yang tersembunyi di dalam hatinya, maka Allah akan memperbaiki apa yang tampak darinya.

Barang siapa memperbaiki hubungannya dengan Allah, maka Allah akan memperbaiki hubungan antara dirinya dengan sesama manusia.

Dan barang siapa lebih mengutamakan urusan akhiratnya, niscaya Allah akan mencukupkan urusan dunianya.’”

> Ma’qil Al-Jazari رحمه الله
> 📚 Al-Ikhlāṣ wan-Niyyah, karya Ibnu Abi Ad-Dunya, hlm. 16.
__
t.me/atsarulkhair

Bacalah Surah Al-Fatihah pada air, lalu minumlah.



Di antara nama-nama Surah Al-Fatihah adalah: Asy-Syāfiyah (penyembuh), Al-Kāfiyah (yang mencukupi), Al-Wāfiyah (yang sempurna), dan Al-Wāqiyah (yang melindungi).

Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata:

“Pernah suatu kali aku ditimpa rasa sakit yang sangat menyiksa, hingga hampir membuatku tidak mampu bergerak. Rasa sakit itu menyerangku ketika sedang thawaf maupun pada ibadah lainnya. *Maka aku segera membaca Surah Al-Fatihah, lalu mengusapkannya pada bagian tubuh yang terasa sakit.* Seketika rasa sakit itu hilang seakan-akan jatuh seperti batu yang terlepas.

Aku telah mencobanya berulang kali. Aku juga pernah mengambil segelas air zamzam, kemudian membacakan Surah Al-Fatihah berulang kali lalu meminumnya. Sungguh, aku merasakan manfaat dan kekuatan yang tidak pernah kudapati dari obat apa pun.”

> Madārij as-Sālikīn (1/58)._

_مثابة.

Jangan Mudah Merasa Paling Baik



Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا سَمِعْتُمُ الرَّجُلَ يَقُولُ: هَلَكَ النَّاسُ، فَهُوَ أَهْلَكُهُمْ

"Apabila kalian mendengar seseorang berkata, 'Manusia telah binasa,' maka dialah yang paling binasa di antara mereka."

(HR. Sahih Muslim no. 2623)

Para ulama menjelaskan bahwa hadis ini ditujukan kepada orang yang gemar merendahkan orang lain dan merasa dirinya lebih baik daripada mereka. Ia melihat manusia penuh dengan kekurangan, tetapi lupa melihat aib yang ada pada dirinya sendiri.

Bukan berarti seorang muslim tidak boleh prihatin terhadap banyaknya kemaksiatan atau kerusakan di tengah masyarakat. Yang tercela adalah ketika keprihatinan itu berubah menjadi kesombongan, hingga ia memandang dirinya sebagai satu-satunya orang yang selamat dan meremehkan orang lain.

Seorang mukmin yang rendah hati akan lebih banyak berdoa agar Allah memperbaiki dirinya dan kaum muslimin. Ia menasihati dengan kasih sayang, bukan dengan sikap merasa paling suci.

Maka, ketika melihat kesalahan orang lain, jangan terburu-buru berkata, "Manusia sekarang sudah rusak semua." Bisa jadi, orang yang hari ini kita anggap jauh dari hidayah justru suatu saat Allah angkat derajatnya. Dan bisa jadi, kita yang merasa aman justru sedang diuji dengan penyakit hati yang tidak kita sadari.

Kalau nanti saya sudah lebih baik, baru saya mulai dekat dengan Al-Qur'an.


Kalimat ini terdengar baik, tetapi justru sering menjadi alasan untuk terus menunda.

Bukankah Al-Qur'an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia? Kita tidak harus menunggu menjadi baik untuk membacanya, menghafalnya, atau mentadabburinya. Justru dengan terus bersama Al-Qur'an, Allah memperbaiki hati, akhlak, dan langkah hidup kita sedikit demi sedikit.

Tidak ada yang memulai perjalanan ini dalam keadaan sempurna. Yang Allah cintai adalah hamba yang mau melangkah dan terus kembali kepada-Nya.

Jadi jangan tunggu hati menjadi baik untuk dekat dengan Al-Qur'an. Dekatilah Al-Qur'an, lalu mohonlah kepada Allah agar Dia menjadikan kita pribadi yang lebih baik setiap harinya.

Simpan postingan ini jika Anda sedang memulai perjalanan bersama Al-Qur'an, dan bagikan kepada seseorang yang masih merasa "belum pantas" untuk mendekat kepada firman Allah. 🤍

tahfidzmadani.com

JAGALAH MASA MUDA

أَلْزِمْ نَفْسَكَ بِالْعِبَادَةِ فِي شَبَابِكَ، وَلَوْ كَانَ ذَلِكَ شَاقًّا وَكَثِيرَ الْفِتَنِ، فَإِنَّكَ إِذَا كَبِرْتَ قَدْ تَمْلِكُ الْهِمَّةَ وَلَكِنْ لَا تَمْلِكُ الْقُوَّةَ

Paksalah saat masa mudamu untuk beribadah, walaupun berat dan banyak godaan, karena jika sudah tua mungkin engkau punya semangat, namun tidak lagi mampu. 

*💚[ Abuya Sayyid Muhammad Al-Maliki ]*

Allah menjaga kita

Andai Allah memperlihatkan semua cara-Nya menjagamu, mungkin hari ini engkau akan lebih banyak menangis karena syukur daripada mengeluh karena takdir. Dalam psikologi klinis. manusia memiliki kecenderungan negativity bias, yaitu lebih mudah mengingat kehilangan daripada perlindungan yang tidak terlihat.

Kita sibuk menghitung pintu yang tertutup, tetapi lupa bahwa bisa jadi Allah sedang menyelamatkan kita dari sesuatu yang tidak sanggup kita lihat. Allah subhananhu wa ta'ala berfirman: "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui." (Qur'an Surah Al-Baqarah: 216).

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, "Takdir Allah seluruhnya baik bagi seorang mukmin." (Madarijus Salikin, 2/215). Mungkin tidak semua yang hilang adalah kerugian. Dan tidak semua yang gagal adalah musibah. Bisa jadi itu adalah cara Allah menjaga, sebelum engkau meminta-Nya menjaga.
____
Hamba Allah حفظه الله

MAKSIAT PERUSAK SEGALANYA

Seringkali kita berbuat maksiat tanpa sadar, siapa yang kita maksiati..

Allah yang telah menciptakan kita dengan kesempurnaanNya...
Allah yang telah menghidupkan kita...
Allah yang telah merawat kita dengan berbagai penjagaan..
Allah yang telah memberikan Rizki kepada kita tak terhingga...
Semua kehidupan kita Allah atur sedemikian rupanya...

Namun, balasan kita, bukannya amal saleh yang menghantarkan kita kepada cintaNya, malah maksiat yang kita lakukan..
Padahal hati ini sangat cinta kepada Allah, namun mengapa perilaku seringkali mengkhianati hati..

40 KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH

1. Orang yang bertaubat
2. Orang yang menyucikan diri
3. Orang yang berbuat kebaikan
4. Orang yang mengikuti syariat 
5. Orang yang sabar
6. Orang yang bertakwa
7. Orang yang bertawakal
8. Orang yang adil
9. Orang yang berjihad di jalan Allah
10. Orang yang senang membaca QS. Al Ikhlas
11. Orang yang bersumpah hanya atas nama Allah
12. Orang mukmin yang kuat
13. Orang yang senantiasa melaksanakan amalan Sunnah
14. Orang yang Zuhud
15. Orang yang bermanfaat bagi manusia 
16. Orang yang lemah lembut
17. Orang yang berbakti kepada orangtuanya 
18. Orang yang saling mencintai karena Allah
19. Orang yang mencintai para sahabat Rasulullah 
20. Orang yang dermawan
21. Orang yang memiliki rasa malu
22. Orang yang menahan amarah dan berhati hati
23. Orang yang jujur dan amanah
24. Orang yang rendah hati
25. Orang yang suka berpenampilan rapi 
26. Orang yang menangis karena takut kepada Allah
27. Orang yang hanya berdzikir kepada Allah 
28. Orang yang beriman
29. Orang yang menjaga silaturahim
30. Orang yang menegakkan amar makruf nahi mungkar 
31. Orang yang mengerjakan keringanan dari Allah
32. Orang yang suka memaafkan
33. Orang yang konsisten melaksanakan shalat
34. Orang yang paling baik akhlaknya
35. Orang yang memberi kemudahan
36. Orang yang jujur lagi benar 
37. Orang yang mengadakan perdamaian antara manusia
38. Orang yang beribadah pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah 
39. Orang yang berilmu
40. Orang yang mati dalam keadaan dzikir kepada Allah

WANITA YANG BERUNTUNG

Begitu Iri..

Sebagian suami ada yang dayuts membiarkan istrinya jauh dari agama, ia tidak cemburu dengan hal itu. Maka ia terancam tidak akan masuk surga... Sebagian lelaki ada yang cemburu dengan istrinya ketika jauh dari agama, atau melakukan kesalahan..

Ketika ia bertabarruj, bersolek indah untuk lelaki lain, suaminya marah...
Ketika ia menshare potonya di medsos, suaminya marah..
Ketika, istrinya memakai hijab pendek ia marah...
Ketika istrinya senang berbaur dan mudah akrab dengan lelaki lain, ia marah...
Ketika istrinya senang untuk berada diluar rumah daripada di dalam rumah, ia marah....

Betapa beruntungnya wanita tersebut... Ia dalam penjagaan lelaki yang baik dan Soleh.... Yang sangat mencintainya... Betapa cemburunya aku dengannya...

INGATLAH ALLAH DIWAKTU LAPANG

Mengingat Allah, janganlah hanya ketika sewaktu engkau terpuruk.. tapi ingatlah Allah saat waktumu lapang... Saat harta mu berlimpah ingatlah Allah... Saat engkau diberikan kesehatan ingatlah Allah... Saat engkau diberikan kenikmatan dan keamanan ingatlah Allah...

Maka jika demikian, engkau akan ditolong Allah saat engkau dalam keadaan sempit, dikarenakan engkau ingat Allah dikala lapang...

Allah lah yang memberikan berbagai anugerahnya kepada kita, jangan sampai terlena karena dunia fana ini... Jangan sampai melupakan siapa yang membuat kita bahagia dan menjalani hidup ini dengan lapang...

Dengan begitu, baik lapang ataupun sempit kita senantiasa dalam lindungan penjagaan Allah... Karena siapa yang mengingat Allah, maka Allah pun akan mengingatnya...

API CINTA

•●•

○ Imam Ibn Rajab :
“Api cinta di hati para pecinta Allah membuat api jahanam gentar darinya.” 

○ Imam Junayd :
Api berkata: “Wahai Tuhanku, jika aku tidak taat kepada-Mu, apakah Engkau akan menyiksaku dengan sesuatu?”
Allah berfirman: “Ya, Aku akan menimpakan kepadamu api-Ku yang lebih besar.”
Api berkata: “Apakah ada api yang lebih besar dan lebih dahsyat dariku?”
Allah berfirman: “Ada, yaitu api cinta-Ku yang Aku tempatkan di hati para kekasih-Ku yang beriman.”

▪︎ Syarah Kalimah al-Ikhlash 1/129 ▪︎

> ـnuskha
> ○ قال ابن رجب رحمه الله: نار المحبة في قلوب المحبين تخاف منها نار جهنم. ○ قال الجنيد رضي الله عنه: قالت النار: يا رب لو لم أطعك هل كنت تعذبني بشيء؟، قال: نعم كنت أسلط عليك ناري الكبرى، قالت: وهل نار أعظم مني وأشد؟ قال: نعم، نار محبتي أسكنتها قلوب أوليائي المؤمنين. [شرح كلمة الإخلاص لابن رجب ۱۲۹/۱]
> ـain.lam.mim

Tangisan Abu Hurairah

Abu hurairah menangis ketika ia sakit yang membawa kepada kematiannya, ia ditanya apa yang membuat engkau menangis? Ia menjawab aku tidak menangisi dunia kamu ini, akan tetapi aku menangisi jauhnya perjalananku sedikitnya bekalku, aku mendaki, tempat kembali ku surga atau neraka? aku tidak tahu mana di antara keduanya akan mengambil ku.

ADAB BERDOA DALAM ALQURAN DAN SUNNAH

Pertama yakin dan percaya bahwa Allah akan mengabulkan doa tersebut. Jika salah seorang diantara kamu berdoa, hendaklah ia sungguh sungguh dalam memintanya . Janganlah ia mengatakan Ya Allah jika Engkau menghendaki berikanlah kepadaku, karena sesungguhnya Allah tidak terpaksa untuk mengabulkan doa. (HR. Bukhari)

Kedua, terus menerus berdoa
Ketiga, merendahkan dan melembutkan suara
Keempat, berdoa kepada Allah  dengan sifat sifat Nya Yang Agung
Kelima, berdoa dengan amal salih
Keenam, bershawalat kepada Nabi Muhammad Saw.

Pentingnya Menyebarkan Faedah dan Menyampaikannya kepada Orang Lain



Syekh Abdul Aziz bin Baz رحمه الله berkata:

“Yang disyariatkan bagi seorang muslim apabila mendengar suatu faedah ilmu adalah menyampaikannya kepada orang lain.

Demikian pula seorang muslimah, hendaknya ia menyampaikan kepada selainnya ilmu yang telah didengarnya. Hal ini berdasarkan sabda Nabi ﷺ:

> “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat.” (HR. Bukhari)



Dan dahulu Nabi ﷺ apabila berkhutbah kepada manusia, beliau bersabda:

> “Hendaklah yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir. Bisa jadi orang yang menerima penyampaian itu lebih memahami daripada yang mendengarnya secara langsung.” (HR. Bukhari & Muslim)



Kemudian Syekh Muhammad ibn Utsaimin رحمه الله berkata:

“Ketahuilah —semoga Allah merahmati kalian— bahwa siapa saja di antara kalian yang menghadiri satu majelis ilmu, lalu ia memperoleh satu masalah atau satu faedah, kemudian ia mengamalkannya dan mengajarkannya kepada saudara-saudaranya, maka sungguh ia telah meraih kebaikan yang sangat banyak. Akan terus mengalir baginya pahala amalan tersebut dan pahala orang-orang yang mengamalkannya hingga Hari Kiamat.

Janganlah kalian menyangka bahwa keutamaan ilmu hanya diperoleh oleh orang yang mendalami ilmu dalam jumlah yang banyak. Sesungguhnya Allah Ta‘ala akan memberi balasan kepada setiap orang sesuai amalnya, meskipun amal itu sedikit.

Allah ﷻ berfirman:

> “Dan mereka tidak akan dizalimi sedikit pun.” (QS. An-Nisa’: 124)



Nabi ﷺ juga bersabda:

> “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat.” (HR. Bukhari)



🌷 Betapa besar karunia Allah. Satu faedah yang dipelajari, lalu diamalkan dan disampaikan kepada orang lain, bisa menjadi sebab mengalirnya pahala yang tidak terputus hingga Hari Kiamat. Maka jangan meremehkan ilmu yang sedikit, dan jangan menunda untuk menyebarkan kebaikan yang telah kita ketahui.

📚 Adh-Dhiyā’ Al-Lāmi‘ min Al-Khuṭab Al-Jawāmi‘.
مثابة.

Esok Datang Bersama Rezekinya



📮‘Ubaidullah bin Syumaith bin ‘Ajlan berkata, “Aku mendengar ayahku berkata:

🍃Sesungguhnya seorang mukmin berkata kepada dirinya sendiri: Hidup ini hanyalah tentang tiga hari.

🌤️Kemarin telah berlalu bersama segala yang ada di dalamnya.
Adapun esok hanyalah harapan, barangkali engkau tidak sempat mencapainya.

🌱Jika engkau memang termasuk orang yang masih diberi hidup sampai esok, maka *esok akan datang bersama rezeki untuk hari esok*.

*🍂Sebelum esok tiba*, masih ada *satu hari dan satu malam*, yang *di dalamnya banyak jiwa dicabut*. Barangkali engkaulah salah satu yang dicabut pada waktu itu.

🌙Cukuplah setiap hari memiliki bebannya sendiri.

🥀Namun engkau telah membebani hatimu yang lemah dengan kegelisahan bertahun-tahun dan berbagai masa; *kegelisahan tentang mahal dan murahnya harga*, *kegelisahan* tentang musim dingin sebelum musim dingin datang, dan *kegelisahan* tentang musim panas sebelum musim panas tiba.

🍂Lalu, apa yang masih engkau sisakan dari hatimu yang lemah itu untuk akhiratnya?

🌤️Setiap hari umurmu berkurang, tetapi engkau tidak bersedih. Setiap hari rezekimu telah engkau terima dengan sempurna, tetapi engkau tetap tidak merasa cukup.

🍃Engkau telah diberi sesuatu yang mencukupimu, namun engkau masih mencari sesuatu yang dapat membuatmu melampaui batas.

🍂Dengan yang sedikit engkau tidak merasa cukup, dan dengan yang banyak pun engkau tidak pernah kenyang.

🍃Bagaimana mungkin kebodohan seseorang yang berilmu tidak tampak jelas, sementara ia saja tidak mampu mensyukuri nikmat yang sedang ia miliki, tetapi masih tertipu dalam mengejar tambahan?

🍂Atau bagaimana mungkin seseorang dapat beramal untuk akhirat, sementara syahwatnya terhadap dunia tidak pernah terputus dan kerakusannya terhadap dunia tidak pernah selesai?

🌤️Maka sungguh mengherankan, sangat mengherankan, orang yang membenarkan adanya negeri kehidupan yang sebenarnya, tetapi ia justru bersungguh-sungguh mengejar negeri yang menipu.”

📚Qisharul Amal, Ibn Abī ad-Dunyā, hlm. 56
📂https://t.me/rihlahthalabah

KEBAHAGIAAN HAKIKI

Kebahagiaan yang sesungguhnya ialah kebahagiaan yang lahir dari hati.. karena hati adalah pusat kendali dari jiwa raga kita... Manakala hati itu baik, maka yang lainnya akan baik... Maka sebaik baik kekayaan mukminin ialah kekayaan hati, bukan kekayaan harta...

Hati yang kaya, penuh dengan isyarat kebahagiaan didalamnya dan ketentraman. Ini lah yang dinamakan qolbun Muthmainnah, jiwa yang tenang, yang selalu menyeru kepada kebaikan dan melarang kemungkaran.. ini menandakan qolbun Salim, yakni hati yang selamat. Selamat dari hasrat, dengki, prasangka buruk, syirik, dan berbagai karat dosa yang membuat hati keras..

Maka bersyukurlah orang yang memiliki kekayaan hati... Adapun kekayaan harta jadikanlah ia hanya digenggaman tangan, jangan masukkan kedalam hati, karena ia adalah fitnah kehidupan dunia.. jika tidak dibuat dalam perkara kebaikan yang menjadikan amal jariyah, maka keberadaan harta itu hanya menimbulkan kemudharatan jika dibelanjakan lebih dari kebutuhan kehidupan mendasar..

Seseorang bisa menempuh berbagai perkara haram demi mendapatkan harta yang melimpah.. ini barang tentu mengundang murka Allah... Naudzubillahimindzalik... Maka daripada kita sibuk memikirkan harta yang belum tentu milik kita, lebih baik memikirkan kebersihan dan memupuk kekayaan hati kita, agar merasa cukup qonaah dengan segala pemberian Allah. Sehingga hiduppun menjadi nikmat dan bahagia..

TABIAT MANUSIA

۞ وَإِذَا مَسَّ ٱلْإِنسَٰنَ ضُرٌّ دَعَا رَبَّهُۥ مُنِيبًا إِلَيْهِ ثُمَّ إِذَا خَوَّلَهُۥ نِعْمَةً مِّنْهُ نَسِىَ مَا كَانَ يَدْعُوٓا۟ إِلَيْهِ مِن قَبْلُ وَجَعَلَ لِلَّهِ أَندَادًا لِّيُضِلَّ عَن سَبِيلِهِۦ ۚ قُلْ تَمَتَّعْ بِكُفْرِكَ قَلِيلًا ۖ إِنَّكَ مِنْ أَصْحَٰبِ ٱلنَّارِ ﴿٨﴾

"Dan apabila manusia ditimpa bencana, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali (taat) kepada-Nya; tetapi apabila Dia memberikan nikmat kepadanya dia lupa (akan bencana) yang pernah dia berdoa kepada Allah sebelum itu, dan diadakannya sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah, "Bersenang-senanglah kamu dengan kekafiranmu itu untuk sementara waktu. Sungguh, kamu termasuk penghuni neraka.""

(Q.S.39:8)

Ketika manusia dilanda musibah, ia memohon dan mendekat kepada Allah.. namun ketika telah Allah hilangkan darinya musibah tersebut, ia menjadi ingkar kepada Allah... Begitulah tabiat manusia, kecuali hamba hamba Allah yang diberikan petunjuk oleh Allah...
Maka ujian nikmat itu patut diperhatikan dan janganlah kita jauh dari Allah saat diberikan ujian berupa kenikmatan.. kembalikanlah semuanya kepada Allah ta'ala....

AISYAH ATQIYA AZZAHRA 

kondisi saat sakaratul maut

Di antara perkara yang paling menggetarkan adalah keadaan seseorang ketika menghadapi kematian. *Saat itu ia akan merasakan penyesalan yang ...