pantaskah aku untuk belajar

*قال المنصور بن المهدي للمأمون* : 
"*أيحسن بمثلي أن يتعلم*؟"
فقال : "*والله لأن تموت طالباِ للعلم خير من أن تموت قانعاً بالجهل*"

*Berkata Al-Manshur bin Al Mahdi kepada Al-Ma’mun* 

“ *Masih pantaskah orang sepertiku untuk belajar* ?” 

*Beliau menjawab* : 
“ *Demi Allah, engkau mati sebagai penuntut ilmu, lebih baik daripada engkau mati dalam keadaan puas dalam kebodohanmu*”

Nasihat yang menyentuh dari Ustadzuna Abu Huroiroh حفظه الله تعالى pada pembelajaran takhrij sore hari ini.

Kita semua di sini sedang belajar dan sama-sama berproses. Tidak ada orang yang langsung berada di titik tinggi tanpa memulai dari bawah. Semua butuh kesabaran dan keberanian untuk terus mencoba.

Maka jangan biarkan rasa ragu menghalangi kita dalam menuntut ilmu. Jangan malu untuk belajar dan bertanya kepada ahlinya, karena dari proses mencoba dan belajar itulah seseorang akan tumbuh.

Lihatlah para dokter spesialis — mereka pun dahulu memulai dari dasar, terus belajar dan dibimbing oleh ahlinya hingga Allah mudahkan mencapai kedudukan yang tinggi.

Begitu juga dengan kita. Jika ingin berkembang, teruslah mencoba dan jangan takut untuk memulai.
نسأل الله التوفيق والسداد والثبات 🤍

Dan ilmu itu 
Sebagaimana dawuh para ulama: 
العِلْمُ إِنْ لَمْ يَعْمَلْ بِهِ صَارَ حُجَّةً عَلَى صَاحِبِهِ
Ilmu yang tidak diamalkan akan menjadi hujjah yang menghancurkan pemiliknya." Maka sungguh celaka, orang yang setiap hari menambah catatan ilmu, namun sujudnya tetap malas, dosanya tetap diulang, dan hatinya tetap keras. Takutlah bukan pada sedikitnya ilmu, tapi pada ilmu yang tidak mengubah kita. 
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ

Sederhana Tapi Tidak Semua Orang Bisa



ليكن حظ المؤمن منك ثلاثا إن لم تنفعه فلا تضره وإن لم تفرحه فلا تغمه وإن لم تمدحه فلا تذمه

1️⃣ Jika tidak bisa memberi manfaat, jangan merugikan. 
2️⃣ Jika tak bisa membahagiakan, jangan menyakiti. 
3️⃣ Jika tak bisa memuji, jangan mencela.

Fawaid min Az-Zuhd wa Ar-Raqa’iq, hal. 114

melatih diri dari perkara mubah menjadi sunnah

Sesungguhnya setiap amal perbuatan harus disertai niat dan
setiap sesuatu itu sangat tergantung pada niatnya. " (HR. Bukhari dan
Muslim).
Ulama ahli tarekat menuntut kepada murid-muridnya agar tidak tidur
kecuali benar-benar membutuhkan Tidur. tidak boleh makan kecuali benarbenar lapar, Tidak boleh berbincang-bincang kecuali sangat mendesak,
tidak boleh bergaul dengan masyarakat kecuali memang keadaan memaksa. Hal mana dikarenakan para guru tarekat menghendaki agar
murid-muridnya mendapat pahala sempurna dalam segala perilaku.
Sebagaimana mereka mendapat pahala melakukan kewajiban. jadi
murid itu baru diperbolehkan makan apabila makan tersebut telah
diwajibkan kepadanya. Maksudnya Makan itu menjadi wajib lantaran
kalau tidak makan nyawa melayang. Dalam keadaan yang kritis seperti ini
makan telah menjadi kewajiban baginya. Demikian juga berbicara,
dibolehkan dalam keadaan memaksa.
Seandainya turun dari tingkatan itu, maka jangan sampai lebih rendah dari
tingkatan sunnah. Maksudnya murid diperbolehkan makan maupun
berbicara kalau kondisi makan dan berbicara itu telah disunnahkan. Setelah
dalam kondisi dia disunahkan makan maupun berbicara, barulah
melakukannya.

Keutamaan Orang yang Makrifat Kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala

 (عن بعض الحكماء) رضي الله عنه: (مَنْ عَرَفَ اللهَ لَمْ يَكُنْ لَهُ مَعَ الْخَلْقِ لَذَّةٌ) لأنه لم يحب غير الله تعالى، (وَمَنْ عَرَفَ الدُّنْيَا) بأنها فانية (لَمْ يَكُنْ لَهُ فِيهَا رَغْبَةٌ) بل اختار الدار الباقية وعمل لها، (وَمَنْ عَرَفَ عَدْلَ اللهِ تَعَالَى لَمْ يَتَقَدَّمْ إِلَيْهِ الْخَصْمَاءُ) أي لم يقبلوا عليه، لأنه قد ترك الخصومة.
وعن بعض الحكماء مَنْ عَرَفَ اللهَ لَمْ يَكُنْ لَهُ مَعَ الْخَلْقِ لَذَّةٌ وَمَنْ عَرَفَ الدُّنْيَا لَمْ يَكُنْ لَهُ فِيْهَا رَغْبَةٌ وَمَنْ عَرَفَ عَدْلَ اللهِ تَعَالَى لَمْ يَتَقَدَّمْ اِلَيْهِ الْخَصْمَاءُ.
Dan maqalah yang keempat puluh sembilan: "Barangsiapa yang makrifat kepada Allah, maka tidak ada lagi kenikmatan bersama makhluk, dan barangsiapa yang mengetahui dunia maka tidak ada lagi kecintaan baginya tentang dunia serta barangsiapa yang mengetahui keadilan Allah, maka ia tidak akan didatangi musuh."



كما قال الحسن رحمه الله: من عرف الله أحبه، ومن عرف الدنيا كرهها. وقال الشافعي رضي الله عنه:
فَمَا هِيَ إِلَّا جِيفَةٌ مُسْتَحِيلَةٌ * عَلَيْهَا كِلَابٌ هَمُّهُنَّ أَجْتِدَابُهَا
فَإِنْ تَجْتَنِبْهَا كُنْتَ سِلْمًا لِأَهْلِهَا * وَإِنْ تَجْتَذِبْهَا نَازَعَتْكَ كِلَابِهَا
Sebagaimana yang dikatakan oleh Hasan rahimahullah: "Barangsiapa yang mengenal Allah, niscaya ia akan mencintai-Nya. Dan barangsiapa yang mengenal dunia, niscaya ia akan membencinya."

Dan berkata Imam Syafi'i radhiyallahu 'anhu:

Dunia itu tidak lain hanyalah bangkai yang busuk, Yang diperebutkan oleh anjing-anjing yang lapar.
Jika engkau menjauhinya, engkau akan selamat dari mereka, Namun jika engkau ikut memperebutkannya, mereka akan mencakarmu.

Menyembunyikan Kebaikan

*
Bisyr bin Harits al-Hafy rahimahullah berkata,

لا تعمل لتُذكر، اكتم الحسنة كما تكتم السيئة.

“Jangan beramal agar engkau mendapatkan pujian, sembunyikanlah kebaikan sebagaimana engkau menyembunyikan keburukan.”

Siyar A’lamin Nubala’

KETIKA TIDAK MERASAKAN KELEZATAN DAN KELAPANGAN HATI SAAT BERIBADAH


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

إذا لم تجد للعمل حلاوة في قلبك وانشراحاً فاتهمه! فإن الرب تعالى شكور؛ يعني: أنه لابد أن يثيب العامل على عمله في الدنيا من حلاوة يجدها في قلبه وقوة انشراح وقرة عين فحيث لم يجد ذلك فعمله مدخول”. (مدارج السالكين [2/68])

“Jika kamu tidak merasakan kelezatan dan kelapangan hati saat beribadah maka tuduhlah hatimu.. Karena Robb kita Asy Syakuur (maha berterima kasih).. Dia pasti memberi balasan kepada orang yang beramal sholeh di dunia ini berupa kelezatan yang ia rasakan di hatinya, hati yang lapang dan kesejukan pandangan..

Jika ia tidak mendapatkan itu semua maka berarti amalnya dimasuki (maksiat)..”

(Madarijussalikin 2/68)

Amalnya dimasuki ketidakikhlasan..
Atau tidak sesuai dengan tuntunan Rosulullah Shollallaahu ‘alaihi Wa sallam..
Sehingga amal tersebut tidak menimbulkan ketakwaan..
Hatipun tidak merasakan kelezatan ibadah..
Maka saat itu bersegeralah intropeksi diri..
Dan banyak memohon ampunan kepada-Nya..


✏️ _Ustaz Abu Yahya Badrusalam hafizhahullah_


■ Channel Telegram: https://t.me/sunnahdaily_official
■ Channel Whatsapp: https://whatsapp.com/channel/0029Vb5JtW9CMY0EHlZPd512
■ Instagram: https://instagram.com/sunnahdaily_official
■ Facebook: https://www.facebook.com/share/15kSJCFz48/

adab hamba dengan Allah

adab Bermuamalah dengan Allah Ada 14, Yaitu:

الأول: (إطراق الرأس وغض الطرف) أي خفضه.
1.Menundukkan Kepala dan Merendahkan Pandangan.

(و) الثاني: (جمع الهم) أي القصد مع الاعتماد على الله.
2.Memusatkan Perhatian dan Hanya Bersandar Kepada-Nya.

(و) الثالث: (دوام الصمت) أي عما لا يفيد في الدين، لقوله صلى الله عليه وسلم: "عَلَيْكَ بِطُوْلِ الصَّمْتِ، فَإِنَّهُ مُطْرِدَةٌ لِلشَّيْطَانِ".
3.Banyak diam Disertai Zikir Kepada Allah. Hal Ini Sesuai dengan Sabda Rasulullah, "hendaklah Engkau Banyak diam karena Hal Itu Dapat mengusir setan.”

(و) الرابع: (سكون الجوارح) عن الملاغاة، لأنه يستلزم الخشوع والخضوع وحضور القلب الله تعالى.
4.Memelihara Anggota Badan dari Perbuatan Sia-Sia karena Engkau Dituntut untuk khusyuk, Tunduk, dan menghadirkan Hati bersama Allah.

(و) الخامس: (مبادرة) امتثال (الأمر) أي من الواجب والمندوب.
5.menjalankan Perintah-Nya dengan segera, Baik Wajib maupun Sunah.

(و) السادس: (اجتناب النهي) أي المحرم والمكروه.
6.menjauhi Larangan-Nya, Baik yang Haram maupun yang Makruh.

(و) السابع: (قلة الاعتراض) أي عدم الاعتراض (على القدر) بتحريك الدال أي على تقدير الله الأمور، قال النبي صلى الله عليه وسلم: اعْبُدِ اللّهَ بِالرِّضَا، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَفِي الصَّبْرِ عَلَى مَا تَكْرَهُ خَيْرٌ كَثِيرٌ"
7.Menerima Takdir-Nya dengan Ikhlas. Rasulullah Bersabda, "Sembahlah Allah dengan penuh Keridhaan. Jika Engkau tidak Mampu, hendaklah Engkau Bersabar karena di dalam Kesabaran terdapat Banyak Kebaikan Atas Hal-Hal yang tidak Kausukai."
(و) الثامن: (دوام الذكر) أي باللسان والقلب.
8. Selalu Berzikir dengan Hati dan Lisan.

(و) التاسع: (ملازمة الفكر) في نعمة الله تعالى وفي جلاله تعالى.
9. Senantiasa Berpikir tentang Nikmat Allah dan Keagungan- Nya.

(و) العاشر: (إيثار الحق) أي اختياره وتقديمه (على الباطل) وفي بعض النسخ سقوط هذا الجار والمجرور، والمعنى: تقديم الله تعالى في الرجوع إليه على الخلق وعلى كل ما سواه، والمراد بالحق على هذا هو الله تعالى.
10. mengutamakan Kebenaran di Atas Kebatilan. Artinya, lebih mengutamakan Allah dalam segala Urusan daripada Seluruh Makhluk dan segala Sesuatu Selain-Nya. karena, yang dimaksud dengan Kebenaran adalah Allah Itu Sendiri.
(و) الحادي عشر: (الإياس) أي قطع الرجاء (عن الخلق) أي عدم الاعتماد على الخلق في حاجتك في السفر والحضر، لأن الخلق لا تنفع ولا تضر.
11.tidak Bergantung kepada Manusia Dalam segala Hajat dan Kebutuhan karena mereka tidak bisa Mendatangkan manfaat Dan Memberikan Mudarat.

(و) الثاني عشر: (الخضوع) أي التواضع بالقلب (تحت الهيبة) الله تعالى.
12.Tunduk Dibarengi dengan Rasa Takut Kepada-Nya.

(و) الثالث عشر: (الانكسار) أي في القلب (تحت الحياء) من الله تعالى لتقصيرك في العبادة.
13.merasa Sedih Disertai Rasa Malu Atas segala Kekurangan dalam Beribadah Kepada-Nya.

(و) الرابع عشر: (السكون عن حيل الكسب ثقة) أي ائتمانًا (بالضمان) أي بضمان الله تعالى لك في رزقك، قال تعالى: {وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللهِ رِزْقُهَا}. (والتوكل) أي الاعتماد (على فضل الله تعالى معرفة بحسن الاختيار) أي اختياره تعالى، فإن الله تعالى هو المدبر لعبده.
14.tidak terlalu Memaksakan diri Dalam mencari Penghasilan karena Percaya pada Jaminan Allah Subhanahu Wa Ta'ala . dan Bertawakal Atas Karunia-Nya. Sebab, Dialah yang mengurus Makhluk-Makhluk-Nya, Sebagaimana Firman-Nya: "Dan tidak Ada Suatu Binatang Melata Pun di Bumi Melainkan Allah-Lah yang Memberi Rezekinya." (Qs. Hûd [11]: 6)
Semua adab Ini Layak Kau Jadikan Pedoman dalam Kehidupan Sehari-Hari karena mengajarkan Tata cara Berhubungan dengan Tuhan yang tidak Pernah Meninggalkanmu, dan Senantiasa Menyertaimu dengan Ilmu dan Taufik-Nya. sedangkan Manusia tidak Selalu Menyertaimu, Bahkan Pergi Meninggalkanmu. Allah Berfirman:

{وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَمَا كُنْتُمْ}
"Dan Dia bersamamu di Mana Pun Kamu Berada." (Qs. Al-Hadid [57]: 4)

pertanggungjawaban diakhirat

وَلَوْ أَنَّا إِذَا مُتْنَا تُرِكْنَا * لَكَانَ الْمَوْتُ رَاحَةَ كُلِّ حَي
وَلٰكِنَّا إِذَا مُتْنَا بُعِثْنَا * وَنُسْأَلُ بَعْدَ ذَا عَنْ كُلِّ شَي
Seandainya Kita Dibiarkan Begitu Saja Setelah Mati Niscaya Kematian Itu Merupakan Istirahat bagi setiap yang Bernyawa
akan Tetapi Setelah Mati Kita akan Dibangkitkan Lalu ditanya tentang segala Sesuatu yang Kita Lakukan

DOA DIBERIKAN CAHAYA

Ya Allah, Jadikanlah Bagiku Cahaya di dalam Hatiku, Cahaya di dalam Pendengaranku, Cahaya dalam Penglihatanku, Cahaya dalam Rambutku, Cahaya dalam Kulitku, Cahaya dalam Dagingku, Cahaya dalam Darahku, Cahaya dalam Tulang-Tulangku, Cahaya di depanku, Cahaya di belakangku, Cahaya di sebelah Kananku, Cahaya di sebelah Kiriku, Cahaya di Atasku, dan Cahaya di Bawahku. Ya Allah, Tambahkanlah Cahaya Bagiku dan Berilah Aku Cahaya, Yaitu Cahaya terbesar, dan Jadikanlah Bagiku Cahaya dengan Rahmat-Mu Wahai Tuhan Yang Maha Penyayang di Antara Para Penyayang."

Berkaitan dengan Kata "Cahaya" dalam Doa di Atas, Al-Qurthubi mengatakan, Maksud dari Cahaya di Atas adalah Pancaran Cahaya yang Dinisbatkan Kepada-Nya. Cahaya Itu Berbeda-Beda Sesuai dengan Keadaannya masing-masing. Cahaya Pendengaran Menampakkan segala yang Didengar, Cahaya Penglihatan Menyingkapkan Apa-Apa yang Dilihat, Cahaya Hati Menyingkapkan Pengetahuan, dan Cahaya Anggota Badan adalah Amalan-Amalan Ketaatan yang Tampak darinya."

Dengan mengutip Para Ulama, An-Nawawi Berkata, "Doa di Atas Berarti meminta Diberikan Cahaya di dalam Anggota Badan, Perilaku, Perbuatan, dan Berbagai Keadaan. Ringkasnya, Memohon Cahaya dalam Semua Arah yang Enam hingga tidak tersisa Sedikit Pun darinya."

Bukan Karena Cerdas, Ini Modal Utama Menjadi Penghafal Al-Qur’an


📆 Sabtu, 07 Zulqa'dah 1447 H | 25 April 2026

📚 *Interaksi Al-Quran*
 
📝 Pemateri: Slamet Setiawan, S.H.I, M.Pd

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹 
  
Sering kali, dinding pembatas tertinggi yang menghalangi seseorang untuk mulai menghafal Al-Qur'an bukanlah padatnya kesibukan, melainkan rasa rendah diri. Ada sebuah ilusi keliru yang terlanjur mengakar kuat di benak banyak orang: bahwa aktivitas Tahfizh adalah wilayah eksklusif bagi mereka yang memiliki IQ tinggi, memori tajam, atau usia yang masih belia.

Ketika beban pekerjaan menumpuk dan daya ingat dirasa tak lagi setangkas masa muda, keraguan pun menyergap. "Apakah saya masih pantas? Apakah kapasitas otak saya masih sanggup?" Pertanyaan-pertanyaan semacam inilah yang pada akhirnya mengubur niat mulia tersebut jauh sebelum langkah pertama sempat diayunkan.

Meruntuhkan Kesombongan Intelektual

Sejatinya, menghafal Al-Qur'an bukanlah sebuah kompetisi akademik untuk menguji seberapa cemerlang kapasitas kognitif manusia. Jika hafalan murni hanya bergantung pada kecerdasan logis semata, niscaya ayat-ayat suci ini hanya akan menjadi monopoli para cendekiawan. Namun, realitas dan sejarah membuktikan hal yang sebaliknya. Mukjizat agung ini diwariskan dan dijaga di dalam dada jutaan manusia dari berbagai latar belakang, profesi, hingga rentang usia senja.

Allah tidak sedang mencari otak yang paling cerdas, melainkan hati yang paling rindu. Mengandalkan kecerdasan akal semata justru sering kali melahirkan kesombongan intelektual. Orang yang merasa dirinya cerdas cenderung mudah frustrasi dan berbalik menyerah ketika hafalannya tak kunjung lekat, karena ia merasa usahanya mengkhianati bakatnya.

Ketekunan Sebagai Mata Uang Utama

Jika kecerdasan bukanlah syarat mutlak, lalu apa modal utama yang sebenarnya? Jawabannya bermuara pada satu sikap mental yang sederhana namun berat dalam ujian praktiknya: Ketekunan.

Menghafal Al-Qur'an adalah sebuah perjalanan panjang yang menuntut kesetiaan tiada henti. Ia adalah tentang kerelaan untuk duduk diam mengulang ayat yang sama puluhan hingga ratusan kali. Ia adalah tentang keberanian berjuang melawan rasa kantuk setelah seharian lelah bekerja, dan keteguhan untuk menolak menutup mushaf meskipun lisan terasa kelu.

Bagi seorang pejuang Al-Qur'an, kesulitan mengingat sebuah ayat bukanlah tanda kebodohan otak. Ia adalah cara Allah yang penuh kasih sayang untuk menahan lisan kita agar lebih lama bercengkerama dengan firman-Nya. Di dalam setiap pengulangan ayat yang terbata-bata itulah, letak taqarrub (pendekatan diri) yang sesungguhnya sedang dibangun. Tetesan keringat ketekunan inilah "mata uang" yang paling bernilai tinggi di hadapan Allah.

Wadah Hati yang Merendah

Selain ketekunan yang mengalahkan bakat, modal esensial lainnya adalah hati yang merendah dan pasrah. Ayat-ayat Al-Qur'an adalah cahaya ilahi yang suci, dan cahaya tersebut menuntut sebuah wadah batin yang bersih untuk menetap. Sering kali, lambatnya hafalan kita bukanlah disebabkan oleh memori yang tumpul, melainkan karena masih terlalu banyak ruang di hati kita yang disandera oleh hiruk-pikuk duniawi, kecemasan masa depan, dan ego pribadi.

Maka, lepaskanlah segala atribut kebesaran dunia saat Anda berhadapan dengan mushaf. Datanglah kepada Allah dengan kepasrahan total. Akui segala kelemahan diri, dan bermohonlah dengan sangat agar Dia sendiri, Sang Pemilik Kalam yang berkenan menanamkan dan menjaga ayat-ayat tersebut di dalam dada.

Jangan lagi biarkan ilusi tentang kecerdasan, bakat, atau usia merampas kehormatan Anda untuk menjadi bagian dari keluarga Allah di muka bumi. Ambil mushaf Anda hari ini, mulailah membaca perlahan, dan biarkan ketekunan mengambil alih. Karena pada garis akhirnya kelak, Al-Qur'an tidak akan memilih siapa yang paling cepat hafal, melainkan siapa yang paling gigih menolak untuk berhenti melangkah.
 
🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Subscribe Youtube MANIS: https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial

Follow Media Sosial MANIS : 
IG : http://instagram.com/majelismanis
FB: http://fb.com/majelismanis
TikTok
https://www.tiktok.com/@majelis_manis_

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/gabungmanis
💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSI : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/62852-7977-6222
wa.me/087891088812

Tips Sholat khusuk

Diriwayatkan dari Hatim al-Asham bahwa ia ditanya tentang shalatnya, maka ia menjawab: ``Apabila waktu shalat telah tiba, aku menyempurnakan wudhu`, kemudian aku berdiri untuk shalat dan aku menjadikan Ka`bah di antara kedua alisku, Shirath (jembatan di atas neraka) di bawah kedua kakiku, surga di sebelah kananku, neraka di sebelah kiriku, malaikat maut di belakangku, dan aku menyangka bahwa ini adalah shalatku yang terakhir.``

Keutamaan (manfaat) Zikir menurut ibnu Qayyim

 Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitabnya Al-Wabilush
Shayyib, yang juga dikutip Saif Al-Battar dalam Rumaysha Site,
menyebutkan, setidaknya ada lima puluh satu manfaat:
1). Zikir dapat megusir syaitan.
2). Mendatangkan ridha Ar-Rahman (Allah).
3). Menghilangkan gelisah dan hati yang gundah gulana.
4). Hati menjadi gembira dan lapang.
5). Menguatkan hati dan badan.
6). Menerangi hati dan wajah menjadi bersinar.
7). Mendatangkan rezki.
8). Orang yang berzikir akan merasakan manisnya iman dan
keceriaan.
9). Mendatangkan cinta Ar-Rahman yang merupakan ruh islam.
10). Mendekatkan diri pada Allah sehingga memasukkannya pada
golongan orang yang berbuat ihsan yaitu beribadah kepada Allah
seakan-akan melihatnya.
11). Mendatangkan inabah, yaitu kembali kepada Allah Swt. Semakin
seseorang kembali pada Allah dengan banyak berzikir pada-Nya,
maka hatinya pun akan kembali pada Allah dalam setiap keadaan.
12). Seseorang akan semakin dekat pada Allah sesuai dengan kadar
dzikirnya pada Allah SWT. Semakin ia lalai dari zikir, ia pun akan
semakin jauh dari-Nya.
13). Semakin bertambah ma‟rifah (mengenal Allah). Semakin banyak
zikir, semakin bertambah ma‟rifah seseorang pada Allah.
14). Mendatangkan rasa takut pada Allah, dan semakin menundukkan
diri pada-Nya. sedangkan orang yang lalai dari zikir, akan semakin
terhalangi dari rasa takut pada Allah.
15). Meraih apa yang Allah sebut dalam ayat QS. Al-Baqarah/2:152
Artinya: “Maka ingatlah pada-Ku, maka aku akan ingat kalian.”
Seandainya tidak ada keutamaan zikir selain yang disebutkan
dalam ayat ini, maka sudahlah cukup keutamaan yang disebut.
16). Hati akan semakin hidup. Ibnu Qayyim pernah mendengar
gurunya, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, ―Zikir pada hati
semisal air yang dibutuhkan ikan. Lihatlah apa yang terjadi jika
ikan tersebut lepas dari air?‖
17). Hati dan ruh semakin kuat. Jika seseorang melupakan zikir maka
kondisinya sebangaimana badan yang hilang kekuatan. Ibnu
Qayyim rahimahullah menceritakan bahwa Syaikhul Islam Ibnu
Taimiyah sesekali pernah shalat Subuh dan beliau duduk berdzikir
kepada Allah sampai beranjak siang. Setelah itu beliau berpaling
padaku dan berkata, Ini adalah kebiasaanku di pagi hari. Jika aku
tidak zikir seperti ini, hilanglah kekuatanku‟ atau perkataan beliau
yang semisal ini.
18). Zikir menjadikan hati semakin mengkilap yang sebelumnya
berkarat. Karatnya hati adalah disebabkan karena lalai dari zikir
pada Allah. Sedangkan kilapnya hati adalah zikir, taubat dan
istighfar.
19). Menghapus dosa karena dzikir adalah kebaikan terbesar dan
kebaikan akan menghapus kejelekan.
20). Menghilangkan kerisauan. Kerisauan ini dapat dihilangkan dengan
dzikir pada Allah.
21). Ketika seseorang hamba rajin mengingat Allah, maka Allah akan
mengingatkan dirinya di saat ia butuh. Jika seseorang mengenal
Allah dalam keadaan lapang, Allah akan mengenalnya dalam
keadaan sempit.
22). Menyelamatkan seseorang dari azab neraka.
23). Zikir menyebabkan turunnya sakinah (ketenangan), naungah
rahmat, dan dikelilingi oleh malaikat. Sebagaimana dalam hadis
Rasulullah SAW menyebutkan:
154
Artinya: “Tidak suatu kaum duduk berdzikir kepada Allah,
melainkan mereka dinaungi oleh rahmat, turun kepada mereka
ketenangan, dan Allah SWT menyebut-nyebut mereka di hadapan
para malaikat (di langit).‖ (HR. Muslim).
24). Zikir menyebabkan lisan semakin sibuk sehingga terhindar dari
ghibah (menggunjing), namimah (adu domba), dusta, perbuatan
keji dan batil.
25). Majelis zikir adalah majelis para maikat dan majelis yang lalai dari
zikir adalah majelis syaithan.
26). Orang yang berzikir begitu bahagia, begitu pula ia akan
membahagiakan orang-orang di sekitarnya.
27). Akan memberikan rasa aman bagi seorang hambanya dari kerugian
di hari kiamat.
28). Karena tangisan orang yang berzikir, maka Allah akan
memberikan naungan Arsy padanya di hari kiamat yang amat
panas.
29). Sibuknya seseorang pada zikir adalah sebab Allah memberi
untuknya lebih dari yang diberikan pada peminta-minta.
30). Zikir adalah ibadah yang paling ringan, namun ibadah tersebut
amat mulia.
31). Zikir adalah tanaman surga.
32). Pemberian dan keutamaan yang diberikan pada orang yang
berzikir, tidak diberikan pada amalan lainnya.
33). Senantiasa berzikir kapada Allah menyebabkan seseorang tidak
mungkin melupakan-Nya.
34). Zikir adalah cahaya bagi pemiliknya di dunia, kubur, dan hari
berbangkit.
35). Zikir adalah rasul umûr (inti segala perkara). Siapa yang dibukakan
baginya kemudahan zikir, maka ia akan memperoleh berbagai
kebaikan.
36). Zikir akan memperingatkan hati yang tertidur lelap. Hati bisa sadar
dengan zikir. Sebagaimana dalam Hadist disebutkan
37). Orang yang berzikir akan semakin dekat dengan Allah dan
bersama dengan-Nya. Kebersamaan di sini adalah dengan
kebersamaan yang khusus, bukan hanya sekedar Allah itu bersama
dalam arti mengetahui atau meliputi.
38). Zikir itu dapat menyamai seseorang yang memerdekakan budak,
menafkahkan harta, dan menunggang kuda di jalan Allah, serta
dapat menyamai seseorang yang berperang dengan pedang di jalan
Allah.
39). Zikir adalah inti dari bersyukur. Tidaklah bersyukur pada Allah
Swt orang yang enggan berzikir.
40). Makhluk yang paling mulia adalah yang bertakwa yang lisannya
selalu basah dengan dzikir pada Allah. Sebagaimana dalam
Sabdanya Rasulullah SAW.155
Artinya: “Hendaklah lisan senantiasa basah dengan berdzikir
kepada Allah” (HR,At-Tirmidzi dan Ibnu Majah ).
41). Hati itu ada yang keras dan meleburnya dengan berzikir pada Allah. Oleh karena itu, siapa yang ingin hatinya yang keras itu
sembuh, maka berzikirlah pada Allah.
42). Karena hati ketika semakin lalai, maka semakin keras hati tersebut.
Jika seorang berzikir pada Allah, lelehlah kekerasan hati tersebut
sebagaimana timah itu meleleh dengan api. Yaitu dengan berzikir
kepada Allah.
43). Zikir adalah obat hati sedangkan lalai dari dzikir adalah penyakit
hati. Obat hati yang sakit adalah dengan berdzikir pada Allah.
44). Tidak ada sesuatu yang membuat seseorang mudah meraih nikmat
Allah dan selamat dari murka-Nya selain dzikir pada Allah.
45). Zikir menyebabkan datangnya shalawat Allah dan malaikatnya
bagi orang yang berdzikir.
46). Zikir kepada Allah adalah pertolongan besar agar seseorang mudah
melakuakan ketaatan.
47). Zikir pada Allah akan menjadikan kesulitan itu menjadi mudah,
suatu yang terasa jadi beban berat akan menjadi ringan, kesulitan
pun akan mendapatkan jalan keluar.
48). Zikir pada Allah akan menghilangkan rasa takut yang ada pada
jiwa dan ketenangan akan selalu diraih. Sebagaimana hadist
Rasulullah menyebutkan:156
Artinya: “Beruntunglah al-Mufarridun “para sahabat bertanya,
siapa mereka al-Mufarrindun? Beliau menjawab: Laki-laki dan
perempuan yang banyak berdzikir kepada Allah” (HR.Muslim).
49). Zikir akan memberikan seseorang kekuatan sampai-sampai ia bisa
melakukan hal yang menakjubkan. Itulah karena disertai dengan
dzikir.
50). Orang yang senantiasa berdzikir ketika berada di jalan, di rumah,
di lahan yang hijau, ketika dalam perjalanan (safar), atau di
berbagai tempat, itu akan membuatnya mendapatkan banyak saksi
di hari kiamat.
51). Jika seseorang menyibukkan dirinya dengan berzikir, maka ia akan
terlalaikan dari perkataan yang batil seperti ghibah (menggunjing),
namimah (mengadu domba), perkataan sia-sia, memuji-muji
manusia, dan mencela manusia.

pendosa yang diizinkan melihat Allah diakhirat

Para malaikat berkata: Wahai Tuhan kami, bagaimana mereka bisa melihat-Mu, sedangkan mereka dulu adalah orang-orang yang durhaka? Allah Ta`ala menjawab: ``Angkatlah tabir, karena mereka dulu berdzikir, sujud dan menangis di dunia karena mengharap perjumpaan dengan-ku.`` Kemudian tabir diangkat. Maka mereka melihat dan merebahkan diri bersujud kepada Allah azza wa jalla.

KEUTAMAAN MENGUMPULKAN HADITS



الحديث التاسع والثلاثون : فضل جمع الحديث

عن مجاهد عن سلمان رضي الله تعالى عنهما عن النبي صلى الله تعالى عليه وسلم، من حفظ على أمتي هذه الأربعين حديثا دخل الجنة وحشره الله تعالى مع الأنبياء والعلماء يوم القيامة، 
Diriwayatkan dari Mujahid dari Salman dari Nabi Saw., “Barangsiapa menjaga empat puluh perkara ini, ia masuk surga dan Allah membangkitkannya bersama para nabi serta ulama pada hari kiamat.”

فقلنا يارسول الله أي الأربعين حديثا، 
Kami (para sahabat) bertanya, “Ya Rasulullah, empat puluh perkara yang mana?”

فقال عليه الصلاة والسلام أن تؤمن بالله واليوم الآخر والملائكة والكتاب والنبيين والبعث بعد الموت وبالقدر خيره وشره من الله تعالى وتشهد أن لاإله إلا الله وأن محمدا رسول الله وتقيم الصلاة باسباغ الوضوء لوقتها بتمام ركوعها وسجودها وتؤدي الزكاة بحقها وتصوم شهر رمضان وتحج البيت إن استطعت إليه سبيلا 
Rasulullah Saw. menjawab, “Engkau beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat, kitab, para nabi, kebangkitan sesudah mati, takdir baik serta yang buruk dari Allah Swt. dan engkau bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah. Mendirikan shalat dengan menyempurnakan wudhu, dengan kesempurnaan rukuk dan sujud, manunaikan zakat dan haknya, berpuasa pada bulan Ramadhan, menunaikan haji jika mampu melakukan.

وتصلي إثنى عشر ركعة في كل يوم وليلة وهي سنتي وثلاث ركعات وتر ألا تتركها ولاتشرك بالله سيئا ولاتعص والدك ولاتأكل مال اليتيم ولاتأكل الربا ولاتشرب الخمر ولاتحلف بالله كاذبا ولاتشهد شهادة الزور على أحد قريب أو بعيد ولاتعمل بالهوى ولاتغتب أخاك ولاتقع فيه من خلفه 
Mengerjakan shalat (sunah rawatib) dua belas rakaat siang dan malam adalah sunahku, tiga rakaat witir jangan ditinggalkan, jangan menyekutukan sesuatu dengan Allah, jangan durhaka kepada kedua orang tua, jangan makan harta anak yatim, jangan makan riba, jangan minum arak, jangan bersumpah demi Allah secara dusta, jangan bersaksi dengan kesaksian palsu terhadap seseorang pun baik yang dekat maupun yang jauh, jangan berbuat sesuatu dengan mengikuti hawa nafsu, jangan mengumpat saudaramu, jangan mencaci dari belakang,

ولاتقذف المحصنة ولايقل عنك انك مرائي فيحبط عملك ولاتلعب ولاتله مع اللاهين ولاتقل للقصير ياقصير تريد بذلك عيبه ولاتسخر من أحد من الناس وتصبر عند البلاء ولاتأمن من عقاب الله تعالى 
jangan menuduh zina kepada perempuan yang terpelihara, jangan katakan tentang dirimu bahwa kamu mengharap pujian sehingga sia-sialah amalmu, jangan bermain-main dan berfoya-foya, jangan katakan kepada orang pendek “Hai pendek” dengan maksud menunjukkan aibnya, jangan mengejek seseorang, jangan merasa aman dari hukuman Allah,

ولاتمش بالنميمة فيما بين الإخوان وتشكر الله على كل نعمة أنعم الله بها عليك وتصبر عند البلاء والمصيبة ولاتقنط من رحمة الله وتعلم أن ما أصابك لم يكن ليخطئك وأن ما أخطأك لم يكن ليصيبك ولاتطلب سخط الرب برضا المخلوقين ولاتؤثر الدنيا على الآخرة 
jangan suka berjalan mengadu domba antara sesama saudara, bersyukurlah atas kenikmatan yang diberikan Allah kepadamu, hendaklah engkau sabar di waktu mengalami cobaan dan musibah, jangan putus asa akan rahmat Allah, hendaklah engkau ketahui bahwa sesuatu yang pasti menimpamu tidak akan meleset dan sesuatu yang tidak bakal menimpamu tidak akan meleset, jangan mencari kemarahan Tuhan karena mengharapkan keridhaan pun makhluk, jangan lebih mengutamakan dunia dari pada akhirat,

وإذا سألك أخوك المسلم ماعندك فلاتبخل عليه وانظر في أمر دينك إلى من هو فوقك وفي أمر دنياك إلى من هو دونك ولاتكذب ولاتخالط الشيطان ودع الباطل ولاتأخذه به وإذا سمعت حقا فلاتكتمه 
apabila saudaramu minta sesuatu darimu janganlah engkau kikir kepadanya, dalam urusan agama lihatlah kepada orang yang di atasmu, dalam urusan dunia lihatlah kepada yang di bawahmu, jangan berdusta, jangan bergaul dengan setan (orang jahat), tinggalkan kebatilan dan jangan mengerjakannya, apabila engkau mendengar kebenaran jangan menyembunyikannya,

وأدب أهلك وولدك بماينفعهم عند الله ويقربهم إلى الله وأحسن إلى جيرنك ولاتقطع أقاربك وذوي رحمك وضلهم ولاتلعن أحدا من خلق الله تعالى واكثر التسبيح والتهليل والتحميد والتكبير 
didiklah istri dan anak-anakmu dengan segala yang bermanfaat bagi mereka di sisi Allah dan mendekatkan mereka kepada Allah, berbuatlah kebaikan terhadap tetangga-tetanggamu, jangan memutus hubungan dengan kerabat dan sanak familimu, peliharalah hubungan dengan mereka danjangan mengutuk seorang pun dari makhluk Allah, perbanyaklah tasbih, tahlil, tahmid, dan takbir,

ولاتدع قراءة القرآن على كل حال الا أن تكون جنبا ولاتدع حضور الجمعة والجماعات والعيدين وانظر كل مالمترض أن يقال لك ويصنع بك لاترضه لأحد ولاتصنعه به،
jangan tinggalkan membaca Al-Quran dalam segala keadaan kecuali dalam keadaan junud (berhadas besar), jangan tinggalkan shalat Jumat, jamaah dan dua hari raya, perhatikan segala yang engkau tidak senang orang lain emgatakan kepadamu dan melakukannya terhadapmu dan jangan engkau senang hal itu terjadi pada seseorang dan jangan melakukannya terhadap orang lain.”

وقال سلمان رضي الله تعالى عنه، قلت يارسول الله ما ثواب هذه الأربعين حديثا قال عليه الصلاة والسلام والذي بعثني بالحق نبيا ان الله تعالى يحشره يوم القيامة مع الأنبياء والعلماء 
Salman berkata, “Aku bertanya, “Ya Rasulullah, apakah pahala dari keempat puluh perkara tersebut?” Rasulullah Saw. menjawab, “Demi Allah yang telah mengutusku dengan kebenaran sebagai nabi, sesungguhnya Allah Swt. akan membangkitkan pelakunya pada hari kiamat bersama para nabi dan ulama.

ومن تعلم هذه الأربعين حديثا وعلمها الناس كان ذلك خيرا من أن يعطى الدنيا وما فيها والذي بعثني نبيا من حفظ هذه الأربعين حديثا وطلب بها ما عند الله تعالى طوقه الله تعالى يوم القيامة بقلادة من نور يتعجب الأولون والآخرون من حسنه وبهائه وجماله ومن كرمة الله إياه 
Barangsipa menjaga empat puluh perkara ini dan mengajarkannya kepada orang lain, hal itu lebih baik daripada ia diberi dunia beserta isinya. Demi Allah yang mengutusku dengan kebenaran sebagai nabi, barangsiapa menjaga empat puluh perkara ini dan meminta sesuatu di sisi Allah, Allah akan mengalungi dengan kalung berupa cahaya pada hari kiamat, sehingga kagumlah orang-orang terdahulu dan kemudian lantaran kebaikan, kebagusan, keindahan, dan kemuliaan yang diberikan Allah kepadanya.”

والذي بعثني بالحق نبيا من حفظ هذه الأربعين حديثا شفعه الله يوم القيامة في أربعين ألف إنسان ممن استوجب النار ويشفع كل واحد في أربعين ألفا أخرى ثلاث مرات 
Demi Allah yang mengutusku dengan kebenaran sebagai nabi, berangsipa menjaga empat puluh perkara ini, Allah akan memberi hak unruk memohonkan keringanan bagi empat puluh ribu orang yang sudah diputuskan masuk neraka dan memberi hak kepada masing-masing untuk memohon keringanan bagi empat puluh ribu orang yang lin sebanyak tiga kali.”

والذي بعثني بالحق نبيا من حفظ هذه الأربعين حديثا وعلمها الناس أعطاه الله يوم القيامة نصيبا من ثواب أربعين رجلا من الأبدال ويعطي الله تعالى لمن حفظ هذه الأربعين حديثا لكل حديث منها ألف ملك من الملائكة يبنون له القصور والمدائن ويغرسون له الأشجار في الجنة 
“Demi Allah yang telah mengutusku dengan kebenaran sebagai nabi, barangsiapa menjaga empat puluh perkara ini dan mengajarkannya kepada orang alin, pada hari kiamat Allah akan memberi bagian pahala dari empat puluh orang wali abdal dan Allah akan memberi ganjaran dari setiap perkara itu seribu malaikat yang membangun istana-istana dan kota-kota serta menanamkan baginya pohon di surga.”

والذي بعثني بالحق نبيا من حفظ هذه الأربعين حديثا ينفع بها الناس حرم الله جسده على النار ويكون يوم القيامة على منارة من نور رقد أمن من الفزع الأكبر ونجاه الله تعالى من الحساب ويعطي لصاحب هذه الأربعين حديثا ومن تعلمها يوم القيامة منزلة العلماء ويقعد معهم ويعطيه الله تعالى ما أعطاهم 
“Demi Allah yang mengutusku dengan kebenaran sebagai nabi, barangsiapa menjaga empat puluh perkara ini dan memanfaatkan orang banyak, Alah mengharamkan tubuhnya bagi api neraka. Pada hari kiamat ia akan berada di menara dari cahaya, ia telah aman dari ketakutan yang besar, dan Allah menyelamatkan dari perhitungan amal. Orang yang menjaga empat puluh perkara ini dan yang mempelajarinya, diberi oleh Allah derajat ulama dan duduk bersama mereka, Allah akan memberinya apa yang diberikan kepada mereka.”

قاله سلمان رضي الله تعالى عنه قال الشيخ الإمام الأجل الزاهد الحجاج نجم الدين النسقي رحمة الله عليه لقد أثبتنا أربعين حديثا فافهموها ولاتكونوا كقوم لايكادون يفقهون حديثا.
Ini semua diriwayatkan dari Salman ra. :

Berkata Asy-Syekh Al-Imam Najmuddin Al-Nasafi rahimahullah, “Kami telah menetapkan empat puluh perkara (hadits), pahamilah hadits-hadits atau perkara-perkara itu dan jangan menjadi orang yang nyaris tidak mengerti apa-apa.”

▶️ MENGAPA MERASA MISKIN PADAHAL PUNYA SEGALANYA?



📡 Simak video selengkapnya:
https://youtu.be/8dKC8eNLM6w

Sering kali kita merasa miskin hanya karena kekurangan secara ekonomi, padahal Allah ﷻ telah memberikan aset yang nilainya tak terhingga. Kita cenderung mengukur kekayaan hanya dari saldo rekening, namun lupa pada nikmat fisik yang masih utuh dan berfungsi sempurna.

Cobalah renungkan, apakah kita bersedia menukar satu mata atau satu jari kita dengan uang miliaran rupiah? Jika jawabannya tidak, itu artinya kita adalah orang yang sangat kaya. Masalah sebenarnya bukan terletak pada apa yang tidak kita miliki, melainkan pada persepsi kita yang kurang bersyukur.

Gunakanlah perangkat fisik yang sehat ini untuk berikhtiar menjemput rezeki-Nya. Sebagaimana Allah ﷻ berfirman:

هُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ ذَلُولًا فَٱمْشُوا۟ فِى مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا۟ مِن رِّزْقِهِۦ ۖ وَإِلَيْهِ ٱلنُّشُورُ

“Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (Al-Mulk: 15)

Jangan biarkan perasaan merasa kurang menutup mata kita dari luasnya karunia yang telah diberikan. Mari perbanyak bersyukur pada setiap keadaan dengan hati yang selalu merasa cukup dan memanfaatkan segala nikmat yang Allah ﷻ berikan untuk berikhtiar menjemput rezeki yang berkah dan halal.

Allahu a’lam bishawab.
__

♻️ Silahkan disebarluaskan

🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin

satu derajat atas empat kesusahan

Dari Said Ibnu Musayah, ia berkata, “Pada suatu hari Ali bin Abi Thalib ra. keluar dari rumah dan berjumpa dengan Salman Al-Farisi, Ali berkata kepadanya, “Bagaimana keadaanmu, hai Bapak Abdullah?”


Salman menjawab, “Aku berada di antara empat kesusahan. Wahai Amirul Mukminin.”


Ali berkata, “Apakah itu? Semoga Allah memberi rahmat kepadamu.” Salman menjawab, “Kesusahan memikirkan anak-anak yang minta roti, kesusahan memikirkan pencipta (Al-Khaliq) yang menyuruh aku taat kepadanya, kesusahan memikirkan setan yang menyuruhku berbuat maksiat, dan kesusahan malaikat maut yang menginginkan nyawaku.”


Ali berkata, “Gembiralah, hai Bapak Abdullah, sesungguhnya dalam setiap perkara itu engkau mendapat satu derajat.”

Malu kepada Allah

Diceritakan, bahwa seorang perempuan datang kepada Nabi Saw. dan berkata, “Ya Rasulullah, aku telah berbuat dosa besar, obatilah aku.”


Rasulullah Saw. bersabda, “Tobatlah kepada Allah Swt.” perempuan itu berkata, “Bumi telah mengetahui dosaku dan aku berbuat di atasnya, sedang ia menjadi saksi pada hari kiamat.”


Nabi Saw. bersabda, “Ia tidak akan menjadi saksi bagimu.” Allah Swt. berfirman, “Hari, di mana bumi ini diganti dengan bumi yang lain.”


Perempuan itu berkata, “Langit telah mengetahui aku, ia akan menyaksikan pada hari kiamat.”


Nabi Saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah Swt. akan melipat langit.” Allah Swt. berfirman, “Hari di mana Kami akan melipat langit, seperti halnya Kami melipat buku catatan.”


Perempuan itu berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya malaikat-malaikat mulia yang mencatat amal saleh menulis dosaku di dalam kitab.”


Nabi Saw. bersabda, “Sesungguhnya perbuatan baik dakan menghapus perbuatan buruk.”


Kemudian Nabi Saw. bersabda, “Orang yang bertobat dari dosanya seperti orang yang tak berdosa.”


Kemudian perempuan itu berkata, “Sesungguhnya para malaikat mengetahui perbuatan-perbuatanku dan menjadi saksi atas perbuatan-perbuatanku yang buruk.”


Nabi Saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah Saw. membuat lupa para malaikat pencatat amal pada hari kiamat.”


Sebagaimana disebutkan dalam kitab Rabi’ul Abrar, bahwa Nabi Saw. bersabda, “Apabila manusia bertobat Allah dan Allah menerima tobatnya, Dia membuat lupa para malaikat pencatat terhadap apa yang diperbuat oleh manusia itu.”


Allah Swt. berfirman, “Hari di mana lidah-lidah, tangan-tangan dan kaki-kaki mereka menjadi saksi atas apa yang pernah mereka lakukan (Al-ayat).”


Rasulullah Saw. bersabda, “Allah berfirman kepada bumi dan angota-anggota tubuh manusia : Sembunyikanlah keburukan-keburukan dan jangan menampakkannya.” Kemudian perempuan itu berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya semua ini adalah hak yang bertobat.”

Daftar Amalan Yang Bermanfaat Bagi Mayit




1. Doa Kaum Muslimin Bagi Si Mayit
(QS. AL-HASYR 10) DAN HADITS MUSLIM NO 2733 DARI UMMU AD DARDA

2. Sedekah Atas Nama Si Mayit
HR. BUKHARI NO 2756

3. Badal Haji Dan Umroh Bagi Si Mayit
IMAM AHMAD 1/239-240, IMAM BUKHARI 2/217-218

4. Melunasi Hutang Si Mayit  
HR. BUKHARI NO 2298 DAN MUSLIM NO 1619

5. Membayar Hutang Puasa Nazar Bagi Si Mayit
HR. BUKHARI NO 2761

6. Doa Memohon Ampunan Untuk Si Mayit (Istighfar)
HR. AHMAD, NO. 10232

7. Seorang anak melakukan amal shalih dari hasil pendidikan Orang Tuanya 
SHAHIH, HR.AHMAD (VI/41, 126 DLL)

8. Doa Anak Sholih, Sedekah jariyah, Ilmu yang manfaat
HR. MUSLIM NO. 1631

KEISTIMEWAAN AL-QURAN”



📆 Jum'at , 28 Syawal 1447 H/ 17 April 2026

📚 *Motivasi*
 
📝 Pemateri : Ustadz Aunur Rafiq Shaleh
🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹 

Siapa yang membacanya pasti lembut karakternya

Siapa yang menghafalnya, pasti Allah  meninggikan derajatnya

Siapa yang mengamalkannya, pasti membaik keadaannya

Siapa yang bersedih lalu membaca al-Quran, pasti lapang dadanya

Siapa yang berpegang teguh dengannya, pasti hilang kekhawatiran dan kesedihannya

Jika Al-Quran masuk ke dalam hati

Dunia pasti keluar dari hati tersebut

Kebahagiaan pasti menetap di dalamnya 

Keberkahan pasti berkembang di dalamnya

"Maka selamat...”

Bagi hati yang penuh, kenyang, dan berkembang dengan Al-Quran

Jika kamu belum mendapatkan semua jaminan dan keistimewaan tersebut, tingkatkan cara interaksimu dengan al-Quran dan bersihkan hatimu. Jangan salahkan al-Quran apalagi memprotes Allah yang menurunkan al-Quran.

🍃🍃🌺🍃🍃🌺🍃🍃

Dipersembahkan oleh : www.manis.id

Subscribe Youtube MANIS: https://youtube.com/c/MajelisManisOfficial

Follow Media Sosial MANIS : 
IG : http://instagram.com/majelismanis
FB: http://fb.com/majelismanis
TikTok
https://www.tiktok.com/@majelis_manis_

📱Info & Pendaftaran member : https://bit.ly/gabungmanis
💰 Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
An. Yayasan Manis
No Rek BSI : 7113816637
Konfirmasi:
wa.me/62852-7977-6222
wa.me/087891088812

malu kepada Allah

عن معاذ بن جبل رضي الله تعالى عنه أنه قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم، يقول الله: يا ابن آدم استحي مني عند معصيتك وأنا أستحي منك يوم العرض الأكبر فلا أعذبك،
Dari Mu’adz bin Jabal ra. ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda : Allah Swt. berfirman, “Hai anak Adam, malulah engkau jika durhaka kepada-Ku, niscaya Aku pun akan malu kepadamu pada hari kiamat nanti, sehingga Aku tidak akan menyiksamu.”

pantaskah aku untuk belajar

*قال المنصور بن المهدي للمأمون* :  "*أيحسن بمثلي أن يتعلم*؟" فقال : "*والله لأن تموت طالباِ للعلم خير من أن تموت قانعاً بالجه...