Translate

alangkah baiknya hati yang bersih

Jika hati bersih maka ia akan memandang orang lain dengan penuh kebaikan dan husnuzhan...
Melihat anak kecil, memandangnya bahwa lebih mulia karena tidak ada dosa yang dipikulnya

Melihat orang tua, maka memandangnya ahli ibadah karena berapa banyak waktu yang dia habiskan untuk beribadah..

Memandang ahli maksiat maka ia memandangnya dengan penuh kasih sayang, karena bisa jadi ia orang yang kembali kepada Allah diakhir hayatnya dan menjadi orang yang unggul dalam beramal saleh kelak...

Memandang orang miskin, maka ia memandangnya bahwa betapa banyaknya pahala sabar yang telah ia kumpulkan karena menghadapi kesusahan hidupnya selama ini...

Memandang orang kaya, maka ia memandangnya betapa banyak amal jariah yang sudah ia siapkan guna menghadapi alam akhirat yang abadi ..


Kita tidak pernah tahu isi hati seseorang.. bisa jadi ia mulia dipandangan kita namun hina dipandangan Allah . 
Dan bisa jadi ia hina dipandangan kita namun mulia dihadapan Allah . 

Maka dari itu tetaplah berhusnuzan kepada siapapun..
Sebab hati ibarat cermin, jika ia bersih maka ia akan memandang orang lain dengan baik dan bersih tidak dengan pandangan menghinakan..

Ada Orang yang diremehkan manusia karena penampilannya.

Namun Allah begitu sayang padanya.

Ditolak di pintu-pintu rumah karena tampilan tubuhnya yang lusuh, miskin dan menderita.

Tapi pintu langit langsung terbuka saat dia mengadu.

Muslim meriwayatkan,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رُبَّ أَشْعَثَ مَدْفُوعٍ بِالْأَبْوَابِ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لَأَبَرَّهُ (صحيح مسلم (13/ 60)
Artinya,

“Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Betapa banyak orang yang rambutnya kusut, tampak dihinakan dan di usir oleh orang-orang, namun apabila dia meminta kepada Allah, pasti Allah akan mengabulkannya.”” (H.R.Muslim)

Dan juga jangan lupa berbuat baiklah kepada orang lain, sebagaimana dirimu juga ingin diperlakukan dengan perlakuan yang sama baiknya oleh orang lain...

Karena kasih sayang Allah amat luas terhadap makhluknya, maka sekali lagi jangan meremehkan seorang manusia pun dihadapan kita ..

Allahumma Inna mas aluka qolban salim... Ya Allah anugerahkan kami hati yang selamat.. 

penyebab suul khatimah

*Ꮺ’    Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :

❝  Su'ul-khatimah biasanya terjadi pada orang-orang yang rusak akidahnya, atau terus menerus dalam melakukan dosa besar serta melakukan kezaliman yang besar. Terkadang perbuatan tersebut menguasai dirinya sehingga mati dalam keadaan belum bertaubat.  ❞

🍁 *kata ulama*

Untuk siapakah hidup kita ini..??!!`

`📄
الحجّة الغزالي رحمه الله: "مَن كان لله كان الله له".
*📚(الإحياء ٣٨/٣)*

*Al-Imam Ghozali Ra berkata ;*

"Siapa orang yang hidupnya hanya untuk Allah, maka Allah pun akan selalu ada untuknya".

*📚 Ihya juz 3 hal.38*

`ִֶָ𓂃 ࣪˖ ִֶ𝑫𝒂𝒘𝒖𝒉 𝑼𝒍𝒂𝒎𝒂་༘࿐`

berlomba dalam istighfar

`Di dalam Kitab Lathoiful Ma'arif, dikatakan:`

فَمَنْ عَجَزَ عَنْ مُسَابَقَةِ المُحِيِّينَ فِي مَيْدَانِ مَضْمَارِهِمْ فَلَا يَعْجِزْ عَنْ مُشَارَكَةِ المُذْنِبِينَ فِي اسْتِغْفَارِهِمْ وَ اعْتِدَارِهِمْ

*"Bila tidak mampu berlomba-lomba dengan orang-orang sholih dalam puncak ibadah mereka. Maka berlombalah dengan para pendosa di dalam istighfar mereka!"*

`ִֶָ𓂃 ࣪˖ ִֶ𝑫𝒂𝒘𝒖𝒉 𝑼𝒍𝒂𝒎𝒂་༘࿐`

kisah pendek

`Sekelumit cerita pendek yang menyedihkan.`

*Dia berkata :* ahh.. besok saja aku taubat, ternyata dia tidur dan tak bangun kembali. 

نعوذ بالله من ذلك

`ִֶָ𓂃 ࣪˖ ִֶ𝑫𝒂𝒘𝒖𝒉 𝑼𝒍𝒂𝒎𝒂་༘࿐`

Jalan Menuju Allah taala Tidaklah Mudah


Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata:

"Jalan menuju Allah adalah jalan di mana Adam kelelahan, Nuh mengeluh, Ibrahim dilempar ke dalam api, Ismail dibentangkan untuk disembelih, Yusuf dijual sebagai budak dengan harga yang murah dan dipenjara hingga bertahun-tahun, Zakariya digergaji, Yahya disembelih, Ayyub menderita penyakit kulit (yang sangat menjinjikkan), Dawud menangis melebihi kadar semestinya, Isa berjalan dengan rasa takut yang sangat, dan Muhammad diuji dengan kefakiran dan berbagai gangguan lainnya. Sementara kalian ingin menempuhnya dengan bersantai ria dan bermain-main ??."

Kitab Al-Fawaid hal. 56

Allah Telah Menjawab Gundahmu



Saudara-saudari yang dirahmati Allah,

Pernahkah kita merasa hati sesak? Pekerjaan hilang, baru saja di-PHK, orang tercinta meninggal, konflik dalam keluarga, menjadi tulang punggung keluarga yang terasa berat, harta melimpah tapi waktu untuk beribadah hampir tidak ada, diuji penyakit kritis, atau ekonomi yang serba kekurangan?

Semua itu adalah ujian. Dan Allah sudah mengingatkan kita sejak dulu dalam Surah Al-‘Ankabut ayat 2–3:

> أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

> “Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan (hanya) dengan mengatakan, ‘Kami telah beriman,’ sedangkan mereka tidak diuji?”

Emas dilebur dengan api yang panas. Begitu juga manusia. Ujian akan melebur kita. Yang bertahan akan keluar lebih murni, seperti emas yang telah disaring.

---

**Pertanyaan yang sering terlintas di hati:**

**Pertama**, “Mengapa ujian yang kuhadapi harus seberat ini?”

Allah menjawab dalam Surah Al-Baqarah ayat 286:

> لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

> “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”

Jadi, ujian itu tidak pernah melebihi kekuatan yang Allah berikan kepada kita.

**Kedua**, ketika kita mengadu, “Ya Allah, aku sedih…”

Allah menjawab dalam Surah Ali ‘Imran ayat 139:

> وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

> “Janganlah kamu merasa lemah dan jangan pula bersedih hati, sebab kamulah orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu beriman.”

**Ketiga**, ketika hati sudah hampir putus asa…

Allah menjawab dalam Surah Az-Zumar ayat 53:

> لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ

> “Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.”

---

**Lalu, apa solusinya?**

**Pertama**, serahkan sepenuhnya kepada Allah. Ucapkan dengan yakin:

> حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ

> “Cukuplah Allah bagiku. Tidak ada Tuhan selain Dia. Kepada-Nyalah aku bertawakal.”

**Kedua**, perbanyak istighfar. Allah berfirman dalam Surah Nuh ayat 10–12:

> فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا  
> يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا  
> وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

Nabi Nuh mengajarkan: “Mintalah ampunan kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat, menambah harta dan anak-anakmu, serta menjadikan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.”

Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, Allah akan menjadikannya jalan keluar dari setiap kesempitan, kelapangan dari setiap kesedihan, dan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

**Ketiga**, husnuzan (berbaik sangka) kepada Allah. Ingatlah sabda Rasulullah ﷺ:

> “Dan mungkin saja kamu membenci sesuatu, padahal ia baik bagimu. Dan mungkin saja kamu menyukai sesuatu, padahal ia buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”  
> (QS. Al-Baqarah: 216)

---

Saudara-saudari,

Gundah hati itu nyata. Tapi Allah sudah menjawab semuanya. Tinggal kita mau mendengarkan jawaban-Nya atau terus tenggelam dalam keresahan.

Mari kita perbaiki hubungan dengan Allah: bertawakal, beristighfar, dan berbaik sangka. Karena di balik setiap ujian, ada emas yang sedang dimurnikan.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang keluar dari ujian dengan hati yang lebih bersih, iman yang lebih kuat, dan rezeki yang lebih berkah.

Wallahu a’lam bish-shawab.


JANGAN PERNAH MENYEPELEKAN FAEDAH ILMU YANG DATANG KEPADAMU SEKECIL APA-PUN

*📔* زُبيد الڪوفي رحمه الله: "سمعت ڪلمة  فنفعنـي الله بـهـا ثـلاثِيـن سنـة". (السير : ٥/٢٩٧) `Zubaid Al Kuufiy ra pernah berkata ;...