Translate

perbaiki hubungan dengan Allah, maka lihatlah hasilnya

“Dahulu para ulama jika bertemu, mereka saling menasihati dengan kalimat-kalimat berikut. Dan jika mereka saling berjauhan, mereka menuliskan pesan kepada sebagian yang lain:

’Barang siapa memperbaiki apa yang tersembunyi di dalam hatinya, maka Allah akan memperbaiki apa yang tampak darinya.

Barang siapa memperbaiki hubungannya dengan Allah, maka Allah akan memperbaiki hubungan antara dirinya dengan sesama manusia.

Dan barang siapa lebih mengutamakan urusan akhiratnya, niscaya Allah akan mencukupkan urusan dunianya.’”

> Ma’qil Al-Jazari رحمه الله
> 📚 Al-Ikhlāṣ wan-Niyyah, karya Ibnu Abi Ad-Dunya, hlm. 16.
__
t.me/atsarulkhair

Bacalah Surah Al-Fatihah pada air, lalu minumlah.



Di antara nama-nama Surah Al-Fatihah adalah: Asy-Syāfiyah (penyembuh), Al-Kāfiyah (yang mencukupi), Al-Wāfiyah (yang sempurna), dan Al-Wāqiyah (yang melindungi).

Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata:

“Pernah suatu kali aku ditimpa rasa sakit yang sangat menyiksa, hingga hampir membuatku tidak mampu bergerak. Rasa sakit itu menyerangku ketika sedang thawaf maupun pada ibadah lainnya. *Maka aku segera membaca Surah Al-Fatihah, lalu mengusapkannya pada bagian tubuh yang terasa sakit.* Seketika rasa sakit itu hilang seakan-akan jatuh seperti batu yang terlepas.

Aku telah mencobanya berulang kali. Aku juga pernah mengambil segelas air zamzam, kemudian membacakan Surah Al-Fatihah berulang kali lalu meminumnya. Sungguh, aku merasakan manfaat dan kekuatan yang tidak pernah kudapati dari obat apa pun.”

> Madārij as-Sālikīn (1/58)._

_مثابة.

Jangan Mudah Merasa Paling Baik



Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا سَمِعْتُمُ الرَّجُلَ يَقُولُ: هَلَكَ النَّاسُ، فَهُوَ أَهْلَكُهُمْ

"Apabila kalian mendengar seseorang berkata, 'Manusia telah binasa,' maka dialah yang paling binasa di antara mereka."

(HR. Sahih Muslim no. 2623)

Para ulama menjelaskan bahwa hadis ini ditujukan kepada orang yang gemar merendahkan orang lain dan merasa dirinya lebih baik daripada mereka. Ia melihat manusia penuh dengan kekurangan, tetapi lupa melihat aib yang ada pada dirinya sendiri.

Bukan berarti seorang muslim tidak boleh prihatin terhadap banyaknya kemaksiatan atau kerusakan di tengah masyarakat. Yang tercela adalah ketika keprihatinan itu berubah menjadi kesombongan, hingga ia memandang dirinya sebagai satu-satunya orang yang selamat dan meremehkan orang lain.

Seorang mukmin yang rendah hati akan lebih banyak berdoa agar Allah memperbaiki dirinya dan kaum muslimin. Ia menasihati dengan kasih sayang, bukan dengan sikap merasa paling suci.

Maka, ketika melihat kesalahan orang lain, jangan terburu-buru berkata, "Manusia sekarang sudah rusak semua." Bisa jadi, orang yang hari ini kita anggap jauh dari hidayah justru suatu saat Allah angkat derajatnya. Dan bisa jadi, kita yang merasa aman justru sedang diuji dengan penyakit hati yang tidak kita sadari.

Kalau nanti saya sudah lebih baik, baru saya mulai dekat dengan Al-Qur'an.


Kalimat ini terdengar baik, tetapi justru sering menjadi alasan untuk terus menunda.

Bukankah Al-Qur'an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia? Kita tidak harus menunggu menjadi baik untuk membacanya, menghafalnya, atau mentadabburinya. Justru dengan terus bersama Al-Qur'an, Allah memperbaiki hati, akhlak, dan langkah hidup kita sedikit demi sedikit.

Tidak ada yang memulai perjalanan ini dalam keadaan sempurna. Yang Allah cintai adalah hamba yang mau melangkah dan terus kembali kepada-Nya.

Jadi jangan tunggu hati menjadi baik untuk dekat dengan Al-Qur'an. Dekatilah Al-Qur'an, lalu mohonlah kepada Allah agar Dia menjadikan kita pribadi yang lebih baik setiap harinya.

Simpan postingan ini jika Anda sedang memulai perjalanan bersama Al-Qur'an, dan bagikan kepada seseorang yang masih merasa "belum pantas" untuk mendekat kepada firman Allah. 🤍

tahfidzmadani.com

JAGALAH MASA MUDA

أَلْزِمْ نَفْسَكَ بِالْعِبَادَةِ فِي شَبَابِكَ، وَلَوْ كَانَ ذَلِكَ شَاقًّا وَكَثِيرَ الْفِتَنِ، فَإِنَّكَ إِذَا كَبِرْتَ قَدْ تَمْلِكُ الْهِمَّةَ وَلَكِنْ لَا تَمْلِكُ الْقُوَّةَ

Paksalah saat masa mudamu untuk beribadah, walaupun berat dan banyak godaan, karena jika sudah tua mungkin engkau punya semangat, namun tidak lagi mampu. 

*💚[ Abuya Sayyid Muhammad Al-Maliki ]*

Allah menjaga kita

Andai Allah memperlihatkan semua cara-Nya menjagamu, mungkin hari ini engkau akan lebih banyak menangis karena syukur daripada mengeluh karena takdir. Dalam psikologi klinis. manusia memiliki kecenderungan negativity bias, yaitu lebih mudah mengingat kehilangan daripada perlindungan yang tidak terlihat.

Kita sibuk menghitung pintu yang tertutup, tetapi lupa bahwa bisa jadi Allah sedang menyelamatkan kita dari sesuatu yang tidak sanggup kita lihat. Allah subhananhu wa ta'ala berfirman: "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui." (Qur'an Surah Al-Baqarah: 216).

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, "Takdir Allah seluruhnya baik bagi seorang mukmin." (Madarijus Salikin, 2/215). Mungkin tidak semua yang hilang adalah kerugian. Dan tidak semua yang gagal adalah musibah. Bisa jadi itu adalah cara Allah menjaga, sebelum engkau meminta-Nya menjaga.
____
Hamba Allah حفظه الله

MAKSIAT PERUSAK SEGALANYA

Seringkali kita berbuat maksiat tanpa sadar, siapa yang kita maksiati..

Allah yang telah menciptakan kita dengan kesempurnaanNya...
Allah yang telah menghidupkan kita...
Allah yang telah merawat kita dengan berbagai penjagaan..
Allah yang telah memberikan Rizki kepada kita tak terhingga...
Semua kehidupan kita Allah atur sedemikian rupanya...

Namun, balasan kita, bukannya amal saleh yang menghantarkan kita kepada cintaNya, malah maksiat yang kita lakukan..
Padahal hati ini sangat cinta kepada Allah, namun mengapa perilaku seringkali mengkhianati hati..

Jalan Menuju Allah taala Tidaklah Mudah

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata: "Jalan menuju Allah adalah jalan di mana Adam kelelahan, Nuh mengeluh, Ibrahim dilempar k...