Translate

Dosa-dosa Besar dan Dosa-dosa Kecil


👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang ke-5 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang “Dosa-dosa Besar dan Dosa-dosa Kecil”

Di antara dosa yang berbahaya bagi seorang hamba di akhirat

Yang pertama

adalah dosa bid’ah yang tidak sampai mengkafirkan pelakunya. Bid’ah secara istilah syariat adalah cara yang diada-adakan di dalam agama yang menyerupai syariat, dimaksudkan untuk berlebih-lebihan di dalam bertaqarrub kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى. Dan bid’ah adalah perkara yang paling jelek. Rasulullah ﷺ bersabda :

وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
Dan sejelek-jelek perkara adalah perkara-perkara yang diada-adakan. Dan setiap bid’ah adalah sesat (HR. Muslim)

Orang yang melakukan bid’ah seakan-akan menganggap agama yang dibawa oleh Rasulullah ﷺ belum sempurna dan seakan-akan dia telah menuduh Rasulullah ﷺ mengkhianati risalah Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى. Pelaku bid’ah merasa dirinya di atas petunjuk, sehingga sulit dia untuk memperoleh hidayah kecuali orang yang Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى rahmati.

Yang kedua

di antara dosa-dosa yang berbahaya bagi seorang hamba adalah dosa-dosa besar. Yaitu semua dosa yang diancam pelakunya dengan hukuman di dunia atau laknat dari Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى atau amarah dari Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى atau diancam dengan neraka. Seperti berzina, mencuri, riba, durhaka kepada orang tua, membunuh tanpa hak dan lain-lain.

Kemudian ,

Yang ketiga

adalah dosa-dosa kecil yaitu dosa yang tidak sampai kepada dosa-dosa besar. Seperti melihat kepada aurat wanita yang tidak halal baginya dan lain-lain. Dosa kecil ini bisa menjadi besar karena beberapa sebab di antaranya adalah apabila dilakukan secara terus-menerus tanpa melakukan taubat kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى. Rasulullah ﷺ bersabda :

إِيَّاكُمْ وَمُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ فَإِنَّهُنَّ يَجْتَمِعْنَ عَلَى الرَّجُلِ حَتَّى يُهْلِكْنَهُ
Hati-hatilah kalian dengan dosa-dosa yang dianggap ringan, karena sesungguhnya dosa-dosa tersebut berkumpul pada diri seseorang sampai membinasakannya (Hadits Shahih Riwayat Imam Ahmad)

Dosa berupa kedzaliman kepada orang lain baik harta, kehormatan maupun fisik akan menjadi penyesalan di hari kiamat, apabila tidak meminta dihalalkan di dunia ini.

Itulah halaqah yang kita sampaikan hari ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Meninggalkan Kemaksiatan Merupakan Bekal Menuju Akhirat




👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang ke-4 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah “Meninggalkan Kemaksiatan Merupakan Bekal Menuju Akhirat”

Meninggalkan kemaksiatan apabila dilakukan karena takut kepada Allah ﷻ berdasarkan dalil yang shahih, maka ini akan menjadi pahala bagi seorang hamba. Sebaliknya kemaksiatan apabila dilakukan seorang hamba, maka itu akan menjadi sayyi-ah (dosa) yang membahayakan keselamatan dia di akhirat kelak.

Dosa bertingkat-tingkat, dan dosa yang paling berbahaya adalah dosa yang mengekalkan pelakunya di dalam neraka apabila dia mati dan tidak bertaubat dari dosa tersebut.

Yang pertama

adalah kufur besar atau kekafiran, yaitu menentang apa yang dibawa oleh seorang utusan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى seperti menentang tauhid, mendustakan kenabian seorang Rasulullah ﷺ, mengingkari syariat yang beliau ﷺ bawa, padahal dia mengetahui bahwasanya itu adalah syariat-Nya, atau mengejek dan mengolok-olok Allah, Rasul-Nya dan juga ayat-ayat-Nya dan lain-lain.

Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman :

وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَكَذَّبُواْ بِـَٔايَـٰتِنَآ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ أَصۡحَـٰبُ ٱلنَّارِ‌ۖ هُمۡ فِيہَا خَـٰلِدُونَ
“Dan orang-orang yang kufur dan mendustakan ayat-ayat Kami, merekalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (Al-Baqarah : 39)

Yang kedua

adalah syirik besar. Syirik ini lebih khusus dari kekufuran. Setiap syirik adalah kekufuran. Tapi tidak setiap kekufuran adalah syirik. Allah ﷻ berfirman :

إِنَّهُ ۥ مَن يُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدۡ حَرَّمَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِ ٱلۡجَنَّةَ وَمَأۡوَٮٰهُ ٱلنَّارُ‌ۖ وَمَا لِلظَّـٰلِمِينَ مِنۡ أَنصَارٍ۬
“Sesungguhnya barang siapa yang menyekutukan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى maka sungguh Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengharamkan atasnya surga dan tempat kembalinya adalah neraka dan tidak ada penolong bagi orang-orang yang berbuat zalim.” (Al-Maidah : 72)

Yang ketiga

adalah nifaq besar, yaitu menyembunyikan kekufuran di dalam hati dan menampakkan keimanan dengan lisan dan perbuatan. Orang munafik termasuk orang kafir, bahkan lebih besar dosanya dari orang kafir yang menampakkan kekafirannya. Dan di akhirat azab mereka lebih dahsyat. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman

إِنَّ ٱلۡمُنَـٰفِقِينَ فِى ٱلدَّرۡكِ ٱلۡأَسۡفَلِ مِنَ ٱلنَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمۡ نَصِيرًا
“Sesungguhnya orang-orang munafik berada di lapisan paling bawah dari neraka. Dan engkau tidak akan mendapatkan penolong bagi mereka.” (An-Nisa : 145)
Alhamdulillah yang telah memberikan kita petunjuk kepada Islam, kalau bukan karena Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى niscaya kita tidak mendapatkan petunjuk. Semoga Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى memberikan kita ketetapan hati di atas agama islam ini sampai kita bertemu dengan-Nya.

Itulah halaqah yang kita sampaikan hari ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Menjalankan Perintah Allah ﷻ Bekal Menuju Akhirat


👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang ke-3 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir berjudul Menjalankan Perintah Allah ﷻ Bekal Menuju Akhirat”

Perintah Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى apabila dijalankan dengan ikhlas dan sesuai dengan sunnah Rasulullah ﷺ maka akan menjadi hasanah atau pahala dan bekal menuju akhirat bagi seorang hamba. Perintah yang paling dicintai oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى adalah apa yang Allah ﷻ wajibkan. Rasulullah ﷺ bersabda, Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berkata,

وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ
Dan tidaklah hamba-Ku bertaqarrub kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih aku cintai dari pada apa yang sudah Aku wajibkan atasnya (HR. Bukhori)

Oleh karena itu seorang muslim, hendaknya memperhatikan kewajiban-kewajiban yang telah Allah ﷻ wajibkan atasnya dan melaksanakan kewajiban tersebut dengan sebaik-baiknya.

Kewajiban di sini ada yang berkaitan dengan hak Allah ﷻ seperti :

1. Tauhid,
2. Shalat lima waktu,
3. Puasa Ramadhan,
4. Haji bagi yang wajib dan lain-lain.

Dan juga ada yang berkaitan dengan hak makhluk seperti :

1. menafkahi orang yang menjadi tanggungan,
2. berbakti kepada kedua orang tua dan lain-lain.

Kemudian apabila seorang hamba memiliki waktu dan kemampuan maka hendaknya dia menambah bekal dengan berbagai amal sholeh yang mustahab atau disunnahkan seperti :

1. Shalat-shalat sunnah,
2. Puasa-puasa sunnah,
3. Shadaqah sunnah,
4. Membaca Al-Qur’an dan lain-lain.

Memilih di antara amalan tersebut yang bisa dia kerjakan dengan baik dan bisa dilakukan secara terus-menerus.

Di antara amalan yang besar pahalanya adalah :

1. Menuntut ilmu agama,
2. Dzikrullah,
3. Berjihad di jalan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى
4. Akhlak yang baik,
5. Berdakwah di jalan Allah ﷻ dan lain-lain.

Orang yang sibuk dengan sesuatu yang menjadi kewajibannya sehingga tidak bisa mengerjakan sesuatu yang mustahab atau sunnah, maka dia mendapatkan uzur. Adapun orang yang sibuk dengan sesuatu yang mustahab kemudian dia lalai dengan kewajiban dia, maka orang tersebut adalah orang yang tertipu.

Mintalah kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى pertolongan di dalam beramal dan mintalah kepada-Nya supaya amalan tersebut diterima. Semoga Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى memasukkan kita ke dalam surga-Nya dengan sebab amal kita yang sedikit dan penuh dengan kekurangan ini dan rahmat serta kasih sayang Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى lebih kita harapkan dari pada amalan kita.

itulah yang bisa disampaikan pada halaqah yang ketiga ini, dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya

Bekal Perjalanan Menuju Negeri akhirat

Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
📗 Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang ke-2 dari Silsilah yang ke 5 Beriman Kepada Hari Akhir adalah “Bekal Perjalanan Menuju Negeri Akhirat”

Perjalanan menuju negeri akhirat adalah perjalanan yang sangat panjang. Seorang hamba membutuhkan bekal yang cukup agar sampai ke dalam surga Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى dengan selamat. Bekal tersebut adalah takwa kepada Allah ﷻ. Allah ﷻ berfirman :

وَتَزَوَّدُواْ فَإِنَّ خَيۡرَ ٱلزَّادِ ٱلتَّقۡوَىٰ‌ۚ
“Dan hendaklah kalian berbekal, maka seseungguhnya sebaik-baik bekal adalah ketakwaan.” (Al-Baqarah : 197)
Bertakwa kepada Allah adalah melaksanakan perintah Allah berdasarkan dalil yang shahih dengan niat mengharap pahala dari Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى dan menjauhi kemaksiatan kepada Allah berdasarkan dalil yang shahih karena takut dengan azab Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى Orang yang berbahagia kelak adalah orang yang bersabar di dunia ini dan istiqomah untuk mengumpulkan bekal yang cukup bagi perjalanan yang sangat panjang tersebut.

Mereka-lah orang-orang yang tidak akan takut dengan apa yang akan mereka hadapi dan mereka tidak akan bersedih dengan apa yang sudah mereka tinggalkan. Allah ﷻ berfirman

إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَـٰمُواْ فَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan Rabb kami adalah Allah kemudian mereka beristiqomah, maka tidak ada ketakutan atas mereka, dan mereka tidak akan bersedih.” (Al-Ahqaf : 13)
Dan orang yang celaka di akhirat adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya ketika di dunia dan dia lalai dengan hari pembalasan. Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى

إِنَّ هَـٰٓؤُلَآءِ يُحِبُّونَ ٱلۡعَاجِلَةَ وَيَذَرُونَ وَرَآءَهُمۡ يَوۡمً۬ا ثَقِيلاً۬
“Sesungguhnya mereka mencintai kehidupan dunia dan meninggalkan hari yang berat yang ada di belakang mereka”. (Al-Insan : 27)
Semoga Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang bertakwa.

Itulah halaqah yang kita sampaikan hari ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Makna dan Dalil Beriman Kepada Hari Akhir


Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى

Beriman Kepada Hari Akhir

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang pertama dari Silsilah yang ke 5 Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang Makna dan Dalil Beriman Kepada Hari Akhir

Hari akhir, dinamakan demikian, karena tidak ada hari setelahnya. Tidak ada lagi hari yang kita kenal yang dimulai dengan terbitnya matahari dan diakhiri dengan tenggelamnya. Makna beriman kepada hari akhir adalah beriman dengan segala hal yang berkaitan dengan hari akhir tersebut, mulai dari kematian, fitnah kubur, nikmat dan adzab kubur, tanda-tanda hari kiamat, kebangkitan manusia, dikumpulkannya manusia, perhitungan dan penimbangan amal dan seterusnya sampai masuknya manusia ke dalam surga atau neraka.

Beriman kepada hari akhir termasuk rukun iman, yang tidak sah iman seseorang bila tidak beriman dengannya. Allah ﷻ berfirman :

وَمَن يَكۡفُرۡ بِٱللَّهِ وَمَلَـٰٓٮِٕكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأَخِرِ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلَـٰلاَۢ بَعِيدًا

“Dan barang siapa yang kufur kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya dan hari akhir, maka sungguh dia telah sesat dengan kesesatan yang jauh.” (An-Nisa’ : 136)

Rasulullah ﷺ bersabda ketika ditanya tentang apa itu iman,

أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

Engkau beriman kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya dan juga hari akhir, dan engkau beriman dengan takdir yang baik dan yang buruk (HR. Muslim)

Tidak ada yang mengetahui kapan terjadinya hari kiamat, kecuali Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى

يَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلسَّاعَةِ أَيَّانَ مُرۡسَٮٰهَا‌ۖ قُلۡ إِنَّمَا عِلۡمُهَا عِندَ رَبِّى‌ۖ لَا يُجَلِّيہَا لِوَقۡتِہَآ إِلَّا هُوَ‌ۚ

“Mereka bertanya kepadamu tentang hari kiamat kapan terjadinya, katakanlah sesungguhnya ilmunya di sisi Rabb-ku. Tidak mengetahui waktunya, kecuali Dia.” (Al-A’raf : 187)

Malaikat Jibril ‘alaihissalam pernah menjelma menjadi seorang laki-laki dan datang kepada Rasulullah ﷺ dan bertanya tentang kapan hari kiamat terjadi. Maka beliau ﷺ menjawab,

مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ

Tidaklah yang ditanya lebih mengetahui dari pada yang bertanya (HR. Muslim)

Apabila Malaikat Jibril yang paling dekat dengan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى dan Rasulullah ﷺ, Nabi yang paling dekat dengan Allah ﷻ tidak mengetahui kapan terjadinya hari kiamat, maka bagaimana selain keduanya bisa mengetahui.

Yang lebih penting dari pada itu bagi seorang hamba yang berakal adalah mempersiapkan bekal yang cukup untuk menghadapi hari tersebut.

UTAMAKAN HAL INI!



Al Imam Ibnul Qayyim rahimahullahu berkata,

وكل سبب يعود بصلاح قلبك وحالك مع الله؛ فلا تؤثر به أبدًا، فإنما تؤثر الشيطان على الله وأنت لا تعلم. وتأمَّل أحوال أكثر الخلق في إيثارهم على الله من يضرهم إيثارهم له ولا ينفعهم، وأي جهالة وسفه فوق هذا؟

“Setiap sebab yang membuat hatimu dan keadaanmu bersama Allah menjadi baik, maka jangan pernah mengorbankannya. 

Karena jika engkau mengorbankannya, berarti tanpa sadar engkau telah lebih mengutamakan setan daripada Allah.

Perhatikanlah keadaan kebanyakan manusia, mereka lebih mengutamakan sesuatu daripada Allah, padahal hal itu justru membahayakan mereka dan tidak memberi manfaat kepada mereka.

Maka kebodohan macam apa lagi yang lebih parah daripada ini?”
(Madaarij as-Saalikin : 3/15)

Sumber Saluran Whatsapp *Pelajar Sunnah*

https://whatsapp.com/channel/0029VahHEqtFSAsyXkHzeE0D

youtube.com/pelajarsunnah
instagram.com/pelajarsunnah.id
fb.com/pelajarsunnah.id
twitter.com/pelajarsunnah
telegram.me/pelajarsunnah

Mari dukung program dakwah @pelajarsunnah.id dengan berinfaq dan bersedekah ke rekening :
Bank Syariah Indonesia
(BSI-451) 7775222338
a.n. PELAJAR SUNNAH

TAFSIR MIMPI MEMBACA AL QURAN



Tafsir mimpi membaca Al-Qur'an bisa dirinci berdasarkan pada nama surat yang dibaca. Setiap surat yang dibaca dalam mimpi mempunyai arti yang berbeda. Hal ini sebagaimana diungkap oleh Syekh Ibnu Sirin dalam Kitab Muntakhabul Kalam fi Tafsiril Ahlam (Beirut: Darul Fikr Al-Banani, 1990, halaman 42-48)

Berikut ini arti mimpi membaca surat dalam Al-Qur’an:

1. Al-Fatihah: Dibukanya pintu-pintu kebaikan dan ditutupnya pintu-pintu keburukan.

2. Al-Baqarah: Panjang umur dan bagus agamanya.

3. Ali 'Imran: Jernihnya pikiran dan bersihnya jiwa serta mampu berdebat dengan pihak yang berbuat kebatilan.

4. An-Nisa': Mendapatkan tugas untuk membagikan harta warisan kepada sejumlah perempuan, bersahabat dengan perempuan dan tetangga, serta mendapatkan warisan jika berumur panjang.

5. Al-Ma'idah: Memiliki perangai yang baik, keyakinan yang kuat, dan sikap wara' yang bagus.

6. Al-An'am: Mempunyai banyak anugerah, hewan ternak, dan juga dermawan.

7. Al-A'raf: Akan menginjakkan kakinya ke bukit Thursina sebelum meninggal.

8. Al-Anfal: Diberikan rejeki oleh Allah berupa kekuatan untuk mengalahkan musuh dan harta rampasan perang.

9. At-Taubah: Hidupnya akan terpuji di tengah-tengah masyarakat dan meninggal dalam keadaan bertobat.

10. Yunus: Baik ibadahnya serta tidak akan mempan terhadap tipu daya dan sihir.

11. Hud: Akan mendapatkan rejeki dari pertanian dan keturunan.

12. Yusuf: Awalnya dizalimi pihak lain namun pada akhirnya akan mendapatkan sebuah jabatan dan akan menempuh perjalanan kemudian bermukim di sana.

13. Ar-Ra'd: Akan terus berdakwah dan cepat tua.

14. Ibrahim: Urusan dan agamanya akan dipandang baik oleh Allah.

15. Al-Hijr: menjadi orang yang terpuji di hadapan Allah dan manusia.

16. An-Nahl: Akan mendapatkan rezeki berupa ilmu. Jika sedang sakit akan segera sembuh.

17. Al-Isra': Memiliki kedudukan dalam pandangan Allah dan akan mengalahkan musuh.

18. Al-Kahf: Cita-citanya bisa tercapai, panjang umur sampai merasa bosan dan merindukan kematian.

19. Maryam: Akan menghidupkan sunah para nabi kemudian ada pihak yang mendustakan, namun pada akhirnya tampaklah kebenarannya.

20. Thaha: Akan kebal dari kiriman sihir.

21. Al-Anbiya': Mendapatkan kebahagiaan setelah melewati kesusahan, mendapatkan kemudahan setelah melewati kesulitan dan mendapat rezeki berupa ilmu dan khusyu'.

22. Al-Hajj: Akan melaksanakan ibadah haji berkali-kali, Insya Allah.

23. Al-Mu'minun: Akan kuat keimanannya dan meninggal dalam keadaan beriman.

24. An-Nur: Allah akan menerangi hati dan kuburannya.

25. Al-Furqan: Mampu membedakan antara yang hak dan batil.

26. Asy-Syu'ara': Mendapat perlindungan Allah dari perbuatan keji.

27. An-Naml: Akan mendapatkan jabatan.

28. Al-Qashash: Akan diberikan rezeki berupa gedung yang halal.

29. Al-'Ankabut: Mendapat perlindungan Allah sampai meninggal dunia.

30. Ar-Rum: Akan dipilih oleh Allah untuk menaklukkan negeri orang-orang musyrik dan memberi petunjuk kepada kaumnya.

31. Luqman: Akan diberikan hikmah atau kebijaksanaan.

32. As-Sajdah: Akan meninggal dalam keadaan bersujud dan masuk dalam golongan orang-orang yang meraih kemenangan (faizin) di sisi Allah.

33. Al-Ahzab: Masuk dalam golongan orang-orang yang bertaqwa dan mengikuti kebenaran.

34. Saba': Akan menjadi orang yang berzuhud dan mengasingkan diri (uzlah).

35. Fathir: Allah akan membukakan pintu kenikmatan.

36. Yasin: Diberikan rejeki berupa rasa cinta pada keluarga Rasulullah.

37. Ash-Shaffat: Dikaruniai anak yang memiliki keyakinan dan ketaatan.

38. Shad: Mendapatkan harta yang banyak dan terampil dalam bekerja.

39. Az-Zumar: Menjalankan agama dengan ikhlas dan mendapatkan balasan yang baik.

40. Ghafir/Al-Mu'min: Mendapatkan derajat yang tinggi di dunia dan akhirat serta dari tangannya mengalir berbagai kebaikan.

41. Fushshilat/Hamim As-Sajdah: Menjadi dai yang mengajak pada kebenaran dan orang-orang banyak menyukainya.

42. Asy-Syura: Akan berumur panjang.

43. Az-Zukhruf: Jujur dalam ucapan-ucapannya.

44. Ad-Dukhan: Mendapatkan kekayaan.

45. Al-Jatsiyah: Khusyu kepada Allah selama hidupnya.

46. Al-Ahqaf: Melihat berbagai keajaiban di dunia.

47. Muhammad: Baik perangainya.

48. Al-Fath: Mendapat taufiq untuk berjihad.

49. Al-Hujurat: Akan menjalin silaturahim.

50. Qaf: Akan dilapangkan rezekinya.

51. Adz-Dzariyat: Akan mendapatkan rezeki dari hasil pertanian dan perkebunan.

52. At-Thur: Akan bertetangga atau tinggal di Makkah.

53. An-Najm: Akan diberikan rezeki berupa anak yang tampan.

54. Al-Qamar: Akan dikirim sihir namun tidak mempan.

55. Ar-Rahman: Mendapatkan kenikmatan di dunia dan rahmat di akhirat.

56. Al-Waqi'ah: Akan menjadi pelopor atau perintis ketaatan.

57. Al-Hadid: Perbuatannya terpuji dan badannya sehat.

58. Al-Mujadilah: Akan berdebat dengan golongan batil dan menundukkan mereka dengan argumentasi.

59. Al-Hasyr: Akan membinasakan musuh.

60. Al-Mumtahanah: Akan mendapatkan ujian dan pahala dari ujian tersebut.

61. Ash-Shaff: Akan mati syahid.

62. Al-Jumu'ah: Allah akan mengumpulkan berbagai kebaikan.

63. Al-Munafiqun: Terbebas dari kemunafikan.

64. At-Taghabun: Istiqamah dalam hidayah.

65. At-Thalaq: Akan berselisih dengan istrinya yang menyebabkan perceraian.

66. At-Tahrim: Tidak dijelaskan

67. Al-Mulk: Banyak memiliki sesuatu.

68. Al-Qalam/Nun: Dianugerahi keahlian dalam menulis dan berbicara.

69. Al-Haqqah: Berada dalam kebenaran.

70. Al-Ma'arij: Mendapat keamanan dan pertolongan.

71. Nuh: Menjadi orang yang melaksanakan amar ma'ruf nahi mungkar dan mengalahkan musuh.

72. Al-Jinn: Terjaga dari kejahatan jin.

73. Al-Muzzammil: Diberi taufiq untuk melaksanakan shalat tahajud.

74. Al-Muddatstsir: Perangainya bagus dan jujur.

75. Al-Qiyamah: Akan menjauhi sumpah dan tidak melakukan sumpah selamanya.

76. Al-Insan/Ad-Dahr: Dianugerahi sikap dermawan, bersyukur, dan hidup yang baik.

77. Al-Mursalat: Dilapangkan rezekinya.

78. An-Naba': Memiliki urusan yang penting dan banyak orang yang menceritakan kebaikannya.

79. An-Nazi'at: Kegelisahan dan pengkhianatan yang ada dalam hati akan tercabut.

80. 'Abasa: Menjadi orang yang banyak mengeluarkan zakat dan sedekah.

81. At-Takwir: Sering melakukan perjalanan ke arah timur dan mendapat keuntungan dari perjalanan tersebut.

82. Al-Infithar: Dekat dengan para pejabat dan mereka menghormatinya.

83. Al-Muthaffifin: Diberikan anugerah amanah, setia, dan adil.

84. Al-Insyiqaq: Akan memiliki banyak keturunan.

85. Al-Buruj: Terlepas dari kegelisahan, dihormati karena memiliki ilmu yang luas. Sebagian berpendapat itu adalah ilmu nujum.

86. At-Thariq: Dianugerahi ilham untuk banyak bertasbih.

87. Al-A'la: Akan dimudahkan dalam berbagai urusan.

88. Al-Ghasyiyah: Kemampuannya akan meningkat dan sosok serta ilmunya banyak dibicarakan orang.

89. Al-Fajr: Akan mendapatkan kemuliaan dan wibawa.

90. Al-Balad: Memberi makanan, memuliakan anak yatim, dan membantu orang lemah.

91. Asy-Syams: Dianugerahi pemahaman dan kecerdasan di berbagai hal.

92. Al-Lail: Dianugerahi kekuatan untuk mendirikan shalat malam dan dijaga dari terbukanya aib atau rahasia.

93. Adh-Dhuha: Akan memuliakan orang-orang miskin dan anak yatim. Dikisahkan, seorang bangsawan bermimpi melihat di dahinya tertulis surat Adh-Dhuha, mimpinya ini kemudian disampaikan kepada Ibnu Musayyab dan diartikan bahwa mimpi itu menjadi tanda dekatnya ajal. Tidak lama kemudian bangsawan ini meninggal dunia.

94. Al-Insyirah: Allah akan menerangi dadanya dengan cahaya Islam, urusannya dimudahkan, dan kegelisahannya dihilangkan.

95. At-Tin: Kebutuhannya akan segera terpenuhi dan rezekinya akan dimudahkan.

96. Al-'Alaq: Dianugerahi keahlian dalam menulis, berbicara, dan tawadhu'.

97. Al-Qadr: Tidak dijelaskan.

98. Al-Bayyinah: Allah akan memberikan hidayah kepada sebuah kaum melalui orang yang bermimpi surat ini.

99. Az-Zalzalah: Allah akan menggelincirkan langkah orang-orang kafir melalui orang yang bermimpi surat ini.

100. Al-'Adiyat: Akan diberikan rejeki berupa kuda (kendaraan) beserta tali pengikatnya.

101. Al-Qari'ah: Mendapatkan kemuliaan dengan ibadah dan taqwa.

102. At-Takatsur: Akan menjadi orang zuhud dan meninggalkan harta dunia.

103. Al-'Ashr: Dianugerahi kesabaran, dibantu dalam menegakkan kebenaran, dan bisnisnya akan merugi namun beberapa saat kemudian akan bangkit dan mendapat keuntungan yang banyak.

104. Al-Humazah: Akan mengumpulkan harta untuk disalurkan dalam berbagai kebaikan.

105. Al-Fil: Mendapat bantuan untuk mengalahkan musuh dan melalui tangannya Islam mendapatkan kemenangan.

106. Quraisy: Memberi makan pada orang-orang miskin dan Allah menumbuhkan rasa cinta di hatinya dan hati hamba-hamba-Nya.

107. Al-Ma'un: Akan mengalahkan orang yang melawan dan membangkangnya.

108. Al-Kautsar: Banyak kebaikannya dalam urusan utang piutang.

109. Al-Kafirun: Diberikan taufiq untuk berjuang melawan orang-orang kafir.

110. An-Nashr: Allah akan memberikan pertolongan dari kejahatan musuh. Disebutkan, mimpi ini sebagai tanda dekatnya kematian, sebab surat ini turun tidak lama sebelum Rasulullah wafat. Dikisahkan, seseorang menceritakan mimpi membaca surat An-Nashr kepada Ibnu Sirin, kemudian Ibnu Sirin menyarankan agar dia segera berwasiat karena mimpinya itu menjadi pertanda ajalnya sudah dekat.

111. Al-Lahab: Orang munafik sedang menyusun rencana untuk menghancurkan orang yang bermimpi membaca surat ini, namun dia akan selamat karena mendapat pertolongan dari Allah.

112. Al-Ikhlash: Mendapatkan karunia, meningkatnya popularitas, dan tauhidnya terpelihara. Sebagian berpendapat, keluarganya akan berkurang dan kehidupannya menjadi lebih baik. Pendapat lain mengatakan, mimpi membaca surat Al-Ikhlas menjadi pertanda dekatnya ajal.

113. Al-Falaq: Allah akan menjaga dari kejahatan manusia, jin, binatang buas, dan orang dengki. 

114. An-Nas: Dilindungi dari berbagai cobaan, dijaga dari setan berikut bala tentara serta bisikannya. Wallahu a'lam.

Allah menjaga kita

Andai Allah memperlihatkan semua cara-Nya menjagamu, mungkin hari ini engkau akan lebih banyak menangis karena syukur daripada mengeluh kare...