Senantiasa Merasa Kurang di Hadapan Allah عز وجل


*Perasaan kurang dalam beribadah selalu menyertai orang-orang shalih; karena mereka mengetahui betapa agungnya Dzat yang mereka sembah, dan bahwa hak Allah atas mereka jauh lebih besar daripada ibadah yang mereka lakukan.*

Bahkan salah seorang dari mereka meyakini bahwa seandainya ia tersungkur sujud kepada Allah sejak lahir hingga meninggal dunia, tetap saja ia belum menunaikan hak ibadah kepada-Nya sebagaimana mestinya.

Karena itu, *setiap kali mereka selesai dari suatu ibadah*, mereka *beristighfar* kepada Allah atas kekurangan mereka, dan *bersyukur* kepada-Nya atas taufik yang diberikan.

Sebagaimana firman Allah ﷻ:

*﴿ثُمَّ أَفِيضُوا مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ ۝ فَإِذَا قَضَيْتُمْ مَنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا﴾*

_“Kemudian bertolaklah kalian dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (Arafah), dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Maka apabila kalian telah menyelesaikan ibadah haji kalian, berdzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana kalian menyebut-nyebut nenek moyang kalian, bahkan berdzikirlah lebih banyak dari itu.”_ (QS. Al-Baqarah: 199-200)

Tentang ayat ini, Syaikh Abdurrahman As-Sa‘di رحمه الله berkata dalam tafsirnya:

*“Allah memerintahkan setelah selesai ibadah tersebut untuk beristighfar dan memperbanyak dzikir kepada-Nya. Istighfar itu untuk menutupi kekurangan yang terjadi dari seorang hamba dalam pelaksanaan ibadahnya dan kelalaiannya di dalamnya. Sedangkan dzikir kepada Allah adalah bentuk syukur kepada-Nya atas nikmat taufik untuk melakukan ibadah yang agung ini dan karunia yang besar tersebut.”*

Demikianlah seharusnya seorang hamba; setiap selesai dari ibadah, ia beristighfar atas kekurangannya dan bersyukur atas taufik Allah. *Bukan seperti orang yang merasa telah menyempurnakan ibadahnya*, lalu merasa berjasa di hadapan Rabbnya dan menganggap dirinya memiliki kedudukan tinggi karena amalnya.

Orang seperti ini lebih pantas mendapat kemurkaan dan tertolaknya amal, sedangkan yang pertama lebih pantas mendapatkan penerimaan dan taufik untuk amal-amal berikutnya.

— _Majalis Al-‘Aqidah | Syaikh Prof. Dr. Shalih Sindi حفظه الله_

_مَثابَة.

KARAKTERISTIK HAMBA ALLAH YANG MAHA PENYAYANG IBADURRAHMAN

QS. AL-FURQAN 63-74

*وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا* ۝٦٣  
63. Hamba Allah Yg Maha Pengasih: yg berjalan di bumi dgn rendah hati & bila orang bodoh menyapa, mereka jawab “salam” (selamat)

*وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا* ۝٦٤  
64. Dan yg menghabiskan malam untuk Rabb-nya dgn sujud & berdiri sholat

*وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ* ۝٦٥  
65. Dan yg berdoa: “Ya Rabb kami, jauhkan azab Jahannam dari kami”

*وَالَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا* ۝٦٦  
66. Dan yg bila infak tidak boros & tidak kikir, pertengahan

*وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ...* ۝٦٨  
68. Dan yg tidak menyekutukan Allah, tidak bunuh, tidak zina...

*وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا* ۝٧٢  
72. Dan yg tidak bersaksi palsu, & bila lewat hal sia-sia mereka lewat dgn mulia

*وَالَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّوا عَلَيْهَا صُمًّا وَعُمْيَانًا* ۝٧٣  
73. Dan yg bila diingatkan ayat Rabb-nya, tidak tuli & buta

*وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا* ۝٧٤  
74. Dan yg berdoa: “Ya Rabb, anugerahkan pasangan & keturunan penyejuk mata, & jadikan kami imam bagi orang bertakwa”

*أُولَٰئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا* ۝٧٥  
75. Mereka dibalas kamar tinggi di surga karena sabar...

CIRI PENGHUNI FIRDAUS

QS. AL-MU’MINUN 1-10

*قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ* ۝١  
1. Sungguh beruntung orang-orang yg beriman

*الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ* ۝٢  
2. (yaitu) orang yg khusyuk dalam sholatnya

*وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ* ۝٣  
3. dan orang yg menjauhkan diri dari perbuatan & perkataan yg tidak berguna

*وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ* ۝٤  
4. dan orang yg menunaikan zakat

*وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ* ۝٥  
5. dan orang yg memelihara kemaluannya

*إِلَّا عَلَىٰ أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ* ۝٦  
6. kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yg mereka miliki; maka sesungguhnya mereka tidak tercela

*فَمَنِ ابْتَغَىٰ وَرَاءَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْعَادُونَ* ۝٧  
7. Tetapi barang siapa mencari di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yg melampaui batas

*وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ* ۝٨  
8. Dan orang yg memelihara amanat-amanat & janjinya

*وَالَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ* ۝٩  
9. serta orang yg memelihara sholatnya

*أُولَٰئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ ۝١٠ الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ*  
10. Mereka itulah orang yg akan mewarisi, (yakni) yg akan mewarisi Surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya

PENTINGNYA PENGETAHUAN

۞ وَمَا كَانَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لِيَنفِرُوا۟ كَآفَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَآئِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوا۟ فِى ٱلدِّينِ وَلِيُنذِرُوا۟ قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوٓا۟ إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ ﴿١٢٢﴾

"Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya."

(Q.S.9:122)

Allah memerintahkan kita untuk berjihad dijalan Allah... Salah satu jihad dijalan Allah ialah dengan menempuh jalan orang yang menuntut ilmu agama.... Lalu setelah didapat maka hendaknya disebarkan kembali kepada masyarakat.... Jihad dengan ilmu merupakan jihad yang utama... Karena dengan jihad ini mengajak dan menyeru manusia kepada jalan yang Allah ridhoi.... Jadilah kita sebagai pejuang di dalamnya.....


AISYAH ATQIYA AZZAHRA 

KEISTIMEWAAN AL QUR'AN

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدْ جَآءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَآءٌ لِّمَا فِى ٱلصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ﴿٥٧﴾

"Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman."

(Q.S.10:57)

Al Qur'an penyembuh baik penyakit fisik ataupun penyakit hati... Itulah keajaiban Al Qur'an.... Renungilah makan Qur'an maka penyakit dalam hatimu akan hilang dan hatimu menjadi sembuh.... Rahmat Allah kepada hambaNya berupa Al Qur'an haruslah kita pelajari... Sebab jika tidak maka kita akan Allah jauhkan dari kebaikan dunia akhirat... Sungguh merugi golongan tersebut.....

Aisyah Atqiya Azzahra 

ILMU ALLAH

قُل لَّوْ كَانَ ٱلْبَحْرُ مِدَادًا لِّكَلِمَٰتِ رَبِّى لَنَفِدَ ٱلْبَحْرُ قَبْلَ أَن تَنفَدَ كَلِمَٰتُ رَبِّى وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِۦ مَدَدًا ﴿١٠٩﴾

"Katakanlah (Muhammad), "Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).""

(Q.S.18:109)

Sungguh ilmu Allah amatlah luas.... Maka selamilah dalamnya lautan hikmah tersebut dengan kesungguhan.. taqwalah kepada Allah maka Allah akan memberikan kepadamu ilmu yang bermanfaat.... Jangan pernah bosan untuk menggali dan menafakuri ilmu Allah... Sungguh dengan ilmu kita bisa menjadi takut kepada Allah...

Aisyah Atqiya Azzahra 

DAMPAK AL QURAN PADA MANUSIA

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُهُۥ زَادَتْهُمْ إِيمَٰنًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ ﴿٢﴾

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal,"

(Q.S.8:2)




Orang beriman amat takut kepada Allah... Sehingga ketika disebut nama Allah maka mukmin bergetar hatinya.. selain itu juga mereka beriman dan yakin dengan Al Qur'an sehingga ketika dibacakan ayat al Qur'an bertambah lah keimanan mereka, dan mereka semakin yakin dengan janji Tuhannya...
Hati yang bersih mudah sekali tunduk dan khusyuk kepada Allah.. sehingga dimanapun dan kapanpun yang diingat hanyalah Allah.... Hatinya penuh terisi dengan kecintaan dan kerinduan kepada Allah ta'ala.....
Maka barangsiapa yang cinta kepada Al Quran itu menunjukkan ia cinta kepada Allah....

Aisyah Atqiya Azzahra 

SABAR DALAM MENUNTUT ILMU

*Teruslah Rawat Kesabaranmu Wahai Penuntut Ilmu, Dengan Izin-Nya Engkau Akan Sampai*  Barangsiapa yang jujur dan ikhlas dalam niatnya, senan...