Keutamaan Bershalawat Kepada Baginda Nabi Muhammad ﷺ


فضل الصلاة علي النبي
Keutamaan Bershalawat Kepada Baginda Nabi Muhammad ﷺ

وأما الصلاة على رسول الله ﷺ ففضلها عظيم، ونفعها في الدنيا والآخرة للمكثرين منها كثير، قال الله تعالى:
Adapun bershalawat kepada Raasulullah ﷺ sangat besar keutamaannya dan banyak sekali manfaatnya di dunia dan akhirat bagi yang banyak membacanya. Hal ini sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta`ala :

﴿اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰٓٮِٕكَتَهٗ يُصَلُّوۡنَ عَلَى النَّبِىِّ ؕ يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا صَلُّوۡا عَلَيۡهِ وَسَلِّمُوۡا تَسۡلِيۡمًا‏﴾ [الأحزاب: ٥٦/٣٣].
Artinya: "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berhslawatlah kalian untuk Nabi (Muhammad) dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." (Qs. al-Ahzab ayat: 56).

فناهيك بما نصّ الله عليه في هذه الآية تشريفًا لنبيه وتعظيمًا، وحثًّا لعباده المؤمنين على الصلاة والتسليم عليه وتحريضًا.
Kiranya cukuplah bagimu keterangan Allah Subhanahu Wa Ta`ala dalam ayat ini sebagai bukti kemuliaan dan penghormatan terhadap nabi-Nya dan juga anjuran bagi para hamba-Nya yang beriman untuk bershalawat dan bersalam kepada-Nya.

وقال عليه الصلاة والسلام:
Mengenai hal ini, Baginda Nabi ﷺ bersabda:

«مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا».
Artinya: "Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali, niscaya Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali."

قال بعض العلماء المحققين رحمهم الله: لو صلى الله على العبد في طول عمره مرة واحدة لكفاه ذلك شرفًا وكرامة؛ فكيف بعشر صلوات على كل صلاة يصليها المسلم على نبيه؟! انتهى.
Para ulama al-muhaqqiqin berkata: "Seandainya Allah bershalawat kepada seorang hamba dalam seumur hidupnya sekali saja, maka sudah cukup hal itu menjadi kemuliaan baginya. Lalu bagaimana apabila sepuluh shalawat untuk setiap satu kali shalawat yang dibaca oleh seorang muslim kepada nabinya?"

فالحمد لله على عظيم فضله وجزيل عطائه.
Segala puji bagi Allah atas karunia- Nya yang agung.

وقال عليه الصلاة والسلام:
Nabi ﷺ bersabda:

«مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرَ صَلَوَاتٍ، وَرَفَعَ لَهُ بِهَا عَشْرَ دَرَجَاتٍ، وَكَتَبَ لَهُ بِهَا عَشْرَ حَسَنَاتٍ، وَحَطَّ بِهَا عَنْهُ عَشْرَ خَطِيْئَاتٍ»،
Artinya: "Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, niscaya Allah bershalawat kepadanya sebanyak sepuluh kali, serta mengangkat kedudukannya sepuluh derajat, menuliskan baginya sepuluh kebaikan dan menggugurkan darinya sepuluh kejelekan."

وقال عليه الصلاة والسلام:
Dalam hadits lainnya, Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

«أَوْلَى النَّاسِ بِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَيَّ صَلَاةً».
Artinya: "Manusia yang paling utama mendapat syafa`atku kelak di hari kiamat adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku.”

وقال عليه الصلاة والسلام:
Nabi ﷺ bersabda:

«مَنْ قَالَ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَأَنْزِلْهُ الْمَقْعَدَ الْمُقَرَّبَ عِنْدَكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَجَبَتْ لَهُ شَفَاعَتِي»
Artinya: "Barangsiapa yang membaca: `Ya Allah, bershalawatlah atas Muhammad dan tempatkanlah ia dikedudukan terdekat di sisi-Mu pada hari kiamat, maka ia berhak mendapat syafa`atku."

وقال عليه الصلاة والسلام:
Nabi ﷺ bersabda:

«مَنْ قَالَ جَزَى اللَّهُ عَنَّا مُحَمَّدًا مَا هُوَ أَهْلُهُ، أَتْعَبَ سَبْعِينَ كَاتِبًا أَلْفَ صَبَاحٍ».
Artinya: "Barangsiapa yang mengucapkan: `Jazallahu `anna Muhammadan Mahuwa Ahluhu (semoga Allah membalas kebaikan atas Muhammad sepantas yang harus diterimanya dari kami), niscaya ia membuat tujuh puluh malaikat penulis kewalahan selama seribu hari"."

وقال عليه الصلاة والسلام:
Nabi ﷺ bersabda:

«صَلُّوْا عَلَيَّ حَيْثُمَا كُنتُمْ، فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ تَبْلُغُنِي».
Artinya: "Bershalawatlah kepadaku dimanapun kalian berada. Karena sesungguhnya shalawat kalian akan sampai kepadaku."

وورد:
Dalam hadis lainnya, Rasulullah ﷺ bersabda:

«أَنَّ لِلَّهِ مَلَائِكَةً سَيَّاحِيْنَ فِي الْأَرْضِ يُبَلِّغُونَهُ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ صَلَاةَ مَنْ يُصَلِّي عَلَيْهِ مِنْ أُمَّتِهِ».
Artinya: "Sesungguhnya Allah memiliki malaikat yang berkeliling di penjuru bumi untuk menyampaikan bacaan shalawat kepada beliau ﷺ dari umatnya."

وورد:
Dan diriwayatkan bahwa:

«أَنَّهُ لَا يُسَلِّمُ عَلَيْهِ أَحَدٌ مِنْ أُمَّتِهِ إِلَّا رَدَّ اللَّهُ عَلَيْهِ رُوْحَهُ الشَّرِيفَةَ حَتَّى يَرُدَّ عَلَيْهِ».
Artinya: "Tak seorangpun dari umatnya yang memberi salam kepada beliau ﷺ melainkan Allah mengembalikan ruh beliau ﷺ yang mulia hingga beliau ﷺ menjawab salamnya."

قال الشيخ ابن حجر في «الدر المنضود»:
Berkata Syekh Ibnu Hajar dalam kitabnya "Ad-Dur Al-Manḍūd":

ورُوِيَ عن النبي ﷺ أنَّه قال:
Diriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda:

«ما من أحد يسلِّم عليه إلا رَدَّ الله عليه روحه الشريفة حتى يرد عليه».
"Tidaklah seorang pun yang mengucapkan salam kepadaku, melainkan Allah mengembalikan ruhnya yang mulia kepadaku hingga aku membalas salamnya."

وقد ورد في السلام عليه المضاعفة بالسلام من الله عشر مرات على المسلِّم عليه كما ورد في الصلاة.
Dan juga ada yang meriwayatkan mengenai pengucapan salam kepada beliau akan mendapatkan balasan salam dari Allah sebanyak sepuluh kali bagi orang yang mengucapkan salam kepada beliau seperti yang telah diriwayatkan dalam pembacaan shalawat.

وقال عليه الصلاة والسلام:
Nabi ﷺ bersabda:

«رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ... » الحديث.
Artinya: "Sungguh terhina seseorang yang mana namaku disebut dihadapannya, namun ia tidak bershalawat kepadaku."

وقال عليه الصلاة والسلام:
Nabi ﷺ bersabda:

«مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَأَحْطَأَ الصَّلَاةَ عَلَيَّ أَخْطَأَ طَرِيقَ الْجَنَّةِ».
Artinya: "Barangsiapa salah bershalawat kepadaku tatkala namaku disebut dihadapannya, niscaya ia salah menempuh jalan surga."

وقد أمر عليه الصلاة والسلام بالإِكثار من الصلاة عليه في يوم الجمعة خصوصًا،
Rasulullah ﷺ telah menganjurkan untuk memperbanyak bacaan shalawat kepada beliau terutama di Hari Jum`at.

قال عليه الصلاة والسلام:
Hal ini sebagaimana sabda Nabi ﷺ:

«أَكْثِرُوا مِنَ الصَّلَاةِ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمْعَةِ، فَإِنَّ صَلَاةَ أُمَّتِي تُعْرَضُ عَلَيَّ فِي كُلِّ جُمْعَةٍ: فَأَقْرَبُهُمْ مِنِّي مَنْزِلَةً أَكْثَرُهُمْ عَلَيَّ صَلَاةً».
Artinya: "Perbanyaklah bacaan shalawat kepadaku di Hari Jum`at, karena sesungguhnya bacaan shalawat umatku dilaporkan kepadaku setiap Hari Jum`at, maka yang paling dekat kedudukannya disisiku adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku."

وقال عليه الصلاة والسلام:
Nabi ﷺ bersabda:

«صَلُّوْا عَلَيَّ فِي اللَّيْلَةِ الْغَرَّاءِ وَالْيَوْمِ الْأَزْهَرِ»؛ يعني: ليلة الجمعة ويومها.
Artinya: "Bershalawatlah kepadaku di malam yang mulia dan hari yang gemilang (Malam Jum`at dan Hari Jum`at)."

فينبغي لكل مؤمن: أن يكثر من الصلاة على رسول الله ﷺ في دوام الأوقات، وفي ليلة الجمعة ويومها خصوصًا.
وليجعل السلام عليه مع الصلاة؛ فقد أمر الله بهما جميعًا.
Hendaknya setiap mukmin memperbanyak shalawat kepaja Rasulullah ﷺ sepanjang waktu dan terutama di Malam Jum`at dan Hari Jum`atnya, di samping itu hendaknya ditambahkan salam setelah shalawat karena Allah Subhanahu Wa Ta`ala telah memerintahkan untuk membaca keduanya sekaligus.

وفي الحديث عن الله تعالى أنه قال له عليه الصلاة والسلام:
Dalam sebuah hadis qudsi disebutkan:

«مَنْ صَلَّى عَلَيْكَ صَلَّيْتُ عَلَيْهِ، وَمَنْ سَلَّمَ عَلَيْكَ سَلَّمْتُ عَلَيْهِ».
"Barangsiapa yang bershalawat kepadamu Aku akan bershalawat kepadanya dan barangsiapa yang bersalam kepadamu Aku akan membalas salamnya."

وينبغي لمن صلّى وسلّم على نبيه: أن يصلِّي ويسلِّم على آله بعده؛ فإنه عليه الصلاة والسلام يحب لهم ذلك، وقد وردت به الأحاديث.
Hendaknya bagi yang membaca shalawat dan salam kepada Nabi ﷺ juga membaca shalawat dan salam kepada keluarga beliau setelahnya karena beliau ﷺ menganjurkan hal itu pada mereka dan diriwayatkan hadis-hadis mengenai hal ini.

وجاء في بعض الآثار: أن الصلاة التي لا يُصَلَّى فيها على الآل تسمّى الصلاةَ البتراء. والله أعلم.
Disebutkan dalam sebuah atsar bahwa bacaan shalawat yang tidak ada shalawat untuk keluarga beliau disebut shalawat al-batrah27.

27Shalawat yang buntung.

Keutamaan Istighfar


ومن أنواع الأذكار الكثيرة الخير والبركة، العظيمة الفضل والثواب: الاستغفار، والصلاة على النبي المختار، والدعاء.

Diantara jenis dzikir yang banyak keberkahan dan manfaatnya, besar keutamaan dan pahalanya yaitu istighfar, shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ dan do`a.

أما الاستغفار فقال الله عز من قائل في فضله:

Hal ini sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta`ala dalam al-Qur`an al-Karim:

﴿وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُمۡ وَاَنۡتَ فِيۡهِمۡؕ وَمَا كَانَ اللّٰهُ مُعَذِّبَهُمۡ وَهُمۡ يَسۡتَغۡفِرُوۡنَ‏﴾ [الأنفال: ٣٣/٨].

Artinya: "Dan Allah sekali-kali tidak akan mengadzab mereka, sedang kamu berada diantara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengadzab mereka, sedang mereka meminta ampun." (Qs. al-Anfaal ayat: 53).

وقال تعالى:

Dalam ayat lainnya, Allah Subhanahu Wa Ta`ala berfirman:

﴿وَّاَنِ اسۡتَغۡفِرُوۡا رَبَّكُمۡ ثُمَّ تُوۡبُوۡۤا اِلَيۡهِ يُمَتِّعۡكُمۡ مَّتَاعًا حَسَنًا اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى وَ يُؤۡتِ كُلَّ ذِىۡ فَضۡلٍ فَضۡلَهٗ ؕ وَاِنۡ تَوَلَّوۡا فَاِنِّىۡۤ اَخَافُ عَلَيۡكُمۡ عَذَابَ يَوۡمٍ كَبِيۡرٍ‏﴾ [هود: ٣/١١].

Artinya: " Dan hendaklah kamu memohon ampunan kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan. Dan Dia akan memberikan karunia-Nya kepada setiap orang yang berbuat baik. Dan jika kamu berpaling, maka sungguh, aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar (Kiamat).." (Qs. Huud ayat: 3).

وقال تعالى فيما حكاه عن نبيّه نوحٍ عليه السلام:

Allah Subhanahu Wa Ta`ala juga berfirman dalam al-Qur`an tentang kisah tentang Nabi Allah Nuh `Alaihis Salam:

﴿فَقُلۡتُ اسۡتَغۡفِرُوۡا رَبَّكُمۡؕ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًا ۙ‏ ١٠ يُّرۡسِلِ السَّمَآءَ عَلَيۡكُمۡ مِّدۡرَارًا ۙ‏ ١١ وَّيُمۡدِدۡكُمۡ بِاَمۡوَالٍ وَّبَنِيۡنَ وَيَجۡعَلۡ لَّـكُمۡ جَنّٰتٍ وَّيَجۡعَلۡ لَّـكُمۡ اَنۡهٰرًا ؕ‏ ١٢﴾. [نوح: ۱۰/۷۱-۱۲].

Artinya: "Maka aku katakan mereka: `Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun.` Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membahayakan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai." (Qs. Nuh ayat: 10-12).

وقال تعالى:

Dalam ayat-Nya yang lain, Allah Subhanahu Wa Ta`ala berfirman:

﴿وَ مَنۡ يَّعۡمَلۡ سُوۡٓءًا اَوۡ يَظۡلِمۡ نَفۡسَهٗ ثُمَّ يَسۡتَغۡفِرِ اللّٰهَ يَجِدِ اللّٰهَ غَفُوۡرًا رَّحِيۡمًا‏﴾[النساء: ١١٠/٤].

Artinya: "Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Qs. an-Nisaa` ayat: 110).

وقال عليه الصلاة والسلام:

Dalam hal ini, Nabi ﷺ bersabda:

«مَنْ لَزِمَ الْإِسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيْقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ».

Artinya: "Barangsiapa yang menekuni istighfar, niscaya Allah menjadikan baginya solusi dari segala kesusahan, jalan keluar dari kesempitan dan memberinya rezeki dari arah yang tiada diduga-duga."

وقال عليه الصلاة والسلام:

Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

«طُوبَى لِمَنْ وَجَدَ فِي صَحِيفَتِهِ اسْتِغْفَارًا كَثِيرًا».

Artinya: "Sungguh beruntung orang yang menjumpai dalam buku laporannya bacaan istighfar yang sangat banyak."

وقال عليه الصلاة والسلام:

Nabi ﷺ bersabda:

«مَنْ قَالَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ فِي يَوْمٍ سَبْعِينَ مَرَّةً غَفَرَ اللَّهُ لَهُ سَبْعَمِائَةِ ذَنْبٍ، وَقَدْ خَابَ عَبْدٌ أَوْ أَمَةٌ يُذْنِبُ فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِمِائَةِ ذَنْبٍ»،

Artinya: "Barangsiapa yang mengucapkan Astaghfirullah sebanyak tujuh puluh kali dalam sehari, niscaya Allah akan mengampuni tujuh ratus dosanya, dan sungguh merugi seseorang baik lelaki maupun wanita dalam sehari semalam melakukan dosa lebih dari tujuh ratus dosa.”

وقال عليه الصلاة والسلام:

Dalam hadis lainnya, Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

«وَاللَّهِ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً»،

Artinya: "Demi Allah, sesungguhnya aku beritighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali."

وقال عليه الصلاة والسلام:

Nabi ﷺ bersabda:

«أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِدَائِكُمْ وَدَوَائِكُمْ، أَلَا إِنَّ دَائَكُمُ الذُّنُوْبُ، وَدَوَائَكُمُ الْإِسْتِغْفَارُ»،

Artinya: "Maukah kalian aku beritahukan tentang penyakit dan obat kalian, ketahuilah bahwa penyakit kalian adalah dosa-dosa dan obat kalian adalah istighfar."

وقال عليه الصلاة والسلام:

Nabi ﷺ bersabda:

«قَالَ إِبْلِيسُ : وَعِزَّتِكَ وَجَلَالِكَ يَارَبُّ لَا أَبْرَحُ أُغْوِي عِبَادَكَ مَا دَامَتْ أَرْوَاحُهُمْ فِي أَجْسَادِهِمْ. فَقَالَ اللَّهُ: وَعِزَّتِي وَجَلَالِي لَا بَرِحْتُ أَغْفِرُ لَهُمْ مَا اسْتَغْفَرُونِي».

Artinya: "Iblis mengatakan: `W`ahai Tuhan, demi kemuliaan dan keperkasaan-Mu aku tidak akan berhenti menyesatkan hamba-hamba-Mu selagi nyawa mereka masih melekat dalam jasad mereka, lalu Allah Subhanahu Wa Ta`ala berkata: `Demi kemuliaan dan keperkasaan-Ku Aku senantiasa menganmpuni mereka selama mereka meminta ampun kepada-Ku."

وقال عبد الله بن عمر رضي الله عنهما: كنا نَعدّ لرسول الله ﷺ في المجلس الواحد (مائة مرة):

Dalam hal ini, Sahabat Abdullah bin Umar Radhiyallahu `anhu berkata: "Kami pernah menghitung dalam satu kali duduk Rasulullah ﷺ membaca seratus kali:

«رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ».

Artinya: "Wahai Tuhan ampunilah aku dan terimalah taubatku sesungguhnya Engkau Maha Pemberi taubat dan Maha Penyayang."

فعليك - رحمك الله -: بالإِكثار من هذا الذكر المبارك، الذي كان من رسول الله ﷺ بهذه المنزلة.

Maka hendaknya engkau memperbanyak bacaan dzikir yang penuh keberkahan ini yang memiliki kedudukan seperti ini di sisi Rasulullah ﷺ.

وبلغنا أن الإِمام أحمد بن حنبل رحمه الله رُئيَ بعد موته في المنام فذكر: أن الله نفعه كثيرًا بكلمات سمعها من سفيان الثوري رحمه الله، وهي هذه:

Diceritakan bahwa setelah wafatnya al-Imam Ahmad bin Hambal Radhiyallahu `anhu ada seseorang yang bermimpi bertemu beliau dan beliau menyatakan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala memberinya manfaat yang banyak dari beberapa lafadz dzikir yang dia dengar dari Safyan ats-Tsauri Radhiyallahu `anhu, lafadz itu adalah:

أَللَّهُمَّ يَا رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، بِقُدْرَتِكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ اغْفِرْ لِي كُلَّ شَيْءٍ، وَلَا تَسْأَلْنِي عَنْ شَيْءٍ. انتهى بمعناه.

Artinya: "Ya Allah, wahai Tuhan pemilik segala sesuatu, demi kekuasaan-Mu atas segala sesuatu ampunilah aku dari segala sesuatu dan janganlah Engkau menanyaiku tentang sesuatu apapun."

فعليك أيضًا: بالإِكثار من هذه الكلمات المباركات.

Sehubungan dengan hal ini hendaknya engkau juga memperbanyak bacaan yang penuh berkah ini.

ومن المأثور: أن مَنِ استغفر الله كل يوم للمؤمنين والمؤمنات (سبعًا وعشرين مرّةً) صار من العِباد الذين بهم يُرحم الخلق، وبهم يُمطرون ويرزقون. وهذه صفة الأبدال من رجال الله وعباده الصالحين.

Dalam sebuah atsar disebutkan: "Barangsiapa yang beristighfar kepada Allah Subhanahu Wa Ta`ala untuk kaum mukminin dan mukminat sebanyak dua puluh tujuh kali setiap harinya, maka ia akan digolongkan dalam para hamba yang berkat mereka manusia dirahmati, diberi hujan dan diberi rezeki." Inilah sifat para hamba-hamba Allah Subhanahu Wa Ta`ala yang shaleh.

Membaca al-Qur'an dan berdzikir


مَبْحَثُ تِلَاوَة القُرآن وَالذِّكْرِ

Membaca al-Qur'an dan berdzikir

واعلموا معاشر الإخوان - جعلنا الله وإياكم من التالين لكتابه العزيز حق تلاوته، المؤمنين به الحافظين له المحفوظين به، المقيمين له القائمين به -:
Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadikan kita semua termasuk orang- orang yang senantiasa melantunkan kitab-Nya yang mulia dengan sebenar-benarnya, mempercayai isinya, memeliharanya, dan terpelihara olehnya, serta selalu bersandar pada hukum-hukumnya dan menegakkannya.

أن تلاوة القرآن العظيم من أفضل العبادات وأعظم القربات، وأجل الطاعات، وفيها أجر عظيم، وثواب كريم؛ قال الله تعالى:
Ketahuilah, bahwasannya membaca al-Qur'an termasuk ibadah yang terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan merupakan ketaatan yang paling utama. Membacanya sangatlah besar pahalanya. Hal ini sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

﴿اِنَّ الَّذِيۡنَ يَتۡلُوۡنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنۡفَقُوۡا مِمَّا رَزَقۡنٰهُمۡ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً يَّرۡجُوۡنَ تِجَارَةً لَّنۡ تَبُوۡرَۙ‏ ٢٩ لِيُوَفِّيَهُمۡ اُجُوۡرَهُمۡ وَيَزِيۡدَهُمۡ مِّنۡ فَضۡلِهٖ ؕ اِنَّهٗ غَفُوۡرٌ شَكُوۡرٌ‏ ٣٠﴾ [فاطر: ۲۹/۳۵-۳۰].
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikanlah shalat dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan. Mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Mensyukuri." (Qs. al-Fathiir ayat: 29-30).

وقال ﷺ:
Mengenai hal ini, Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

«أَفْضَلُ عِبَادَةِ أُمَّتِي تِلَاوَةُ الْقَرْآنِ»
Artinya: "Ibadah umatku yang terbaik adalah membaca al-Qur'an."

وقال عليه الصلاة والسلام:
Dalam kesempatan lain, Nabi ﷺ bersabda:

«مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ كُتِبَتْ لَهُ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا. لَا أَقُولُ أَلم حَرْفٌ وَاحِدٌ، بَلْ أَلِفٌ حَرْفٌ، وَلَامٌ حَرْفٌ، وَمِيمٌ حَرْفٌ».
Artinya: "Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah,maka dituliskan untuknya satu kebaikan dan nilai kebaikan itu sepuluhkali lipatnya. Aku tidak mengatakan: 'Alif laam mim satu huruf, akantetapi alif satu huruf, laam satu huruf dan mim satu huruf."

وقال عليه الصلاة والسلام:
Dalam sebuah hadis qudsi disebutkan:

«يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى: مَنْ شَغَلَهُ ذِكْرِي وَتِلَاوَةُ كِتَابِي عَنْ مَسْأَلَتِي أُعْطِيَنَّهُ أَفْضَلَ مَا أُعْطِي السَّائِلِينَ. وَفَضْلُ كَلَامِ اللَّهِ تَعَالَى عَلَى سَائِرِ الْكَلَامِ كَفَضْلِ اللَّهِ عَلَى خَلْقِهِ».
Artinya: "Allah berfirman: 'Barangsiapa yang sibuk berdzikirdan membaca kitab-Ku hingga ia tidak sempat memohon kepada-Ku, maka Aku berikan kepadanya anugerah terbaik yang pernah Aku berikan orang-orang yang memohon. Keutamaan kalamullah atas semua pembicaraan yang lain, sebagaimana keutamaan Allah atas semua makhluk-Nya."

وقال عليه الصلاة والسلام:
Nabi ﷺ bersabda:

«اقْرَؤُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ».
Artinya: "Bacalah al-Qur'an, karena sesungguhnya kelak di hari kiamat ia akan datang sebagai pemberi syafa'at bagi yang membacanya."

وقال علي كرم الله وجهه: من قرأ القرآن وهو قائم في الصلاة كان له بكل حرف مائة حسنة، ومن قرأه وهو قاعد في الصلاة كان له بكل حرف خمسون حسنة،
Sayyidina Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu berkata: "Barangsiapa yang membaca al-Qur'an dalam keadaan shalat berdiri, maka setiap hurufnya dicatat untuknya seratus kebaikan. Barangsiapa yang membacanya dalam keadaan shalat duduk, maka setiap hurufnya dicatat untuknya lima puluh kebaikan.

ومن قرأه خارج الصلاة وهو على طهارة كان له بكل حرف خمس وعشرون حسنة، ومن قرأه وهو على غير طهارة كان له بكل حرف عشر حسنات.
Barangsiapa yang membacanya di luar shalat sedang ia dalam keadaan suci, maka setiap hurufnya dicatat untuknya dua puluh lima kebaikan. Barangsiapa membacanya sedang ia tidak dalam keadaan suci, maka setiap hurufnya ditulis untuknya sepuluh kebaikan.”

Ancaman Meninggalkan Shalat


ترك الصلاة

Ancaman Meninggalkan Shalat

ثم اعلم أن من أنكر المنكرات، وأكبر الكبائر، وأفحش المحرمات: ترك بعض المسلمين للصلوات المكتوبات، وقد ورد عن رسول الله ﷺ الأحاديث الصحيحة الكثيرة بكفر تارك الصلاة.
Ketahuilah bahwa kemunkaran dan perbuatan dosa terbesar ialah sebagian umat Islam meninggalkan shalat lima waktu. Telah diriwayatkan dibeberapa hadis shahih dari Rasulullah ﷺ yang mengkafirkan orang-orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja.

وقال عليه الصلاة والسلام:
Dalam hal ini, Baginda Nabi ﷺ bersabda yang artinya:

«العهد الذي بيننا وبينهم الصلاة، فمن تركها فقد كفر».
"Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat, barangsiapa yang meninggalkannya berarti ia telah kafir."

وقال عليه الصلاة والسلام:
Dalam riwayat yang lain, Nabi ﷺ bersabda yang artinya:

«من ترك الصلاة متعمدًا فقد كفر جهارًا».
"Barangsiapa yang sengaja meninggalkan shalat, berarti ia telah kafir secara terang-terangan."

وفي الحديث الآخر:
Dalam hadis lain disebutkan:

«مَنْ تَرَكَ الصَّلَاةَ مُتَعَمِّدًا فَقَدْ بَرِئَتْ مِنْهُ ذِمَّةُ اللَّهِ وَذِمَّةٌ رَسُوْلِهِ».
Artinya: "Barangsiapa yang sengaja meninggalkan shalat berarti telah lepas darinya perlindungan Allah dan Rasul-Nya."

وقال عليه الصلاة والسلام:
Beliau ﷺ juga bersabda:

«مَنْ حَافَظَ عَلَى الصَّلَاةِ كَانَتْ لَهُ نُورًا وَبُرْهَانًا وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ. وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا لَمْ تَكُنْ لَهُ نُوْرٌ وَلَا بُرْهَانٌ وَلَا نَجَاةٌ، وَكَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ فِرْعَوْنَ وَقَارُوْنَ وَهَامَانَ وَأُبَيِّ بْنِ خَلَفٍ».
Artinya: "Barangsiapa yang memelihara shalat, maka shalat akanmenjadi cahaya baginya, bukti dan keselamatan kelak di hari kiamat, dan barangsiapa yang tidak memeliharanya shalat itu tidak akan menjadi cahaya, bukti maupun keselamatan baginya sedangkan di hari kiamat ia akan dikumpulkan bersama Fir'aun, Qarun, Haman, dan Ubay bin Khalaf."

فقد وقع التصريح من رسول الله ﷺ بكفر تارك الصلاة. وكذلك ورد عن الصحابة والسلف الصالح حتى قال بعضهم: ما سمعت أصحاب رسول الله ﷺ يقولون في شيء من الأعمال: إنَّ تركه كفر إلا الصلاة،
Jadi, Baginda Rasulullah ﷺ telah menjelaskan kekafiran orang yang meninggalkan shalat. Begitu juga yang telah diriwayatkan dari para Sahabat Nabi ﷺ dan para salafunashalihin Radhiyallahu ‘anhu hingga salah seorang dari mereka berkata: "Aku tidak pernah mendengar salah seorang sahabat Rasulullah ﷺ mengomentari mengenai suatu amalan bahwa orang yang meninggalkannya itu kafir, kecuali shalat."

فإياك ثم إياك وترك الصلاة أو ترك شيء منها! فإن فعلت ذلك فقد هلكت مع الهالكين، وخسرت الدنيا والآخرة ذلك هو الخسران المبين.
Oleh karena itu, janganlah sekali-kali engkau meninggalkan shalat lima waktu atau sebagiannya saja. Karena jikalau dirimu melakukannya, maka berarti engkau akan celaka bersama mereka yang celaka dan mereka yang merugi di dunia dan akhirat. Dan ketahuilah, bahwa itulah kerugian yang nyata.

وكما يجب عليك أن تحافظ على الصلاة، ويحرم عليك أن تضيِّعها، كذلك: يجب عليك أن تشدد على أهلك وأولادك وكل من لك عليه ولاية في إقامة الصلاة، ولا تدع لهم عذرًا في تركها،
Sebagaimana engkau diwajibkan untuk memelihara shalat dan haram atasmu untuk meninggalkannya, begitu juga engkau diwajibkan untuk mendidik anak isterimu dan orang-orang yang di bawah tanggunganmu untuk menegakkan shalat. Janganlah engkau mentolerir alasan bagi mereka untuk meninggalkannya.

ومن لم يسمع منهم ويطع فهدده وعاقبه، واغضب عليه أشد وأعظم مما تغضب عليه لو أتلف مالك، فإن لم تفعل ومن ذلك كنت من المستهينين بحقوق الله تعالى وبدينه،
Barangsiapa yang tidak mendengar dan tidak mentaatimu, maka berilah peringatan, hukuman dan marahilah ia melebihi kemarahanmu saat ia merusak hartamu. Jikalau engkau tidak melakukannya, maka berarti engkau tergolong orang-orang yang meremehkan agama dan hak-hak Allah Subhanahu Wa Ta’ala .

عاقبتَه وغضبتَ عليه، ولم يمتثل وينزجر فأبعده عنك، واطرده منك فإنه شيطان لا خير فيه ولا بركة، تحرم موالاته ومعاشرته، وتجب معاداته ومقاطعته، وهو من المحادين الله ورسوله،
Orang yang telah engkau marahi tetapi ia tidak mau menurut dan malah menentang, maka jauhilah ia dan usirlah ia darimu. Karena ia ibarat setan yang tidak membawa kebaikan maupun keberkahan yang haram untuk diajak bergaul dan wajib untuk diputus serta dimusuhi, karena ia termasuk orang-orang yang menentang Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasul-Nya.

قال تعالى:
Dalam hal ini, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

﴿لَا تَجِدُ قَوۡمًا يُّؤۡمِنُوۡنَ بِاللّٰهِ وَالۡيَوۡمِ الۡاٰخِرِ يُوَآدُّوۡنَ مَنۡ حَآدَّ اللّٰهَ وَرَسُوۡلَهٗ وَلَوۡ كَانُوۡۤا اٰبَآءَهُمۡ اَوۡ اَبۡنَآءَهُمۡ اَوۡ اِخۡوَانَهُمۡ اَوۡ عَشِيۡرَتَهُمۡؕ اُولٰٓٮِٕكَ كَتَبَ فِىۡ قُلُوۡبِهِمُ الۡاِيۡمَانَ وَاَيَّدَهُمۡ بِرُوۡحٍ مِّنۡهُ ؕ وَيُدۡخِلُهُمۡ جَنّٰتٍ تَجۡرِىۡ مِنۡ تَحۡتِهَا الۡاَنۡهٰرُ خٰلِدِيۡنَ فِيۡهَا ؕ رَضِىَ اللّٰهُ عَنۡهُمۡ وَرَضُوۡا عَنۡهُ ؕ اُولٰٓٮِٕكَ حِزۡبُ اللّٰهِ ؕ اَلَاۤ اِنَّ حِزۡبَ اللّٰهِ هُمُ الۡمُفۡلِحُوۡنَ﴾ [المجادلة: ٢٢/٥٨].

Artinya: Engkau (Muhammad) tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapaknya, anaknya, saudaranya atau keluarganya. Mereka itulah orang-orang yang dalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan dan Allah telah menguatkan mereka dengan pertolongan1 yang datang dari Dia. Lalu dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Merekalah golongan Allah. Ingatlah, sesungguhnya golongan Allah itulah yang beruntung. (Qs. al-Mujadalah ayat: 22).

فنفى الإيمان عن الموادِّين للمحادِّين له ولرسوله وإن كانوا من أقرب الأقربين.
Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyangkal keimanan orang-orang yang mencintai kepada orang-orang yang menentang Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasul-Nya meskipun mereka kerabat terdekat.

وغاية ما يسمح به للعامي الغافل المستغرق مهما فاتته الصلاة: أن يقضيها مع التوبة عن العود إلى مثل ذلك: فأما الإضاعة فلا! كيف وعليه في إخراج الصلاة عن وقتها إثم عظيم وإن بادر بقضائها.
Tidak ada udzur untuk meninggalkan shalat kecuali bagi orang awam yang lalai mengerjakan shalat meski demikianpun ia harus mengqada'nya disertai dengan taubat dan janji tidak akan mengulanginya, tetapi untuk meninggalkannya tanpa suatu alasan tidak diudzurkan sama sekali. Bagaimana bisa diudzurkan sedangkan apabila ia mengakhirkan shalat sampai keluar waktu saja sudah berdosa besar meskipun ia segera mengqada'nya.

وليس بعذرٍ الاشتغالُ بالدنيا ولا بغيرها عن الصلاة حتى تفوت. ولا عذر إلا النوم أو النسيان فقط.
Sibuk dengan masalah duniawi atau masalah lainnya hingga meninggalkan shalat bukanlah suatu alasan yang sah, dan yang dianggap udzur hanyalah ketiduran atau lupa saja.

وعلى ولاة الأمور أن يحملوا العامة على فعل الصلاة المكتوبة.
Maka sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk mendorong kalangan awam menegakkan shalat lima waktu.

وعليهم أن يعاقبوا من تركها كسلًا بالقتل، وذلك بعد الاستتابة إن لم يتب.
وعلى الولاة إثم عظيم وحرج، إذا سكتوا عن ذلك مع العلم وقصروا في القيام به. ولا رخصة لهم في ترك ذلك وما يجري مجراه من أمور الدين. والحمد لله رب العالمين.
Bahkan mereka harus menjatuhkan hukum bunuh bagi orang yang meninggalkan karena malas setelah orang itu diminta taubat tetapi ia tetap saja enggan bertaubat. Pihak pemerintah akan memikul dosa besar apabila mereka mendiamkan hal ini setelah mereka mengetahuinya tetapi tidak mau menggubris masalah ini, selain masalah ini mereka juga tidak ditoleriri untuk mendiamkan urusan agama lainnya. Segala puji hanyalah milik Allah Subhanahu Wa Ta’ala Tuhan alam semesta.

4 keutamaan membaca istighfar

 (Astaghfirullah, Astaghfirullah)

1. Memperbanyak istighfar, niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka
(HR AHMAD 2123)

2. Beruntunglah bagi orang yang mendapatkan didalam catatan amalnya istighfar yang banyak.
(HR. IBNU MAJAH NO. 3818)

3. Istighfar dapat menghapuskan dosa-dosa
(HR. TIRMIDZI)

4. Barangsiapa yang ingin berbahagia ketika melihat lembaran catatan amalnya, maka perbanyaklah istighfar

(DISHAHIHKAN OLEH AL-ALBANI
DALAM SHAHIH JAMI' ASH SHAGHIR NO 5955)

KEUTAMAAN MEMBACA AL QUR'AN

**

*Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:*

يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ قَدْ جَآءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَآءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِ ۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّـلْمُؤْمِنِيْنَ

"Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman."
(QS. Yunus 10: Ayat 57)

# *AL QUR'AN*
*MEMBERI PETUNJUK KEPADA JALAN YANG PALING LURUS*

*Allah subhanahuwataala berfirman:*

اِنَّ هٰذَا الْقُرْاٰ نَ يَهْدِيْ لِلَّتِيْ هِيَ اَقْوَمُ وَ يُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا كَبِيْرًا 


"Sungguh, Al-Qur'an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar,"
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 9)

 
# *AL-QUR'AN PENYEJUK KALBU*

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

*Allah subhanahuwataala berfirman*: 
"Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an ini sesuatu yang merupakan penyembuh dan rahmat buat kaum mukminin." (Al-Isra': 82)

# *Al Qur'an Sumber Kebahagiaan*

*Allah subhanahuwataala berfirman*

مَا أَنزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْءَانَ لِتَشْقَى


Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah.

[Surah Thaahaa (20): 1-2]


# *Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda* 
"Siapa saja membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur'an), maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan kepada sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lâm mîm satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lâm satu huruf, dan mîm satu huruf," (HR. At-Tirmidzi).

# *Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda*

"Puasa dan Al-Qur'an kelak pada hari kiamat akan memberi syafa'at kepada seorang hamba.

Puasa berkata, 'Duhai Rabb, aku telah menahannya dari makanan dan nafsu syahwat di siang hari, maka izinkahlah aku memberi syafa'at kepadanya.'

Dan Al-Qur'an berkata, 'Aku telah menahannya dari tidur di malam hari, maka izinkanlah aku memberi syafa'at kepadanya.'

"Beliau melanjutkan sabdanya, "Maka mereka berdua (puasa dan Al-Qur'an) pun akhirnya memberi syafa'at kepadanya." (HR. Ahmad: 6337)


Catatan nasihat 

Sudahkah Membaca Al-Qur'an Hari Ini?
Bacalah Al-Quran beberapa juz sehari
Jika tidak mampu, beberapa halaman
Jika tidak mampu, setengah halaman
Jika tidak mampu, beberapa ayat Jika tidak mampu, mohon ampun kepada Allah Maksiat yang banyak telah mengeraskan hati Cinta dunia telah melalaikan akhirat.

YANG LEBIH MELELAHKAN

**

"Ada yang mengira bahwa mendekatkan diri kepada Allah merupakan perkara yang melelahkan. Namun, mereka lupa bahwa menjauhkan diri dari Allah, lebih melelahkan lagi, bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat."


✏️  _Ustaz Abdul Qodir Abu Fa'izah hafizhahullah_

melatih diri dari perkara mubah menjadi sunnah

Sesungguhnya setiap amal perbuatan harus disertai niat dan setiap sesuatu itu sangat tergantung pada niatnya. " (HR. Bukhari dan Mu...