Translate

DUNIA ITU HANYA TIGA HARI




1.Adapun kemarin,
sungguh dia telah pergi bersama dengan apa yang ada padanya

2.Adapun besok,
maka barangkali kamu tidak bisa mendapatinya

Al-Hasan al-Bashri -rahimahullah-[Az-Zuhd, al-Baihaqi (1/196)]

3.Dan hari ini adalah milikmu,

maka beramallah (dengan amalan yang baik) padanya

MENGELUHLAH HANYA KEPADA ALLAH, DZAT YANG TIDAK PERNAH BOSAN MENDENGAR RINTIHANMU



Jika pintu-pintu dunia tertutup rapat untukmu, maka datangilah pintunya Allah, pintu yang selalu terbuka untukmu dan tidak pernah menolakmu...

رُبَّ أَشْعَثَ أغبر، مدفوع بالأبواب، لو أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لَأَبَرَهُ.

"Berapa banyak orang yang rambutnya kusut, pakaiannya berdebu, tertolak di setiap pintu-pintu, akan tetapi jika ia berdoa kepada Allah, Allah kabulkan doanya.
(HR. Muslim)

Sungguh sayang dan malangnya nasibku!!!

Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah pernah mengisahkan, 

"Seorang anak perempuan meninggal karena Tho'un, kemudian ayahnya melihatnya di dalam mimpi, maka ayahnya berkata kepadanya : "Wahai anakku kabarkan kepadaku tentang akhirat..!"

Anak perempuan itu menjawab,
"Kami telah melewati perkara yang sangat besar, dan sesungguhnya kita telah mengetahui, tapi kita tidak mengamalkannya. Demi Allah, sesungguhnya satu ucapan tasbih atau satu roka'at sholat yang tertulis dalam lembaran amalku lebih aku sukai daripada dunia dan seluruh isinya.."

Berkata Ibnul Qoyyim rohimahullah,
 
"Anak perempuan itu telah mengatakan perkataan yang dalam maknanya - sesungguhnya kami mengetahui, tapi kita tidak mengamalkan -, akan tetapi banyak diantara kita yang tidak memahami maknanya.."

●  Kita mengetahui, bahwa ucapan "Subhaanallaahi wa bihamdihi" sebanyak 100 kali dalam sehari akan menghapuskan dosa-dosa kita, walaupun dosa kita sebanyak buih di lautan. Akan tetapi sayang, Berapa banyak hari kita yang berlalu tanpa kita mengucapkannya sedikitpun.

●  Kita mengetahui, bahwa pahala dua roka'at Dhuha setara dengan pahala 360 shodaqoh, akan tetapi sayang, Hari berganti hari tanpa kita melakukan sholat Dhuha.

●  Kita mengetahui, bahwa orang yang berpuasa sunnah karena Allah satu hari saja, akan dijauhkan wajahnya dari api neraka sejauh 70 musim atau 70 tahun perjalanan. Tapi sayang, kita tidak mau menahan lapar.

●  Kita mengetahui, bahwa siapa yang menjenguk orang sakit akan diikuti oleh 70 ribu malaikat yang memintakan ampun untuknya. Tapi sayang, kita belum juga menjenguk satu orang sakit pun pekan ini.

●  Kita mengetahui, bahwa siapa yang membantu membangun masjid karena Allah walaupun hanya sebesar sarang burung, akan dibangunkan sebuah rumah di surga. Tapi sayang, kita tidak tergerak untuk membantu pembangunan masjid walaupun hanya dengan beberapa puluh ribu.

●  Kita mengetahui, bahwa siapa yang membantu janda dan anak yatimnya, pahalanya seperti berjihad di jalan Allah, atau seperti orang yang berpuasa sepanjang hari tanpa berbuka, atau orang yang sholat sepanjang malam tanpa tidur. Tapi sayang, sampai saat ini kita tidak berniat membantu seorang pun janda dan anak yatim.

●  Kita mengetahui, bahwa orang yang membaca satu huruf dari Al Qur'an, baginya sepuluh kebaikan dan satu kebaikan akan di lipatgandakan sepuluh kali. Tapi sayang, kita tidak pernah meluangkan waktu membaca Al-Qur'an dalam jadwal harian kita.

●  Kita mengetahui, bahwa haji yang mabrur, tidak ada pahala baginya kecuali surga, dan akan diampuni dosa-dosanya sehingga kembali suci seperti saat dilahirkan oleh ibunya. Tapi sayang, kita tidak bersemangat untuk melaksanakannya, padahal kita mampu melaksanakannya.

●  Kita mengetahui, bahwa orang mukmin yang paling mulia adalah yang yang paling banyak sholat malam, dan bahwasanya Rosulullah shollallaahu 'alaihi wa sallam dan para shahabatnya tidak pernah meremehkan sholat malam di tengah segala kesibukan dan jihad mereka. Tapi sayang kita terlalu meremehkan sholat malam.

●  Kita mengetahui, bahwa hari kiamat pasti terjadi, tanpa ada keraguan, dan pada hari itu Allah akan membangkitkan semua yang ada di dalam kubur. Tetapi sayang, kita tidak pernah mempersiapkan diri untuk hari itu.

●  Kita sering menyaksikan orang-orang yang meninggal mendahului kita. tetapi sayang, kita selalu larut dengan senda gurau dan permainan dunia seakan kita mendapat jaminan hidup selamanya dan tidak akan akan menyusul mereka.

Wahai Saudaraku yang di Rahmati Allah.. Semoga kita segera merubah keadaan kita mulai detik ini, dan mempersiapkan datangnya hari perhitungan yang pasti akan kita hadapi..

Hari dimana kita mempertanggung jawabkan setiap perbuatan kita di dunia..

Hari ketika lisan kita dikunci, sedangkan mata, kaki, dan tangan kita yang menjadi saksi..

Dan pada hari itu, setiap orang akan lari dari saudaranya, ibu dan bapaknya, teman-teman dan anaknya, karena pada hari itu setiap orang akan disibukkan dengan urusannya masing-masing.

*💝Saya telah mengirimkan Nasehat ini kepada orang yang saya cintai karena Allah, maka kirimkanlah nasehat ini kepada orang yang kalian cintai.💝*

*💫Agama itu Nasihat..💫*

✒️📚💐
Ditulis oleh, 
Ustadz Zainal Abidin bin Syamsuddin Lc, حفظه الله تعالى

HAFALAN QUR'AN HILANG KARENA MAKSIAT

Beberapa Atsar yang Memperingatkan Perbuatan-perbuatan
Maksiat:
Adalah para al-Salaf al-Shaleh-dengan semangat mereka untuk menjaga
apa yang telah mereka hafal dari al-Qur‟an-, mereka selalu mengintrospeksi diri mereka dan menyalahkannya jika melakukan kelalaian dan kelalaian, serta
menyandarkan penyebab itu semua pada kesalahan dan dosa mereka:
-Ja‟far bin Sulaiman al-Dhubba‟i rahimahullah mengatakan: “Adalah Malik bin Dinar termasuk manusia yang paling hafal terhadap al-Qur‟an. Ia membaca untuk kami satu juz al-Qur‟an setiap harinya untuk kami hingga ia mengkhatamkannya. Maka jika ia lupa satu huruf, ia mengatakan: „Ini
karena dosa saya, dan Allah tidak pernah menzhalimi hamba-hambaNya.‟

-Ibnu Mas‟ud radhiyallahu „anhu berkata:
“Sungguh aku menduga bahwa seseorang itu melupakan ilmunya disebabkan kesalahan yang dikerjakannya.”

-Seorang bertanya kepada Imam Malik rahimahullah: “Wahai Abu Abdillah, apakah ada sesuatu yang tepat untuk menghafal?” Beliau menjawab “Jika ada sesuatu yang tepat untuknya, maka itu adalah meninggalkan  maksiat.”

-Hal itu juga yang diwasiatkan oleh Waki‟ bin al-Jarrah rahimahullah, ia  berkata: “Minta bantuanlah untuk menghafal dengan meninggalkan maksiat.” 

Dan di antara dampak perbuatan maksiat-yang disebutkan oleh Ibnu al- Qayyim rahimahullah melalui pernyataannya: 
“Dan maksiat itu memiliki banyak dampak yang buruk dan tercela serta  berbahaya bagi hati dan tubuh, baik di dunia maupun di akhirat yang tidak  diketahui kecuali oleh Allah. Di antaranya adalah: terhalangnya ilmu, karena  ilmu adalah cahaya yang dilemparkan Allah ke dalam hatinya, dan kemaksiatan  itu akan memadamkan cahayanya. 

Ketika al-Syafi‟i duduk di hadapan Malik dan membaca di hadapannya;  Malik terkagum-kagum melihat kecerdasannya yang besar, kepandaiannya yang  menyala dan pemahamannya yang sempurna. Maka ia pun berkata: „Sungguh 
aku melihat bahwa Allah telah meletakkan cahaya di dalam hatimu, maka  janganlah engkau padamkan ia dengan kegelapan maksiat.”

Apa Gunanya..?!

**

Ibnu as-Samak rahimahullah berkata,

“Anggaplah dunia ada di genggamanmu dan ditambahkan lagi yang semisalnya, dan anggaplah Timur dan Barat datang kepadamu.. tapi jika kematian telah datang kepadamu, maka apa gunanya yang ada di tanganmu tersebut..?”

Siyar VIII/330

KEHERANAN RASULULLAH SAW


1. Heranku terhadap orang yang meyakinkan adanya maut, kenapa masih sempat bersuka ria?, 
2. Dan terhadap orang yang meyakinkan adanya neraka, kenapa sempat tertawa?, 
3. Dan terhadap orang yang meyakinkan ketentuan Allah, kenapa sempat berduka 
cita?, 
4. Dan terhadap orang yang meyakinkan bahwa dunia itu bukan tempat kekal, kenapa  tenang-tenang (santai)?, 
5. Dan Tiada Tuhan yang lain, kecuali Allah, Muhammad adalah Rasulullah Allah

Menyembunyikan Kebaikan

*
Bisyr bin Harits al-Hafy rahimahullah berkata,

لا تعمل لتُذكر، اكتم الحسنة كما تكتم السيئة.

“Jangan beramal agar engkau mendapatkan pujian, sembunyikanlah kebaikan sebagaimana engkau menyembunyikan keburukan.”

Siyar A’lamin Nubala’

hindari sesuatu yg dicintai demi mendidik nafsu

Maqolah Imam Syafi'i:  فإن الغنى عن الشيء لا به  "Kalau kamu ingin sesuatu maka hindari sesuatu itu". Misalkan saya pengen pun...