(QS an naml 40) Ini merupakan karunia Robbku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau justru mengingkari nikmat-nikmatNya ...
Semut pun tahu
Semut pun tahu betapa bahagianya hati yang diselimuti naungan rohimNya...mereka saling bersinergi berlomba dalam bertasbih kepadanya...
Allah mencintai hambaNya yang bertaqwa
Allah menyukai hambaNya yang mengerjakan suatu pekerjaan dengan sebaik-baiknya...
ibarat seekor burung di pagi hari ia pergi meninggalkan sarangnya berkelana ke berbagai penjuru untuk mencari rezeki yang Allah tetapkan padanya...lalu ia pulang dengan membawa perut yang kenyang dan rezeki yang cukup untuk keluarganya..
(QS Al ankabut 60) dan berapa banyak binatang melata yang tidak mampu membawa ( mengurus) rezekinya sendiri Allahlah yang memberi Rizki kepadanya dan kepadamu juga Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Allah tidak meminta rezeki kepada kita sungguh Allah Al Kabir tidak butuh itu
(QS Toha 132) kami Allah tidak meminta rezeki kepadamu kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan akibat yang baik itu adalah bagi orang yang bertakwa..
mengapa Allah sangat mencintai hambanya yang bertaqwa? bahkan diberi solusi dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka?
sebab orang bertakwa memiliki niat yang amat tulus karena Allah dan didukung dengan iman dan ilmu yang kuat, sehingga setiap apa yang diusahakannya tetap berada di trek aturan Allah... di sisi lain ia juga memiliki plan dan usaha yang cermat... sungguh Allah tidak akan menyia-nyiakan kebaikan seorang hamba.. Allah as Syakur Maha menerima amal hambanya walaupun itu hina dan sedikit teruslah beramal walaupun itu terlihat kecil karena kita tidak tahu amal mana yang mengantarkan kita ke dalam keridaan jannahNya...
ALFAKAH ENGKAU
Alfakah engkau kepadaNya... Dia yang lebih dekat dari urat nadi di lehermu... Dia yang selalu mengatur kehidupanmu.. Dia yang selalu menegurmu dikalah khilaf...
tidak rindukah engkau kepadanya... Ketika engkau sering menangis dalam naungan rahmatNya, mengiba atas perihnya kehidupan yang mendera dan meronta-ronta dengan amat keras seakan Allah tidak mendengar Isak tangismu...
ingatlah bahwa sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat (QS al-baqarah 214)
dan manusia itu bersifat tergesa-gesa ( QS Al isra 11)
JADILAH SEPERTI LEBAH
Jadilah seperti lebah... bermanfaat dimanapun ia berada... di manapun ia tinggal ia tidak akan pernah merusak habitat sekitar... ia hanya makan dari Sari yang terbaik... dan apa yang dia keluarkan merupakan yang terbaik juga, yakni sebagai Syifa atau obat....
(Quran surat an-nahl ayat 68) dan tuhanmu mengilhamkan kepada lebah buatlah sarang-sarang di gunung-gunung di pohon-pohon kayu dan di tempat-tempat yang dibikin manusia..
Amal Itu Bertingkat-Tingkat
**
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:
إِنَّ الْأَعْمَالَ لَا تَتَفَاضَلُ بِالْكَثْرَةِ، وَإِنَّمَا تَتَفَاضَلُ بِمَا يَحْصُلُ فِي الْقُلُوبِ حَالَ الْعَمَلِ
“Sesungguhnya amal itu bertingkat-tingkat keutamaannya bukan karena banyaknya. Namun karena apa yang ada di hati saat beramal..”
Majmu Fatawa 25/282
HAMBA YANG BERUNTUNG
Setiap hari ada hamba Allah yang menunggu dengan penuh rindu datangnya malaikat maut yang akan menjemputnya..... sampai-sampai ia merasa bosan dengan manusia dan menjauh dari dunia..... dan tiba-tiba datanglah utusan Allah dengan membawa wewangian dan kabar gembira.... kemudian mereka memindahkannya dari alam dunia fana ke alam akhirat yang bersifat abadi...... ia akan dimasukkan ke dalam surgaNya dengan penuh kemuliaan, ketentraman, kenikmatan dan cinta.... setiap hari ia memperoleh tambahan nikmat hingga selama-lamanya..... betapa besar kebahagiaan yang didapat, betapa tinggi kedudukan yang diberikan Allah... dan betapa ia menjadi seorang hamba yang berbahagia ......seorang hamba yang dimanjakan lagi terpuji.... sungguh beruntung dan mulia tempat kembali hamba tersebut .....maka marilah kita memohon kepada Allah ta'ala, Semoga dia memberikan anugerah kepada kita dengan anugerah yang agung dan nikmat yang sangat besar .....sebab hal itu tidaklah sulit bagi Allah dan Semoga dia tidak menjauhkan kita dari karuniaNya yang besar itu...
Pelajaran Berharga
**
Hatim Al Ashomm rahimahullah ditanya oleh Syaqiq, “Sejak engkau menjadi temanku, pelajaran apa yang engkau dapatkan..?” Hatim pun menjawab,
ست كلمات :
? رأيت الناس في شك من أمر الرزق ، فتوكلت على الله . قال الله تعالى : وما من دابة في الأرض إلا على الله رزقها .
? ورأيت لكل رجل صديقا يفشي إليه سره ، ويشكو إليه ، فصادقت الخير ليكون معي في الحساب ، ويجوز معي الصراط .
? ورأيت كل أحد له عدو ، فمن اغتابني ليس بعدوي ، ومن أخذ مني شيئا ليس بعدوي ; بل عدوي من إذا كنت في طاعة ، أمرني بمعصية الله ، وذلك إبليس وجنوده ، فاتخذتهم عدوا وحاربتهم .
? ورأيت الناس كلهم لهم طالب ، وهو ملك الموت ، ففرغت له نفسي .
? ونظرت في الخلق ، فأحببت ذا ، وأبغضت ذا . فالذي أحببته لم يعطني ، والذي أبغضه لم يأخذ مني شيئا ، فقلت : من أين أتيت ؟ فإذا هو من الحسد فطرحته ، وأحببت الكل ، فكل شيء لم أرضه لنفسي لم أرضه لهم .
? ورأيت الناس كلهم لهم بيت ومأوى ، ورأيت مأواي القبر ، فكل شيء قدرت عليه من الخير قدمته لنفسي لأعمر قبري .
? ورأيت الناس كلهم لهم بيت ومأوى ورأيت مأواي القبر فكل شيء قدرت عليه من الخير قدمته لنفسي لأعمر قبري
“Ada ENAM hal..
1. Aku melihat orang-orang ragu dalam hal rezeki, maka akupun bertawakal kepada Allah. Allah berfirman yang artinya, “Tidak ada satu binatang melata pun di atas bumi, kecuali rezekinya dijamin Allah..”
2. Aku melihat, setiap orang memiliki teman untuk menceritakan rahasianya dan mengadu kepadanya. Maka akupun berteman dengan amalan baik, agar bersamaku ketika hisab dan bersamaku melewati shiroth..
3. Aku melihat bahwa setiap orang memiliki musuh..
– Yang meng-ghibahiku bukan musuhku..
– yang mengambil sesuatu dariku bukanlah musuhku..
justru musuhku adalah yang ketika aku taat, dia memerintahkan maksiat. Itulah Iblis dan tentaranya.. maka aku jadikan dia sebagai musuh dan memeranginya..
4. Aku melihat bahwa setiap orang ada yang mencarinya.. dialah malaikat maut. Maka akupun fokus dalam mempersiapkan diri bertemu dengannya..
5. Aku melihat manusia.. aku cinta kepada yang ini dan benci kepada yang itu.
– Orang yang kucintai tidaklah memberiku (karena itu adalah rezeki dari Allah)..
– Orang yang kubenci tidak mengambil sesuatu milikku (karena apa yang kumiliki adalah milik Allah)..
Akupun bertanya, ‘Apa sebab hal ini..?’ Ternyata, itu disebabkan hasad. Aku pun melepaskan hasad dan mencintai semua orang. Segala sesuatu yang aku tidak senang menimpaku, aku tidak senang menimpa mereka..
6. Aku melihat semua orang memiliki rumah dan tempat tinggal. Namun aku melihat tempat tinggalku [kelak] adalah kubur, maka segala kebaikan yang aku mampui, aku pergunakan untuk memakmurkan kuburanku (yakni dengan banyak beramal sebagai bekal ketika mati)..”
Siyar A’lam An Nubala 1/486
Langganan:
Postingan (Atom)
Manfaat Mempelajari Iman Kepada Hari Akhir
👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى 📗 Beriman Kepada Hari Akhir السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على ر...
-
Beberapa Atsar yang Memperingatkan Perbuatan-perbuatan Maksiat: Adalah para al-Salaf al-Shaleh-dengan semangat mereka untuk menjaga apa y...
-
. . Rasulullah saw. bersabda: Tidaklah tergelincir kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya tentang umurnya, untuk apa d...
-
Sebuah aktivitas bisa di kategorikan menggunakan prinsip tawakal apabila terdapat 4 unsur, yaitu sebagai berikut : 1. Mujahadah, artinya sun...