ALLAH AL BAAQII

 Al-Baaqii secara bebas dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha kekal, baik
zat, sifat maupun af’al atau perbuatan-Nya. Pada ranah zat-Nya, misalnya, Allah adalah zat yang maha suci, maha mulia, maha kaya, maha besar, maha agung, maha kaya, maha tinggi, maha sempurna selama-lamanya.

Pada ranah sifat-Nya, misalnya, Allah adalah zat yang maha pengasih, maha penyayang, maha adil, maha penyantun, maha bijaksana, maha pelindung, maha penolong, maha pemberi keselamatan selama-lamanya. Pada ranah af’’al atau perbuatanNya, misalnya, Allah adalah zat yang maha mengayakan hamba-hamba-Nya, maha menghidupkan, maha mewafatkan, maha menyaksikan, maha memaafkan, maha mengangkat atau
menurunkan derajat siapapun yang dikehendaki-Nya, maha mengaruniai rezeki, maha menghidayahi hamba-hamba-Nya selama-lamanya

ALLAH AL BAADII'U

Al-Badii”u secara bebas dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha menciptakan segala sesuatu yang tidak ada bandingannya, baik dalam jenisnya, aneka ragamnya, bentuknya, keindahannya
maupun karakteristik yang melekat pada makhluk-Nya. Allah menciptakan bumi, langit, laut dan alam semesta dengan sangat indah yang tidak ada contoh sebelumnya sekaligus tidak ada bandingan setelahnya. Allah juga menciptakan manusia, malaikat, setan, binatang, tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam yang sangat mengangumkan karena keunikannya dan
tidak ada contoh sebelumnya dan bandingan setelahnya.

Allah berfirman yang artinya, Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah!”
Lalu jadilah ia (Qs. al-Baqarah: 117).

ALLAH AL HAADII

Al-Haadii secara bebas dipahami bahwa
Allah adalah zat yang maha menunjuki hamba-hamba-Nya pada jalan yang benar membahagiakan. Allah adalah zat yamg maha pemberi hidayah kepada sesiapapun yang dikehendaki-Nya. 

Al-Qur’an Allah Swt. berfirman, yang artinya “Dan cukuplah Tuhanmu menjadi pemberi petunjuk dan penolong” (Qs. alFurqan: 31) Di tempat lain Allah juga berfirman yang maknanya, Musa berkata: “Tuhan Kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk” (Qs. Thahaa: 50).

ALLAH AN NUUR

An-Nuur secara umum dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha bercahaya, sumber segala cahaya, dan zat yang maha mengaruniai cahaya kepada siapapun yang dikehendaki-Nya, cahaya-Nya maha sempurna.

Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi.  Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang 
tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di  dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) 
seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon  yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di 
sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya),  yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah  membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu (Qs. an-Nur: 35).

ALLAH ANNAAFII'

An-Naafii’ secara umum dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha pemberi manfaat kepada hamba-hamba-Nya. Allahlah zat yang maha mendatangkan kebaikan bagi hamba-hamba-Nya atas
segala sesuatu. Allah berfirman yang artinya, Orang-orang Badui yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiyah) akan mengatakan: “Harta dan keluarga kami telah merintangi kami, maka mohonkanlah
ampunan untuk kami”; mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya. Katakanlah: “Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah
jika Dia menghendaki kemudharatan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu. Sebenarnya Allah Maha
Mengetahui apa yang kamu kerjakan (Qs. al-Fath: 11).

ALLAH ADH DHAAR

Ad-Dhaar secara umum dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha mendatangkan kemudharatan kepada sesiapapun yang menolak ajaran-Nya, mengingkari titah-Nya, dan apalagi
yang mengangkangi aturan-Nya. Allah berkuasa mendatangkan keburukan, kesedihan, penderitaan, musibah, kecelakaan, penyakit dan segala hal yang menimbulkan penderitaan kepada
sesiapapun yang mengingkari syariat-Nya.
Allah berfirman yang artinya, Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang
menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas
tiap-tiap sesuatu (Qs. al-An’am: l17).

ALLAH AL MAANI'

Al-Maani' secara umum dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha menjaga, maha melindungi hamba-hamba-Nya dari
gangguan dan dari segala yang dapat membayakan dirinya. Di samping itu, dengan al-Maani', Allah juga zat maha mencegah hamba-hamba-Nya dari segala perilaku jahat dan maksiat.
Sehingga hamba-hamba-Nya terhindar dari perilaku dosa yang hanya skan mencelakakan dirinya saja. Allah berfirman yang artinya, ”Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu. Dan jika tidak
kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu
dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir” (Qs. al-Mâ`idah: 67).

Manfaat Mempelajari Iman Kepada Hari Akhir

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى 📗 Beriman Kepada Hari Akhir السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على ر...