ALLAH AL MUGHNII

Dengan al-mughnii, Allah memberi kekayaan kepada sesiapapun yang dikehendaki. Allah melimpahkan karunia-Nya berupa harta tahta dan keluarga kepada hamba-hamba pilihanNya, sehingga kaya harta dan kaya anak juga sanak saudara. Allah mencuhkan ilmu dan kebijakan kepada orang-orang terpilih, sehingga kaya ilmu dan arif bijaksana. Allah juga yang menganugerahkan rasa bahagia di hati hamba-hamba tetbaikNya, sehingga kaya hatinya.

Berkaitan dengan al-Ghaniyy, Allah berfirman yang artinya Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi, dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang
yang diberikitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertawakallah kepada Allah. Tetapi jika kamu kafir maka (ketahuilah), sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah dan Allah Maha Kaya dan Maha
Terpuji (Qs. an-Nisa’: 131).

ALLAH AL GHANIYY

Al-Ghaniyy secara umum dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha kaya, segala kerajaan di tangan-Nya, dan seluruh alam
dalam kekuasaan-Nya.

Allah berfirman yang artinya Padanya terhadap tandatanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa
memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa
mengingkari (kewajibannya haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (Tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam (Qs.Ali Imran: 97).

ALLAH AL JAAMI'

Allah Al Jaami' secara umum dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha
mengumpulkan, menghimpunkan manusia baik di dunia maupun di akhirat kelak. Allah juga yang menghimpun tulang belulang yang berserakan atau tak terlihat lagi guna dibangkitkan untuk menerima putusan dari pengadilan ilahi di Padang Mahsyar.

Allah berfirman yang artinya, ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tidak ada keraguan padanya”. Sesungguhnya
Allah tidak menyalahi janji (Qs. Ali Imran: 9)

ALLAH AL MUQSITH

Dengan ragam normativitas di atas, maka Allah juga menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah
menyukai orang-orang yang berlaku adil” (Qs. al-Hujurat: 9).

Adapun al-Muqsith dijelaskan pada beberapa ayat, yang artinya Hanya kepada-Nyalah kamu semua akan kembali; sebagai janji yang besar daripada Allah, sesungguhnya Allah menciptakan
makhluk yang permulaannya kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali (sesudah berbangkit), agar Dia
memberi pembalasan kepada orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan amal shalih dengan adil. Dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka (Qs. Yunus: 4).

ALLAH DZUL JALAALI WAL IKRAAM

Dzul Jalaali wal Ikraam tersusun dari tiga kata kunci, yaitu dzu yang diartikan memiliki atau yang memiliki, al-jalal berarti
keagungan atau kebesaran dan ikram yang bermakna kemuliaan karena memiliki kemurahan. Dengan demikian Allah adalah zat yang maha agung, maha besar dan maha mulia. Allah berfirman dalam al-Qur’an yang artinya, Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan (Qs. al-Rahmaan: 27).

ALLAH MALIKUL MULK

Dalam konteks Malikul Mulk, kita diingatkan bahwa Allah itu raja yang merajai atau penguasa yang menguasai kehidupan di jagad raya ini maupun kehidupan di akhirat nanti. Oleh
karenanya kekuasaan Allah atas makhluk-Nya, baik makhluk berupa alam dunia seisinya maupun alam akhirat seisinya itu
sempurna, tanpa batas, dan serba meliputi.

Allah berfirman Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya-lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Yang
menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun (Qs. al-Mulk: 1-2). Tiadakah kamu mengetahui
bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang
penolong (Qs. al-Baqarah: 107).

ALLAH AR RA'UUF

Ar-Ra’uuf secara umum dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha welas asih. Allah maha mengetahui keadaan hamba-hamba-Nya dan maha memenuhi segala hajad dan kebutuhannya, meskipun tidak diminta oleh yang bersangkutan
sekalipun. Apalagi bagi hamba-hamba-Nya yang mau memohon pertolongan-Nya.
Dalam konteks ar-Ra’uuf, Allah berfirman yang artinya, Dan demikian (pula) kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi
atas (perbuatan kamu). Dan kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang
membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk
oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha penyayang kepada manusia (Qs. al-Baqarah: 143).

Manfaat Mempelajari Iman Kepada Hari Akhir

👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى 📗 Beriman Kepada Hari Akhir السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على ر...