ALLAH AL BARRU
Al-Barru secara umum dipahami bahwa Allah maha baik, maha dermawan, Allah maha tahu keperluan kita dan kadarnya. Allah berfirman yang artinya, “Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)” (Qs. Ibrahim: 34).
ALLAH AL MUTA'AALII
Al-Muta’aalii secara umum dipahami bahwa Allah adalah zat Yang Maha Tinggi yang senantiasa meninggikan siapa saja yang dikehendaki-Nya. Allah kuasa mengangkat derajat hambahamba-Nya kepada kedudukan (maqam) kemuliaan. Seperti di antaranya dijelaskan dalam al-Qur’an bahwa Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan.
Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila
dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.
Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (Qs. alMujadalah: 11).
ALLAH AL WAALI
Al-Waali secara umum dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha dekat, karena saking dekatnya, maka Allah menjadi
pelindung (Allah maha pelindung), menjadi penolong (Allah maha penolong) terhadap hamba-hamba-Nya. Oleh karenanya
kita harus berhati-hati, jangan sampai mencari perlindungan kepada selain Allah. Allah berfirman yang artinya, Orang-orang
Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: ”Sesungguhnya petunjuk Allah? itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan kapadamu, maka Allah tidak lagi menjadi perlindungan dan penolong bagimu (Qs. al-Baqarah: 120).
ALLAH AL BAATHIN
Al-Baathin secara umum dipahami bahwa
Allah adalah zat yang maha tersembunyi, maha menyembunyikan segala yang dikehendaki-Nya. Allah maha bathin, Allah yang tersembunyi sehingga Allah maha dekat dengan hamba-hambaNya. Allah berfirman dalam al-Qur’an yang artinya, Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin, dan Dia Maha
Mengetahui segala sesuatu” (Qs. al-Hadid: 3).
ALLAH AZH ZHAAHIR
AzZhaahir secara umum dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha nyata adanya. Karena sangat nyata, maka justru tak terlihat oleh mata lahir kita, tapi akan nampak jelas pada mata batin kita. Seperti halnya, mata lahir kita justru tidak bisa melihat apa-apa ketika kita menatap melihat matahari yang tengah menyala di waktu dhuhur tiba. Matahari ciptaan-Nya saja yang begitu besar, justru tidak sanggup terlihat, apalagi Allah zat yang
menciptakannya. Inilah Allah sebagai zat yang maha zahir. Allah berfirman yang artinya, Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu” (Qs. al-Hadid: 3).
ALLAH AL AAKHIR
AlAakhir secara umum dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha
akhir tidak berkesudahan alias kekal abadi. Allah berfirman yang
artinya, Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu” (Qs. al-Hadid: 3).
ALLAH AL AWWAL
Al-Awwal secara umum dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha awal, tidak ada sesuatupun dan sesiapapun yang
mendahului-Nya. Oleh karenanya Allah sebagai Prima Causa, bahwa segala sesuatu adanya disebabkan karena diadakan olehNya. Allah juga tidak berhajad pada apapun dan sesiapapun, dan justru sebaliknya apapun dan sesiapapun berhajad pada Allah
swt. Inilah Allah yang maha awal. Allah berfirman yang artinya, Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin,
dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu” (Qs. al-Hadid: 3).
Langganan:
Postingan (Atom)
melatih diri dari perkara mubah menjadi sunnah
Sesungguhnya setiap amal perbuatan harus disertai niat dan setiap sesuatu itu sangat tergantung pada niatnya. " (HR. Bukhari dan Mu...
-
Beberapa Atsar yang Memperingatkan Perbuatan-perbuatan Maksiat: Adalah para al-Salaf al-Shaleh-dengan semangat mereka untuk menjaga apa y...
-
. . Rasulullah saw. bersabda: Tidaklah tergelincir kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya tentang umurnya, untuk apa d...
-
Sebuah aktivitas bisa di kategorikan menggunakan prinsip tawakal apabila terdapat 4 unsur, yaitu sebagai berikut : 1. Mujahadah, artinya sun...