skope kehidupan ini juga luas tanpa batas.
Untuk memperoleh rasa bahagia juga dianugerahi keleluasan usaha dan jangkauannya. Mengapa? Karena semua ini diciptakan dan kita sengaja dihadirkan oleh Allah al-Waasi’ bahwa Allah Luas; luas kekayaanNya, luas kedermawanan-Nya, luas pengetahuan-Nya, luas
kekuasaan-Nya, luas kasih kasih sayang-Nya, luas ampunan-Nya dan luas sifat-sifat kemuliaan-Nya.
Term al-Waasi’ disebut dalam al-Qur’an, di antaranya berkaitan dengan keluasan pemberian-Nya, Allah berfirman yang maknanya: Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah
akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah Lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui (Qs. alMâ`idah: 54).
Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hambahamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan
mereka dengan kurnia-Nya. dan Allah Maha Luas (pemberianNya) lagi Maha Mengetahui (Qs. an-Nur: 32).
Adapun keluasan ampunan-Nya, Allah berfirman yang maknanya (yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar
dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan) mu ketika Dia menjadikan kamu
dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang
paling mengetahui tentang orang yang bertakwa (Qs. al-Najm: 32)