bersangkutan dapat merengkuh kedekatannya pada Allah al-
’Azhiim, Zat Pemilik Keagungan tersebut. Allah al-’Azhiim inilah yang menjadi tema muhasabah kali ini....
Al-’Azhiim secara umum dipahami bahwa Allah adalah zat Yang Maha Agung (YMA), Allah maha luhur, Allah maha besar.
Di antaranya dalam Ayat Kursi, Allah menampakkan keagungan-Nya di samping ketinggian-Nya; Allah, tidak ada
Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa´at di sisi Allah tanpa izinNya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa
dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar
(Qs. al-Baqarah: 255)...
Demikian juga pada ayat 4 surat al-Syuara, Allah berfirman yang maknanya, Kepunyaan-Nya-lah apa yang ada di langit
dan apa yang ada di bumi. Dan Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar (Qs. al-Syura: 4)...
Oleh karenanya dalam banyak
tempat, Allah menuntun kita agar bertasbih memuji al-’Azhiim ke atas keagungan-Nya. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang Maha Besar (Qs. al-Waqi’ah: 74) dan, Maka
bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang Maha Besar (Qs. al-Waqi’ah: 96)