ALLAH AL QAABIDH

Al-Qaabidh secara umum dipahami bahwa Allah adalah zat Yang Maha Menyempitkan, yang kuasa menahan,
menggenggam, menghalangi, dan menyempitkan segala sesuatu
atas makhluk-Nya. Tentu di samping kuasa menahan, Allah juga kuasa membebaskan, Allah kuasa menggenggam juga kuasa
melepaskan, Allah kuasa menghalangi juga kuasa melancarkan, dan Allah kuasa menyempitkan juga kuasa melapangkan.
Semuanya berjalan sesuai dengan ketentuan sunnatullah-Nya yang rapi dan sempurna...

Allah berfirman yang maknanya, siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan
hartanya di jalan Allah), maka Allah akan memperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan (Qs. al-Baqarah: 245).

Di ayat lain juga disebutkan bahwa Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka
bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah
kesenangan (yang sedikit) (Qs. al-Ra’d: 26). 

ALLAH AL 'ALIIM

Al-’Aliim secara umum dipahami bahwa Allah adalah zat Yang Maha Mengetahui yang pengetahuan-Nya sempurna, serba
meliputi, baik yang lahir maupun yang bathin, baik yang tampak maupun tersembunyi, dari yang besar sampai yang sangat kecil sekalipun, baik yang sudah terjadi maupun yang belum terjadi....

Allah berfirman dalam beberapa ayat yang maknanya “... Ilmu Tuhanku meliputi segala sesuatu. Tidakkah kamu dapat mengambil pelajaran (dari padanya)?” (Qs al-An’aam: 80).

 “Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati” (Qs. al-Mukmin: 19).
 
Katakanlah, “Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahui.” Allah mengetahui apaapa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu (Qs. Ali Imran: 29).

Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi (dari
rahasia itu) (Qs. Thaahaa: 7). 

Dalam Islam, Allah sebagai al-’Aliim
merupakan sumber segala ilmu. Oleh karenanya ilmu yang dicari dan dikuasai oleh manusia berasal dari-Nya. Allah menurunkan wahyu dan menciptakan alam serta mengajarkan kepada manusia
ilmu pengetahuan tentang apa pun yang tidak atau yang belum diketahui...

Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya
yang demikian itu adalah mudah bagi Allah (Qs. Hadiid: 22).

 “...Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya...” (Qs. al-Baqarah: 255).

 Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya (Qs. al- ‘Alaq: 5).

🌊 Hamba yang Cerdas


> Tentang hakikat dunia.

إِنَّ للّهِ عِبَادًا فُطَنَا ** طَلَّقُوا الدُّنْيَا وخَافُوا الفِتَنَا
نَظَروا فيهَا فَلَمَّا عَلِمُوا ** أَنَّهَا لَيْسَتْ لِحَيٍّ وَطَنَا
جَعَلُوها لُجَّةً واتَّخَذُوا ** صَالِحَ الأَعمالِ فيها سُفُنا

Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang cerdas,

Mereka meninggalkan perkara dunia yang remeh dan senantiasa takut akan fitnah, khawatir kalau-kalau diri mereka terjatuh ke dalamnya,

Juga, mereka merenungi perkara dunia itu, hingga kemudian begitu mereka sadar bahwa dunia ini bukanlah tempat tinggal mereka,

Merekapun menganggapnya bak lautan dengan ombak besar, dan menjadikan amal sholeh sebagai perahu untuk berlayar di atasnya.

📚 Kutipan bait syi'ir Imam Syafi'i -rahimahullāh
(Diterjemahkan secara makna, bukan secara harfiah)

💡Fitnah yang dimaksud di sini: Setiap hal yang melalaikan seseorang dari perkara akhirat.


> 9 Dzulqa'dah 1446 H/7 Mei 2025.

Cr. Bekal Perjalanan

ALLAH AL FATTAAH

hati siapa yang tidak senang dibukakan pintu  rezeki, bahkan dengan tidak disangka-sangka sebelumnya, baik dari kuantitas maupun kualitasnya, baik dari bentuk dan  kemanfaatannya. Atau dibukakan pintu pengetahuan dan 
hikmah. Atau dibukakan pintu taubat agar segera merapat ke  haribaan-Nya. Atau dibukakan pintu kemenangan sehingga 
merasakan kebahagiaan. 

Allah al-Fattaah secara umum dipahami bahwa Allah adalah zat Yang Maha Pembuka segala rahmat, Maha Pemutus yang putusan-Nya sempurna, Maha Pemenang yang memenangkan. 

Dalam konteks bahwa Allah sebagai pemutus perkara, Allah berfirman yang maknanya, Katakanlah, “Rabb kita akan 
mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. Dan Dialah Maha Pemberi keputusan lagi Maha Mengetahui (Qs. Saba’: 26) dan Dengan al-Fattaah, Allah juga memutuskan segala sesuatu. “Ya Rabb kami, berilah
keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil), dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya” (Qs. alA’raaf: 89).

Al-Fattaah, juga bermakna Allah Maha Pembuka rahmat, pembuka rezeki, pembuka kesuksesan, pembuka kebahagiaan dan seterusnya. Dengan al-Fattaah, Allah tidak menutup rezeki untuk
semua makhluk-Nya. Allah juga yang kemudian mengirimkan kenikmatan kepada siapapun yang dikehendaki-Nya. Apa saja yang Allah kirimkan kepada manusia berupa rahmat, tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorang pun yang sanggup untuk
melepaskannya sesudah itu. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Qs. Fathir: 2).

Di sanping itu al-Fattaah, Allah juga memenangkan, seperti dalam firman-Nya, “Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu
sukai, (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada
orang-orang yang beriman” (Qs. al-Shaf: 13). 

Dengan al-Fattaah Allah menganugerahi kemenangan kepada setiap hamba-Nya
saat berusaha dan berjuang. Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan” (Qs. al-Nashr: 1). 


ALLAH AR RAZZAQ

 Allah al-Razzaq secara umum dipahami bahwa Allah adalah zat Yang Maha Mengaruniai Rezeki.

Dalam hal ar-Razzaaq, kita meyakini bahwa Allah adalah zat yang menciptakan semua makhluk, mengatur rezekinya,
dan serta yang menganugerahkannya kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya dengan menciptakan sebab-sebab
dan kausalitasnya sehingga sesiapapun dapat meraih dan menikmatinya. Apalagi bagi hamba-hamba-Nya yang beriman
kepada-Nya.
Allah berfirman, ”Dan tidak ada sesuatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah lah yang memberi rezekinya, dan
Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)’’ (Qs. Hûd: 6).

Rizki dari Allah tidak hanya berupa harta dan materi... Hidayah dan Taufik juga termasuk Rizki dari Allah...kesehatan, ketenangan, rasa keamanan, anak yang Sholeh Sholehah, ilmu yang bermanfaat juga termasuk Rizki Allah yang harus disyukuri...

Alhamdulillah alladzi bini'maatihii tatimmush shalihaat...

ALLAH AL WAHHAAB

Al-Wahhaab secara umum dipahami bahwa Allah adalah zat Yang Maha Memberi, Maha Mengaruniai. Allah alWahhaab berarti Allah mengaruniai apapun yang diperlukan oleh manusia, bahkan memberi juga segala sesuatu yang dipinta oleh hamba-hamba-Nya. Di samping dari segi kuantitasnya banyak
dan seringnya, pemberian Allah kepada hamba-hamba-Nya atau bahkan kepada semua makhluk-Nya juga bersifat kualitas
pemberian-Nya, yakni pemberian yang tepat dan terbaik....

Karena Allah Maha Pemurah, Allah Maha Kaya, apapun dalam genggaman-Nya, maka tidak sulit bagi Allah untuk memberikan apapun yang diminta oleh manusia. Allah berfirman yang
maknanya, Atau apakah mereka itu mempunyai perbendaharaan
rahmat Tuhanmu yang Maha Perkasa lagi Maha Pemberi (Qs. Shad: 9).

Pemberian Allah kepada manusia dapat berupa segala sesuatu yang bersifat fisik kasat mata seperti harta yang melimpah, alam yang subur, pemandangan yang indah, kendaraan yang kuat dan cepat larinya, pakaian yang sesuai, makanan minuman, obat-obatan, dan seterusnya. Pemberian Allah juga ada yang
bersifat non fisik seperti kesehatan, kenyamanan, persaudaraan, keamanan, kedamaian, kesejahteraan, pikiran yang cerdas, hati yang tawadhu Dan seterusnya...

Apapun yang Allah berikan kepada kita, merupakan yang terbaik untuk kita.... Ya Allah jadikanlah kami hambaMu yang pandai bersyukur atas segala nikmat yang Engkau berikan kepada kami..

ALLAH AL QAHHAAR

Allah al-Qahhaar secara populis dipahami bahwa Allah adalah Zat Yang Maha Perkasa Menundukkan, Maha Mengalahkan. Seluruh
makhluk ciptaan-Nya tunduk pada sunatullah-Nya. Allah mencipta dan menundukkan siang dan malam, matahari, bulan dan bintang dan seluruh planet tata surya melalui sunatullahNya yang rapi. Semua planet tata surya beredar menurut garis edarnya. Tidak ada satupun yang menyalahi dan keluar dari ketentuan-Nya. Tetapi justru di sinilah, lahirnya keseimbangan dan tetap berlangsung keharmonisan...

Dalam Surat Ar-Ra`d: 16, Allah berfirman yang artinya Katakanlah: “Siapakah Tuhan langit dan bumi?” Jawabnya: “Allah”. Katakanlah: “Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak
menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri?”. Katakanlah: “Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang;  apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan
itu serupa menurut pandangan mereka?” Katakanlah: “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dialah Tuhan Yang Maha Esa
lagi Maha Perkasa”.

Allah juga menundukkan manusia dan makhluk hidup lainnya melalui sunatullah-Nya dan menunjukkan keesaan-Nya
agar manusia menggunakan akal budinya untuk berpikir. Tidak satupun yang dapat menolak rencana dan ketentuan-Nya. Allah
yang menimpakan kehinaan karena ulah tangannya sendiri dan Allah pula yang memberi kekuasaan kepada yang dikehendakiNya. Allah menggenggam semua makhluk-Nya. Namun ketika
manusia pongah terhadap kebenaran, maka pastilah mengalami kerugian....

melatih diri dari perkara mubah menjadi sunnah

Sesungguhnya setiap amal perbuatan harus disertai niat dan setiap sesuatu itu sangat tergantung pada niatnya. " (HR. Bukhari dan Mu...