SEGALA SESUATU BERTASBIH KEPADA ALLAH SWT

"Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah, dan tak ada sesuatupun melainkan bertasbih dengan memujinya. tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. sesungguhnya dia adalah Maha penyantun lagi maha pengampun" Quran surat Al isra ayat 44.
Kicauan dan kepakan sayap burung merupakan tasbih burung kepada Allah... bahkan batu yang mengalir air daripadanya bertasbih kepada Allah seraya takut kepada Allah...
Semut dikegelapan, pohon yang bergoyang, dan seluruh makhluk Allah bertasbih memuji Allah..
Benda matipun seperti bayang bayang juga tunduk dan bertasbih kepada Allah
..

Semua makhluk dimuka bumi bertasbih kepada Allah baik sukarela ataupun terpaksa... Di zaman azali pun, manusia sudah berikrar dan bersaksi bahwa Hanya Allah Tuhan yang patut disembah...

Orang mukmin yang shalih senantiasa bertasbih didalam solatnya, didalam dzikirnya, disetiap pagi dan petang dihidupnya...

Allah Maha Suci dari persangkaan hambaNya yang menyekutukan Allah dengan tandingan selain Allah... Maha Suci Allah dari makhluk yang mengatakan bahwa Allah memiliki anak dan istri... Kami berlindung kepada Engkau dari menyekutukanMu ya Allah... Tetapkan lah kami secara Kaaffah keseluruhan lahir bathin untuk berada di atas Islam hingga akhir hayat menjemput kami...

CIRI ORANG MUKMIN SAAT DITIMPA MUSIBAH

Mukmin Saat Mendapatkan Ujian

Imam Adz Dzahabi rahimahullah berkata,

“Seorang mukmin ketika diuji, dia bersabar, mengambil hikmahnya, serta beristighfar memohon ampun.. dia tidak menyibukkan dirinya dengan mencela Dzat Yang menghukumnya karena Allah adalah hakim yang adil.. lalu, dia justru memuji Allah karena agamanya masih selamat dan mengerti bahwa hukuman di dunia lebih ringan dan lebih baik baginya..”

Siyar A’lam An-Nubala – 8/81

Goresan Pena takdir Telah mengering, setiap kejadian pasti terjadi sesuai ketetapan Allah .... Setiap waktu terdapat takdir Allah yang telah berjalan.. apabila kita menerimanya dengan ridho dan sabar maka Allah akan ridho pula dengan kita, serta Allah akan menuliskan pahala untuknya... Namun apabila kita marah dan tidak menerima dengan takdir Allah, maka beratnya musibah itu semakin berat, kemudian Allah juga murka kepadanya, Nauzubillahimindzalik....

Musibah duniawi itu pasti dialami oleh setiap jiwa,,,, dengan musibah itu bisa jadi Allah menghapus kesalahannya, mengangkat derajatnya, atau karena Allah mencintainya maka Allah mengujinya.... Musibah duniawi masih bisa ditangani insyaAllah, asal jangan musibah itu menimpa kepada agama dan keimanan kita, ini sangatlah bahaya, karena orang tsb akan jauh dari Allah ta'ala...

Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, akan tetapi kita harus yakin bahwa takdir Allah itu yang terbaik untuk kita... Kita tidak mengetahui ilmu sedangkan Allah Al 'Alim Maha Mengetahui.....

LIRIK SYAIR SAUQBILUKA

سَـأُقْبِـلُ يَا خَالِقِيْ مِنْ جَدِيْــد # كَمَا أَنْتَ مِنِّيْ إِلهِـيْ تُرِيْـــد
Sauqbilu ya kholiqi min jadid, kama anta minni ilaihi turid
Aku datang (dengan dosa) sekali lagi duhai Penciptaku, sebagaimana yang Engkau inginkan duhai Sesembahanku

وَأَرْجُــو إِذَا أَنْـتَ تَقْبَــلُنِـــي # جِنَانَ الْخُلُـوْدِ وَمِنْـكَ الْمَزِيْد
Wa arju idza anta taqbaluni, jinanal khuludi wa minka mazid
Aku berharap Engkau mau menerima (permintaan maaf)ku, balasan surga yang kekal dan tambahan nikmat dari-Mu

عَصَيْتُـــكَ رَبِّـي وَأَمْهَلْـتَـنِيْ # وَتَسْتُـرُنِيْ رَغْمِ أَنِّـيْ عَنِيْـد
‘Ashoituka robbi waamhalatani, watastaruni roghma anni ‘anid
Aku telah bermaksiat kepada-Mu wahai Robbku namun Engkau berlaku lembut kepadaku, dan Engkau tutup aibku padahal aku hamba-Mu yang durhaka

لِأَنَّـكَ رَبِّـــــيْ غَفُوْرٌ وَدُوْد # رَحِيْمٌ بِكُلِّ الْوَرَى وَالْعَبِيْــــد
Liannad robbi ghofuru wadud, rohimun bikullil waro wal ‘abid
Sungguh Engkau Maha Pengampun lagi Maha Mencintai duhai Robbku, Maha Penyayang kepada seluruh makhluk dan hamba-Nya

أَتَيْتُـكَ يَـا خَـالِـقِيْ بَـاكِـيَــــا # وَ دَمْعُ الْأَسَى كُلَّ حِيْنٍ يَزِيْد
Ataitaka ya kholiqi bakiya, wadam’ul asa kulli hiinin yazid
Aku datang menemui-Mu wahai Robbku dengan air mata ini, dan air mata penyesalan ini setiap saat senantiasa bertambah


فَقَدْ قُلْتَ فِيْ الْآيِ لَا تَقْنَطُوْا # وَإِنْ تَعْفُ عَنِّيْ فَذَا يَوْمُ عِيْد
Faqod qulta fiil ayi lataqnathu, wainta’fu ‘anni fadza yaumu ‘id
Sungguh Engkau berfirman seraya menyeru: (janganlah kalian berputus asa), jika Engkau memaafkan diriku maka itulah hari kemenangan bagiku

ORANG YANG BERAKAL



Sufyan bin Uyainah mengatakan:

“Orang yang berakal bukanlah orang yang mengetahui kebaikan dan keburukan. Tiada lain orang yang berakal adalah seseorang yang apabila melihat kebaikan, ia pun mengikutinya. Dan apabila melihat keburukan, ia pun menjauhinya.”

Hilyatul Auliya karya Abu Nuaim (8/339) & Syuabul Iman karya Al Baihaqi (4664)

Ketika melihat kebaikan maka irilah dengannya... Lalu ikutilah kebaikan tersebut.. dan berlomba lombalah di dalam kebaikan.... Maka jika demikian engkau akan menjadi orang ynag beruntung...

Apabila melihat keburukan maka jauhilah sekuat mungkin... Memohon lah pada Allah agar terhindar dari mengikuti keburukan tersebut... Apabila ada perkara sia sia dan melalaikan maka pergilah jangan mengikutinya serta berkatalah perkataan yang baik...

SHALAT PENYEJUK HATI

Dijadikan penyejuk hati bagi orang mukmin yaitu melaksanakan shalat.... Setiap shalat merupakan perjumpaan makhluk dengan Allah selama di dunia... Sungguh indah lantunan doa yang kita panjatkan dalam shalat... Berikut untaian hikmah dlaam setiap gerakan dalam shalat:
1. Niat.... Merupakan kunci diterimanya amalan...berniatlah untuk shalat karena Allah ta'ala, dengan membersihkan diri dari kesyirikan, semisal menghindari riya', sum'ah, dan ujub (ingin dipuji dan dilihat orang lain).... 
2. Takbiratul Ihram... Saat mengangkat tangan untuk takbir, camkan pada diri untuk menghempaskan segala persoalan duniawi, dan fokus melaksanakan ibadah ukhrawi... 
3. Doa Iftitah... Agungkanlah Allah dengan sebesar besarnya penghormatan... Panjatkan puji syukur kehadirat Allah.... Sucikan Allah dengan bertasbih... Hadapkan wajahmu secara Hanif dan muslim yang Kaaffah kepada Allah yang Menjaga Langit dan Bumi... Katakanlah sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, matiku hanyalah untuk Allah ta'ala... Dan berjanjilah untuk tidak syirik menyekutukan Allah dengan tandingan apapun....
4. Al Fatihah.... Merupakan dialog antar Allah dengan HambaNya.... Awali dengan menyebut asma Allah yang Maha pengasih lagi Maha Penyayang... Berikut hadits nabi:
Hadis dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ اللهُ تَعَالَى: قَسَمْتُ الصَّلَاةَ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي نِصْفَيْنِ، وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ، فَإِذَا قَالَ الْعَبْدُ: {الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ} ، قَالَ اللهُ تَعَالَى: حَمِدَنِي عَبْدِي، وَإِذَا قَالَ: {الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ}، قَالَ اللهُ تَعَالَى: أَثْنَى عَلَيَّ عَبْدِي، وَإِذَا قَالَ: {مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ}، قَالَ: مَجَّدَنِي عَبْدِي – وَقَالَ مَرَّةً فَوَّضَ إِلَيَّ عَبْدِي – فَإِذَا قَالَ: {إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ} قَالَ: هَذَا بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي، وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ، فَإِذَا قَالَ: {اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ} قَالَ: هَذَا لِعَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَل

Allah berfirman, “Saya membagi shalat antara diri-Ku dan hamba-Ku menjadi dua. Untuk hamba-Ku apa yang dia minta.
Apabila hamba-Ku membaca, “Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.”
Allah Ta’ala berfirman, “Hamba-Ku memuji-Ku.”
Apabila hamba-Ku membaca, “Ar-rahmanir Rahiim.”
Allah Ta’ala berfirman, “Hamba-Ku mengulangi pujian untuk-Ku.”
Apabila hamba-Ku membaca, “Maaliki yaumid diin.”
Apabila hamba-Ku membaca, “Hamba-Ku mengagungkan-Ku.” Dalam riwayat lain, Allah berfirman, “Hamba-Ku telah menyerahkan urusannya kepada-Ku.”
Apabila hamba-Ku membaca, “Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’in.”
Allah Ta’ala berfirman, “Ini antara diri-Ku dan hamba-Ku, dan untuk hamba-Ku sesuai apa yang dia minta.”
Apabila hamba-Ku membaca, “Ihdinas-Shirathal mustaqiim….dst. sampai akhir surat.”
Allah Ta’ala berfirman, “Ini milik hamba-Ku dan untuk hamba-Ku sesuai yang dia minta.”
(HR. Ahmad 7291, Muslim 395 dan yang lainnya)

5. Bacaan surat dalam Al Qur'an... Renungilah dan tadabburilah makna dalam surat yang dibaca... Sungguh di dalam Al Qur'an terdapat kebenaran yang nyata yang membuat hati mukminin menjadi lembut karenanya...

6. Rukuk.... Ketika rukuk, Allah menghapuskan segala dosa dosa kita..oleh karena itu bertasbihlah memuji kebesaran Allah ta'ala..

7. I'tidal... Katakanlah segala puji bagi Allah sebesar langit dan bumi, dan sebesar yang dikuasakan oleh Allah ta'ala..sungguh Allah Maha Mendengar pujian para makhlukNya...

8. Sujud.... Bertasbihlah memuji Allah yang Maha tinggi... Tidak ada yang mampu menandingi Allah... Seketika saat kita merendah kepada Allah selayaknya hamba kepada Tuannya maka kita dihapuskan segala kesalahan kita...subhanallah..

9. Doa diantara dua sujud... Berdoalah ya Allah ampunilah dosaku, kasihanilah aku, tutupilah aibku, angkat derajatku, berilah Rizki untukku, tunjukilah aku, maafkanlah kesalahanku, sehatkanlah aku Ya Allah...

10. Tahiyyat.... Sebaik-baik penghormatan hanya layak dipanjatkan kehadirat Allah.. tak lupa salam dicurahkan kepada nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam dan juga salam juga bagi kita sesama muslim.... Bersaksilah hanya Allah yang pantas disembah... Allah dan malaikatNya bershalawat kepada nabi, maka kita juga harus bershalawat juga kepada Nabi Saw.

11. Salam... Akhirnya kita tutup shalat dengan salam kepada sesama muslimin, agar jalinan persaudaraan ukhuwah ISLAMIYYAH kita semakin kuat...

Ingatlah amal yang pertama kali dihisab adalah shalat...sebagaimana hadits nabi Saw:

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan hadits tersebut hasan.) 

UKHUWWAH ISLAMIYYAH



Abu Qilabah rahimahullah berkata,

”Jika sampai kepadamu berita tentang tindakan saudaramu yang tidak engkau sukai, maka berusahalah mencari alasan (berbaik sangka) kepadanya semampumu..

Jika engkau tidak mendapatkan alasan untuknya, maka katakanlah pada dirimu sendiri, ”Mungkin saudaraku itu mempunyai alasan yang tidak aku ketahui..”

Hilyatul Auliya’ – 2/285

Berbaik sangka lah kepada sesama muslim...karena jalinan ukhuwah Islamiyyah haruslah dijaga...jangan sampai memutuskan silaturahmi... Jangan mengorek-ngorek aib, janganlah hasad dan dengki, jangan menggunjing, janganlah menyakiti lahir bathin sesama kita....

Apabila ada yang membicarakan tentang keburukan orang lain, maka tutuplah aib tersebut dengan cara mengatakan kebaikannya.. insyaAllah jika demikian, Allah akan menolongmu di Padang Mahsyar, dimana aib mu akan ditutupi dari khalayak umum...

Sampaikanlah salam, bermuka manis lah, tolong lah, berikanlah hadiah untuk sesama muslim, perluaslah silaturrahmi, uruslah jenazah, jenguklah orang yang sakit, saling menasehati dalam kesabaran dan kebenaran, mintakanlah ampunan bagi mereka, doakanlahyang terbaik, berbudi baik dan bertingkah laku yang baiklah sebagaimana engkau ingin diperlakukan baik, saling mencintailah karena Allah niscaya Allah akan mencintaimu...


Syafaat dari sahabat yang Soleh itu nyata,,kelak diakhirat mereka akan tarik menarik agar masuk surga secara bersamaan...


اَللّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذِهِ الْقُلُوْبَ قَدِ اجْتَمَعَتْ عَلَي مَحَبَّتِكَ
وَالْتَقَتْ عَلَى طَاعَتِكَ وَتَوَحَّدَتْ عَلَى دَعْوَتِكَ
وَتَعَاهَدَتْ عَلَى نُصْرَةِ شَرِيْعَتِكَ
فَوَثِّقِ اللَّهُمَّ رَابِطَتَهَا وَأَدِمْ وُدَّهَا، وَاهْدِهَا سُبُلَهَا
وَامْلَأَهَا بِنُوْرِكَ الَّذِيْ لاَ يَخْبُوْا
وَاشْرَحْ صُدُوْرَهَا بِفَيْضِ الْإِيْمَانِ بِكَ وَجَمِيْلِ التَّوَكُّلِ عَلَيْكَ
وَاَحْيِهَا بِمَعْرِفَتِكَ، وَأَمِتْهَا عَلَى الشَّهَادَةِ فِيْ سَبِيْلِكَ
إِنَّكَ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرِ
اَللَّهُمَّ أَمِيْنَ

Allahumma innaka ta'lamu anna hadzihil qulub, qadijtama-at 'alaa mahabbatik wal taqat 'alaa tha'atik, wa tawahhadat 'alaa da'watik wa ta ahadat ala nashrati syari'atik Fa watsiqillahumma rabithataha, wa adim wuddaha, wah dihaa subulahaa wamla'haa binuurikal ladzi laa yakhbu wasy-syrah shuduroha bi faidil imaanibik wa jamiilit tawakkuli 'alaik wa ahyiha bi ma'rifatik, wa amitha 'alaa syahaadati fii sabiilik Innaka ni'mal maula wa ni'man nashiir. Allahumma Aamiin.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati berkumpul atas dasar cinta kepada-Mu; bertemu atas dasar taat pada-Mu; bersatu atas dasar dakwah kepada-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu. Maka kuatkanlah yaa Allah, ikatan pertaliannya; lestarikanlah kasih sayangnya; tunjukkanlah jalannya; dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tiada redup; lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman kepada-Mu dan indahnya tawakal pada-Mu; hidupkanlah ia dengan makrifat kepada-Mu; dan matikanlah ia sebagai syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Aamiin Ya Allah."

BIRRUL WALIDAIN



Pintu surga sangat merindukan hamba Allah yang saleh.... adapun jarak antar pintu surga satu sama lainnya amatlah jauh... 

Siapa yang berinfaq sedikit saja untuk dua kendaraan di jalan Allah, maka dia akan dipanggil dari pintu-pintu surga: wahai hamba Allah ini adalah hasil kebaikanmu! Jika ia ahli shalat, maka akan dipanggil dari babus shalah (pintu shalat), jika ia ahli jihad maka akan dipanggil dari babul jihad (pintu jihad), jika ia ahli sedekah maka akan dipanggil dari babus shadaqah (pintu sedekah), jika ia ahli puasa maka akan dipanggil dari pintu puasa atau babur rayyan (pintu ar Rayyan)” (HR. Bukhari no.3666, Muslim no.1027).

Pintu surga yang paling tengah,mudah dan bagus dapat dimasuki oleh orang yang berbakti kepada kedua orang tua... Sebagaimana hadits
"Orang tua adalah pintu surga yang paling tengah. Jika engkau mau, sia-siakanlah pintu itu, atau jagalah.” (HR. Tirmidzi)

Berbakti kepada orangtua bisa dilakukan disaat mereka hidup ataupun sudah meninggal...
Seperti bertutur kata lemah lembut, menolong orangtua, hormat kepada orang tua, bersadaqah atas nama orangtua yang sudah meninggal, menyambung silaturahmi kerabat dan teman orangtua...

Janganlah engkau sia siakan kesempatan berbakti kepada orangtua... Ingatlah selalu, kenanglah kebaikannya... Merekalah yang mendidikmu, merawatmu, mendoakan mu.... Doa kedua orangtua sangatlah mustajab, jangan sampai menyakiti hati orang tua, sebab dengan demikian maka pintu surga akan tertutup bagimu...

Sayangi kedua orangtua, sebagaimana mereka mendidik di waktu kecilmu... Ketika mereka dalam keadaan tua renta, janganlah sekali kali berkata kasar walaupun hanya sedikit kata...

Semoga Allah menempatkan orangtua kita dalam derajat yang mulia, baik di dunia maupun di akhirat...

Rabbighfirlii waliwalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii saghiiraa...

melatih diri dari perkara mubah menjadi sunnah

Sesungguhnya setiap amal perbuatan harus disertai niat dan setiap sesuatu itu sangat tergantung pada niatnya. " (HR. Bukhari dan Mu...