Apabila ia mempelajari Al-Qur’an, maka hendaknya dengan kehadiran pemahaman dan akal.
Tujuannya adalah mewujudkan pemahaman terhadap apa yang Allah ﷻ wajibkan, berupa mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Bukanlah tujuannya sekadar: kapan aku akan menamatkan satu surat, tetapi tujuannya adalah:
Kapan aku merasa cukup dengan Allah tanpa selain-Nya?
Kapan aku termasuk orang-orang yang bertakwa?
Kapan aku termasuk orang-orang yang berbuat ihsan?
Kapan aku termasuk orang-orang yang bertawakal?
Kapan aku termasuk orang-orang yang khusyuk?
Kapan aku termasuk orang-orang yang sabar?
Kapan aku termasuk orang-orang yang jujur?
Kapan aku termasuk orang-orang yang takut (kepada Allah)?
Kapan aku termasuk orang-orang yang berharap (rahmat-Nya)?
Kapan aku bersikap zuhud terhadap dunia?
Kapan aku mencintai akhirat?
Kapan aku bertaubat dari dosa-dosa?
Kapan aku menyadari nikmat-nikmat yang terus mengalir?
Kapan aku bersyukur atasnya?
Kapan aku memahami seruan Allah?
Kapan aku benar-benar memahami apa yang aku baca?
Kapan aku mampu mengalahkan hawa nafsuku?
Kapan aku berjihad di jalan Allah dengan sebenar-benarnya jihad?
Kapan aku menjaga lisanku?
Kapan aku menundukkan pandanganku?
Kapan aku menjaga kehormatanku?
Kapan aku benar-benar malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya rasa malu?
Kapan aku sibuk memperbaiki aibku sendiri?
Kapan aku memperbaiki kerusakan dalam urusanku?
Kapan aku menghisab (introspeksi) diriku?
Kapan aku mempersiapkan bekal untuk hari kembali (akhirat)?
Kapan aku ridha kepada Allah?
Kapan aku benar-benar percaya kepada-Nya?
Kapan aku mengambil pelajaran dari peringatan Al-Qur’an?
Kapan aku sibuk dengan dzikir kepada-Nya dari selain-Nya?
Kapan aku mencintai apa yang Allah cintai?
Kapan aku membenci apa yang Allah benci?
Kapan aku memberi nasihat karena Allah?
Kapan aku ikhlas dalam amalanku?
Kapan aku memendekkan angan-anganku?
Kapan aku bersiap untuk hari kematianku, sementara ajal itu disembunyikan dariku?
Kapan aku memakmurkan kuburku (dengan amal)?
Kapan aku memikirkan keadaan di hari perhentian (kiamat) dan kedahsyatannya?
Kapan aku memikirkan saat aku sendirian bersama Rabbku?
Kapan aku memikirkan tempat kembali (akhir)?
Kapan aku waspada terhadap apa yang diperingatkan oleh Rabbku—yaitu neraka yang panasnya sangat dahsyat, dasarnya sangat dalam, dan kesedihannya panjang. Penduduknya tidak mati sehingga bisa beristirahat, tidak dimaafkan kesalahan mereka, dan tidak dikasihani tangisan mereka. Makanan mereka adalah zaqqum dan minuman mereka air yang sangat panas. Setiap kali kulit mereka matang, diganti dengan kulit yang lain agar mereka merasakan azab.
Mereka menyesal ketika penyesalan itu tidak lagi bermanfaat, menggigit tangan mereka karena penyesalan atas kelalaian dalam ketaatan kepada Allah dan karena mereka melakukan maksiat.
Maka sebagian mereka berkata:
يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي
"Wahai, seandainya dahulu aku telah menyiapkan (amal) untuk kehidupanku."
(QS. Al-Fajr: 24)
Dan yang lain berkata:
رَبِّ ارْجِعُونِ . لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحاً فِيمَا تَرَكْتُ
"Wahai Rabbku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat beramal shalih terhadap apa yang telah aku tinggalkan."
(QS. Al-Mu’minun: 99–100)
Dan berkata lagi:
يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَذَا الْكِتَابِ لا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلا كَبِيرَةً إِلا أَحْصَاهَا
"Celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil maupun yang besar melainkan semuanya tercatat?"
(QS. Al-Kahfi: 49)
Dan berkata:
يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلانًا خَلِيلاً
"Aduhai celaka aku, seandainya dahulu aku tidak menjadikan si fulan sebagai teman dekat."
(QS. Al-Furqan: 28)
Dan sekelompok dari mereka, dengan wajah yang berbolak-balik dalam berbagai jenis azab berkata:
يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولا
"Wahai, seandainya kami dahulu taat kepada Allah dan taat kepada Rasul."
(QS. Al-Ahzab: 66)
Akhlak Ahli Qur'an Karya Al-Ajurry Rahimahullah halaman halaman 57-59
https://whatsapp.com/channel/0029VahHEqtFSAsyXkHzeE0D
youtube.com/pelajarsunnah
instagram.com/pelajarsunnah.id
fb.com/pelajarsunnah.id
twitter.com/pelajarsunnah
telegram.me/pelajarsunnah
Mari dukung program dakwah @pelajarsunnah.id dengan berinfaq dan bersedekah ke rekening :
Bank Syariah Indonesia
(BSI-451) 7775222338
a.n. PELAJAR SUNNAH