Ketahuilah olehmu!

وكانوا من قلبنا يتواصون بثلاث خصال ويتكاتبون بها مَنْ عَمِلَ لِآخِرَتِهِ كَفَاهُ اللهُ أَمْرَ دِيْنِهِ وَدُنْيَاهُ وَمَنْ أَحْسَنَ سَرِيْرَتَهُ أَحْسَنَ الله عَلَانِيَتَهُ وَمَنْ أَصْلَحَ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ اللهِ مَا أَصْلَحَ اللهُ مَابَيْنَهُ وَبَيْنَ النَّاسِ.

"Barangsiapa yang beramal untuk akhiratnya, maka Allah akan mencukupkan urusan agama dan dunianya. Dan barangsiapa yang memelihara bathiniahnya, maka Allah akan membaguskan lahiriahnya. Serta barangsiapa yang memperbaiki hubungannya dengan Allah, maka Allah akan memperbaiki hubungannya dengan sesama manusia."

Manusia dalam pandangan Allah,oranglain,dan dirinya sendiri

وكانوا من قلبنا يتواصون بثلاث خصال ويتكاتبون بها مَنْ عَمِلَ لِآخِرَتِهِ كَفَاهُ اللهُ أَمْرَ دِيْنِهِ وَدُنْيَاهُ وَمَنْ أَحْسَنَ سَرِيْرَتَهُ أَحْسَنَ الله عَلَانِيَتَهُ وَمَنْ أَصْلَحَ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ اللهِ مَا أَصْلَحَ اللهُ مَابَيْنَهُ وَبَيْنَ النَّاسِ.

"Barangsiapa yang beramal untuk akhiratnya, maka Allah akan mencukupkan urusan agama dan dunianya. Dan barangsiapa yang memelihara bathiniahnya, maka Allah akan membaguskan lahiriahnya. Serta barangsiapa yang memperbaiki hubungannya dengan Allah, maka Allah akan memperbaiki hubungannya dengan sesama manusia."

dosa kecil, Rizki dan musibah

يَاعُزَيْرُ اِذَا أَذَنَبْتَ ذَنْبًا صَغِيْرًا فَلَا تَنْظُرْ اِلَى صُغْرِهِ وَانْظُرْ اِلَى مَنْ أَذْنَبْتَ لَهُ وَاِذَا أَصَابَكَ خَيْرٌ يَسِيْرٌ فَلَا تَنْظُرْ اِلَى صُغْرِهِ وَانْظُرْ اِلَى مَنْ رَزَقَكَ وَاِذَا أَصَابَكَ بَلِيَّةٌ فَلَا تَشْكُوْنِى اِلَى خَلْقِى كَمَا لَا أَشْكُوْكَ اِلَى مَلَائِكَتِى اِذَا صَعِدَتْ اِلَىَّ مَسَاوِيْكَ.
Dan maqalah yang kedua puluh dua: "Wahai Uzair, jika kamu melakukan dosa kecil, maka kamu jangan melihat kecilnya, tapi lihatlah kepada siapa kamu telah berbuat dosa. Jika kamu mendapatkan yang sedikit, maka kamu jangan melihat sedikitnya, tapi lihatlah siapakah yang telah memberikan itu semua kepadamu. Dan jika kamu mendapatkan suatu musibah, maka janganlah kamu mengadukan-Ku kepada makhluk-Ku, sebagaimana Aku tidak mengadukan kepada Malaikat-Ku, jika kejelekanmu disampaikan kepada-Ku."

Cinta kepada Allah

مَنْ لَقِيَنِى وَهُوَ يُحِبُّنِي أَدْخَلْتُهُ جَنَّتِى وَمَنْ لَقِيَنِي وَهُوَ يَخَافُنِى أَجْنَبْتُهُ نَارِي، وَمَنْ لَقِيَنِى بِالْمَوْت وَهُوَ يَسْتَحْيِ مِنِّى أَنْسَيْتُ الْحَفَظَةَ ذُنُوْبَهُ.

Dan maqalah yang kedua puluh enam: "Barangsiapa yang menemui-Ku dalam keadaan cinta kepada-Ku, maka ia akan Aku masukkan ke dalam surga-Ku. Dan barangsiapa yang menemui-Ku dalam keadaan takut kepada-Ku, maka ia akan Aku jauhkan dari neraka-Ku. Serta barangsiapa yang menemui-Ku karena ia mati dalam keadaan malu kepada-Ku, maka Aku jadikan malaikat (pencatat amal) lupa terhadap dosa-dosa orang itu."

TIGA CARA MENJADI ZUHUD

وعن ابراهيم بن أدهيم رحمه الله أنه قيل له: بم وجدت الزهد؟ قال بثلاثة أشياء: رَأَيْتُ الْقَبْرَ مُوحِشًا وَلَيْسَ مَعِى مُؤْنِسٌ وَرَأَيْتُ طَرِيْقًا طَوِيْلًا وَلَيْسَ مَعِى زَاذٌ وَرَأَيْتُ الْجَبَّارَ قَاضِيًا وَلَيْسَ لِى حُجَّةٌ.

Dan maqalah yang ketiga puluh satu: "Dengan tiga perkara, "Aku melihat kuburan itu menjadi ngeri, sedang aku belum mendapatkan pelipur, aku melihat jalan yang panjang, sedang aku belum mempunyai bekal, dan aku melihat Allah Yang Maha Perkasa dan mengadili, sedang aku belum mempunyai alasan."

syair pengingat

أَمَا تَرَى كَيْفَ يُبْلِينَا الْجَدِيدَانِ * وَنَحْنُ نَلْعَبُ فِي سِرِّ وَإِعْلَانِ
لَا تَرْكُنَنَّ إِلَى الدُّنْيَا وَزَحْرَفِهَا * فَإِنَّ أَوْطَانَهَا لَيْسَتْ بِأَوْطَانِ
وَاعْمَلْ لِنَفْسِكَ مِنْ قَبْلِ الْمَمَاتِ فَلَا * تَغْرُرْكَ كَفْرَةُ أَصْحَابِ وَإِخْوَانِ
"Tidakkah kamu tahu, bagaimana siang dan malam telah menguji kita # Tapi kita justru hanya bermain-main saja, baik secara tersembunyi maupun terang-terangan. Janganlah kamu terpedaya oleh dunia dan segala isinya # Karena sesungguhnya tanah air dunia, bukan tanah air yang sebenarnya.dan beramallah untuk dirimu sendiri, sebelum kematian datang menjemputmu # Jangan sampai kamu tertipu oleh banyaknya sahabat dan teman."

Mati Tanpa Iman, Bagaikan Mengarungi Samudera Tanpa Kapal


 ( عن أبي بكر الصديق رضي الله عنه: مَنْ دَخَلَ الْقَبْرَ بِلَا زَادٍ) أي من العمل الصالح (فَكَأَنَّمَا رَكِبَ الْبَحْرَ بِلا سَفِينَةٍ) أي فيغرق غرقًا لا خلاص له إلا بمن ينقذه، كما قال صلى الله عليه وسلم: «مَا الْمَيِّتُ فِي قَبْرِهِ إِلَّا كَالْغَرِيقِ الْمُتَغَوِّثِ» أي الطالب لأن يغاث.
عن أبي بكر الصديق رضي الله عنه: مَنْ دَخَلَ الْقَبْرَ بِلَا زَادٍفَكَأَنَّمَا رَكِبَ الْبَحْرَ بِلا سَفِينَةٍ
Dan maqalah yang ketiga: Sayyidina Abu Bakar Ash Shiddiq pernah berkata, barangsiapa masuk kubur (mati) dengan tanpa membawa bekal (iman), maka ia bagaikan mengarungi samudera tanpa kapal."

Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam:

مَا الْمَيِّتُ فِي قَبْرِهِ إِلَّا كَالْغَرِيقِ الْمُتَغَوِّثِ» أي الطالب لأن يغاث.
"Mayat di dalam kuburnya, bagaikan orang tenggelam yang memohon pertolongan."

melatih diri dari perkara mubah menjadi sunnah

Sesungguhnya setiap amal perbuatan harus disertai niat dan setiap sesuatu itu sangat tergantung pada niatnya. " (HR. Bukhari dan Mu...