ALLAH AL HAKAM



Al-Hakam secara populis dipahami bahwa Allah adalah Hakim yang maha adil, Allah maha memutuskan yang keputusan-Nya menunjukkan keagungan-Nya, zat yang maha menetapkan yang ketetapan-Nya menunjukkan keadilan dan kesempurnaan-Nya.

Allah berfirman yang maknanya, maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Al-Qur’an) kepadamu dengan terperinci? 
Orang-orang yang telah Kami datangkan kitab kepada mereka, mereka mengetahui bahwa Al Quran itu diturunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu (Qs. al-An’am: 114).

Dalam ayat yang lain Allah berfirman yang maknanya, kemudian mereka [hamba Allah] dikembalikan kepada Allah, Penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah, bahwa segala 
hukum (pada hari itu) kepunyaan-Nya. Dan Dialah Pembuat perhitungan yang paling cepat (Qs. al-An’am: 62). 

Dan juga, Allah akan mengadili di antara kamu pada hari kiamat tentang apa 
yang kamu dahulu selalu berselisih padanya (Qs. al-Hajj: 69).

ALLAH AL BASHIIR


Saudaraku, kita bisa berencana apa saja, dapat berniat akan melakukan 
apapun juga, berpikir selangit selagi bisa, dan berbuat sesuka hati kita, tetapi mesti diingat bahwa Allah juga al-Bashiir.

Al-Bashiir secara populis dipahami bahwa Allah adalah zat Yang Maha Melihat. Allah adalah zat yang menyaksikan apapun yang sudah terjadi, sedang terjadi dan yang akan terjadi. Allah juga memperhatikan dan mengetahui seluruh perbuatan hambaNya baik perbuatan itu besat ataupun kecil.

Allah berfirman yang maknanya, Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan (Qs. al-Baqarah: 96).

Oleh karenanya berapapun umur yang nantinya 
disempurnakan yang dianugerahkan kepada kita, harus 
dimanfaatkan untuk berbuat baik sehingga dijauhkan dari siksaNya, baik saat hidup di dunia ini maupun apalagi di akhirat kelak.

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang shaleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam 
surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai; kekal mereka 
di dalamnya; mereka di dalamnya mempunyai isteri-isteri yang 
suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi 
nyaman. Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan 
amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh 
kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya 
kamu menetapkan dengan adil.Sesungguhnya Allah memberi 
pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah 
adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat (Qs. an-Nisa’: 57-58).

ALLAH ASSAMII'

Nama Allah ini sangat krusial bagi kita yang memiliki banyak permintaan,
karena Allah maha mendengarkan permintaan dan keluhan hamba-Nya serta sekaligus maha mengabulkan doa. 

AlSamii’ secara populis dipahami bahwa Allah adalah zat Yang Maha Mendengar. Allah adalah zat yang memperkenankan
permohonan dan doa-doa hamba-Nya.
Di antara bukti didengarkan dan dikabulkannya doa Nabi Ibrahim dapat kita baca tentang pragmen kisahnya. Dan
(ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasardasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Qs.
al-Baqarah: 127).

Dan juga doa istri nabi Ibrahim

Ingatlah ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku 
menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). 
Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Qs. Ali Imran: 35).

ALLAH AL MUDZIL

Dalam kehidupan ini ternyata di samping ada banyak orang yang diangkat derajat kepribadiannya sehingga mulia, baik dalam pandangan Allah maupun dalam pandangan manusia, ternyata juga ada orang yang “direndahhinakan” akibat
perilakunya sendiri. 

Al-Mudzil secara populis dipahami bahwa Allah adalah zat Yang Maha Merendahkan. Allah adalah zat yang maha kuasa, dan yang berkuasa menjadikan mulia atau rendah hina siapapun dari hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, lantaran perbuatannya sendiri. Adalah yang sudah pasti Allah memuliakan orang-orang yang beriman berilmu dan beramal shalih lantaran ketakwaannya. Dan sebaliknya Allah juga menghinadinakan orang-orang musyrik, kafir, munafik, dan fasiq karena kedurhakaan mereka. 

Allah mengingatkan kita agar tidak durhaka karena akibat kedurhakaan hanyalah direndahhinakan, sebagaimana
firman-Nya yang maknanya, sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan rasul-Nya, mereka termasuk orang-orang
yang sangat hina” (Qs. al-Mujadalah: 20).

Sekali lagi Allah berkuasa memuliakan dan menghinakan hamba-Nya. Seorang hamba dimuliakan karena amalnya, demikian juga yang lainnya dihinakan juga karena perbuatannya. Dengan demikian Allah memuliakan dan menghinakan hambaNya atas dasar hikmah dan keadilan-Nya. Allah tidak pernah menzalimi hamba-Nya, tetapi seringkali seseorang itu sendiri
yang menzalimi dirinya...

ALLAH AL MU'IZZ

Al-Mu’izz secara populis dipahami bahwa Allah adalah zat YangMaha Memuliakan... Allah adalah zat yang maha mulia, sumber kemuliaan, dan yang menganugerahi kemuliaan kepada siapapun dari hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya. Allah berfirman, yang maknanya, barang siapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nya-lah naik perkataan-perkataan yang
baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras. Dan rencana jahat mereka akan hancur (Qs. Fathir: 10)...

Oleh karenanya kita sudah selayaknya memuji Allah dengan al-Mu’izz untuk memperoleh keridhaan-Nya sehingga dimuliakanNya. “Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu” (Qs. Ali Imran: 26).

ALLAH AR RAAFI'

Ar-Raafi’ secara umum dipahami bahwa
Allah adalah zat Yang Maha Tinggi yang senantiasa meninggikan segala sesuatu atas makhluk-Nya. Allah kuasa mengangkat derajat hamba-hamba-Nya ke kedudukan (maqam) kemuliaan...

Seperti di antaranya dijelaskan dalam al-Qur’an bahwa Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu
pengetahuan.

Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan
orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (Qs. alMujadalah: 11).

ALLAH AL KHAAFIDH

Al-Khaafidh secara umum dipahami bahwa Allah adalah zat Yang Maha Merendahkan segala sesuatu atas makhluk-Nya. Tentu di samping kuasa
merendahkan, Allah juga kuasa meninggikan, kuasa mengangkat
derajat hamba-hamba-Nya....

Suatu hari Rasulullah Nabi Muhammad saw ditanya tentang maksud firman Allah, ”Setiap saat Dia (Allah) dalam kesibukan
(Qs. al-Rahman: 29), beliau bersabda, ”Termasuk kesibukan yang
dilakukan oleh Allah adalah mengampuni dosa, menghilangkan
keresahan, meninggikan kelompok-kelompok manusia, dan
merendahkan yang lain” (HR. Ibnu Majah). 

Siapapun yang direndahhinakan atau ditinggimuliakan oleh Allah tentu atas
ketentuan sunatullah-Nya yang maha adil dan bijaksana....

melatih diri dari perkara mubah menjadi sunnah

Sesungguhnya setiap amal perbuatan harus disertai niat dan setiap sesuatu itu sangat tergantung pada niatnya. " (HR. Bukhari dan Mu...